• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETES MELLITUS TIPE 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETES MELLITUS TIPE 2"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS AKHIR

PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

DIABETES MELLITUS TIPE 2

Oleh :

ALIFANETA YUSTISIANI

08020114

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

DIABETES MELLITUS TIPE 2

KARYA TULIS AKHIR

Diajukan kepada

Universitas Muhammadiyah Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh:

ALIFANETA YUSTISIANI 08020114

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN

(3)

LEMBAR PENGESAHAAN LAPORAN HASIL PENELITIAN

Telah disetujui sebagai hasil penelitian untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang

Tanggal : 21 Maret 2012 Pembimbing I

dr. Isbandiyah, Sp.PD.

Pembimbing II

dr. Thontowi Djauhari, M.Kes

Mengetahui, Fakultas Kedokteran

Dekan,

(4)

LEMBAR PENGUJIAN

Karya Tulis Akhir oleh Alifaneta Yustisiani

telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal : 21 Maret 2012

Tim Penguji

dr. Isbandiyah, Sp.PD. , Ketua

dr. Thontowi Djauhari, M.Kes. , Anggota

dr. Hawin Nurdiana, M.Kes. , Anggota

(5)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirrabil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir

yang berjudul “Pengaruh Pemberian Kopi Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Strain Wistar Diabetes Mellitus Tipe 2”. Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam menyelesaikan usulan penelitian ini, penulis banyak mendapatkan

bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh kerena itu dalam kesempatan

ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. dr. Irma Suswati, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kedokteran.

2. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran.

3. dr. Fathiyah Safitri, M.Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran.

4. dr. Iwan Sis Indrawanto, Sp.KJ, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran.

5. dr. Isbandiyah, Sp.PD, selaku pembimbing I yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengoreksi demi kesempurnaan penelitian ini.

6. dr. Thontowi Djauhari, M.Kes, selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberi informasi dalam berbagai hal serta memberi semangat dalam menyelesaikan penelitian ini.

7. dr. Hawin Nurdiana, M.Kes, selaku penguji yang telah memberi tambahan ilmu dan kritik demi kesempurnaan penelitian ini.

8. Mas Aris Sandi beserta staf Lab. Kimia UMM, terima kasih banyak atas segala bantuan, dukungan dan ilmu yang telah diberikan.

9. Orang tua dan keluarga saya yang telah memberikan bantuan dukungan material dan moral.

10.Ega Astari, mbak Sisca Desi Prastyaningtias dan Irna Farah Nadiansyah yang telah menjadi teman diskusi yang baik dan memberi banyak masukan serta dukungan dalam menyelesaikan penelitian ini.

11.Sahabat-sahabat yang telah banyak membantu dan memberikan semangat dalam menyelesaikan penelitian ini Dewi, Mega, Utari, Annisa, Fajar, Afif, Dicky, Rezky.

12.Teman-teman angkatan 2008 Fakultas Kedokteran UMM, terima kasih atas dukungan dan do’a sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini. 13.Seluruh staf Tata Usaha FK UMM (Pak Yono, Bu Rom, Mas Didit, dan

(6)

14.Mas Joko, mbak Tia, mbak Fat, mas Miftah, mbak Emi, mbak Dila dan seluruh staf Lab. Terpadu FK UMM, terima kasih banyak atas bantuan dan dukungannya.

Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna, untuk itu

kritik dan saran kami harapkan demi kesempurnaan, serta kami mengharapkan

agar usulan penelitian ini dapat berguna bagi kita semua, serta bermanfaat untuk

bidang kedokteran.

Malang, Maret 2012

(7)

ABSTRAK

Yustisiani, Alifaneta. 2012. Pengaruh Pemberian Kopi Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Strain Wistar Diabetes Mellitus Tipe 2. Tugas Akhir, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (1) Isbandiyah (2) Thontowi Djauhari

Pendahuluan : Kopi merupakan salah satu minuman kegemaran masyarakat dunia yang mengandung banyak senyawa antioksidan. Berbagai penelitian membuktikan bahwa kopi dapat menurunkan risiko diabetes mellitus tipe 2. Penelitian mengenai kopi sebagai terapi alternatif diabetes tipe 2 dengan melihat kadar glukosa darah pada tikus putih strain wistar diabetes mellitus tipe 2 belum pernah dilakukan di Indonesia.

Tujuan : Membuktikan pengaruh kopi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih strain wistar diabetes mellitus tipe 2.

Metode : Eksperimen laboratoris rancangan the post test only control group desain. Sampel tikus putih strain wistar dibagi 4 kelompok. Sampel I : kontrol negatif, II: kontrol positif, dua kelompok lainnya diberikan kopi Robusta berbagai dosis (5,4 mL/200 gr BB/ hari, 10,8 mL/200 gr BB/hari). Analisis data menggunakan One Way Anova, uji Tukey 5%, uji korelasi dan uji regresi linier. Hasil : Hasil uji One Way Anova terdapat pengaruh perlakuan dengan perbedaan yang bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah. Dari uji korelasi terdapat korelasi yang berbanding lurus dan sangat bermakna antara dosis kopi dan jumlah penurunan kadar glukosa darah tikus putih diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai Pearson Correlation -0,978 pada glukosa darah puasa dan -0,932 pada glukosa darah 2 jam post pandrial, sedangkan hasil uji regresi didapatkan nilai R2 = 0,956 pada glukosa darah puasa dan 0,869 pada glukosa darah 2 jam post pandrial.

Kesimpulan : Pemberian kopi berbagai dosis dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes mellitus tipe 2.

(8)

ABSTRACT

Yustisiani, Alifaneta. 2012. The Influence of Coffee to Decrease the Blood Glucose Level of Diabetes Type 2 Wistar Strain White Mice Models. Final Assignment, Medical Faculty, University of Muhammadiyah Malang, Adviser: (1) Isbandiyah (2) Thontowi Djauhari

Introduction : Coffee is one of several favorite drink in the world that contains many antioxidant compounds. Various experiments prove that coffee can reduce the risk of diabetes type 2. Study about coffee as the alternative therapies in diabetes type 2 by observing the number of blood glucose level of of diabetes type 2 wistar strain white mice models is not yet been conducted in Indonesia.. Objective : Understanding the effect of coffee to decrease the blood glucose level in diabetes mellitus type 2 wistar strain white mice models.

Method : Laboratory experiment the post test only control group design. Wistar white mice groups were divided into 4 groups. Sample I : negative control, II: positive control, the other two groups were treated with Robusta coffee in various doses (5,4 mL/200 grBW/day, 10,8 mL/200 gr BW/day). Data analysis used One Way Anova, Tukey test 5%, correlation test, and linear regression test.

Result : One way Anova test result’s that there were an influence of treatments with the obviously different to decrease the blood glucose level. From the correlation test result that there were an inversely and meaningful correlation between coffee doses and the increasing of decrease of blood glucose level in diabetes mellitus type 2 white mice models with the value of Pearson Correlation -0,978 fasting glucose blood and -0,932 2 hours post pandrial, while regression test result was R2 = 0,956 fasting glucose blood and R2= 0,869 2 hours post pandrial.

Conclusion : Coffee administration in various doses can reduce the number of blood glucose level in diabetes type 2 mice models.

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL. ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

LEMBAR PENGUJIAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK... ... vii

ABSTRACT... ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR SINGKATAN ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.3.1 Tujuan umum ... 4

1.3.2 Tujuan khusus ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.4.1 Manfaat Akademik ... 4

1.4.2 Manfaat Klinis ... 4

(10)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Kopi ... 5

2.1.1 Kopi Robusta ... 5

2.1.1.1 Definisi Kopi Robusta ... 5

2.1.1.2 Kandungan Kopi Robusta ... 6

2.1.1.3 Manfaat Kopi Robusta. ... 6

2.2 Diabetes Mellitus ... 11

2.2.1Definisi Diabetes Mellitus ... 11

2.2.2Diabetes Mellitus Tipe II ... 11

2.2.3Patogenesis Diabetes Mellitus Tipe II... 13

2.2.4Manifestasi klinis ... 14

2.2.5Diagnosis Diabetes Mellitus ... 15

2.2.6Pengaturan Glukosa Darah ... 16

2.2.6.1 Glikolisis. ... 17

2.2.6.2 Glukoneogenesis. ... 18

2.2.7Mekanisme Homeostasis Glukosa Darah ... 19

2.3 Kopi dan Diabetes Mellitus Tipe 2 ... 22

2.3.1 Kafein.. ... 22

2.3.2 Chlorogenic Acid. ... 23

2.4 Bahan Penginduksi Diabetes Mellitus ... 25

2.4.1 Streptozotocin ... 25

2.4.2 Nicotinamide ... 29

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS... 22

(11)

3.2 Hipotesis ... 35

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 36

4.1 Rancangan Penelitian ... 36

4.2 Lokasi ... 36

4.3 Populasi dan Sample 4.3.1Populasi ... 36

4.3.2Sampel Penelitian ... 36

4.3.3 Estimasi Besar Sampel ... 36

4.3.4 Karakteristik Sampel Penelitian . ... 37

4.4 Variabel Penelitian ... 38

4.4.1Variabel Bebas ... 38

4.4.2Variabel Terkait ... 38

4.4.3Variabel Kontrol... 38

4.4.4Definisi Operasional... 38

4.5 Alat dan Bahan. ... 39

4.5.1Alat ... 39

4.5.2Bahan... 40

4.6 Alur Penelitian ... 41

4.7 Prosedur Penelitian... 42

4.7.1Adaptasi Hewan Uji ... 42

4.7.2Penentuan Dosis ... 42

4.7.3Penyiapan Larutan Uji... 43

4.7.4Pengambilan Darah Tikus. ... 44

(12)

4.8 Analisis Data ... 48

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. ... 49

5.1 Hasil Penelitian. ... 49

5.2 Analisis Data ... 52

5.2.1 Uji One Way ANOVA ... 52

5.2.2 Hasil Uji Tukey 5% ... 53

5.2.3 Uji Korelasi ... 54

5.2.4 Uji Regresi ... 55

BAB 6 PEMBAHASAN ... 58

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 63

7.1 Kesimpulan ... 63

7.2 Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 64

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Komposisi Kimia Biji Kopi Robusta yang Disangrai ... 6

Tabel 2.2 Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Puasa Sebagai Patokan Penyaring dan Diagnosis Diabetes Mellitus ... 15

Tabel 2.3 Glucose Transporters ... 21

Tabel 4.1 Konversi Dosis Antar Spesies ... 43

Tabel 5.1 Hasil Rerata Kadar Glukosa Darah Tikus ... 50

Tabel 5.2.1 Resume Uji Tukey ... 54

Tabel 5.2.2 Uji Korelasi Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Setelah Pemberian Kopi...54

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktir Kimia Streptozotocin ... 26

Gambar 2.2 Struktir Kimia Nicotinamide ... 29

Gambar 2.3 Skema Mekanisme Streptozotocin dan Nicotinamide ... 31

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual ... 32

Gambar 4.1 Alur Penelitian... 41

Gambar 5.1 Diagram Batang Rerata Hasil Pengukuran Kadar Glukosa Darah Pasca Perlakuan 1 ... 51

Gambar 5.2 Diagram Batang Rerata Hasil Pengukuran Kadar Glukosa Darah Pasca Perlakuan 2 ... 52

Gambar 5.3 Uji Regresi Penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Setelah Pemberian Kopi ... 56

(15)

DAFTAR SINGKATAN

ADP : Adenosine Diphosphate AMP : Adenosine Monophosphate ANOVA : Analysis of Variance ATP : Adenosine Triphosphate

cAMP : cyclic Adenosine Monophosphate CGA : Chlorogenic acid

DM : Diabetes Melitus

DNA : Deoxyribose Nucleic Acid

eNOS : endothelial Nitric Oxide Synthase GDM : Gestational Diabetes Mellitus GLUT : Glucose Transporter

IDDM : Insulin Dependent Diabetes Mellitus NAD : Nicotinamide Adenine Dinucleotide

NADH : Nicotinamide Adenine Dinucleotide Hydrogenase NADP : Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate

NADPH :Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate Hydrogenase

NO : Nitric Oxide

NOD : Non-Obese Diabetes PBS : Phosphate Buffered Saline PJK : Penyakit Jantung Koroner

PP : Post Prandial

(16)

ROS : Reactive Oxygen Species SHBG : Sex Hormone Binding Globulin STZ : Streptozotocin

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

(18)

DAFTAR PUSTAKA

AAK, 2009, Budidaya Tanaman Kopi, Yogyakarta, Kanisius

American Association of Clinical Endocrinologists, 2007, Medical Giudelines for Clinical Practice for The Management of Diabetes Mellitus, Endocrine Practice 13 (Suppl 1)

American Diabetes Association, 2011, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus, Diabetes Care 32 (S): 62-7

American Diabetes Association, 2011, Definition and Description of Diabetes Mellitus, Diabetes Care 32 (S): 62

Anonim, 2004, Migraines, Headaches, and Caffeine, WebMD, viewed 5 August 2011, <http://www.webmd.com/migraines-headaches/guide/triggers-caffeine>.

Arendash G.W, 2006, Caffeine Protects Alzheimer’s Mice Against Cognitive Impairment and Reduces Brain Beta-Amyloid Production, Neuroscience. Barik R, Jain S, Qwarta D, et al., 2008, Antidiabetic Activity of Aqueous Root

Extract of Ichnocarpus frutecens in STZ-Nicotinamide Induced Type II Diabetic in Rats, Research article India.

Benedetti MD, 2000, Smoking, alcohol, and coffee consumption preceding Parkinson’s disease, Neurology, 55, pp. 1350–1358.

Choi HK, Willett W, Curhan G, 2007, Coffee Consumption and Risk of Incident Gout in Men: A Prospective Study, Arthritis Rheum, 56, pp. 2049–55. Chu YF, Brown, Peter H, et al., 2009, Roasted Coffees High in Lipophilic

Antioxidants and Chlorogenic Acid Lactones are More Neuroprotective Than Green Coffees, Journal of Agricultural and Food Chemistry, 57(20), pp. 9801–9808.

Clifford MN 2003 The Analysis and Characterization of Chlorogenic Acids and Other Cinnamates, In : C. Santos-Buelga & G. Williamson (eds.).

Methods in Polyphenol Analysis, Royal Society of Chemistry, Cambridge, pp. 314–337.

Edward O, Terry E, Lorraine A, et al., 2002, Regulation of GLUT4 Biogenesis in Muscle : Evidence for Involvement of AMPK and Ca2+, Am J Physiol Endocrinol Metab 282, pp. 1008-1013.

Egawa T, Hamada T, Kameda N, et al., 2009, Caffeine Acutely Actives

5’Adenosine Monophosphate Actived Protein Kinase and Increase Insulin

(19)

Emily Updegraff, C. Wilborn, 2003, What’s GLUT 4?, viewed 9 March 2012, <http://www.wisegeek.com/what-is-glut4.htm>.

Firdous MR, Koneri CH, Sarvaradu, et al., 2009, NIDDM Antidiabetic Activity of saponins of Momordica cymbalaria in Streptozotocin-Nicotinamide Departement of Pharmacology, RR College of Pharmacy, Bangalore, India, (3), pp. 1460-1465

Foster DW, 2000, Diabetes Melitus, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam Horrison, Jakarta, EGC.

Gustaviani, Reno, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Gustavo D Pimintel, Juliane CS Zemdegs, Joyce A Theodoro, et al., 2009, Does Long-Term Coffee Intake Reduce Type 2 Diabetes Mellitus Risk?, Diabetology & Metabolic Syndrome, 1, pp. 9-16.

Guyton AC, 2007, Textbook of Medical Physiology, 11th edn, EGC, Jakarta

Harvey S, David Zieve, 2009, Gallstones and gallbladder disease – Prevention, University of Maryland Medical Center, viewed 17 august 2011

Hery Winarsi MS, 2007, Antioksidan Alami dan Radikal Bebas, Penerbit Kanisius, Jakarta.

Jarvis MJ, 2005, Does Caffeine Intake Enhance Absolute Levels of Cognitive Performance?, Psychopharmacology, 110, pp. 1–2, 45–52.

J. Margot de Koning Gans, Cuno SPM Uiterwaal, Yvonne T. van der Schouw, et al., 2010, Tea and Coffee Consumption and Cardiovascular Morbidity and Mortality, Journal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology.

Johnson-Kozlow M, et al., 2002, Coffee Consumption and Cognitive Function among Older Adults, Am J Epidemiol, 156, pp. 842–850.

Johnston KL, Clifford MN, Morgan LM, 2003, Coffee Acutely Modifies Gastrointestinal Hormone Secretion and Glucose Tolerance in Humans: Glycemic Effects of Chlorogenic Acid and Caffeine, Am J Clin Nutr, 79 (4), pp. 728–733.

Kati H, Riitta T, Isabel B, et al., 2010, Impact of Dietary Polyphenols on Carbohydrate Metabolism, International Journal of Molecular Science 11, pp. 1365-1402.

Kallow W, Tang BK, 1993, The Use of Caffeine for Enzyme Assays: A Critical Appraisal, Clin Pharmacol Ther, 53(5), pp.503–514.

(20)

Knip M, Douek IF, Moore WP, et al., 2000, Safety of high-dose nicotinamide: a review, Diabetologia, 43 (11), pp. 1337–45.

Koizumi A, Mineharu Y, Wada Y, et al., 2011, Coffee, Green Tea, Black Tea and Oolong Tea Consumption and Risk of Mortality from Cardiovascular Disease in Japanese Men and Women, Journal of Epidemiology and Community Health, 65, pp. 230–240.

Koolman J, 1995, Atlas Berwarna & Teks Biokimia, Hipokrates, Jakarta.

Kumalaningsih S, 2007, Antioksidan Alami Penangkal Radikal Bebas, PT. Trubus Swadaya, Depok.

Liu S, et al, 2009, Sex Hormone-Binding Globulin and Risk of Type 2 Diabetes

in Women and Men, The New England Journal of Medicine, 361 (11) pp.

52-63

Lopez-Grazia E, van Dam RM, Li TY, et al., 2008, The Relationship of Coffee Consumption with Mortality, Annals of Internal Medicine, 148(12), pp. 904-914.

Maclean PS, Zheng D, Jones JP, et al., 2002, Exercise-induced transcription of

the muscle glucose transporter (GLUT 4) gene, Biochemical and

biophysical research communications, 292 (2), pp. 409–414.

Morton, Lincoln W, Rima ACC, et al., 2007, Chemistry And Biological Effects of Dietary Phenolic Compounds: Relevance To Cardiovascular Disease,

Clin Exp Pharmacol and Physiol, 27(3): 152-59

Muljana W, 2006, Bercocok Tanam Kopi, Semarang: CV Aneka Ilmu, p: 12 Murray RK, Granner DK, Mayes PA, et al. 1999, Biokimia Harper Edisi 24,

EGC, Jakarta.

Nastase A, Ioan S, Braga RI, et al., 2007, Coffee Drinking Enhances The Analgesic Effect of Cigarette Smoking, Neuroreport, 18(9), pp.921-924. Passero K, 2011, NADH Supplements and Information, viewed 30 January 2011,

<http://www.nutrasanus.com>.

Pellegrini N, 2003, Total Antioxidant Capacity of Plant Foods, Beverages and Oils Consumed in Italy Assessed by Three Different In Vitro Assays, Journal of Nutrition, 33, pp. 2812-2819.

Prabhakar PK, Doble M, 2009, Synergistic effect of phyochemical drugs on glukose uptake myotubes, Departement of Biotechnolog. Indian Institute of Thechnology Madras.

(21)

Pimentel D, Zemdegsi CS, Theodoro A, et al., 2009, Diabetology & Metabolic Syndrome : Does long-term coffee intake reduce type 2 diabetes mellitus risk?, BioMed Central, pp: 1-8

Rodriguez T, Altieri A, Chatenoud L, et al., 2004, Risk Factors For Oral and Pharyngeal Cancer in Young Adults. Oral Oncol. 40 (2), pp. 207–13. Rohdiana, Dadan, 2009, Teh Ini Menyehatkan, Alfabeta, Bandung.

Robert C, Sandier S, Hellerstrem, 1984, Multiple Low-Dose Streptozotocin-Induced Diabetes in Mouse, Departement of Anatomy Pediatrics, Mount Sinai School of Medicine of the City University of New York, NewYork Ruskar AGN, 2010. Kajian Efektivitas Streptozotocin Dalam Induksi Tikus Putih

Diabetik, Surabaya, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Skripsi

Schnedl WJ, Ferber S, Johnson JH, et al, 1994, STZ Transport and Cytotoxicity, Specific Enhancement in GLUT2-Expressing Cells, Diabetes 43(11), pp. 1326–33 Schteingart, David E, 2005, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit: Metabolisme

Glukosa dan Diabetes Melitus, EGC, Jakarta.

Schumm DE, 1993, Intisari Biokimia, Binarupa Aksara Jakarta.

Sinclair CJ, Geiger JD, 2000, Caffeine Use in Sports, A Pharmacological Review, Canada. J Sports Med Phys Fitness, 40(1), pp. 71-79.

Shafrir E, 2007, Animal Models of Diabetes, Taylor dan Francis Group, United States

Soegondo S, 2005, Diagnosis dan Kalsifikasi Diabetes Mellitus Terkini, In : Soegondo S dkk (eds), Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu, Penerbit FKUI, Jakarta.

Song YJ, Kristal AR, Wicklund KG, et al., 2008, Coffee, Tea, Colas, And Risk of Epithelial Ovarian Cancer, Cancer Epidemiol, 17(3), pp. 712–716.

Svilaas A, 2004, Intakes of Antioxidants in Coffee, Wine, and Vegetablesare Correlated with Plasma Carotenoids in Humans, Journal of Nutritions, 134, pp. 562-567.

Szkudelski T, Szkudelska K, 2002, Streptozotocin Induces Lipolysis in Rat Adipocytes in Vitro, Physiol. Res, 51, pp. 255-259.

Tondok, A.R, 1999, Kebijakan Pengembangan Kopi di Indonesia, Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

(22)

Touger-Decker R, Van LC, 2003, Sugars and Dental Caries, Am J Clin Nutr, 78 (4), pp. 881S-892S.

Wang Z, Gleichmann H, 1998, GLUT2 in pancreatic islets: crucial target moleculein diabetes induced with multiple low doses of streptozotocin in mice, Diabetes, 47 (1): 50–6.

Webster Ross, G. et al., 2000,Association of Coffee and Caffeine Intake With the Risk of Parkinson Disease, JAMA, 283 (20).

World Healthy Organization, 2011, Diabetes Programme, viewed 9 February 2011, <http://www.who.int/diabetes/action_online/basics/en/index.html>. Yusianto, 1999, Kopi : Pengolahan Mutu, Komposisi Kimia, Citarasa. Jember:

(23)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Diabetes yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis di Indonesia adalah penyakit kronik, yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin hasil produknya sendiri (WHO, 2011).

WHO mengklasifikasikan diabetes menjadi 3 tipe yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Berdasarkan data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 diperkirakan terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes. Namun pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang dan sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe II (WHO, 2011).

Semakin meningkatnya jumlah penderita diabetes memacu peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dimulai dari penelitian dengan menggunakan bahan sintetis hingga bahan alam yang saat ini banyak digunakan para peneliti dan dikembangkan senatural mungkin sehingga tidak merusak substrat yang terkandung di dalamnya. Hal ini terjadi karena semakin banyaknya ditemukan berbagai fakta baru bahwa tidak sedikit dari bahan-bahan yang diteliti dan telah dikonsumsi secara umum dari

(24)

2

penemuan - penemuan terdahulu, memberikan manfaat pada kehidupan manusia khususnya di bidang kesehatan (Rohdiana, 2009).

Dalam bidang medis, salah satu yang terpenting adalah mulai berkembangnya cara pengobatan dengan bahan alam yang lebih dikenal dengan fitofarmaka sebagai alternatif lain dari pengobatan kimiawi (Kumalaningsih, 2007).

Indonesia adalah negara produsen kopi terbesar ke-empat di dunia. Kopi di Indonesia dimulai dengan sejarah kolonial, dan telah memainkan bagian penting dalam pertumbuhan negara. Indonesia terletak dalam suatu geografi yang ideal untuk perkebunan kopi. (Muljana W, 2006).

Selama ini di Indonesia lebih dikenal sebagai penghasil Kopi Robusta terbesar didunia, meskipun kontribusi kopi Arabika Indonesia dalam perdagangan kopi dunia secara kuantitatif kecil namun secara kualitatif sangat disukai konsumen dengan keanekaragaman jenis serta cita rasa yang spesifik (Tondok, 1999).

(25)

3

likopen plasma. Data ini membuktikan bahwa kopi menyumbang total antioksidan terbesar diantara sumber antioksidan lainnya.

Para peneliti menelusuri komponen dalam kopi yang berpotensi sebagai antioksidan. Dalam hal ini, Pellegrini (2003) dan Richelle (2001) meyakini bahwa asam klorogenat yakni ester dari asam kafeat dan asam kuinat, merupakan komponen polifenol yang bertanggung jawab sebagai antioksidan. Kedua senyawa ini merupakan komponen terbanyak dalam kopi.

Ketika kopi dipanggang, asam klorogenat berubah menjadi senyawa baru. Hilangnya molekul air dan terbentuknya ikatan ester dari asam klorogenat menghasilkan quinolakton atau quinida yang tidak asam. Senyawa quinida yang terdapat dalam jumlah banyak ini yang mampu memperbaiki kerja insulin, terutama yang bekerja dalam otot skelet (Hery W, 2007).

Melihat fenomena di atas, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh pemberian kopi robusta terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus strain wistar) yang diinduksi menjadi diabetes mellitus tipe 2.

1.2.Rumusan Masalah

(26)

4

1.3.Tujuan

1.3.1. Tujuan Umum

Membuktikan pengaruh kopi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih strain wistar diabetikum.

1.3.2. Tujuan Khusus

Mengetahui dosis kopi yang paling efektif dalam menurunan kadar glukosa darah.

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademis

Menambah pengetahuan tentang pengaruh kebiasaan minum kopi terhadap kadar glukosa darah.

1.4.2 Manfaat Klinis

Memberikan informasi tentang adanya manfaat mengkonsumsi kopi pada penderita diabetes.

1.4.3 Manfaat Masyarakat

Referensi

Dokumen terkait

Membuktikan pengaruh ekstrak daun bungur ( Langerstroemia speciosa ) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih strain wistar yang diinduksi

Apakah pemberian dosis minimal Monosodium Glutamate (MSG) yang menurut WHO aman dikonsumsi dapat mempengaruhi peningkatan kadar glukosa darah pada tikus putih Rattus

PENGARUH SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora var robusta) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIHi. JANTAN (Rattus norvegicus)

Penelitian tugas akhir ini berjudul “Pengaruh Ekstrak Daun Juwet ( Eugenia cumini Merr .) Terhadap Penurunan Kadar MDA dan Glukosa darah Pada Tikus Putih Jantan (

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah efek pemberian Kombucha coffee terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus L)

L.) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih jantan Galur Wistar ( Rattus norvegicus ) yang Dibebani Glukosa menunjukkan bahwa Pemberian Fraksi Larut Air dan Fraksi

Menganalisis pengaruh seduhan daun zaitun (Olea europaea L.) terhadap kadar glukosa darah puasa tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus strain wistar) jantan yang

L.) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih jantan Galur Wistar ( Rattus norvegicus ) yang Dibebani Glukosa menunjukkan bahwa Pemberian Fraksi Larut Air dan Fraksi