• Tidak ada hasil yang ditemukan

ICT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ICT"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

OVERVIEW

Pada semester ini kita akan mencoba mengenal lebih jauh mengenai sebuah aplikasi yang cukup menyenangkan yang bernama Flash MX. Flash MX merupakan bagian dari keluarga Macromedia yang digunakan sebagai aplikasi pembuat animasi. Di bawah ini merupakan aplikasi yang termasuk ke dalam keluarga Macromedia.

Aplikasi-aplikasi Macromedia: 1. Flash MX.

2. Fireworks. 3. Dreamweaver. 4. Freehand.

Seiring dengan perkembangan zaman maka Flash MX disesuaikan sesuai kebutuhan akan pembuatan sebuah aplikasi web disamping pembuatan animasi.

POKOK BAHASAN

Pendahuluan

System Requirements. Installasi Flash MX.

Pengenalan komponen-komponen Flash MX

Window Utilitas Pada Flash MX. Menjalankan Flash MX Movie. Konversi File melalui Flash MX.

Dasar – Dasar Menggambar Objek Pada Flash MX

Pengetahuan dasar objek pada flash MX Membelah objek dengan line tool

Menggambar dengan pencil tool Menggambar dengan pen tool Mewarnai objek dengan brush tool

Dasar – Dasar Pewarnaan Objek Pada Flash MX

Pewarnaan objek dengan berbagai macam tools.

Metode pembuatan animasi

(2)

Membuat Animasi

Animasi Frame by Frame. Animasi Tweeing shape Animasi Tweening Motion Animasi Warna

Animasi Motion Guide

Membuat Action Script

Action script object Action Script Frame

PENDAHULUAN

Halaman ini berisi tentang petunjuk beserta persyaratan yang dibutuhkan dalam installasi dan pengoperasian Flash MX.

System Requirements

Dibawah ini merupakan hardware dan software yang dibutuhkan dalam penginstallasian dan pengoperasian FlashMX.

Hardware :

- Intel Pentium 200 MHz.

- 64 MB RAM (128 MB dianjurkan). - 85 MB disk space.

- CDROM drive.

- Monitor dengan warna 16-bit dan mampu resolusi sebesar 1024x768. (minimal monitor 15” dengan resolusi 800x600).

Software (OS) :

- Windows 98 SE, Windows ME, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP.

Installasi Flash MX

Proses installasi Flash MX.

1. Masukkan CDROM Flash MX ke dalam CDROM drive. 2. Lalu dari Windows Explorer cari drive CDROM Anda.

(3)

4. Lalu ikutilah petunjuk installasi yang telah disediakan.

(4)

MENGENAL WORK AREA FLASH MX

Sebelum membuat sebuah animasi hal terpenting yang harus di ketahui adalah area kerja dari program tersebut, dalam hal ini adalah Flash MX. Pertama yang harus dikuasai adalah mengenal dahulu komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah animasi. Anda harus mengenal semua komponen yang terdapat di aplikasi Flash MX ini agar pekerjaan dalam

pembuatan animasi ini dapat berjalan dengan lancar. Di bawah ini merupakan window dari Flash MX yang digunakan dalam pekerjaan pembuatan animasi, baik itu berupa graphic atau animasi bergerak (cartoon).

Gambar a. Window Macromedia Flash MX

Di bawah ini merupakan keterangan dari kegunaan masing-masing komponen Flash MX secara detail:

A. Timeline, digunakan untuk mengatur dan mengontrol isi keseluruhan movie Anda.

(5)

C. Tools Box, berisi alat-alat yang digunakan untuk menggambar objek pada stage.

TOOLS BOX:

Arrow Tool

Tool ini digunakan untuk memilih suatu objek atau untuk memindahkannya.

Subselection Tool

Tool ini digunakan untuk merubah suatu objek dengan edit points.

Line Tool

Tool ini digunakan untuk membuat suatu garis di stage.

Lasso Tool

Tool ini digunakan untuk memilih daerah di objek yang akan diedit.

Pen Tool

Tool yang digunakan untuk menggambar dan merubah bentuk suatu objek dengan

menggunakan edit points (lebih teliti & akurat).

Text Tool

Tool ini digunakan untuk menuliskan kalimat atau kata-kata.

Oval Tool

Tool yang digunakan untuk menggambar sebuah lingkaran.

Rectangle Tool

Tool yang digunakan untuk menggambar sebuah segiempat.

Pencil Tool

Tool ini digunakan untuk menggambar sebuah objek sesuai dengan yang Anda sukai.

Tetapi setiap bentuk yang Anda buat akan diformat oleh Flash MX menjadi bentuk

sempurna.

Brush Tool

Tool ini sering digunakan untuk memberi warna pada objek bebas.

Free Transform Tool

(6)

Fill Transform Tool

Tools ini digunakan untuk memutar suatu objek yang diimport dari luar lingkungan Flash

MX, serta untuk mengatur efek warna.

Ink Bottle Tool

Tool ini digunakan untuk mengisi warna pada objek yang bordernya telah hilang (tidak

ada).

Paint Bucket Tool

Tool ini digunakan untuk mengisi warna pada objek yang dipilih.

Eraser Tool

Tool ini digunakan untuk menghapus objek yang Anda bentuk.

COLOR WINDOW

Gambar d. Window Color Mixer

Color Window terdiri dari:

Color Mixer, digunakan untuk mengatur warna pada objek sesuai dengan keinginan Anda. Ada 5 pilihan tipe warna, yaitu: None, Solid, Linear, Radial,Bitmap.

(7)

Fill Color, digunakan untuk memberi warna objek.

Swap Colors, digunakan untuk menukar warna objek(Fill Color) dengan warna border / garis(Stroke Color).

Black & White, digunakan untuk memberi warna objek dan warna border / garis dengan warna hitam putih.

Zoom Tool, digunakan untuk memperbesar tampilan objek pada stage. Hand Tool, digunakan untuk menggerakkan suatu tampilan objek pada

stage tanpa merubah posisi objek tersebut pada stage.

Color Swatches, digunakan untuk memberi warna pada objek yang Anda buat sesuai dengan yang warna pada window.

Gambar E. Window Color Swatches

Actions – Frame, merupakan window yang digunakan untuk menuliskan Action Script untuk Flash MX. Biasanya Action Script digunakan untuk

mengendalikan objek yang Anda buat sesuai dengan keinginan Anda.

Properties, merupakan window yang digunakan untuk mengatur property dari objek yang Anda buat.

Components, digunakan untuk menambahkan objek untuk web application yang nantinya di publish ke internet.

Gambar H. Window Components

(8)

Window Utilitas Pada Flash MX

Library Window

Window ini digunakan untuk menampilkan objek-objek yang kita import dari luar lingkungan Flash MX maupun objek-objek bawaan dari Flash MX itupun sendiri. Untuk menggunakannyaAnda dapat menekan tombol F11 pada keyboard atau dari menu Window pilih Library.

Document Properties Window

Window ini digunakan untuk merubah setting (baik itu ukuran, warna, maupun kecepatan movie) pada dokumen yang berada pada stage. Untuk menggunakannya Anda harus menekan tombolCtrl+j secara bersamaan pada keyboard Anda, atau dari menu Modify pilih Document….Pada

window yang satu ini Anda dapat merubah warna background dari dokumen Anda beserta ukurannya.

Window Layer Properties

Merupakan window dimana Anda dapat mengatur setting dari layer yang Anda buat sesuai dengan keinginan Anda. Melalui windowni Anda dapat mengatur bagaimana sebuah animasi berjalan. Untuk menjalankannya Anda dapat memilih menu Modify lalu pilih Layer…

Window Scene

Merupakan window dimana Anda dapat mengatur scene yang ada. Melalui window ini Anda dapat menambahkan scene, menghapus scene, atau menduplikasikan sebuah scene. Untuk mengaktifkannya Anda dapat menekan secara bersamaan tombol Shift+F2 melalui keyboard, atau dengan memilih menu Modify lalu Scene….

Menjalankan Flash MX Movie

Untuk menjalankan movie yang telah Anda buat, Anda dapat

(9)

Konversi File melalui Flash MX

Anda dapat melakukan konversi file melalui flash MX. File yang dikonversi biasanya berbentuk file*.swf ke dalam bentuk lainnya, seperti *.html, *.exe, *.avi, dan lain sebagainya. Untuk mengkonversi file flash yang telah Anda buat, terlebih dahulu Anda harus mengaktifkan konverternya terlebih dahulu. Cara mengaktifkannya yaitu dengan memberi checkmark pada type file yang Anda inginkan.

Untuk mengaktifkan publish settings Anda dapat memilih menu File > Publish Settings…(Ctrl+Shift+F12).

Keterangan:

Flash (.swf) : Menghasilkan file *.swf (untuk menjalankannya dibutuhkan flash player).

Html (.html) : Menghasilkan file *.html (diperlukan internet explorer untuk menjalankannya). Konversi ini biasanya digunakan untuk membuat web. Gif, Jpeg, Png : Menghasilkan file gambar.

Windows Projector : Menghasilkan file *.exe yang dapat langsung dijalankan.

Macintosh Projector : Menghasilkan file *.hqx untuk macintosh.

(10)

MENGGAMBAR OBJEK PADA FLASH MX

Flash MX menyediakan berbagai macam tools dalam menggambar sebuah objek.

Disini Anda diberikan kebebasan dalam menggambar suatu objek, objek yang Anda

buat tergantung dari imajinasi Anda sendiri.

Pengetahuan Dasar Objek Pada Flash MX

Di dalam Flash MX terdapat berbagai macam objek yang sangat unik diantaranya

yaitu oval tool (yang sering digunakan untuk menggambar sebuah lingkaran) dan

rectangle tool (yang sering digunakan untuk menggambar sebuah bujur sangkar

atau persegi panjang). Kedua tool tersebut bersifat paten yakni sudah menjadi

bawaan Flash MX itu sendiri.

Kedua objek tool tersebut (oval tool & rectangle tool) terdiri dari dua bagian

yaitu: Outline dan fill.

Outline merupakan bagian terluar dari objek tersebut, sedangkan fill merupakan

bagian terdalam dariobjek tersebut yang dapat diisi dengan warna atau gambar

[Lihat gambar berikut].

Outline & Fill dapat disatukan dengan cara membuatnya menjadi satu grup, yaitu

dengan perintah:

Group (dapat dipilih melalui menu Modify >Group) atau dengan cara menekan tombol Ctrl+G secarabersamaan. Tetapi sebelum Anda menjadikan Outline & Fill

menjadi satu grup yang harus Andalakukan adalah memblok seluruh bagian

(11)

Jika telah diblok maka Anda harus membuatnya menjadi satu grup dengan cara

yang telah dijelaskan diatas.

Membelah Objek dengan Line Tool

Selain itu dalam pemotongan gambar melalui Flash MX tools sangatlah mudah,

karena Anda dapat menggunakan berbagai macam cara. Misalnya dalam

memotong sebuah fill dengan menggunakan line tool.

Menggambar dengan Pencil Tool

Dalam membuat sebuah objek, Anda dapat menggunakan tool yang terdapat

pada Tools box, yaitu pencil tool.

Jika Anda memilih Straighten maka objek yang Anda buat akan berbentuk bujur

sangkar yang rapi. Tetapi jika Anda memilih Smooth maka objek yang Anda buat

akan tampak halus garisnya meskipun tidak serapih straighten. Begitu pula

dengan Ink bentuknya juga tidak serapih Straighten, tetapi yang membedakan

antara Ink dengan Smooth adalah garisnya yang kurang halus(masih terlihat

kasar).

Menggambar dengan Pen Tool

Pen tool biasanya digunakan untuk menggambar objek dengan metode edit

points. Untuk menggambar sebuah objek, Anda tinggal menentukan posisi dari

(12)

Mewarnai objek dengan Brush Tool

Brush yang artinya sendiri adalah sikat/kuas. Tool ini digunakan untuk mewarnai

sebuah objek secara keseluruhan. Ada 5 metode pemberian warna pada brush tool

(lihat gambar dibawah ini).

Merubah Bentuk Objek dengan Arrow Tool

Merubah dalam flash mx sangatlah mudah dan efisien. Untuk mengubah bentuk

suatu objek Anda dapat menggunakan arrow tool. Dengan arrow tool Anda

tinggal mengubah suatu objek dengan menggerakkan outline (garis objek) dari

objek tersebut.

(13)

Merubah Bentuk Objek dengan Subselection Tool

Merubah bentuk suatu objek dengan menggunakan Subselection tool sangatlah

mudah dan menyenangkan, karena dengan subselection tool Anda dapat

merubah suatu objek tool menjadi suatu objek yang Anda inginkan. Lihat gambar

dibawah ini yang telah dipilih dengan menggunakan subselection tool.

Gambar q.b. merubah bentuk objek dengan subselection tool

Dengan menggunakan subselection tool maka objek diatas dapat diubah menjadi

objek baru (seperti gambar dibawah ini).

(14)

Dasar – Dasar Pewarnaan Objek Pada Flash MX

Untuk memberikan efek yang baik pada suatu animasi ada kalanya kita harus

mengatur warna suatu objek agar terlihat menarik. Dalam pewarnaan suatu objek

pada Flash MX kita dapat menggunakan berbagai macam tools, diantaranya yaitu:

A. Color Mixer.

B. Color Swatches.

C. Paint Bucket Tools.

D. Ink Bottle Tools.

E. Brush Tools.

F. Fill Transform Tools. (Untuk mengatur efek warna radial)

Jika Anda menginginkan animasi yang Anda buat mempunyai tampilan menarik dan

indah, maka

Anda harus memberi efek warna yang baik pula. Oleh karena itu kali ini kita akan

belajar bagaimana memberikan efek warna pada suatu objek agar terlihat lebih

indah.

Memberi warna dengan Color Mixer & Color Swatches

Untuk memberi efek warna pada objek pada Flash MX hanya membutuhkan 2

color tool, yaitu: Color Mixer & Color Swatches. Saat ini kita akan membahas

tentang bagaimana cara menggunakan tools tersebut.

Didalam Color mixer terdapat 5 macam type fill:

1. None – tidak memberi warna apapun pada fill.

2. Solid – memberi warna padat pada fill.

3. Linier – memberi warna berbentuk linier pada fill.

4. Radial – memberi efek warna radial pada fill.

5. Bitmap – memberi image pada fill. (untuk mengimpor file gambar gunakan

(15)

Untuk memberi warna pada objek yang ditentukan, Anda harus menggunakan tools

yang bernama paint bucket tool. Biasanya yang diberi warna pada object ialah

fill-nya saja. Untuk memberi warnapada outline, Anda harus menggunakan ink bottle

tool.

Pada pojok kanan window color mixer terdapat R,G, B(yang biasa disebut sebagai

penentu warna).

R(Red) digunakan untuk memberi nilai seberapa besar kemerahan warna objek tersebut.

G(Green) digunakan untuk memberi nilai seberapa besar kehijauan warna objek tersebut.

B(Blue) digunakan untuk memberi nilai seberapa besar kedalaman warna biru pada objek tersebut.

Alpha memberi efek warna transparan pada objek yang dituju.

Pada color swatches untuk memberi warna pada object prinsipnya sama saja dengan

color mixer, yang membedakannya yaitu kalau pada color mixer Anda dapat

mencampurkan berbagai warna sekaligus memodifikasinya menjadi suatu efek

warna sesuai dengan keinginan Anda. Tetapi kalau pada color swatches efek warna

sudah ditentukan oleh system. Melalui color mixer Anda dapat membuat warna

baru di color swatches.

Mengatur Tata letak warna pada Objek

Untuk mengatur tata letak warna pada objek dapat menggunakan tool yang

bernama Fill Transform Tool.

Cara menggunakannya yaitu:

1. Pilih seluruh area dari objek tersebut. Kemudian pilih Fill Transform Tool dari Tools

Box.

2. Setelah itu klik kembali objek yang akan diatur warnanya. Maka hasilnya akan

(16)

Selain cara-cara diatas Anda masih dapat mengontrol warna lewat tools box. Hanya

saja warna pilihan untuk outline beserta fill bersifat solid. Kunci kesuksesan dalam

membuat suatu animasi bersifat interaktif terletak dalam pengaturan warnanya.

Jika Anda memberikan warna yang solid saja pada animasi Anda maka animasi yang

Anda buat tersebut akan terlihat kurang menarik. Karena itu efek warna sangat

(17)

Frame by Frame Animation

Frame by frame animation merupakan suatu metode pembuatan animasi dalam flash mx yang menggunakan frame pada timeline. Biasanya animasi yang dibuat dengan metode ini prinsipnya sama dengan membuat sebuah film pada windows movie maker, tetapi bedanya pada flash mx Anda harus menyesuaikan kuncinya terlebih dahulu dan meletakkan film tersebut pada kunci yang telah dibuat dan disesuaikan. Untuk membuat animasi ini sangatlah mudah, ikutilah petunjuk berikut ini.

1. Gambarlah oval tool pada stage. Kemudian klik kanan pada frame kedua lalu pilih Insert Keyframe.

(18)

3. Ikutilah cara diatas untuk menghapus bagian yang lain dari oval tool. Perhatian: Sebelum menghapus oval tool, harus memasukkan keyframe terlebih dahulu. Hapuslah perlahan-lahan hingga oval tool habis sesuai dengan keyframe yang Anda buat.

(19)

Tweened Animation

Tweened animation merupakan suatu animasi yang memanfaatkan fasilitas motion

dari Flash MX. Untuk membuat suatu animasi motion sangatlah mudah karena Anda

tinggal menentukan panjang lama animasi tersebut dijalankan lalu menggerakkan

dari satu sisi ke sisi lainnya. Biasanya objek yang telah di tween pada timeline akan

terlihat tanda panah. Untuk menggunakan animasi tween tersebut maka ikutilah

petunjuk berikut ini.

1. Gambar objek (misal: rectangle tool) pada stage, kemudian buatlah objek

tersebut menjadi satu suatu objek symbol dengan menggunakan Convert to

Symbol

2. Setelah itu klik kanan pada objek lalu pilih Distribute to layers. Kemudian beri

nama layer tersebut dengan nama kotak dengan cara double click item tersebut

di timeline.

3. Melalui timeline tentukanlah panjang animasi tersebut berjalan dengan cara klik

kanan pada frame ke 15 lalu pilih insert keyframe. (lihat gambar 4)

4. Kemudian klik kanan pada frame yang telah terbentuk. Sebelumnya blok dahulu

keseluruhan frame tersebut. Lalu pilih Create Motion Tween…. Maka frame yang

(20)

5. Anda gerakkan objek yang Anda buat dari tempat yang semula ke tempat yang

lain. Jika objek sudah Anda pindahkan, silahkan tekan enter untuk menjalankan

animasi yang Anda disain. Maka objek yang Anda buat tadi akan bergerak dari sisi

(21)

MOVIE PROPERTIES

Untuk persiapan sebuah movie kita perlu mengatur beberapa parameter yang

menentukan bagaimana movie tersebut berjalan.

Frame Rate, menunjukkan berapa cepat movie berjalan, dengan nilai dfeault 12

frame per detik. Untuk penggunaan pada internet harap diingat bahwa

kecepatan mesin pengguna tidaklah sama oleh karena itu sebaiknya

tidak memaksakan penggunaan frame rate yang terlalu tinggi.

Dimensions, menentukan berapa lebar dan tinggi movie anda dengan px berarti pixel.

Grid Spacing dan show grid, berarti lebar area grid, dan apakah anda akan

menggunakan grid untuk memudahkan anda untuk

mengatur posisi dan dimensi obyek

Colors, menentukan warna latar belakan movie anda.

tip: Manfaatkan peran frame rate untuk menentukan tempo bagi mvie anda, kombinasikan waktu frame rate dengan jumlah frame pada timeline sehingga

(22)

Bila movie anda adalah sebuah film, maka scene adalah episodenya, dengan scene

kita bisa mengatur susunan adegan dalam movie kita. Dengan demikian akan lebih

terorganisir terutama bila melibatkan berbagai menu dan lompatan isi.

Scene hanya ada untuk memudahkan anda dalam mengorganisir, tidak berbeda

dengan yang lainnya, kita bisa cut, paste, dan lain-lain.

Dalam Flash MX kita dengan mudah dapat pindah dari satu

scene ke scne lainnya dengan tombol yang terlihat pada

gambar. Klik kemudian pilih scene yang anda inginkan.

Untuk membuat sebuah scene baru, gunakan insert/scene/

kemudian masukkan parameter scene gara memudahkan

anda mengenalinya.

tip: Biasakan menggunakan scene untuk setiap perbedaan isi pada movie anda,

misalkan untuk pembukaan, isi, dan penutup

.

tip: Scene dapat diduplikasi sehingga bila anda menginginkan beberapa peristiwa yang sama urutannya, namun berbeda beberapa propertinya...buat dahulu

(23)

MOVIE CLIPS

Adalah salah satu jenis simbol, namun sering terjadi kekeliruan dengan movie.

Movie adalah keseluruhan file shockwave anda, sementara movie clips merupakan

bagian yang lebih kecil lagi, yakni sejenis simbol yang boleh dikatakan merupakan

sejenis movie di dalam movie, eh jangan bingung loh :) gampang aja kok. Misalnya

anda menyusun sebuah movie seperti yang saya punya di bagian depan, nah terdapat sebuah struktur yang terus menerus berputar sepanjang movie,nah itulah

movie clips, simbol. Salah satu bentuk simbol yang lain adalah graphics, juga

memiliki time line seperti movie clips bedanya bila movie clips akan terus

bermain meski frame telah berakhir atau anda menggunakan actions stop,

(24)

Animasi Bentuk (Motion Shape)

Animasi bentuk <Motion Shape>sedikit berbeda dari animasi lainnya, yang

membedakannya adalah objek animasi bentuk ini tidak perlu di konversikan menjadi

sebuah symbol. Untuk lebih jelasnya, kita coba motion shape animation pada latihan berikut ;

Masukkan keyframe pada frame 20. Klik frame 20. Modifikasi objek Anda dengan

tool select. Caranya yaitu dengan klik serta drag bagian tepi dari objek Anda.

Klik dua kali di mana saja pada timeline di antara frame 1 dan frame 20. Akan

muncul window Frame properties. Klik pada tab 'Tweening', kemudian pilih 'Shape

(25)

Timeline motion shape

(26)

Animasi Warna

Animasi warna sering digunakan untuk efek cahaya. Misalnya tulisan yang

muncul dengan tiba-tiba. Oleh karena itu kali ini kita gunakan tulisan sebagai

contohnya. Buatlah tulisan seperti di bawah ini, kemudian ubah menjadi

symbol graphic.

Masukkan keyframe dalam frame 20 dan frame 40. 'Insert Motion Tween' di

antara kedua frame tersebut.

Klik frame 20, kemudian klik dua kali pada objek yang bersangkutan.

Window 'Instance Properties' akan muncul. Klik tab 'Color Effect'. Kemudian

pilih 'Tint' dari menu dropdown. Pilih warna merah, dan set 'Tint Amount'

sampai maksimal. Klik 'OK'.

Klik pada frame 40, kemudian klik dua kali pada objek yang bersangkutan.

Pada tab 'Color Effect', pilih 'Alpha' dari menu dropdown, dan set pada 0%.

(27)

Hasilnya seperti ini. Tulisan dari biru berubah perlahan menjadi merah (efek

(28)

Animasi Bergerak

Materi berikut adalah memahami dan mencoba jenis animasi yang paling

sederhana, yaitu benda bergerak. Langkah awal, gambarlah sebuah bangun

objek.

Kemudian ubahlah objek tersebut (dalam hal ini segitiga itu) menjadi symbol

graphic. Kemudian, klik frame 20 pada timeline di layer tersebut, dan

masukkan sebuah keyframe (F6).

Klik pada frame 20. Pindahkan gambar segitiga itu ke mana saja.

Setelah itu klik kanan pada timeline di mana saja di antara frame 1 dan

frame 20 pada layer segitiga itu, dan pilih 'Create Motion Tween'.

(29)

Animasi Rotasi dan Berskala

Berikut adalah animasi yang juga sederhana, Pertama buatlah objek yang

ingin kita animasikan. Dan jangan lupa untuk mengubahnya ke dalam

symbol graphic.

Kemudian seperti tadi pada Animasi Bergerak, buat sebuah keyframe di

frame 20, dan 'Insert Motion Tween' di antara frame 1 dan 20. Klik

Window>Inspectors>Transform, dan window di bawah ini akan muncul. Klik

frame 20 dan pilih symbol yang akan Anda animasikan. Masukkan 400 pada

scale, dan 180 pada rotate.

Hasilnya, objek berubah ukuran menjadi lebih besar (scale)dan pada saat

(30)

Untuk lebih jelasnya, [ctrl]+[Enter] pada keyboard untuk melihat hasil akhir

(31)

Masking

Hal pertama yang harus diketahui sebelum memulai materi ini adalah tujuan

efek masking ini. Sesuai namanya, efek masking berguna untuk menutupi

sebagian dari objek, sehingga akan tampak seperti efek spotlight.

Kali ini kita akan membuat masking teks. Buatlah teks seperti biasa. Anda

tidak perlu mengubahnya menjadi symbol kecuali bila kita ingin

menganimasikannya.

Klik pada frame 20 dan 'Insert Frame' (F5). Klik pada nama layer, kemudian

Insert>>Layer, atau 'Add Layer' untuk membuat layer baru di atas layer

tulisan tadi. Klik kanan pada nama layer baru tersebut, dan pilih 'Mask'.Anda

tentu melihat bahwa layer baru tersebut menjadi terkunci. Klik pada icon

gembok untuk membuatnya dapat diedit lagi. Ingat bahwa objek yang akan

di mask harus langsung berada di bawah layer mask.

Klik frame 1 pada layer mask, kemudian gambar sebuah lingkaran. Ubahlah

(32)

Kemudian 'Insert Keyframe' pada frame 20, dan geser lingkaran tersebut ke

sisi kiri. Jangan lupa untuk 'Create Motion Tween' antara frame 1 dan 20.

Ini akan menghasilkan efek spotlight.

Note : Objek apapun yang ada dalam layer mask tidak akan tampak

sebagaimana mestinya. Objek tersebut akan terlihat seperti lubang pada

(33)
(34)

Animasi Dengan Jalur

Materi berikut masih ada hubungannya dengan materi terdahulu yaitu tween

motion, hanya saja pada motion guide kali ini lebih kompleks dibandingkan

dengan tween motion standar.

Untuk langkah awal, mulailah dengan membuat objek dengan ukuran tidak

terlalu besar. Contoh bisa terlihat pada gambar dibawah ini.

Sisipkan keyframe pada frame 20, serta 'Insert Motion Tween' di antara

frame 1 dan frame 20. Klik kanan pada nama layer dan pilih 'Add Motion

Guide'. Akan muncul layer baru.

Klik pada layer baru ini dan gambar jalur animasi Anda. Kita akan membuat

(35)

Pilih tool select, pastikan opsi 'Snap' menyala.

Klik pada frame 1. Kemudian drag objek pada ujung jalur animasi.

(36)
(37)

TOMBOL - BUTTONS

Buttons, merupakan asset yang menunjukkan betapa interaktifnya Flash. tekan F8

maka tampil dialog new symbol, pilih buttons untuk menciptakan satu tombol.

Terdapat 4 State atau keadaan pada button yang bisa kita gunakan agar button lebih

menarik. Kondisinya sama yakni dengan layer kita bisa meletakkan lebih dari satu

item pada button. State itu antara lain Up State, Over State, Down State, dan Hit

State.

UP State,

adalah kondisi button sepanjang movie, normal dan tidak mengalami perubahan

apa-apa.

OVER State,

adalah kondisi button bila mouse berada di atasnya, dapat berupa perubahan warna,

(38)

DOWN State,

Bila user menekan dan melepas mouse pada button, tidak perlu selalu ada namun

akan sangat manis ditambahkan untuk lebih menunjukkan interaktivitas.

HIT State,

merupakan area terakhir dari tombol, katakanlah anda menginginkan hanya bagian

tertentu dari button yang menimbulkan efek button, bila pada HIT state anda

selipkan keyframe maka pastikan bahwa area tersebut tidak kosong karena akan

menyebabkan tombol anda tidak akan berfungsi.

MEMBUAT TOMBOL BERANIMASI

Kita harus telah memahami movie clip, untuk membuat sebuah tombol

beranimasi, atau animated buttons. Namun prinsipnya tidak berbeda dengan

tombol regular.

Misalnya kita hendak memunculkan sebuah animasi berupa asteriks yang

berputar di latar belakang tombol pada Over State.

Buat sebuah Simbol berupa Movie Clip (diantara tiga menu pada dialog
(39)

menggunakan tweening motion.

Kembali pada simbol button anda, dan selipkan/insert layer di bawah tombol

tersebut, dan biarkan Up State dalam kondisi kosong. Pada Over State insert

Keyframe (tekan F6). Insert (drag) movie clip animasi tadi ke bawah button,

rapihkan posisinya dengan titik cross hair , dan biarkan kosong pada down

state dan hit state layer ini.

Selesai, berbagai variasi dapat kita terapkan pada metode ini. Ketika mouse

berada di dalam area Hit, animasi akan berjalan, dan berhenti saat mouse

keluar.

tip: Untuk memasukkan efek suara pada tombol, yang perlu kita lakukan hanya

mengimpor sebuah sound, memilih state saat suara tersebut akan muncul, kemudian

double klik pada frame bar, dan akan muncul dialog menu, kemudian pilih tab

sound, kemudian pilih pula nama file suara tsb.

tip: pada saat kita mulai mebuat sebuah simbol, terdapat cross hair (tanda silang

tipis) yang merupakan titik tengah dari simbol tersebut. Sehingga saat kita

men-drag simbol ke work area, cross hair ini akan menjadi referensi posisi simbol. Oleh

karena itu merupakan kebiasaan yang baik sekali bila saat membuat sebuah simbol

(40)

Action Script

Script adalah inti dari dinamika Flash. Script dalam Flash disebut Action

Script, dan mirip bahasa pemrograman pada umumnya, tetapi Action Script

khusus dirancang agar mudah digunakan, bahkan bagi non-programmer.

Untuk menggunakan script, pertama-tama Anda harus membuka window

Action Script. Window ini bisa diakses dengan klik dua kali pada suatu

(41)

Juga bisa diakses dengan klik dua kali pada sebuah symbol button, dan klik

tab 'Actions'.

Untuk menambah sebuah script, klik pada tombol tanda plus.

Ingatlah bahwa Action Script melekat pada keyframe. Jadi bila Anda ingin

meletakkan Action Script di frame tertentu, letakkan keyframe terlebih

dahulu.

Play dan Stop

Ini adalah script yang sering digunakan. Tentunya Anda tahu kalau setiap

movie Flash pada defaultnya adalah play. Jadi bila Anda tidak memberi script

stop, maka movie akan terus berulang-ulang dari awal ke akhir, kembali ke

awal, kemudian jalan lagi, dan seterusnya. Pengunjung akan melihat

halaman index dalam beberapa detik, dan sebelum mereka berbuat apa-apa

tampilan berubah masuk ke halaman about. Dan sebelum mereka berbuat

apa-apa lagi, tampilan berubah masuk ke halaman isi. Dan sebelum mereka

(42)

seterusnya. Untuk mencegah hal ini, letakkan perintah stop pada setiap

halaman Anda. Bila karena suatu hal Anda menginginkan movie Anda

berjalan lagi (terutama buat animasi antara), gunakan perintah play.

untuk lebih memahami action script ini, maka tidak ada cara lain selain terus

berlatih. Berikut ini beberapa action script yang digunakan untuk membuat

sebuah album photo electronis, sebuah daftar lagu favorite atau daftar dari

(43)

Gambar

Gambar a. Window Macromedia Flash MX
Gambar d. Window Color Mixer
Gambar q.a. merubah bentuk objek dengan arrow tool Edit points
gambar. Klik kemudian pilih scene yang anda inginkan.

Referensi

Garis besar

ICT

Dokumen terkait

Penelitian ini mengungkap bagaimana keenam surat kabar harian yaitu Media Indonesia, Republika, Jawa Pos, Koran Tempo, Duta Masyarakat dalam pemberitaan 6 Desember

Parmelia memiliki kandungan sulfur tertinggi pada pohon peneduh di jalan padat lalu-lintas (4,70 ppm) dengan kandungan klorofil tertinggi di jalan sepi lalu-lintas (5,95 mg/g)

Tisna Sanjaya, menyebutkan bahwa perkembangan seni rupa Indonesia pada saat itu diwarnai oleh dua kecenderungan kuat. Kecenderungan pertama adalah seni rupa yang

Pemeliharaan peralatan dapat dilaksanakan apabila aspek pemeliharaan yang mendukung tersedia.Bahan pemeliharaan setiap jenis alat sangat diperlukan untuk

jumlah karyawan yang dimiliki adalah 4 yaitu, kepala cabang, kasir, 2. orang di Account

Dari ketiga produk tersebut naiknya biaya pemasaran pada tahun 2008 dan 2009 meningkatkan profit pada tahun yang sama hal ini dikarenakan adanya cara pemasaran

Sebelum menanamkan dananya pada suatu perusahaan publik, investor akan menilai bagaimana manajemen perusahaan melakukan pengungkapan yang lebih luas mengenai

Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut (1) Apakah pupuk belerang dengan bokashi eceng gondok berinteraksi