• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korupsi Di Indonesia: Masalah Dan Solusinya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Korupsi Di Indonesia: Masalah Dan Solusinya"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KORUPSI D I I N D ON ESI A: M ASALAH D AN SOLUSI N YA

D r a . ERI KA REVI D A, M S.

Fa k u lt a s I lm u Sosia l D a n I lm u Polit ik Un ive r sit a s Su m a t e r a Ut a r a

I . PEN D AH ULUAN

Akhir- akhir ini m asalah korupsi sedang hangt - hangat nya dibicarakan publik, t erut am a dalam m edia m assa baik lok al m aupun nasional. Bany ak para ahli m engem uk ak an pendapat ny a t ent ang m asalah k orupsi ini. Pada dasarny a, ada y ang pro adapula y ang k ont ra. Ak an t et api w alau bagaim anapun k orupsi ini m erugik an negara dan dapat m eusak sendi- sendi k ebersam aan bangsa.

Pada hakekat nya, kor upsi adalah “ benalu sosial” yang m er usak st r ukt ur pem erint ahan, dan m enj adi pengham bat ut am a t erhadap j alanny a pem erint ahan dan pem bangunan pada um um nya.

Dalam prak t ek ny a, k orupsi sangat suk ar bahk an ham pir t idak m ungk in dapat diberant as, oleh karena sangat sulit m em berikan pem bukt ian- pem bukt ian yang eksak. Disam ping it u sangat sulit m endet eksinya dengan dasar- dasar hukum yang past i. Nam un akses perbuat an korupsi m erupakan bahaya lat ent yang harus diw aspadai baik oleh pem erint ah m aupun oleh m asy arak at it u sendiri.

Korupsi adalah produk dari sik ap hidup sat u k elom pok m asyarak at y ang m em ak ai uang sebagai st andard k ebenaran dan sebagai k ek uasaaan m ut lak . Sebagai akibat nya, kaum kor upt or yang kaya r aya dan par a polit isi kor up yang berkelebihan uang bisa m asuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihorm at i. Mereka ini j uga akan m enduduki st at us sosial yang t inggi dim at a m asyarakat .

Korupsi sudah berlangsung lam a, sej ak zam an Mesir Kuno, Babilonia, Rom a sam pai abad pert engahan dan sam pai sek arang. Korupsi t erj adi diberbagai negara, t ak t erkecuali di negara- negara m aj u sek alipun. Di negara Am erik a Serik at sendiri y ang sudah begit u m aj u m asih ada prak t ek - prak t ek k orupsi. Sebalikny a, pada m asy arak at y ang prim it if dim ana ikat an- ik at an sosial m asih sangat k uat dan k ont rol sosial y ang efekt if, k orupsi relat if j arang t erj adi. Tet api dengan sem ak in berkem bangnya sekt or ekonom i dan polit ik sert a sem akin m aj unya usaha- usaha pem bangunan dengan pem buk aan- pem buk aan sum ber alam y ang baru, m ak a sem ak in k uat dorongan indiv idu t erut am a di k alangan pegaw ai negari unt uk m elak uk an prak t ek k orupsi dan usaha- usaha penggelapan.

Korupsi dim ulai dengan sem akin m endesaknya usaha- usaha pem bangunan y ang diingink an, sedangk an proses birok rasi relaif lam bat , sehingga set iap orang at au badan m engingink an j alan pint as y ang cepat dengan m em berikan im balan-im balan dengan cara m em berikan uang pelicin ( uang sogok) . Prakt ek ini akan berlangsung t erus m enerus sepanj ang t idak adany a k ont rol dari pem erint ah dan m asyarak at , sehingga t im bul golongan pegaw ai y ang t erm asuk OKB- OKB ( orang kaya bar u) yang m em per kaya dir i sendiri ( am bisi m at er ial) .

(2)

I I . PERM ASALAH AN

Perm asalahan y ang dik em uk ak an dalam t ulisan ini adalah sebagai berik ut : 1. Apak ah k orupsi it u ?

2. Apa peny ebab t erj adiny a k orupsi ? 3. Apa ak ibat t erj adiny a k orupsi ?

4. Bagaim ana cara m enanggulangi korupsi ?

I I I . PEM BAH ASAN

1. Pengert ian k orupsi.

Banyak para ahli yang m encoba m erum uskan korupsi, yang j ka dilihat dari st ruk t rur bahasa dan cara peny am paianny a y ang berbeda, t et api pada hak ek at ny a m em puny ai m ak na y ang sam a.

Kart ono ( 1983) m em beri bat asan k orupsi sebagi t ingk ah lak u indiv idu y ang m enggunakan w ew enang dan j abat an guna m engeduk keunt ungan pribadi, m erugik an k epent ingan um um dan negara. Jadi k orupsi m erupak an gej ala salah pakai dan salah urus dari kekuasaan, dem i keunt ungan pribadi, salah urus t erhadap sum ber- sum ber kekayaan negara dengan m enggunakan w ew enang dan kekuat an-k ean-k uat an form al ( m isalny a denagan alasan huan-k um dan an-k ean-k uat an senj at a) unt uan-k m em perk ay a diri sendiri.

Korupsi t erj adi disebabk an adany a peny alahgunaan w ew enang dan j abat an yang dim iliki oleh pej abat at au pegaw ai dem i kepent ingan pribadi dengan m engat asnam ak an pribadi at au k eluarga, sanak saudara dan t em an.

Wert heim ( dalam Lubis, 1970) m eny at ak an bahw a seorang pej abat dik at ak an m elakukan t indakan korupsi bila ia m enerim a hadiah dari seseorang yang bert uj uan m em pengaruhinya agar ia m engam bil keput usan yang m engunt ungkan kepent ingan si pem beri hadiah. Kadang- k adang orang y ang m enaw arkan hadiahdalam bent uk balas j asa j uga t erm asuk dalam k orupsi.

Selanj ut nya, Wert heim m enam bahkan bahw a balas j asa dari pihak ket iga y ang dit erim a at au dim int a oleh seorang pej abat unt uk dit eruskan k epada k eluargany a at au part ainy a/ k elom pokny a at au orang- orang y ang m em puny ai hubungan pribadi denganny a, j uga dapat dianggap sebagai k orupsi. Dalam k eadaan y ang dem ik ian, j elas bahw a ciri y ang paling m enonj ol di dalam k orupsi adalah t ingk ah lak u pej abat y ang m elanggar azas pem isahan ant ara k epent ingan pribadi dengan k epent ingan m asy arak at , pem isaham k euangan pribadi dengan m asy arak at .

2. Sebab- sebab k orupsi

Ada beberapa sebab t erj adiny a prak t ek k orupsi. Singh ( 1974) m enem uk an dalam penelit ianny a bahw a peny ebab t erj adiny a k orupsi di I ndia adalah k elem ahan m oral ( 41,3% ) , t ek anan ekonom i ( 23,8% ) , ham bat an st ruk t ur adm inist rasi ( 17,2 % ) , ham bat an st rukt ur sosial ( 7,08 % ) .

Sem ent ara it u Merican ( 1971) m eny at ak an sebab- sebab t erj adiny a k orupsi adalah sebagai berik ut :

a. Peninggalan pem erint ahan kolonial. b. Kem iskinan dan k et idak sam aan. c. Gaj i yang rendah.

d. Persepsi y ang populer.

(3)

Di sisi lain Ainan ( 1982) m eny ebut k an beberapa sebab t erj adiny a k orupsi yait u :

a. Perum usan perundang- undangan yang kurang sem purna. b. Adm inist rasi y ang lam ban, m ahal, dan t idak luw es.

c. Tradisi unt uk m enam bah penghasilan yang kurang dari pej abat pem erint ah dengan upet i at au suap.

d. Dim ana berbagai m acam k orupsi dianggap biasa, t idak dianggap bert ent angan dengan m oral, sehingga orang berlom ba unt uk k orupsi.

e. Di I ndia, m isalny a m eny uap j arang dik ut uk selam a m eny uap t idak dapat dihindarkan.

f. Menurut k ebuday aanny a, orang Nigeria Tidak dapat m enolak suapan dan k orupsi, k ecuali m engganggap t elah berlebihan hart a dan k ek ay aanny a.

g. Manak ala orang t idak m enghargai at uran- at uran resm i dan t uj uan organisasi pem erint ah, m engapa orang harus m em persoalk an k orupsi.

Dari pendapat para ahli diat as, m ak a dapat disim pulk an bahw a sebab- sebab t erj adiny a k orupsi adalah sebagai berik ut :

1. Gaj i yang rendah, kurang sem purnanya perat uran perundang- undangan, adm inist rasi yang lam ban dan sebagainya.

2. Warisan pem erint ahan kolonial.

3. sik ap m ent al pegaw ai y ang ingin cepat k ay a dengan cara y ang t idak halal, t idak ada k esadaran bernegara, t idak ada penget ahuan pada bidang pek erj aan y ang dilak uk an oleh pej abat pem erint ah.

3. Ak ibat - ak ibat k orupsi.

Ny e m eny at ak an bahw a ak ibat - ak ibat k orupsi adalah :

1. Pem borosan sum ber- sum ber, m odal y ang lari, gangguan t erhadap penanam an m odal, t erbuangnya keahlian, bant uan yang lenyap.

2. ket idakst abilan, revolusi sosial, pengam bilan alih kekuasaan oleh m ilit er, m enim bulkan ket im pangan sosial budaya.

3. pengurangan kem am puan aparat ur pem erint ah, pengurangan kapasit as adm inist rasi, hilangny a k ew ibaw aan adm inist rasi.

Selanj ut ny a Mc Mullan ( 1961) m eny at ak an bahw a ak ibat k orupsi adalah k et idak efisienan, k et idak adilan, rak y at t idak m em percay ai pem erint ah, m em boroskan sum ber- sum ber negara, t idak m endorong perusahaan unt uk berusaha t erut am a perusahaan asing, k et idak st abilan polit ik, pem bat asan dalam k ebij ak sanaan pem erint ah dan t idak represif.

Berdasark an pendapat para ahli di at as, m ak a dapat disim pulk an ak ibat -ak ibat k orupsi diat as adalah sebagai berik ut :

1. Tat a ekonom i sepert i lariny a m odal k eluar negeri, gangguan t erhadap perusahaan, gangguan penanam an m odal.

2. Tat a sosial budaya sepert i revolusi sosial, ket im pangan sosial.

3. Tat a polit ik sepert i pengam bil alihan kekuasaan, hilangnya bant uan luar negeri, hilangny a k ew ibaw aan pem erint ah, k et idak st abilan polit ik.

4. Tat a adm inist rasi sepert i t idak efisien, kurangnya kem am puan adm inist rasi, hilangnya keahlian, hilangnya sum ber- sum ber negara, ket erbat asan k ebij ak sanaan pem erint ah, pengam bilan t indak an- t indak an represif.

(4)

4. Upay a penanggulangan k orupsi.

Korupsi t idak dapat dibiark an berj alan begit u saj a k alau suat u negara ingin m encapai t uj uannya, karena kalau dibiarkan secara t erus m enerus, m aka akan t erbiasa dan m enj adi subur dan ak an m enim bulk an sik ap m ent al pej abat y ang selalu m encari j alan pint as yang m udah dan m enghalalkan segala cara ( t he end j ust ifies t he m eans) . Unt uk it u, k orupsi perlu dit anggulangi secara t unt as dan bert anggung j aw ab.

Ada beberapa upay a penggulangan k orupsi y ang dit aw arkan para ahli y ang m asing- m asing m em andang dari berbagai segi dan pandangan.

Caiden ( dalam Soerj ono, 1980) m em berikan langk ah- langk ah unt uk m enanggulangi k orupsi sebagai berik ut :

a. Mem benarkan t ransaksi yang dahulunya dilarang dengan m enent ukan sej um lah pem bay aran t ert ent u.

b. Mem buat st ruk t ur baru y ang m endasark an bagaim ana k eput usan dibuat .

c. Melakukan perubahan organisasi yang akan m em perm udah m asalah pengaw asan dan pencegahan k ek uasaan y ang t erpusat , rot asi penugasan, w ew enang yang saling t indih organisasi yang sam a, birokrasi yang saling bersaing, dan penunj ukan inst ansi pengaw as adalah saran- saran yang secara j elas diket em ukan unt uk m engurangi kesem pat an korupsi.

d. Bagaim ana dorongan unt uk k orupsi dapat dik urangi ? dengan j alan m eningkat kan ancam an.

e. Korupsi adalah persoalan nilai. Nam paknya t idak m ungkin keseluruhan korupsi dibat asi, t et api m em ang harus dit ek an sem inim um m ungk in, agar beban k orupsi organisasional m aupun k orupsi sest im ik t idak t erlalu besar sek irany a ada sesuat u pem baharuan st rukt ural, barangkali m ungkin unt uk m engurangi kesem pat an dan dorongan unt uk korupsi dengan adanya perubahan organisasi. Cara yang diperkenalkan oleh Caiden di at as m em benarkan ( legalized) t indak an y ang sem ula dik at egorik an k edalam k orupsi m enj adi t indak an y ang legal dengan adanya pungut an resm i. Di lain pihak, celah- celah yang m em buka unt uk k esem pat an k orupsi harus segera dit ut up, begit u halny a dengan st ruk t ur organisasi haruslah m em bant u k earah pencegahan k orupsi, m isalny a t anggung j aw ab pim pinan dalam pelak sanaan pengaw asan m elek at , dengan t idak lupa m eningk at k an ancam an hukum an kepada pelaku- pelakunya.

Selanj ut ny a, My rdal ( dalam Lubis, 1987) m em beri saran penaggulangan korupsi yait u agar pengat uran dan prosedur unt uk keput usan- keput usan adm inist rat if yang m enyangkut orang perorangan dan perusahaan lebih disederhanak an dan dipert egas, pengadak an pengaw asan y ang lebih k eras, k ebij ak sanaan pribadi dalam m enj alank an k ek uasaan hendak ny a dik urangi sej auh m ungkin, gaj i pegaw ai yang rendah harus dinaikkan dan kedudukan sosial ekonom iny a diperbaik i, lebih t erj am in, sat uan- sat uan pengam anan t erm asuk polisi harus diperkuat , huk um pidana dan huk um at as pej abat - pej abat y ang k orupsi dapat lebih cepat diam bil. Orang- orang y ang m eny ogok pej abat - pej abat harus dit indak pula.

Persoalan korupsi beraneka ragam cara m elihat nya, oleh karena it u cara pengk aj ianny a pun berm acam - m acam pula. Korupsi t idak cuk up dit inj au dari segi dedukt if saj a, m elainkan perlu dit inaj u dari segi indukt ifnya yait u m ulai m elihat m asalah prakt isnya ( pract ical problem s) , j uga harus dilihat apa yang m enyebabkan t im bulnya korupsi.

(5)

2. Menanam kan aspirasi nasional yang posit if, yait u m engut am akan kepent ingan nasional.

3. para pem im pin dan pej abat m em berikan t eladan, m em berant as dan m enindak korupsi.

4. Adanya sanksi dan kekuat an unt uk m enindak, m em berant as dan m enghukum t indak k orupsi.

5. Reorganisasi dan rasionalisasi dari organisasi pem erint ah, m elalui peny ederhanaan j um lah depart em en, besert a j aw at an dibaw ahny a.

6. Adany a sist em penerim aan pegaw ai y ang berdasark an “ achiev em ent ” dan bukan berdasarkan sist em “ ascript ion” .

7. Adanya kebut uhan pegaw ai negeri yang non- polit ik dem i kelancaran adm inist rasi pem erint ah.

8. Mencipt akan aparat ur pem erint ah yang j uj ur

9. Sist em budget dik elola oleh pej abat - pej abat y ang m em puny ai t anggung j aw ab et is t inggi, dibarengi sist em kont rol yang efisien.

10. Herregist rasi ( pencat at an ulang) t erhadap k ek ay aan perorangan y ang m encolok dengan pengenaan paj ak y ang t inggi.

Marm osudj ono ( Kom pas, 1989) m engat ak an bahw a dalam m enanggulangi korupsi, perlu sanksi m alu bagi korupt or yait u dengan m enayangkan w aj ah para k orupt or di t elev isi k arena m enurut ny a m asuk penj ara t idak dianggap sebagai hal y ang m em aluk an lagi.

Berdasark an pendapat para ahli diat as, m ak a dapat disim pulk an bahw a upay a penanggulangan k orupsi adalah sebagai berik ut :

a. Prevent if.

1. Mem bangun dan m eny ebark an et os pej abat dan pegaw ai baik di inst ansi pem erint ah m aupun sw ast a t ent ang pem isahan yang j elas dan t aj am ant ara m ilik pribadi dan m ilik perusahaan at au m ilik negara.

2. m engusahak an perbaik an penghasilan ( gaj i) bagi pej abat dan pegaw ai negeri sesuai dengan k em aj uan ekonom i dan k em aj uan sw ast a, agar pej abat dan pegaw ai saling m enegak an w ibaw a dan int egrit as j abat anny a dan t idak t erbaw a oleh godaan dan kesem pat an yang diberikan oleh w ew enangnya.

3. Menum buhk an k ebanggaan- k ebanggaan dan at ribut k ehorm at an diri set iap j abat an dan pek erj aan. Kebij ak an pej abat dan pegaw ai buk anlah bahw a m erek a k ay a dan m elim pah, ak an t et api m erek a t erhorm at k arena j asa pelay ananny a k epada m asyarak at dan negara.

4. Bahw a t eladan dan pelak u pim pinan dan at asan lebih efekt if dalam m em asyarakat kan pandangan, penilaian dan kebij akan.

5. m enum buhkan pem aham an dan kebudayaan polit ik yang t erbuka unt uk kont rol, koreksi dan peringat an, sebab w ew enang dan kekuasaan it u cenderung disalahgunakan.

6. hal yang t idak kalah pent ingnya adalah bagaim ana m enum buhkan “ sense of belongingness” dik alangan pej abat dan pegaw ai, sehingga m erek a m erasa peruasahaan t ersebut adalah m ilik sendiri dan t idak perlu korupsi, dan selalu berusaha berbuat y ang t erbaik .

b. Represif.

1. Perlu penay angan w aj ah k orupt or di t elev isi.

(6)

I V . KESI M PULAN

1. Korupsi adalah peny alahgunaan w ew enang y ang ada pada pej abat at au pegaw ai dem i keunt ungan pribadi, keluarga dan t em an at au kelom poknya.

2. Korupsi m engham bat pem bangunan, karena m erugikan negara dan m erusak sendi- sendi kebersam aan dan m enghianat i cit a- cit a perj uangan bangsa.

3. Cara penaggulangan k orupsi adalah bersifat Prevent if dan Represif. Pencegahan ( prevent if) yang perlu dilakukan adalah dengan m enum buhkan dan m em bangun et os kerj a pej abat m aupun pegaw ai t ent ang pem isahan yang j elas ant ara m ilik negara at au perusahaan dengan m ilik pribadi, m engusahakan perbaikan penghasilan ( gaj i) , m enum buhkan kebanggaan- kebanggaan dan at ribut k ehorm at an diri set iap j abat an dan pek erj aan, t eladan dan pelak u pim pinan at au at asan lebih efekt if dalam m em asy arak at k an pandangan, penilaian dan kebij akan, t erbuka unt uk kont rol, adanya kont rol sosial dan sanksi sosial, m enum buhk an rasa “ sense of belongingness” diant ara para pej abat dan pegaw ai. Sedangkan t indakan yang bersifat Represif adalah m enegakan hukum yang berlak u pada k orupt or dan penay angan w aj ah k orupt or di lay ar t elev isi dan herregist rasi ( pencat at an ulang) k ek ay aan pej abat dan pegaw ai.

D AFTAR PUSTAKA

Bellone, Carl.1980.Organizat ion Theory and The New Public Adm inist rat ion. Unit ed St at es Of Am erica.Allyn and Bacon, I nc. Bost on/ London Sydney/ Toront o.

Frederick son, George, H. 1984. Adm inist rasi Negara Baru. Terj em ahan. Jakart a. LP3ES. Cet ak an Pert am a.

Kart ono, Kart ini. 1983. Pat hologi Sosial. Jakart a. Edisi Baru. CV. Raj aw ali Press.

Lam int ang, PAF dan Sam osir, Dj ism an. 1985. Huk um Pidana I ndonesia. Bandung. Penerbit Sinar Baru.

Lubis, Mocht ar. 1977. Bunga Ram pai Et ika Pegaw ai Negeri. Jakart a. Bhrat ara. Karya Ak sara.

Saleh, Want j ik . 1978. Tindak Pidana Korupsi Di I ndonesia. Jakart a. Penerbit Ghalia I ndonesia.

Sim on, Herbert . 1982. Adm inist rat iv e Behav ior. Terj em ahan St . Dianj ung. Jak art a. PT. Bina Aksar a.

Kom pas. Surat Kabar Harian. Jak art a. Bulan Okt ober sam pai Desem ber 1989.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelit ian m enunjukkan t erdapat kont rt ibusi yang positif ant ara variabel kem am puan manajerial kepala madrasah, sarana prasarana, dan budaya kerja

Beberapa perm asalahan yang t erkait dengan keberlanj ut an ket ahanan pangan ant ara lain sem akin banyak Daerah Aliran Sungai yang krit is karena m asih lem ahnya lem

Sebaliknya Kalim ant an yang m em punyai luas 28 persen dari seluruh darat an I ndonesia hanya dihuni oleh lebih kurang lebih 5% penduduk sehingga secara regional kepadat an

Kasus Indonesia menunjukkan bahwa masa transisi demokrasi berjalan sangat lambat dan bahkan (mungkin) tidak akan pernah berujung pada demokrasi, sebab utamanya adalah perilaku

Karena untuk keperluan evaluasi, baik evaluasi internal (classroom assessment) maupun evaluasi external (Ujian Nasional), kedua evaluasi tersebut sangat diperlukan, tidak bisa

Dengan adanya kegiatan ini maka guru telah memfokuskan perhatian siswa ke suatu topik tertentu, sehingga siswa sudah dapat menghubungkan pengetahuan atau pengalaman

Pencegahan (preventif) yang perlu dilakukan adalah dengan menumbuhkan dan membangun etos kerja pejabat maupun pegawai tentang pemisahan yang jelas antara milik negara atau

Akhirnya, uraian diatas pada dasarnya dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa merealisasikan strategi pembangunan melalui pemberdayaan sektor ekonomi Usaha Mikro Kecil