• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN TINGKAT STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA DITINJAU DARI PERAN GENDER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN TINGKAT STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA DITINJAU DARI PERAN GENDER"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN TINGKAT STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH LUAR

BIASA DITINJAU DARI PERAN GENDER

Oleh: CUT LAILY ANIYA ( 01810322 )

Psychology

Dibuat: 2006-06-06 , dengan 3 file(s).

Keywords: Stres Kerja, Peran Gender, Guru SLB

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Tingkat Stres pada Guru Sekolah Luar Biasa Ditinjau dari Peran Gender. Stres kerja adalah keadaan yang dirasakan menekan dari interaksi antara individu dengan lingkungan kerjanya dan menetapkan permintaan psikologis dan fisiologis secara berlebihan. Sedangkan peran gender adalah peran dan sifat feminim pada

perempuan dan maskulin pada laki-laki sebagaimana harapan masyarakat seseorang tersebut harus berperilaku.

Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif komparatif. Populasinya yaitu Guru Sekolah Luar Biasa di Malang sejumlah 45 guru. Sedangkan teknik sampel yang digunakan adalah Total Sampling, jadi jumlah sampel penelitian ini adalah 45 guru. Untuk teknik pengumpulan data digunakan 2 skala, yaitu Skala Stres Kerja dan Skala Peran Seks (BSRI) milik Bem. Data diperoleh dengan instrumen Skala Stres Kerja memiliki uji validitas dan reliabilitas dimana Rhit > Rtabel (0.254).

Data yang terkumpul dari subyek sebanyak 45 guru, diperoleh 19 orang dengan peran gender maskulin, 26 orang peran gender feminim, Dengan analisis perbedaan uji T antara peran gender maskulin dan feminim, maka hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat stres kerja yang sangat signifikan (t = 3.392 ; Sig < 0.010) pada guru Sekolah Luar Biasa ditinjau dari peran gender, dimana guru dengan peran gender feminim (X = 222.96) memiliki tingkat stres kerja lebih tinggi dibanding guru dengan peran gender maskulin (X = 195.63).

Abstract

This study aims to determine differences Stress Levels in School Teachers Extraordinary Viewed from Gender Roles. Job stress is a state of perceived pressure from the interaction between the individual with his environment and set of psychological and physiological demands are excessive. While gender roles are the role and nature of the feminine in women and masculine men as society's expectations a person should behave.

The design of this research is quantitative comparative. The population of Extraordinary School Teachers in Malang some 45 teachers. While the sample technique used is total sampling, so the number of samples of this study are 45 teachers. For data collection techniques used 2 scales, ie the Working Stress Scale and the Sex Role Scale (BSRI) owned by Bem. The data obtained with instruments of Work Stress Scale has validity and reliability where Rhit> Rtabel (0254).

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Autis (Studi pada Orang Tua dari Anak Autis di Sekolah Luar Biasa AGCA Center Pumorow Kelurahan Banjer Manado).Vol 11 No 4.. The

Demikian pula dengan hasil penelitian (Leary, 1983) yang menyatakan bahwa wanita memiliki skor yang lebih tinggi dalam pengukuran ketakuatan dalam situasi sosial dibanding

Diantara banyak profesi perawat merupakan profesi yang bisa dijalankan oleh perempuan atau laki-laki, dari sisi peran gender terdapat perbedaan antara laki- laki dan

PERILAKU ASERTlF UNTUK KELUAR DARI SITUASI KEKERASAN PADA ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DITINJAU DART PERAN GENDER FEMININ, MASKULIN, DAN

Maka dari penelitian ini juga dapat dilihat terjadi beberapa faktor penghambat keberhasilan peran diantaranya pola pengajaran untuk menggali kemampuan anak

Sedangkan ditinjau dari tingkat pendidikan, ditemukan ada perbedaan sikap peran gender baik pada suami maupun istri (F suami = 3,607, F istri = 8.602, p&lt; 0.05), dengan kelompok

Terbukti dengan tidak adanya pengawasan dari orang tua subyek (TW. 7) dan pemberian pengawasan serta perhatian juga sama sekali tidak diberikan sehingga subyek

Perbedaan persepsi antara guru laki-laki dan perempuan terhadap peran gender dalam keluarga dan masyarakat di Kota