Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tempe Koro Pedang (Canavalia ensiformis L.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil uji ekstrak biji kelor memiliki aktivitas antibakteri untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan konsentrasi hambat minimum masing
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak daun murni Nypa fruticans menghambat pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi maksimum, Staphylococcus aureus yaitu
dengan konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80% memiliki daya antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus dengan tetapi tidak memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Escherichia
Hasil uji ekstrak biji kelor memiliki aktivitas antibakteri untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan konsentrasi hambat minimum masing
Proses ekstraksi tempe dilakukan dengan menggunakan 3 jenis pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu etanol, etilasetat dan n-heksan dengan tingkat konsentrasi yang berbeda
Penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan dan pengolahan bahan penelitian (tempe), pembuatan ekstrak etanol, ekstrak n-heksana, ekstrak etilasetat tempe dan uji
Hasil uji antibakteri ekstrak n-heksana tempe terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Keterangan: SA = Staphylococcus aureus; BS = Bacillus subtilis; B
Hasil pengukuran aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun matenasi pada bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50% diperoleh diameter rata-rata daya hambat 18,07