Organisasi
Pemimpin
• Sekumpulan orang
• Kerja sama
• Tujuan
MANAJEMEN
• Seni
• Ilmu
SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
PERIODE WAKTU ALIRAN MANAJEMEN KONTRIBUTOR
1771 - 1871 Awal Teori Manajemen R. Owen, Charles Babage
1870 - 1930 Manajemen Ilmiah Fw. Taylor, Frank & Lilian Gilberth, Henry Ganti, Harington Emerson
1900 - 1930 Teori Organisasi Klasik Henry Fayol, James. D Money, Marry Porker Follet, Herbert Simon, Chester J. Benard
Benard
1930 - 1940 Hubungan Manusiawi Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, Hugo Munsterberg
MANAJEMEN SEBAGAI ILMU
Pengetahuan (Knowledge)
Keseluruhan dari fakta-fakta, nilai-nilai,, asas-asas dan ketarangan-keterangan yang diperoleh melalui, belajar, penelaahan, ilham, intuisi dan pengalaman
Ilmu (Science)
penelaahan, ilham, intuisi dan pengalaman
KAPAN PENGETAHUAN DISEBUT ILMU
?
Ciri/syaratnya :
Punya Objek Pengenal Punya Metode
Punya Sistematika
Objek Materi
Objek Forma
Manusia, alam
Punya Sistematika
Bersifat Umum (Universal)
Objek Forma
Titik pusat perhatian dari objek matri secara khusus yg akan dapat membedakan suatu ilmu dengan yang lainnya
Metode
ILMU
(The Liang Gie) Ilmu Murni (Pure Science)
Ilmu Terapan (Applied Science)
Ilmu Murni (Pure Science)
Bersifat menciptakan teori-teori dasar yang merupakan
tujuan pokoknya, sementara kemungkinan pemanfaatannya dalam kehidupan praktis merupakan persoalan kedua atau bahkan dianggap berada di luar relevansi ilmu-ilmu jenis bahkan dianggap berada di luar relevansi ilmu-ilmu jenis ini.c
Ilmu Terapan (Applied Science)
Berpusat pada relevansi teori-teori dasar tersebut dengan bidang terapan tertentu.
MANAJEMEN
…ILMU MURNI ATAU TERAPAN ?
Sebagai suatu disiplin ilmu yang bertugas mencari kebenaran yang disandang dalam predikat dimensi teoritis dan metodologi, yang harus diuji dan dibuktikan berdasarkan fakta/data secara objektif akan kebenaranya.
Oleh karena itu manajemen sebagai ilmu penting untuk Oleh karena itu manajemen sebagai ilmu penting untuk dikembangkan, agar didapatkan kebenaran ilmu.
Sebagai ilmu terapan, manajemen harus peduli dengan fungsi sosialnya di masyarakat (Mempunyai kegunaan yang dapat dipakai dalam setiap organisasi untuk mencapai tujuannya).
MANAJEMEN SEBAGAI SENI
Ilmu manajemen akan dapat dipelajari dan diaplikasikan dengan daya lenting penyesuaiannya sebagai suatu keahlian , kemahiran atau keterampilan yang dapat dipakai dalam kehidupan manusia.
Sebagai suatu seni, manajemen merupakan suatu siasat dan usaha tata kerjasama untuk mencapai tujuan
ORGANISASI
Organon = alat
Bhs. Yunani
Unsur Dasar :
• Kumpulan Orang
• Kumpulan Orang
• Kerjsa sama
PROSES TERBENTUKNYA ORGANISASI
Ketidakterbatasan kebutuhan manusia
Keterbatasan kemampuan manusia
Berorganisasi
1. Spontan
PERUBAHAN KONSEP ORGANISASI
Terjadi karena perubahan lingkungan di luar organisasi :
Tradisional Modern/Baru
di luar organisasi :
1. Masyarakat 2. Ekonomi 3. Global 4. Teknologi
MANAJER
Seorang anggota organisasi yangmemadukan (mengintegrasikan) dan mengkoordinasikan pekerjaan orang lainManajer puncak
Manajer Menengah
Manajer Lini Pertama
DELEGASI KEKUASAAN
Pembagian Tugas kelancaran pekerjaanUntuk menjamin
Pelimpahan kekuasaan kepada bawahan untuk menjalankan tugas yang dibebankan
mengingat yang bersangkutan terikat dengan tanggung jawab mengenai tugas tersebut
MANAJEMEN mengkoordinasikan kegiatan-kegiatanProses mengintegrasikan dan kerja dalam rangka mencapai tujuan
yang efektif dan efisien dengan menggunakan orang lain
Proses Manajemen
Serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang dilakukan secara terus menerus
Dalam istilah manajemen terkandung dua pengertian : 1. Suatu Pekerjaan (Job)
FILSAFAT MANAJEMEN
Fisafat
Philein = cinta (hasrat, kemauan atau keinginan yang besar, berkobar-kobar, sungguh-sungguh)
Sophia = kebijakan (kebenaran sejati atau kebenaran yang sungguh-sungguh)
Filsafat = hasrat, kemauan, atau keinginan akan kebenaran sejati
kebenaran sejati
Filsafat (Moekijat)
UNSUR-UNSUR FILSAFAT : 1. SUATU TUJUAN TERTENTU
2. BEBERAPA NILAI YANG BERHUBUNGAN DENGAN TUJUAN TERSEBUT. 3. KEYAKINAN PADA PIHAK PENGANUT, BAHWA NILAI-NILAI DAN TUJUAN AKHIR ADALAH BERNILAI UNTUK DIKEJAR.
Filsafat Manajemen
Adalah bagian terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan terhadap problem manajerial.
Faktor-faktor dalam Filsafat Manajemen : 1. Kepentingan umum
2. Tujuan usaha
3. Pimpinan pelaksana 4. Kebijakan
5. Fungsi
6. Faktor dasar
7. Struktur organisasi 8. Prosedur
Tujun Manajemen
Mengapa manajer perlu mengetahui Manajemen ? Maksudnya adalah agar tujuan organisasi dapat dimengerti dan diterima oleh pegawai, dicamkan sedalam-dalamnya dalam jiwa mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sifat-sifat tujuan :
1. Apa yang menjadi tujuan ditentukan terlebih dahulu titik akhirnya. 2. Tujuan harus dimengerti oleh mereka yang akan melaksanakannya 3. Tujuan harus dinyatakan baik tertulis maupun lisan
Hal lain :
Tujuan manajemen organisasi 1. Dinyatakatan tertulis
2. Dapat diukur
3. Dapat menunjukkan waktu spesifik 4. Dapat dicapai.
Tujuan manajemen organisasi :
1. Tujuan jasa 2. Tujuan laba 3. Tujuan sosial
Tujuan organisasi :
Sasaran Manajemen
Sasaran manajerial : adalah tujaun yang ingin dicapai yang mencakup skup tertentu yang menunjukkan arah kemana usaha-usaha manajer dikerahkan.
Sasaran
1. Sasaran strategis untuk manajemen puncak
2. Sasaran taktis fungsional untuk manajemen menengah 3. Sasaran operasional untuk manajer bawah.
Sasaran Manajemen : 1. Mencari laba
2. Kepentingan pekerja
1. Men yaitu tenaga kerja manusia, baik tenaga
kerja pimpinan maupun tenaga kerja
operasional/pelaksana.
Money
2. Money yaitu uang yang di butuhkan untuk
mencapai tujuan yang di inginkan.
3. Methods yaitu cara – cara yang dipergunakan
1.
Materials
yaitu bahan – bahan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan.
2.
Machines
yaitu mesin – mesin/alat –
alat yang diperlukan untuk mencapai
alat yang diperlukan untuk mencapai
tujuan.
3.
Market
yaitu
pasar
untuk
menjual
Bidang – bidang manajemen :
1. Manajemen sumber daya manusia ( unsur men )
2. Manajemen permodalan/pembelanjaan ( unsur money )
3. Manajemen akutansi biaya ( unsur materials )
4. Manajemen produksi ( unsur machines )
5. Manajemen pemasaran ( unsur market )
6. Methods adalah cara/sistem –sistem yang di
Tujuan organisasi adalah mendapatkan laba ( business
organization ) atau pelayanan/pengabdian ( public organization ) atau pelayanan/pengabdian ( public organization ) melalui proses manajemen itu.
Tujuan maknanya hasil yang umum ( generalis ), sedangkan
sasaran berarti hasil khusus ( spesialis ). Tujuan adalah sesuatu
hasil ( generatis ) yang ingin di capai melalui proses manajemen
A.
Tujuan
B.
Skop
C.
Kepastian
1. menurut tipe –tipenya,
2. Menurut prioritasnya
3. Menurut jangka waktunya,
4. Menurut sifatnya,
4. Menurut sifatnya,
5. Menurut tingkatannya,
6. Menurut bidangnya
a. Provit objectives, bertujuan untuk mendapatkan laba bagi
pemiliknya.
b. Service objetives, bertujuan memberikan pelayanan yang baik
bagi konsumen dengan mempertinggi nilai barang dan jasa yang di tawarkan kepada konsumen.
c. Social objectives, bertujuan meningkatkan nilai guna yang
diciptakan perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat.
d. Personal objectives, bertujuan agar para karyawan secara
a)
Tujuan Primer
b)
Tujuan Sekunder
c)
Tujuan Individual, dan
c)
Tujuan Individual, dan
a)
Tujuan jangka panjang,
b)
Tujuan jangka menengah, dan
a) Management objectives, tujuan dari segi efektif yang
harus di timbulkan oleh manejer.
b) Managerial objectives, tujuan yang harus di capai
daya upaya dan kreativitas – kreativitas yang bersifat manajerial.
c) Administrative objectives, tujuan – tujuan yang c) Administrative objectives, tujuan – tujuan yang
pencapaianya memerlukan administrasi.
d) Economic objectives, tujuan –tujuan yang di maksud
memenuhi kebutuhan – kebutuhan dan memerlukan efisiensi untuk pencapayannya.
e) Technical objectives, tujuan berupa detail teknis,
detail kerja, dan detail karya.
f) Work objectives, yaitu tujuan – tujuan yang
a) Overall enterprise objectives, adalah tujuan semesta ( generalis ) yang harus
dicapai oleh badan usaha secara keseluruhan.
b) Divisional objectives, adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap divisi.
c) Departemental objectives, adalah tujuan – tujuan yang harus dicapai oleh
masing – masing bagian. masing – masing bagian.
d) Sectional objectives, adalah tujuan – tujuan yang harus dicapai oleh setiap
seksi.
e) Group objectives, adalah tujuan – tujuan yang harus dicapai oleh setiap
kelompok urusan.
f) Individual objectives, adalah tujuan – tujuan yang harus dicapai oleh masing –
a) Top level objectives, adalah tujuan - tujuan umum,
menyeluruh, dan menyangkut berbagai bidang sekaligus.
b) Finance objectives, adalah tujuan – tujuan tentang modal.
c) Production objectives, adalah tujuan – tunjuan tentang c) Production objectives, adalah tujuan – tunjuan tentang
produksi.
d) Marketing objectives, adalah tujuan – tujuan mengenai
bidang pemasaran barang dan jasa – jasa.
e) Office objectives, adalah tujuan – tujuan mengenai bidang
a) Public objectives, adalah tujuan – tujuan yang harus dicapai
berdasarkan ketentuan – ketentuan undang – undang negara.
b) Organizational objectives, adalah tujuan – tujuan yang harus
dicapai berdasarkan ketentuan –ketentuan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga, dan statua organisasi yang bersifat zakelijk dan impersonal ( tidak boleh berdasarkan
pertimbangan perasan atau selera pribadi ) dalam upaya pencapainnya.
c) Personal objectives, adalah tujuan pribadi/individual (
Bagaimana
Bagaimana caracara menetapkanmenetapkan tujauntujaun yangyang baikbaik ::
1.
1. TujuanTujuan harusharus jelasjelas dandan ditetapkanditetapkan berdasarkanberdasarkan hasilhasil analisisanalisis data,data,
informasi
informasi,, dandan potensipotensi yangyang didi milikimiliki..
2.
2. TujuanTujuan –– tujuantujuan harusharus didi tetapkantetapkan manajermanajer dandan mintaminta partisipasipartisipasi
karyawan
karyawan pelaksanaanpelaksanaan dalamdalam prosesproses penetapanpenetapan tujuantujuan..
3.
3. SetiapSetiap tujuantujuan dalamdalam perusahaanperusahaan harusharus membantumembantu keseluruhankeseluruhan tujuantujuan
perusahaan
perusahaan,, jadijadi harusharus salingsaling menujangmenujang secarasecara keseluruhankeseluruhan..
4.
4. TujuanTujuan –– tujuantujuan harusharus mempunyaimempunyai ““ jangkauanjangkauan ““ tertentutertentu dandan
memberikan
memberikan kepuasankepuasan bagibagi karyawankaryawan dalamdalam mengerjakannyamengerjakannya.. Tujuan
Tujuan –– tujuantujuan harusharus realistisrealistis dandan masukmasuk akalakal..
5.
5. TujuanTujuan –– tujuantujuan harusharus realistisrealistis dandan masukmasuk akalakal.. 6.
6. TujuanTujuan –– tujuantujuan harusharus bersifatbersifat kontenporerkontenporer dandan inovatifinovatif sertaserta dandan didi
tetapkan
tetapkan up to date.up to date.
7.
7. TujuanTujuan –– tujuantujuan yangyang ditetapkanditetapkan bagibagi setiapsetiap individuindividu pelaksanapelaksana harusharus
sesuai
sesuai dengandengan kemampuannyakemampuannya,, supayasupaya gairahgairah kerjanyakerjanya baikbaik..
8.
8. TujuanTujuan –– tujuantujuan harusharus berurutanberurutan menurutmenurut kepentingannyakepentingannya,, sehinggasehingga
perhatian
perhatian akanakan dititikdititik beratkanberatkan padapada tujuantujuan –– tujuantujuan utamanyautamanya..
9.
9. TujuanTujuan –– tujuantujuan harusharus berimbangberimbang. Aneka. Aneka macammacam tujuantujuan hendaknyahendaknya
tidak
1. Mazhab Manajemen Berdasarkan Kebiasaan ( Management by Custom school ). 2. Mazhab Manajemen Ilmiah ( Scientific Management School ).
3. Mazhab Prilaku ( Behavior School ).
Mazhab Sosial ( The Social School ).
4. Mazhab Sosial ( The Social School ).
5. Mazhab Manajemen Sistem ( System Management School ).
6. Mazhab Manajemen Berdasarkan Keputusan ( Decisional Management School ). 7. Mazhab Pengukuran Kuantitatif ( Quantitative Measure ).
8. Mazhab Proses Manajemen ( Management Proces ).
Munurut mazhab ini, memimpin, mengatur, mengambil keputusan, pemecahan penyelesaian masalah, dan lain sebagainya hanya
didasarkan atas kebiasaan – kebiasaan yang telah dilakukan oleh
pihak – pihak lain, sehingga menimbulkan kreasi – kreasi baru dan pihak – pihak lain, sehingga menimbulkan kreasi – kreasi baru dan
menghilangkan daya pikir dan kreativitas.
Mazhab ini kurang kurang baik untuk diterapkan, sebab masalah, situasi, dan kondisi yang dihadapi masa kini berbeda dengan masa
yang lalu, jadi pemecahan dan penyelesaian masalahnya juga harus
Munurut mazhab ini, memimpin, mengatur, mengambil keputusan, pemecahan penyelesaian masalah, dan lain sebagainya hanya didasarkan atas kebiasaan – kebiasaan yang telah dilakukan oleh metode – metode ilmiah.
yang telah dilakukan oleh metode – metode ilmiah.
Dalam mazhab ini, titik tolak manajer adalah prilaku manusia.
Manusia harus menyadari bahwa manajemen tidaklah
dilakukan sendiri, justru manejerlah yang harus
menyebabkan orang lain melakukannya, berdedikasi dan
berpartisipasi tinggi untuk meyelesaikan tugas – tugasnya.
Manajer dalam melakukan wewenangya kepemimpinannya
harus lebih mengetahui prilaku, keinginan, dan kebutuhan –
Mazhab ini berorientasi pada sosiologi dan
mempersoalkan pengidentifikasian berbagai
kelompok
sosial
maupun
hubungan
–
hubungan kulturalnya.
Pada dasarnya mazhab ini dapat dikatakan
bahwa mazhab sosial menetukan interaksi dan
kerja sama manusia yang secara bersama –
Dalam mazhab ini sitem – sistem merupakan intisatinya.
Untuk memenuhi tuntutan efisiensi dan efektivitas kerja
setiap petugas diperluakn adanya sistemkerja up to date,
tepat guna serta sesuai dengan kondisi setempat.
Menurut hemat penulis mazhab manejemen sistem in
sangat baik untuk dilaksanakan, karena mendorong
pelaku – pelaku mejemen untuk selalu berpikir mencari
Titik
berat
mazhab
ini
terletak
pada
Mazhab ini menyatakan bahwa manejemen adalah sebuah entitas logis yang tindakan – tindakannya dalam bentuk simbol – simbol matematis, hubungan – hubungan matematis, dan data yang dapat di ukur.
Ciri – ciri mazhab ini, adalah :
a) Mengoptimalkan hasil ( Output ) dari Input ( masukan ). b) Menggunakan model – model matematis.
Mengoptimalkan hasil di maksud memperbesar perbandingan antara output dan input.
Misalnya : efisiensi, efektivitas, pdroduktivitas, penjualan, dan lain – lainnya.
SISTEM MANAJEMEN BAPAK
Setiap usaha dan aktivitas organisasi dimana para
bawahan selalu mengikuti jejak bapak/ Pemimpin.
(Pemimpin dianggap paling baik,benar,pintar )
Kebaikan Manajemen
Keburukan Manajemen Bapak : Jika pemimpin tidak benar, perusahaan akan hancur karena
Kebaikan Manajemen Bapak :
Jika pemimpin bekerja dengan benar, maka pekerjaan dapat
dengan cepat dikerjakan sehingga tujuan dapat
tercapai.
Jika pemimpin tidak benar, perusahaan akan hancur karena bawahan ikut tidak benar.
Kemajuan organisasi terbatas
Jika terjadi penggantian pemimpin maka pemimpin baru sulit untuk melakukan tugasnya.
Manajemen Tertutup
Menejer
tidak
memberitahukan
atau
menginformasikan keadaan perusahaan kepada para
bawahannya walaupun dalam batas-batas tertentu
saja.
Kebaikan dan
keburukannya
Kerahasiaan tentang
keadaaan perusahaan sangat
Para bawahan tidak mengetahui keadaan perusahaan ( Laba/rugi) keadaaan perusahaan sangat
terjamin
Pengambilan keputusan cepat ( Tidak ada keterlibatan bawahan dalam pengambilan
keputusan
Problem dan pemecahan masalah hanya dipecahkan
oleh menejer.
Menimbulkan sikap apatis dari bawahan terhadap masalah yang dihadapi
Manajemen terbuka
Menejer banyak menginformasikan keadaan
Kebaikan
Bawahan ikut serta memikirkan kesulitan yang
dihadapi oleh perusahaan dan ikut pula memecahkan
masalah yang terjadi.
Bawahan
akan
lebih
bersemangat
dalam
Bawahan
akan
lebih
bersemangat
dalam
melaksanakan tugas-tugasnya.
Akan timbul kerjasama yang baik dan harmonis dalam
organisasi
Keburukan
Rahasia perusahaan kurang terjamin
2. Pengambilan keputusan lama, bertele-tele
Kecakapan menejer dapat diketahui para bawahan
Manajemen Demokrasi
Kebaikan Manajemen Demokrasi :
Keputusan
yang
diambil
relatif
baik,
karena
diputuskan oleh orang banyak.
Kecenderungan
untuk
bertindak
otoriter
dapat
Kecenderungan
untuk
bertindak
otoriter
dapat
dihindarkan
Keputusan yang diambil dipertanggungjawabkan oleh
para anggota.
Keburukan Manajemen Demokrasi
:
Biaya, waktu untuk pengambilan keputusan lama dan
bertele-tele
Perbedaan antara Manajemen
Terbuka dan Manajemen
Demokrasi :
Manajemen demokrasi hanya dapat dilakukan dalam
suatu organisasi dimana setiap anggota punya hak
suara yang sama ( MPR,DPR,KOPERASI) sedangkan
manajemen terbuka dapat dilakukan dalam organisasi
manajemen terbuka dapat dilakukan dalam organisasi
dan perusahaan.
Mazhab Manajemen (G.R.Terry)
1. Mazhab Manajemen berdasarkan kebiasaan
2. Mazhab Manajemen Ilmiah
3. Mazhab Perilaku
4. Mazhab Manajemen Sosial
5. Mazhab Manajemen Sistem
6. Mazhab Manajemen berdasarkan keputusan
7. Mazhab Pengukuran kuantitatif
8. Mazhab Proses Manajemen
Kekuasaan yang sah dan legal yang
dimiliki seseorang untuk
memerintah orang lain agar
Merupakan dasar hukum bagi seseorang untuk dapat
melaksanakan tugas.
Menciptakan power, right dan responsibility
Menyebabkan perintah menejer dipatuhi
Menjadi batas apa yang boleh dan tidak dikerjakan
Menjadi batas apa yang boleh dan tidak dikerjakan
Kemampuan jasmaniah (Fisik )
Menejer tidak dapat memerintah bawahannya diluar
kemampuan manusia.
Alamiah
Batas –batas wewenang
Alamiah
Menejer tidak bisa memerintah bawahannya untuk
menentang kodrat alam.
Teknologi
Menejer tidak bisa memerintah bawahannya untuk
melakukan tugas yang belum tercapai teknologi.
Keadaan ekonomi
Menejer tidak bisa memerintahkan atau memaksakan
kehendaknya terhadap harga-harga pasar
Lembaga
Wewenang seorang menejer dibatasi oleh anggaran
Wewenang seorang menejer dibatasi oleh anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga, kebijakan dan
prosedur.
Du characteristic”
Pihak bawahan menerima
wewenang, tetapi pada saat yang sama atasan yang
bersangkutan masih tetap memiliki wewenang
Merupakan langkah penting untuk mengembangkan
para bawahan
Seorang menejer menghadapi lebih banyak pekerjaan
Karena keterbatasan fisik, waktu, kemampuan dan
perhatian menejer.
perhatian menejer.
Tentukan tugas yang harus didelegasikan
Tentukan siapa yang akan menerima delegasi
Delegasikan pekerjaan
Informasi tentang pekerjaan yang didelegasikan harus
diberikan secara lengkap.
diberikan secara lengkap.
Komunikasi perlu dibina baik antara pemberi dan
penerima
Tetapkanlah alat-alat pengendali yang baik
Pendelegasian wewenang merupakan suatu faktor
yangitaldidalam manajemen, karena :
Menetapkan hubungan organisatoris formal diantara
anggota-anggota badan usaha
Memberikan kekuasaan manajerial, yakni membri
”senjata” kepada para menajer agar mereka mampu
bertindak apabila keadaannnya “memaksa”, dan
bertindak apabila keadaannnya “memaksa”, dan
Mengembangkan bawahan dengan cara memberi izin
Sentralisasi wewenang mendapat dukungan luas karena
DAPAT MENGHINDARI FUNGSI-FUNGSI YANG
BERSIFAT GANDA
MENYERAGAMKAN
KEBIJAKSANAAN-KEBIJAKSAAN DAN MENDUKUNG PRAKTEK
KERJA
KERJA
MEMPEROLEH WIBAWA PARA MANEJER DAN
DAPAT MENGEMBANGKAN TUGAS-TUGAS
MEREAKA SECARA PENUH , DAN
PEMBAGIAN TUGAS MENURUT KEAHLIAN
Secara karakteristik merupakan hubungan antar
manager.
Secara tidak langsung berhubungan dengan
tujuan-tujuan perusahaan.
Hubungan utamanya adalah dalam rangka
Hubungan utamanya adalah dalam rangka
pelaksanaan wewenang kepada suatu jalur
wewenang lini.
Mencakup seluruh unit yang bukan lini.
Manajer berperan mendukung dan membantu
pelaksanaannya.
Keharusan untuk melakukan semua kewajiban/tugas
yang dibebankan kepadanya sebagai akibat dari
Pendelegasian Wewenang pembagian kerja
Koordinasi…………..
Kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan dan
mengkoordinasikan unsur-unsur Manajemen (6M)
dan pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam
Koordinasi ????????????
Suatu usaha kerjasama antara
badan,instansi,unit dalam pelaksanaan
badan,instansi,unit dalam pelaksanaan
tugas-tugas tertentu sedemikian rupa,
sehingga terdapat saling mengisi, saling
Pentingnya koordinasi !!
1.
Mencegah terjadinya
kekacauan,kecekcokan dan kekembaran
atau kekosongan pekerjaan.
2.
Agar orang-orang dan pekerjaannya
diselaraskan serta diarahkan untuk
2.
Agar orang-orang dan pekerjaannya
diselaraskan serta diarahkan untuk
pencapaian tujuan perusahaan.
3.
Agar sarana prasarana dimanfaatkan
untuk mencapai tujuan.
4.
Supaya semua tugas,kegiatan dan
Tipe – tipe Koordinasi
•
1. Koordinasi Vertikal
Kegiatan penyatuan,pengarahan yang
dilakukan atasan terhadap kegiatan
unit-unit, kesatuan kerja yang ada dibawah
wewenang dan tanggungjawabnya.
wewenang dan tanggungjawabnya.
•
2. Koordinasi Horizontal
Kegiatan penyatuan,pengarahan yang
2. Koordinasi Horizontal
Kegiatan penyatuan,pengarahan yang
dilakukan atasan terhadap kegiatan dalam
dilakukan atasan terhadap kegiatan dalam
Sifat - sifat Koordinasi
1. Dinamis bukan statis
2. Menekankan pandangan menyeluruh
oleh seorang koordinator (Manajer)
oleh seorang koordinator (Manajer)
dalam rangka mencapai sasaran.
3. Hanya meninjau suatu pekerjaan
Asas Koordinasi
Asas Skala (Scalar Principle = Hirarki)
Artinya koordinasi dilakukan menurut jenjang-jenjang
kekuasaan dan tanggungjawab yang disesuaikan
dengan jenjang yang berbeda-beda satu sama lain.
dengan jenjang yang berbeda-beda satu sama lain.
Syarat Koordinasi
agar berhasil…………
Sense of coorperation
Perasaan untuk bekerjasama
Rivalry
Diadakannya persaingan antar bagian2 agar
Diadakannya persaingan antar bagian2 agar
berlomba2 untuk maju
Tea m Spirit
Adanya saling menghargai
Espirit de corp
CARA – CARA KOORDINASI
Memberikan keterangan langsung secara bersahabat
Mengusahakan agar pengetahuan dan
penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota tidak menurut masing-masing
anggota,karena tujuan itu tujuan bersama Mendorong anggota untuk bertukar
pikiran,mengemukakan ide,saran dan lain-lain Mendorong anggota untuk berpartisipasi
Membina human realtions yang baik
Berhubungan dengan
pengintegrasian,sinkronisasi,mempunya
i jumlah,waktu,arah dan arti yang lebih
luas daripada kooperasi.
Koordinasi
luas daripada kooperasi.
Kooperasi
SAMPAI JUMPA
Proses Manajemen Perusahaan
perencanaan pengorganisasian pengarahan manusia Fungsi Penentuan tujuan komunikasiSumber daya Masyarakat umum
Fungsi – fungsi Manajemen
Planning Planning
Penentuan
Penentuan TujuanTujuan dan
dan BagaimanaBagaimana Cara
Cara PencapaianPencapaian yang
yang terbaikterbaik
Organizing Organizing Penentuan Penentuan Bagaimana Bagaimana Penyusunan Penyusunan Organisasi Organisasi dandan Aktifitas
Aktifitas dapatdapat dilakukan
dilakukan
Controlling Controlling
Monitoring
Monitoring dandan Perbaikan
Perbaikan AktifitasAktifitas yang
yang sedangsedang berjalanberjalan agar
agar TujuanTujuan dapatdapat tercapai
tercapai
Actuating Actuating
Proses
Proses MemotivasiMemotivasi Anggota
Anggota Organisasi
Organisasi agaragar Planning
Planning dapatdapat dijalankan
PERENCANAAN
(PLANNING)
A. Pengertian Perencanaan dan Rencana
Perencanaan (Planning) adalah fungsi dasar atau fungsi fundamental manajemen, karena organizing, actuating, dan
controlling pun harus terlebih dahulu direncanakan. Perencanaan ditujukan pada masa depan yang penuh dengan ketidakpastian.
Perencanaan adalah kumpulan keputusan-keputusan. Planning adalah suatu proses untuk menentukan rencana (plan). Dengan kata lain perencanaan diproses oleh perencana (planer) dan hasilnya adalah rencana (plan).
PERENCANAAN ( PLANNING)
1. Konsep Dasar Perencanaan Dalam Manajemen
1.1 Pengertian Perencanaan (Planning)
Robbins dan Coulter (2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tesebut secara menyeluruh, serta merumuskan system perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga ercapainya tujuan organisasi. Planning is a process that involves defining the organization set of plans to
Berikut ini Pengertian Perencanaan (Planning) Menurut George R Terry
Planning is the selecting and relating of facts and making and using of assumptions regarding the futurein the visualization and formulationof proposed activations believed necessaryto achieve desired result.
Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Berikut ini Pengertian Rencana (Plan) Menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan
Tipe-tipe Perencanaan dan Rencana
Menurut T. Hani Handoko (1992:84-85) paling sedikit ada lima dasar pengklasifikasian rencana-rencana, sebagai berikut:
1. Bidang fungsional, mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan, personalia.
2. Tingkatan Organisasional termasuk keseluruhan orgsnisasi atau satuan-satuan kerja organisasi.
3. Karakteristik-karakteristik (sifat) rencana, meliputi faktor-faktor
3. Karakteristik-karakteristik (sifat) rencana, meliputi faktor-faktor kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya,
rasionalitas, kuantitatif, dan kualitatif.
4. Waktu menyangkut rencana jangka pendek, dan jangka panjang.
Fungsi Perencanaan
1Perencanaan Sebagai Pengarah
2.Perencanaan sebagai Minimalisasi Ketidakpastian
3.Perencanaan sebagai Minimalisasi Pemborosan Sumber Daya
MISI MAKSUD TUJUAN SASARA N RENCAN A STRATE GI
RENCANA SEKALI PAKAI RENCANA TETAP Hierarki rencana organisasi
W. H. Newman (1963)
Digunakan untuk Digunakan untuk
kegiatan-kegiatan kegiatan-kegiatan
yang permanen RENCANA-RENCANA OPERASIONALyang continue
RENCANA SEKALI PAKAI RENCANA TETAP KEBIJAKSANAAN PROSEDUR DAN METODE STANDAR PERATURAN PROGRA M A N G G A R A N PROYEK
Fungsi Perencanaan
1Perencanaan Sebagai Pengarah
2.Perencanaan sebagai Minimalisasi Ketidakpastian
3.Perencanaan sebagai Minimalisasi Pemborosan Sumber Daya
Persyaratan Perencanaan (Planning Requirements)
Perencanaan yang baik tentunya perlu dirimuskan. Perencanaan yang paling baik memiliki berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
1.FAKYUAL ATAU REALISTIS 2.LOGIS DAN RASIONAL
2.LOGIS DAN RASIONAL
MELAKUKAN PERENCANAAN (PLANNING PROCESS)
Fungsi perencanaan sering dinamakan sebagai fungsi utama dari kegiatan manajemen, karena dalam perencanaan seluruh rangkain aktivitas yang akan dilakukan, mengapa melakukan, kapan, di mana dan melakukannya disusun.
1.Peran Tujuan (goals) dan Rencana (Plan) dalam proses perencanaan 2.Pengerian tujuan (goals) dan rencana (Plan)
Beberapa Alat Bantu Bagi Perencanaan
A.Perencanaan dengan Flow Chart
Flow chart tersebut menggambarkan proses rencana membaca buku yang dapat dipilih antara meminjam buku atau melakukan pembelian buku terlebih dahulu. Melalui bagan ini, dengan mudah meminjam buku atau melakukan pembelian buku terlebih dahulu. Melalui bagan ini, dengan mudah kita bias mengamati kejadian-kejadian yang berkesinambungan dari mulai saat kita memulai
mulai berhenti ya tidak Perlu buku bacaan?
Gambar flow Chart untuk Pembelian Buku Bacaan
pinjam
Membeli buku bacaan yang di inginkan
Penjadwalan Melalui Gantt Chart
Penjadwalan dengan Gantt Chart (Bagan Gantt) adalah salah satu bagian penting dalam perencanaan. Ketika kegiatan organisasi begitu banyak dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya, Gantt Chart pada dasarnnya menbantu manajer untuk dapat mengaturnya melalui proses penjadwalan. Sehingga rencana sederhana Gantt Chart adalah eknik penjadwalan secra grafis atas berbagai rencana kegiatan.
Pekerjaan Bula n 1 Bula n 2 Bula n 3 Bula n 4 Pekerjaan
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
Pembelian bahan baku
Proses Produksi
Pergudangan
= jadwal pekerjaan
Sebagai kesimpulan, Gantt Chart memudahkan para pelaksan kegiatan untuk
Langkah-Langkah dalam Bidang Perencanaan
Langkah-langkah perencanaan menurut George R Terry adalah sebagai
berikut:
1. Jelaskan problem yang bersangkutan
2. Usahakanlah untuk mencapai keterangan-keterangan tentang aktivitas-aktivitas yang akan dilaksanakan
3. Analisislah dan klasifikasilah keterangan-keterangan
4. Tetapkanlah premis-premis perencanaan dan penghalang-penghalang terhadapnya
penghalang terhadapnya
5. Tentukan rencana-rencana alternatif 6. Pilihlah rencana yang diusulkan
7. Tetapkanlah urutan-urutan dan penetapan waktu secara terperinci bagi rencana yang diusulkan tersebut
KELEBIHAN PERENCANAAN
1. Planning menyebabkan kegiatan-kegiatan dilakukan secara teratur dan dengan tujuan tertentu.
2. Planning menyebabkan pekerjaan yang tidak produktif diminimalisir.
3. Planning membantu penggunaan suatu alat pengukur hasil yang dicapai.
4. Kemungkinan digunakan fasilitas yang tersedia dengan sebaik-baiknya menyebabkan biaya yang lebih murah.
5. Planning memberikan pedoman tentang arah, motif, komunikasi 5. Planning memberikan pedoman tentang arah, motif, komunikasi
sehingga pekerjaan lebih efektif.
6. Planning bisa dipergunakan untuk melihat hubungan-hubungan dalam pengusahaan hingga bisa meramalkan untuk segala
penyelesaiannya sehubungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi
KELEMAHAN PERENCANAAN
1. Karena planning berhubungan dengan masa yang akan datang, maka tidak dapat menentukan terjadinya sesuatu itu dengan pasti. 2. Kadang-kadang planning yang didahului dengan suatu riset yang
mendalam membutuhkan biaya yang besar.
3. Penghalang-penghalang psikologis di mana orang sering
memperhatikan kebutuhan masa sekarang lebih berharga dari pada masa yang akan datang.
4. Ada orang yang menginterppretasikan, planning merupakan suatu cara kerja dengan paksaan tentang apa yang telah digariskan. 5. Sering orang-orang lebih menitiberatkan perhatian pada
masalah-masalah yang dihadapi menurut kenyataan yang harus
(RECRUITMENT)
PENARIKAN TENAGA KERJA
• Suatu usaha untuk mencari tenaga kerja dari sumber yang ada sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan
Internal Source Mutasi, Promosi, Rotasi, Demosi Sumber Tenaga Kerja Advertensi,
SELECTION
SELEKSI TENAGA KERJA
• Batasan
:
Suatu Proses pemilihan beberapa orang dari sekumpulan orang-orang dengan preferensi tertentuWAWAN-CARA
Blanko Lamaran
Ujian Kesehatan
Lamaran
Latar Belakang
TEST
DITERIMA
PENEMPATAN DAN PEMBEKALAN
(Placement and Introduction)
• Suatu proses untuk menempatkan seseorang
pada jabatan atau unit kerja sesuai dengan
kualifikasi yang dimilikinya.
• Introduction/ orientation adalah suatu proses
pemberian informasi yang dibutuhkan kepada
kariawan baru menyangkut 3 hal : (1)Informasi
kariawan baru menyangkut 3 hal : (1)Informasi
umum tentang pekerjaan sehari-hari (2) Sejarah
dan tujuan organisasi serta kontribusi yang
diharapakan dari karyawan thd organisasi
PENGEMBANGAN (DEPELOVMENT)
• Upaya yang dilakukan untuk menutup “gap” antara kecakapan
atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja yang telah ditetapkan
Bobot Materi Didasarkan Pada Ketermampilan Relatif
Tecnical
Human
Conceptual Non Manajer
(Pelatihan)
Pengembangan Karier
• Karier: sebagai rangkaian promosi jabatan ke jabatan yang lebih tinggi dalam jenjang hirarki yang dialami oleh seseorang tenaga kerja selama masa dinasnya.
• Pengembangan Karier: Peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karier
PENILAIAN PRESTASI KERJA
• Suatu proses melaluimana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan
Prestasi Kerja Karyawan Penilaian Prestasi Kerja Umpan Balik Bagi Karyawan Catatan 2 Tentang Karyawan Keputusan 2 Personalia Ukuran-ukuran Prestasi Kerja
Kriteria yang ada Hubungannya
Dengan Pelaksanaan
(Conpensation)
Pemberian Konpensasi
• Segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa atas prestasi yang telah diberikan pada organisasi
Integraton
• Proses penyatuan dua kepentingan yang kontradiksi antara pihak manajemen dengan para pekerja agar tercapai hubungan yang serasi dan harmonis
• Serikat Karyawan; organisasi para pekerja untuk menyatakan pendapat, untuk melindungi dan memperbaiki kondisi dan kesejahteraan kerja Manajemen Pemerintah Serikat Karyawan Perlindungan dari
Pelanggaran Hukum Pelanggaran HukumPerlindungan dari
MAINTANANCE
• Upaya organisasi untuk memelihara kondisi fisik dan mental
pegawai dalam bentuk benefit dan service agar mereka betah dan nyaman bekerja pada perusahaan
• Konpensasi yang bersifat tidak langsung dan tidak ada kaitannya dengan prestasi kerja
Bentuk-bentuknya Bentuk-bentuknya
• Servis yang bersifat Ekonomis: Tunjangan pensiun, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan.
Sparation / PHK
• Kegiatan yang dilakukan untuk
memberhentikan tenaga kerja baik untuk
sementara maupun selamanya dengan
berbagai alasan,diantaranya:Sudah lanjut
usia , Kondisi keuangan sudah tidak
memungkinkan, karena kondisi kesehatan
pegawai, melakukan indisipliner,
melakukan kecurangan yang
Analisa jabatan
• Suatu penentuan dari suatu jabatan yang
meliputi tugas,tanggungjawab,wewenang
dan hubungan dengan jabatan lain dalam
organisasi,serta persyaratan minimal yang
organisasi,serta persyaratan minimal yang
dibutuhkan agar seseorang mampu
Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan
merupakan
sebuah
sebuah aktivitas
aktivitas penataan
penataan
sebuah
sebuah aktivitas
aktivitas penataan
penataan
sumber
sumber daya
daya manusia
manusia yang
yang
tepat
tepat dan
dan bermanfaat
bermanfaat bagi
bagi
manajemen
manajemen,, dan
dan menghasilkan
menghasilkan
penataan
Organisasi merupakan naungan dimana sumber
daya, kerjasama antar sumber daya
diorientasikan melalui mekanisme tertentu
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
DEFINISI ORGANIZING
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Mekanisme agar kerjasama antar sumber
daya mencapai efektifitas dan efisiensi
Hal pokok yang perlu
diperhatikan dari
pengorganisasian :
1. Menentukan arah dan sasaran satuan organisasi, 2. Menganalisa beban kerja masing – masing satuan
organisasi
3. Membuat job description ( uraian pekerjaan ) organisasi
3. Membuat job description ( uraian pekerjaan ) 4. Menentukan seseorang atau karyawan yang
Prinsip dasar koordinasi /
organizing :
1. Seseorang yang duduk di satuan organisasi harus memiliki kompentensi , yaitu kemampuan dan
kemauan.
2. Memiliki karakter, yaitu sikap dan kepribadian yang sesuai dengan hal – hal pokok dalam
2. Memiliki karakter, yaitu sikap dan kepribadian yang sesuai dengan hal – hal pokok dalam
berorganisasi.
3. Memiliki talenta, yaitu bakat dan potensi yang
sesuai dengan hal – hal pokok dalam berorganisasi. 4. Memiliki komitmen, yaitu keikatan dan loyalitas
Menentukan arah dan
sasaran satuan organisasi
Membuat job description (
uraian pekerjaan )
Menentukan seseorang
atau karyawan yang berdasarkan atas
Hal pokok yang perlu diperhatikan dari
pengorganisasian :
Menganalisa beban kerja
masing – masing satuan organisasi
atau karyawan yang berdasarkan atas
Seseorang yang duduk di satuan organisasi harus memiliki kompentensi , yaitu kemampuan dan kemauan.
Seseorang yang duduk di satuan organisasi harus memiliki kompentensi , yaitu kemampuan dan kemauan.
Memiliki karakter, yaitu sikap dan kepribadian yang sesuai Memiliki karakter, yaitu sikap dan kepribadian yang sesuai
Prinsip dasar organizing
:
Memiliki karakter, yaitu sikap dan kepribadian yang sesuai dengan hal – hal pokok dalam berorganisasi.
Memiliki karakter, yaitu sikap dan kepribadian yang sesuai dengan hal – hal pokok dalam berorganisasi.
memiliki talenta, yaitu bakat dan potensi yang sesuai dengan hal – hal pokok dalam berorganisasi.
memiliki talenta, yaitu bakat dan potensi yang sesuai dengan hal – hal pokok dalam berorganisasi.
• 1. strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. strategi menjelaskan bagaimana
aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para pimpinan dan
bawahan.
Faktor-Faktor Perancangan
Struktur Organisasi
2. teknologi yang digunakan. perbedaan teknologi yang digunakan untuk
memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan struktur organisasi.
3. anggota (pegawai / karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
kemanapun dan cara berfikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk
bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi.
4. ukuran organisasi. besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan
kerjanya yang sangat mempengaruhi struktur organisasi. semakin besar ukuran
Unsur
Unsur--unsurunsur StrukturStruktur OrganisasiOrganisasi Unsur
Unsur--unsurunsur StrukturStruktur OrganisasiOrganisasi
1. Spesialisasi kegiatan 2. Standarisasi kegiatan 2. Standarisasi kegiatan 3. Koordinasi kegiatan
4. Sentralisasi dan Desentralisasi pembuatan keputusan
• Proses (Langkah-Langkah) Pengorganisasian
• Proses (Langkah-Langkah) Pengorganisasian
•• ManajerManajer harusharus mengetahuimengetahui tujuantujuan organisasiorganisasi yangyang inginingin dicapaidicapai,, apakahapakah profitprofit motive
motive atauatau service motive.service motive.
•• PenentuanPenentuan kegiatankegiatan--kagiatankagiatan,, artinyaartinya manajermanajer harusharus mengetahuimengetahui,, merumuskanmerumuskan dan
dan menspesifikasikanmenspesifikasikan kegiatankegiatan--kegiatankegiatan yangyang diperlukandiperlukan untukuntuk mencapaimencapai tujuantujuan organisasi
organisasi dandan menyusunmenyusun daftardaftar kegiatankegiatan--kegiatankegiatan yangyang akanakan dilakukandilakukan.. •• PengelompokanPengelompokan kegitankegitan--kegiatankegiatan,, artinyaartinya manajermanajer harusharus mengelompokkanmengelompokkan
kegiatan
kegiatan--kegiatankegiatan kedalamkedalam beberapabeberapa kelompokkelompok atasatas dasardasar tujuantujuan yangyang samasama.. •• PendelegasianPendelegasian wewenangwewenang,, artinyaartinya manajermanajer harusharus menetapkanmenetapkan besarnyabesarnya
wewenang
wewenang yangyang akanakan didelegasikandidelegasikan kepadakepada setiapsetiap departemendepartemen..
•• RentangRentang kendalikendali,, artinyaartinya manajermanajer harusharus menetapkanmenetapkan jumlahjumlah karyawankaryawan padapada setiap
setiap departemendepartemen atauatau bagianbagian.. setiap
setiap departemendepartemen atauatau bagianbagian..
•• PerananPeranan peroranganperorangan,, artinyaartinya manajermanajer harusharus menetapkanmenetapkan dengandengan jelasjelas tugas tugas--tugas
tugas setiapsetiap individuindividu karyawankaryawan,, supayasupaya tumpangtumpang--tindihtindih tugastugas dihindarkandihindarkan.. •• TipeTipe organisasiorganisasi,, artinyaartinya manajermanajer harusharus menetapkanmenetapkan tipetipe organisasiorganisasi apaapa yangyang
akan
akan dipakaidipakai,, apakahapakah line organization, line and staff organizationline organization, line and staff organization ataukahataukah function organization.
function organization.
•• StrukturStruktur (organization chart=(organization chart=baganbagan organisasiorganisasi),), artinyaartinya manajermanajer harusharus menetapkan
menetapkan strukturstruktur organisasiorganisasi ““segitigasegitiga vertical,vertical, segitigasegitiga horizontal,horizontal, berbentukberbentuk lingkaran
lingkaran,, berbentukberbentuk setengahsetengah lingkaran,berbentuklingkaran,berbentuk kerucutkerucut vertical,/horizontalvertical,/horizontal ataukah
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
Mengalokasikan
Mengalokasikan sumber
sumber daya
daya,, merumuskan
merumuskan dan
dan
menetapkan
menetapkan tugas
tugas,, dan
dan menetapkan
menetapkan prosedur
prosedur yang
yang
diperlukan
diperlukan
Menetapkan
Menetapkan struktur
struktur organisasi
organisasi yang
yang menunjukkan
menunjukkan adanya
adanya
diperlukan
diperlukan
Menetapkan
Menetapkan struktur
struktur organisasi
organisasi yang
yang menunjukkan
menunjukkan adanya
adanya
garis
garis kewenangan
kewenangan dan
dan tanggungjawab
tanggungjawab
Kegiatan
Kegiatan perekrutan
perekrutan,, penyeleksian
penyeleksian,, pelatihan
pelatihan dan
dan
pengembangan
pengembangan sumber
sumber daya
daya manusia
manusia//tenaga
tenaga kerja
kerja
Kegiatan
Kegiatan penempatan
penempatan sumber
sumber daya
daya manusia
manusia pada
pada posisi
posisi
yang paling
Hal pokok yang perlu
diperhatikan dari
pengorganisasian :
1. Menentukan arah dan sasaran satuan organisasi, 2. Menganalisa beban kerja masing – masing satuan
organisasi
3. Membuat job description ( uraian pekerjaan ) organisasi
3. Membuat job description ( uraian pekerjaan ) 4. Menentukan seseorang atau karyawan yang
Selesai
Selesai………
………
sampai
sampai bertemu
bertemu kembali
kembali…
…
Selesai
Selesai………
………
sampai
ACTUATING
ACTUATING
PERTEMUAN KE
Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran
sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.
Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.
KEGIATAN DALAM
KEGIATAN DALAM
FUNGSI PENGARAHAN
FUNGSI PENGARAHAN
Mengimplementasikan
Mengimplementasikan
proses
proses
kepemimpinan
kepemimpinan,,
Mengimplementasikan
Mengimplementasikan
proses
proses
kepemimpinan
kepemimpinan,,
pembimbingan
pembimbingan
,,
dan
dan
pemberian
pemberian
motivasi
motivasi
kepada
kepada
tenaga
tenaga kerja
kerja agar
agar dapat
dapat bekerja
bekerja secara
secara efektif
efektif dan
dan
efisien
efisien dalam
dalam pencapaian
pencapaian tujuan
tujuan,,
Memberikan
Memberikan tugas
tugas
dan
dan
penjelasan
penjelasan
rutin
rutin
mengenai
mengenai
pekerjaan
pekerjaan
Menjelaskan
Kepemimpinan (leadership)
Sikap dan Moril (attitude and
morale)
Tatahubungan (Communicatio
Supervisi (supervision)
morale)
Perangsang (Incntive
Kepemimpinan
“
Keseluruhan aktivitas
dalam rangka
mempengaruhi orang-orang
, agar mau
6 6
mempengaruhi orang-orang
, agar mau
bekerja sama untuk mencapai tujuan
yang memang dikehendaki bersama”.
KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN
•MEMPENGARUHI
•ORANG LAIN
• KEKUASAAN
KEPEMIMPINAN
KEKUASAAN BERDASARKAN PENGHARGAAN
KEKUASAAN BERDASARKAN PAKSAAN
7 7
UNSUR – UNSUR KEPEMIMPINAN
LEADER
•ORGANISASI
1
3
4 •TUJUAN
8 8
PENGIKUT
2
•LINGKUNGAN
UNSUR
UNSUR –
– UNSUR KEPEMIMPINAN
UNSUR KEPEMIMPINAN
UNSUR
UNSUR –
– UNSUR KEPEMIMPINAN
UNSUR KEPEMIMPINAN
TUJUAN 5 LEADER PENGIKUT 1 4 2 9 9 • ORGANISASI
•• Aktivitas timbal balik apa saja yang saling bernilai pada setiap relasi tersebut ?Aktivitas timbal balik apa saja yang saling bernilai pada setiap relasi tersebut ?
LINGK UNGAN
Ciri
Ciri –
– ciri
ciri Pemimpin
Pemimpin
Perencanaan
Perencanaan Sebagai
Sebagai Pengarah
Pengarah
Perencanaan
Perencanaan sebagai
sebagai Minimalisasi
Minimalisasi
Ketidakpastian
Ketidakpastian
Perencanaan
Perencanaan sebagai
sebagai Minimalisasi
Minimalisasi
10 10
Perencanaan
Perencanaan sebagai
sebagai Minimalisasi
Minimalisasi
Pemborosan
Pemborosan Sumber
Sumber Daya
Daya
Perencanaan
Perencanaan sebagai
sebagai Penetapan
Penetapan
Standar
Standar Dalam
Dalam Pengawasan
Pengawasan
Kualitas
Prinsip
Prinsip
actuating
actuating
Prinsip keharmonisan Prinsip
mengarah keharmonisandengan
tujuan
Prinsip kesatuan komando mengarah
Cara
Cara--cara
cara pengarahan
pengarahan
yang
yang dilakukan
dilakukan
1.Orientasi
1.Orientasi merupakanmerupakan caracara pengarahanpengarahan dengandengan memberikanmemberikan informasi
informasi yangyang perluperlu supayasupaya kegiatankegiatan dapatdapat dilakukandilakukan dengandengan baik
baik.. 2.Perintah
2.Perintah merupakanmerupakan permintaanpermintaan daridari pimpinanpimpinan kepadakepada orangorang yang
yang beradaberada didi bawahnyabawahnya untukuntuk melakukanmelakukan atauatau mengulangimengulangi suatusuatu kegiatan
kegiatan tertentutertentu padapada keadaankeadaan tertentutertentu.. 3.Delegasi
3.Delegasi wewenangwewenang.. DalamDalam pendelegasianpendelegasian wewenangwewenang iniini pimpinan
pimpinan melimpahkanmelimpahkan sebagiansebagian daridari wewenangwewenang yangyang dimilikinyadimilikinya kepada
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
DEFINISI
Pengawasan (Controlling),
didefinisikan sebagai proses untuk
didefinisikan sebagai proses untuk
TIPE
PENGAWASAN
Waktu
Fokus
Repressif Preventif
PENGAWASAN
Objek
Waktu Pengawasan
Pengawasan Preventif
,
yaitu pengawasan
yang dilakukan sebelum terjadinya
penyimpang-an, agar tidak terjadi kesalahan di kemudian
hari
.
hari
.
Pengawasan Repressif
,
yaitu pengawasan
yang dilakukan setelah rencana dijalankan.
TIPE
PENGAWASAN
Waktu
Fokus
Umpan Balik Bersama
Repressif Preventif
Pendahuluan
PENGAWASAN
Objek
Ganda
Fokus Pengawasan
Pengawasan Pendahuluan
, dirancang untukmengantisipasi masalah dengan mendeteksi masalah dan mengambil tindakan sebelum masalah terjadi.
Pengawasan Bersama
, di mana proses kegiatanharus memenuhi syarat tertentu sebelum dilaksanakan untuk menjamin ketepatan pelaksanaan.
untuk menjamin ketepatan pelaksanaan.
Pengawasan Umpan Balik
, di manapenyimpangan dari hasil kegiatan diperbaiki dan
dijadikan tolak ukur untuk kegiatan serupa di masa yang akan datang.
Pengawasan Ganda
, menggunakan dua atau lebihTIPE
PENGAWASAN
Waktu
Fokus
Umpan Balik Bersama
Repressif Preventif
Pendahuluan
PENGAWASAN
Operatif Objek
Ganda
Subjek
Objek Pengawasan
Pengawasan Administratif
,
dilaksanakan
pada bidang yang fungsinya dikategorikan sebagai
tugas administrasi.
Subjek Pengawasan
Pengawasan Intern
,
dilakukan khusus
ditujukan pada pelaku – pelaku dan fungsi –
fungsi yang berada di dalam organisasi.
Alat Pengawasan
•
Bugdet,
ikhtisar hasil yang diharapkan dan
pengeluaran yang disediakan untuk mencapai
hasil tersebut
.
•
Non-Budget
,
dibedakan menjadi beberapa
jenis
:
Personal Obeservation
Report
Daftar laporan keuangan
Statistik
Tahap Proses Pengawasan
• Penetapan standar pelaksanaan
• Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
• Pengukuran pelaksanaan kegiatan
Pengamatan.
Laporan – laporan lisan maupun tulisan.
• Koreksi jika diperlukan
Laporan – laporan lisan maupun tulisan.
Metode – metode otomatis.
Inspeksi pengujian atau dengan mengambil sampel.
Mengubah standar mula
Mengubah pengukuran pelaksanaan.
Karakteristik Pengawasan
• Akurat
• Secara Ekonomi Realistik
• Tepat Waktu
• Realistik Secara Organisasi
• Realistik Secara Organisasi
• Dipusatkan pada pengendalian Strategik
• Terkoordinasi dengan arus kerja organisasi
• Objektif dan komprehensif
• Fleksibel
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengertian
Sistem
Sistem adalah kumpulan/group dari
sub sistem/bagian/ komponen
apapun baik phisik atau pun non
phisik yang saling berhubungan
phisik yang saling berhubungan
satu sama lain dan bekerja sama
secara harmonis untuk mencapai
Subsistem
merupakan komponen atau
bagian dari suatu sistem, subsistem ini
bisa phisik ataupun abstrak
Batas sistem
merupakan garis abstraksi
yang memisahkan antara sistem dan
TUJUAN DAN HUBUNGAN SISTEM
Tujuan sistem
merupakan target atau sasaran akhir
yang ingin dicapai oleh suatu sistem
yang ingin dicapai oleh suatu sistem
Hubungan sistem
adalah hubungan yang
terjadi antar subsistem dengan subsistem
Tiga komponen dasar sistem
Input Proses Output
Input merupakan segala sesuatu yang masuk kedalam suatusistem
Input dapat diklasifikasikan kedalam tiga kategori yaitu:
merupakan segala sesuatu yang
masuk kedalam suatu sistem
INPUT
Input dapat diklasifikasikan kedalam tiga
Input dapat diklasifikasikan kedalam tiga
kategori yaitu:
-
Serial input,
merupakan perubahan dari input menjadi
output
Proses
Output
merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan
meliputi monitoring (pengawasan) dan pengevaluasian untuk menentukan apakah sistem bekerja menuju pencapaian
tujuan yang telah ditentukan
merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan
tujuan dari keberadaan sistem
Feedback
Feedback adalah data atau informasi tentang
kinerja (output dari suatu sistem)
Negatif feedback input digunakan
Positif feedback input digunakan
sebagai alat kontrol untuk
meperbesar
Negatif feedback input digunakan
LINGKUNGAN SISTEM
faktor-faktor di luar sistem yang
mempengaruhi sistem