• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Penerapan Konsep Kota Hijau di Kota Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Evaluasi Penerapan Konsep Kota Hijau di Kota Jakarta"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 4 Kriteria skoring untuk mengetahui pencapaian bentuk penerapan pada  kota
Tabel 6 Batasan penilaian penerapan konsep Green Open Space
Tabel 11 Batasan penilaian penerapan konsep Green Energy
Gambar 5 Grafik suhu udara rata –rata Kota Jakarta Tahun 2002-2011   (Sumber: BMKG Kota Jakarta 2013)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan kategori yang memiliki nilai tertinggi adalah kategori Water hal tersebut dikarenakan kualitas air di Kota Depok yang tergolong masih baik dan tidak

Menurut KemenPU (2011), atribut kota hijau terdiri dari 8 aspek, yaitu: (1) green planning and design, yaitu perencanaan dan perancangan yang sensitif terhadap

Program Pengembangan Kota Hijau adalah upaya untuk kota yang berkelanjutan dengan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota/Kabupaten dalam rangka

lingkungan kota, sehingga dapat menciptakan kota hijau berkelanjutan ( sustainable green city ). Berbagai upaya dan tindakan berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia

Upaya-upaya yang dilakukan dalam mewujudkan implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Administrasi

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan, maka penting untuk mengkaji Implementasi Delapan Atribut Program Pengembangan Kota Hijau dalam Mewujudkan

Green City Kota hijau adalah konsep pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dicapai dengan strategi pembangunan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial

ALUR PEMIKIRAN DALAM MEWUJUDKAN RTH SEBAGAI UNSUR UTAMA PEMBENTUK KOTA TAMAN RTH Ruang Terbuka Hijau kota adalah sepenggal alam yang masih tersisa atau sengaja disisakan guna