HUKUM PERDATA
Hukum Perdata adalah ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara individu-individu dalam masyarakat. Dalam tradisi hukum di daratan Eropa (civil law) dikenal pembagian hukum menjadi dua yakni hukum publik dan hukum privat atau hukum perdata. Dalam sistem Anglo-Saxon (common law) tidak dikenal pembagian semacam ini.
Didalam Buku KUHPerdata, terdapat 4 bab buku peraturan, yaitu :
1. Buku Pertama yaitu mengatur tentang perorangan dan kekeluargaan, ( UU No. 1 Tentang Perkawinan)
Setiap subjek hukum / manusia pastilah mempunyai pasangan masing – masing dan berkeinginan untuk menikah, dalam buku satu terdapat undang – undang yang mengaturnya, seperti undang – undang siapa saja yang boleh dinikah dan yang tidak boleh, dan undang – undang dalam rumah tangga. Selebihnya akan dijelaskan dibawah.
2. Buku yang kedua yaitu mengatur tentang hukum benda yang dimiliki oleh subjek hukum tentang benda yang dimiliki, yaitu berupa benda berwujud ( benda bergerak dan benda tidak bergerak ) dan benda tidak berwujud ( Saham, hutang, deposito ),
Harta yang dimiliki oleh subjek hukum agar tidak salah dalam penggunaanya, maka undang – undang ini mengaturnya, seperti hak dan kewajiban pemilik saham, serta pemanfaatan benda – benda yang dimiliki oleh subjek hukum.
3. Buku yang ketiga yaitu mengatur tentang hukum perjanjian antara subjek hukum satu dengan subjek hukum yang lain, seperti perjanjian dagang, jual – beli dan sebagainya,
Banyak terjadi perselisihan, pertikaian bahkan sampai pertumpahan darah. Sering terjadi dalam bab ini. Buku ke empat ini mengatur semua tentang jual – beli dan sejenisnya dengan baik, namun jika masih terjadi kasus dalam jual – beli, berarti subjek hukum tidak menggunakan undang – undang yang terdapat dalam Buku KUHPer ke empat ini.
4. Buku yang ke empat yaitu mengatur tentang daluarsa dan pembuktian suatu benda bahwa benda itu milik seorang subjek hukum yang sah. ( akte, Nota, surat tanah, dll ).
Kepemilikan sebuah benda haruslah dapat dibuktikan dengan sebuah surat keterangan kepemilikan atau sejenisnya, sehingga memperkuat dan membenarkan bahwa benda tersebut adalah milik satu subjek hukum yang sah. Namun jika subjek hukum tidak bias menunjukan bukti yang memadai, maka benda tersebut manjadi milik Negara dan akan diurus sesuai undang – undang.
Sumber hukum Perdata
Sumber Hukum ada 2, yaitu :
1. Sumber hukum dalam arti formal.
Sejarah asal Hukum Perdata yaitu Hukum Perdata buatan pemerintah Kolonial Belanda yang terhimpun dalam KUHPerdata ( BW ). Berlakunya BW berdasarkan aturan peralihan UUD 1945 yang menyatakan KUHPer/BW tetap berlaku sepanjang belum diganti denga Undang – undang baru yang berdasarkan UUD 1945, dan sumber pembentuknya adalah UUD 1945.
2. Sumber hukum dalam arti material
Sumber ini menunjukan tempat yang dirumuskan dalam ketentuan Undang – undang Hukum Perdata yang dapat dibaca.Hukum Perdata yang mengatur tentang hak dan kewajiban individual dalam bermasyarakat terdapat dalam Kuhper material. Sedangkan undang – undang / hukum yang mengatur tentang melaksanakan dan atau mempertahankan hak dan kewajiban terdapat dalam Undang – undang KUHPerdata Formil.
Dalam mengatur hidup bermasyarakat, manusia adalah sentral penggerak kehidupan masyarakat, karena sudah jelas ia adalah pendukung atau pelaku langsung hak dan kewajiban. Dengan demikian, Hukum Perdata Material pertama kali menentukan siapakah orang – orang yang disebut pelaku hukum.