• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN REHABILITASI TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA TERORISME DALAM PERATURAN PERUNDANG -UNDANGAN DI INDONESIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEBIJAKAN REHABILITASI TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA TERORISME DALAM PERATURAN PERUNDANG -UNDANGAN DI INDONESIA."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Kendala dalama Pelaksanaan Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Pelapor dalam Peradilan Tindak Pidana Korupsi. Kendala

Akibat Tindak Pidana Terorisme dan Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Mati Pelaku Tindak Pidana Terorisme ………. Akibat yang Ditimbulkan oleh Tindak Pidana

Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi Dan

4. Tidak mengatur secara khusus mengenai bantuan medis dan rehabilitasi psikososial dan psikologis terhadap korban tindak pidana terorisme. Hal ini bertolak belakang

SIMPULAN Perlindungan terhadap korban tindak pidana di Indonesia telahdiatur dalam berbagai perundang-undangan yaitu: Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana;

Nilai-Nilai Hukum Islam dalam Perlindungan Korban Tindak Pidana Terorisme Nilai-nilai dalam hukum Islam merupakan prinsip dasar dan asas-asas yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadis

Kata Kunci: Perlindungan, Hak-Hak Korban Terorisme, UU No 31 Tahun 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab pidana terhadap pelaku tindak pidana terorisme dalam

Kajian yang dilakukan oleh Eprina Mawati lebih menitikberatkan pada kebijakan hukum pidana terkait rehabilitasi psikososial bagi korban terorisme.1 Sementara Richard Barton mengulas