• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGOLAHAN PENGOLAHAN HASIL TES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGOLAHAN PENGOLAHAN HASIL TES"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PENGOLAHAN HASIL TES

I. Pemberian Skor 1. Skor tes uraian

Ditentukan oleh guru atau tim penilai yang didasarkan pada tingkat kesulitan dan kemudahan suatu soal. Dalam satu jenis soal, bisa memiliki skor yang sama, karena bobot kesulitan atau kemudahannya relatif sama, dan bisa juga memiliki skor yang berbeda dari masing-masing soal.

Misalnya :

Nomor 1 sampai 5 rentang skor antara 0 sampai 5 Nomor 6 sampai 10 rentang skor 0 sampai 10 Nomor 11 sampai 15 rentang skor 0 sampai 15

Pada tes uraian, jawaban benar dapat dianggap skor bersih. Sk = Σ B (Skor sama dengan jumlah benar)

2. Skor tes pilihan ganda

Jumlah jawaban benar dari tes pilihan ganda belum dianggap sebagai skor bersih. Hal ini disebabkan pada pertimbangan ada kemungkinan siswa menjawab dengan menebak saja, sehingga perlu dikurangi dengan perhitungan tertentu.

Pada bentuk menjodohkan, bisa disamakan dengan bentuk jawaban uraian yakni: Sk = Σ B (Skor sama dengan jumlah benar) atau bisa juga dikenakan seperti pada bentuk benar salah.

Sk = Σ B -ΣS (Skor sama dengan jumlah benar dikurangi jumlah salah.) Sedangkan pada bentuk pilihan ganda:

Sk = Σ B -ΣS o-1

o-1 adalah bilangan pembagi yang diperoleh dari jumlah option (pilihan)-1

II. Pengubahan Skor Menjadi Nilai

1. Skala Penilaian dengan dasar proporsi jawaban benar. a. Skala nilai 10

Nilai = Skor tercapai x 10 Skor ideal

b. Skala nilai 100

(2)

Skor ideal

Apabila dikonfersikan ke dalam nilai A-E A = 91 sampai 100

B = 81 sampai 90 C = 71 sampai 80 D = 61 sampai 70 E = 0 sampai 60

Atau

A = 86 sampai 100 B = 76 sampai 86 C = 65 sampai 75 D = 50 sampai 65 E = 0 sampai 49

Atau tergantung tim penilai atau guru

2. Skala nilai dengan dasar nilai rata-rata dan Standar Deviasi a. Skala 5

Cara I Cara II Cara III

A

B

C

D

E

M + 2 SD

M + 1 SD

M – 1 SD

M – 2 SD

A

B

C

D

E

M + 1,5 SD

M + 0,5 SD

M – 0,5 SD

M – 1,5 SD

A

B

C

D

E

M + 1,8 SD

M + 0,6 SD

M – 0,6 SD

(3)

b. Skala 9

9

8

7

6

5

4

3

2

1

M + 1, 75 SD

M + 1, 25 SD

M + 0, 75 SD

M + 0,25 SD

M – 0,25 SD

M – 0, 75 SD

M – 1, 25 SD

M – 1, 75 SD

c. Skala 11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

0

M + 2,25 SD

M + 1, 75 SD

M + 1, 25 SD

M + 0, 75 SD

M + 0,25 SD

M – 0,25 SD

M – 0, 75 SD

M – 1, 25 SD

M – 1, 75 SD

Referensi

Dokumen terkait

 Bentuk jawaban tergambar yaitu angket yang memberikan jawaban dalam bentuk gambar. 2) Bentuk angket tak berstruktur yaitu angket yang memberikan jawaban secara

setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar, artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban yaitu jawaban yang paling benar. Kedua

skor 0. Dalam sebuah soal kemungkinan banyaknya kata kunci atau langkah-langkah penyelesaian soal lebih dari satu. Sehingga skor untuk sebuah soal bentuk uraian dapat

keterbatasan serius; format ini tidak tepat untuk pengukuran tujuan pengajaran yang kompleks dan karena mungkin ada lebih dari satu jawaban benar, pemberian skor secara

skor 0. Dalam sebuah soal kemungkinan banyaknya kata kunci atau langkah-langkah penyelesaian soal lebih dari satu. Sehingga skor untuk sebuah soal bentuk uraian dapat

Unit analisis dalam penelitian didahului dengan skoring dikotomi yaitu skor dengan pemberian angka satu (1) untuk jawaban yang benar dan skor nol (0) untuk jawaban

Tes Uraian Non-objektif adalah bentuk tes uraian yang butir soalnya memiliki sehimpunan jawaban dengan rumusan jawaban yang bebas, menuntut siswa untuk mengingat dan

Tes ini biasanya berbentuk essay (uraian). Tes bentuk essay adalah “sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata.” 39