• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis pendapatan usaha ternak kambing perah peranakan etawah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis pendapatan usaha ternak kambing perah peranakan etawah"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

Suatu A n u g e r a h Yang ~ e r i n d a h

Yang

ela ah

Diberikan ~ u h ; t n

Sehingga A k u Dapat Menyelesaikan Karya Ini.

V n t u k Itu Karya lni Kupersembahkan V n t u k

:
(2)

1 SET

om

(72

ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK KAMBING PERAH

PERANAKAN ETAWAH

SKRIPSI

ANASTASIA WIDA ARDIA

JURUSAN SOSlAL EKONOMl INDUSTRI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(3)

RINGKASAN

Anastasia Wida Ardia. 2000. Analisis Pendapatan Usaha T e r n a k Kambing Perah Peranakan Etawah. Skripsi. Jurusan Sosial Ekonomi lndustri Petemakan, Fakultas Petemakan, histitut Pertanian Bogor.

Pembi~nbing Utama : Ir. Wiwiek Rindayati, MS.

Pe~ilbi~nbi~lg Anggota : Ir. Afton Atabany

Salah satu tujuall pengembangan petelnakan adalah untuk meningkatka~i produksi

hasil ternak yang be~tujuan untuk meinenuhi kebutuhan protein hewani berupa

daging, telur d m air susu. Untuk ~nencapai tujuan tersebut maka salah satunya dapat

dilakukan dengan pengembangan ternak karnbing perah.

Penelitian ini bel-ti~ji~an untuk: 1). Mengetahui gambaran usaha ternak kambing

perali Perallaka11 Etawah pada Peternakan ~arokah,-2). Mengetahui stri~ktur biaya,

struktur peneriniaan dnn besamya pendapatan serta tingkat keuntungan

3). Mengetahui harga pokok produksi susu, nilai titik impas dan rasio penerimaan dan pengeluaran.

Penelitian ini dilakukan di Peter~iakan Barokah, Desa Cinagara, Kecanlatan

Caringin, Kabupaten Bogor, sela~na 2 bulan pada tanggal 15 Maret - 15 Mei 2000.

Data yang dig~uiakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh

dari wawancara dellgan llieliggunakan kuisioner dan pengamatan langsung,

sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan keua~igan peternaka11 d a ~ i catatan-

catatan produksinya.

Berdasarkan hasil penelitian peneri~naan terbesar diperoleh dari penjualan air susu

kambing diikuti oleh pe~ljualan ka~ubing betina L I I ~ I L I ~ 6 billall dali pe~ljualan dara siap

kawin. Pelijualaa air susu kalnbiug tahun 1997 sebesar 56,20%, tahun 1998 sebesar

5 1,40% dan taliun 1999 sebesar 52,3 1 %.

Dari struktur biaya, biaya yalig paling tinggi adalah biaya pakan diikuti oleh gaji teuaga kerja. Biaya pakall tahun 1997 sebesar 38,00%, tahun 1998 sebesar 36,88%

d a ~ i tahun 1999 sebesar 40,09%. Biaya ini sangat mempengaruhi besarnya

penclapatan. Penclapatall tahun 1997 sebesar Rp. 25.446.666,00, tahun 1998 sebesar Rp. 21.402.016,00 dan tahun 1999 sebesar Rp. 21.163.958,00. PelIdapatan se~nakin

menurun kare~ia biaya pakan yang se~nakin meningkat.

Nilai penjualan air susu kambing aktual pada tahun 1997-1999 tnelebihi nilai pe~ijualan air susu ka~nbing perllitungan BEP. Nilai penjualan air susu kambing berdasarkan perliitungan BEP pada tahun 1997 sebesar Rp. 19.756.153,67, tahun 1998 sebesar Rp. 19.653.353,43 dan tahui 1999 sebesar Rp. 32.840.109,69, sedangkan nilai pe~ljualan air susu kambing aktual pada tahun 1997 sebesar

Rp. 49.028.316.00, taliun 1998 sebesar Rp. 42.694.380,00 d a ~ i tahun 1999 sebesar

Rp. 48.076.296,OO.

(4)

jual air SLISLI kambing pada tahun 1997, tahun 1998 dan tahun 1999 adalah sama yait~l sebesar Rp. 6.000,00 per kg

(5)

ANALlSIS PENDAPATAN USAHA TERNAK KAMBING PERAH

PERANAKAN ETAWAH

Skripsi ini inerupakan salah satu syarat untuk

~liemperoleh gelar Sarjana Petemakan

pada Fakultas Peterilakan

Institut Pertanian Bogor

Oleh:

ANASTASIA WIDA ARDIA

DO3496053

JURUSAN SOSIAL EKONOMI INDUSTRl PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTlTUT PERTANIAN BOGOR

(6)

ANALISIS PENDAPATAN USARA TERNAT< KAMBING PERAH

PERANAKAN ETAWAH

OLEH:

ANASTASIA WLDA ARDIA

DO3496053

Sluiysi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapm

IComisi Ujim Lisan pada tanggal 25 Nopember 2000

Pernbirnbing Utarna Pembimbing Anggota

b. Wiwiek Rindaysti, MS Ir. hfton Atabnny

Ketua J u s a n Dekan

Sosial Ekonomi Iudustri Peternakan

Fskultas Peteniakan hstitut Pertanian Bogor

@k,*

-.
(7)

RIWAYAT HlDUP

Penulis dilallirkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 1978, yany

nlerupakan anak ketiga dengan dua bersaudara dari pasangan

Bapak Drs. A. Winibo Haryanto dengan lbu F. Sri Indah K.

Tahu~i 1982, penulis memasuki pendidikan di TK Indriyasana Pasar Minggu.

Tahun 1984, penulis niemasuki pendidikan Sekolah Dasar di SD Strada Wiyatasana

Pasar Minggu dan lulus tahl~n 1990, kemudian melanjutkan ke SMP Tarakanita I

I<ebayoran Baru dan lulus tahun 1993. Penulis masuk SMA Negeri 70 Bulungan

pada taliun 1993, kemudian pada tahun 1994 penulis pindah ke SMA Negeri 28

Ragunan sampai akhirnya lulus pada tallun 1996.

Pada tahun 1996 Penulis diterilna di Jurusan Sosial Ekonomi Industri

Petemakan, Fakultas Petemakan, Institut Pertanian Bogor melalui Ujian Masuk

(8)

PRAKATA

i syukur kepatla Tuhan karena atas penyertaan dan kasihNy;~ saj8 penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini. Suatu Anugerah Yang Terindah yang telah

diberikan Tuhan sehingga penulis dapat nlenyelesaikan skripsi ini, untuk it11 penulis

me~lgucapkan terirnakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang sangat

~nenibantu dalani penyelesaian skripsi ini, yaitu kepada :

I . Papa dan Mama yang tercinta atas segala jemih payah, kasih sayang, doa.

semangat dan dukungan yang telah diberika~l kepada penulis.

2. I<edua kakakku tercinta : Adrianus Kurnia Haryanto, S.Ked dan Silvia Eveline

Erikasari, S.Kom atas doa, cinta kasih, selnangat serta dukungan yang besar

kepada penulis.

3. Ibu Ir. Wiwiek liindayati, MS dan Bapak Ir. Atton Atabany selaku dosell

pembimbing yang telah ~nemberikan petu~~juk dan bimbingannya selama

menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Prof. Dr. H. Imam K. Abdulgani dan Bapak Ir. Dwi Djoko. MS selaku

dosen penguji dalam ujian sidang yang telah ~ne~nberikan koreksi dan nlasukan

yang bermanfaat bagi penulis.

5. Bapak Ir. Ahyar Ismail. M.Agr selaku dosen pe~nbi~nbing akademik dan dosen

penilai seminar yang telah ~nemberikan niasukkan yang bermanfaat bagi

perbaikan skripsi ini.

6. Para dosen Fakultas Peternakan yang telah me~nberikan bimbingan pengajaran

(9)

7. Bapak Arsatanius selaku pengelola pada "Barokah Farm" dan Bapak Arnold yang

telah memberikan kesempatan dan memberikan informasi yang sangat membantu

penelitian ini.

8. Kepada sahabatku Ita yang telah menemani penulis selama kuliah serta mau

mendengarkan keluh kesah penulis. Teman-teman seperjuangan di SEIP'33 :

Novilda, Evayanthi, Melati, Ganyong, Envan, Rini, Yuli, Ria, Ida, Efi, Linda,

Endan, Iyan, Rahmawati (38), Oi, Baskoro dan masih banyak lagi yang telah

memberikan bantuan dan kerjasama yang baik selama kuliah.

9. Yayasan Darma Kumara yang telah memberikan bantuan beasiswa kepada

penulis.

Akhirnya, penulis berharap selnoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi

penulis serta pembaca pada umumya.

Jakarta, November 2000

(10)

DAFTAR IS1

Halaman

. .

...

RINGKASAN 11

...

...

RIWAYAT HIDUP 111

...

PRAKATA iv

...

DAFTAR TABEL v

...

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN

...

I

Latar Belakang

...

1

Permasalahan

...

2

. .

...

Tujuan Penelltian 3 Kegunaan

...

3

BATASAN ISTILAH

...

5

TINJAUAN PUSTAKA

...

6

Usaha Peternakan Karnbing Perah

...

6

Ternak Kambing Perah

...

7

Produksi Susu

...

10

Pakan Ternak

...

.

.

.

...

12

Tenaga Kerja

...

14

Konsep Biaya

...

15
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

adaptasi terhadap lingkungan setempat serta dengan tatalaksana yang baik (Prastowo,

1980).

Menurut Sudono (1999), untuk mendapatkan pendapatan yang menguntungkan,

persentase sapi ·Iaktasi sebaiknya dipelihara sekurang-kurangnya 60% atau satu

persen sapl yang berproduksi dibebani oleh sapi yang tidak berproduksi sebesar

0,667%.

Umumnya kambing perah yang ada di Indonesia adalah bangsa kambing

Peranakan Etawah (PE) dan kambing Saanen (Djoharyani, 1983). Selanjutkan

dikatakan bahwa kambing PE (Jawarandu) merupakan bangsa kambing hasil

persilangan antara kambing Kacang dengan kambing Etawah (Jamnapari) sehingga

kambing PE mempunyai bentuk dan sifatnya-sifatnya berada di antara kambing

Etawah dan kambing Kacang. Kambing PE memiliki ciri khas antara lain daun

telinga agak besar dan panjang terkulai ke bawah, hidung agak melengkung,

bergelambir besar, tanduk kecil, wajah cembung dan berbulu panjang pada bagian

belakang paha, ekor dan dagu sedangkan wama bulunya belang hitam putih dan berat

tubuh bangsa kambing PE sekitar 32-37 kg (Murtidjo, 1993)

Mastika dkk. (1993) menjelaskan bahwa dewasa kelamin pada temak kambing

betina pada umur 8-12 bulan, pada umur itu jika kambing betina itu berahi dan

dikawinkan sudah bisa menjadi bunting. Umur yang baik mulai dikawinkan adalah

15-18 bulan (Siregar, 1996). Menurut Devendra dan Bums (1983), salah satu ciri

khusus dari perilaku reproduksi kambing betina adalah kesediaannya yang

sewaktu-waktu untuk dikawini oleh pejantan walaupun sedang bunting.

(23)
(24)

(1985) di Kabupaten Cirebon dilaporkan bahwa besamya litter size pada kambing PE

adalah 1,72.

Produksi Susu

Air susu adalah suatu campuran kompleks yang terdiri dari emulsi lemak dan

dispersi koloid protein, yang bersama-sama membentuk larutan gula susu (Iaktosa)

(Dirjen Petemakan, 1997).

Menurut Djoharyani (1983), produksi susu kambing PE di Kabupaten Malang

adalah 1-2 liter per hari per ekor, sementara dari hasil penelitian Siregar (1996),

produksi susu kambing PE 1-1,5 liter per hari per ekor dan menurut Sutama dan

Budiarsana (1997), produksi susu kambing PE sekitar 992,7 gram per ekor per hari.

Produksi susu pada kambing Etawah sekitar 235 kg selama masa laktasi 261 hari

dan produksi susu pada kambing Saanen sekitar 990 kg selama masa laktasi 336 hari

sedangkan kambing Kacang meskipun ambingnya berkembang dengan baik namun

produksi susunya sangat sedikit (Devendra dan Bums, 1983).

Dari hasil penelitian Suryanto (1999), rataan lama laktasi induk kambing PE

yang dipisah dengan anaknya tidak berbeda jauh dengan induk kambing yang

dicampur dengan anaknya yaitu masing-masing 82 hari dan 100 hari.

Produksi laktasi tertinggi selama tiga masa laktasi pertama dan selanj utnya turun

sampai laktasi ketujuh (Devendra dan Burns, 1983). Selanjutnya dikatakan hasil air

susu kambing yang dikandangkan kurang lebih dua kali lipat hasil air susu kambing

yang digembalakan. Wilkinson dan Stark (1987) menyatakan bahwa produksi susu

induk akan menurun tajam setelah induk bunting 3 bulan.

(25)
(26)

anak kembar akan memproduksi susu 30% lebih banyak daripada kambing yang

beranak satu; (4) Pemberian pakan pada kambing mulai kebuntingan sampai beranak

dan dilakukan pemerahan, juga sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas susu

kambing. Pemberian pakan yang berkualitas sangat penting bagi kambing perah,

sebab pakan tersebut digunakan untuk memproduksi susu.

Anak kambing tergantung sepenuhnya pada air susu induk sampai kurang lebih

7-8 minggu setelah lahir, sampai umur ini anak kambing harus diberi minum air susu

kambing atau air susu pengganti yang biasanya terbuat dari air susu sapi sebanyak 2

liter per hari (Devendra dan Burns, 1983). Murtidjo (1993) menyatakan bahwa

pemerahan dapat dilakukan 2 kali sehari pada jam-jam yang sudah pasti.

Berdasarkan laporan Devendra dan Burns (1983), anak kambing yang menyusu

kepada induknya selama 2 hari lalu diberikan air susu pengganti mempunyai laju

pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan anak kambing yang menyusu sampai

disapih. Induk yang menyusui anaknya mempunyai rata-rata hasil air susu lebih

tinggi dibandingkan induk kambing yang menyapih anaknya pada umur dua hari.

Pakan Ternak

Dari sudut nutrisi, pakan bagi ternak kambing perah merupakan salah satu unsur

yang sangat penting dalam menunjang kesehatan, pertumbuhan dan reproduksi.

Pakan yang baik akan menjadikan ternak sanggup melaksanakan fungsi proses

produksi dan reproduksi dalam tubuh secara normal (Prastowo, 1980).

Murtidjo (1993) menyatakan bahwa ketentuan pemberian pakan secara ekonomis

.

dan teknis yang memenuhi persyaratan, dilandasi untuk beberapa kebutuhan sebagai

(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)

Suatu A n u g e r a h Yang ~ e r i n d a h

Yang

ela ah

Diberikan ~ u h ; t n

Sehingga A k u Dapat Menyelesaikan Karya Ini.

V n t u k Itu Karya lni Kupersembahkan V n t u k

:
(69)

1 SET

om

(72

ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK KAMBING PERAH

PERANAKAN ETAWAH

SKRIPSI

ANASTASIA WIDA ARDIA

JURUSAN SOSlAL EKONOMl INDUSTRI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(70)

RINGKASAN

Anastasia Wida Ardia. 2000. Analisis Pendapatan Usaha T e r n a k Kambing Perah Peranakan Etawah. Skripsi. Jurusan Sosial Ekonomi lndustri Petemakan, Fakultas Petemakan, histitut Pertanian Bogor.

Pembi~nbing Utama : Ir. Wiwiek Rindayati, MS.

Pe~ilbi~nbi~lg Anggota : Ir. Afton Atabany

Salah satu tujuall pengembangan petelnakan adalah untuk meningkatka~i produksi

hasil ternak yang be~tujuan untuk meinenuhi kebutuhan protein hewani berupa

daging, telur d m air susu. Untuk ~nencapai tujuan tersebut maka salah satunya dapat

dilakukan dengan pengembangan ternak karnbing perah.

Penelitian ini bel-ti~ji~an untuk: 1). Mengetahui gambaran usaha ternak kambing

perali Perallaka11 Etawah pada Peternakan ~arokah,-2). Mengetahui stri~ktur biaya,

struktur peneriniaan dnn besamya pendapatan serta tingkat keuntungan

3). Mengetahui harga pokok produksi susu, nilai titik impas dan rasio penerimaan dan pengeluaran.

Penelitian ini dilakukan di Peter~iakan Barokah, Desa Cinagara, Kecanlatan

Caringin, Kabupaten Bogor, sela~na 2 bulan pada tanggal 15 Maret - 15 Mei 2000.

Data yang dig~uiakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh

dari wawancara dellgan llieliggunakan kuisioner dan pengamatan langsung,

sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan keua~igan peternaka11 d a ~ i catatan-

catatan produksinya.

Berdasarkan hasil penelitian peneri~naan terbesar diperoleh dari penjualan air susu

kambing diikuti oleh pe~ljualan ka~ubing betina L I I ~ I L I ~ 6 billall dali pe~ljualan dara siap

kawin. Pelijualaa air susu kalnbiug tahun 1997 sebesar 56,20%, tahun 1998 sebesar

5 1,40% dan taliun 1999 sebesar 52,3 1 %.

Dari struktur biaya, biaya yalig paling tinggi adalah biaya pakan diikuti oleh gaji teuaga kerja. Biaya pakall tahun 1997 sebesar 38,00%, tahun 1998 sebesar 36,88%

d a ~ i tahun 1999 sebesar 40,09%. Biaya ini sangat mempengaruhi besarnya

penclapatan. Penclapatall tahun 1997 sebesar Rp. 25.446.666,00, tahun 1998 sebesar Rp. 21.402.016,00 dan tahun 1999 sebesar Rp. 21.163.958,00. PelIdapatan se~nakin

menurun kare~ia biaya pakan yang se~nakin meningkat.

Nilai penjualan air susu kambing aktual pada tahun 1997-1999 tnelebihi nilai pe~ijualan air susu ka~nbing perllitungan BEP. Nilai penjualan air susu kambing berdasarkan perliitungan BEP pada tahun 1997 sebesar Rp. 19.756.153,67, tahun 1998 sebesar Rp. 19.653.353,43 dan tahui 1999 sebesar Rp. 32.840.109,69, sedangkan nilai pe~ljualan air susu kambing aktual pada tahun 1997 sebesar

Rp. 49.028.316.00, taliun 1998 sebesar Rp. 42.694.380,00 d a ~ i tahun 1999 sebesar

Rp. 48.076.296,OO.

(71)

jual air SLISLI kambing pada tahun 1997, tahun 1998 dan tahun 1999 adalah sama yait~l sebesar Rp. 6.000,00 per kg

(72)

ANALlSIS PENDAPATAN USAHA TERNAK KAMBING PERAH

PERANAKAN ETAWAH

Skripsi ini inerupakan salah satu syarat untuk

~liemperoleh gelar Sarjana Petemakan

pada Fakultas Peterilakan

Institut Pertanian Bogor

Oleh:

ANASTASIA WIDA ARDIA

DO3496053

JURUSAN SOSIAL EKONOMI INDUSTRl PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTlTUT PERTANIAN BOGOR

(73)

ANALISIS PENDAPATAN USARA TERNAT< KAMBING PERAH

PERANAKAN ETAWAH

OLEH:

ANASTASIA WLDA ARDIA

DO3496053

Sluiysi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapm

IComisi Ujim Lisan pada tanggal 25 Nopember 2000

Pernbirnbing Utarna Pembimbing Anggota

b. Wiwiek Rindaysti, MS Ir. hfton Atabnny

Ketua J u s a n Dekan

Sosial Ekonomi Iudustri Peternakan

Fskultas Peteniakan hstitut Pertanian Bogor

@k,*

-.
(74)

RIWAYAT HlDUP

Penulis dilallirkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 1978, yany

nlerupakan anak ketiga dengan dua bersaudara dari pasangan

Bapak Drs. A. Winibo Haryanto dengan lbu F. Sri Indah K.

Tahu~i 1982, penulis memasuki pendidikan di TK Indriyasana Pasar Minggu.

Tahun 1984, penulis niemasuki pendidikan Sekolah Dasar di SD Strada Wiyatasana

Pasar Minggu dan lulus tahl~n 1990, kemudian melanjutkan ke SMP Tarakanita I

I<ebayoran Baru dan lulus tahun 1993. Penulis masuk SMA Negeri 70 Bulungan

pada taliun 1993, kemudian pada tahun 1994 penulis pindah ke SMA Negeri 28

Ragunan sampai akhirnya lulus pada tallun 1996.

Pada tahun 1996 Penulis diterilna di Jurusan Sosial Ekonomi Industri

Petemakan, Fakultas Petemakan, Institut Pertanian Bogor melalui Ujian Masuk

(75)

PRAKATA

i syukur kepatla Tuhan karena atas penyertaan dan kasihNy;~ saj8 penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini. Suatu Anugerah Yang Terindah yang telah

diberikan Tuhan sehingga penulis dapat nlenyelesaikan skripsi ini, untuk it11 penulis

me~lgucapkan terirnakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang sangat

~nenibantu dalani penyelesaian skripsi ini, yaitu kepada :

I . Papa dan Mama yang tercinta atas segala jemih payah, kasih sayang, doa.

semangat dan dukungan yang telah diberika~l kepada penulis.

2. I<edua kakakku tercinta : Adrianus Kurnia Haryanto, S.Ked dan Silvia Eveline

Erikasari, S.Kom atas doa, cinta kasih, selnangat serta dukungan yang besar

kepada penulis.

3. Ibu Ir. Wiwiek liindayati, MS dan Bapak Ir. Atton Atabany selaku dosell

pembimbing yang telah ~nemberikan petu~~juk dan bimbingannya selama

menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Prof. Dr. H. Imam K. Abdulgani dan Bapak Ir. Dwi Djoko. MS selaku

dosen penguji dalam ujian sidang yang telah ~ne~nberikan koreksi dan nlasukan

yang bermanfaat bagi penulis.

5. Bapak Ir. Ahyar Ismail. M.Agr selaku dosen pe~nbi~nbing akademik dan dosen

penilai seminar yang telah ~nemberikan niasukkan yang bermanfaat bagi

perbaikan skripsi ini.

6. Para dosen Fakultas Peternakan yang telah me~nberikan bimbingan pengajaran

(76)

7. Bapak Arsatanius selaku pengelola pada "Barokah Farm" dan Bapak Arnold yang

telah memberikan kesempatan dan memberikan informasi yang sangat membantu

penelitian ini.

8. Kepada sahabatku Ita yang telah menemani penulis selama kuliah serta mau

mendengarkan keluh kesah penulis. Teman-teman seperjuangan di SEIP'33 :

Novilda, Evayanthi, Melati, Ganyong, Envan, Rini, Yuli, Ria, Ida, Efi, Linda,

Endan, Iyan, Rahmawati (38), Oi, Baskoro dan masih banyak lagi yang telah

memberikan bantuan dan kerjasama yang baik selama kuliah.

9. Yayasan Darma Kumara yang telah memberikan bantuan beasiswa kepada

penulis.

Akhirnya, penulis berharap selnoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi

penulis serta pembaca pada umumya.

Jakarta, November 2000

(77)

DAFTAR IS1

Halaman

. .

...

RINGKASAN 11

...

...

RIWAYAT HIDUP 111

...

PRAKATA iv

...

DAFTAR TABEL v

...

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN

...

I

Latar Belakang

...

1

Permasalahan

...

2

. .

...

Tujuan Penelltian 3 Kegunaan

...

3

BATASAN ISTILAH

...

5

TINJAUAN PUSTAKA

...

6

Usaha Peternakan Karnbing Perah

...

6

Ternak Kambing Perah

...

7

Produksi Susu

...

10

Pakan Ternak

...

.

.

.

...

12

Tenaga Kerja

...

14

Konsep Biaya

...

15

Referensi

Dokumen terkait

Total biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk yang diperoleh dengan cara menghitung : biaya pakan, biaya pembelian bibit, biaya

Pendapatan usaha ternak sapi perah merupakan jumlah rupiah yang diperoleh peternak dari hasil penjualan produk sapi perah setelah dikurangi dengan biaya sesuai

Total biaya tetap dapat diperoleh dari biaya ternak kambing di tambah dengan keseluruhan biaya-biaya yang nilainya tetap yang dikeluarkan oleh responden

Untuk itu analisa usaha sangat bermanfaat dalam usaha kambing perah, dengan demikian akan bisa melihat kelayakan usaha berapa besar biaya yang dikeluarkan (seperti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan pembenihan ikan bandeng, jumlah penerimaan dan tingkat pendapatan yang diperoleh

Sedangkan nilai titik impas dalam angka rupiah dan dalam unit di peroleh dari biaya tetap, biaya tidak tetap, penerimaan total diperhitungkan, harga ternak kambing, jumlah

Bertitik tolak dari manfaat usaha ternak kambing dan biaya-biaya produksi yang diperlukan, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pendapatan yang diperoleh

Analisis yang digunakan untuk mengetahui pendapatan usaha peternakan di Kampung Aimasi adalah dengan dengan menggunakan pendekatan biaya dan pendapatan Biaya yang dikeluarkan peternak