• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESPON PETERNAK TERHADAP STRATEGI PEMASARAN PAKAN KOMPLIT SAPI POTONG DI KABUPATEN MALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RESPON PETERNAK TERHADAP STRATEGI PEMASARAN PAKAN KOMPLIT SAPI POTONG DI KABUPATEN MALANG"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

i RESPON PETERNAK TERHADAP STRATEGI PEMASARAN PAKAN KOMPLIT

SAPI POTONG DI KABUPATEN MALANG

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan Salah Satu Tugas Akhir

ADITYA PUTRA SETIAWAN NIM : 201110350311031

JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)
(3)
(4)
(5)

v KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum.wr.wb

Tuhan yang maha pengasih dan penyayang senantiasa melimpahkan taufik rahmat dan hidayah-nya kepada hambanya. Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, taufik dan hidayah-Nya, penyusunan skripsi yang berjudul “Respon Peternak Terhadap Strategi Pemasaran Pakan Komplit Sapi Potong Di

Kabupaten Malang” dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama dari berbagai pihak dan berkah dari Allah SWT sehingga kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Dr. Ir. Sutawi. MP selaku pembimbing Utama dan Bapak Ir Tedjo Budi W. MP selaku pembimbing Pendamping yang telah dengan sabar, tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan bimbingan, motivasi, arahan, dan saran-saran yang sangat berharga kepada penulis selama menyusun skripsi. Selanjutnya ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

(6)

vi 3. Bapak Dr. Ir. Asmah Hidayati,MS selaku ketua Jurusan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan dorongan dan semangat untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

4. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Peternakan yang telah memberi bekal ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan menyelesaikan penulisan skripsi ini. 6. Kepada Kedua Orang Tua Bapak, (Bambang Tutuko) dan Ibu (Sripurwati) yang telah

mengantarkan penulis keperguruan tinggi, memberikan bantuan moril, material, arahan, dan selalu mendoakan keberhasilan dan keselamatan selama menempuh pendidikan. 7. Temen suka duka saya Ria Safitri yang selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk

keberhasilan terselesaikan skripsi ini.

8. Kepada saudara terima kasih telah memberikan banyak pelajaran, arahan dan terus mendorong selama menempuh pendidikan.

9. Kawan-kawan Mahasiswa Jurusan Peternakan yang telah banyak memberikan masukan kepada penulis baik selama dalam mengikuti perkuliahan maupun dalam penulisan skripsi ini.

10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, sehingga penulis mengharapkan adanya saran dan kritikyang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

(7)

x DAFTAR ISI

SURAT PERNYATAAN ...i

KATA PENGANTAR ...ii

HALAMAN DAFTAR TABEL ...iv

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ...v

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN...vi

RINGKASAN...vii

DAFTAR ISI ... ix

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah... 4

1.3. Tujuan ... 4

1.4. Manfaat ... 4

II. KAJIAN TEORI ... 5

2.1. Sapi Potong ... 5

2.2. Pakan Komplit ... 6

2.2.1. Komposisi Pakan Komplit ... 8

2.2.2. Manfaat Pakan Komplit ... 9

2.3. Perilaku Konsumen ... 10

2.3.1. Model Perilaku Konsumen ... 10

2.3.2. Tiga Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen... 11

2.3.3. Pengambilan Keputusan ... 13

2.4. Strategi Pemasaran ... 14

2.4.1. Perencanaan pemasaran ... 14

III. METODOLOGI PENELITIAN ... 17

3.1. Ruang Lingkup Wilayah ... 17

3.2. Waktu Pelaksanaan ... 17

3.3. Metode Pengumpulan Data ... 17

3.3.1. Data Primer ... 18

3.3.2. Data Skunder ... 19

3.4. Popoulasi dan Sampel ... 19

3.5. Metode Analisis Data ... 20

IV. PEMBAHASAN... 31

4.1. Gambaran Umum Pakan Komplit Sapi Potong ... 31

(8)

xi

4.3. Hasil Penilaian Analisis SWOT Peternakan ... 35

4.4. Hasil Analisis SWOT Pakan Komplit ... 38

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 40

5.1. Kesimpulan ... 40

5.2. Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41

(9)
[image:9.612.191.422.276.518.2]

xii DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

(10)
[image:10.612.82.482.164.534.2]

xiii DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Model Perilaku Konsumen……… 10 2. Gambar Analisis SWOT……….…... 24 3. Analisis Kuadran……….………..

4. Hasil Analisis Kuadaran………

5. Analisis SWOT………..

6. Hasil Analisis Kuadran Pakan Komplit……….

(11)

xiv DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

(12)

50 DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. 2006. Penggemukan Sapi Potong. Agro Media Pustaka, Jakarta.

Dharmmesta dan Handoko. 2008. Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen. BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.

Fachiroh, L., B.W.H.E. Prasetiyonodan A. Subrata. 2012. Kadar Protein Dan Urea Darah Kambing Perah Peranakan Etawa Yang Diberi Wafer Pakan Komplit Berbasis Limbah Agroindustri Dengan Suplementasi Protein Terproteksi. Animal Agriculture Journal, 1. (1), p. 443 – 451.

Hamidah. 2004. Perilaku Konsumen Dan Tindakan Pemasaran. Univertsitas Sumatra Utara: USU digital library.

Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo dan A.D. Tillman. 1993. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Cetakan ke-3. Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.

Jannah, dkk. 2012. Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit untuk Ternak Sapi. Manajemen IKM, Februari 2012 (57-70) ISSN 2085-8418. Vol 8 No 1. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalmpi/. Diakses pada 7 September 2014.

Khasrad. 2006. Pertumbuhan, Konsumsi dan Konversi Ransum Sapi Pesisir yang Digemukkan dengan Tingkat Pemberian Ransum dan Lama Penggemukan Berbeda.

Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 9: 215-223.

Khasrad dan Rusdimansyah. 2012. Pengaruh Imbangan Konsetrat-Jerami Padi Amoniasi dan lama Penggemukan terhadap Bobot Badan dan Kualitas Fisik Daging Sapi Pesisir. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 17(2): 152-160.

Kotler, P. 2004. Manajemen Pemasaran Jilid 2. Terjemahan Drs. Benyamin Molan. PT Indeks Kelompok Gramedia

Purbowati, E., C. I. Sutrisno, E. Baliarti, S. P. S. Budhi, dan W. Lestariana. 2007. Pengaruh Pakan Komplit dengan Kadar Protein dan Energi yang Berbeda pada Penggemukan Domba Lokal Jantan Secara Feedlot Terhadap Konversi Pakan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan danVeteriner.

Ratekin, M. A. 2010. Customer Survey Research. Walker Information, Pennsylvania. Rangkuti, F. 2001. Analisa SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis – Reorientasi Konsep

(13)

51 Santosa, U. 1995. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Cetakan I. Penebar Swadaya.

Jakarta.

Siswanto, Bambang. 2014. Membuat Pakan Ternak Sapi Potong Modern.

http://www.usahaternak.com/2014/04/membuat-pakan-ternak-sapi-potong-modern.html. Diakses pada 7 September 2014.

Situmorang, Manzilati dan Kaluge. (2012). Modal Sosial Dan Keberhasilan Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Di Kabupaten Manokwari.

Jurnal Manajemen. 8 . (2) : 51 – 182.

Sugeng, Y.B. 1998. Beternak Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Suryadi, U., U. Santosa dan U.H. Tanuwiria. 2011. Strategi Eliminasi Stres Transportasi pada Sapi Potong Menggunakan Kromium Organik. Unpad Press, Bandung.

Susilorini, E. T. 2008. Budi Daya 22 Ternak Potensial. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksodiprodjo, S. Prawirokusumo dan L. Lebdosoekojo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. Wahjuni dan Bijanti. 2006. Uji Efek Samping Formula Pakan Komplit Terhadap Fungsi

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kebutuhan daging sapi setiap tahun selalu meningkat, sementara itu pemenuhan kebutuhan akan daging sapi lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan akan daging sapi. Kondisi ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi calon peternak dan pengusaha sapi potong untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Ternak sapi, khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber penghasilan protein hewani, yaitu berupa daging yang bernilai ekonomi. Usaha yang dilakukan untuk menghasilkan daging adalah melalui program penggemukan. Keberhasilan suatu usaha peternakan ditentukan oleh faktor bibit ternak, manajemen dan pakan.

Pemuliabiakan bertujuan untuk mendapatkan ternak yang bermutu tinggi, mempunyai daya adaptasi yang baik dan tahan terhadap penyakit tertentu melalui seleksi, pemilihan bibit dan perkawinan. Manajemen yang dilakukan meliputi cara pemeliharaan ternak, misalnya bagaimana membersihkan kandang, pengaturan perkandangan, melakukan rekording, peremajaan dan penjagaan kesehatan. Pemberian pakan yang berkualitas dengan jumlah pemberian sesuai dengan kebutuhan ternak merupakan salah satu aspek yang penting dalam menunjang keberhasilan usaha peternakan. Hal ini sesuai dengan pendapat Situmorang dkk;

(2012) bahwa keberhasilan usaha dipengaruhi oleh keseriusan dan motivasi dari pelaku usaha itu sendiri sehingga mampu mencapai hasil yang diinginkan.

(15)

2

Pakan yang baik adalah yang mengandung zat makanan yang memadai kualitas dan kuantitasnya, seperti energi, protein, lemak, mineral dan juga vitamin, yang semuanya dibutuhkan dalam jumlah yang tepat dan seimbang, sehingga bisa menghasilkan produk daging yang berkualitas dan berkuantitas tinggi. Kebutuhan pakan bagi ternak sangat penting karena sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, produksi dan reproduksi. Ketiga faktor diatas sangat penting dan mempunyai keterkaitan satu dengan yang lainnya, apabila salah satu faktor tersebut terabaikan dapat mengakibatkan turunnya produktivitas.

(16)

3

sapi potong maupun sapi perah muda dan produksi serta kualitas susu sapi perah. Pada sapi jantan formula pakan dodol tetes glirisidae maupun dodol tetes urea menghasilkan daya cerna yang sama baiknya.

Tujuan pembuatan pakan komplit ini adalah untuk menyediakan ransum untuk ternak sapi secara komplit dan praktis dengan pemenuhan nilai nutrisi yang tercukupi untuk kebutuhan ternak serta dapat ditujukan pada perbaikan sistem pemberian pakan. Laporan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian pakan komplit menghasilkan kenaikan efisiensi pakan, konversi pakan, dan berat badan pada sapi. Pemberian pakan komplit pada sapi juga tidak menimbulkan efek samping. Hal ini telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya bahwa pemberian pakan komplit ini tidak menimbulkan kerusakan pada ginjal dan hati, sehingga pakan komplit baik dan aman untuk diberikan pada ternak sapi (Wahjuni dan Bijanti, 2006).

Berdasarkan kelebihan-kelebihan dari pakan komplit tersebut, ketersediaannya untuk ternak sapi perlu ditindaklanjuti dengan mulai diperkenalkan ke pasar, terutama pada peternak sapi karena tidak hanya mampu mengurangi keresahan peternak akan ketersediaan pakan hijauan, pakan komplit ini juga dapat meningkatkan kualitas sapi dengan asupan gizi dalam pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

(17)

4

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang pada Analisis Perilaku Peternak Sapi Potong dan Strategi Pemasaran Pakan Komplit, maka rumusan masalah yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana respon peternak sapi potong terhadap produk pakan komplit? 2. Bagaimana strategi pemasaran pakan komplit?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian Analisis ini adalah: 1. Mengetahui perilaku peternak sapi potong terhadap pakan komplit. 2. Merumuskan strategi pemasaran pakan komplit.

1.4 Manfaat

Gambar

Tabel  Halaman
Gambar  Halaman

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul Pengaruh Karakteristik Peternak Melalui Kompetensi Peternak terhadap Kinerja Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Bandung

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyediaan pakan ternak sapi potong serta menggambarkan potensi wilayah Kecamatan Pati sebagai sentra produksi

Kecamatan Tanjung Raya merupakan daerah basis pengembangan ternak sapi potong di Kabupaten Agam dan daya dukung pakan yang ada sangat menunjang untuk pengembangan usaha sapi potong

Suplementasi leguminosa (gamal dan lamtoro) mampu meningkatkan kualitas pakan sapi yang ditandai dengan terjadinya peningkatan bobot badan harian ternak dan juga

Permasalahan utama pada usaha ternak sapi potong di desa Petung, desa Purnama, dan desa Jetis adalah sulit cari pakan saat kemarau, sedangkan permasalahan utama pada usaha

(Prasetyo et al ., 2012) untuk keberlanjutan usaha ternak sapi potong. Keberlanjutan usaha dapat berlangsung kontinyu jika usaha ternak sapi potong menguntungkan melalui

Berapa jumlah ternak sapi potong (skala) yang Bapak/ibu pelihara: …….?. Jenis/kriteria ternak apakah yang

sebagian besar ternak sapi potong yang dipelihara oleh peternak masih dalam skala kecil, dengan lahan dan modal yang sangat terbatas (Parakkasi, 1998).. Disamping itu, ternak sapi