• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biomarker yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Kronik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Biomarker yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Kronik"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Rosa Yulise Putri
  • Pengajar:
    • dr. Riri Andri Muzasti, M.Ked, Sp.PD
    • dr. Andika Sitepu Sp.JP (K)
    • dr. Terapul Tarigan Sp.A (K)
    • Prof. Dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD-KGEH
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Kedokteran
  • Topik: Biomarker yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Kronik
  • Tipe: karya tulis ilmiah
  • Tahun: 2014
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Pada bagian pendahuluan, penelitian ini membahas latar belakang pentingnya kualitas hidup pasien hemodialisis kronik dan pengaruh biomarker terhadap kualitas hidup tersebut. Data dari USRDS menunjukkan tingginya prevalensi penyakit ginjal tahap akhir di AS, dengan dampak ekonomi yang signifikan. Di Indonesia, angka pasien hemodialisis juga meningkat, menjadikan penelitian ini relevan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penekanan pada aspek psikososial dan perawatan yang holistik menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan dampak penyakit ginjal tahap akhir terhadap kualitas hidup pasien. Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi aspek fisik, tetapi juga psikologis dan sosial, yang memerlukan perhatian dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara biomarker dan kualitas hidup pasien hemodialisis, mengingat bahwa pemantauan biomarker dapat memberikan informasi penting mengenai keberhasilan pengobatan.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah mengidentifikasi pertanyaan penelitian utama, yaitu biomarker apa yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis kronik. Ini menjadi landasan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien dalam konteks hemodialisis.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini dibagi menjadi tujuan umum dan khusus. Tujuan umum adalah untuk mengetahui biomarker yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien HD kronik, sementara tujuan khusus lebih terperinci, termasuk analisis hubungan antara traditional, nutritional, dan mineral metabolism biomarkers dengan kualitas hidup.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini mencakup kontribusi terhadap pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tenaga medis tentang biomarker dan kualitas hidup pasien HD, serta memberikan data dasar untuk penelitian lebih lanjut.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas literatur terkait hemodialisis dan kualitas hidup. Hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjal memiliki definisi dan prinsip kerja yang jelas, serta epidemiologi yang menunjukkan peningkatan jumlah pasien. Kualitas hidup didefinisikan sebagai persepsi individu terhadap kehidupan mereka, dengan penilaian yang melibatkan berbagai aspek termasuk fisik, psikologis, dan sosial. SF-36 dijelaskan sebagai instrumen yang umum digunakan untuk mengukur kualitas hidup pasien.

2.1. Hemodialisis

Definisi hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjal dijelaskan, termasuk prinsip kerja dan epidemiologi pasien di seluruh dunia. Informasi ini penting untuk memahami konteks di mana pasien hemodialisis hidup dan berinteraksi dengan sistem kesehatan.

2.2. Kualitas Hidup

Kualitas hidup didefinisikan secara luas, mencakup kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Penilaian kualitas hidup pasien hemodialisis melibatkan penggunaan kuesioner, yang dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai dampak penyakit terhadap kehidupan sehari-hari pasien.

2.3. SF-36

SF-36 sebagai instrumen penilaian kualitas hidup dijelaskan, termasuk cara pengukuran dan pembagian skala. Instrumen ini terbukti efektif dalam memantau kesehatan dan hasil pengobatan, serta telah digunakan dalam berbagai penelitian terkait pasien ESRD.

2.4. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis

Faktor-faktor yang berhubungan dengan prosedur hemodialisis dan yang tidak berhubungan dijelaskan. Anemia, status nutrisi, dan metabolisme mineral menjadi fokus utama, menunjukkan bagaimana masing-masing faktor dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien.

III. KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

Bagian ini menjelaskan kerangka konsep penelitian yang menghubungkan biomarker dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Variabel independen dan dependen didefinisikan dengan jelas, memberikan dasar untuk analisis lebih lanjut. Hipotesis juga dirumuskan untuk mengarahkan penelitian.

3.1. Kerangka Konsep

Kerangka konsep menggambarkan hubungan antara biomarker dan kualitas hidup. Biomarker sebagai variabel independen diidentifikasi, memberikan fokus pada aspek yang akan dianalisis dalam penelitian ini.

3.2. Variabel dan Definisi Operasional

Variabel independen dan dependen dijelaskan secara rinci, termasuk definisi operasional dan cara pengukuran masing-masing. Ini penting untuk memastikan bahwa penelitian dapat direplikasi dan hasilnya dapat diinterpretasikan dengan tepat.

3.3. Hipotesis

Hipotesis yang dirumuskan memberikan arah bagi penelitian ini, dengan mengidentifikasi hubungan antara biomarker dan kualitas hidup pasien. Ini menciptakan dasar untuk analisis statistik yang akan dilakukan.

IV. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional, yang memungkinkan pengukuran variabel independen dan dependen secara bersamaan. Penelitian dilakukan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan, dengan populasi pasien hemodialisis. Teknik pengumpulan data dan analisis dijelaskan untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil.

4.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional, yang memungkinkan penilaian simultan terhadap biomarker dan kualitas hidup pasien. Ini memberikan gambaran yang jelas tentang hubungan antara kedua variabel.

4.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan, selama periode tertentu. Lokasi penelitian yang tepat penting untuk mendapatkan data yang representatif dari populasi yang diteliti.

4.3. Populasi dan Sampel

Populasi penelitian terdiri dari pasien yang menjalani hemodialisis, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Ini memastikan bahwa setiap pasien memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai responden.

4.4. Kerangka Penelitian

Kerangka penelitian menggambarkan alur penelitian dari pemilihan sampel hingga analisis data. Ini memberikan panduan yang jelas tentang langkah-langkah yang akan diambil selama penelitian.

4.5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data meliputi penggunaan kuesioner dan rekam medis untuk mendapatkan informasi tentang biomarker dan kualitas hidup pasien. Metode ini penting untuk memastikan data yang akurat dan komprehensif.

4.6. Pengolahan dan Analisa Data

Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan program statistik untuk menghasilkan hasil yang valid. Analisis univariat, bivariat, dan multivariat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis.

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara beberapa biomarker dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Pembahasan mencakup interpretasi hasil dan implikasinya terhadap praktik klinis. Ini memberikan wawasan baru dalam pengelolaan pasien hemodialisis.

5.1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreatinin, IMT, dan serum fosfat memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien. Data ini memberikan bukti penting untuk mendukung perawatan pasien hemodialisis yang lebih baik.

5.2. Pembahasan

Pembahasan menginterpretasikan hasil penelitian dalam konteks literatur yang ada. Ini mencakup bagaimana biomarker dapat digunakan sebagai indikator untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis dan merancang intervensi yang lebih efektif.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan menyoroti pentingnya pemantauan biomarker dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran diberikan untuk penelitian selanjutnya dan praktik klinis, termasuk perlunya pendekatan multidisiplin dalam perawatan pasien.

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa ada hubungan yang signifikan antara biomarker tertentu dan kualitas hidup pasien hemodialisis. Ini menunjukkan pentingnya pemantauan biomarker dalam perawatan pasien.

6.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup perlunya eksplorasi lebih lanjut tentang biomarker lainnya dan dampaknya terhadap kualitas hidup. Praktik klinis juga disarankan untuk mengintegrasikan pemantauan biomarker dalam perawatan pasien.

Gambar

Gambar 1.  Prinsip Kerja HD (Dipiro et al, 2011)
Tabel 2.1. Pasien baru dan pasien aktif yang menjalani HD di Indonesia dari tahun
Tabel 2.2. Pembagian Skala dan Dimensi SF-36 (Kalantar-Zadeh et al, 2001)
Tabel 2.4. Pertanyaan yang mewakili 8 skala kuesioner SF-36 (RAND, 2014)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan oleh (Soerawidjaja, 2017) “Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara adekuasi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di unit hemodialisis

Judul Tesis : PENGARUH KOMBINASI HEMODIALISIS (HD)/ HEMOPERFUSI (HP) TERHADAP KUALITAS HIDUP YANG DINILAI DENGAN SF-36 PASIEN HEMODIALISIS REGULER Nama Mahasiswa :

Kesimpulan: Kombinasi HD+HP meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis regular baik status kesehatan fisik maupun status kesehatan mental dan mengurangi

Unit Pelayanan Dialisis Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 812 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Dialisis pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan,

Untuk mengetahui hubungan adekuasi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di Unit Hemodialisis Klinik Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan.. Mengidentifikasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, yaitu: proporsi nilai adekuasi HD sampel terdiri dari nilai adekuasi (adekuat) mencapai

Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan dapat disimppulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara infeksi virus hepatitis C kronik dengan kualitas hidup pasien PGK