Informasi Dokumen
- Penulis:
- Jelita Septina Jamallia
- Pengajar:
- UJANG MAMAN, M. Si
- ACHMAD TJACHJA NUGRAHA, SP, MP
- Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
- Mata Pelajaran: Agribisnis
- Topik: Studi Pengembangan Wilayah Kota Tangerang Selatan Melalui Pendekatan Sektor-Sektor Unggulan
- Tipe: Skripsi
- Tahun: 2011/1432 H
- Kota: Jakarta
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bab ini memperkenalkan kajian mengenai pengembangan wilayah Kota Tangerang Selatan melalui pendekatan sektor-sektor unggulan. Ia mengemukakan pentingnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peranan sektor unggulan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Latar belakang penelitian menekankan pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan yang dipengaruhi oleh kedekatannya dengan Jakarta, serta penurunan kontribusi sektor pertanian. Rumusan masalah penelitian difokuskan pada identifikasi sektor potensial, sektor unggulan, analisis pertumbuhan sektor unggulan, dan potensi sektor pertanian. Tujuan penelitian meliputi penentuan sektor potensial, identifikasi sektor unggulan, analisis pertumbuhan sektor unggulan, dan identifikasi potensi dan prospek sektor pertanian. Manfaat penelitian meliputi penyediaan informasi untuk pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan di Kota Tangerang Selatan serta rujukan bagi penelitian selanjutnya. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada wilayah Kota Tangerang Selatan pada periode 2007-2008.
1.1 Latar Belakang
Bagian ini membahas konteks pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan khususnya Kota Tangerang Selatan. Ia menyoroti pentingnya perencanaan wilayah dalam pembangunan nasional dan bagaimana pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan adalah kunci kesejahteraan. Penurunan kontribusi sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan diketengahkan sebagai isu utama yang perlu ditangani. Kedekatan Kota Tangerang Selatan dengan Jakarta dan limpahan aktivitas ekonomi dari ibu kota turut dibahas sebagai faktor yang mempengaruhi pembangunan wilayah. Secara keseluruhan, sub-bab ini meletakkan dasar untuk penelitian ini dengan menunjukkan keperluan kajian terhadap sektor-sektor unggulan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.
1.2 Rumusan Masalah
Sub-bab ini mengemukakan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Fokus utama adalah pengidentifikasian sektor-sektor ekonomi yang berpotensi untuk dikembangkan di Kota Tangerang Selatan dalam periode 2007-2008. Soalan-soalan juga mencakup pengenalan sektor unggulan, analisis pertumbuhan sektor-sektor tersebut, dan penilaian potensi sektor pertanian dalam konteks pengembangan wilayah. Rumusan masalah ini berfungsi sebagai panduan penelitian, mengarahkan analisis data dan pembahasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang telah diutarakan.
1.3 Tujuan Penelitian
Bagian ini menjelaskan tujuan spesifik yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuannya adalah untuk mengenalpasti sektor-sektor ekonomi yang berpotensi untuk pembangunan di Kota Tangerang Selatan. Selain itu, penelitian bertujuan untuk mengenal pasti sektor-sektor unggulan dan menganalisis pertumbuhannya. Akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan prospek sektor pertanian dalam menyumbang kepada pembangunan ekonomi Kota Tangerang Selatan. Tujuan-tujuan ini selari dengan rumusan masalah dan membentuk kerangka analisis yang jelas dan terarah.
1.4 Manfaat Penelitian
Sub-bab ini menerangkan manfaat hasil penelitian. Ia menekankan peranan kajian ini untuk menyediakan maklumat penting bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pembangunan ekonomi. Kajian ini dapat digunakan sebagai panduan untuk memprioritaskan sektor-sektor unggulan yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Manfaat tambahan termasuk menyediakan rujukan ilmiah untuk penelitian lanjutan dalam bidang pembangunan ekonomi regional dan pengurusan sumber daya.
1.5 Ruang Lingkup
Bagian ini mentakrifkan batasan geografi dan waktu penelitian. Penelitian ini hanya menumpukan pada Kota Tangerang Selatan, dan hanya meliputi tempoh masa 2007-2008. Pembatasan ini membolehkan kajian yang lebih mendalam dan fokus pada data yang ada. Ia juga menjelaskan fokus kajian iaitu berdasarkan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan tata pemerintahan. Dengan batasan yang jelas ini, penelitian dapat dijalankan secara efisien dan menghasilkan analisis yang lebih terperinci dan tepat.
II. Tinjauan Pustaka
Bab ini mengulas konsep dan teori-teori yang relevan dengan penelitian. Ia membincangkan perencanaan pengembangan wilayah, penataan ruang wilayah perkotaan, konsep sektor unggulan, pertumbuhan ekonomi, dan metode analisis seperti Location Quotient (LQ) dan Shift Share (S-S). Tinjauan pustaka ini juga meliputi penelitian terdahulu yang berkaitan dan kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian.
2.1 Perencanaan Pengembangan Wilayah
Sub-bab ini membahaskan pelbagai definisi perencanaan pembangunan wilayah, menekankan aspek perancangan, pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan yang lebih baik. Ia juga menjelaskan konsep pembangunan itu sendiri sebagai proses perubahan yang disengajakan dan terancang, serta peranan perancangan dalam mencapai matlamat pembangunan ekonomi daerah. Konsep moderenisasi sebagai transformasi dalam pelbagai aspek kehidupan masyarakat juga dibincangkan, menekankan peranan perancangan dalam pembangunan ekonomi yang bersepadu.
2.2 Penataan Ruang Wilayah Perkotaan
Sub-bab ini meneliti perkaitan antara pembangunan ekonomi lestari dan penataan ruang. Ia menjelaskan konsep ruang sebagai wadah yang meliputi daratan, lautan dan udara, dan peranan penataan ruang dalam mengoptimumkan penggunaan ruang wilayah. Peraturan pemerintah berkaitan dengan penataan ruang juga dibincangkan, menekankan aspek perancangan, pemanfaatan, dan kawalan ruang wilayah untuk mencapai matlamat sosial dan ekonomi.
2.3 Konsep Sektor Unggulan
Sub-bab ini memperkenalkan teori ekonomi basis dan konsep sektor unggulan. Ia menerangkan perbezaan antara sektor basis dan sektor bukan basis, dan bagaimana sektor basis menyumbang kepada pertumbuhan ekonomi melalui eksport barang dan perkhidmatan. Kriteria sektor unggulan dihurai, termasuk kadar pertumbuhan tinggi, penyerapan tenaga kerja yang besar, dan nilai tambah yang tinggi. Peranan sektor unggulan dalam memacu pertumbuhan ekonomi wilayah turut dibincangkan.
2.3.1 Sektor Unggulan
Sub-sub bab ini memberikan definisi yang lebih terperinci tentang sektor unggulan, menghubungkannya dengan faktor-faktor anugerah (endowment factors) dan peranannya dalam pertumbuhan ekonomi. Ia menggariskan kriteria untuk mengenal pasti sektor unggulan, seperti kadar pertumbuhan yang tinggi, penyerapan tenaga kerja, dan interaksi antara sektor-sektor. Sub-bab ini juga menekankan kepentingan sektor unggulan dalam membantu pemerintah dalam pengalokan dana dan pembangunan ekonomi.
2.3.2 Pertumbuhan Ekonomi
Sub-bab ini membahas konsep pertumbuhan ekonomi, menjelaskan perbezaan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Teori-teori pertumbuhan ekonomi klasik dari Adam Smith dan David Ricardo dibincangkan, menekankan peranan faktor-faktor seperti jumlah penduduk, akumulasi modal, luas tanah, dan teknologi. Teori-teori ini menyediakan asas teori bagi analisis pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang Selatan.
2.4 Metode Analisis Potensi Perekonomian Wilayah
Sub-bab ini membincangkan kaedah analisis yang digunakan dalam kajian iaitu Location Quotient (LQ) dan Shift Share (S-S). Ia menerangkan prinsip dan kegunaan setiap kaedah tersebut, bagaimana ia digunakan untuk mengenal pasti sektor unggulan dan bukan unggulan, dan menganalisis pertumbuhan ekonomi wilayah. Kegunaan LQ dan S-S dalam konteks pembangunan wilayah dan pengambilan keputusan ekonomi turut dijelaskan.
2.4.1 Metode LQ (Location Quotient)
Sub-sub bab ini menjelaskan secara terperinci kaedah Location Quotient (LQ), termasuk cara pengiraannya dan tafsiran nilai LQ. Ia menerangkan bagaimana LQ digunakan untuk mengenal pasti sektor basis dan bukan basis, serta kekuatan relatif sesebuah sektor dalam ekonomi wilayah berbanding dengan wilayah rujukan. Kegunaan LQ dalam pengenalpastian sektor unggulan dalam konteks kajian ini turut dibincangkan.
2.4.2 Metode S-S (Shift Share)
Sub-bab ini memberikan penjelasan yang menyeluruh tentang kaedah Shift Share (S-S) termasuk komponen-komponen pertumbuhan seperti komponen pertumbuhan nasional, komponen pertumbuhan proporsional dan komponen pertumbuhan pangsa wilayah. Ia menjelaskan bagaimana kaedah S-S digunakan untuk menganalisis pertumbuhan sektor ekonomi dan daya saing wilayah, serta menyediakan asas bagi analisis pertumbuhan sektor unggulan dalam kajian ini.
2.5 Penelitian Terdahulu
Sub-bab ini mengkaji penyelidikan terdahulu yang berkaitan dengan topik ini. Ia merumuskan dapatan dan metodologi kajian-kajian lepas, menunjukkan relevansi dan sumbangan kajian ini kepada bidang ilmu ini. Perbandingan antara kajian terdahulu dengan kajian ini dibuat untuk menunjukkan kelainan, kelanjutan atau pembaharuan metodologi dan pendekatan.
2.6 Kerangka Pemikiran
Sub-bab ini memaparkan kerangka konseptual yang digunakan dalam kajian. Ia menunjukkan hubungan antara pembolehubah-pembolehubah yang dikaji dan bagaimana teori-teori dan kaedah analisis digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Kerangka pemikiran ini bertindak sebagai panduan dalam analisis data dan penulisan dapatan kajian.
III. Metodologi Penelitian
Bab ini menerangkan metodologi yang digunakan dalam penelitian, meliputi jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis data. Ia menjelaskan secara terperinci penggunaan metode Location Quotient (LQ) dan Shift Share (S-S) dalam analisis data.
3.1 Jenis dan Sumber Data
Sub-bab ini menjelaskan jenis data yang digunakan dalam kajian, iaitu data sekunder. Sumber data sekunder termasuk data PDRB Kota Tangerang Selatan dan Provinsi Banten untuk tempoh 2007-2008. Ia juga menjelaskan sumber-sumber data tersebut, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappeda Kota Tangerang Selatan. Penjelasan terperinci tentang pemilihan data dan justifikasi pemilihan tempoh masa kajian turut diberikan.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Sub-bab ini menjelaskan kaedah pengumpulan data yang digunakan, iaitu kajian dokumen. Ia menerangkan proses mendapatkan data sekunder daripada sumber-sumber yang telah dikenal pasti. Penjelasan tentang cara mengakses dan mendapatkan data dari sumber-sumber data sekunder turut dijelaskan bagi memberikan gambaran yang jelas tentang proses pengumpulan data.
3.3 Metode Analisis Data
Sub-bab ini menjelaskan kaedah analisis data yang digunakan dalam kajian iaitu Location Quotient (LQ) dan Shift Share (S-S). Ia menerangkan secara terperinci langkah-langkah pengiraan dan tafsiran bagi setiap kaedah. Penjelasan terperinci tentang pengiraan dan tafsiran LQ dan S-S diberikan untuk memastikan kejelasan metodologi.
3.4 Definisi Operasional
Sub-bab ini memberikan definisi operasional bagi konsep-konsep utama yang digunakan dalam kajian. Ini termasuk definisi bagi sektor unggulan, pertumbuhan ekonomi, dan indikator-indikator yang digunakan dalam analisis LQ dan S-S. Definisi operasional ini memastikan ketekalan dan kefahaman konsep-konsep tersebut sepanjang kajian.
IV. Gambaran Umum Wilayah
Bab ini memberikan gambaran umum mengenai Kota Tangerang Selatan, meliputi sejarah, kondisi umum, struktur organisasi pemerintahan, dan kondisi ketenagakerjaan. Ia memberikan konteks geografis dan sosial ekonomi bagi analisis selanjutnya.
4.1 Sejarah dan Kondisi Umum Kota Tangerang Selatan
Sub-bab ini memberikan gambaran sejarah pembentukan Kota Tangerang Selatan dan keadaan am wilayah tersebut. Ia meliputi maklumat geografi, demografi dan faktor-faktor lain yang relevan dengan pembangunan ekonomi wilayah. Gambaran ini memberikan konteks bagi analisis sektor-sektor ekonomi dan pembangunan wilayah.
4.2 Struktur Organisasi Pemerintahan Kota Tangerang Selatan
Sub-bab ini memberikan penerangan mengenai struktur organisasi pemerintahan di Kota Tangerang Selatan, yang menunjukkan bagaimana sistem pemerintahan tempatan berfungsi dan bagaimana ia mempengaruhi pembangunan ekonomi wilayah. Maklumat ini memberikan konteks pentadbiran bagi analisis pembangunan ekonomi dan perancangan wilayah.
4.3 Ketenagakerjaan
Sub-bab ini membincangkan keadaan pasaran buruh di Kota Tangerang Selatan, termasuk kadar pengangguran, sektor pekerjaan utama, dan ciri-ciri tenaga kerja. Maklumat ini penting untuk analisis impak pembangunan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja dan perancangan tenaga kerja untuk masa depan.
V. Hasil dan Pembahasan
Bab ini memaparkan hasil analisis data menggunakan metode LQ dan S-S, serta pembahasan implikasi dari hasil tersebut. Ia menganalisis sektor-sektor ekonomi di Kota Tangerang Selatan berdasarkan PDRB, mengidentifikasi sektor unggulan, dan menganalisis pertumbuhan serta daya saing sektor unggulan. Pembahasan meliputi potensi dan prospek pengembangan wilayah, khususnya sektor pertanian.
5.1 Hasil
Sub-bab ini membentangkan dapatan kajian secara ringkas dan sistematik. Ia menunjukkan dapatan analisis LQ dan S-S, serta dapatan lain yang relevan dengan objektif kajian. Penyusunan maklumat dapatan memastikan pembaca dapat memahami dengan mudah dapatan kajian dan perkaitannya dengan rumusan masalah dan objektif kajian.
5.2 Pembahasan
Sub-bab ini memberikan penjelasan terperinci mengenai dapatan kajian. Ia membincangkan implikasi dapatan tersebut terhadap pembangunan ekonomi dan perancangan wilayah di Kota Tangerang Selatan. Ia menghubungkan dapatan kajian dengan teori dan literatur yang telah dibincangkan dalam bab tinjauan pustaka. Penjelasan yang komprehensif memastikan pemahaman yang menyeluruh tentang dapatan kajian dan implikasinya.
VI. Kesimpulan dan Saran
Bab ini merumuskan kesimpulan dari penelitian dan memberikan saran-saran yang relevan untuk pengembangan wilayah Kota Tangerang Selatan. Kesimpulan secara ringkas menjawab rumusan masalah penelitian. Saran-saran yang diberikan berorientasi pada kebijakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
6.1 Kesimpulan
Sub-bab ini merumuskan kesimpulan utama kajian berdasarkan dapatan analisis. Ia menjawab secara ringkas dan tepat rumusan masalah yang telah diutarakan dalam bab pendahuluan. Kesimpulan perlu selari dengan dapatan kajian dan ditulis secara padat dan jelas.
6.2 Saran
Sub-bab ini memberikan saran-saran berdasarkan dapatan kajian dan kesimpulan yang telah dibuat. Saran-saran perlu bersifat praktikal dan relevan untuk pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan ekonomi di Kota Tangerang Selatan. Saran perlu spesifik, boleh dilaksanakan dan memberi impak positif kepada pembangunan wilayah.
Referensi Dokumen
- Kabupaten Tangerang Dalam Angka 2007/2008
- Kabupaten Tangerang Dalam Angka 2007/2008