• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Subjective Well Being Pada Siswa SMP Yang Mengalami Broken Home.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Subjective Well Being Pada Siswa SMP Yang Mengalami Broken Home."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

61

DAFTAR PUSTAKA

Afiyanti,Y.(2008).Validitas dan Reliabilitas dalam Penleitian Kualitatif.Jurnal Keperawatan Indonesia. 12, (2).137-141.

Ahiaoma,I.(2012). The psycho-social effect of parental separation and divorce on adolescents: Implications for counselling in Surulere Local Government Area of Lagos State. International Journal of Psychology and Counselling.5,(7).162-168.

Ananda. (2016, Oktober 8).Kenapa Bolos Sekolah ?. kapanlagi.com. Diunduh dari :http://teen.Kapanlagi.com/boys/pubertas/kenapa-siswa-bolos-sekolah-f0210d.html.

Asrfiyati. (2003). Pengaruh keluarga terhadap kenakalan anak (pdfersion). Retrieved July 30,2009from http://anharifamily.files.wordpress.co m/2007/ 09/fkm-asfriyati1.pdf.

Aziz, M. (2015). Perilaku Sosial Anak Remaja Korban Broken Home dalam Berbagai Perspektif. Jurnal Al-Ijtimaiyyah,1,(1),30-50.

Comanor, W. S., & Phillips, L. (2002). The Impact of Income and Family Structure on Delinquency. Journal of Applied Economics, 5, (2), 209-232.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Diener, E.,& Chan,M.Y. (2011).Happy People Live Longer. Subjective Well Being Contrlbutes to Health and Longevity. Applied Psychology: Health and Well-Being.3,(4),1-43

Duran,S. & Barlas,G.U.(2016).Effectiveness of Psychoeducation Intervention on Subective Well Being and Self Compassion of individuals with mental disabilities.Journal of Research in Medical Sciences.4(1).181-188.

Eid, M. & Larsen R.J. 2008. The Science of Subjective Well-Being. London: The Guilford Perss.

Eiffe, F., Ponocny, I., Gartner, K.,& T, M. (2016). Analytical Report on Subjective Well Being. (2016 edition). Eropa: Eurostat.

(2)

62

Herdiansya,H.(2015).Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Psikologi.Jakarta: Salemba Humanika.

Hioeliani, E. L., Nitimiharjo, C., & Setiawan, T. (2015). Studi Kasus Mengenai Subjective-Well Being pada Remaja Dalam Masa Emerging Adulthood yang Orang Tuanya Bercerai. Jurnal Pemikiran & Penelitian Psikologi, 10, (1), 10-17.Diunduh dari :www.jurnal.usu.ac.id/psikologia.

Kartono & Kartini. (1996).Psikologi Umum. Bandung : CV. Mandar Maju.

King,L. A.(2010).Psikologi Umum (ed.1).Jakarta:Salemba Humanika.

Kirmani, M. N., Sharma, P., Anas, M., & Sanam, R. (2015). Resilience and Subjective Well- Being Among College going Adolencent Girls. International Journal of Humanities & Social Science Studies. 2(1), 262- 270.

Kurniati, N. M. T., (2011). Tingkat Keberfungsian Keluarga dan Subjective Well-Being pada Remaja : Tinjauan Circumplex.Proceeding PESAT (Psikologi,Ekonomi,Sastra,Arsitekstur&Sipil),4,(1),47-43.Diunduh dari:http://library.gunadarma.ac.id/journal/view/7557/tingkat- keberfungsian-keluarga-dan-subjective-well-being-pada-remaja-tinjauan-circumplex.html/.

Linley, P.A & Joseph S. 2004. Positive Psychology in Practice. New Jersey: John Wiley & Sons. Inc.

Lestari, S.(2012). Psikologi Keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga (edisi ke-1). Jakarta Kencana.

Milles, M. B., & Huberman, M.A. (1984). Qualitative Data Analysis. London: Sage Publication.

Moleong, L. J. (2007). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nayana, F. N. (2013). Kefungsian Keluarga dan Subjective Well-Being pada Remaja .Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 01, (2), 230-244.Diunduh dari : http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jipt/article/view/1580/1680.

(3)

63

Omoruyi,V.I.(2014). Influence Of Broken Homes On Academic Performance Andpersonality Development Of The Adolescents In lagos state. European Journal of Educational and Development Psychology.2(1), 11-24.

Oribabor, O. A. (2014). The Effect of Broken Homes on Acquisition of English Language in Secondary Schools in Ife Central Local Government of OsunState.Journal of Literature, Languages and Linguistics, 3, (1).1-3.

Padatu, H.(2015). Konsep Diri Dan Self Disclosure Remaja Broken Home Di Kota Makassar. Tesis (tidak diterbitkan). Makasar: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Diunduh dari

http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/14798/.

Poerwandari, K. (1998). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Patrick.,F.,& Chrucill,A.(dalam penerbitan).The path taken :The Effect Of Divorce On Children.Marriage&Religion Research Institute.

Ryff. C. & Keyes. C. 2005. The Ryff Scales of Psychological Well-Being. Journal of Personality and Social Psychology.69,(4),719-727.

Santrock, J.(2012). Life Span Developmen (6 Ed 2012). Boston: McGrawHill.

Sullenger, E. T. (1934). Journal of Criminal Law and Criminology. Juvenile Deliquency a Product of The Home,24(6),1088-1092.

Savitri,I.D.,Degeng,S.N.I,.&Akbar,S.(2016) Peran Keluarga dan Guru dalam Membangun Karakter dan Konsep Diri Siswa Broken Home di Usia Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan. 1,(5),861-864. Diunduh dari : http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/6288.

Setyarahajoe,R.,& Nurlita,I.(2014). Interpersonal Communication Pattern of Broken Home’s Teens with their Parents in Surabaya to Minimize Juvenile Delinquency. Academic Research International. 5, (2).385-391.

Sahai, A.,& Singh, A. (2016). Organizational Justice Enhances Subjective Well-Being . The International Journal of Indian Psychology.3(6).21-33.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

(4)

64

diterbitkan). Surakarta: Umiversitas Setia Budi. Diunduh dari :https://psikologi05.files.wordpress.com/2012/02/naskah-publikasi.pdf.

Tohirin.(2013).Metode Penelitian Kualitatif.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini seseuai dengan teori Comanor & Phillips (2002) yang menyatakan bahwa anak yang lebih dekat atau sering tinggal bersama kakek, nenek, atau kerabat

Yang senantiasa selalu mendukung setiap langkah saya, selalu memberikan perhatian yang luar biasa, selalu ada di saat kondisi apapun dan selalu memberikan

Batas Usia Kawin Cegah Pernikahan Dini : Pengaturan batas umur perkawinan memberi kepastian hukum.. Diunduh dari

Gambaran Mengenai Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Yang Berprestasi Di Lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.. Prosiding Seminar Nasional Psikologi

“Layanan Home Visit Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Siswa Broken Home Di Kelas VII SMP Al Khairiyah Surabaya” yakni merupakan salah satu layanan pendukung

Berdasarkan hasil penelitian diketahui motivasi belajar tiga orang respondensiswa broken home di SMP Negeri 23 Banjarmasin, yaitu ditemukan satu siswa memiliki

Secara harfiah bahasa, broken home diartikan sebagai bentuk permasalahan yang terjadi dalam keluarga seperti mengalami kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua, kekerasan dalam

Grafik Kondisi Psikologis Siswa yang Broken Home Pada Indikator Emosi Berdasarkan gambar 2 maka dapat diketahui bahwa berdasarkan perindikator kondisi emosi siswa SMP berada dalam