• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktek Kerja Lapangan di PT. Indosiar Visual Mandiri Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Praktek Kerja Lapangan di PT. Indosiar Visual Mandiri Jakarta"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

DI PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI

JAKARTA

Diajukan sebagai bukti telah melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL)

Oleh:

Viva Resthie d’Lavida

Nim : 41809072

Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Universitas Komputer Indonesia

(2)
(3)
(4)

vi

1.8. Struktur Organisasi Department Production Indosiar……… 22

1.9. Job Description……… 23

1.10. Sarana dan Prasarana Indosiar ……….. 28

1.11. Lokasi dan Waktu PKL ………. 30

1.11.1 Lokasi PKL ………...…………..………….. 30

(5)

vii

BAB II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2.1 Aktivitas Kegiatan PKL ………..………..….. 31

2.2 Deskripsi Kegiatan ………..…….. 35

2.2.1 Deskripsi Kegiatan Rutin ….………..……… 35

2.2.2 Dekripsi Kegiatan Insidental ……….. 43

2.3 Deskripsi Jurnalistik ………..………. 46

2.4 Analisis Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ……….. 48

2.5 Layanan Perusahaan Kepada Mahasiswa PKL ……….. 50

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ………..………..……….. 51

3.2 Saran ………..……….. 53

3.2.1 Saran Untuk Instansi ………….……….. 53

3.2.2 Saran Untuk Mahasiswa PKL ……….. 54

DAFTAR PUSTAKA……….…………..……….. 56

DAFTAR LAMPIRAN………..… 57

(6)

viii

DAFTAR TABEL

(7)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Logo Indosiar ……….………. 7

Gambar 1.2 ID Station dari Indosiar …….………... 9

Gambar 1.3 Indosiar Audience Profile ………. 11

Gambar 1.4 Indosiar Programs Type ………. 14

Gambar 1.5 Logo KISS ………. 15

Gambar 1.6 Logo Buaya Show ………..……… 17

Gambar 1.7 Struktur Organisasi Indosiar ………...………... 18

Gambar 1.8 Struktur Organisasi Buaya Show …..………. 22

Gambar 2.1 Suasana para artis di ruang make-up ………. 39

Gambar 2.2 Suasana di Studio saat memberikan pengarahan kepada penonton sebelum shooting di mulai……… 39

Gambar 2.3 Grup Band Jamrud melakukan latihan sebelum taping untuk acara Satu Jam Bersama……….. 40

Gambar 2.4 Suasana ketika break shooting acara KISS pagi bersama Ridho dan Anita Mae……….. 40

Gambar 2.5 Gill Gladys ketika menjadi pembawa acara KISS Sore………. 41

Gambar 2.6 Indra Bekti saat menjadi bintang tamu di acara BBM Show………. 41

Gambar 2.7 Suasana pada saat shooting acara Teras Tina Talisa……….. 42

Gambar 2.8 Acara Buaya Show yang dipandu oleh Uya Kuya dan Co-Host Rina dengan bintang tamu Girlband The Princess……… 42

(8)

x

Gambar 2.10 Ruang Editing Indosiar……… 44

Gambar 2.11 Ruang Editing Indosiar……… 45

(9)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Permohonan Praktek Kerja Lapangan (PKL)... 57

Lampiran 2. Surat Keterangan Diterima Praktek Kerja Lapangan (PKL)... 58

Lampiran 3. Surat Keterangan Menyelesaikan Praktek Kerja Lapanagn (PKL)... 59

Lampiran 4. Daftar Hadir Praktik Kerja Lapangan (PKL)... 60

Lampiran 5. Nilai Praktik Kerja Lapangan (PKL)... 61

Lampiran 6. Berita Acara Bimbingan... 62

Lampiran 7. Surat Keterangan Penyerahan Hak Eksklusif... 63

(10)

ii Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan berkahNya serta dukungan berbagai pihak, penulis akhirnya dapat menyelesaikan laporan praktek kerja lapangan (PKL). Laporan ini berisikan kegiatan penulis selama melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di PT. Indosiar Visual Mandiri (Indosiar).

Dalam proses penulisan laporan ini, penulis mengalami sedikit kesulitan namun dengan kerja keras, doa, bimbingan dari pembimbing serta semangat dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan tepat waktu dan maksimal.

Dalam proses penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini, banyak sekali pihak yang telah berperan dan membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarya kepada pihak yang telah membantu. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih khususnya kepada :

1. Yth. Bapak Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, Drs., M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang telah memberikan pengesahan laporan praktek kerja lapangan yang penulis buat.

(11)

iii

4. Yth. Desayu Eka Surya, S.Sos., M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan berbagai masukan dan arahan dalam seluruh proses pembuatan laporan PKL ini. Terima kasih atas kesabaran, keikhlasan, totalitas, serta motivasi yang selalu diberikan selama membimbing penulis.

5. Yth. Staf Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada penulis.

6. Sekretariat Program Studi Ilmu Komunikasi Ibu Astri Ikawati,

A.Md.Kom, yang telah banyak membantu dalam mengurus surat perizinan yang berkaitan dengan praktek kerja lapangan yang penulis laksanakan.

7. Yth. Bapak Hero, selaku HRD Indosiar yang telah memberikan kesempatan penulis untuk bergabung melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Departemen Produksi PT. Indosiar Visual Mandiri (Indosiar).

8. Yth. Seluruh Crew KISS, Crew Buaya Show dan Crew

(12)

iv INDOSIAR.

10.Yth. Seluruh Jajaran Staf Karyawan PT Indosiar Visual Mandiri

(Indosiar) dan seluruh staf karyawan yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu penulis pada saat melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan.

11.Ibu dan Bapak atas kasih sayang, perhatian, doa, motivasi dan

kepercayaannya kepada penulis selama ini, Terima kasih untuk selalu memberikan rasa “surga” dalam kehidupan penulis.Oceano my brother, yang sangat penulis banggakan dan selalu menjadi inspirasi, terima kasih

untuk semua pelajaran hidup dan nasihat-nasihatnya.

12.Teman-teman Ilmu Komunikasi dan Jurnalistikangkatan ’09, kelas

IK-2, kelas IK-Jurnal 2serta Kopi Item Production, Terima kasih.

13.Rekan Praktek Kerja Lapangan, Olga, Shierly, Gita, Galih, Eky, dll.

Terima kasih untuk satu bulan yang menyenangkan.

14.Seluruh sahabat yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu per

satu. Terima kasih selalu memberikan motivasi,bantuan selama pembuatan laporan PKL ini.

(13)

v

kepada kita semua dan semoga kita semua selalu berada di dalam lindungan-Nya. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan praktek kerja lapangan ini berguna bagi penulis khususnya dan bagi khalayak pada umumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandung, Desember2012

Viva Resthie d’Lavida

(14)

DAFTAR PUSTAKA

A. BUKU TEKS

Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi.

Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Suhandang, Kustadi. 2004. Pengantar Jurnalistik : Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung: Nuansa.

B. SUMBER LAIN

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta, 2003.

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Sejarah Perusahaan PT. Indosiar Visual Mandiri

PT. Indosiar Visual Mandiri awalnya didirikan dan dikuasai oleh Grup Salim dan Agung Laksono melalui PT. Indosiar Karya Media Tbk ( waktu itu bernama PT. Indonusa Karya Media) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).

Pada 30 Juni 2001, Grup Salim mengambil alih sebagian saham PT. Indonusa Karya Media dari Agung Laksono dan mengubah namanya menjadi PT. Indosiar Karya Media Tbk. Pada 13 Mei 2011, mayoritas saham PT. Indosiar Karya Media Tbk dibeli oleh PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk, pemilik SCTV, menjadikan kedua stasiun televisi berada dalam satu pengendalian.

PT. Indosiar Visual Mandiri adalah stasiun televisi swasta ke-5 yang ada di Indonesia. PT. Indosiar Visual Mandiri atau yang lebih dikenal dengan Indosiar berhasil mendapatkan izin operasional dari pemerintah pada tanggal 19 Juli 1991 berdasarkan pada akta perseroan terbatas No. 165 yang didirikan di Indonesia setelah RCTI, SCTV, TPI dan Anteve.

(16)

Usai melakukan uji transmisi, jaringan stasiun swasta Indosiar langsung melakukan siaran pra-perdana selama 24 hari, mulai tanggal 18 Desember 1994 sampai 10 januari 1995. Sehari menjelang siaran resmi nasional, siaran pra-perdana disiarkan kepada masyarakat yang dapat ditangkap oleh 8 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Ujung pandang, dan Medan.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pada tanggal 11 Januari 1995 Indosiar mengudara secara nasional tepat pada hari yang sama setelah Menteri Penerangan RI yaitu Bapak Harmoko yang meresmikan Indosiar di kantor pusat Indosiar, Jl Damai No.11 Daan Mogot Jakarta Barat. Sehingga pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi atau hari ulang tahun Indosiar.

Pada awal kegiatan penyiarannya, Indosiar merupakan perusahaan televisi pertama di Indonesia yang menggunakan sistem peralatan teknologi digital sehingga dapat menyajikan kualitas gambar yang lebih baik. Indosiar merupakan televisi pertama di Indonesia yang memperkenalkan sistem NICAM (Near Instamously Companded Auto Multiplex) yaitu teknologi yang memberikan gambar yang sangat jernih dan tanpa desis sehingga seperti memiliki kualitas Compact Disc di televisi. Pada dasarnya sistem NICAM ini memberikan kenyamanan kepada para pemirsa yang menonton Indosiar di rumah.

(17)

hiburan (entertain), kendati seperti itu tetap tidak menegasikan perannya sebagai TV yang memiliki fungsi di bidang pendidikan (education) dan informasi.

1.1.1 Profile Perusahaan PT. Indosiar Visual Mandiri

Digerakan oleh semangat berkreasi dan profesionalisme, insan – insan kreatif Indosiar senantiasa berinovasi menyajikan program acara berkualitas dan menghibur dengan sentuhan budaya.

Sejak mengudara pertama kali pada 11 Januari 1995 dengan tagline-nya ”Indosiar memang untuk Anda”, stasiun televisi swasta berskala nasional Indosiar

telah menyajikan aneka tayangan program hiburan kreatif dan inovatif yang sangat populer dan berhasil meraih perhatian keluarga Indonesia dari segala kalangan. Melalui 34 stasiun relainya yang tersebar di seantereo Indonesia dan menjangkau lebih dari 180 kota di 25 propinsi Indonesia dengan potensi pemirsa berjumlah lebih dari 176 juta jiwa, televisi Indosiar bersiaran secara nasional selama 24 jam sehari.

(18)

Bisnis dibidang media elektronik masih membukukan daya tariknya tersendiri, terbukti dengan pencapaian pangsa pasar belanja iklan yang cukup besar di sektor televisi yaitu sekitar 60%. Televisi merupakan bentuk hiburan yang murah sekaligus media yang paling efektif dalam menayangkan iklan secara visual berikut suara untuk menjangkau konsumen yang luas. Dalam peta persaingan pasar media saat ini yang tidak hanya terdiri dari media konvensional, tetapi juga media berbasis online, sinema/bioskop, ponsel, dsb. TV masih memimpin dengan presentasinya yang masih tinggi dibandingkan media lainnya, yaitu mencapai 94% dari populasi rumah tangga di 10 kota besar (data Nielsen Indonesia, Maret 2010).

Indosiar adalah stasiun televisi pertama di Indonesia yang pernah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta tahun 2001 dan Bursa Efek Surabaya 2003. Restrukturisasi perusahaan yang ditempuh pada akhir tahun 2004 membawa Indosiar secara resmi menjadi anak perusahaan PT Indosiar Karya Media Tbk, sebuah perusahaan induk operasional usaha penyiaran televisi yang memiliki potensi besar untuk mengeksplorasi berbagai peluang diversifikasi usaha.

(19)

No.43/PER/M.KOMINFO/10/2009 tentang Penyelenggaraan Penyiaran melalui Sistem Stasiun Jaringan oleh Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Televisi.

1.2 Visi dan Misi PT. Indosiar Visual Mandiri

1.2.1 Visi Indosiar

Visi Indosiar adalah Menjadi stasiun televisi terkemuka dengan tayangan berkualitas yang bersumber pada In-House Production, Kreativitas dan sumber daya manusia yang handal.

1.2.2 Misi Indosiar

Sedangkan Misinya adalah Futuristic, Innovative, Satisfactory, dan Humanity yang kesemuanya dilambangkan dengan ikan terbang (FISH), yang diartikan sebagai berikut:

1. Futuristic ( flying fish swim fast )

Dilambangkan dengan ikan terbang berenang sangat cepat, yang bermakna ”Berorientasi maju dengan terobosan baru” dengan arti

Indosiar selalu berorientasi ke depan dengan teknologi baru. Teknologi baru ini telah menjadi suatu tradisi bagi Indosiar agar selalu berorientasi ke masa depan dan menjadi yang terdepan dalam persaingan yang ada sekarang.

2. Innovative ( flying fish flies high in the sky )

(20)

dalam setiap program yang disuguhkan sehingga dapat menyajikan program-program baru yang dikehendaki masyarakat dan kini banyak program yang dihasilkan dan telah menjadi acuan bagi stasiun televisi lain, sehingga tidak heran bila Indosiar menjadi tendsetter bagi televisi lainnya.

3. Satisfactory ( fish scales facilities to launch better )

Dilambangkan dengan sisik ikan terbang untuk mempermudah berenang dalam air. Bermakna ”Mengutamakan kepuasan

stakeholders” dalam arti Indosiar selalu berusaha memberikan kepuasan kepada pemirsanya yaitu dengan memberikan perhatian pada kualitas acara ditambah dengan memperluas jaringan siarannya dengan fasilitas teknologi tinggi.

4. Humanity ( fish will not drawn for its bladder )

Dilambangkan dengan ikan tidak akan tenggelam karena memiliki kantung udara ditubuhnya. Bermakna ”Peduli terhadap lingkungan

sekitar” dalam arti Indosiar berusaha untuk peka terhadap lingkungan

sekitar, baik lewat program acara yang dibuat seperti peduli kasih atau acara sosial yang lain maupun menerima karyawan penyandang cacat dalam perusahaan yang bekerja di bidang keahliannya masing-masing.

1.3 Motto, Logo dan ID Station PT. Indosiar Visual Mandiri

1.3.1 Motto Indosiar

Motto Indosiar yaitu ” Memang Untuk Anda ”. Motto tersebut dibuat

(21)

program-program menarik yang semata-mata memuaskan keinginan mereka. Ini merupakan wujud segmentasi yang ingin dicapai Indosiar untuk semuanya, artinya siaran Indosiar diperuntukan bagi segala usia dan lapisan masyarakat.

1.3.2 Logo Indosiar

Logo Indosiar pada awalnya menggunakan logo yang mirip dengan Television Broadcasts Limited, Hongkong karena Indosiar dalam kenyataan yang sebenarnya banyak menyiarkan drama Asia dari Hongkong dan Korea. Logo Indosiar yaitu Lingkaran yang terdiri dari tiga warna (merah, hijau, dan biru) disertai kata “INDOSIAR” di tengah lingkaran warna tersebut seperti tampak dalam gambar.

Gambar 1.1

Logo dari Indosiar

Tahun 1995

Sumber: Annual report Indosiar Tahun 2012

(22)

Tabung pada saat itu. Akibatnya layar-layar pada TV tabung di bagian pojok kiri atas jadi berbekas logo Indosiar, apabila diganti ke channel lain.

Gambar 1.1

Logo INDOSIAR

Tahun 2012

Sumber: Annual report Indosiar Tahun 2012

Namun sejak tahun 2012, logo ini kembali digunakan. Akan tetapi, logo tersebut sedikit di buramkan dan di beri Animasi agar tidak meninggalkan bekas pada layar televisi.

1.3.3 ID Station Indosiar

(23)

Gambar 1.2

ID Station dari Indosiar

Sumber: Annual report Indosiar Tahun 2012

Lambang ikan besi itu sendiri mempunyai beragam filosofi. Ikan merupakan penggambaranan jenis hewan yang berprotein tinggi, alasan ikannya digambarkan sebagai ikan besi itu mengacu kepada teknologi muktahir yang digunakan Indosiar saat ini, yaitu teknologi digital.

Gambar ikan besi yang melintasi bola dunia menggambarkan bahwa jangkauan siaran Indosiar yang tanpa batas, melesat kesegala arah dan dapat diterima oleh semua pemirsanya.

1.4 Strategi Usaha perusahaan PT. Indosiar Visual Mandiri

Berbagai strategi usaha yang telah dipersiapkan oleh Indosiar dalam mempertahankan dan mengupayakan peningkatan, antara lain :

1. Membangun stasiun transmisi terbaru di kota-kota yang memiliki potensi cukup besar.

2. Mengembangkan peralatan dan fasilitas yang mendukung penyiaran. 3. Melakukan program pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber

(24)

4. Membentuk kreativitas sistem kerja yang dapat mengahasilkan produksi program acara drama dan non-drama.

5. Melakukan pendekatan kemanusiaan melalui berbagai macam kegiatan social.

6. Menjalin komitmen dalam kepemimpinan.

1.5 Target Pemirsa Indosiar

Sebagai stasiun televisi yang mengarahkan sasaran pada keluarga, khususnya keluarga kelas menengah. Indosiar terus berupaya menayangkan program-program menarik dan bermutu yang dapat menghibur semua golongan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan strata sosial dalam masyarakat di seluruh Indonesia dengan aneka latar belakang budaya.

(25)

Gambar 1.3

(Sumber : Annual report Indosiar Tahun 2012)

Dari sisi gender, pemirsa Indosiar didominasi oleh kelompok perempuan yang meliputi 63,9 % dari seluruh pemirsa Indosiar. Jumlah pemirsa perempuan yang cukup besar ini wajar karena tayangan Indosiar seperti sinetron dan reality show lebih disukai oleh kelompok perempuan dari pada laki-laki.

Dilihat dari sisi pekerjaan, target pemirsa Indosiar adalah ibu rumah tangga yang mewakili 33,2% profil pemirsa dan kelompok pelajar/mahasiswa yang mewakili 51%. Pemirsa dari sisi Status Ekonomi Sosial terdiri dari 24,5% pemirsa kelas AB (yaitu keluarga dengan pengeluaran rumah tangga lebih dari Rp. 1.750.000,- per bulan), 42,5% pemirsa kelas C (pengeluaran rumah tangga sebesar Rp. 900.000 – Rp. 1.750.000 per bulan) dan 33% pemirsa kelas DE (pengeluaran rumah tangga kurang dari Rp. 900.000 per bulan).

(26)

pola prilaku menonton mereka. Setiap jam tayang mempunyai target segmen utamanya masing-masing misalnya pada hari Minggu pagi untuk segmen anak-anak (program animasi dan serial anak-anak) dan slot prime time tiap harinya untuk segmen keluarga (program hiburan yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga). Pola pemetaan pemirsa ini tentunya akan berubah pada kondisi-kondisi tertentu seperti pada masa liburan sekolah dan bulan Ramadhan.

Lewat pengelolaan persediaan program dan jadwal tayang program selaras dengan kebutuhan pasar. Indosiar berhasil meningkatkan tingkat utilisasi rata-rata programnya sepanjang tahun dan bahkan mencapai tingkat utilisasi paling maksimum di slot prime time. Indosiar akan terus meningkatkan kemampuan tim produksinya dalam menciptakan program in-house non drama berkualitas dengan biaya rendah. Di tahun 2010, serangkaian program baru kelas dunia yang telah lebih dahulu populer diluar negeri siap menghibur pemirsa Indosiar, diantaranya Mamamia 2010, Take Celebriti out Indonesia, Let’s Dance Indonesia, Dancing With Star Indonesia, Indonesia Got Talent, The Chef Indonesia, The Price is Right dan Kuis 1 vs 100.

1.6Sejarah Production Departement PT. Indosiar Visual Mandiri

1.6.1 Sejarah Singkat Production Departement

(27)

menanggapi perubahan selera dan pola perilaku pemirsa Indonesia yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu, sekaligus menghasilkan program-program berkualitas dengan biaya yang kompetitif.

Dengan program tayang yang fenomenal, Indosiar selalu menarik perhatian pemirsa. Program-program In-House Indosiar tetap menarik perhatian pemirsa televisi sepanjang tahun dan kerap berada di puncak perolehan rating selama beberapa minggu berturut-turut. Sejak 2005 hingga kini beberapa program acara Indosiar menjadi fenomenal, melahirkan bintang-bintang baru dan tetap melekat di ingatan pemirsa televisi. Diantaranya program musik kontes bakat ”AFI” dan ”Kondang-In” di tahun 2005, Program kontes bakat ”Mamamia”, ”Supermama”, ”Stardut” dan ”Superdut” di tahun 2007-2008, serta program pencarian pasangan ”Take Me/Him Out Indonesia” yang berhasil masuk dalam

daftar 10 program lokal seluruh televisi di tahun 2009 dan ”Buaya Show” yang memenangkan Panasonic Gobel Award pada tahun 2012. Program-program tersebut berhasil mengantar Indosiar masuk dalam jajaran tiga besar televisi Indonesia.

(28)

Gambar 1.4

(Sumber : Annual report Indosiar Tahun 2012)

Berdasarkan jumlah jam tayang selama bulan Juni 2010, Komposisi program Indosiar terdiri dari program film asing (Barat dan India) sebesar 31%, Program hiburan lokal sebesar 27%, film lokal/FTV sebesar 8%, Informasi 8%, drama asing 7%, drama lokal 4% dan berita 3%. Komposisi ini berubah sesuai tren yang disukai pemirsa. Namun secara umum Indosiar secara tetap menitikberatkan pada program-program hiburan (entertainment, movie & series) dibandingkan dengan program non hiburan (news & information).

1.6.2 Profil KISS

(29)

Gambar 1.5

Logo KISS

(Sumber : Annual report Indosiar Tahun 2012)

Kini, KISS hadir dua kali dalam sehari yaitu KISS Pagi dan KISS Sore.KISS

Pagi menampilkan informasi hangat dan menarik seputar dunia selebritis di pagi

hari setiap hari Senin sampai hari Sabtu pada pukuk 07.00 hingga 07.30 WIB

dengan Host Anita Mae dengan Ridho atau Shinta dengan Samudra. Dan KISS

Sore menguak sebuah peristiwa agar lebih jelas dan terbuka setiap hari Senin

sampai Minggu pada pukul 15.00-15.30 WIB dengan Host Gill Gladys.

1.6.3 Profile Buaya Show

(30)

Buaya Show lahir karena sebelumnya ada acara Super Show, yang bekerjasama dengan kuku bima hardcore, tantangan, dan musik. Tetapi pada tiga episode pertama tayangan super show tidak mendapat sambutan yang baik. Karena pendapatan rating atau share penonton tidak seperti yang diharapkan. Sehingga akhirnya mereka merubah format dan mengundang Uya Kuya sebagai host dan presenternya.

Uya sendiri di stasiun SCTV sudah dikenal dengan punk, sulap, dan usil menghipnotis penontonnya. Sosok unik Uya dirasa cocok untuk membawakan talk show ini. Dimana Uya sendiri mantan anggota boyband "TOFU" di masa lalu. Lalu Uya berkembang menjadi seorang entertaimen baru, dan dia mempunyai trik di dunia magic.

Buaya Show adalah sebuah acara talkshow (bincang-bincang) Indonesia di Indosiar. Acara ini mulai dipandu Uya Kuya sejak Oktober 2011. Setiap acaranya menyampaikan tema tertentu yang diselingi dengan lawakan. Kadang Uya Kuya tidak sendiri dalam membawakan acara Buaya Show tetapi ditemani oleh co-host. Co-host Buaya Show antara lain Arumi Bachin, Gracia Indri atau Rina Nose.

Tema yang diangkat juga tidak terkotakkan pada satu hal saja, melainkan semua topik juga bisa dibahas secara faktual. Buaya Show juga tidak selalu mengundang tokoh di kalangan artis, tapi juga dari berbagai lapisan masyarakat.

(31)

Gambar 1.6

Logo Buaya Show

(Sumber : Annual report Indosiar Tahun 2012)

Pada awalnya Buaya Show yang berdurasi 90 menit ini tayang setiap hari Senin sampai Kamis jam 22.00 WIB. Namun, berubah jam tayang menjadi setiap Senin dan Selasa jam 22.00 WIB. Lokasi syuting acara Buaya Show di Studio 3 Indosiar, acara talk show ini masih berstatus tayangan taping. Yaitu tayangan siaran tunda yang proses syutingnya lebih dulu dari penayangannya atau siaran tidak langsung.

(32)

1.7Struktur Organisasi PT. Indosiar Visual Mandiri

Gambar 1.7

Struktur Organisasi di PT. Indosiar Visual Mandiri

(Sumber : Annual report Indosiar Tahun 2012)

(33)

Indosiar memiliki struktur organisasi yang sifatnya ”top to bottom” yang

sederhana. Dalam struktur organisasi yang menjadi Direktur Utama PT. Indosiar Visual Mandiri saat ini adalah Lie Halim dan posisi Direktur dipegang oleh RD. Alvin W. Sariaatmdja. Komisaris Utama merangkap Komisaris Idenpenden dipegang oleh Suryani Zaini yang membawahi Komisaris Idenpenden yaitu Mohamad Yusuf Hamka. Komisaris-Komisaris lainnya diantara lain Komisaris 1 dipegang oleh Ir. Susanto Suwarto, Komisaris 2 Franciscus Welirang, dan Komisaris 3 yaitu Segara Utama.

Direktur Utama ini membawahi bagian General & Technical, Finance & Accounting, Sales, Marketing & Programe dan News. Dalam proses kerjanya Direktur Utama dibantu oleh bagian Management Office dan Information Technology. Bagian Management Office terdiri atas Corporate Secretary yang membawahi tiga Department yaitu Department Public Relation, Department Concership Board, dan Department Legal yang dimana masing-masing departemen bertugas sebagi berikut:

1. Corporate Secretary, bertugas mendata dan memberi input secara penuh atas acara-acara apa saja yang akan diliput oleh Indosiar.

(34)

internal, menyeleksi surat-surat yang masuk untuk perusahaan dan mendistribusikan kepada bagian-bagian yang berkepentingan.

3. Department Cencorship Board, bertugas untuk melakukan sensor terhadap materi program yang akan ditayangkan oleh Indosiar.

4. Department Legal, bertugas mengumpulkan materi program yang ada dan membuatnya menjadi susunan suatu program.

Department General & Technical ( Teknik dan Umum ) membawahi tiga bagian yaitu :

1. Engineering Transmission, divisi ini bertanggung jawab atas segala sesuatu yang bersifat teknis dan bertanggung jawab atas segala jaringan transmisi yang ada di dalam gedung dan di luar gedung Indosiar.

2. Production Service, divisi ini bertugas untuk merancang suatu acara yang akan ditayangkan dan di produksi oleh Indosiar.

3. HRD Maintenage & General Affair, divisi ini bertanggung jawab atas perekrutan dan pengalokasian Sumber Daya Manusia yang akan dipekerjakan di Indosiar.

Department Finance & Accounting ( Keuangan dan Akunting ) membawahi dua Divisi yaitu:

1. Finance and Treasury, divisi ini bertanggung jawab atas pengendalian keuangan di Indosiar.

(35)

Department Sales, Marketing and Progamme (Departemen pemasaran, penjualan dan program) membawahi dua divisi yaitu:

1. Progamme, bertanggung jawab atas penyusunan program dan jadwal penayangan acara yang akan ditayangkan selama kurun waktu tertentu. 2. Sales, bertugas untuk mempromosikan waktu (Space Iklan dan Air Time)

yang dimiliki Indosiar sehingga dapat digunakan oleh organisasi, perusahaan atau individu yang ingin menggunakan waktu yang disediakan Indosiar untuk para pemasang iklan di Indosiar.

Department News (pemberitaan) bertugas untuk membuat dan mencari bahan berita untuk diolah menjadi berita yang siap untuk ditayangkan oleh Indosiar.

Department Production (produksi) melakukan seluruh kegiatan proses produksi suatu acara baik liputan studio, lapangan atau studio dan lapangan. Dan membawahi dua divisi yaitu:

1. Drama, Merupakan acara-acara dalam bentuk sinetron, sitcom, maupun acara-acara lain yang sifatnya mempunyai cerita. Komponen pendukung bagian ini khususnya yang bertanggung jawab membuat skenario.

(36)

1.8 Struktur Organisasi Production Department PT. Indosiar Visual Mandiri

Gambar 1.8

Struktur Organisasi Buaya Show di PT. Indosiar Visual Mandiri

(Sumber : Annual report Indosiar Tahun 2012) EKSEKUTIF PRODUSER

PENATA RIAS

KREATIF

KAMERAMEN PENGARAH LAPANGAN

FASILITAS BOOKING

PRODUSER

PENGARAH TEKNIK PENGARAH ACARA

PENATA BUSANA

PERANCANG SET

TEKNISI AUDIO PENATA SUARA

TALENT PRODUKSI

EDITOR PENATA CAHAYA

(37)

1.9 Job Description Production Departement PT. Indosiar Visual Mandiri

Executive Producer adalah seseorang yang mempunyai wawasan dan mengerti tentang program televisi secara keseluruhan. Seorang executive producer harus mampu memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide dalam pembuatan program acara televise. Selain itu, dia harus memiliki kemampuan untuk koordinasi, kontribusi dan distribusi produksi secara sistematis, efektif, dan efisien.

Tugas pokok seorang executive producer adalah sebagai berikut:

1. Merancang sebuah konsep program acara siaran televisi. Dia harus membuat sebuah konsep program acara televisi. Konsep program acara siaran televisi yang dibuat mulai dari seting lokasi sampai isi program. 2. Menentukan format program siaran televisi. Dia harus memiliki

kemampuan untuk menentukan format program acara siaran televisi. Apakah program acara siaran televisi memiliki format siaran formal atau non formal.

3. Membuat kerangka program acara siaran televisi.

4. Menyusun rincian biaya produksi. Dia harus mampu memperkirakan biaya produksi yang dikeluarkan untuk program acara siaran televisi. Sehingga biaya produksi dapat dihitung sebelum produksi acara siaran televisi mulai dibuat

(38)

perhatian para sponsor untuk dapat membiayai program acara siaran televisi. Selain itu memiliki kemampuan untuk memimpin dan bekerja sama dengan seluruh unit produksi.

Tugas pokok produser adalah sebagai berikut:

1. Menciptakan dan mengembangkan ide untuk produksi acara siaran televisi. Ide yang diciptakan dan dikembangkan adalah hasil dari konsep program acara siaran televisi. Sehingga program acara siaran televisi menghasilkan acara yang menarik sesuai dengan konsep yang telah dibuat. 2. Membuat desain produksi. Dia harus dapat merancang setting lokasi

tempat membuat program acara siaran televisi.

3. Menentukan tim kreatif. Dia harus memiliki kemampuan pemilihan tim kreatif dalam program acara siaran televisi. Karena produser akan bekerja sama dengan tim kreatif dalam pelaksanaan dari ide yang diciptakan dan dikembangkan.

4. Menentukan satuan kerja produksi. Seorang produser menentukan satuan kerja yang akan melaksanakan program acara siaran televisi. Penentuan satuan kerja ini akan menentukan dalam pelaksana program acara siaran televisi. Karena produser harus mampu memimpin satuan kerja, agar mendapatkan hasil yang baik.

(39)

6. Menyusun anggaran. Anggaran yang telah diperkirakan oleh Execitive Producer disusun oleh produser. Agar setiap biaya yang dibutuhkan untuk suatu program acara siaran televisi dapat dihitung.

7. Melakukan koordinasi, promosi dan publikasi. Seorang produser harus melakukan koordinsai dengan seluruh unit yang terlibat dalam produksi program acara siaran televisi. Selain itu seorang produser melakukan promosi dan publikasi untuk sebuah program acara siaran televisi. Agar program acara siaran televisi yang telah diproduksi dapat diketahui dan ditonton oleh masyarakat.

8. Melakukan evaluasi. Seorang produser melakukan evaluasi dari program acara siaran televisi yang telah diproduksi. Evaluasi produksi dilakukan untuk mengetahui kekurangan dari kinerja selama produksi.

Penulis Naskah atau Kreatif adalah seseorang yang pekerjaannya

membuat naskah untuk mata acara siaran dalam karya artistic. Seorang penulis naskah harus memiliki kemampuan menulis naskah drama dan non drama. Naskah drama adalah sebuah format acara televisi yang diproduksi melalui proses imajinasi krratif, dari kisah-kisah drama dan atau fiksi yang direkayasa dan dikreasi ulang. (Naratama, 2004). Sedankan naskah yang termasuk non drama adalah music, magazine show, talk show, variety show, repackaging, game show dan quiz.

Tugas pokok seorang penulis naskah adalah menulis naskah atau scenario sesuai dengan kaidah produksi televisi.

Editor bertugas untuk mengedit dan menyesuaikan waktu syuting yang

(40)

yang layak tayang sehingga bisa diterima oleh semua masyarakat yang menontonnya.

Pengarah acara adalah seseorang ang ditunjuk untuk bertanggungjawab

secara teknis pelaksanaan produksi satu mata acara siaran. Pengarah acara merupakan peran yang sangat strategi dalam sebuah produksi televisi. Karena pengarah acara bertugas mengendalikan kegiatan produksi di lapangan. Hal ini dilakukan agar produksi dapat berjalan dengan baik.

Tugas pokok pengarah acara adalah sebagai berikut:

1. Mengikuti dan mencatat hasil pertemuan perencanaan produksi

2. Melakukan pendekatan produksi dan mendiskusikan dengan produser.

3. Bekerjasama dengan produser serta penulis naskah jika akan mengembangkan naskah.

4. Mendiskusikan hasil pendekatan produksi (teknik dan artistic)

5. Merencanakan bentuk pengambilan gambar dan penggerakan kamera dalam bentuk recording plan.

6. Memimpin pertemuan produksi dan latihan.

7. Mengarahkan dan melatih penempatan kamera.

8. Mengintegrasikan unsur-unsur produksi.

(41)

dan waktu secara keseluruhan, agar kegiatan produksi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Pengarah Teknik tugasnya berada di meja control dan bertindak sebagai

switcher dan atas perintah komando dari pengarah acara dalam perpindahan setiap gambar. Selain itu pengarah teknik bertanggung jawab atas semua tentang teknik.

Teknisi Audio bertanggung jawab atas kebaikan suara program dan harus

dapat menghasilkan suara yang bercita rasa seni.

Talent Produksi bertanggungjawab atas pembayaran atau budget yang dikeluarkan oleh produksi dalam sekali pemanggilan artis atau bintang tamu.

Pengarah Lapangan bertanggung jawab atas operasional di dalam studio

dimulai dari pengarah acara memulai program produksi.

Penata Cahaya bertanggung jawab atas cahaya yang melatari panggung atau set, agar tata panggung menjadi menarik dan spektakuler.

Penata Suara bertanggung jawab atas suara yang menjadi bagian acara agar bias sampai kepada seluruh kerabat kerja dan menghasilkan suara yang jelas.

Penata Rias bertanggungjawab atas tata rias yang dipergunakan oleh talent agar terlihat bagus di kamera.

Penata Busana bertanggung jawab atas pakaian yang akan dikenakan

oleh talent agar sesuai dengan tema yang dibuat oleh kreatif acara

Fasilitas Booking bertanggung jawab untuk menyiapkan alat-alat seluruh kegiatan program produksi yang menggunakan perlengkapan atau alat.

(42)

1.10 Sarana dan Prasarana PT. Indosiar Visual Mandiri

Dalam Melaksanakan kegiatan sehari-hari, sampai dengan tahun 2012. PT. Indosiar Visual Mandiri memiliki sarana dan Prasarana yang meliputi:

Tabel 1.1

Prasarana PT. Indosiar Visual Mandiri

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan

1. Satu stasiun penyiaran di Jakarta (lokasi Daan Mogot).

1 -

2.

Studio berfasilitas lengkap termasuk studio dengan teknologi virtual.

8 -

3.

Peralatan Outside Broadcast (OB) untuk meliput program siaran langsung di luar studio.

6 -

4 Editing suites (ruang berikut peralatan editing).

13 -

5 Dubbingsuites (ruang berikut peralatan sulih suara).

9 -

6 Stasiun Relai 20

(43)

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan

Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua

7 Fasilitas transfer dari betacam ke betamax, VHS dan telecine

~

(Sumber: Annual Report PT. Indosiar Visual Mandiri Tahun 2011)

Tabel 1.2

Sarana di Production PT. Indosiar Visual Mandiri

No Nama Barang Jumlah

1 Ruangan Rapat 3

2 Perangkat Komputer Beserta Mejanya 10

3 Printer 2

4 Scanner 2

5 Laptop 1

6 TV Berwarna 3

(44)

No Nama Barang Jumlah

8 Lemari perlengkapan 3

9 Handy Talkie 2

10 Pesawat Telepon 2

11 Destroyer Paper 1

12 Faximile 1

13 White Board 1

14 Jam Dinding 3

15 Tempat Sampah 3

(sumber : Wawancara Langsung dengan Tim Produksi Indosiar)

1.11 Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL)

1.11.1 Lokasi PKL

Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Indosiar Visual Mandiri (Production Departemen) yang berlokasi di Jl. Damai No. 11, Daan Mogot Jakarta 11510, Indonesia, Telp (021) 567-2222, 568-8888, Fax (021) 565-5653.

1.11.2 Waktu PKL

(45)

31

PELAKSANAAN PKL

2.1 Aktivitas Kegiatan PKL

Dalam melaksanakan kegiatan PKL, penulis mendapat kesempatan untuk melaksanakan tugas sebagai Floor Manager (pengarah lapangan) untuk program-program acara di Indosiar, tetapi penulis lebih banyak di fokuskan untuk program-program acara KISS dan Buaya Show.

Selama satu bulan PKL, penulis menemukan banyak hal yang sama sekali baru dan belum pernah dialami oleh penulis sebelumnya. Penulis menyadari bahwa pekerjaan sebagai Floor Manager memerlukan tenaga, baik fisik maupun mental. Pekerjaan ini memerlukan kreatifitas dan kerjasama pada saat proses produksi, karena seorang Floor manager bertanggung jawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara dari master control ke studio produksi.

(46)

Tabel 2.1

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

NO HARI / TANGGAL

WAKTU KEGIATAN SIFAT

(47)

NO HARI / TANGGAL

WAKTU KEGIATAN SIFAT

(48)

NO HARI / TANGGAL

WAKTU KEGIATAN SIFAT

(49)

2.2 Deskripsi Kegiatan

2.2.1 Deskripsi Kegiatan Rutin

Selama menjalankan PKL penulis di beri tugas menjadi seorang Floor Manager dalam program-program acara di Indosiar yaitu KISS dan Buaya Show. Konsep yang di berikan dari program acara KISS adalah berita infotaintment seputar selebriti dimana venue acara ini berada di sebuah studio 2 Indosiar, dengan durasi 30 menit. Program ini disiarkan secara live (langsung). Dan konsep yang diberikan dari program acara Buaya Show adalah program talk show dimana venue acara ini berada di sebuah studio 3 Indosiar, dengan durasi 90 menit. Program ini disiarkan secara taping (rekaman).

Adapun tugas penulis saat melaksanakan kegiatan PKL di Stasiun Televisi Indosiar antara lain :

1. Shooting live program acara KISS. Live adalah program disiarkan secara langsung, tahap produksi merupakan tahap akhir dalam proses.

(50)

3. Penulis sebagai floor manager jelas berbeda dengan sutradara atau produser. Produser atau sutradara menyajikan gambar yang akan disaksikan pemirsa di rumah. Dengan begitu dia harus memberi konsep acara kepada bawahannya, yaitu floor manager, kameraman, dan sebagainya. Penulis kemudian menyampaikan keinginan produser atau sutradara itu ke pengisi acara, kru, juga penonton. Tak hanya pengisi acara dan kru, penonton pun perlu briefing. Karena penonton juga menjadi bagian dari acara.

4. Menjadi seorang floor manager tidak boleh panik, kalau panik pasti jadi blank. Jika acara sudah dimulai, penulis lah yang kemudian mengarahkan acara tersebut sesuai rencana. Karena itu, kita tidak boleh menonton acara. Kita harus selalu melihat rundown acara.

5. Sebelum shooting di mulai, penulis harus memahami rundown terlebih dahulu. Jika ada perubahan dalam rundown, maka sebagai pemimpin studio, penulis harus segera mengkomunikasikannya dengan seluruh kru yang ada di studio. Juga jika ada perubahan yang melibatkan anchor misalnya, maka penulis secepat mungkin memberitahukan anchor tersebut.

6. Penulis memiliki tanggung jawab yang besar terhadap jalannya suatu proses produksi di dalam studio.

7. Setiap ada kegiatan shooting, penulis wajib memakai HT (alat bantu untuk mendengarkan ”perintah” dari produser atau pannel).

8. Memeriksa kembali apakah semua pintu studio telah tertutup.

(51)

10.Sebelum shooting dimulai, penulis selalu diajak ke ruang make up untuk mengecek, melihat dan memastikan para artis serta host dan c-hostnya sudah siap untuk melakukan shooting serta penonton dan kru telah berada atau siap di tempat.

11.Memastikan gambar di studio monitor telah menerima output dari vision mixer dan sebagainya.

12.Penulis harus memberikan aba-aba kepada pengisi acara (talent) berdasarkan pemberitahuan dari pengarah acara (pannel) lewat intercom.

Awal kegiatan penulis seperti biasa pergi menuju kantor pada pukul 08.30 wib namun persiapan semua kebutuhan shooting di siapkan sesuai jadwal shooting masing-masing program acara, setelah itu mempersiapkan rundown yang sebelumnya sudah diatur oleh seorang creative kemudian menghubungi crew yang akan bertugas di esok hari dan mempersiapkan kebutuhan lainnya seperti kaset untuk merekam acara per satu episode (untuk taping Buaya Show).

Penulis sebagai floor manager ditugaskan untuk menghafal siapa yang memegang kamera 1,2,3 dan istilah untuk menyampaikan kepada program director. Penulis juga harus mengarahkan pandangan host dan narasumber kepada kamera yang ON dan penulis harus menghafal rundown acara, dan juga penulis harus cakap dalam memeriahkan acara seperti mengajak audience bertepuk tangan, diam, berdiri, dan bernyanyi. Penulis juga yang menentukan blooking host dan narasumber supaya pada saat pengambilan gambar terlihat bagus di kamera.

(52)

1. Saat memulai acara sikap tubuh kita agak jongkok dengan tangan kiri ke arah depan setara dengan dada dan semua jari terbuka sedangkan tangan kanan di ayunkan dari bawah ke atas.

2. Saat break posisi tangan kiri sama dengan saat memulai acara sedangkan tangan kanan kita di ayunkan di sekitar leher seperti orang uang ingin memotong leher.

3. Saat menutup acara posisi tubuh jongkok dan posisi tangan kiri sama dengan saat memulai ataupun saat break dan posisi tangan kanan di ayunkan dari atas ke bawah.

Penulis juga terlibat langsung dalam pra produksi dan produksi. Pra Produksi adalah tahap persiapan sebelum melakukan syuting. Seperti ide, konsep acara, script / naskah, rundown acara, credit title, template artis, talent, wardrobe, crew call, production meeting, storyboard, breakdown syuting, dan perencanaan lain yang mendukung proses produksi.

Selama PKL penulis berada dalam Tim yang di produseri oleh Mas Herri yang di bantu oleh Mba Meyta, dan Mba Tresna. Pada hari sabtu dan minggu penulis mendapatkan libur. Tidak terlalu banyak pekerjaan, biasanya penulis mensiasati dengan bersosialisasi dengan karyawan dan teman - teman magang lainnya.

(53)

Gambar 2.1

Suasana para artis di ruang make-up

Sumber: Penulis 2012

Gambar 2.2

Suasana di studio saat memberikan pengarahan pada penonton sebelum shooting dimulai

(54)

Gambar 2.3

Grup Band Jamrud melakukan latihan sebelum tapping untuk acara Satu Jam

Bersama

Sumber: Penulis 2012

Gambar 2.4

(55)

Sumber: Penulis 2012 Gambar 2.5

Gill Gladys ketika menjadi pembawa acara KISS sore

Sumber: Penulis 2012

Gambar 2.6

(56)

Sumber: Penulis 2012 Gambar 2.7

Suasana pada saat shooting acara Teras Tina Talisa

Sumber: Penulis 2012

Gambar 2.8

Acara Buaya Show yang di pandu oleh Uya Kuya dan Co-host Rina dengan bintang tamu

Girlband The Princess

(57)

Sumber: Penulis 2012

Gambar 2.9

Suasana ketika Girlband The princess break shooting Buaya Show

Sumber: Penulis 2012

2.2.2 Deskripsi Kegiatan Insidental

Aktivitas Insidentil menurut W.J.S Poerwadarminta dalam buku Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “suatu kegiatan yang hanya terjadi atau dilakukan pada kesempatan-kesempatan tertentu saja, tidak secara teratur atau rutin” (2003 :999)

(58)

Adapun sebagian kecil kegiatan insidentil selama Praktek Kerja Lapang di bagian Floor Manager adalah sebagai berikut :

1. Pengenalan bagian produksi oleh Pak Hero sebagai HRD Indosiar, Pak Wawan sebagai Production Support dan oleh teman-teman dari bagian produksi lainnya.

2. Melihat proses editing. Penulis diperlihatkan bagaimana cara proses editing dan cara mengedit.

Gambar 2.10

Ruang editing Indosiar

(59)

Gambar 2.11

Ruang editing Indosiar

Sumber: penulis 2012

Gambar 2.12

Suasana ketika proses editing

Sumber: penulis 2012

(60)

2.3 Deskripsi Jurnalistik

“Secara Etimologis, jurnalistik berasal dari kata Journ. Dalam bahasa perancis,

journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari”, (Sumadiria,

Bahasa Jurnalistik. 2005:2). Dalam kamus Bahasa Inggris, kata journal diartikan sebagai pelaporan, pencatatan, penulisan, atau perekaman kejadian. Dari asal usul kata atau arti etimologis tersebut kita mendapati beberapa hal yang membangun konsep jurnalistik, antara lain catatan, kejadian, wartawan, dan suratkabar. Dari situlah kita dapat menyusun definisi jurnalistik sebagai berikut: “Jurnalistik adalah proses

penulisan dan penyebarluasan informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa”, (John M. Echols dan Hassan Shadily, Jurnalistik Terapan. 2003:2). Pencarian, pengumpulan, penyelesaian, dan pengolahan informasi yang mengandung nilai berita menjadi karya jurnalistik, dan penyajiannyakepada khalayak melalui media massa periodik cetak atau elektronik, memerlukan keahlian, kejelian, dan keterampilan tersendiri, yaitu keterampilan jurnalistik. Penerapan keterampilan jurnalistik harus dilandasi oleh prinsip yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, kebenaran, kejujuran, keadilan, keseimbangan, dan tidak berprasangka (praduga tak bersalah).

(61)

telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi. Maka dapat di simpulkan bahwa:

1. Jurnalistik berarti cara penyampaian isi pernyataan melalui media massa periodik. Dengan demikian ruang lingkup jurnalistik menyangkut tentang penyampaian isi pernyataan melalui suratkabar, majalah, kantor berita, radio, dan televisi (termasuk melalui situs internet).

2. Kegiatan jurnalistik mencakup kegiatan mencari dan mengumpulkan, mengolah (menulis dan menyunting), serta menyampaikan/menyajikan berita dan pendapat. Bidang pekerjaan jurnalis meliputi semua pekerjaan di bidang redaksional, mulai dari Pemimpin Redaksi sampai Reporter.

3. Hasil kerja jurnalistik adalah semua isi pernyataan (berita dan pendapat) yang dikerjakan bidang redaksi. Namun tidak semua hasil kerja para jurnalis tersebut merupakan karya jurnalistik. Salah satu ciri karya jurnalistik adalah berdasarkan fakta.

(62)

5. Karya jurnalistik dimuat atas dasar kepentingan khalayak media massa yang bersangkutan. Layak tidaknya suatu tulisan untuk dimuat ditentukan oleh pertimbangan redaksi media massa yang bersangkutan.

2.4 Analisis Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

Hampir kurang lebih satu bulan penulis melaksanakan kegiatan PKL di Indosiar, penulis merasa bekerja di dunia media suatu pekerjaan yang berat penuh tantangan namun menyenangkan terlebih kinerja seorang broadcaster yang penuh tantangan membuat sebuah produksi acara yang bagus sehingga acara tersebut di sukai penonton.

Selama melakukan kegiatan PKL di bagian produksi sebagai floor manager program acara KISS dan Buaya Show Indosiar, penulis merasakan hubungan kekeluargaan yang erat terjalin dengan semua karyawan-karyawan Indosiar terutama bagian produksi. Karyawan Indosiar mereka semua baik dan ramah, selalu memberikan pengarahan kepada mahasiswa/i yang melakukan PKL serta membantu semua kegiatan yang dilakukan mahasiswa/i magang.

(63)

tersendiri bagi penulis serta memberikan banyak pengalaman berharga yang belum pernah terjadi dalam kehidupan penulis.

Satu bulan bertemu orang-orang hebat dalam bidangnya membuat ilmu pengetahuan penulis bertambah, memang keilmuan penulis yang sebenarnya bukan pada bidang broadcast namun pada bidang Jurnalistik tetapi itu lah keunikan dari ilmu komunikasi yang begitu universal sehingga tidak terpatok dalam satu media khusus jurnalistik seperti contohnya surat kabar.

Bekerja di media pasti mengalami adanya tekanan yang luar biasa , ini pula yang di alami penulis selama PKL. Kesempurnaan dan kemenarikan penyajian acara sudah menjadi suatu keharusan kami dalam menghadirkan suatu acara oleh karena itu kami di tuntut untuk bekerja sebaik mungkin, pengalaman terhadap tekanan saat bekerja penulis rasakan di awal PKL, penulis mendapat teguran mengenai durasi waktu acara yang terlampau Over. Dalam sebuah acara live waktu sangat di perhatikan oleh sebab itu fokus saat shooting berlangsung sudah menjadi kewajiban Karena acara Live tidak ada sesi pengeditan sehingga apabila ada kesalahan akan terlihat secara langsung oleh penonton.

(64)

2.5 Layanan Perusahan Kepada Mahasiswa PKL

(65)

51 PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan di PT. Indosiar Visual Mandiri yang telah penulis uraikan sebelumnya, penulis dapat berkesimpulan sebagai berikut.

1. PT.Indosiar Visual Mandiri (Indosiar), sebagai salah satu lembaga penyiaran, Indosiar sudah melaksanakan fungsinya dengan baik yaitu tidak hanya sebagai lembaga penyiaran yang sifatnya entertaining saja, namun juga informatif dan edukatif. Dalam penyajian acara, Indosiar tidak kalah dengan tv-tv lain.

(66)

3. Kegiatan yang rutin dilakukan penulis adalah mengikuti kegiatan shooting live dan taping di program acara KISS dan Buaya Show sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

4. Kegiatan insidentil adalah kegiatan yang tidak dilakukan setiap hari. Contohnya seperti pengenlan ruang dan fungsi bagian produksi, melihat proses editing dan melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh divisi lain.

5. Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebarluasan informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa”, (John M.

(67)

Melalui kegiatan PKL ini penulis mendapatkan banyak ilmu yang dimana tidak didapat pada bangku kuliah dan mendapatkan pengalaman bekerja di media khususnya televisi serta bertemu orang-orang hebat dalam bidang broadcast. Kepuasan dan ketertarikan dalam menciptakan sebuah tayangan menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan kunci utama adalah fokus saat bekerja terutama dalam program acara Live.

3.2 Saran

3.2.1 Untuk Instansi

1. Ditengah persaingan televisi saat ini, sebuah produksi acara harus bisa membuat penonton tertarik dan terbawa dalam acara tersebut. Indosiara merupakan televisi nasional yang sudah cukup lama mengudara seharusnya memberikan tayangan-tayangan yang menarik penonton untuk tidak memindahkan channel ke Tv lain. Semoga kedepannya Indosiar mempunyai gedung perkantoran sendiri, dimana seluruh karyawan berada dalam satu gedung baik itu departemen produksi, news, maupun crew lainnya.sehingga dengan begitu kebersamaan akan sangat dirasakan.

2. Khusus untuk divisi Produksi harus sering melakukan koordinasi atau brainstorming antara penentu kebijakan dengan

(68)

dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas. Sehingga acara

yang ditayangkan menjadi yang terdepan dan mampu bersaing

dengan acara di televisi lain.

3. Meningkatkan kerjasama dengan para stakeholder guna mendongkrak pendapatan perusahaan untuk mengantisipasi ekspansi media lain baik yang bersifat lokal maupun nasional yang memiliki modal kuat.

3.2.2 Untuk Mahasiswa PKL

1. Untuk rekan-rekan mahasiswa, praktek kerja lapangan ini sebaiknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, kesadaran dan keseriusan, memposisikan diri sebagai seorang yang bekerja di media, karena para mahasiswa PKL membawa nama instansi pendidikan tempat ia kuliah. Maka mahasiswa sebaiknya dapat bersikap serta menjaga nama baik, agar reputasi juga hubungan kerjasama diantara instansi pendidikan dan tempat pelaksanaan PKL tetap berjalan dengan baik. 2. Bagi mahasiswa yang ingin meneliti pada penelitian di

(69)
(70)

Daftar Riwayat Hidup

I. Identitas Diri

Nama : Viva Resthie d’Lavida Tempat Lahir : Bogor

Tanggal Lahir : 03 Mei 1991 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Status : Single

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat : Jl. Cikendal No.5 Rt 04/04 Cipageran-Cimahi Telp/HP : 022-6630849/082120444461

(71)

II. Pendidikan formal

1997 - 2003 Sekolah Dasar Negeri 5 Cimahi

2003 - 2006 Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Cimahi 2006 - 2009 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cimahi

2009 - Sekarang S1 Universitas Komputer Indonesia Bandung Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik

III. Pendidikan non formal

2000 - 2002 Kursus Bahasa Inggris di Executif College, Cimahi

2002 - 2003 Kursus Bimbingan Belajar di Ganesha Operation, Cimahi (Kelas 6 SD)

2005 - 2006 Kursus Bahasa Inggris di PQEC, Cimahi

Kursus Bimbingan Belajar di Ganesha Operation, Cimahi (Kelas 3 SMP)

2008 - 2009 Kursus Bimbingan Belajar di Ganesha Operation, Cimahi (Kelas 3 SMA)

(72)

IV. Kegiatan Organisasi

1999-2002 Anggota Club Renang SGO, Cimahi Protokoler Pramuka

2003-2006 Anggota KKI (Kushin Ryu Karate-Do Indonesia), Cimahi 2005 Kejuaraan KARATE Walikota Cup II FORKI Kota Cimahi 2007-2008 Sekretaris Karang Taruna Cimahi

2008-2009 Komunitas Band Burgerkill

V. Kegiatan Pelatihan/Seminar

November 2009 Sebagai Peserta Dalam Kegiatan Ceramah Umum Dekan FISIP UNIKOM

April 2010 Sebagai Peserta Mentoring Agama Islam Program Studi Ilmu Komunikasi dan PR FISIP UNIKOM Bekerja sama dengan LDK UMMI UNIKOM

Maret 2010 Sebagai Peserta Table Manner Course BANANA-INN HOTEL & SPA

(73)

V. Kegiatan Pelatihan/Seminar

November 2010 Sebagai Peserta Seminar Fotografi, Lomba Foto Essay dan Apresiasi Seni (Tema: Teknik dan Bahasa Foto) di Auditorium UNIKOM

Desember 2010 Sebagai Peserta Dalam Kegiatan Seminar Budaya Preneurship “Mengangkat Budaya Bangsa Melalui Jiwa Entrepreneurship”

yang Diadakan oleh Pusat Inkubator Bisnis Mahasiswa UNIKOM Juli 2011 Sebagai Peserta Dalam Kegiatan Study Tour Media Massa 2011 Januari 2012 Sebagai Peserta Dalam Kegiatan Bedah Buku “Handbook of

Public Relations” dan Seminar “How To Be A Good Writer”. Desember 2012 Sebagai Peserta Dalam Kegiatan Workshop “How To Be A

Famous” di Universitas Padjajaran Bandung

Desember 2012 Sebagai Peserta Dalam Kegiatan Workshop “Great Event

Managing” di Auditorium UNIKOM

VI. Pengalaman Kerja

(74)

Gambar

Gambar 1.1
Gambar 1.1 Logo INDOSIAR
Gambar 1.3
Gambar 1.4
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mengalami praktek kerja lapangan, penulis memiliki beberapa saran bagi mahasiswa / mahasiswi yang hendak melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, terutama bagi mahasiswa

Pada saat melaksanakan praktek kerja lapangan, sebaiknya sering melakukan komunikasi dengan wartawan pembimbing ataupun staf di bidang berita lainnya. Untuk memperlancar

Selama Praktek Kerja Lapangan di Museum Geologi penulis diberikan pelayanan yang sangat ramah oleh karyawan, pemandu, dan pembimbing Praktek Kerja Lapangan sendiri.Penulis

Adapun saran – saran yang dapat diberikan penulis kepada mahasiswa yang akan melaksanakan praktek kerja lapangan nantinya khususnya di PJTV. adalah sebagai

Dari uraian diatas dan pengamatan penulis selama melaksanakan praktek kerja lapangan, maka penulis mengambil kesimpulan dari keseluruhan hasil Praktek Lapangan

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilakukan oleh penulis PT.Pikiran Rakyat Bandung pada bagian Public Relations .Maka hal-hal yang dikerjakan oleh penulis dalam

, selaku Manajer Museum Taman Mini ”Indonesia Indah” yang telah memberikan kesempatan penulis untuk melaksanakan. praktek kerja lapangan dengan meninjau Komunikasi

Pada bagian akhir dari Laporan Praktek Kerja Lapangan ini penulis menarik kesimpulan dari pengalaman yang telah didapat selama satu bulan melakukan Praktek Kerja