PENGARUH PENGGUNAAN 8 BUSI DAN CDI RACING TERHADAP KARAKTERISTIK PERCIKAN BUNGA API DAN KINERJA MOTOR HONDA KHARISMA X 125 CC BERBAHAN BAKAR PERTALITE
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
pertalite untuk meneliti daya (P) dan Torsi (T) yang dihasilkan serta konsumsi bahan bakar yang diperlukan, sehingga sangat penting dilakukan penelitian ini yang diharapkan
Hasil pengujian torsi tertinggi dicapai pada kecepatan putaran mesin 3968 RPM dengan sudut pengapian ±33° yaitu 7,28 N.m dalam kondisi motor standar menggunakan
Besar torsi yang dihasilkan dipengaruhi oleh jenis koil, bentuk elektroda busi dan kondisi mesin, jenis koil standar lebih optimum pada penggunaan busi TDR
dapat disimpulkan bahwa pada saat menggunakan timing pengapian modifikasi – 1 (20 0 ) untuk nilai daya tertinggi dari berbagai variasi jarum skep terjadi pada putaran 7000
Hasil pengujian menunjukan Untuk torsi paling maksimal yaitu sebesar 11, 32 N.m pada Putaran mesin 3000 rpm menggunakan noken Durasi 229 timing pengapian modifikasi 1 dan daya
Torsi engine yang dihasilkan oleh motor Honda Supra X 125 menggunakan bahan bakar Pertalite lebih besar dengan menggunakan Karburator Racing mencapai Torsi
Atas kehendak Allah SWT peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ PENGARUH PENGGUNAAN KOIL RACING DAN BUSI RACING TERHADAP TORSI DAN DAYA SEPEDA MOTOR HONDA BEAT
Grafik hasil uji torsi Setelah dilakukan pengujian pada sepeda motor 4tak 125cc maka dapat dilihat pada gambar 2 .Pada hasil pengujian torsi menggunakan koil,busi standart menunjukan