• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Bisnis Green Burger Lezzato

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perencanaan Bisnis Green Burger Lezzato"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN

PERENCANAAN BISNIS GREEN BURGER LEZZATO

TUGAS AKHIR Diajukan Oleh

SYAFINA SARTIKA LUBIS 082101063

DIPLOMA III KEUANGAN

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III

Fakultas Ekonomi

(2)

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA, serta senantiasa memberikan kesehatan,

kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga akhirnya dapat menyelesaikan

Tugas Akhir ini. Untuk Kedua orang tuaku yang tercinta Ayahanda Syahril

Lubis dan Almh Ibunda Megawaty yang telah memberikan segenap kasih

sayang, semangat dan dukungan kepada penulis baik meteril maupun nonmateril

sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.

Penulisan Tugas Akhir ini ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat

yang telah ditentukan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan D-III Keuangan

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Judul Tugas Akhir ini adalah

“PERENCANAAN BISNIS GREEN BURGER LEZZATO”.

Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah

memberikan bantuan, yaitu:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi

Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Studi

Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sekaligus selaku

Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing

(3)

4. Seluruh Dosen Pengajar dan Staff Pegawai pada Fakultas Ekonomi.

5. Kakakku Neneng dan abangku Feri, Bobi, Alex, Bayu, Rais, buat Mak

Yusrah dan keponakanku Arif dan Rara, terima kasih atas motivasi dan

bantuannya kepada penulis dalam mengerjakan Tugas Akhir ini.

6. Sahabat-sahabatku yang tersayang Mutia dan Monika serta seluruh

teman-teman penulis di Keuangan stambuk 08, Geby, Ola, Reni, Irma,

Tami, Winda, Tyas, Nina, Nobe, Diva, Jang, Windi yang mendukung

dalam penulisan Tugas Akhir ini terima kasih atas kasih sayang kalian.

7. Buat teman-teman magang kelompok 4, Dwischa, Indah, Shinta, Grace,

Imran, Rizki yang memberikan kritik dan saran kepada penulis pada Tugas

akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna

baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya. Oleh karena itu penulis

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar untuk ke depannya

penulis dapat menulis dengan lebih baik lagi.

Medan, 2011

Penulis,

(4)

DAFTAR ISI

DAFTAR GRAFIK ... vii

(5)

G. Rencana Pengembangan Usaha ... 32

H. Pemanfaatan IT... 33

I. Analisis Keuangan ... 34

J. Analisis Resiko ... 40

BAB III PENUTUP ... 42

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato per hari ... 20

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato... 21

Tabel 2.3 Analsis Pesaing ... 26

Tabel 2.4 Bahan Baku per minggu ... 30

Tabel 2.5 Peralatan ... 31

Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang ... 31

Tabel 2.7 Sumber Pendanaan Green Burger Lezzato... 35

Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan ... 35

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Green Burger Lezzato ... 8

Gambar 2.2 Beef Greenburger Cheese ... 11

Gambar 2.3 Beef Greenburger ... 12

Gambar 2.4 Burger Original ... 13

Gambar 2.5 Hotdog ... 13

Gambar 2.6 French Fries ... 14

Gambar 2.7 Aneka Minuman Segar ... 14

Gambar 2.8 Saluran Pemasaran Green Burger Lezzato ... 25

(8)

DAFTAR GRAFIK

Halaman

(9)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi

pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju.

Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, UKM merupakan sektor

ekonomi yang memiliki ketahanan paling baik. Kemampuan UKM perlu

diberdayakan dan dikembangkan secara terus menerus dengan berusaha

mereduksi kendala yang dialami UKM, sehingga mampu memberikan kontribusi

lebih maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sutaryo, 2004).

Usaha Kecil Menengah ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh

informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha

kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.

Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar,

aspek tersebut adalah :

1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar

2. Merawat jaringan pasar untuk mempertahankan pangsa pasar.

Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan

bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai

keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang

(10)

demikian wirausahawan harus mampu menciptakan peluangnya sendiri demi

tercipta suatu hal yang berharga dan dapat dipakai untuk bertahan hidup.

Dunia usaha dan dunia industri saat ini sedang mengalami perkembangan

yang kian pesat , terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun

makro dengan beragam usaha mereka yang menarik, dan sudah pasti akan

menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan

di usaha tersebut .

Adapun jenis usaha yang sedang marak saat ini yakni usaha di sektor industri,

salah satu industri yang banyak diminati ialah industri makanan ringan, dan

faktanya dapat kita lihat di sepanjang jalan besar di kota Medan banyak outlet

yang menjual makanan ringan dengan berbagai rasa dan bahan dasar.

Perkembangan ini disebabkan mulai dari tingginya kebutuhan masyarakat akan

makanan ringan dan keinginan masyarakat untuk menikmati rasa-rasa yang

berbeda yang ditawarkan oleh produsen pada makanan, dengan penampilan dan

warna yang menarik serta harga yang terjangkau oleh masyrakat, maka satu

keputusan yang tepat untuk turut meramaikan dunia industri makanan.

Salah satu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi oleh tiap manusia adalah

kebutuhan primer atau pokok yang meliputi sandang, pangan, dan papan. Dalam

hal ini, yang akan dibahas lebih mendalam adalah kebutuhan akan pangan, karena

kita semua tahu bahwa kebutuhan tersebut sangat penting dan manusia tidak akan

(11)

Makanan jenis Hamburger tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

Tidak hanya di kota-kota besar tetapi di berbagai tempat kita bisa menjumpai

makanan tersebut. Hamburger merupakan jenis ‘fast food’ yang berasal dari

negara Amerika. Makanan ini banyak digemari karena tampilannya yang unik

karena memadukan berbagai macam bahan seperti roti, sayuran segar, daging

panggang dan berbagai saus yang menghasilkan cita rasa lain yang enak. Awalnya

makanan ini merupakan makanan mahal tetapi seiring dengan perkembangan

zaman maka makanan ini bisa kita dapatkan dengan harga yang sangat miring.

Yang menjadi target pemasaran usaha ini adalah masyarakat, pelajar dan

mahasiswa daerah kampus. Bidikan pasar di area kampus tersebut telah

direncanakan secara cermat dan matang karena menurut analisa pasar yang ada,

area kampus merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru

khususnya dibidang makanan. Area kampus tidak hanya didominasi oleh

masyarakat asli Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos

ataupun mengontrak di daerah sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut

kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini dapat kita manfaatkan karena

rata-rata anak kos biasanya lebih suka membeli makanan daripada memasak sendiri

dan dapat pula sebagai alternatif makanan lain jika bosan terhadap menu

sehari-hari.

Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian

(12)

menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu usaha burger ini memiliki konsep

yang baru di kalangan masyarakat dan memiliki ciri khas tersendiri.

Pembukaan usaha dalam bidang makanan sangat menguntungkan dan

mempunyai prospek yang cerah ke depannya. Hal ini berkaitan dengan

perkembangan zaman dimana laju pertumbuhan penduduk meningkat relatif besar

serta besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri kuliner. Maka usaha

Burger ini dianggap sangat bagus untuk dikembangkan mengingat pasar yang ada

sangatlah mendukung. Apalagi inovasi yang akan disajikan oleh penulis memiliki

banyak pilihan baru di dalam pemilihan menu dan dapat menarik perhatian

pencinta kulliner di daerah Medan khususnya.

Untuk tahap awal usaha burger ini hanya dimiliki oleh satu orang sebagai

pemilik yaitu saya sendiri. Untuk berbelanja keperluan dagang pemilik dibantu

oleh karyawan. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya

belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan

lainnya. Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal

milik pribadi.

Dari keadaan tersebut, dan berdasarkan pantauan saya bahwa maraknya

pilihan makanan yang enak dan bergizi sedikit ditemukan. Maka saya merasa

akan menjadi suatu potensi ke depannya apabila usaha Burger ini dapat

dikembangkan penulis. Maka dengan ini penulis ingin membahas masalah

tersebut dalam sebuah Tugas Akhir dengan judul “PERENCANAAN BISNIS

(13)

B. Tujuan Prospek Usaha

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan penulis

adalah :

1. Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi

organisasi agar dapat melaksanakan aktivitas dengan lebih efisien, efektif

serta lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan demi kelancaran

organisasi dalam mencapai tujuannya.

2. Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi peneliti atau

rekan-rekan mahasiswa yang akan membahas masalah dengan topik yang sama.

3. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri pengusaha guna

menciptakan usaha baru secara profesional dan terlatih.

4. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka

meningkatkan perekonomian di sektor riil.

C. Manfaat Prospek Usaha

a. Bagi Penulis, untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana

membuat perencanaan bisnis dengan baik dan untuk menjadi pedoman

bagi penulis dalam upaya merealisasikan perencanaan bisnisnya.

b. Bagi Pembaca, hasil tugas akhir ini bermanfaat untuk menambah

pengetahuan untuk memulai suatu bisnis dan dapat dijadikan sumber atau

(14)

BAB II PEMBAHASAN A. Data Perusahaan

Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama

pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan

bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, faximile, E-mail, NPWP serta perizinan

perusahaan yang mana dalam data perusahaan ini akan mencerminkan bergerak

dalam bidang apa dan produk atau jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan

tersebut. Berikut adalah data dari perusahaan yang penulis rencanakan:

Nama Perusahaan : Green Burger Lezzato

Bidang Usaha : Industri Makanan

Jenis Produk : Burger Hijau, Hotdog, Friend Fries

Alamat Perusahaan : Jl. SM. Raja No 46 Harjosari, Medan

Nomor Telepon : ( 061 ) 9124477

Alamat E-mail : [email protected]

Facebook, Twitter : Green Burger Lezzato, BurLezz

(15)

B. Biodata Pemilik

Nama : Syafina Sartika Lubis

Jabatan : Pimpinan

Tempat dan tanggal Lahir : Medan, 04 November 1991

Alamat Rumah : Jl. SM Raja No 18 Medan

Nomor Telepon : ( 061 )7365118

Alamat E-mail : [email protected]

Facebook/ Twitter : Green Burger Lezzato/ BurLezz

Pendidikan Terakhir : Diploma

C. Struktur Organisasi Green Burger Lezzato

Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang

dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan

antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi

tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh

aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.

Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah

ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam

bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat

diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja

sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat

(16)

Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan

perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan

serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui

saluran tunggal.

Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan

yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan

ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala

perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur

perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk

membuat kerja sama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit.

Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi

kelemahan dari setiap bagian atau individu.

Adapun struktur organisasi dari burger hijau ini adalah sebagai berikut :

Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Green Burger Lezzato

Gambar 2.1 di atas menjelaskan bahwa untuk saat ini dalam struktur

(17)

pengelolaan rencana ini. Ke depannya akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang

akan diserap. Penulis yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi usaha

yang berkembang dan menjadi perusahaan yang besar.

Uraian Tugas

Berikut ini adalah uraian tugas dari setiap unit yang terdiri dari :

a. Pimpinan

Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan

pengawasan, serta peningkatan mutu.

Job description :

1. Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan usaha Green Burger

Lezzato.

2. Merencanakan dan menyusun program kerja

3. Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan

pengawasan, serta peningkatan mutu.

4. Membina karyawan.

Kualifikasi: Minimal sedang berkuliah, usia minimal 20 tahun, mutu pribadi,

disiplin, motivasi kerja tinggi, perhatian, mandiri, mampu mempengaruhi orang

lain, mampu membuat keputusan, bersikap adil dan bertanggung jawab.

b. Staf Produksi

Job Description :

(18)

2. Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku dan efisiensi

pengunaan tenaga kerja dan peralatan.

Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi

kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.

c. Staf Administrasi dan Keuagan

1. Melakukan pengecekan harga-harga pada produk-produk yang telah

diproduksi dan memeriksa laporan keuangan terhadap barang-barang

produksi yang telah laku terjual.

2. Mengendalikan kegiatan-kegiatan bidang keuangan

3. Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta

pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

Kualifikasi: Telah berpengalaman di bidangnya, mutu pribadi; perhatian, disiplin,

motivasi tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, teliti.

d. Staf Pemasaran

1. Mengendalikan pelaksanaan program pemasaran, meliputi; pembuatan dan

stock usaha, distribusi, penetapan dan pengendalian harga, pemasaran,

serta aspek lain yang berkaitan dengan pemasaran

2. Menentukan pasar sasaran

3. Memonitor kepuasan konsumen, mengevaluasi persaingan, serta

mengidentifikasikan kecenderungan dan peluang pasar.

4. Memahami kebutuhan konsumen/calon konsumen serta memberikan jalan

(19)

Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi

kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.

D. Aspek Pasar dan Pemasaran D1. Produk yang Dihasilkan

Produk berupa makanan cepat saji jenis burger ini dibuat sedemikian rupa

sehingga bisa memuaskan pelanggan dan menarik simpati bagi calon pembeli.

Kami mengembangkan produk ini berbeda, yaitu dalam penyajiannya kami

membuatnya menjadi kaya akan bumbu-bumbu dan hadir dengan konsep global

warming yaitu dengan cara dibungkus dengan daun pisang sehinnga memiliki

aroma daun pisang serta daun pandan sebagai pewarna dari roti burger itu sendiri.

Ada beberapa variasi menu yang dihasilkan dari usaha burger hijau ini akan

tetapi ada 2 ( dua ) produk yang menjadi andalan dari usaha Green Burger Lezzato

ini.

a. Beef Greenburger Cheese

Salah satu menu andalan dari usaha burger ini adalah “Beef Greenburger

Cheese” yaitu burger yang berwarna hijau beraromakan daun pandan dan

aroma daun pisang serta dengan tambahan keju sebagai pelengkap. Harga

(20)

Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese

Sumber : www.google.com (2011)

b. Beef Greenburger

Menu andalan lainnya yang dihasilkan dari Green Burger Lezzato adalah

“Beef Greenburger”. Menu ini tidak jauh berbeda dengan menu andalan

yang sebelumnya yang membedakannya yaitu menu ini tidak

menambahkan keju sebagai pelengkapnya .Harga untuk menu ini adalah

Rp 7.000,-

Gambar 2.3 : Beef Greenburger

Sumber : www.google.com (2011)

Selain menu-menu andalan di atas, ada beberapa menu lain yang tersedia di

Green Burger Lezzato antara lain :

1. Burger Original

Usaha burger ini juga menyediakan burger original bagi konsumen yang

kurang menyukai burger berwarna hijau sebagai produk andalan dari

(21)

Gambar 2.4 : Burger Original

Sumber : www.google.com (2011)

2. Hotdog

Hotdog atau yang kita kenal sebagai sosis juga tersedia di dalam daftar

usaha burger ini dengan harga Rp 6.000,-

Gambar 2.5 : Hotdog

Sumber : www.google.com (2011)

3. French Fries

Green Burger Lezzato juga menyediakan kentang goreng atau French

(22)

Gambar 2.6 : French Fries

Sumber : www.google.com (2011)

4. Aneka Minuman Segar

Sebagai pelengkap dari makanan yang disediakan, Green Burger Lezzato

juga menyediakan berbagai jenis minuman yang segar. Harga yang

ditawarkan untuk setiap porsi minuman ini adalah Rp5.000,-

Gambar 2.7 : Aneka Minuman Segar

Sumber : www.google.com (2011)

D2. Keunggulan Kompetitif Produk Green Burger Lezzato :

1. Roti burger produk ini lain dari roti burger yang lain karena

warnanya yang hijau.

2. Menggunakan bahan-bahan yang alami.

(23)

4. Penyajiannya yang menarik dan hadir dengan konsep global

warming dan rasanya yang enak.

5. Harga relative murah.

6. Daging yang digunakan adalah daging yang dibuat sendiri dari

daging cincang.

Selain keunggulan-keunggulan yang di atas ada beberapa pelayanan yang

diberikan sebagai ciri khas dari burger “Green Burger Lezzato” antara lain :

1. Menerapkan pelayanan 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan

Santun ).

2. Memberikan potongan harga untuk even-even tertentu atau untuk

pembelian dalam jumlah yang banyak.

3. Dapat menerima pesanan dalam jumlah besar.

Semua pelayanan tersebut ditujukan dengan maksud menarik simpati

pelanggan sehingga mereka akan tetap nyaman berlangganan.

D3. Gambaran Pasar

Diperkirakan minat pasar akan kebutuhan pangan akan terus meningkat

seiring dengan perkembangan zaman, karena manusia tidak bisa bertahan hidup

tanpa ketersediaan pangan. Permintaan pasar yang “demam” akan makanan asing

dan cepat saji membuat Green Burger Lezzato optimis produk yang dijual dapat

diterima di masyarakat dengan menu-menu andalan dan beda dari yang lain.

Tampil dengan konsep global warming dan beda dari produk burger yang lain,

(24)

dengan jenis-jenis makanan yang lain, baik makanan tradisional maupun makanan

asing.

Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk

yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis Green Burger Lezzato melakukan

kegiatan promosi untuk mendukung penjualan usaha ini yaitu sebagai berikut:

1. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan

2. Pemberian diskon pembelian produk Green Burger Lezzato untuk awal

pembukaan.

3. Brosur/ daftar harga, selebaran.

4. Facebook, Twitter

5. Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba

memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa burger

hijau tersebut dan diharapkan menjadi media promosi ke orang lain.

D4. Target Pasar

Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri

kegiatan pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena

tingkat kepentingannya yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu

sistem keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,

menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang

dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli

potensial.

Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha mikro inipun harus

(25)

sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan, mempunyai

kemauan, dan kewenangan untuk melakukan pembelian, maka segmentasi pasar

Green Burger Lezzato ini terdiri beberapa faktor:

a. Faktor Geografis : Jl. SM Raja No 46, Harjosari

b. Faktor Demografis :1. Usia ; Segala Usia

2. Jenis Kelamin ; pria dan wanita

3. Agama ; Semua agama

Bidikan pasar di area kampus tersebut telah direncanakan secara cermat dan

matang karena menurut analisa pasar yang ada, area kampus merupakan ladang

yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang makanan.

Area kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi juga

terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun mengontrak di daerah sekitar

kampus. Kaum pendatang tersebut kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini

dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kos biasanya lebih menyukai hal-hal

yang berbau cepat dalam penyajian (cepat saji) serta dapat pula sebagai alternatif

makanan lain jika bosan terhadap menu sehari-hari.

Usaha burger ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena peminatnya yang

hampir merata di setiap kalangan masyarakat atau siapa saja bisa menikmatinya.

D5. Trend Perkembangan Pasar

Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini.

Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang

(26)

Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk

yang unik.

Dari analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan

ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan

pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat

pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat

mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena

dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk

mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu

produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk

dari usaha penulis.

Diperkirakan untuk kawasan Harjosari terdapat minimal 950.000 orang yang

tinggal disana. Dan untuk di area kampus jumlah terbanyak adalah mahasiswa.

Jika rata-rata didominasi oleh kaum muda sedangkan dikalangan kaum muda

tersebut sedang demam makanan asing maka permintaan barang akan selalu ada,

bahkan dapat cenderung meningkat untuk hari-hari tertentu misalnya untuk

malam minggu, hari minggu, ataupun hari libur.

Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha

penulis. Dikarenakan ketika inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan baku

dan akan mempengaruhi biaya operasional usaha ini. Dengan tingginya inflasi

maka tinggi pula harga bahan baku serta gaji para karyawan yang akan berimbas

(27)

baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha

burger hijau ini.

Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan

perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga

mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga

yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha

dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya

tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri ini kami sangat yakin akan dapat

mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan yang besar.

D6. Proyeksi Penjualan

Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan

faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan

dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang

rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas

produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per

periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan

strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka 1 tahun ke depan,

sesuai dengan rencana produksinya.

Dengan mengambil asumsi bahwa proyek burger hijau ini berjalan dimana

pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 20 bungkus maka omset

yang diharapkan adalah Rp.130.000,-/hari. Omset tersebut dihitung atas dasar

(28)

Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan “Green Burger Lezzato” Per Hari

No Nama Menu Banyak (Unit) @ Jumlah Harga

(Rp)

1 Beef Greenburger Cheese 5 8.000 40.000

2 Beef Greenburger 4 7.000 28.000

3 Burger Original 2 7.000 14.000

4 Hotdog 3 6.000 18.000

5 French Fries 2 5.000 10.000

6 Aneka Minunan 4 5.000 20.000

Total 20 130.000

Dengan tabel proyeksi penjualan per hari seperti di atas maka dapat

disimpulkan Green Burger Lezzato menjual kurang lebih 600 burger pada bulan

pertama penjualan usaha ini. Berikut adalah proyeksi penjualan Green Burger

(29)

Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan “Green Burger Lezzato”

No Bulan Penjualan (dalam unit)

1 I 600

2 II 610

3 III 615

4 IV 590

5 V 618

6 VI 623

7 VII 630

8 VIII 645

9 IX 650

10 X 635

11 XI 642

12 XII 657

Dari gambar tabel 2.2 di atas memperlihatkan proyeksi penjualan burger hijau

setiap bulannya .Pada bulan pertama permintaan burger hijau sebanyak 600 unit

(bungkus) yang tiap harinya diharapkan terjual sebanyak 20 bungkus. Dan pada

bulan berikutnya terjadi kenaikan dan penurunan permintaan ini dapat disebabkan

adanya kenaikan inflasi ataupun pertumbuhan ekonomi pada bulan-bulan tertentu

(30)

Grafik 2.1 Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato Strategi Pemasaran Green Burger Lezzato

Banyaknya persaingan di kawasan kampus yang menjadi lokasi usaha burger

hijau ini mengharuskan melakukan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan

penjualan burger hijau tersebut. Strategi pemasaran yang akan dibuat haruslah

mencakup perkiraan akan hasil yang diharapkan dan mempertimbangkan

alternative ke depan.

Untuk memperkenalkan jenis usaha baru yang akan dibuka, maka usaha

burger ini juga menerapkan strategi pemasaran yang telah terorganisir dengan

seksama demi meningkatkan penjualan produk ke depannya. Berbagai usaha

(31)

1.Promosi penjualan

a. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan

b. Pemberian diskon pembelian produk Green Burger Lezzato untuk

awal pembukaan.

c. Promosi langsung ke konsumen.

2.Iklan

a. Brosur / daftar harga

b. Iklan di media cetak lokal

c. Selebaran

3.Jejaring Sosial

Untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan dari produk terbaru

maka Green Burger Lezzato akan menyampaikan informasi tersebut lewat jejaring

sosial seperti Facebook dan Twitter. Konsumen dapat melihat produk-produk

yang tersedia diakun Facebook yaitu “Green Burger Lezzato” dan di Twitter

yaitu “BurLezz”. Usaha ini dilakukan untuk mempermudah penjualan dari usaha

burger ini..

Dalam akun jejaring sosial ini akan ditampilkan segala macam koleksi menu

yang ada di Green Burger Lezzato. Tidak hanya sekedar informasi berupa

data-data atau karekteristik tentang spesifikasi produk tertentu, akan tetapi juga

menampilkan gambar secara jelas yang terdapat di album Facebook Green Burger

Lezzato maupun “twitpic”. Dengan begitu pelanggan ataupun calon pelanggan

(32)

untuk menyampaikan kritik dan saran dari konsumen atau pelanggan dari Green

Burger Lezzato.

D7. Analisis Pesaing

Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan

pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima )

kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti,

kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para

pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama

menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan

kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang

sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.

a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru

Pendatang baru dalam industri dapat mengancam pesaing yang ada. Untuk

usaha burger hijau ini ancaman akan masuknya pendatang baru dapat merebut

pangsa pasar dari produk usaha ini. Misalnya masuknya produk yang sejenis

maupun yang berbeda seperti roti bakar, pizza, kebab dan sebagainya. Masuknya

menu-menu seperti ini dapat mengancam penjualan produk burger hijau ini.

b. Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Ada

Persaingan ada yang berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi

dengan menggunakan strategi-strategi seperti persaingan harga, promosi dan

sebagainya. Untuk usaha burger hijau ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar area

kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan

(33)

c. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Dalam usaha burger hijau ini yang menentukan harga berada di tangan

usaha Green Burger Lezzato, ini disebabkan usaha ini hadir untuk pertama kalinya

di Medan dan belum ada pesaing yang memiliki ciri-ciri dan konsep yang sama

dengan yang ditawarkan oleh Green Burger Lezzato ini.

d. Saluran Distribusi

Penggunaan saluran distribusi yang tepat akan memberikan manfaat

seperti tersedianya produk (burger hijau) pada moment yang tepat bagi konsumen,

dan juga akan tersedianya produk (burger hijau) di lokasi yang menyenangkan

bagi pelanggan potensial.

Makanan seperti burger hijau ini adalah salah satu makanan ringan,

alangkah baiknya jika lebih dekat dengan masyarakat, agar terpenuhi permintaan

dan memaksimalkan keuntungan, maka dalam pemasaran dan penjualan Green

Burger Lezzatohanya menggunakan 1 ( satu )saluran distribusi.

1) Zero Level Channel: dari produsen langsung ke konsumen

Gambar 2.8 : Saluran Pemasaran Green Burger Lezzato

Gambar 2.8 menjelaskan bahwa saluran yang digunakan oleh Green Burger

Lezzato adalah saluran No Channel atau Zero level channel yaitu saluran yang

pemasarannya langsung dari produsen ke konsumen. Saluran ini tidak memiliki

(34)

cara mendirikan warung atau café sehingga konsumen datang langsung untuk

membeli produk Green Burger Hijau ini.

Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha

burger ini terdapat pesaing dari produk yang sejenis dan yang tidak sejenis.

Adapun keunggulan dan kelemahan dari produk yang kami tawarkan dari

kompetitor di sekitar Jalan SM Raja sebagai berikut :

Tabel 2.3 Analisis Pesaing

PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN

Usaha Gorengan

Usaha Ayam Penyet

Usaha Bakso

1.Harga lebih ekonomis

2.Lebih ringan untuk di

jual.

1.Lebih mengenyangkan.

1. Sudah dikenal oleh

masyarakat.

1. Harganya lebih mahal

(35)

E. Aspek Produksi E1. Proses produksi

Proses produksi dari usaha kami ini dilakukan dengan cara yang sangat

sederhana, yaitu dengan cara pemanggangan dagingnya yang mengikuti selera

dari pelanggan misalnya : setengah matang, matang ataupun sampai garing.

Kemudian roti yang sudah matang disajikan dengan dibungkus menggunakan

daun pisang agar mendukung konsep global warming yang menjadi konsep usaha

kami ini. Berikut adalah skema proses produksi dari usaha Green Burger Lezzato

(36)

SKEMA PROSES PRODUKSI

Gambar 2.9 : Skema Proses Produksi Green Burger Lezzato Roti dibelah 2 lalu

dioleskan dengan mentega dan dipanggang bersamaan dengan daging dan telur.

Daging dan telur yang sudah matang diangkat lalu diletakkan di atas salah satu

belahan roti

Lalu tambahkan sayuran dan saus di atasnya

matang

Tambahkan belahan roti lainnya sebagai pelengkap dan dibungkus dengan daun

pisang.

Masukan ke dalam mikrowave selama 5 menit

(37)

1. Skema di atas merupakan tahapan produksi Green Burger Lezzato secara

umum, setelah burger dibelah 2 lalu dioleskan mentega lalu dipanggang

sampai berwarna kecokelatan. Penjelasan Skema

2. Selanjutnya panggang juga daging dan telur sampai matang atau sesuai

selera yang diminta oleh konsumen.

3. Setelah daging dan telur matang dan roti sudah berwarna kecokelatan

letakkan 1 belahan roti lalu taruh daging di atas belahan roti tersebut

beserta dengan sayuran selada, mentimun, tomat, keju dan saus tomat dan

mayonaisenya.

4. Pada tahap keempat ini, letakkan belahan roti yang lain di atas semua

bahan yang sudah disediakan, kemudian bungkus dengan daun pisang dan

masukkan ke dalam mikrowave selama 5 ( lima ) menit.

5. Tahap terakhir ialah sajikan ke pelanggan dan jika take away ( dibawa

pulang ) dibungkus dengan kantongan.

E2. Bahan Baku dan Bahan Penolong

Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk

perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah

suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.

(38)

Tabel 2.4 Bahan Baku Per Minggu

No Uraian Banyak @ Jumlah Harga (Rp)

1 Daging giling 35 kg 11.000 385.000

2 Roti 30 bungkus 2.000 60.000

3 Saus tomat 6 botol 5.000 30.000

4 Mayonaise 5 bungkus 6.000 30.000

5 Mentimun 4 kg 3.000 12.000

6 Selada 0,3 kg 5.000 1.500

7 Tomat 1 kg 4.000 4.000

8 Sosis 4 pack 5.000 20.000

9 Margarine 2 bungkus 7.000 14.000

10 Telur 100 biji 850 85.000

Total 641.500

E3. Peralatan yang dibutuhkan

Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga

harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan

dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan. Adapun peralatan yang

(39)

Tabel 2.5 Peralatan

No Peralatan/ Mesin Jumlah

Unit

Harga Jumlah Harga

1 Mikrowave 1 1.000.000 1.000.000

2 Alat pemanggang daging 1 750.000 750.000

3 Pisau 1 5.000 5.000

4 Tabung gas 1 100.000 100.000

5 Gas 3 kg 1 15.000 15.000

Total 1.870.000

Sarana Penunjang

Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk

dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air,

telepon, internet.

Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang

Jenis Biaya Jumlah Biaya

1. Listrik Rp 50.000,-

2. Air Rp 30.000,-

3. Telefon Rp 40.000

(40)

F. Analisis Sumber Daya Manusia ( SDM )

Untuk usaha Green Burger Lezzato ini pada dasarnya membutuhkan tenaga

kerja yang ulet, rajin serta jujur. Akan tetapi tidak hanya itu saja, usaha burger

hijau kami ini membutuhkan tenaga yang telah berpengalaman. Sebagai pimpinan

dan pemilik usaha burger ini saya harus bertanggung jawab atas perencanaan,

pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan, serta peningkatan mutu dari

produk Green Burger Lezzato. Untuk kualifikasi tenaga kerja yang lain seperti

staf administrasi dan keuangan, staf produksi, serta staf pemasaran kami

membutuhkan tenaga kerja yang memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi

pada pelanggan serta loyal.

G. Rencana Pengembangan Usaha

Kami juga telah menyiapkan rencana pengembangan usaha ini kelak jika telah

beberapa waktu didirikan. Persiapan rencana ini dimaksudkan agar usaha ini dapat

berjalan terus-menerus dan berhasil bertahan dalam menghadapi persaingan pasar

yang ada. Dengan pemikiran yang matang dan terencana ini diharapkan usaha ini

mampu berkembang menjadi lebih baik. Adapun rencana pengembangan usaha

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Strategi Pemasaran

a. Pengembangan produk

b. Pengembangan Wilayah Pemasaran

Kami berencana akan mengembangkan cabang usaha ini di area kampus

lainnya di Kota Medan seperti UMSU, UNIMED dan lain-lain. Tidak terbatas

(41)

perbelanjaan di Medan seperti di mall Sun dan Paladium sehingga omset yang

didapatkan akan meningkat.

2. Strategi SDM

Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan

karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi

yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada

karyawan yang berprestasi.

3. Strategi Penetapan Harga

Harga disesuaikan dengan lingkungan masyarakat ekonomi ke bawah

sehingga semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.

4. Strategi Produksi

Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan

kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari

produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan

mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.

H. Pemanfaatan IT

Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang

peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah

bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis

mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu

terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.

(42)

dari produk-produk yang tersedia di Green Burger Lezzato. Akun Facebook dan

Twitter ini juga sebagai sarana bagi konsumen atau pelanggan untuk

menyampaikan kritik dan saran dari produk-produk maupun pelayanan dari Green

Burger Lezzato.

I. Analisis Keuangan

Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah

tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari

masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau

bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3

kategori yakni :

a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan

b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang

Koperasi

c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang

Namun untuk bisnis burger hijau ini, kami menggunakan dana dari kami

sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah,

adapun bila membutuhkan pengembangan usaha.

a. Proyeksi Keuangan

Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang

dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di

dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara

ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara

(43)

A. Sumber Pendanaan

Tabel 2.7 Sumber Pendanaan “Green Burger Lezzato”

Uraian Persentase (%) Jumlah

(a) (b) (c) (d) (c = a + b +

c + d)

1. Modal

Sendiri

1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 6.000.000

2.

Pinjaman

0 0 0 0 0

Jumlah (1+2) 6.000.000

B. Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi

Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi

Uraian Jumlah

a. Tanah 0

b. Mesin/Peralatan 1.870.000

c. Peralatan Kantor 100.000

d. Infrastruktur 500.000

e. Biaya pra operasi 500.000

(44)

Rencana Arus Kas

RENCANA ARUS KAS (dalam jutaan rupiah) GREEN BURGER LEZZATO

UNTUK TAHUN 2012

500 500 500 500 500 500 500 500 500 500

(45)

C. 10,527.60

D. SALDO KAS AWAL

- 3,474 4,014 4,564 4,924 5,474 6,074 6,714 7,484 8,264 8,944 9,654 0

-

E. SALDO KAS AKHIR 3,474 4,014 4,564 4,924 5,474 6,074 6,714 7,484 8,264 8,944 9,654 10,527.6 10,527,6

10,527.60

(46)

b. Laporan Keuangan

PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN

GREEN BURGER LEZZATO

(dalam jutaan rupiah)

Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek

penjualan sebesar 20% per tahun)

Tabel 2.9 Proyeksi Laporan Arus Kas 5 Tahun

Uraian

b. Penggunaan dana (Cash out flow) 55,592,40 58.874,88 66.377,86 75.381,43 86.184,71,

c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 10.527,60 13.269,12 20,194,94 28.505,93 38.479,12

d. Keadaan kas awal 0 10.527,60 23.796,72 43.991,66 72.497,60

(47)

c. BEP ( Break Even Point )

Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama

modal yang dikeluarkan akan kembali.

Untuk mengetahui berapa lama modal usaha burger ini akan kembali maka

perhitungan BEP nya adalah :

Rumusnya:

Total Pendapatan = Total Pengeluaran

(Harga Jual x Qty) = (Biaya tetap + biaya variabel)

Estimasi dalam 1 bulan:

Qty 1 bulan = 623 porsi

Harga = 623 x Rp 7000 = Rp 3.738.000

Biaya Variabel = Rp 2.566.000

Biaya Tetap = Rp 7.326.000

Estimasi BEP =

= Rp 7.326.000

Rp 3.738.000-Rp 2.566.000

(48)

J. Analisis Resiko

Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian

diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau

kelemahan seseorang/ perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan

perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :

1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang deisebabkan oleh

kejadian-kejadisn yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara,

misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga

BBM, dan perubahan perilaku konsumen.

2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh

kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan,

perang atau kudeta militer.

3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh

kejadian-kejadian alam seperti bencana alam.

a. Analisis Resiko Usaha

1. Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan

terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.

2. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak

tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.

3. Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana

alam seperti gempa dan banjir.

4. Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.

(49)

b. Antisipasi Resiko Usaha

1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi

ketika perekonomian tidak stabil.

2. Dengan antipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat

dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari

inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan

yang inovatif.

4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati

(50)

BAB III PENUTUP

Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari

pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Adapun beberapa

kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan,

ialah bisnis burger ini layak untuk dipasarkan ke masyarakat dan sangat bagus

untuk dikembangkan. Pasar dari usaha ini juga sangat menjanjikan karena

lokasinya yang strategis dan yang menjadi target utama pasarnya adalah para

mahasiswa yang menyukai hal-hal yang baru dan bersifat instan seperti makanan

sejenis burger ini. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek sebagai berikut :

a. Resiko yang mungkin akan dialami oleh usaha ini sangat kecil,

dikarenakan usaha ini bukanlah makanan musiman dan juga makanan

ini sudah dikenal di berbagai belahan dunia.

b. Untuk Sumber Daya Manusia usaha burger ini mempunyai kualifikasi

yaitu memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi pada pelanggan

serta loyal.

c. Rencana pengembangan usaha burger ini akan direncakan dengan

membuka cabang-cabang lain di sekitar kampus yang lain dan juga

membuka cabang di pusat perbelanjaan di kota Medan.

d. Dan usaha ini dimulai dengan menggunakan modal awal sebesar Rp

6.000.000 dan perkiraan titik modal impas yaitu pada bulan ke 6

(51)

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, Emma Nur, 2010. Burger Hijau Berselimut Daun Pisang (http://bandung.detik.com/read/2010/01/05/094209/1271738/671/burger-hijau-berselimut-daun-pisang)

Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini, 2010.

Kewirausahaan, USU Press, Medan

Nafarin, M. 2004, Penganggaran Perusahaan, Edisi I, Jakarta : Salemba Empat

Gambar

Tabel 2.1  Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato per hari ............................
Gambar 2.1  Struktur Organisasi Green Burger Lezzato ....................................
Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Green Burger Lezzato
Gambar 2.3 : Beef Greenburger
+7

Referensi

Dokumen terkait

3) Guru menanyakan kondisi kesiapan siswa dalam belajar 4) Guru melakukan presensi dan perkenalan.. 1) Mengomuni-kasikan: Guru menugaskan siswa untuk menggambar dengan

To test the R 2 (coefficient of determination) indicates that the variable cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors were able

Salah satu sinetron komedi yang popular dan menempati jam tayang utama itu adalah Bajaj Bajuri yang disiarkan oleh stasiun televisi TransTV sejak 2002 hingga sekarang.. Kisah

P : Pada saat pelajaran fisika kalian lebih suka diajar dengan metode ceramah atau dengan metode seperti percobaan, demonstrasi, diskusi, melihat langsung di lapangan, dll? S27

Hal ini juga selaras dengan program Kabupaten Gresik untuk menjadikan Bawean sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur, terbukti semakin banyak Yacht-Yacht yang dulunya

Dalam pelaksanaan tradisi maniti anak nantinya akan tercipta kebanggaan bagi diri bako yang terkait dengan kemampuan bako tersebut dalam bentuk pemberian yang ia

Mekanisme Pelaksanaan Tanggug Jawab Ahli Waris atas Utang Pewaris yang telah Meninggal Dunia adalah dengan cara hapus tagih yaitu penghapusan utang atau kredit yang

Berupa delapan seri gambar yang masing-masing terdiri dari beberapa kartu Berupa delapan seri gambar yang masing-masing terdiri dari beberapa kartu yang disajikan dalam urutan