• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sistem Informasi Aplikasi EMS Client

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Sistem Informasi Aplikasi EMS Client"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia dewasa ini ditandai dengan arus globalisasi disegala

bidang yang membawa dampak cukup pesat bagi perkembangan teknologi di

Indonesia. Salah satu kebutuhan hidup yang tak kalah penting di era globalisasi

ini adalah kebutuhan akan jasa pengiriman barang. Banyaknya penduduk yang

saling mengirim barang dari tempat yang jauh membuat jasa ini menjadi sangat

penting. Berdasarkan kenyataan tersebut banyak bermunculan jasa pengiriman

barang swasta, sedangkan jasa pengiriman pemerintah dari dahulu sampai

sekarang hanya satu, yaitu PT Pos Indonesia (Persero). Dewasa ini

penyelengaraan pos ditujukan sebagai pendukung pembangunan yang mampu

mempererat hubungan antara warga masyarakat dan instansi pemerintah untuk

mengelola tugas-tugas pemerintah dalam mengatur, mengawasi, membina dan

mengarahkan bermacam-macam kegiatan oleh dan untuk masyarakat. Dengan

memberikan pelayanan yang sebaik mungkin tanpa membedakan.

Pos merupakan organisasi yang besar dalam pelayanan lalu lintas berita,

uang dan barang. Pos mulai beroperasi ribuan tahun yang lalu dan sekarang pos

merupakan jaringan yang vital di setiap negara. Sepanjang sejarah manusia

pelayanan pos merupakan salah satu jenis pelayanan komunikasi yang paling tua.

Dibanyak bagian dunia, terdapat tanda-tanda adanya penyelenggara pelayanan pos

dimasa lalu yang ditata dalam organisasi yang teratur dan rapi. Pada dasarnya

(2)

antar daerah. Oleh karena itu penyelenggaraan pos dijalankan oleh Negara demi

kepentingan umum dan bertujuan menunjang pembangunan nasional. Sebelum

dikeluarkanya Undang-undang No. 38 Tahun 2009, pos artinya pengantaran

surat-surat, tetapi setelah keluarnya Undang-undang tersebut, Pos merupakan lembaga

umum yang bertugas mengurus pengantaran dan pengangkutan surat dan paket.

Oleh karena itu dibangun beberapa aplikasi untuk jasa pengiriman, salah

satunya adalah Express Mail Service (EMS). Express Mail Service adalah

layanan pengiriman dokumen dan barang dari dalam negeri dan ke luar negeri,

yang diatur secara khusus. Seiring dengan perkembangan tuntutan kebutuhan

pelanggan serta sejalan dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan citra

layanan, baik dimata pengguna jasa maupun di lingkungan dunia internasional,

maka dipandang perlu untuk melakukan perbaikan kualitas operasi layanan

Express Mail Service (EMS) melalui penyempurnaan pedoman operasi bagi UPT

yang dituangkan dalam suatu Petunjuk Pelaksanaan Layanan Express Mail

Service (Juklak EMS).

Melihat permasalahan tersebut pentingnya sistem informasi dalam

penyampaian informasi, sehingga dapat diuraikan secara garis besar yang

(3)

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, masalah yang akan dibahas

dalam menganalisis ini adalah:

 Kebutuhan akan teknologi yang pesat pada saat sekarang

 Lambatnya dalam proses pengolahan data proses pengiriman EMS Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskan masalah bagaimana menganalisis SISTEM INFORMASI APLIKASI EMS

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1Maksud

Adapun maksudnya laporan kerja praktek ini adalah menganalisis

sistem informasi aplikasi EMS di PT. Pos Indonesia.

1.3.2Tujuan

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian laporan kerja praktek ini adalah :

1. Menganalisis bisnis layanan di PT. Pos Indonesia khususnya layanan

EMS dapat memberi kemudahan dalam proses.

2. Melihat cara kerja aplikasi EMS ini apakah dapat mempercepat

pelaksanaan dan penyelenggaraan bisnis layanan.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah disini dimaksudkan untuk mempertegas ruang lingkup

masalah yang akan dibahas, agar tidak menimbulkan terlalu luasnya penafsiran

(4)

Penelitian yang telah dilakukan mengenai pemasukan data pengirim, penerima

wesel dan transaksi wesel, pencetakan data dan pembuatan laporan maka dari itu

penganalisis membatasi masalah sebagai berikut :

1. Prosedur yang digunakan dalam penggunaan sistem ini adalah

prosedur umum, prosedur buka layan/awal dinas, prosedur penerimaan

kiriman, prosedur pembayaran kiriman, prosedur pembatalan kiriman.

Data yang dibutuhkan dalam proses transakasi adalah data pengirim

EMS, data EMS, data penerima EMS

2. Data yang dibutuhkan adalah data pengirim, data penerima, bukti

pembayaran, backsheet setor, backsheet bayar, rekapitulasi data.

1.5 Metode Penelitian

Dalam penulisan laporan Kerja Praktek ini dibagi dalam beberapa tahap

yang masing-masing memiliki kegiatan yang ditunjang dengan pemakaian

metode tertentu pula.

Tahapan yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara :

a. Studi Kepustakaan yaitu mengumpulkan data dengan cara membaca,

mempelajari dan menganalisa beberapa buku yang berkaitan dengan

(5)

mengadakan penelitian atau meninjau langsung ke PT. Pos Indonesia.

c. Wawancara/Interview yaitu dengan bertanya langsung kepada pegawai

perusahaan yang mampu dan mengerti akan masalah yang

dipertanyakan.

d. Studi Literatur yaitu melakukan perncarian pustaka-pustaka yang

menunjang. Pustaka tersebut dapat berupa buku-buku atau mencari

penjelasan yang berhubungan untuk pemecahan masalah melalui

internet.

1.6 Sistematika Penulisan

Pada sistematika penulisan bertujuan untuk menjelaskan bab-bab yang akan

dibuat pada pembuatan laporan kerja praktek secara garis besar adalah sebagai

berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan bagian yang mengemukakan Latar Belakang

Masalah, Perumusan Masalah, Maksud dan Tujuan, Batasan

Masalah, Metode Penelitian, serta Sistematika Penulisan Laporan

Kerja Praktek di PT. Pos Indonesia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab II ini merupakan tinjauan umum yang di dalamnya

(6)

organisasi perusahaan dan job deskripsion, dan teori-teori yang

berhubungan dengan permasalahan berdasarkan studi pustaka yang

dilakukan.

BAB III

PEMBAHASAN

Bab III ini berisikan pembahasan mengenai analisis dari rancangan

pembuatan sistem aplikasi. Lingkup pembahasan meliputi analisis

sistem, perancangan global dan perancangan rinci dari hasil

analisis pada saat kita melakukan kerja praktek.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab IV ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan

saran-saran yang dapat memberikan masukan bagi pembaca dan

(7)

6 2.1 Profil Tempat Kerja Praktek

Pos Indonesia merupakan anggota organisasi Universal Posta Union (UPU)

yang merupakan organisasi pos dunia. Melalui organisasi ini, administrasi pos

seluruh dunia menjalin kerja sama jaringan internasional dalam penyelenggaraan

layanan pos.

UPU didirikan pada tahun 1874 dengan kantor pusat di ibu kota Swiss, Bern

merupakan organisasi internasional tertua yang kedua setelah International

Telecommunication Union (ITU). Organisasi ini saat ini memiliki anggota

sebanyak 191 negara.

UPU merupakan forum untuk kerja sama penyelenggaraan layanan pos dan

membantu terciptanya jaringan universal layanan/ produk pos yang up to date.

Untuk itu, UPU memiliki peran advisory, mediasi, dan memberikan bantuan

teknis yang dibutuhkan negara anggota.

Untuk menjamin /mengatur kerja sama pertukaran kiriman pos internasional,

UPU membuat aturan-aturan yang terdiri dari Constitution, Convention, General

Regulation, Letter Post Regulation, Parcel Post Regulation, dan Postal Payment

(8)

Tabel 2.1 Profil Tempat Kerja Praktek

Dokumen Bahasa Indonesia English

Constitution &

Selain itu, UPU juga membuat rekomendasi untuk menstimulasi pertumbuhan

produksi kiriman pos dan meningkatkan kualitas layanan pos. Selain menjadi

anggota UPU, Pos Indonesia juga menjadi anggota organisasi Asia Pacific Postal

Union (APPU). Organisasi ini merupakan organisasi antar administrasi pos se

Asia Pasifk yang berkedudukan di Bangkok, Thailand dengan anggota berjumlah

29 negara.

APPU merupakan organisasi yang berafiliasi kepada UPU, dan memiliki

tujuan untuk memperluas, menfasilitasi dan mengembangkan hubungan kerja

(9)

Dalam melaksanakan peran dan fungsinya UPU maupun APPU

menyelenggarakan aktivitas baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat

insidental. Kegiatan rutin yang diselenggarakan UPU adalah : Congress (4

tahunan), Sidang Postal Operations Council (tiap tahun), Council of

Administration Meeting (tiap tahun), dan Strategy Conference (4

tahunan).Sedangkan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh APPU adalah

APPU Congress (4 tahunan), dan APPU Excecutive Council Meeting (2 tahunan).

2.1.1 Sejarah Instansi

Tabel 2.2 Sejarah Instansi

Tahun Uraian

26 - 8- 1746 Kantorpos pertama di Indonesia adalah

di Batavia didirikan oleh Gubernur

Jendral GW Baron

1906 Posts Telegraafend Telefoon Diensts

27-9 – 1945 Jawatan PTT Republik Indonesia

ditandai Pengambilalihan Kantor Pusat

PTT di Bandung oleh Angkatan Muda

PTT dari pemerintahan Militer Jepang.

Tanggal tersebut diperingati sebagai

(10)

1961 Berdasarkan Peraturan Pemerintah

No.240 Tahun 1961 status Jawatan

PTT berubah menjadi Perusahaan

Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi

1965 PN Pos dan Telekomunikasi dibagi dua

menjadi : PN Pos dan Giro berdasarkan

Peraturan Pemerintah No 29 Tahun

1965 dan PN Telekomunikasi

berdasarkan Peraturan Pemerintah No

30 Tahun 1965

1978 Berdasarkan Peraturan Pemerintah

No.9 Tahun 1978, status PN Pos dan

Giro diubah menjadi Perusahaan

Umum (Perum) Pos dan Giro.

2.1.2 Logo Instansi

Logo lama Perum Pos dan Giro terdiri dari unsur padi-kapas yang

bersambung dengan banner di atas dengan tulisan RI, banner di bawah dengan

tulisan POS & GIRO, mengelilingi unsur segi-lima yang mengurung bola dunia

dan burung. Diantara segi-lima dan padi–kapas terdapat garis arsiran horisontal

(11)

Gambar 2.1 Logo Lama Perum Pos Indonesia

(sebelum mengalami perubahan)

Ide utama pada logo ini adalah burung, sebagai tanda yang mewakili

merpati pos, sebagai bentuk konsep pengiriman surat jaman dahulu. Bola dunia,

sebagai representasi dari perputaran dunia, kekekalan, dan adanya hubungan antar

negara, atau internasionalisasi.

Unsur padi kapas, yang merepresentasikan sila ke lima dari Pancasila dapat

dimaknai sebagai bentuk keadilan dan kesejahteraan sosial. Untuk kelompok

tertentu padi mevisualisasikan pangan dan kesuburan, kapas memvisualisasikan

sandang. Unsur padi kapas dapat dimaknai kemakmuran dan kesejahteraan

masyarakat yang tercukupi kebutuhan pangan dan sandangnya.

Banner yang bertuliskan RI di atas segilima dan merupakan ujung dari

unsur padikapas yang melingkari segi-lima, merupakan singkatan dari Republik

(12)

Makna yang tertangkap secara semantik dari membaca tanda-tanda pada

logo ini adalah pekerjaan profesionalitas pos yang divisualisasikan dengan burung

merpati dan bola dunia, terkurung oleh segilima dan masih dikelilingi oleh padi

kapas yang ujung atasnya ada banner bertuliskan RI, yang memberikan kesan

bersifat nasional.

Bisnis Pos merupakan bisnis jasa yang berlingkup internasional,

menghubungkan antar negara di dunia, sehingga kesan yang timbul dari logo lama

PT Pos ini adalah profesionalitas Pos yang bersifat internasional divisualisasikan

dengan burung merpati dan bola dunia, namun masih terkurung oleh hal-hal yang

bersifat nasional, burung tidak dapat lepas dan bebas.

Pada logo PT Pos yang lama ini masih terlihat adanya dominasi dua unsur

sebagai reprensentasi dari ideologi Pancasila yaitu padi-kapas, dan segilima. Di

sini hegemoni ideologi melalui logo terlihat sangat jelas, terutama dari

unsur-unsur tanda-tanda yang ditampilkan.

Setelah mengalami perubahan kelembagaan dari Perum Pos dan Giro

menjadi

Persero, logo PT Pos Indonesia mengalami perubahan. Visualisasi burung merpati

Pos yang siap terbang bebas mengelilingi dunia tidak lagi terkurung oleh segilima

dan padi kapas.

Burung merpati pos terbang dan berjalan semakin cepat. Kesan kecepatan

(13)

divisualisasikan dengan sayap yang bergaris horisontal, proporsi burung dibuat

lebih

memanjang dan mengecil di ujung untuk memberikan kesan gerak dinamis

(Gambar 2.1.2.2).

Ukuran burung dibuat lebih besar dibandingkan dengan bola dunia, dapat

dimaknai bahwa burung sebagai tanda yang merepresentasikan PT Pos diharapkan

dapat menguasai dunia. Logo memiliki warna dasar ‘jingga’ untuk menandakan

sesuatu yang penting.

Warna ini juga digunakan untuk tiang-tiang pemisah pada perbaikan di

jalan tol, seragam tukang parkir, pakaian penerbang, pakaian pendaki gunung, dan

segala sesuatu yang dianggap penting dan perlu perhatian.

Gambar 2.2 Logo Baru PT Pos Indonesia (setelah mengalami perubahan)

Tulisan dengan tipografi bold: POS INDONESIA, menunjukkan nama

(14)

dunia, di sini terbacabahwa yang utama adalah profesionalitas dibidang usaha,

dengan slogan “Untuk anda kami ada”, untuk lebih menekankan kesan

mengutamakan pelayanan. Tipografi slogan tersebut menggunakan huruf latin

untuk memberikan kesan luwes, lentur dan ramah.

Dari visualisasi burung merpati yang dikurung oleh sesuatu bentuk

segi-lima, menjadi lepas tanpa kurungan. Jika fenomena tersebut di atas ditinjau dari

sistem tanda dari Saussure tentang makna arbitrary, dimana makna sesuatu yang

dibuat secara artifisial tetapi disepakati oleh masyarakat, dan merupakan

konvensi, dimana penanda berupa bentuk segilima, diubah atau dihilangkan,

untuk menciptakan makna dan citra yang baru dari PT Pos Indonesia. Dengan

upaya merubah penanda, maka diharapkan dapat memperbaiki citra yang telah

terlanjur terbentuk di masyarakat.

Upaya ini diantaranya ada yang ditunjang dengan slogan yang

memberikan citra pelayanan, sebagaimana seharusnya citra

perusahaan-perusahaan ini yaitu untuk melayani masyarakat.

2.1.3 Badan Hukum Instansi

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Pos Indonesia (Persero) nomor :

SE 68 /DIROP/0503 tanggal 18 Juni 2004 tentang Implementasi Sistem Pos

Remmitance, Surat Keputusan Direksi PT Pos Indonesia (Persero) nomor : KD 30

/DIRUT/0704 tanggal 26 Mei 2003 tentang layanan EMS terlampir untuk

dipedomani dan dilaksanakan dalam rangka peluncuran dan operasionalisasi

(15)

Tarif dan bea-bea lain yang berhubungan dengan pengiriman EMS

ditetapkan oleh direksi. Sedangkan kiriman EMS tidak boleh melebihi batas

ukuran dan timbangan yang sudah diatur.

2.1.4 Struktur Organisasi Perusahan

Gambar 2.3 Struktur Organisasi Perusahaan

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Pengertian Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak memiliki pengertian menunjuk pada program dan alat

bantu lain yang bersifat menambah kemampuan komputer sebagai alat untuk

(16)

khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus pula (tailor-made) atau berupa paket

yang mempunyai aplikasi umum.

Disebut juga dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa

perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya.

perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan

perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya.

Merupakan data elektronik yang disimpan sedemikian rupa oleh komputer

itu sendiri, data yang disimpan ini dapat berupa program atau instruksi yang akan

dijalankan oleh perintah, maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer

untuk menjalankan perintah yang dijalankannya. Untuk mencapai keinginannya

tersebut dirancanglah suatu susunan logika, logika yang disusun ini diolah melalui

perangkat lunak, yang disebut juga dengan program beserta data-data yang

diolahnya. Pengeloahan pada software ini melibatkan beberapa hal, diantaranya

adalah sistem operasi, program, dan data. Software ini mengatur sedemikian rupa

sehingga logika yang ada dapat dimengerti oleh mesin komputer.

2.2.2 Konsep Dasar Sistem

Pengertian sistem menurut Jogiyanto H.M yang dalam bukunya

menyatakan :

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau

(17)

Sistem dapat didefinisikan juga sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari

dua atau lebih komponen atau sub-sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu

tujuan. Sistem adalah kumpulan dari bagian apapun baik fisik maupun non fisik

yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk

mencapai satu tujuan tertentu.

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa didalam sistem

terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Masing-masing subsistem dapat

terdiri dari subsistem yang lebih kecil lagi. Subsistem ini saling berinteraksi dan

saling berhubungan membentuk satu kesatuan (terintegrasi) sehingga tujuan

sistem tersebut dapat tercapai.

2.2.2.1 Pengertian Dasar Sistem

Suatu sistem pada dasarnya merupakan suatu susunan yang teratur dari

kegiatan yang berhubungan satu sama lain dan prosedur-prosedur yang berkaitan

yang melaksanakan dan mempermudah pelaksanaan kegiatan utama dari suatu

organisasi. Menurut Jogiyanto “Sistem adalah jaringan kerja dari

prosedur-prosedur yang saling berhubungan, nerkumpul, bersama-sama untuk melakukan

suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Sistem itu sendiri mempunyai tujuan yang sama untuk menghasilkan

sesuatu yang lebih bermanfaat ada yang menyebut mencapai suatu tujuan (goal)

dan ada yang menyebutkan untuk mencapai sasaran (object). Jadi dapat

(18)

yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai sasaran atau

objek. Beberapa ciri dari sistem yaitu sebagai berikut :

1. Mengarah Pada Tujuan

Cara kerja sistem ini adalah merangkai dan mengkoordinasikan fakta-fakta

untuk mencapai tujuan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.

2. Merupakan Suatu Keseluruhan

Sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh, dimana tujuan

masing-masing dari bagian yang membentuk sistem akan saling

menunjang dan mencapai tujuan dari sistem secara keseluruhan, dan ini

berarti bahwa pencapaian tujuan dari salah satu bagian tidak dapat

dilakukan dengan mengabaikan pencapaian tujuan dengan bagian yang

lainnya.

3. Adanya Keterbatasan

Sistem memiliki sifat yang terbuka, dimana suatu sistem dapat berinteraksi

dengan sistem lainnya yang lebih besar.

4. Adanya Proses Transformasi

Suatu sistem mempunyai atau melakukan proses transformasi kegiatan

yang mengubah suatu input atau masukan menjadi suatu output untuk

mencapai suatu tujuan.

5. Saling Berkaitan

Sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berkaitan satu elemen

(19)

2.2.2.2 Bentuk Umum Sistem

Bentuk umun dari suatu sistem terdiri atas masukan (input), proses dan

keluaran (output), dalam bentuk umum sistem ini bisa melakukan satu atau lebih

masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan rencana

yang telah ditentukan sebelumnya.

Gambar 2.4Bentuk Umum Sistem

2.2.2.3 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu

mempunyai sebagai berikut :

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,

yang artinya saling bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan.

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa

suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batas Sistem (Boundary)

INPUT OUTPUT

(20)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem

dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem

ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas

suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem

yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

Lingkungan luar yang menguntungkan meupakan energi dari sistem dan

harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang

merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan

mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan

subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan

sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran

(output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk

subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung

satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya

membentuk satu kesatuan.

(21)

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat

berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal

(signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya

sistem tersebut beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk

didapatkan keluaran.

6. Keluaran (Output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi

keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan

masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolahan (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah

masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran (Objective) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem

sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran

yang akan dihasilkan sistem.

2.2.2.4 Analisis Sistem

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai “penguraian dari suatu

sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan

(22)

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan

kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan

perbaikan-perbaikannya.” Analisis dan Desain : Jogiyanto

2.2.3 Konsep Dasar Informasi

Definisi umum informasi dalam pemakaian sistem informasi adalah data

yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi

yang memakai di dalam mengambil keputusan. Jadi sistem pengolahan informasi

pengolahan data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.

2.2.3.1 Pengertian Dasar Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam

suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk

pengambilan keputusan.

Sumber dari Informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan saat tertentu.

Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang lebih

berarti bagi penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat

itu atau keputusan mendatang.

Informasi yang bersumber dari proses data harus merupakan informasi

yang terstruktur. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih

(23)

2.2.3.2 Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah sehingga perlu diolah untuk

proses lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.

Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses

tetentu agar dapat lebih berguna dalam bentuk informasi.

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima

kamudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan

tindakan dan menghasilkan suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data

kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali melalui

suatu model sampai mmbentuk suatu siklus informasi.

Siklus informasi dapat dilihat seperti pada gambar 2.3 berikut :

Dasar Data

Gambar 2.5 Siklus Informasi

(24)

2.2.3.3 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi yang diharapkan tergantung tiga hal pokok, yaitu :

1. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang biasanya

terjadi dan selain itu harus jelas maksud dan tujuannya sehingga

output/keluaran biasa dipertanggung jawabkan.

2. Tepat Waktu

Informasi yang dihasilkan atau dibuthkan tidajk boleh terlambat (usang)

informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai yang baik, sehingga jika

digunakan sebagai dasar dari pengambilan keputusan akan bersifat fatal

atau mengalami kesalahan dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

3. Relevan

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat dan informasi yang

diterima si pemakai dan pemakai lainya bisa berbeda-beda.

2.2.3.4 Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk

mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif

dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu

diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi

umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan

(25)

tertentu dengan biaya untuk memperolehnya. Pengukuran nilai informasi biasanya

dihubungkan dengan analisis Cost Effectiveness atau Cost Benefit.

2.2.3.5 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial dan kegiatan stategis dari suatu organisasi dan menyediakan

informasi untuk pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.

Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suau organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi yang mendukung operasi

bersifat manajerial dan kegiatan stategi-stategis dari suatu organisasi dan

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

2.2.3.6 Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi mempunyai beberapa komponen yaitu :

1. Perangkat keras (Hardware) yaitu semua alat komputeryang secara fisik

dapat diliah dan diraba dengn jelas, seperti: keyboard, harddisk, monitor,

alat printer, mouse, dan lain-lain.

2. Perangkat lunak (Software) yatitu semua pengakat komputer yang dapat

mebuat perangkat keras komputer bekerja menjalankan fungsinya.

(26)

2.2.4 Flow Map

Bagan alir atau flow map adalah bagan yang menunjukan alir didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk

alat bantu komunikasi dan dokumentasi.

Bagan alir dokumen atau sering disebut juga Flow Map merupakan bagan

alir yang menunjukan arus dari aliran formulir termasuk tembusan-tembusannya.

2.2.5 Alat-alat Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sistem

itu sendiri. Pemodelan sistem adalah suatu upaya untuk menjaga efektifitas sistem

dalam memenuhi kebutuhan pengguna sistem.Pemodelan sistem dapat berarti

menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara

keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada.

Alat-alat yang digunakan dalam pemodelan sistem antara lain adalah:

1. Data Flow Diagram (DFD).

2. Kamus Data (Data Dictionary)

2.2.6 Pendekatan Analisis Sistem

Untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu tahap desain, maka

sebelumnya akan melakukan tahap-tahap sebagai berikut :

(27)

Data Flow Diagram adalah diagram sistem yang menggambarkan cara

kerja aplikasi secara logic. Mulai dari tingkat paling tinggi sampai dengan tingkat

paling rendah. Pada perancangan ini terdiri dari perancangan awal (preliminary

design) dan perancangan rinci (detailed design) sesuai dengan tahap-tahap

rekayasa perangkat lunak. Adapun penjelasan dari perancangan awal adalah

perancangan sistem yang menggambarkan tentang hubungan antara sistem dengan

lingkungan luar sistem.

Hubungan ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram konteks.

Sedangkan perancangan rinci adalah perancangan sistem yang menggambarkan

tentang proses yang terjadi pada sistem serta arus data yang mengalir antar

proses. DFD merupakan alat yang digunakan pada metode pengembangan sistem

yang terstruktur, DFD ini menggambarkan arus data di dalam sistem yang

terstruktur dan jelas serta merupakan dokumentasi sistem yang baik.

2.2.6.2 Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan

informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dapat mendefinisikan data

yang mengalir pada sistem dengan lengkap. Kamus data dapat digunakan pada

tahap analisa dan perancangan sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus

data digunakan untuk merancang masukan, merancang laporan-laporan dan

database.

Dengan adanya kamus data, didapat definisi-definisi dari bentuk-bentuk

(28)

elemen-elemen data. Arus data pada DFD bersifat global, hanyaditujukan nama arus

datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari arus data, secara lebih

lengkap dapat dilihat di kamus data.

2.2.7 Basis Data

2.2.7.1 Pengertian Data

Data merupakan ”fakta atau keterangan yang belum mempunyai arti atau

nilai, serta data dapat dijadikan kajian analisis atau kesimpulan. Data biasanya

terdiri dari beberapa elemen data (data item). Elemen data adalah unit terkecil dari

data yang ada artinya bagi pengguna (user).

2.2.7.2 Pengolahan Data

Pengolahan data dengan komputer terkenal dengan nama pengolahan data

elektronik. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan.

Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau

gabungan darinya. Pengolahan data adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk

yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi.

2.2.7.3 Siklus Pengolahan Data

Suatu proses pengolahan data terdiri dari tiga tahapan dasar yang disebut

dengan siklus pengolahan data (data processing cycle) yaitu input, processing dan

output.

1. Input, tahap ini merupakan proses memasukkan data ke dalam proses

(29)

2. Process, tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah

dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing data), yang

dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan,

mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.

3. Output, tahp ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil

pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.

2.2.7.4 Konsep Dasar Basis Data

Basis Data (Database) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip

yang ditempatkan secara berurutan untuk memudahkan dalam pengambilan

kembali data tersebut. Basis Data menunjukkan suatu kumpulan data yang dipakai

dalam suatu lingkungan perusahaan atau instansi-instansi. Penerapan basis data

dalam sistem informasi disebut sistem basis data (database system).

2.2.7.5 Pengertian Basis Data

Basis data terdiri dari kata basis dan data. Basis dapat diartikan gudang

atau tempat bersarang dan data yang berarti representasi fakta dunia nyata yang

mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep dan sebagainya

yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau

kombinasinya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Basis Data merupakan kumpulan data yang

(arsip) yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa

(30)

kebutuhan. Atau bisa diartikan sebagai kumpulan file/tabel/arsip yang saling

berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

2.2.7.6 Tujuan Basis Data

Basis Data (Database) pada prinsipnya ditujukan untuk pengaturan data

agar terdapat kemudahan dalam pengambilan kembali data tersebut. Berikut ini

terdapat beberapa tujuan dari Basis Data diantaranya yaitu :

1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)

2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)

3. Keakuratan (Accuracy)

4. Ketersediaan (Avaibility)

5. Kelengkapan (Completeness)

6. Keamanan (Security)

7. Kebersamaan (Sharability)

2.2.7.7 Pengguna Basis Data

Pengguna basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi

terhadap sistem diantaranya yaitu :

1. Programmer Aplikasi (Application Programmer)

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data dengan menggunakan Data

Manipulation Language (DML) untuk membuat aplikasi dengan

(31)

2. User Mahir (Casual User)

3. Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa membuat modul program.

4. User Umum (Naïve User)

5. Pemakai berinteraksi dengan aplikasi basis data yang telah dibuat atau

disediakan oleh sistem.

6. User Khusus (Specialized User)

7. Pemakai yang membuat program aplikasi basis data untuk keperluan

tertentu atau khusus.

2.2.7.8 Database Management System (DBMS)

Diperlukan suatu sistem untuk diintegrasikan data file ke dalam suatu file

sehingga bisa melayani berbagai user yang berbeda. Perangkat keras dan lunak

serta prosedur yang mengelola database manajemen sistem.

DBMS memungkinkan untuk membentuk dan meremajakan file-file,

memilih, mendatakan dan menyortir data, dan untuk menghasilkan

laporan-laporan.

Fungsi yang penting dari DBMS adalah sebagai berikut :

1. Menyediakan sistem akses cepat.

2. Mengurangi kerangkapan data atau redundancy data.

3. Memungkinkan adanya updating secara bersamaan.

4. Menyediakan sistem yang memungkinkan dilakukannya pengembangan

database.

(32)

2.2.8 Borland Delphi

Delphi adalah paket bahasa pemrograman yang bekerja dalam sistem

operasi Windows. Delphi merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai

cakupan kemampuan yang luas dan sangat canggih.

Kelebihan-kelebihan yang dapat diambil ketika seorang pengembang perangkat

lunak menggunakan Borland Delphi adalah :

1. Delphi mendukung Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented

Programming).

2. Hasil dari proses kompilasi berupa sebuah file yang dapat dieksekusi

(executable file) sehingga mempermudah dalam pendistribusian program dan

mengurangi banyaknya file pendukung.

3. Delphi menyediakan banyak sekali komponen yang dapat digunakan. Selain

itu banyak juga komponen yang bersumber dari pihak ketiga yang biasanya

disertai dengan dokumentasi, source code dan lain-lain. Komponen dari pihak

ketiga bisa yang komersil atau free.

4. Mendukung banyak database server (MySQL, SQL Server, Interbase, Oracle dll) sehingga dapat mempermudah dalam membuat aplikasi database.

5. Borland Delphi menyediakan fasilitas yang luas mulai dari fungsi membuat

form hingga untuk menggunakan format file berbasis data yang popular seperti

Dbase dan Paradoks.

6. Dalam Borland Delphi template aplikasi dan template format yang dapat

(33)

2.2.9 Sistem Client-Server

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan suatu operasi jaringan. Sistem

opersi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannya, yaitu sistem

operasi Client - Server dan sistem operasi jaringan peer to peer.

Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server

karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada

workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Pada sistem client server, untuk memenuhi kebutuhan client akan

mengirimkan message (perintah) query pengambilan data selanjutnya server yang

menerima message, akan menjalankan query tersebut (melakukan pencarian basis

data terhadap tabel tertentu) dan hasilnya (tidak semua isi tabel) yang akan

dikirimkan kembali ke client dengan begitu proses transfer data jauh lebih efisien.

Bentuk sederhana yang dapat diterapkan pada sebuah jaringan komputer

lokal (LAN) adalah penyatuan fungsi client dan fungsi workstation. Adanya

penilaian fungsi client dan server, disamping meningkatkan kompleksitas

tersendiri dalam pembangunan aplikasi (sistem) secara keseluruhan juga

menimbulkan kelemahan lain yaitu aktivitas pemasangan aplikasi (deployment)

yang tidak praktis jika terjadi perubahan atau perbaikan aplikasi basis data, maka

kita harus mengulang pekerjaan instalasi di semua client yang digunakan.

(34)

International Express Mail Service adalah layanan pengiriman dokumen

dan barang dari dalam negeri dan ke luar negeri, yang diatur secara khusus yang

selanjutnya disebut layanan EMS.

2.2.11 Dokumen

Dokumen adalah semua bentuk korespondensi yang untuk

pengirimannya tidak memerlukan pemeriksaan oleh pihak Bea dan Cukai seperti ;

1. Surat

2. Cek dan Weselbank

3. Polis Asuransi

4. Surat Kontrak atau Surat Perjanjian

5. Faktur

6. Konosemen

7. Kuitansi

8. Paspor

2.2.12 Barang

Barang adalah semua jenis barang yang tidak termasuk dalam kategori

terlarang pengirimannya melalui pos, mempunyai nilai harga tertentu dan untuk

pengirimannya harus melalui pemeriksaan Bea dan Cukai.

2.2.13 Kiriman EMS

Kiriman EMS adalah dokumen atau barang yang pengirimannya

(35)

2.2.14 Kiriman Pos EMS

Kiriman Pos EMS adalah kumpulan kiriman EMS yang ditutup dalam

kantung khusus EMS.

2.2.15 Kantor Pos

Kantor Pos adalah kantor pos yang telah masuk jaringan EMS yang

melakukan pengumpulan (collecting), pengantaran (delivery) EMS, melakukan

pengiriman data status EMS, dan melakukan loading dan uploading data EMS

pada kantor tukar terkait.

2.2.16 Kantor Tukar

Kantor Tukar adalah kantor yang melakukan pertukaran kiriman EMS

dari dalam negeri dan keluar negeri dan melakukan monitoring status EMS.

2.2.17 Kantor Pusat

Kantor Tukar adalah Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (Persero) c.q.

Bagian Pos Internasional, kecuali disebutkan dengan jelas nama unit kerjanya.

2.2.18 Kantor Pos Lalu Bea

Kantor Pos Lalu Bea adalah Kantor Pos tempat kedudukan Bea dan

Cukai yang melakukan pelalubean kiriman Pos.

(36)

Sistem Jejak Laceak Elektronik adalah suatu perangkat elektronik yang

dapat digunakan untuk mengetahui status kiriman EMS yang selanjutnya disebut

Track & Trace atau T & T.

2.2.20 Barcode

2.2.20.1 Definisi Barcode

Barcode adalah susunan garis cetak vertikal hitam putih dengan lebar

berbeda untuk menyimpan data-data spesifik seperti kode produksi, nomor

identitas, dll sehingga sistem komputer dapat mengidentifikasi dengan mudah,

informasi yang dikodekan dalam barcode.

2.2.20.2 Cara Kerja Barcode

Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja

digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat

boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada listrik (dengan besaran /

tresshold tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt).

Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari

warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih

mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap

cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan

(37)

2.2.20.3 Jenis Barcode

Ada beberapa standarisasi jenis barcode. Berikut ini adalah jenis barcode

yang sering digunakan:

1. Code 39, sebagai simbolik yang paling populer di dunia barcode

non-retail, dengan variabel digit yang panjang. Namun saat ini code 39 makin

sedikit dipergunakan dan digantikan dengan Code 128 yang lebih mudah

dibaca oleh pemindai.

2. Universal Product Code (UPC)-A, terdiri dari 12 digit, yaitu 11 digit data,

1 check digit : untuk kebutuhan industri retail.

3. UPC-E, terdiri dari 7 digit, yaitu 6 digit data, 1 check digit : untuk bisnis

retail skala kecil.

4. European Articles Numbering (EAN)-8, terdiri dari 8 digit, yaitu 2 digit

kode negara, 5 digit data, 1 check digit.

5. EAN-13 atau UPC-A versi Eropa, terdiri dari 13 digit, yaitu 12 digit data,

1 check digit

TIpe barcode yang banyak di Indonesia adalah EAN 13, yaitu kode

barcode dengan 13 digit. Dimana 3 kode awalnya merupakan kode negara

Indonesia (899). Kemudian empat angka berikutnya menunjukkan kode

perusahaan. Selanjutnya lima angka secara berturut-turut merupakan kode produk

dan angka terakhir berupa validasi atau cek digit.

(38)

Barcode Reader adalah alat yang digunakan untuk untuk membaca

kode-kode berbentuk garis-garis vertikal (disebut dengan BARCODE).

2.2.20.5 Scanning Barcode

Scanning Barcode adalah proses melakukan pembacaan barcode

menggunkan barcode reader.

2.2.21 Direksi

Direksi adalah Direksi PT. Pos Indonesia (Persero).

2.2.22 Operation T&T

Operation T&T adalah pegawai yang ditunjuk untuk melakukan

pertukaran data status kiriman EMS.

2.2.23 Kode Status Kiriman EMS

Kode Status Kiriman EMS adalah kode yang menunjukkan posisi atau

keberadaan suatu kiriman EMS yang diberdakan sebagai berikut :

1. EMA : Di kantor pos kirim

2. EMB : Tiba di kantor tukar kirim

3. EMC : Berangkat dari kantor tukar kirim

4. EMD : Tiba di kantor tukar terima

5. EME : Tertahan di Bea Cukai (dalam pemeriksaan pabean) atau tertahan

(39)

6. EMF : Penerusan di kantor tujuan

7. EMG : Tiba di kantor pos tujuan

8. EMH : Gagal pada antaran pertama

(40)

35 3.1 Jadwal Kerja Praktek

Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan selama 1 bulan, terhitung dari

tanggal 14 September 2010 s/d 20 Oktober 2010 yang dilaksanakan di PT Pos

Indonesia JL.Asia Afrika No 49 Bandung, Jawa Barat. Waktu pelaksanaan kerja

praktek dilaksanakan setiap Hari Senin sampai dengan Hari Sabtu pada pukul

08.30 s/d 12.00 WIB.

3.2 Cara / Teknik Kerja Praktek

Teknis pelaksanaan dalam penyusunan laporan kerja praktek ini dilakukan

dengan menggunakan teknis sebagai berikut:

1. Studi Kepustakaan

Penulis mempelajari buku-buku, artikel, informasi yang ada hubungannya

dengan masalah yang dibahas.

2. Wawancara

Penulis mengadakan wawancara langsung dengan pembimbing perusahaan

dalam bidang yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

3.3 Data Hasil Kerja Praktek 3.3.1 Lingkup Pekerjaan

Penulis melihat,mengamati dan menganalisis kerja sistem aplikasi EMS pada

(41)

Dalam menganalisis aplikasi ini, penulis dibimbing oleh staf PT Pos

Indonesia (Pak Tedi Suryadi Tresnaganda sebagai koordinator kerja praktek).

3.3.2 Analisis Sistem

Analisis sistem adalah merupakan tahap mengidentifikasi permasalahan yang

ada pada perusahaan yang berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan dalam hal

ini adalah pembuatan halaman sertifikat diklat. Tahap-tahap yang dilakukan

dalam pembuatan database tersebut meliputi :

a. Studi literature, yaitu pengumpulan bahan-bahan yang berhubungan

dengan masalah yang akan dibahas.

b. Analisis permasalahan secara global untuk gambaran pembuatan aplikasi.

Untuk lebih jelasnya analisis permasalahan tersebut akan diuraikan

sebagai berikut :

3.3.3 Analisis Prosedur Pada Sistem Yang Berjalan

Analisis prosedur atau proses sistem, sistem memberikan gambaran

tentang sistem yang saat ini berjalan. Analisis sistem bertujuan untuk mengetahui

lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut, sehingga kelebihan dan

kekurangan sistem dapat diketahui.

1 Prosedur Umum

a) Batas ukuran dan timbangan :

 Sesuai dengan persetujuan/perjanjian bilateral deangan administrasipos tujuan, kiriman EMS tidak boleh melebihi batas ukuran dan timbangan

(42)

 Apabila terjadi perubahan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas, kantor pusat perlu segera membertahukan kepada

seluruh UPT dalam jaringan EMS.

b) Tarif dan pelunasan bea pengiriman :

 Tarif dan bea-bea lain yang berhubungan dengan pengiriman EMS ditetapkan oleh Direksi.

 Secara berkala, minimal satu kali dalam satu tahun Kantor Pusat perlu melakukan peninjauan kembali terhadap besarnya tarif EMS sesuai

dengan perubahan situasi dan kondisi.

 Pelunasan tarif dan bea-bea lain yang berhubungan dengan pengiriman EMS dilakukan secara tunai atau secara kredit untuk perusahaan yang

telah memiliki ijin melalui perjanjian kerja sama.

c) Waktu tempuh kiriman EMS :

 Waktu tempuh kiriman EMS dihitung mulai dari hari pengeposan di kantor pos dirim sampai dengan diterimanya kiriman oleh si alamat

negara tujuan.

 Waktu tempuh kiriman EMS meliputi tiga komponen waktu yaitu waktu tempuh dari kantor pos kirim ke kantor tukar (1 X 24 jam), waktu

tempuh ke negara tujuan sesuai dengan jadwal penerbangan, dan waktu

tempuh di dalam negara tujuan sesuai dengan EMS delivery standart

(43)

 Setiap UPT yang membuka layanan EMS wajib menginformasikan kepada pemakai jasa mengenai jadwal keberangkatan alat angkutan

kiriman EMS dari kantornya.

 Ketentuan tentang waktu tempuh dimaksud di atas merupakan pedoman dalam pembayaran ganti rugi keterlambatan.

2 Registrasi Dan Password Petugas

Prosedur Registrasi petugas diatur sebagai berikut :

 Registrasi petugas administrator dan Rekonsiliator PRD diajukan oleh Manajer Opbiskug, kepada Manajer Bangsistek.

 Registrasi petugas untuk Kepala unit Pelaksana Teknis, Manajer Pelayanan, Manajer Akuntansi, dan Petugas Loket diajukan oleh Kepala

Unit Pelaksan teknis kepada manajer Opbiskug, dengan menggunakan

formulir registrasi seperti contoh terlampir.

 Registrasi Petugas untuk Petugas Kantor Wilayah Usaha Pos diajukan oleh Kepala Wilayah Usaha Pos diajukan oleh Kepala Wilayah Usaha

Pos, dengan menggunakan formulir registrasi seperti contoh terlampir.

 Setiap terjadi mutasi petugas, harus melakukan registrasi ulang sesuai ketentuan di atas.

 Pemberian hak user akan diberitahukan dengan surat rahasia yang berisi password kepada petugas yang berhak.

(44)

 Pengguna sistem tidak diperkenankan mengganti IP maupun Network card tanpa sepengetahuan administrator, karena akan berakibat

kegagalan pada saat login ke sistem.

 Jika pengguna sistem akan melakukan penggantian IP serta network card, maka harus dilakukan pemberitahuan kepada administrator

dengan sarana tercepat atas persetujuan Kakp.

 Pengguna diwajibkan mengamankan password antara lain, dengan mengganti password secara berkala.

3 Prosedur Buka Layanan/Awal Dinas a) Manajer Pelayan

 Memeriksa perangkat komputer dan saran komunikasi (koneksi intranet).

 Melakukan login ke sistem dengan mengetikan password dan user Id-nya.

 Jika manajer tidak dapat login ke sistem, manajer melaporkan hal tersebut ke kepala kantor untuk melakukan aktivasi.

 Melakukan buka layanan sekaligus melakukan pembukaan transaksi dan secara otomatis mengambil data kiriman untuk kantornya. Jika

tedapat data untuk kantor yang bertalian, manajer melakukan

percetakan, menyampuli, memberi alamat dan diserahkan kebagian

antara dengan buku serah.

(45)

b) Manajer Akuntansi

 Memeriksa perangkat komputer, printer dan sarana komunikasi (koneksi I intranet).

 Memeriksa login ke sistem dengan mengetikan password dan user Id-nya.

 Melakuan validasi pada kesempatan pertama, jika masih ada transaksi yang belum di validasi.

c) Kasir

Memberikan panjer kerja loket sesuai dengan kebutuhan kepada

petugas loket EMS.

4 Prosedur Penerimaan Kiriman

 Pelanggan datang ke loket Pos EMS kemudian mengisi EMS-5.

 Pelanggan menyerahkan EMS-5 kepada petugas loket.

 Setelah menerima pembayaran biaya dan pengiriman petugas loket kemudian melakukan scanning barcode, sehingga barcode tertera pada

layar monitor dan kiriman EMS yang bertalian telah terekam dalam file

transaksi. Jika barcode reader dalam keadaan rusak nomor barcode

dapat dientry manual melalui keyboard komputer.

 Petugas loket mencetak atau membuat resi.

 Petugas melanjutkan tugas entri data sampai dengan proses simpan data.

(46)

 Petugas loket harus membubuhkan cap tanggal dan paraf RESI.

 Petugas loket menyerahkan RESI lembar ke-1 kepada pengirim, lembar ke-2 disematkan pada EMS-5 yang bartalian sebagai pertinggal.

 Secara berkala petugas loket menyerahkan kiriman EMS kepada bagian pengolahan dengan bukti serah untuk diproses lebih lanjut.

5 Prosedur Pembayaran Kiriman a) Layanan Tidak Instan

 Penerima datang ke loket pembayaran dengan memberikan informasi NTP dan menyertakan fotocopy kartu identitas, berupa KTP, SIM atau

kartu identitas lain yang masih berlaku

 Petugas loket mengentrikan NTP

 Penerima mengentrikan BARCODE melalui Numeric Keypad, jika barcodescannernya tidak jalan.

 Berdasarkan kedua isian (BARCODE dan NTP) tersebut petugas loket melakukan inquiry data ke server nasional.

 Jika inquiry data berhasil, petugas loket mencocokan data penerima dengan kartu identitas.

 Dalam hal pengirim menggunakan layanan keamanan Q/A, petugas loket wajib mengajukan pertanyaan berdasarkan Q/A.

(47)

 Jika jawaban penerima benar maka petugas loket dapat melakukan pembayaran.

 Petugas loket mengetrikan data indentitas penerima.

 Petugas loket melakukan cetak RESI rangkap 2 sebagai tanda bukti pembayaran.

 Penerima harus membubuhkan tandatangan dan nama jelas pada RESI.

 Petugas loket menyerahkan RESI lembar ke-2 kepada penerima.

 Petugas loket menyimpan RESI lembar ke-1 yang telah ditandatangani dan fotocopy kartu indentitas penerima untuk petinggal.

b) Layanan Diantar / EMS Reguler

 Penerima datang ke loket pembayaran dengan meyerahkan RS-2 dan fotocopy kartu identitas, berupa KTP, SIM atau kartu identitas lain yang

masih berlaku.

 Petugas mencocokan kartu identitas dengan RS-2.

 Jika kartu identitas denga RS-2 cocok, petugas loket memasukkan NTP untuk melakukan inquiry data.

 Dalam hal terdapat Q/A maka petugas wajib mengajukan pertanyaan berdasarkan Q/A.

 Jika pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab dengan benar, petugas loket dapat melakukan pembayaran.

 Petugas loket mengetrikan data indentitas penerima.

(48)

 Penerima harus membubuhkan tandatangan dan nama jelas pada RESI.

 Petugas loket menyerahkan uang dan RESI lembar ke-2 kepada penerima.

 Petugas loket mematikan RS-2 dengan garis menyilang.

 Petugas loket menyimpan RESI lembar ke-1 yang telah ditandatangani, RS-2 dan fotocopy kartu indentitas utnuk petinggal.

6. Prosedur Pembatalan Kiriman a) Ganti rugi

 Ganti rugi dapat diberikan dalam hal :

- Kiriman EMS disampaikan kepada si alamat melampaui

sekurang-kurangnya dua belas jam dari waktu tempuh kiriman pos yang

telah ditentukan.

- Kiriman EMS hilang atau rusak seluruhnya.

- Kiriman EMS yang hilang atau rusak sebagian isinya, ridak

diberkan ganti rugi.

 Besar ganti rugi untuk keterlambatan ialah separuh dari biaya pengiriman EMS yang bertalian.

 Proses pembayaran dilakukan sebagaimana proses pembayaran normal.

 Sebagai bukti bahwa pembatalan ataupun pembayaran barang telah dilakukan oleh pengirim, maka RESI asli (lembar-1)harus diminta dari

pengirim.

(49)

 RESI setor dimatikan dengan cara memberi tanda silang.

 Petugas loket membubuhkan paraf pada RESI bayar.

 RESI bayar yang telah diparaf petugas loket dijadikan bukti pembayaran, kemudian disatukan dengan RESI setor sebgai lampiran

backsheet bayar.

b) Pengiriman kembali dan salah kirim

 Kiriman EMS yang karena sesuatu hal harus dikembalikan (diretour), pengembaliannya dilakukan sesegera mungkin menggunakan kiriman

pos EMS. Sebab-sebab pengembalian dicatat pada kiriman EMS dengan

menggunakan bahasa atau terminologi yang berlaku dalam

perhubungan pos internasional dan dibubuhi catatan Retour (ditempeli

carik CN-15) pada adpis CN-31 EMS (EMS-12 LN) yang bertalian.

 Bila kantor tukar menerima kiriman EMS yang salah kirim, kiriman EMS tersebut segera diteruskan ke negara tujuan yang sebenarnya

dengan kiriman pos EMS. Bila ke negara tujuan yang sebenarnya belum

ada hubungan layanan EMS dengan Indonesia, maka penerusan

dilakukan dengan cara tercepat lainnya.

Layanan ini dapat dilihat juga dalam bentuk flowmap ataupun diagram lainnya:

7 Flow Map

Menggambarkan urutan proses atau prosedur kerja dari sebuah aplikasi.

Dalam hal ini akan dijelaskan bagaimana prosedur kerja dari Aplikasi EMS di PT

(50)
(51)
(52)

3.4 Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan disini memaparkan kebutuhan non fungsional dan

kebutuhan fungsional.

3.4.1 Analisis Kebutuhan Non Fungsional

Analisis kebutuhan sistem non fungsional adalah suatu analisis untuk

mengetahui elemen-elemen apa saja yang berhubungan dengan sistem yang

sedang berjalan.

3.4.1.1 Analisis Perangkat Lunak

Adapun perangkat lunak yang ada dalam PC di bagian penjurusan adalah :

1. Sistem operasi menggunakan Windows XP

2. Pengelolaan data siswa Menggunakan Microsoft Ofice 2003

a. Pengolahan Text : Microsoft Office Word

b. Pengolahan tabel: Microsoft Office Excel

Sedangkan perangkat lunak yang dibutuhkan dalam proses penjurusan adalah :

1. Sistem Operasi : Windows XP

2. Tools Program : Borland Delphi Versi 7

3. Mysql untuk database nya (dapat Menggumakan wamp server).

3.4.1.2 Analisis Perangkat Keras

Adapun spesifikasi perangkat keras (hardware) pada sistem yang sedang

berjalan terdapat satu unit komputer yang berada dibagian transaksi dengan

spesifikasi yaitu sebagai berikut :

a. Processor Intel Pentium DualCore 2,1 Ghz

(53)

c. Hardisk Drive 80 Gb

Pengguna yang akan menggunakan aplikasi yang akan dibangun ini terdiri

dari dua bagian yaitu administrator dan user, dengan asumsi pengguna yang

sudah terbiasa menggunakan sistem barbasis windows, sebagai berikut :

a. Supervisor Pelayanan

Supervisor Pelayanan adalah bagian pengguna sistem yang memiliki hak

mencetak dan memeriksa data serta membubuhkan tandatangan sebagai

pernyataan telah diperiksa dan terdapat cocok, dengan karakteristik

sebagai berikut :

1. Mempunyai kemampuan dasar di bidang komputer.

2. Dapat mengoperasikan sistem operasi Microsoft Windows XP.

3. Memiliki latar belakang pendidikan minimal S1.

b.Supervisor Akuntansi

Supervisor Akuntansi adalah bagian pengguna sistem yang bertugas

melakukan validasi transaksi harian sesuai dengan naskah-naskah dari

(54)

1. Mempunyai kemampuan dasar dibidang komputer.

2. Dapat mengoperasikan sistem operasi Microsoft Windows XP.

3. Memiliki latar belakang pendidikan minimal D3.

c. Petugas Loket

Petugas Loket adalah bagian pengguna sistem yang bertugas melayani

pelanggan untuk transaksi penerimaan dan atau transaksi pembayaran,

dengan karaktristik sebagai berikut:

1. Mempunyai kemampuan dasar dibidang komputer.

2. Dapat mengoperasikan sistem operasi Microsoft Windows XP.

3. Memiliki latar belakang pendidikan minimal D3.

Berdasarkan karakteristik data diatas, pengguna yang ada di setiap bagian

pada umumnya sudah bisa mengoperasikan komputer, dapat dilihat bahwa setiap

pengguna minimal dapat mengoperasikan Microsoft Excel, Microsoft Word dan

dapat mengoperasikan sistem opersai windows, dilihat dari latar belakang

pendidikan dan pengalaman yang lebih lama dalam menggunakan komputer.

3.4.2 Analisis Kebutuhan Fungsional

Diagram konteks yang berfungsi untuk memetakan model lingkungan (

menggambarkan hubungan keseluruhan antara elemen baik itu anta entitas luar ,

masukan, maupun keuaran sistem), dipresentasikan dengan lingkaran tunggal

yang mewakili keseluruhan sistem. Berikut merupakan gambar diagram konteks

3.4.2.1 Data Flow Diagram (DFD)

Merupakan tindak lanjut dari diagram konteks yang menjelaskan lebih

(55)

Diagram (DFD) dibuat jika pada diagram konteks masih ada suatu proses yang

mesti harus dipecah lagi. Berikut ini Data Flow Diagram dari aplikasi EMS PT.

POS INDONESIA

Diagram Konteks

(56)

1. DFD level 0

(57)

2. DFD Level 1 proses 1.0 Login User

Berikut merupakan gambar dari DFD Level 1 proses 1.0 Login User

(58)

3. DFD Level 2.0.1 Proses Transaksi Penerima

(59)

4. DFD level 2.0.2 proses transaksi pembayaran kiriman

(60)

5. DFD LEVEL 3.0 PROSES CETAK DATA

(61)

6. DFD LEVEL 4.0 LAPORAN

Gambar 3.9 DFD Level 4.0 Laporan

3.3.4.2 Kamus Data

Data yang mengalir dari satu proses ke proses yang lainnya, dapat

diuraikan sebagai berikut :

1. User

{ User Name + Password}

a. Password

Delapan digit bilangan

b. User Name

Nama User : Alphabet [A..Z / a..z]

(62)

{info_id_pengirim, id_penerima, berat_barang, jenis_layanan,

jenis_layanan_keamanan, berita, tandatangan_pengirim, paraf_petugas,

syarat_ketentuan}

3. Bukti pengirim barang

{ tgl_transaksi, jam_transaksi, NTP, No_Resi, Penerima, Pengirim,

jenis_layanan, berata_barang_kiriman, bea_dasar, bea_tambahan, PPn,

bea_total}

{ tgl_transaksi, jam_transaksi, NTP, No_Resi, penerima, besar

_uang_barang}

5. Pemberitahuan pengiriman barang kepada penerima

{Id_pengrim, Id_penerima, besar_uang_barang, NTP, No_Resi, tgl_cetak,

(63)

6. Backsheet setor

{kantor_setor, No_loket, No_backsheet, tgl_cetak, kolom_no_urut,

No_resi, jenis_layanan, besar_uang_barang, bea, PPn}

Format no backsheet setor XXNNNNNNNLLYYXXXX

 XX : kode laporan

 NNNNNNN : kode nopend

 LL : kode loket

 YY : kode tahun

 XXXX : no urut

7. Rekap harian setor pengiriman barang

{tgl_cetak, No RS-3R, klom_No_loket, jml_transaksi, berat_barang,

bea_dasar, bea_tambahan, PPn, ket}

Format rekap harian setor pengiriman barang XXNNNNNNNXXXX

 XX : kode laporan

 NNNNNNN : kode Nopend

 YY : kode tahun

 XXXX : nomor urut

8. Backsheet bayar

{nama_kantor_bayar, No_loket, No_backsheet, tgl_cetak,

kolom_No_urut, No_resi, jenis_layanan, besar_uang_barang}

Format no backsheet bayar XXNNNNNNNLLYYXXXX

 XX : kode laporan

(64)

 LL : kode loket

 YY : kode tahun

 XXXX : no urut

9. Rekap harian pembayaran

{tgl_cetak, No_RS-4R, kolom_loket, jml_transaksi, besar_uang_barang,

keterangan}

Format rekap harian pembayaran XXNNNNNNNXXXX

 XX : kode laporan

 NNNNNNN : kode Nopend

 YY : kode tahun

 XXXX : nomor urut

10.Backsheet ambil data

{ nama_kantor_cetak, tgl_cetak, No_RS-5, kolom_N_urut, No_transaksi,

berat_barang, kantor_asal, jenis_layanan, tgl_kirim}

Format no backsheet ambil data XXNNNNNNNLLYYXXXX

 XX : kode laporan

 NNNNNNN : kode nopend

 LL : kode loket

 YY : kode tahun

 XXXX : no urut

11.Rekap harian pemberitahuan kiriman EMS

{tgl_cetak, No_RS-5R, kolom_No_backsheet, jml_transaksi,

(65)

Format rekap pemberitahuan kiriman EMS XXNNNNNNNXXXX

Berikut adalah tabel-tabel yang terdapat dalam basis data yang digunakan

dalam sistem yang akan dibangun.

1. Tabel User

Berikut merupakan tabel user

Tabel 3.1 Tabel User

Nama Type Length Ket Key

User_id Char 5 Primary

Nama_User Varchar 50

Pass Varchar 50

2. Tabel Pengirim Barang

Berikut merupakan Tabel pengirim Barang

Tabel 3.2 Tabel Pengirim Barang

Nama Type Length Ket Key

info_id_pengirim Char 10 Primary

id_penerima Char 10 Primary

(66)

jenis_layanan Varchar 25

jenis_layanan_keamanan Varchar 25

Berita Varchar 50

tandatangan_pengirim Varchar

paraf_petugas Varchar

syarat_ketentuan Varchar

3. Tabel bukti pengiriman barang

Berikut merupakan Tabel pengirim barang

Tabel 3.3 Tabel bukti pengiriman barang

Nama Type Length Ket Key

tgl_transaksi DateTime

jam_transaksi DateTime

NTP Varchar 25

No_Resi Char 25 Primary

Penerima Varchar 50

Pengirim Varchar 50

jenis_layanan Varchar 25

berat_barang_kiriman Int 15

bea_dasar Int 15

bea_tambahan Int 15

(67)

bea_total Int 15

4. Tabel Bukti Pembayaran Barang

Berikut ini Tabel Bukti Pembayaran Barang

Tabel 3.4 Tabel Bukti Pembayaran Barang

Nama Type Length Ket key

tgl_transaksi DateTime

jam_transaksi DateTime

NTP Varchar 25

No_Resi Char 15 Primary

Penerima Varchar 50

besar_uang_kiriman Int 15

5. Tabel Pemberitahuan pengiriman barang kepada penerima

Berikut ini Tabel Pemberitahuan pengiriman barang kepada penerima

Tabel 3.5 Tabel Pemberitahuan pengiriman barang kepada penerima

Nama Type Length Ket Key

Id_pengrim Char 25 Primary

Id_penerima Char 25 Primary

(68)

NTP VarChar 25

No_Resi Char 15

tgl_cetak DateTime

ket_status_pemberitahuan VarChar

Berita VarChar 50

6. Tabel Backsheet Setor

Berikut ini Tabel Backsheet Setor

Tabel 3.6 Tabel Backsheet Setor

Nama Type Length Ket Key

kantor_setor VarChar 25

No_loket Char 10

No_backsheet Char 10

tgl_cetak DateTime

kolom_no_urut VarChar 10

No_resi Char 10

jenis_layanan VarChar 15

berat_barang Int 15

Bea Int 15

PPn Int 15

7. Tabel Rekap harian setor pengiriman barang

Gambar

Tabel 2.1 Profil Tempat Kerja Praktek
Tabel 2.2 Sejarah Instansi
Gambar 2.1 Logo Lama Perum Pos Indonesia
Gambar 2.2 Logo Baru PT Pos Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Parameter yang menjadi bahan analisa adalah berupa delay, packet loss dan throughput yang dihasilkan pada waktu terjadi pengiriman paket data dari request (permintaan) sampai

Masukan Data yang dapat dimasukkan oleh Petugas Rekam Medis yaitu:..

Dengan network , komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer lain, dapat mencetak laporan di printer ke komputer lain, dapat memberi berita ke komputer

Gambar 4 Use Case Monitoring Antrian OUTPUT Informasi antrian yang terjadi Grafik laporan transaksi Grafik laporan petugas loket Grafik laporan pelayana n INPUT Data

Salah satu kendala yang dirasakan dalam sistem manual ini adalah tidak mudah dalam mencetak data, dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk dapat mengetahui data

Sistem informasi koperasi simpan pin jam ini merupakan program komputer yang dirancang khusus untuk mengelola data – data jasa simpan pinjam agar dapat disajikan

Untuk menampilkan data yang cepat dan valid, maka ada perbaikan Sistem yang harus dilakukan yaitu memindahkan atau menghilangkan Data Entri dari petugas Data Entri

469 SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN REKAM MEDIS BERBASIS SMS GATEWAY PETUGAS REKAM MEDIS PEMINJAM PETUGAS PENDAFTARAN tb_tpmb Simpan data pengembalian Simpan data