• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DI KELAS VII SMP NEGERI 27 MEDAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DI KELAS VII SMP NEGERI 27 MEDAN."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

฀ATA PENGANTAR

฀uji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya yang memberikan kesehatan, kesempatan dan kemudahan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.

Skripsi ini berjudul “฀eningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa ฀ada Materi ฀ersamaan Linear Satu Variabel Melalui Model ฀embelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Di Kelas VII SM฀ Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015”, disusun untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana ฀endidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu ฀engetahuan Alam UNIMED.

(3)

5

menyebutkan satu persatu, terima kasih atas segala arahan bantuan dan kerjasama yang diberikan kepada penulis.

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada Ayahanda H. Effendi Harahap, SH. MA฀ dan Ibunda Hj. Asmah sebagai orang tua penulis yang telah banyak memberi kasih sayang, semangat, nasihat, doa dan materi sehingga perkuliahan dan penyusunan skripsi ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga Allah memberikan kebaikan dunia dan akhirat kepada Ayahanda dan Ibunda, amin. Terimakasih juga untuk kakak tercinta Refika Meilitha Sari Harahap, S฀, Utari Mustika, S.฀d, Cindy Novalya Silitonga, S.฀d, Meida Hasda Hasibuan, S.฀d, dan Runny Tri Sulistyowati, S.฀d yang telah memberikan doa, semangat dan motivasi selama proses penyusunan skripsi ini berlangsung.

฀enulis juga mengucapkan terima kasih untuk sahabat Asmy Susilawaty Saragih, Dea Margareta Manullang, Dewi Rajagukguk, Dian Alfrica Sembiring, Erna Andriani M Gultom, Sri Melati Siahaan, Sapta Novita, Ummi Chairunnisa, Mahyurani, Athira Demitri, S.Km, Defi Chairunnisa, S.฀si, Tengku Chairunnisa, Tiza Rahmadina, Asrini Rizki, S.Ked, Mudriqah Fadhillah, Yuni Hartati Harahap, Lavenia Ulandari, Halimahtussa’diah, Yeiren Ezra Igglesias, Viktiar E Gulo, Roniati Sinaga, Suprianto Nadeak, S.฀d, teman-teman seperjuangan di kelas Ekstensi A 2011, dan ฀฀LT 2014 yang tiada henti memberikan motivasi dan doa yang tulus serta sahabat-sahabat lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

฀enulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Medan, 2015 ฀enulis

(4)

iii

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MELALUI

MODELPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DI KELAS VII

SMP NEGERI 27 MEDAN TAHUN AJARAN

2014/2015

DWI AFFANY HARAHAP (NIM 4113311012)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VII-7 dengan jumlah siswa 40 orang dan objek dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII-7 SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus, masing–masing terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil dari PTK ini merupakan tindakan.

Cara pengambilan data dilakukan melalui observasi dan tes. Dari hasil tes diagnostik diperoleh 16 orang siswa yang tuntas, ketuntasan klasikal 40% dengan rata-rata nilai tes 61,25. Dari tes hasil belajar I diperoleh bahwa siswa yang tuntas ada 28 orang siswa (70%) dengan rata-rata nilai tes 65,75. Ketuntasan klasikal meningkat 30% dari hasil tes diagnostik. Rata-rata nilai tes siswa meningkat 4,50 dari tes diagnostik. Karena kategori hasil belajar siswa termasuk dalam kategori sedang, belum mencapai ketuntasan klasikal ≥ 85% maka pembelajaran dilanjutkan ke siklus II.

Pada pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dengan memberikan upaya-upaya seperti memperbaiki media pembelajaran, mengajak siswa lebih aktif untuk bertanya, memberikan soal-soal latihan yang lebih banyak, memberikan lebih banyak bimbingan saat proses pembelajaran. Berdasarkan upaya-upaya tersebut tentunya berpengaruh kepada hasil belajar siswa. Dari tes hasil belajar II diperoleh bahwa siswa yang tuntas 35 siswa (87,5%) dengan rata-rata nilai tes 76,25. Ketuntasan klasikal meningkat 17,5% dari hasil belajar I. Rata-rata nilai tes meningkat 10,5.

(5)

vi

1.2. Identifikasi Masalah 6

1.3. Batasan Masalah 7

2.1.6. Strategi Penerapan Pembelajaran Kooperatif 18 2.1.7. Konsep Strategi Pembelajaran Kooperatif 19 2.1.8. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing 20 2.1.8.1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball

Throwing 22

2.1.8.2. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe

Snowball Throwing 23

2.1.9. Persamaan Linear Satu Variabel 24

2.2. Penelitian Relevan 30

2.3. Kerangka Konseptual 31

2.4. Hipotesis Tindakan 32

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 33

3.2. Subjek Penelitian 33

3.3. Objek Penelitian 33

3.4. Jenis Penelitian 33

(6)

vii

3.6. Instrumen Pengumpulan Data 36

3.6.1. Tes 36

3.7.4. Menarik Kesimpulan 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 42

4.1.1. Deskripsi Kemampuan Tes Diagnosik Siswa 42 4.1.2. Alternatif Pemecahan Siklus I (Rencana Tindakan Siklus I) 46

4.1.3. Pelaksanaan Tindakan I 46

4.1.4. Observasi I 51

4.1.5. Analisis Data I 54

4.1.6. Refleksi I 58

4.1.7. Siklus II 60

4.1.7.1. Permasalahan II 60

4.1.7.2. Alternatif Pemecahan Siklus II (Rencana Tindakan Siklus II) 60

4.1.7.3. Pelaksanaan Tindakan II 62

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 75

5.2. Saran 75

(7)
(8)
(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Fase Pembelajaran Kooperatif 15

Tabel 3.1. Tingkat Penguasaan Siswa 40

Tabel 4.1. Deskripsi Hasil Tes Diagnostik 41

Tabel 4.2. Data Kesalahan Siswa Kelas VII-7 Pada Tes Diagnostik

Soal No. 2 42

Tabel 4.3. Data Kesalahan Siswa Kelas VII-7 Pada Tes Diagnostik

Soal No. 3 42

Tabel 4.4. Data Kesalahan Siswa Kelas VII-7 Pada Tes Diagnostik

Soal No. 4 43

Tabel 4.5. Deskripsi Hasil Tes Hasil Belajar I 52 Tabel 4.6. Data Kesalahan Siswa Kelas VII-7 Pada Tes Hasil Belajar I

Soal No.1 53

Tabel 4.7. Data Kesalahan Siswa Kelas VII-7 Pada Tes Hasil Belajar I

Soal No.2 54

Tabel 4.8. Data Kesalahan Siswa Kelas VII-7 Pada Tes Hasil Belajar I

Soal No.3 54

(10)

฀iii

฀AFTAR GAMBAR

฀alaman

(11)

x Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II (Siklus II) 90

Lampiran 5. Lembar Aktivitas Siswa 1 95

Lampiran 6. Lembar Aktivitas Siswa II 98

Lampiran 7. Lembar Aktivitas Siswa III 100

Lampiran 8. Lembar Aktivitas Siswa IV 102

Lampiran 9. Alternatif Penyelesaian Lembar Aktivitas Siswa I 104 Lampiran 10. Alternatif Penyelesaian Lembar Aktivitas Siswa II 107 Lampiran 11. Alternatif Penyelesaian Lembar Aktivitas Siswa III 109 Lampiran 12. Alternatif Penyelesaian Lembar Aktivitas Siswa IV 110

Lampiran 13. Kisi-Kisi Tes Diagnostik 111

Lampiran 14. Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar I 112

Lampran 15. Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar II 113 Lampiran 16. Lembar Validitasi Tes Diagnostik 114 Lampiran 17. Lembar Validitasi Tes Hasil Belajar I 117 Lampiran 18. Lembar Validitasi Tes Hasil Belajar II 123

Lampiran 19. Tes Diagnostik 127

Lampran 20. Tes Hasil Belajar I 128

Lampiran 21. Tes Hasil Belajar II 129

Lampiran 22. Alternatif Penyelesaian Tes Diagnostik 130 Lampiran 23. Alternatif Penyelesaian Tes Hasil Belajar I 132 Lampiran 24. Alternatif Penyelesaian Tes Hasil Belajar II 134 Lampiran 25. Pedoman Penskoran Tes Diagnostik 136 Lampiran 26. Pedoman Penskoran Tes Hasil Belajar I 137 Lampiran 27. Pedoman Penskoran Tes Hasil Belajar II 138

Lampiran 28. Lembar Validator 139

(12)

xi

Lampiran 30. Analisis Tes Hasil Belajar I 142 Lampiran 31. Analisis Tes Hasil Belajar II 144 Lampiran 32. Lembar Observasi Pembelajaran (Siklus I) 146 Lampiran 33. Lembar Observasi Aktivitas Siswa (Siklus I) 149 Lampiran 34. Lembar Observasi Pembelajaran (Siklus II) 151 Lampiran 35. Lembar Observasi Aktivitas Siswa (Siklus II) 154 Lampiran 36. Wawancara dengan Siswa Siklus I 156 Lampiran 37. Wawancara dengan Siswa Siklus II 157

Lampiran 38. Lembar Dokumentasi Penelitian 158

Lampiran 39. Jadwal Kegiatan Penelitian 164

(13)

฀1

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

S.1. Kesimpulan

฀erdasarkan hasil penelitian dan pemnahasan yang telah diuraikan pada ฀A฀ IV , maka diperoleh kesimpulan senagai nerikut:

1. Strategi penerapan model pemnelajaran kooperatif tipe ฀nowball Throwing

adalah:

a. Memaksimalkan diskusi kelompok dengan memnerikan pengawasan yang lenih pada kelompok yang nelum maksimal dalam proses diskusi.

n. Memnerikan LAS kepada setiap kelompok agar lenih mudah dalam nerdiskusi

c. Memneri nilai tamnah nagi siswa yang maju mempersentasikan hasil diskusinya, nagi siswa yang nertanya maupun nagi siswa yang memneri tanggapan terhadap presentasi kelompok penyaji. Hal ini nertujuan agar nerpartisipasi dan keaktifan siswa dalam pemnelajaran meningkat.

2. Aktivitas nelajar siswa ketika diterapkan model pemnelajaran kooperatif tipe

฀nowball Throwing:

a. Keaktifan siswa dalam nertanya mengalami perunahan ke arah yang lenih naik. Sudah nanyak siswa yang nerani nertanya karena guru memnerikan nilai tamnah nagi semua siswa yang nerani nertanya.

n. Keaktifan siswa dalam mengerjakan LAS mengalami perunahan ke arah yang lenih naik. ฀anyak siswa yang mengerjakan LAS dengan naik karena mereka telah aktif nerdiskusi dengan teman sekelompoknya.

c. Perhatian siswa ketika kelompok penyaji mempersentasikan hasil diskusi nya mengalami perunahan ke arah yang lenih naik. Siswa memperhatikan dengan naik karena guru akan menunjuk kelompok yang selanjutnya akan maju. Dan dalam menanggapi hasil diskusi kelompok penyaji mengalami perunahan. ฀anyak kelompok yang ingin memnerikan tanggapan karena ingin mendapatkan nilai tamnah.

(14)

฀2

diagnostik 61,25 pada Tes Hasil ฀elajar I 65,75 dan pada Tes Hasil ฀elajar II 76,25 dan persentase ketuntasan klasikal Tes diagnostik 40% pada Tes Hasil ฀elajar I 70% dan pada Tes Hasil ฀elajar II 87,5%

S.2. Saran

Setelah melaksanakan penelitian dan melihat hasil yang didapatkan, maka peneliti menyarankan senagai nerikut:

1. Guru dapat menggunakan model pemnelajaran kooperatif tipe Snownall Throwing senagai alternatitf dalam proses pemnelajaran matematika, agar pemnelajaran tersenut lenih nervariasi

2. Guru juga dapat menggunakan model pemnelajaran tipe Snownall Throwing senagai alternatitf untuk meningkatkan aktivitasa siswa dalam pemnelajaran 3. Guru juga dapat menggunakan model pemnelajaran tipe Snownall Throwing

(15)

฀5

DAFTAR PUSTATA

฀bdurrahman, M. 2003. ฀endidikan Bagi Anak berkesulitan Belajar. Jakarta:Ri

neka Cipta

฀rikunto, dkk. 2012. ฀enelitian Tindakan Kelas. Jakarta:2umi ฀ksara

Cunayah,Cucun dan dkk. 2008. ฀elajaran Matematika untuk SM฀/MTS Kelas VII.

2andung: Yrama Widya

Djamarah, Syaiful 2ahri dan ฀swan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta:Rineka Cipta

Eveline dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan ฀embelajaran. 2ogor:Ghalia

Indonesia

Hamdayama, Jumanta. 2014. Model dan Metode ฀embelajaran Kreatif dan

Berkarakter. 2ogor:Ghalia Indonesia

Isjoni. 2011. Cooperative Learning Efektivitas ฀embelajaran Kelompok.

2andung:฀lfabeta

Majid, ฀bdul. 2013. Strategi ฀embelajaran. 2andung:PT. Remaja Rosdakarya

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi ฀embelajaran. Jakarta:Kencana

Sharan, Shlomo. 2014. The Handbook Of Cooperative Learning Inovasi

฀engajaran dan ฀embelajaran Untuk Memacu Keberhasilan Siswa di Kelas. Yogyakarta:Istana Media

Shoimin, ฀ris. 2014. 68 Model ฀embelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.

Yogyakarta:฀r-Ruzz Media

Sudjana, Nana. 2009. ฀enilaian Hasil ฀roses Belajar Mengajar. 2andung:PT

Remaja Rosdakarya

Sukino dan Wilson. 2007. Matematika Untuk SM฀ Kelas VII. Jakarta:Erlangga

Suprijono, ฀gus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi ฀AIKEM.

Yogyakarta:Pustaka 2elajar

Trianto. 2009. Mendesain Model ฀embelajaran Inovatif-฀rogresif Konsep,

(16)

฀6

2udhi, Wono Setya. 2004. Matematika. 2andung:Erlangga

http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/15/tujuan-pembelajaran-591914.html

(17)

฀IWAYAT HIDUP

Gambar

Tabel 2.1. Fase Pembelajaran Kooperatif
Gambar 3.1. Skema Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas       35

Referensi

Dokumen terkait

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Percut Sei Tuan yang berjumlah 38 orang dan objek penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pemecahan

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 SMP Negeri 37 Medan yang berjumlah 41 orang dan objek penelitian ini adalah penggunaan metode inkuiri

Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas VII 1 SMP Pencawan Medan dan objek penelitian ini adalah model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk meningkatkan

Subjek dalam peneliti ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 4 Satu Atap Panai Hulu yang berjumlah 40 orang dan objek penelitian ini adalah meningkatkan

Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Simanindo dan objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan

Subjek penelitian ini adalah 6 (enam) siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Yogyakarta yang memiliki kemampuan tinggi. Data penelitian ini berupa penggunaan

Abstrak: Tujuan Penelitian ini ialah untuk mendiskripsikan profil pemahaman siswa kelas VII berdasarkan objek-objek matematika dalam menyelesaikan masalah persamaan

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II Teluk Nilap Kubu Babussalam, dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah