Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM dan
Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion)
(Studi Korelasional Tentang Program Acara ”You’ve Got A Friend” di Delta FM
Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) di Kalangan Mahasiswa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU)
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1)
Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Departemen Ilmu Komunikasi
Diajukan Oleh :
Tetty Manullang
040904086
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
LEMBAR PERSETUJUAN
Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh:
Nama : Tetty Manullang
NIM : 040904086
Departemen : Ilmu Komunikasi
Judul : Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM dan
Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion)
(Studi Korelasional Tentang Program Acara “You’ve Got A
Friend” di Delta FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan
(Diversion) di Kalangan Mahasiswa FISIP USU Medan)
Medan, September 2009
Dosen Pembimbing Ketua Departemen
Dra. Dayana Manurung, M.Si
NIP. 131 676 480 NIP. 131 654 104
Drs. Amir Purba, M.A
Dekan FISIP USU
NIP. 131 757 010
ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) (Studi Korelasional Tentang Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM terhadap pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan, berapa erat hubungan, dan berarti tidaknya hubungan antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM terhadap pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FISIP USU stambuk 2005 dan 2006 yang masih aktif kuliah dan pernah mendengar program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM minimal tiga kali. Untuk menentukan populasi yang layak dijadikan sampel digunakan penghitungan berdasarkan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 orang. Sementara teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui data primer yaitu berdasarkan hasil kuesioner, dan juga melalui data sekunder yaitu dengan mempelajari dan mengumpulkan data-data dari literatur dan sumber bacaan yang dianggap relevan serta mendukung penelitian.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji hipotesis melalui rumus Koefisien Korelasi Rank Order (Tata Jenjang) oleh Spearman. Dari hasil penelitian ini maka diperoleh nilai koefisien korelasi dengan tingkat signifikansi (∝) = 0,01. untuk melihat kuat lemahnya korelasi (hubungan) antara kedua variabel dalam penelitian ini digunakan skala Guilford. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang cukup berarti antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM terhadap pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU. Dengan demikian, berarti Ha diterima, yaitu
KATA PENGANTAR
Segala hormat, puji dan syukur hanya bagi Allah Bapa di Surga yang
selalu menyertai, menemani dan menopang penulis di setiap waktu. Terima kasih
untuk kesempatan yang diberikan sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi
ini. Berkat-Nya yang melimpah atas diri penulis selama ini membuat penulis
dapat bertahan dan berjalan hingga sejauh ini. Kasih dan pertolonganNya nyata
dalam kehidupan penulis.
Untaian terima kasih dari dasar hati yang paling dalam penulis
persembahkan kepada keluarga tercinta, terutama kedua orang tua yang sangat
penulis kasihi dan cintai, Bapak F. Manullang dan Ibu B. Silaen yang selama ini
telah mencurahkan cinta kasih yang begitu tulus dan tiada terhingga bagi penulis.
Terima kasih atas segala doa, semangat, motivasi, nasehat dan dukungan yang
telah diberikan kepada penulis. Semoga penulis mampu mewujudkan harapan dan
cita-cita bapak dan ibu, menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa terlebih
bagi Tuhan Yang Maha Kuasa. Juga terima kasih yang tulus bagi saudara-saudara
penulis yang sangat penulis kasihi dan banggakan, yang selalu menjadi sumber
motivasi dan inspirasi bagi penulis; Putri Indah Manullang, Manapar Manullang,
Freddy Manullang, Untung Manullang, Pugaluta Manullang dan Kamaruddin
Manullang. Tiada kata yang paling indah untuk menggambarkan suka cita dan
rasa syukur penulis karena memiliki saudara-saudara seperti kalian.
Skripsi yang berjudul: Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta
FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) ini disusun guna
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas
Sumatera Utara. Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak
bantuan, nasehat, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
pada kesempatan ini sudah selayaknya penulis menyampaikan terima kasih
kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. M. Arif Nasution, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Amir Purba, M.A selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Dayana Manurung, M.Si, selaku dosen pembimbing penulis yang
telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberi
masukan, bimbingan, pengetahuan dan arahan dengan penuh kesabaran dan
kebijaksanaan bagi penulis selama penyusunan skripsi ini.
4. Ibu Dra. Mazdalifah, M.Si, selaku Dosen Wali yang telah banyak
membimbing dan memberi masukan bagi penulis selama masa perkuliahan.
5. Para Bapak dan Ibu selaku dosen Departemen Ilmu Komunikasi pada
khususnya, dan dosen FISIP USU pada umumnya, yang telah membimbing
penulis selama masa perkuliahan.
6. Kak Ros, Kak Icut, Pak Sukadi, Rotua dan Maya yang telah banyak
membantu peneliti dalam segala urusan administrasi selama masa perkuliahan
dan dalam penyusunan skripsi ini. Terima kasih atas segala bantuan dan kerja
sama yang telah diberikan.
7. Keluarga besar Manullang dan Silaen dimanapun berada, yang selalu
8. Sahabat-sahabat istimewa yang sudah penulis anggap sebagai saudara
kandung, Anne Griselda Manullang dan Ester Pandiangan. Terima kasih untuk
kebersamaan yang indah yang pernah kita lalui bersama. Atas segala suka,
duka, cerita cinta dan cita. Terus semangat memperjuangkan hidup dan
semoga persahabatan ini akan terjalin selama-lamanya.
9. Teman-teman terbaik penulis yang selalu memberikan energi positif kepada
penulis, Sonita, Anita, Sahat, Mestika, Selly, Srina, Lilis, Eka Agustini,
Irawaty, January, Gloria, Fatwa, Eka Aprianty, Anggi, Agustina, Aprita,
Rotua Hutabarat terima kasih untuk kebersamaan dan semangat serta motivasi
yang selalu diberikan kepada penulis.
10.Teman-teman yang telah banyak membantu dalam penelitian ini yaitu Ester,
Anne, Eka Apriyanti, Anggi, Gloria, Fatwa, terima kasih untuk bantuan
kalian.
11.Seluruh mahasiswa FISIP USU stambuk 2005 dan 2006 yang menjadi
responden dalam penelitian ini.
12.Teman-teman mahasiswa Ilmu Komunikasi ‘04 yang telah selesai maupun
yang sedang berjuang.
13.Sepupu-sepupu terbaik penulis, yaitu Norma, Dewi, Kardo, Rio, terima kasih
atas dukungan dan doanya.
14.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun telah
memberi sumbangsih bagi penulis dalam penyusunan skripsi ini, penulis
mengucapkan terima kasih banyak
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca sekalian demi perbaikan
dan penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.
Medan, September 2009
Peneliti,
Tetty Manullang
DAFTAR ISI
Abstraksi
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... v
Daftar Tabel dan Gambar ... viii
Daftar Lampiran ... xi
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 6
1.3 Pembatasan Masalah ... 6
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7
1.4.1 Tujuan Penelitian ... 7
1.4.2 Manfaat Penelitian ... 7
1.5 Kerangka Teori ... 8
1.5.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa ... 8
1.5.2 Teori Uses and Gratifications ... 11
1.5.3 Teori Kebutuhan Terhadap Media Massa ... 14
1.6 Kerangka Konsep ... 16
1.7 Model Teoritis ... 17
1.8 Operasional Variabel ... 17
1.9 Defenisi Variabel Operasional ... 18
1.10 Hipotesa ... 22
BAB II. URAIAN TEORITIS 2.1 Komunikasi ... 23
2.1.1 Pengertian Komunikasi ... 23
2.1.2 Fungsi dan Tujuan Komunikasi ... 26
2.2 Komunikasi Massa... 28
2.2.1 Karakteristik Komunikasi Massa ... 30
2.2.3 Efek Komunikasi Massa ... 33
2.3 Teori Uses and Gratifications ... 35
2.3.1 Kritik Teori Manfaat dan Gratifikasi ... 41
2.3.2 Perkembangan Terkini dalam Penelitian Manfaat dan Gratifikasi ... 42
2.4 Teori Kebutuhan Terhadap Media Massa ... 43
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 46
3.1.1 Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU 46 3.1.2 Program Studi ... 56
3.1.3 Visi dan Misi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 57 3.1.4 Tujuan, Tugas dan Fungsi FISIP USU ... 57
3.2 Sekilas Tentang Radio Delta FM... 58
3.2.1 Sekilas Tentang Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 60
3.3 Metodologi Penelitian ... 63
3.3.1 Metode Penelitian... 63
3.3.2 Lokasi Penelitian ... 63
3.3.3 Waktu Penelitian ... 63
3.4 Populasi dan Sampel ... 64
3.4.1 Populasi ... 64
3.4.2 Sampel ... 65
3.5 Teknik Penarikan Sampel ... 68
3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 68
3.7 Teknik Analisis Data ... 69
BAB IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data ... 72
4.1.1 Langkah-langkah Pengumpulan Data ... 72
4.2 Proses Pengolahan Data ... 73
4.3.1 Karakteristik Responden ... 74
4.3.2 Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM 77 4.3.3 Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) ... 90
4.4 Analisa Tabel Silang ... 102
4.5 Uji Hipotesa ... 110
4.6 Pembahasan ... 112
BAB V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan... 114
5.2 Saran ... 116
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
Daftar Tabel
Tabel 1 Operasional Variabel ... 17
Tabel 3.1 Jumlah Populasi Mahasiswa S-1 Reguler Aktif FISIP USU Angkatan 2005-2006 ... 64
Tabel 3.2 Jumlah Sampel Setiap Departemen ... 67
Tabel 4.1 Jenis Kelamin Responden ... 75
Tabel 4.2 Departemen Responden ... 75
Tabel 4.3 Stambuk Responden ... 76
Tabel 4.4 Frekuensi Responden Mendengarkan Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 76
Tabel 4.5 Kesesuaian Frekuensi Penyiaran Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 77
Tabel 4.6 Waktu Penyiaran Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 78
Tabel 4.7 Durasi Penyiaran Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 79
Tabel 4.8 Tampilan Siaran Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 79
Tabel 4.9 Program Acara “You’ve Got A Friend” sebagai sebuah show .. 80
Tabel 4.10 Pemilihan lagu dengan tema yang diangkat setiap siaran ... 81
Tabel 4.11 Topik yang diangkat setiap siaran di Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 82
Tabel 4.12 Program Acara “You’ve Got A Friend” sebagai teman dan sahabat ... 82
Tabel 4.13 Kejelasan topik atau tema yang diangkat setiap siaran Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 83
Tabel 4.14 Kualifikasi penyiar Program Acara “You’ve Got A Friend” dalam membawakan materi siaran... 84
Tabel 4.15 Kualifikasi penyiar Program Acara “You’ve Got A Friend” dalam menguasai materi siaran ... 85
Tabel 4.16 Suara penyiar Program Acara “You’ve Got A Friend” ... 86
Tabel 4.18 Interaksi yang dibangun penyiar Program Acara
“You’ve Got A Friend” kepada pendengar ... 88
Tabel 4.19 Kebutuhan akan hasrat ingin melepaskan diri dari permasalahan ... 90
Tabel 4.20 Kebutuhan dalam menyalurkan emosi ... 90
Tabel 4.21 Kebutuhan dalam melepaskan diri dari kegiatan rutin ... 91
Tabel 4.22 Kebutuhan dalam sesaat melupakan masalah yang ada... 92
Tabel 4.23 Kebutuhan dalam mengurangi ketegangan yang dialami ... 93
Tabel 4.24 Kebutuhan dalam mengurangi kegelisahan ... 94
Tabel 4.25 Kebutuhan dalam menghilangkan kebosanan ... 95
Tabel 4.26 Kebutuhan dalam melupakan sejenak tugas berat ... 95
Tabel 4.27 Kebutuhan dalam mengatasi kesepian ... 96
Tabel 4.28 Kebutuhan dalam mendapatkan hiburan ... 97
Tabel 4.29 Kebutuhan untuk sejenak bersantai ... 97
Tabel 4.30 Tingkat partisipasi responden dalam memilih lagu Atau music director ... 98
Tabel 4.31 Tingkat partisipasi responden dalam mengirimkan cerita ... 99
Tabel 4.32 Tingkat partisipasi responden dalam memberikan komentar atau masukan ... 99
Tabel 4.33 Tingkat partisipasi responden untuk mendengarkan cerita atau lagu saja ... 100
Tabel 4.34 Ketertarikan responden untuk kembali mendengarkan siaran program acara “You,ve Got A Friend” ... 101
Tabel 4.35 Pelajaran berharga yang diperoleh setelah mendengarkan siaran program acara “You,ve Got A Friend” ... 101
Tabel 4.36 Perasaan setelah mendengar setelah mendengarkan siaran program acara “You,ve Got A Friend” ... 102
Tabel 4.37 Hubungan antara Program acara “You’ve Got A Friend” dijadikan sebagai teman dan sahabat terhadap Pemenuhan kebutuhan dalam mengatasi kesepian ... 104
Tabel 4.38 Hubungan antara Program acara “You’ve Got A Friend”
Pemenuhan kebutuhan dalam mengurangi kegelisahan ... 105
Tabel 4.39 Hubungan antara Topik yang diangkat setiap siaran di
program acara “You’ve Got A Friend” dengan Pelajaran
berharga yang diperoleh setelah mendengar program
acara “You’ve Got A Friend” ... 106
Tabel 4.40 Hubungan antara Waktu untuk berinteraksi yang diberikan
penyiar kepada pendengar terhadap Pemenuhan kebutuhan
dalam menyalurkan emosi... 107
Tabel 4.41 Hubungan antara Tampilan siaran program acara
“You’ve Got A Friend” terhadap Pemenuhan kebutuhan
akan hasrat melepaskan diri dari permasalahan ... 108
Tabel 4.42 Hubungan antara Kualifikasi penyiar program acara
“You’ve Got A Friend” dalam membawakan siaran
terhadap Pemenuhan kebutuhan menghilangkan kebosanan ... 109
Tabel 4.43 Hasil Uji Korelasi Spearman Menggunakan Piranti
Lunak SPSS versi 13.0 ... 110
Daftar Gambar
Gambar 1 Model Uses and Gratifications... 13
Gambar 2 Model Teoritis ... 17
DAFTAR LAMPIRAN
- Kuesioner Penelitian
- Tabel Fotron Cobol
- Tabel Data Mentah
- Lembar Catatan Bimbingan Skripsi
ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) (Studi Korelasional Tentang Program Acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM terhadap pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan, berapa erat hubungan, dan berarti tidaknya hubungan antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM terhadap pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FISIP USU stambuk 2005 dan 2006 yang masih aktif kuliah dan pernah mendengar program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM minimal tiga kali. Untuk menentukan populasi yang layak dijadikan sampel digunakan penghitungan berdasarkan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 orang. Sementara teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui data primer yaitu berdasarkan hasil kuesioner, dan juga melalui data sekunder yaitu dengan mempelajari dan mengumpulkan data-data dari literatur dan sumber bacaan yang dianggap relevan serta mendukung penelitian.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji hipotesis melalui rumus Koefisien Korelasi Rank Order (Tata Jenjang) oleh Spearman. Dari hasil penelitian ini maka diperoleh nilai koefisien korelasi dengan tingkat signifikansi (∝) = 0,01. untuk melihat kuat lemahnya korelasi (hubungan) antara kedua variabel dalam penelitian ini digunakan skala Guilford. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang cukup berarti antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM terhadap pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU. Dengan demikian, berarti Ha diterima, yaitu
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan berkembangnya masyarakat beserta peradaban dan
kebudayaannya, media mengalami kemajuan pula melalui alat komunikasi yang
dipergunakannya. Semua digunakan untuk memuaskan penggunanya yang
heterogen dengan jangkauan yang sangat luas.
Radio sebagai salah satu bukti nyata dari perkembangan teknologi
komunikasi juga sudah menunjukkan perannya dalam kehidupan. Radio
merupakan salah satu media komunikasi massa. Semua media massa pada
umumnya mempunyai fungsi yang sama. Sebagai alat informasi, alat yang
mendidik dan sebagai sarana hiburan.
Media massa sebagai alat pemberi informasi (fungsi informatif), artinya
melalui isinya seseorang dapat mengetahui, memahami sesuatu. Selain sebagai
pemberi informasi, media massa juga berfungsi sebagai alat yang mendidik
(fungsi edukatif), artinya isinya dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
dan moral seseorang.
Media sebagai alat penghibur (fungsi entertainment), artinya media massa
menjalankan fungsinya sebagai pelepas khalayak dari masalah yang sedang
dihadapi. Rasa jenuh di dalam melakukan aktivitas rutin pada saat tertentu akan
muncul, disaat itulah media menjadi alternatif untuk membantu kita di dalam
Khalayak juga memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis dari
mengkonsumsi media massa. Manusia tidak saja perlu untuk memenuhi
kebutuhan fisiknya, namun ia juga harus memenuhi kebutuhan rohaninya atau
jiwanya. Kebutuhan ini dapat terpuaskan dengan adanya media massa. Media
massa memenuhi kebutuhan tersebut dengan sajian yang menurut media yang
bersangkutan dapat dinikmati dan memiliki nilai estetika.
Fungsi lain dari media massa sebagai sarana hiburan dan pelepasan adalah
sebagai penyaluran emosi. Emosi pasti melekat dalam diri setiap manusia, dan
layaknya magma yang tersimpan di dalam perut bumi, emosi ada saatnya untuk
dikeluarkan. Emosi butuh penyaluran, dan salah satu salurannya adalah dengan
mengkonsumsi media massa atau memproduksi media yang senada dengan
emosinya.
Ketenangan memang bukan hal yang mudah ditemui di tengah-tengah
kesibukan sehari-hari. Dalam pemberitaan-pemberitaan di media massa, kerap
diungkapkan bagaimana kegelisahan yang sering melanda kehidupan modern ini.
Orang zaman sekarang cenderung hidup tanpa ketenangan, mudah emosi dan
kerap diganggu perasaan kesal, sementara persoalan hidup datang silih berganti,
mereka seperti tidak tahu cara menetralisir ketegangan hidup.
Seandainya saja orang masih melihat ada yang berharga dalam hidupnya,
tentu ia akan berusaha keluar dari rentetan masalah yang dihadapinya. Karena itu,
perlu bagi setiap orang menyadari potensi atau kegemaran tertentu yang bisa
dijadikannya sebagai sarana melepaskan diri dari masalah atau emosi. Sarana-
sarana ini bisa menyegarkan kembali pikiran dan perasaan yang sedang penat.
memainkan alat musik yang disukainya. Sarana pelepasan, kalau digunakan
dengan semestinya tidak akan mencelakakan kita. Semuanya bisa memberikan
‘makanan’ sehat yang akan menyiapkan kita berfungsi lebih efektif dalam dunia
yang tak pernah lepas dari persoalan.
Media massa berupa radio bisa menjadi sebuah alternatif untuk
menyalurkan emosi dan beban pikiran yang dimiliki seseorang. Kreativitas yang
tinggi dari para pekerja radio dengan melahirkan suatu program acara yang
manarik dan dapat menampung keluh-kesah atau curahan hati pendengarnya
merupakan salah satu pilihan untuk tempat pelepasan dan ‘melarikan diri’ dari
suatu masalah.
“You’ve Got A Friend” adalah sebuah program acara radio yang dimiliki
Delta FM, direlay dari 99,5 FM FeMale Radio Jakarta dan ditemani sang penyiar
yang menjadi teman baik pendengar sepanjang malam. Program acara “You’ve
Got A Friend” ini biasa disingkat dengan YGAF. Acara YGAF ini disiarkan
setiap hari Senin hingga Jumat, dari pukul 21.00-24.00 WIB. Penyiar akan
mengajak pendengar berbagi dan menikmati kekuatan lagu-lagu yang punya
keterkaitan dengan pengalaman, masalah atau memori yang dimiliki oleh
pendengar.
Sesuai dengan judulnya, program acara “You’ve Got A Friend” ini
menemani para pendengar layaknya seorang teman, serta mengajak pendengar
untuk saling berbagi cerita pengalaman hidup masing-masing atau masalah yang
sedang dihadapi. Program acara ini didesain untuk sharing, ajang mencari solusi
dari masalah yang dihadapi. Setiap hari ada satu atau lebih topik cerita yang
(short message system) yang disediakan, selanjutnya pendengar akan ikut
menanggapi atau memberikan masukan terhadap topik permasalahan atau cerita
yang dibahas tersebut. Program acara “You’ve Got A Friend” ini tidak melulu
membahas topik masalah yang sedang dihadapi, penyiar juga mengajak pendengar
untuk berbagi memori atau pengalaman-pengalaman hidup yang sedih, lucu atau
bahagia.
Pada program acara “You’ve Got A Friend” ini, penyiar selalu
mengangkat topik-topik ringan, sehingga pendengar santai mengikuti acara ini.
Musik-musik yang dihadirkan juga enak didengar, dengan berbagai macam variasi
jenis musik yang disukai oleh pendengar umumnya. Lagu-lagu yang diputar pada
acara ini tidak selalu baru, tetapi juga lagu-lagu lama yang tak lekang oleh waktu
dan enak didengar. Kebanyakan lagu-lagu lama itu membuka memori pendengar
akan kenangan dari lagu tersebut.
Pada umumnya, segmentasi dari radio Delta FM adalah pendengar yang
sudah dewasa atau berusia 30-50 tahun ke atas, tetapi selama peneliti mendengar
program acara ini, usia pendengar program acara “You’ve Got A Friend” di Delta
FM banyak yang berkisar 18-30 tahun. Hal ini menjelaskan bahwa mahasiswa
yang berusia dalam kisaran 20-an tahun juga turut mendengarkan acara ini dan
ikut berbagi cerita di dalamnya, mengingat usia pada tingkat mahasiswa masih
tergolong pada usia yang cenderung memiliki emosi yang masih labil dan rentan
pada konflik terhadap orang lain dan dirinya sendiri, berupa persoalan hidup,
pencarian jati diri, dsb. Di tengah himpitan konflik dan persoalan hidup yang
mendera, mahasiswa memerlukan suatu tempat atau wadah untuk melepaskan
acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM bisa menjadi pilihan bagi mereka yang
ingin melepaskan emosi, masalah serta pengalaman hidup masing-masing.
Peneliti memilih mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) sebagai lokasi dan objek penelitian,
karena mahasiswa adalah elemen yang memiliki wawasan yang cukup luas dan
selalu berusaha menjalani hidup lebih bijaksana dan peka terhadap orang dan
lingkungan sekitar. Pertimbangan lain yang menjadikan mahasiswa sebagai objek
penelitian adalah karena mahasiswa merupakan khalayak yang sangat aktif dalam
menggunakan media massa baik cetak maupun elektronik. Alasan lain peneliti
memilih mahasiswa FISIP USU sebagai objek penelitian adalah karena peneliti
juga seorang mahasiswa FISIP USU sehingga memudahkan dalam melakukan
penelitian.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti program acara
“You’ve Got A Friend” di Delta FM dan pemenuhan kebutuhan pelepasan
(Diversion) di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
1.2
Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat
dikemukakan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
“Sejauhmanakah hubungan antara program acara “You’ve Got A Friend” di Delta
FM dengan pemenuhan kebutuhan pelepasan (Diversion) di kalangan mahasiswa
FISIP USU di kota Medan?”
1.3 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari permasalahan yang terlalu luas sehingga dapat
mengaburkan penelitian, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti.
Adapun pembatasan masalah tersebut adalah :
a. Penelitian ini bersifat korelasional, yaitu bersifat mencari atau
menjelaskan hubungan dan menguji hipotesis.
b. Masalah yang diteliti adalah pemenuhan kebutuhan pelepasan (diversion)
pendengar, dalam hal ini adalah mahasiswa FISIP USU.
c. Objek penelitian ini adalah mahasiswa FISIP USU program reguler S-1
stambuk 2005-2006 yang masih aktif kuliah dan yang sudah pernah
mendengar program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM minimal
tiga kali.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui bagaimana tampilan acara, topik yang diangkat pada
program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM yang disiarkan setiap
hari Senin hingga Jumat pada pukul 21.00 WIB – 24.00 WIB.
b. Untuk mengetahui apakah program acara “You’ve Got A Friend” di Delta
FM mampu memenuhi kebutuhan pelepasan (diversion) mahasiswa FISIP
USU.
c. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara program acara “You’ve
Got A Friend” di Delta FM dengan pemenuhan kebutuhan pelepasan
(Diversion) di kalangan mahasiswa FISIP USU.
1.4.2 Manfaat Penelitian
a. Secara akademik, penelitian ini disumbangkan kepada FISIP USU,
khususnya Departemen Ilmu Komunikasi dalam rangka memperkaya
khasanah penelitian dan sumber bacaan.
b. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
dan wawasan peneliti terhadap penelitian.
c. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi kepada pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan berkenaan
1. 5 Kerangka Teori
Kerlinger menyebutkan, teori adalah himpunan konstruk (konsep),
definisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala
dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan
gejala tersebut (Rakhmat, 2004 : 6).
Teori digunakan untuk menuntun peneliti menemukan masalah penelitian,
menemukan hipotesis, menemukan konsep-konsep, menemukan metodologi, dan
menemukan alat-alat analisis data (Bungin, 2005 : 25).
Dalam penelitian ini, teori-teori yang dianggap relevan adalah Komunikasi
dan Komunikasi Massa, Teori Uses and Gratifications, dan Teori Kebutuhan
Terhadap Media Massa.
1.5.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa
Setiap orang yang hidup dalam masyarakat, sejak bangun tidur sampai
tidur kembali, secara kodrati senantiasa terlibat dalam komunikasi. Terjadinya
komunikasi adalah sebagai konsekuensi hubungan sosial (social relations).
Masyarakat paling sedikit terdiri dari dua orang yang saling berhubungan satu
sama lain, yang disebabkan oleh hubungan tersebut, menimbulkan interaksi sosial
(social interaction) dan terjadinya interaksi sosial disebabkan oleh interkomunikasi (intercommunication) (Effendy, 2004 : 3).
Komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian suatu pesan oleh
seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk merubah sikap,
pendapat atau perilaku baik langsung maupun tidak langsung melalui media.
Tujuan utama mempelajari komunikasi adalah untuk mengetahui bagaimana efek
menginginkan agar suatu pesan membangkitkan tanggapan yang kita kehendaki.
Dalam setiap peristiwa komunikasi, meliputi lima unsur yaitu (Effendy, 2005:10):
- Komunikator : orang yang menyampaikan pesan
- Pesan : pernyataan yang didukung oleh lambang
- Media : orang yang menerima pesan
- Komunikan : sarana atau saluran yang mendukung pesan bila
komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya.
- Efek : dampak sebagai pengaruh dari pesan.
Komunikasi dapat berlangsung dengan atau tanpa media. Komunikasi
dengan menggunakan media yang ditujukan kepada khalayak disebut komunikasi
massa (mass communication). Pengertian komunikasi massa, merujuk kepada
pendapat Tan dan Wright, dalam Liliweri, 1991, merupakan bentuk komunikasi
yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan
komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh
(terpencar), sangat heterogen dan menimbulkan efek. Sedangkan menurut ahli
komunikasi lainnya, Joseph A. Devito merumuskan komunikasi massa yakni
pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa,
kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini berarti bahwa khalayak meliputi
seluruh penduduk atau semua orang yang menggunakan media massa. Kedua,
komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar–pemancar
yang audio visual (Ardianto, 2003:11).
Salah satu definisi komunikasi massa yang dikemukakan Michael W.
komunikasi massa. Menurut mereka sesuatu bisa didefinisikan sebagai
komunikasi massa jika mencakup:
1. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern
untuk menyebarkan atau memancarkan pesan secara cepat kepada
khalayak yang luas dan tersebar.
2. Komunikator dalam komunikasi massa dalam menyebarkan
pesan-pesannya bermaksud mencoba berbagi pengertian dengan jutaan orang
yang tidak saling kenal atau mengetahui sama sekali.
3. Pesan adalah publik. Artinya bahwa pesan ini bisa didapatkan dan diterima
oleh banyak orang.
4. Sebagai sumber, komunikator massa biasanya organisasi formal seperti
jaringan, ikatan atau perkumpulan.
5. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekepeer (pentasbih informasi).
Artinya pesan-pesan yang disebarkan atau dipancarkan di kontrol oleh
sejumlah individu dalam lembaga tersebut sebelum disiarkan lewat media
massa.
6. Umpan balik dalam komunikasi massa sifatnya tertunda (delayed).
(Nurudin, 2004 : 7)
Saat ini bidang komunikasi massa sedang mengalami perubahan besar.
Karena media teknologi baru yang memberi lebih banyak kemudahan bagi para
pengguna, konsep dasar komunikasi massa mengalami perubahan.. Teori dalam
komunikasi massa butuh penyesuaian dan beradaptasi berkaitan dengan
perubahan-perubahan itu untuk menyesuaikan dengan lingkungan baru (Severin
1.5.2 Teori Uses and Gratifications
Herbert Blumer dan Elihu Katz adalah orang pertama yang mengenalkan
teori ini. Teori ini diperkenalkan pada tahun 1974 dalam bukunya The Uses Of
Mass Communications: Current Perspectives and Gratification Research.
Dikatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan
menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media itu adalah pihak
yang aktif dalam proses komunikasi (Nurudin, 2004:181) Katz juga mengatakan
bahwa penelitian ini diarahkan kepada jawaban terhadap pernyataan Apa yang
dilakukan Media untuk khalayak (What do the media do to people?) (Effendy,
2003: 289).
Dalam Rakhmat (2005:205), Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael
Gurevitch, uses and gratifications meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis
dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau
sumber-sumber lain, yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau
keterlibatan pada kegiatan lain), dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan
akibat-akibat lain, barangkali termasuk juga yang tidak kita inginkan. Blumler dan
Katz, 1974 menjelaskan bahwa mereka juga merumuskan asumsi-asumsi dasar
dari teori ini
1. Khalayak dianggap aktif, artinya: sebagian penting dari penggunaan media
massa diasumsikan mempunyai tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan
pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota
3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk
memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah
bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Bagaimana
kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada
perilaku khalayak yang bersangkutan.
4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan
anggota khalayak; artinya, orang dianggap cukup mengerti untuk
melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu.
5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan
sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.
Teori Uses and Gratifications lebih menekankan pada pendekatan
manusiawi di dalam melihat media. Artinya, manusia itu punya otonomi,
wewenang untuk memperlakukan media. Blumer dan Katz percaya bahwa tidak
hanya ada satu jalan bagi khalayak untuk menggunakan media. Sebaliknya,
mereka percaya bahwa ada banyak alasan khalayak untuk menggunakan media.
Menurut pendapat teori ini, konsumen media mempunyai kebebasan untuk
memutuskan bagaimana (lewat media mana) mereka menggunakan media dan
bagaimana media itu akan berdampak bagi dirinya (Nurudin, 2004:181). Maka
penjabaran uses and gratifications digambarkan seperti berikut (Rakhmat 2004 :
Anteseden Motif Penggunaan Media Efek
-Variabel Individual - Personal - Hubungan - Kepuasan
-Variabel Lingkungan - Diversi - Macam isi - Pengetahuan
- Personal Identity - Hubungan dengan isi
Gambar 1. Model Uses and Gratifications
Pada gambar diatas dijelaskan bahwa Anteseden meliputi Variabel
Individual yang terdiri dari data demografis seperti; usia, jenis kelamin, dan
faktor-faktor psikologis komunikan. Dalam variabel lingkungan yang tercakup di
dalamnya adalah organisasi, sistem sosial dan struktur sosial.
Motif tidak terbatas, tapi operasionalisasi Blumler dalam Rakhmat
(1993:66) menyebutkan tiga orientasi: Orientasi Kognitif (kebutuhan informasi),
Surveillance (pengawasan lingkungan) atau eksplorasi realitas, diversi (kebutuhan
akan pelepasan dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan), serta identitas personal
(yakni menggunakan isi media untuk memperkuat atau menonjolkan sesuatu yang
penting dalam kehidupan atau situasi khalayak sendiri.
Beberapa ahli menyebutkan bahwa motif dasar menggunakan media
adalah kebutuhan akan kontak sosial. Oleh Katz, Blumler dan Gurevitch dalam
Rakhmat (2005:208) kontak sosial tersebut dikelompokkan pada “aliran”
Unifungsional. Kemudian disebutkan dua fungsi media massa lainnya (“aliran” bifungsional). Media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi —
Menurut Weiss; atau hiburan dan informasi— Menurut Wilbur Schramm. Yang
lain lagi menyebutkan empat fugsi media massa dalam memenuhi kebutuhan:
Surveillance (pengawasan lingkungan), correlation (hubungan sosial), hiburan
Penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam
berbagai media jenis isi media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara
individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media
secara keseluruhan. Sedangkan yang terakhir adalah Efek media, yang dapat
dioperasioanalisasikan sebagai evaluasi kemampuan media untuk memberikan
kepuasan.
1.5.3 Teori Kebutuhan Terhadap Media Massa
Ada berbagai kebutuhan yang dipuaskan oleh media massa. Pada saat
yang sama, kebutuhan ini dapat dipuaskan oleh sumber-sumber lain selain media
massa. Kita ingin mencari kesenangan, media massa dapat memberikan hiburan.
Kita mengalami goncangan batin, media massa memberikan kesempatan untuk
melarikan diri dari kenyataan. Kita kesepian, dan media massa berfungsi sebagai
sahabat. Tentu saja, hiburan, ketenangan, dan persahabatan dapat juga diperoleh
dari sumber-sumber lain seperti kawan, hobi, atau tempat ibadat. (Rakhmat,
2005:212)
Khalayak merupakan pihak yang aktif dalam memanfaatkan media massa.
Khalayak aktif dalam memilih media karena masing-masing orang berbeda
tingkat pemanfaatan medianya. Khalayak yang senang mencari berbagai informasi
akan mencari kepuasan pada media yang bisa memberikan kebutuhannya itu lewat
media yang dipilihnya. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media
yang paling baik dalam usaha memenuhi kebutuhannya. (Nurudin, 2004:181)
Uses and Gratifications dimulai di lingkungan sosial, dimana yang dilihat
kelompok dan ciri-ciri kepribadian. Kebutuhan individual dikategorisasikan
(Effendy, 2003:294), sebagai berikut:
1. Kebutuhan Kognitif (Cognitive Needs).
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan dan
pemahaman mengenai lingkungan. kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk
memahami dan menguasai lingkungan; juga memuaskan rasa penasaran dan
dorongan untuk penyelidikan
2. Kebutuhan Afektif ( Affective Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman
yang estetis, menyenangkan dan emosional.
3. Kebutuhan Pribadi Secara Integratif (Personal Integrative Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman
yang estetis, menyenangkan dan emosional.
4. Kebutuhan Sosial Secara Integratif ( Social Integrative Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kontak dengan keluarga,
teman dan dunia. Hal-hal tersebut didasarkan pada hasrat berafiliasi.
5. Kebutuhan Pelepasan (Escapist Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan upaya menghindarkan tekanan,
ketegangan, dan hasrat akan keanekaragaman.
Dengan adanya kebutuhan-kebutuhan dari diri khalayak, membuat
khalayak menjadi aktif dalam menggunakan media. Khalayak menjadi produktif
dalam mengkonsumsi media. Sehingga khalayak akan memilih media yang
1.6 Kerangka Konsep
Nawawi (1997 : 40) mengatakan bahwa langkah yang harus dilakukan
setelah sejumlah teori diuraikan adalah merumuskan kerangka konsep sebagai
hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan
hasil penelitian yang akan dicapai, dan sebagai bahan yang akan menuntun dalam
merumuskan hipotesa penelitian.
Kerangka konsep dari satu gejala sosial yang memadai diperlukan untuk
menyajikan masalah penelitian dengan cara yang jelas dan dapat diuji, karena itu
variabel-variabel yang penting harus didefinisikan dengan jelas, setidaknya
beberapa variabel yang harus didefenisikan secara operasional untuk
memungkinkan dalil-dalil yang dapat diuji.
Dalam penelitian ini ditetapkan kerangka konsep metodologi penelitian
dalam bentuk kelompok variabel, sebagai berikut :
a. Variabel Bebas atau Independent Variable (X)
Variabel bebas merupakan variabel yang diduga sebagai penyebab atau
pendahulu dari variabel yang lain (Rakhmat, 1991 : 12). Variabel bebas
dalam penelitian ini adalah Program Acara “You’ve Got A Friend” di
Delta FM .
b. Variabel Terikat atau Dependent Variable (Y)
Variabel terikat adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau yang
dipengaruhi oleh variabel yang mendahului (Rakhmat, 1991:12). Variabel
terikat dalam penelitian ini adalah Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan
1.7 Model Teoritis
Karakteristik Kebutuhan Program Acara Pemenuhan Reponden Pelepasan “You’ve Got A Friend” Kebutuhan
(Diversion) di Delta FM Pelepasan
[image:32.595.110.514.96.238.2](Diversion)
Gambar 2. Model Teoritis
1.8 Operasional Variabel
Berdasarkan kerangka konsep dan kerangka teori yang telah dijelaskan di
atas, maka dibuat operasioanalisasi variabel yang berfungsi untuk membentuk
kesamaan dan kesesuaian dengan penelitian, yaitu :
Variabel Teoritis Variabel Operasional Variabel Bebas (X)
Program Acara “You’ve Got
A Friend” di Delta FM
a. Frekuensi penyiaran
b. Waktu penyiaran
c. Lama penyiaran
d. Format penyiaran
- tampilan siaran
- penilaian terhadap siaran
- pemilihan lagu
e. Tema atau materi acara
f. Kejelasan materi acara
g. Kualifikasi penyiar
- membawa acara
- menguasai materi acara
- suara penyiar
- Interaksi dengan pendengar
Anteseden Motif Penggunaan
Media
Variabel Terikat (Y)
Pemenuhan Kebutuhan
Pelepasan (Diversion)
a. Hasrat ingin melepaskan diri dari
permasalahan
b. Melepaskan emosi
c. Melepaskan diri dari kegiatan rutin
d. Sesaat melupakan masalah yang ada
e. Mengurangi ketegangan
f. Mengurangi kegelisahan yang sedang
dialami
g. Menghilangkan kebosanan
h. Melupakan sejenak tugas berat yang
sedang dilakukan
i. Mengatasi kesepian
j. Terhibur
k. Sejenak bersantai
Karakteristik Responden
a. Jenis Kelamin
b. Departemen
c. Angkatan / Stambuk
d. Frekuensi mendengarkan Program
[image:33.595.113.515.79.484.2]Acara “You’ve Got A Friend”
Tabel 1. Operasional Variabel
I.9 Defenisi Variabel Operasional
Definisi operasional memberikan makna pada konstruk atau variabel
dengan cara menetapkan aktivitas-aktivitas operasi yang diperlukan untuk
mengukurnya (Bulaeng, 2004:60). Dengan kata lain, definisi operasional adalah
suatu informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin
menggunakan variabel yang sama.
Variabel operasional yang meliputi variabel penelitiannya sebagai berikut:
• Frekuensi penyiaran, yaitu intensitas atau seberapa sering program acara
tersebut disiarkan. Dalam hal ini, “You’ve Got A Friend” disiarkan setiap
hari Senin hingga Jumat.
• Waktu penyiaran, yaitu jadwal penyiaran suatu program acara disiarkan.
Dalam hal ini, “You’ve Got A Friend” disiarkan pada pukul 21.00 WIB.
• Lama penyiaran, yaitu durasi program acara tersebut disiarkan. Acara
“You’ve Got A Friend” berdurasi selama 3 jam.
• Format penyiaran, yaitu bentuk atau tampilan suatu program acara. Dalam
hal ini, “You’ve Got A Friend” menyuguhkan kepada pendengar
topik-topik cerita yang akan dibahas pada jam siaran tersebut kemudian penyiar
mempersilahkan pendengar lain untuk memberikan komentar atau
masukan.
• Tema atau materi acara, yaitu sesuatu yang menjadi bahan untuk
dipikirkan, dibicarakan, dsb. Dalam penelitian ini, apa saja bahan cerita
yang diangkat dalam program acara “You’ve Got A Friend”.
• Kejelasan materi acara, yaitu keadaan jelas/ gamblang suatu materi acara.
Dalam hal ini, kejelasan jalan cerita yang diangkat atau yang disampaikan
dalam program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM dapat dipahami
dengan baik atau tidak oleh responden saat mendengarnya.
• Kualifikasi penyiar, yaitu keahlian atau kecakapan yang diperlukan
penyiar ketika membawan suatu acara radio. Kepiawaian dan karakter
suara penyiar harus dapat menarik perhatian pendengar, komunikatif dan
juga menjadi modal utama. Dalam hal ini, yang menjadi penyiar program
acara “You’ve Got A Friend” adalah Rudi Dahlan.
2. Variabel Terikat (Pemenuhan kebutuhan Pelepasan (Diversion)), terdiri dari :
• Hasrat ingin melepaskan diri dari masalah, yaitu keinginan responden
untuk melepaskan diri dari keadaan yang tidak menyenangkan dengan
bergabung dan mendengarkan program acara “You’ve Got A Friend” di
Delta FM.
• Melepaskan emosi, yaitu responden bisa menyalurkan/ mencurahkan
keadaan atau reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan,
kesedihan, tekanan, kecintaan, keberanian yang bersifat subjektif) yang
terpendam dalam hatinya pada acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Melepaskan diri dari kegiatan rutin, yaitu responden bisa meninggalkan
sejenak kegiatan rutin dengan mendengarkan dan bergabung pada program
acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Sesaat melupakan masalah yang ada, yaitu responden bisa melupakan
masalah yang sedang dialami dengan mendengarkan program acara
“You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Mengurangi ketegangan, yaitu pelepasan ketegangan dari dalam diri
responden setelah mendengarkan atau bergabung dalam program acara
“You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Mengurangi kegelisahan yang sedang dialami, yaitu responden bisa
mengurangi kegelisahan yang dialami dengan mendengarkan program
acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM dan berbagi dalam acara
• Menghilangkan kebosanan, yaitu responden kembali memiliki kesenangan
dan melupakan sebuah kejenuhan yang sempat dirasakan setelah
mendengarkan program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Melupakan sejenak tugas berat yang sedang dilakukan, yaitu responden
bisa sejenak melupakan tugas berat yang sedang dilakukan ketika
mendengarkan program acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Mengatasi kesepian, yaitu responden bisa mengalihkan rasa kesepian yang
dialami dengan mendengarkan program acara “You’ve Got A Friend” di
Delta FM dan bergabung dalam acara tersebut. Dengan merasakan
memiliki teman dan sahabat, rasa kesepian bisa diatasi.
• Terhibur, yaitu responden merasa terhibur setelah mendengarkan program
acara “You’ve Got A Friend” di Delta FM.
• Sejenak bersantai, yaitu responden bisa merasakan sejenak relaksasi dan
sejenak bersantai dari rutinitas hidup yang dialami.
3. Karakteristik Responden
• Jenis Kelamin, yaitu jenis kelamin pria dan wanita yang dijadikan sampel
atau responden.
• Departemen, yaitu disiplin ilmu yang trecakup dalam suatu bidang
tertentu.
• Angkatan, yaitu tahun masuk mahasiswa FISIP USU yang menjadi
responden.
• Frekuensi mendengarkan program acara “You’ve Got A Friend”, yaitu
tingkat keseringan responden mendengarkan acara “You’ve Got A Friend”
1.10 Hipotesa
Hipotesa adalah sarana penelitian ilmiah yang penting dan tidak bisa
ditinggalkan karena marupakan instrumen kerja dari teori (Singarimbun, 1995 :
43). Hipotesa adalah kesimpulan yang masih belum final, dalam arti masih harus
dibuktikan atau diuji kebenarannya (Nawawi, 1991 : 44).
Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak terdapat hubungan antara program acara “You’ve Got A
Friend” di Delta FM dengan pemenuhan kebutuhan pelepasan (Diversion)
di kalangan mahasiswa FISIP USU.
Ha : Terdapat hubungan antara program acara “You’ve Got A Friend”
di Delta FM dengan pemenuhan kebutuhan pelepasan (Diversion) di
BAB II
URAIAN TEORITIS
2.1 Komunikasi
2.1.1 Pengertian Komunikasi
Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan
manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin
mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia
perlu berkomunikasi.
Banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang
sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Profesor Wilbur
Schramm menyebutkan bahwa komunikasi dan masyarakat adalah dua kata
kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi
tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia
tidak mungkin mengembangkan komunikasi (Schramm; 1982 dalam Cangara,
2007:1).
Secara etimologis atau menurut asal katanya, istilah komunikasi atau
dalam bahasa Inggris communication, berasal dari bahasa Latin, yaitu
communicatio. Kata ini bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di
sini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2004:3-6).
Jadi, komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat
terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya
maka komunikasi berlangsung. Atau dapat dikatakan, hubungan antara mereka itu
bersifat komunikatif.
Secara terminologis, komunikasi berarti proses penyampaian suatu
pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa
komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu
kepada orang lain.
Dalam pengertian paradigmatis, komunikasi mengandung tujuan tertentu;
ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik
media massa seperti surat kabar, radio, televisi, atau film, maupun media
nonmassa, misalnya surat, telepon, papan pengumuman, poster, spanduk, dan
sebagainya.
Jadi komunikasi dalam pengertian paradigmatis bersifat intensional,
mengandung tujuan; karena itu harus dilakukan dengan perencanaan. Sejauh mana
kadar perencanaan itu, bergantung kepada pesan yang akan dikomunikasikan dan
pada komunikan yang dijadikan sasaran.
Mengenai pengertian komunikasi secara paradigmatis ini banyak defenisi
yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi dari sekian banyak defenisi itu dapat
disimpulkan secara lengkap dengan menampilkan maknanya yang hakiki, yaitu:
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang
lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik
secara lisan maupun tak langsung melalui media.
Dalam defenisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi tahu atau mengubah
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari
bahasa Latin communis yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau
communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama
(communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal-usul kata komunikasi,
yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi
menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara
sama (Mulyana, 2005 : 4).
Secara paradigmatis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan
oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap,
pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui
media (Effendy, 2004 : 5).
Harold Laswell dalam karyanya, The Structure and Function of
Communication in Society dalam Effendy (2005:10), mengatakan bahwa cara
yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai
berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?
Paradigma Laswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima
unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni :
- Komunikator (communicator, source, sender)
- Pesan (message)
- Media (channel, media)
- Komunikan (communicant, communicatee, receiver, recipient)
Jadi berdasarkan paradigma Laswell tersebut, komunikasi adalah proses
penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang
menimbulkan efek tertentu.
2.1.2 Fungsi dan Tujuan Komunikasi
Adapun fungsi dari komunikasi, adalah sebagai berikut:
a. Menyampaikan informasi (to inform)
b. Mendidik (to educate)
c. Menghibur (to entertain)
d. Mempengaruhi (to influence) (Effendy, 2005: 8).
Widjaja (2000 : 64), menjelaskan apabila komunikasi dipandang dari arti
yang lebih luas tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi
sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar-menukar data, fakta, dan
ide maka fungsinya dalam setiap sistem sosial adalah sebagai berikut:
1. Informasi, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita,
data, gambar, fakta, pesan, opini, dan komentar yang dibutuhkan agar
dapat dimengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan
orang lain agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
2. Sosialisasi (pemasyarakatan), penyediaan sumber ilmu pengetahuan yang
memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat
yang efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya dan dapat aktif di
dalam masyarakat.
3. Motivasi, menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun
mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama
yang akan dikejar.
4. Perdebatan dan diskusi, menyediakan dan saling menukar fakta yang
diperlukan untuk memungkinkan persetujuan atau penyelesaian perbedaan
pendapat mengenai masalah publik, menyediakan bukti-bukti relevan yang
diperlukan untuk kepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan
diri dengan masalah yang menyangkut kepentingan bersama.
5. Pendidikan, pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong
perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk
keterampilan dan kemahiran yang diperlukan pada semua bidang
kehidupan.
6. Memajukan kehidupan, menyebarkan hasil kebudayaan dan seni dengan
maksud melestarikan warisan masa lalu, mengembangkan kebudayaan
dengan memperluas horison seseorang, serta membangun imajinasi dan
mendorong kreativitas dan kebutuhan estetikanya.
7. Hiburan, penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan imaji dari drama, tari,
kesenian, kesusasteraan, musik, olahraga, kesenangan kelompok, dan
individu.
8. Intergrasi, menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan
untuk memperoleh berbagai pesan yang mereka perlukan agar dapat saling
kenal dan mengerti serta menghargai kondisi pandangan dan keinginan
orang lain.
Adapun tujuan dari komunikasi, adalah sebagai berikut:
b. Perubahan pendapat (opinion change)
c. Perubahan perilaku (behavior change)
d. Perubahan sosial (social change) (Effendy, 2005: 8)
Menurut Widjaja (2000: 109), tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua
perspektif kepentingan, yakni kepentingan sumber/pengirim/komunikator dan
kepentingan penerima/komunikan. Tujuan komunikasi dari sudut kepentingan
sumber yaitu: 1) Memberikan informasi 2) Mendidik 3) Menyenangkan/
menghibur 4) Mengajukan suatu tindakan/ persuasi. Sedangkan tujuan
komunikasi dari sudut kepentingan penerima yaitu : 1) Memahami Informasi 2)
Mempelajari 3) Menikmati 4) Menerima atau menolak anjuran.
2.2 Komunikasi Massa
Komunikasi sebagai subjek penyelidikan ilmiah bukanlah hal unik bagi
bidang komunikasi massa. Para psikolog, politikus, antropolog, sosiolog, bahkan
ekonomikus sekalipun semuanya mempelajari komunikasi. Hal ini dikarenakan
bahwa komunikasi adalah proses sosial dasar manusia. Komunikasi perlu
dikembangkan dalam berbagai bentuk dan struktur sosial atau kelompok
masyarakat.
Secara singkat, komunikasi massa dapat diartikan sebagai komunikasi
melalui media massa, misalnya surat kabar, majalah, televisi, radio. Dalam
komunikasi massa, pesan yang disampaikan kepada massa yang abstrak, karena
disampaikan pada sejumlah orang yang tidak terlihat oleh komunikator, atau
dengan kata lain komunikasi yang terjalin bersifat satu arah saja. Sehingga tidak
Menurut Wilson, komunikasi massa merupakan proses untuk membuat
banyak pesan dengan menggunakan saluran atau media pembagi yang dikenal
dengan media massa, yaitu : buku, pamflet, majalah, surat kabar, radio, TV, film,
telepon, dan lain sebagainya (Liliweri, 1991 : 8).
Pengertian komunikasi massa semakin dipersempit lagi oleh Gabner yang
menyatakan bahwa komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang
berlandaskan tekhnologi dan lembaga dari arus pesan yang berkesinambungan
serta paling luas dimiliki masyarakat industri (Effendy, 2003: 288).
Menurut Effendy, Komunikasi massa ialah komunikasi melalui media
massa modern. Komunikasi massa juga diartikan sebagai penyebaran pesan
dengan menggunakan media yang ditujukan kepada massa yang abstrak, yakni
sejumlah orang yang tidak tampak oleh si penyampai pesan (Effendy, 2003: 79).
Menurut Bungin (2006 : 71) komunikasi massa adalah proses komunikasi
yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan
untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Dengan demikian, maka
unsur-unsur penting dalam komunikasi massa adalah :
a) Komunikator
b) Media massa
c) Informasi (pesan) massa
d) Gatekeeper
e) Khalayak (publik), dan
f) Umpan balik
Berdasarkan defenisi diatas, maka komunikasi massa yang sudah
yang menggunakan media massa modern (Media cetak dan elektronik) dalam
penyampaian informasi maupun pengetahuan yang ditujukan kepada sejumblah
khalayak yang tersebar, heterogen, anonim sehigga pesan yang sama dapat
diterima secara serentak dan sesaat.
2.2.1Karakteristik Komunikasi Massa
Banyak defenisi dari komunikasi massa yang telah dikemukakan oelh
beberapa ahli kmunikasi. Tetapi, dari sekian banyak defenisi itu ada benang merah
kesamaan defenisi satu sama lai. Melalui defenisi itu dapat diketahui karakteristik
dari komunikasi massa, yaitu:
1. Komunikator Terlembagakan
Komunikator dalam komunikasi massa itu bukan satu orang, tetapi
kumpulan orang-orang. Artinya, gabungan antara berbagai macam unsur dan
bekerja satu sama lain dalam sebuah lembaga.
2. Pesan Bersifat Umum
Pesan-pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan kepada satu orang
atau satu kelompok masyarakat tertentu. Oleh karenanya, pesan komunikasi
massa bersifat umum.
3. Komunikatornya Anonim dan Heterogen
Komunikator tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikasinya
menggunakan media dan tidak tatap muka. Disamping anonim, komunikan
dari komunikasi massa juga heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan
4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Komunikasi massa itu ada keserempakan dalam proses penyebaran
pesan-pesannya. Serempak di sini berarti khalayak bisa menikmati media massa
tersebut hampir bersamaan.
5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Dalam komunikasi massa, pesan harus disusun sedemikian rupa berdasarkan
sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang
digunakan.
6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung.
Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima
pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog.
7. Stimuli Alat Indra “Terbatas”
Dalam komunikasi massa, stimuli alat indra bergantung pada jenis media
massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat. Pada radio
siaran, khalayak hanya mendengar sedangkan pada media televisi dan film
menggunakan indra penglihatan dan pendengaran.
8. Umpan Balik Tertunda (Delayed)
Efektivitas komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang
disampaikan oleh komunikan (Ardianto 2004:7).
Menurut Wright (1959) dalam buku Teori Komunikasi (Saverin, 2007:4),
perubahan teknologi baru menyebabkan perubahan dalam defenisi komunikasi
1.Komunikasi massa diarahkan kepada audiens yang relatif besar, heterogen
dan anonim.
2.Pesan-pesan disebarkan secara umum, sering dijadwalkan untuk bisa
mencapai sebanyak mungkin anggota audiens secara serempak dan
sifatnya sementara.
3.Komunikator cenderung berada dan beroperasi dalam sebuah organisasi
yang kompleks yang mungkin membutuhkan biaya yang besar.
2.2.2 Fungsi Komunikasi Massa
Robert K. Merton dalam Bungin (2006: 78) mengemukakan bahwa fungsi
aktivitas sosial memiliki dua aspek, yaitu fungsi nyata (manifest function) adalah
fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi tidak nyata atau tersembunyi (latent
function), yaitu fungsi yang tidak diinginkan. Sehingga pada dasarnya setiap
fungsi sosial dalam masyarakat itu memiliki efek fungsional dan disfungsional.
Fungsi komunikasi media massa sebagai bagian dari komunikasi massa
terdiri atas:
a. Fungsi Pengawasan
Berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif.
Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan untuk aktivitas preventif untuk
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Fungsi persuasif sebagai
upaya memberi reward dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa
b. Fungsi Social Learning
Melakukan guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat.
Media massa bertugas untuk memberikan pencerahan-pencerahan kepada
masyarakat dimana komunikasi massa itu berlangsung.
c. Fungsi Penyampaian Informasi
Yaitu menjadi proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas.
Yang memungkinkan informasi dari sebuah institusi publik tersampaikan kepada
masyarakat secara luas dalam waktu cepat.
d. Fungsi Transformasi Budaya
Komunikasi massa menjadi proses transformasi budaya yang dilakukan
bersama-sama oleh semua komponen komunikasi massa, terutama yang didukung
oleh media massa.
e. Hiburan
Komunikasi massa juga digunakan sebagai medium hiburan, terutama
karena komunikasi massa menggunakan media massa, jadi fungsi-fungsi hiburan
yang ada pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi
massa.
2.2.3 Efek Komunikasi Massa
Efek dari pesan yang disebarkan oleh komunikator melalui media massa
timbul pada komunikan sebagai sasaran komunikasi. Oleh sebab itu, efek melekat
pada khalayak sebagai akibat dari perubahan psikologis (Effendy, 2002 : 318).
a. Efek kognitif, yaitu berhubungan dengan pikiran dan penalaran,
sehingga khalayak yang semula tidak tahu menjadi tahu, yang
tadinya tidak mengerti, bingung menjadi merasa jelas. Beberapa
contoh pesan komunikasi melalui media massa yang menimbulkan
efek kognitif yaitu berita, tajuk rencana, artikel, acara penerangan,
acara pendidikan. Efek kognitif timbul pada diri komunikan yang
bersifat informatif bagi dirinya. Efek kognitif juga membahas
tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam
mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan
keterampilan kognitifnya. Melalui media massa, kita dapat
memperoleh berbagai informasi yang kita butuhkan.
b. Efek afektif, adalah efek yang berhubungan dengan perasaan.
Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya memberitahu khalayak
tentang sesuatu, melainkan lebih daripada itu. Dimana khalayak
dapat turut merasakan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan
sebagainya.
c. Efek konatif, adalah efek yang ditimbulkan dengan niat, tekad,
upaya, usaha, yang cenderung menjadi suatu kegiatan atau
tindakan. Karena berbentuk perilaku, efek konatif juga sering
disebut sebagai efek behavioral. Efek ini tidak langsung timbul
sebagai dampak atau akibat terpaan media massa, melainkan
2.3 Teori Uses and Gratifications
Menurut Swanson (1979) dalam (Rakhmat, 2004:65), secara
konseptualisasi, model ini digambarkan sebagai a dramatic break with effect
break with effects tradition of the past, suatu loncatan dramatis dari model jarum
hipodermik. Timbulnya Uses and gratification, penggunaan dan pemenuhan
kebutuhan tergambar karena model ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan
media pada diri orang, tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap
media, sehingga dapat disimpulkan anggota khalayak dianggap secara aktif
menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.
Pendekatan Manfaat dan Gratifikasi dijabarkan untuk pertama kalinya
dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Elihu Katz (1959) sebagai reaksi atas
pernyataan Bernard Berelson (1959) bahwa bidang penelitian komunikasi sudah
mati. Katz berpendapat bahwa bidang yang sedang sekarat adalah kajian
komunikasi sebagai persuasi. Dia mengemukakan bahwa penelitian komunikasi
pada masa itu kebanyakan bertujuan untuk mencari jawaban atas pertanyaan “Apa
yang dilakukan media terhadap orang banyak”, dari berbagai kajian salah satu
kajian yang sangat mengundang pertanyaan yaitu sebuah kajian 1949 yang
berjudul “What ‘Missing the newspaper’ Means” (“Apa artinya ‘Melewatkan
Surat Kabar’”), kajian yang dilakukan dengan mewawancarai orang mengenai apa
yang mereka lewatkan selama terjadinya pemogokan surat kabar.
Selama pemogokan bagian pengiriman yang berlangsung dua minggu ini,
sebagian pembaca harus mencari sumber berita lain. Kata mereka itulah yang
banyak terlewatkan. Banyak orang membaca karena merasa bahwa hal itu
hal yang tak tergantikan dalam mencari informasi mengenai berbagai persoalan
yang ada di dunia. Orang-orang ini mengerti bahwa kesadaran akan
persoalan-persoalan umum sangat berharga dalam percakapan. Sebagian lain mencari
bantuan untuk kehidupan sehari-hari mereka dengan membaca materi berkenaan
dengan mode, resep makanan, ramalan cuaca, maupun informasi bermanfaat
lainnya (Severin dan Tankard, 2007: 360).
Dalam Rakhmat (2005:205), Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael
Gurevitch, uses and gratifications meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis
dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau
sumber-sumber lain, yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau
keterlibatan pada kegiatan lain), dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan
akibat-akibat lain, barangkali termasuk juga yang tidak kita inginkan. Blumler dan
Katz, 1974 menjelaskan bahwa mereka juga merumuskan asumsi-asumsi dasar
dari teori ini:
1. Khalayak dianggap aktif, artinya: sebagian penting dari penggunaan media
massa diasumsikan mempunyai tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan
pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota
khalayak.
3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk
memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah
bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Bagaimana
kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada