• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab-9-perhitungan-defleksi-dan-estimasi-penampang-prategang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab-9-perhitungan-defleksi-dan-estimasi-penampang-prategang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IX

PERHITUNGAN DEFLEKSI DAN ESTIMASI PENAMPANG PRATEGANG

IX.1. Defleksi

Sebelum retak, defleksi dari balok beton prategang dapat diprediksikan dengan ketelitian yang lebih besar daripada balok beton bertulang. Pada beban kerja, balok beton prategang tidak akan retak, sedangkan beton bertulang akan retak. Karena sifat beton prategang mendekati benda yang elastik homogen yang mematuhi hukum-hukum akibat lentur dan gaya geser yang biasa, defleksi dapat dihitung dengan metode-metode yang tersedia dalam dasar-dasar mekanika bahan.

Tabel IX.1. Defleksi Akibat Beban dan Prategang Kondisi Pembebanan dan Profil Tendon pada Balok

Sederhana dengan Bentang l

Defleksi di Tengah

bentang

Beban Terpusat (1)

EI

Titik Harping Tunggal

EI

Titik Harping Ganda

Tabel IX.2.

Batasan Defleksi Pada Jembatan

(2)

Defleksi yang Ditinjau

Beban Kendaraan

Beban Kendaraan + Pejalan Kaki

Bentang sederhana atau

menerus

Defleksi seketika akibat beban hidup

layan dan beban impact

800 l

1000 l

Kantilever

300 l

375 l

Tabel IX.3.

Faktor Pengali untuk Perhitungan Camber dan Defleksi Jangka

Panjang

Tanpa Topping Komposit

Dengan Topping Komposit Pada Tahapan Ereksi

(1). Komponen defleksi – diberlakukan pada defleksi elastik akibat berat sendiri

1.85 1.85

(1) Komponen camber – diberlakukan pada

camber elastik akibat prategang 1.80 1.80

Pada Tahapan Akhir

(1). Komponen defleksi – diberlakukan pada defleksi elastik akibat berat sendiri

2.70 2.40

(1). Komponen camber – diberlakukan pada

defleksi camber elastik akibat prategang 2.45 2.20 (1). Defleksi – diberlakukan pada defleksi

elastik akibat beban mati tambahan 3.00 3.00

(1). Defleksi – diberlakukan pada defleksi

elastik yang disebabkan topping komposit - 2.30 Keterangan. camber = lendutan ke atas

Tabel IX.4. Defleksi

Ijin Maksimum

Jenis Komponen Struktur Defleksi yang diperhitungkan

Batas defleksi Komponen atap datar yang tidak

menahan atau tidak disatukan

Defleksi seketika akibat beban

hidup L 180

(3)

dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak akibat defleksi yang besar

Komponen lantai yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak akibat defleksi yang besar

Defleksi seketika akibat beban

hidup L 360

l

Konstruksi atap atau lantai yang menahan atau disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak akibat defleksi yang besar

Bagian dari defleksi total yang terjadi setelah pemasangan

komponen nonstruktural (jumlah dari defleksi jangka panjang akibat semua beban

tetap yang bekerja dan defleksi seketika yang terjadi

akibat penambahan sembarang beban hidup)

480 l

Konstruksi atap atau lantai yang menahan atau disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin tidak akan rusak akibat defleksi yang besar

240 l

IX.2. Estimasi Penampang

Tidak seperti penampang baja, penampang prategang tidak sepenuhnya distandarisasi. Dalam banyak hal, perencana harus memilih jenis penampang yang akan digunakan untuk suatu proyek tertentu. Dalam desain balok yang ditumpu sederhana, jarak antara cc dan cgs, yang berarti eksentrisitas, e, sebanding dengan gaya prategang yang dibutuhkan. Karena momen di tengah bentang pada balok tersebut biasanya menentukan desain, maka eksentrisitas yang lebih besar di tengah bentang akan menghasilkan gaya prategang perlu yang lebih kecil, sehingga menghasilkan desain yang lebih ekonomis. Untuk eksentrisitas yang lebih besar, luas beton di daerah atas lebih banyak dibutuhkan. Dengan demikian, penampang T atau penampang I sayap lebar lebih cocok digunakan. Penampang ujung biasanya solid untuk menghindari eksentrisitas besar di bidang-bidang yang momennya nol, dan juga untuk meningkatkan kapasitas geser penampang tumpuan, serta mencegah kegagalan di daerah angkur.

(4)

penampang T tunggal, dalam hal kemudahan di dalam proses pengangkutan dan ereksi. Pada gambar IX.1 menunjukkan penampang-penampang tipikal yang umum digunakan.

Gambar IX.1. Penampang-Penampang Tipikal Prategang

Penampang berbentuk lain seperti slab dengan inti yang berlubang dan penampang tak simetris lainnya juga umum digunakan. Perhatikan bahwa penampang bersayap dapat menggantikan penampang solid persegi panjang yang tingginya sama tanpa terjadinya pengurangan kekuatan lentur. Sekalipun demikian, penampang persegi panjang biasanya digunakan balok berbentang pendek.

(5)

Penampang dengan inti berlubang biasanya digunakan sebagai strip balok satu arah yang berfungsi membentuk slab lantai yang mudah diereksi. Girder box yang berlubang digunkan sebagai girder box untuk bentang yang sangat besar pada sistem dek jembatan segmental. Girder segmental ini mempunyai tahanan torsional yang sangat besar dan rasio kekuatan lentur terhadap beratnya relatif lebih besar dibanding sistem prategang lainnya.

Tabel IX.5. Estimasi l/h untuk Berbagai Penampang agar Defleksi tidak Berlebihan

Tipe Elemen Beban hidup

kN/m2

Ratio panjang/tinggi (l/h)

< dead load 40

2.4 4.8

40-50 32-42 2.4

4.8

20-30 18-28

2.4 4.8

23-32 19-24

< dead load 20

< dead load 30

highway loading 18

Tabel IX.6. Estimasi

Properties Penampang

Bentuk penampang e + kt e + kb

0.50 h 0.33 h

0.47 h 0.33 h

(6)

0.70 h 0.43 h

0.76 h 0.48 h

0.64 h 0.51 h

0.82 h 0.56 h

Pada umumnya, luas penampang bruto dari penampang beton memadai untuk digunakan dalam desain pada kondisi beban kerja untuk penampang prategang. Walaupun sebagian perencana lebih menyukai untuk mendesain secara lebih teliti dengan menggunakan luas transformasi, namun ketelitian yang diperoleh dengan memperhitungkan kontribusi luas prategang terhadap kekakuan penampang beton biasanya tidak dijamin. Pada balok pasca tarik, dimana terdapat saluran yang disuntik, luas penampang bruto tetap masih memadai untuk semua tinjauan desain praktis. Hanya pada kasus-kasus jembatan bentang besar dan balok prategang industri, dimana luas baja prategang cukup besar, penampang tertransformasi atau luas beton netto tanpa lubang saluran yang perlu digunakan dalam perhitungan.

Selain estimasi penampang, yang perlu diperhatikan dalam desain beton prategang adalah penggunaan tendon. Secara umum, ada 2 jenis tendon yang sering digunakan, yaitu :

1. Tendon lurus, tendon lurus banyak digunakan pada balok pratarik dengan bentang pendek

2. Tendon lengkung, tendon lengkung lebih umum digunakan pada elemen pasca tarik yang dicor di tempat. Tendon tidak lurus ada 2 jenis, yaitu :

a. Draped, memiliki alinyemen lengkung secara gradual, seperti bentuk parabolik, yang digunakan pada balok yang mengalami beban eksternal terbagi rata.

b. Harped, tendon miring dengan diskontinuitas alinyemen di bidang-bidang

(7)

Tegangan pada tendon di serat beton ekstrim pada kondisi beban kerja tidak boleh melebihi nilai izin maksimumnya berdasarkan standar SNI-2002. Dengan demikian, zona yang membatasi di penampang beton perlu ditetapkan, yaitu selubung (envelope) yang didalamnya gaya prategang dapat bekerja tanpa menyebabkan terjadinya tegangan tarik di serat ekstrim atas dari penampang beton adalah sebagai berikut :

0

t (Akibat prategang saja)

sehingga t c r

e 2 . Dengan demikian, titik kern bawah adalah

t b

c r k  2

Dengan cara sama, untuk tegangan tarik di serat ekstrim bawah dari penampang beton adalah sebagai berikut :

0

b (Akibat prategang saja)

sehingga

 , yang mana tanda negatif menunjukkan pengukuran ke arah

bawah dari sumbu netral, karena eksentrisitas positif adalah ke arah bawah.

Dengan demikian titik kern atas adalah

b

Dari penentuan titik-titik kern atas dan bawah, jelaslah bahwa :

1. Jika gaya prategang bekerja di bawah titik kern bawah, tegangan tarik terjadi di serat ekstrim atas dari penampang beton.

2.

Jika gaya prategang bekerja di atas titik kern atas, tegangan tarik terjadi di serat ekstrim bawah dari penampang beton.

(8)

Gambar

Tabel IX.1. Defleksi Akibat Beban dan Prategang
Tabel IX.3. Faktor Pengali untuk Perhitungan Camber dan Defleksi Jangka
Gambar IX.1. Penampang-Penampang Tipikal Prategang
Tabel IX.5. Estimasi l/h untuk Berbagai Penampang agar Defleksi tidak

Referensi

Dokumen terkait

Akibat lebar pita yang terbatas inilah, ada beberapa komponen frekuensi dari sinyal data yang hilang, yang menyebabkan sinyal menjadi tidak

Penilaian Kerentanan Gedung dengan Kajian Cara Cepat Keamanan Bangunan Tembokan Sederhana Satu atau Dua Lantai yang Rusak akibat Gempa &amp; Kajian Risiko Komponen

Jaminan Terbatas ini tidak berlaku untuk komponen yang dapat habis dan tidak mencakup produk yang nomor serinya sudah hilang, rusak, atau dianggap cacat akibat (a)

Bekisting kolom, dinding, sisi balok dan bagian lain yang tidak menahan berat sendiri beton dapat segera dilepas sesudah beton dianggap cukup keras sehingga tidak rusak

Jaminan Terbatas ini tidak berlaku untuk komponen yang dapat habis dan tidak mencakup produk yang nomor serinya sudah hilang, rusak, atau dianggap cacat akibat (a)

Dampak yang timbul akibat dari bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan jika dikonsumsi mungkin tidak seketika setelah makan.Dampak buruk bagi kesehatan ini

Jaminan Terbatas ini tidak berlaku untuk komponen yang dapat habis dan tidak mencakup produk yang nomor serinya sudah hilang, rusak, atau dianggap cacat akibat (a)

Montesquieu menyatakan, bila kekuasaan legislatif dan eksekutif disatukan pada orang yang sama, atau dalam satu lembaga kehakiman, tidak mungkin ada kebebasan; karena bisa