• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eufemisme Dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Langkat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Eufemisme Dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Langkat"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)

Gambar

Gambar Komponen Analisis Data: Model interaktif
Tabel 4 Tipe Eufemisme dalam Upacara Hempang Pintu
Tabel 6 Tipe Eufemisme dalam Upacara Tepung Tawar
Tabel 7 Tipe Eufemisme dalam Upacara Nasi Berhadap-hadaban
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pertanyaan ini, saya memilih judul untuk penelitian ini adalah: Tari Inai dalam Konteks Upacara Adat Perkawinan Melayu di Batang Kuis: Deskripsi Gerak, Musik Iringan,

Setelah dianalisis didapat hasil bahwa jenis eufemisme yang paling banyak terdapat dalam upacara ini adalah metafora dan satu kata menggantikan kata yang lain, disusul

Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahwa tradisi berbalas pantun selalu digunakan pada upacara adat perkawinan masyarakat Melayu Kecamatan Meral

Data didasarkan pada peristilahan yang terdapat dalam adat perkawinan Melayu di Sekadau yang mencangkup adat praperkawinan, pelaksanaan perkawinan dan pascaperkawinan,

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bentuk performansi tradisi lisan cenggok-cenggok pada upacara adat perkawinan Melayu Panai Labuhanbatu, (2)

Data didasarkan pada peristilahan yang terdapat dalam adat perkawinan Melayu di Sekadau yang mencangkup adat praperkawinan, pelaksanaan perkawinan dan pascaperkawinan,

Wawancara dengan Bapak Abu Samah (telangkai) di kediaman beliau (di Desa Sei Limbat kecamatan Selesai kabupaten Langkat Sumatera utara) Tentang Eufemisme dalam Upacara Adat

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan bahwa dalam upacara adat perkawinan masyarakat Melayu Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, tradisi