UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN
PERENCANAAN BISNIS GREEN BURGER LEZZATO
TUGAS AKHIR Diajukan Oleh
SYAFINA SARTIKA LUBIS 082101063
DIPLOMA III KEUANGAN
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
Fakultas Ekonomi
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA, serta senantiasa memberikan kesehatan,
kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga akhirnya dapat menyelesaikan
Tugas Akhir ini. Untuk Kedua orang tuaku yang tercinta Ayahanda Syahril
Lubis dan Almh Ibunda Megawaty yang telah memberikan segenap kasih
sayang, semangat dan dukungan kepada penulis baik meteril maupun nonmateril
sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.
Penulisan Tugas Akhir ini ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat
yang telah ditentukan dalam rangka menyelesaikan Pendidikan D-III Keuangan
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Judul Tugas Akhir ini adalah
“PERENCANAAN BISNIS GREEN BURGER LEZZATO”.
Penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah
memberikan bantuan, yaitu:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Studi
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sekaligus selaku
Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing
4. Seluruh Dosen Pengajar dan Staff Pegawai pada Fakultas Ekonomi.
5. Kakakku Neneng dan abangku Feri, Bobi, Alex, Bayu, Rais, buat Mak
Yusrah dan keponakanku Arif dan Rara, terima kasih atas motivasi dan
bantuannya kepada penulis dalam mengerjakan Tugas Akhir ini.
6. Sahabat-sahabatku yang tersayang Mutia dan Monika serta seluruh
teman-teman penulis di Keuangan stambuk 08, Geby, Ola, Reni, Irma,
Tami, Winda, Tyas, Nina, Nobe, Diva, Jang, Windi yang mendukung
dalam penulisan Tugas Akhir ini terima kasih atas kasih sayang kalian.
7. Buat teman-teman magang kelompok 4, Dwischa, Indah, Shinta, Grace,
Imran, Rizki yang memberikan kritik dan saran kepada penulis pada Tugas
akhir ini.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kata sempurna
baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar untuk ke depannya
penulis dapat menulis dengan lebih baik lagi.
Medan, 2011
Penulis,
DAFTAR ISI
DAFTAR GRAFIK ... vii
G. Rencana Pengembangan Usaha ... 32
H. Pemanfaatan IT... 33
I. Analisis Keuangan ... 34
J. Analisis Resiko ... 40
BAB III PENUTUP ... 42
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato per hari ... 20
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato... 21
Tabel 2.3 Analsis Pesaing ... 26
Tabel 2.4 Bahan Baku per minggu ... 30
Tabel 2.5 Peralatan ... 31
Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang ... 31
Tabel 2.7 Sumber Pendanaan Green Burger Lezzato... 35
Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan ... 35
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Green Burger Lezzato ... 8
Gambar 2.2 Beef Greenburger Cheese ... 11
Gambar 2.3 Beef Greenburger ... 12
Gambar 2.4 Burger Original ... 13
Gambar 2.5 Hotdog ... 13
Gambar 2.6 French Fries ... 14
Gambar 2.7 Aneka Minuman Segar ... 14
Gambar 2.8 Saluran Pemasaran Green Burger Lezzato ... 25
DAFTAR GRAFIK
Halaman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi
pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju.
Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, UKM merupakan sektor
ekonomi yang memiliki ketahanan paling baik. Kemampuan UKM perlu
diberdayakan dan dikembangkan secara terus menerus dengan berusaha
mereduksi kendala yang dialami UKM, sehingga mampu memberikan kontribusi
lebih maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sutaryo, 2004).
Usaha Kecil Menengah ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh
informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha
kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.
Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar,
aspek tersebut adalah :
1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar
2. Merawat jaringan pasar untuk mempertahankan pangsa pasar.
Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan
bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai
keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang
demikian wirausahawan harus mampu menciptakan peluangnya sendiri demi
tercipta suatu hal yang berharga dan dapat dipakai untuk bertahan hidup.
Dunia usaha dan dunia industri saat ini sedang mengalami perkembangan
yang kian pesat , terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun
makro dengan beragam usaha mereka yang menarik, dan sudah pasti akan
menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan
di usaha tersebut .
Adapun jenis usaha yang sedang marak saat ini yakni usaha di sektor industri,
salah satu industri yang banyak diminati ialah industri makanan ringan, dan
faktanya dapat kita lihat di sepanjang jalan besar di kota Medan banyak outlet
yang menjual makanan ringan dengan berbagai rasa dan bahan dasar.
Perkembangan ini disebabkan mulai dari tingginya kebutuhan masyarakat akan
makanan ringan dan keinginan masyarakat untuk menikmati rasa-rasa yang
berbeda yang ditawarkan oleh produsen pada makanan, dengan penampilan dan
warna yang menarik serta harga yang terjangkau oleh masyrakat, maka satu
keputusan yang tepat untuk turut meramaikan dunia industri makanan.
Salah satu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi oleh tiap manusia adalah
kebutuhan primer atau pokok yang meliputi sandang, pangan, dan papan. Dalam
hal ini, yang akan dibahas lebih mendalam adalah kebutuhan akan pangan, karena
kita semua tahu bahwa kebutuhan tersebut sangat penting dan manusia tidak akan
Makanan jenis Hamburger tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita.
Tidak hanya di kota-kota besar tetapi di berbagai tempat kita bisa menjumpai
makanan tersebut. Hamburger merupakan jenis ‘fast food’ yang berasal dari
negara Amerika. Makanan ini banyak digemari karena tampilannya yang unik
karena memadukan berbagai macam bahan seperti roti, sayuran segar, daging
panggang dan berbagai saus yang menghasilkan cita rasa lain yang enak. Awalnya
makanan ini merupakan makanan mahal tetapi seiring dengan perkembangan
zaman maka makanan ini bisa kita dapatkan dengan harga yang sangat miring.
Yang menjadi target pemasaran usaha ini adalah masyarakat, pelajar dan
mahasiswa daerah kampus. Bidikan pasar di area kampus tersebut telah
direncanakan secara cermat dan matang karena menurut analisa pasar yang ada,
area kampus merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru
khususnya dibidang makanan. Area kampus tidak hanya didominasi oleh
masyarakat asli Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yang biasanya kos
ataupun mengontrak di daerah sekitar kampus. Kaum pendatang tersebut
kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini dapat kita manfaatkan karena
rata-rata anak kos biasanya lebih suka membeli makanan daripada memasak sendiri
dan dapat pula sebagai alternatif makanan lain jika bosan terhadap menu
sehari-hari.
Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian
menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu usaha burger ini memiliki konsep
yang baru di kalangan masyarakat dan memiliki ciri khas tersendiri.
Pembukaan usaha dalam bidang makanan sangat menguntungkan dan
mempunyai prospek yang cerah ke depannya. Hal ini berkaitan dengan
perkembangan zaman dimana laju pertumbuhan penduduk meningkat relatif besar
serta besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap industri kuliner. Maka usaha
Burger ini dianggap sangat bagus untuk dikembangkan mengingat pasar yang ada
sangatlah mendukung. Apalagi inovasi yang akan disajikan oleh penulis memiliki
banyak pilihan baru di dalam pemilihan menu dan dapat menarik perhatian
pencinta kulliner di daerah Medan khususnya.
Untuk tahap awal usaha burger ini hanya dimiliki oleh satu orang sebagai
pemilik yaitu saya sendiri. Untuk berbelanja keperluan dagang pemilik dibantu
oleh karyawan. Manajemen diatur oleh pemilik usaha mulai dari modal, biaya
belanja bahan makanan dan minuman, gaji karyawan, pengaturan menu dan
lainnya. Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan modal
milik pribadi.
Dari keadaan tersebut, dan berdasarkan pantauan saya bahwa maraknya
pilihan makanan yang enak dan bergizi sedikit ditemukan. Maka saya merasa
akan menjadi suatu potensi ke depannya apabila usaha Burger ini dapat
dikembangkan penulis. Maka dengan ini penulis ingin membahas masalah
tersebut dalam sebuah Tugas Akhir dengan judul “PERENCANAAN BISNIS
B. Tujuan Prospek Usaha
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari prospek usaha yang dilakukan penulis
adalah :
1. Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi
organisasi agar dapat melaksanakan aktivitas dengan lebih efisien, efektif
serta lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan demi kelancaran
organisasi dalam mencapai tujuannya.
2. Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi peneliti atau
rekan-rekan mahasiswa yang akan membahas masalah dengan topik yang sama.
3. Menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri pengusaha guna
menciptakan usaha baru secara profesional dan terlatih.
4. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka
meningkatkan perekonomian di sektor riil.
C. Manfaat Prospek Usaha
a. Bagi Penulis, untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana
membuat perencanaan bisnis dengan baik dan untuk menjadi pedoman
bagi penulis dalam upaya merealisasikan perencanaan bisnisnya.
b. Bagi Pembaca, hasil tugas akhir ini bermanfaat untuk menambah
pengetahuan untuk memulai suatu bisnis dan dapat dijadikan sumber atau
BAB II PEMBAHASAN A. Data Perusahaan
Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama
pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan
bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, faximile, E-mail, NPWP serta perizinan
perusahaan yang mana dalam data perusahaan ini akan mencerminkan bergerak
dalam bidang apa dan produk atau jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan
tersebut. Berikut adalah data dari perusahaan yang penulis rencanakan:
Nama Perusahaan : Green Burger Lezzato
Bidang Usaha : Industri Makanan
Jenis Produk : Burger Hijau, Hotdog, Friend Fries
Alamat Perusahaan : Jl. SM. Raja No 46 Harjosari, Medan
Nomor Telepon : ( 061 ) 9124477
Alamat E-mail : [email protected]
Facebook, Twitter : Green Burger Lezzato, BurLezz
B. Biodata Pemilik
Nama : Syafina Sartika Lubis
Jabatan : Pimpinan
Tempat dan tanggal Lahir : Medan, 04 November 1991
Alamat Rumah : Jl. SM Raja No 18 Medan
Nomor Telepon : ( 061 )7365118
Alamat E-mail : [email protected]
Facebook/ Twitter : Green Burger Lezzato/ BurLezz
Pendidikan Terakhir : Diploma
C. Struktur Organisasi Green Burger Lezzato
Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang
dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan
antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi
tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh
aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.
Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah
ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam
bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat
diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja
sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat
Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan
perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan
serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui
saluran tunggal.
Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan
yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan
ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala
perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur
perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk
membuat kerja sama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit.
Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi
kelemahan dari setiap bagian atau individu.
Adapun struktur organisasi dari burger hijau ini adalah sebagai berikut :
Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Green Burger Lezzato
Gambar 2.1 di atas menjelaskan bahwa untuk saat ini dalam struktur
pengelolaan rencana ini. Ke depannya akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang
akan diserap. Penulis yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi usaha
yang berkembang dan menjadi perusahaan yang besar.
Uraian Tugas
Berikut ini adalah uraian tugas dari setiap unit yang terdiri dari :
a. Pimpinan
Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan
pengawasan, serta peningkatan mutu.
Job description :
1. Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan usaha Green Burger
Lezzato.
2. Merencanakan dan menyusun program kerja
3. Bertanggung jawab atas perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, dan
pengawasan, serta peningkatan mutu.
4. Membina karyawan.
Kualifikasi: Minimal sedang berkuliah, usia minimal 20 tahun, mutu pribadi,
disiplin, motivasi kerja tinggi, perhatian, mandiri, mampu mempengaruhi orang
lain, mampu membuat keputusan, bersikap adil dan bertanggung jawab.
b. Staf Produksi
Job Description :
2. Bertanggung jawab atas pengendalian bahan baku dan efisiensi
pengunaan tenaga kerja dan peralatan.
Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi
kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.
c. Staf Administrasi dan Keuagan
1. Melakukan pengecekan harga-harga pada produk-produk yang telah
diproduksi dan memeriksa laporan keuangan terhadap barang-barang
produksi yang telah laku terjual.
2. Mengendalikan kegiatan-kegiatan bidang keuangan
3. Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta
pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
Kualifikasi: Telah berpengalaman di bidangnya, mutu pribadi; perhatian, disiplin,
motivasi tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, teliti.
d. Staf Pemasaran
1. Mengendalikan pelaksanaan program pemasaran, meliputi; pembuatan dan
stock usaha, distribusi, penetapan dan pengendalian harga, pemasaran,
serta aspek lain yang berkaitan dengan pemasaran
2. Menentukan pasar sasaran
3. Memonitor kepuasan konsumen, mengevaluasi persaingan, serta
mengidentifikasikan kecenderungan dan peluang pasar.
4. Memahami kebutuhan konsumen/calon konsumen serta memberikan jalan
Kualifikasi: Usia minimal 20 tahun, mutu pribadi; perhatian, disiplin, motivasi
kerja tinggi, mampu bekerja sama, mandiri, berorientasi pada pelanggan, loyal.
D. Aspek Pasar dan Pemasaran D1. Produk yang Dihasilkan
Produk berupa makanan cepat saji jenis burger ini dibuat sedemikian rupa
sehingga bisa memuaskan pelanggan dan menarik simpati bagi calon pembeli.
Kami mengembangkan produk ini berbeda, yaitu dalam penyajiannya kami
membuatnya menjadi kaya akan bumbu-bumbu dan hadir dengan konsep global
warming yaitu dengan cara dibungkus dengan daun pisang sehinnga memiliki
aroma daun pisang serta daun pandan sebagai pewarna dari roti burger itu sendiri.
Ada beberapa variasi menu yang dihasilkan dari usaha burger hijau ini akan
tetapi ada 2 ( dua ) produk yang menjadi andalan dari usaha Green Burger Lezzato
ini.
a. Beef Greenburger Cheese
Salah satu menu andalan dari usaha burger ini adalah “Beef Greenburger
Cheese” yaitu burger yang berwarna hijau beraromakan daun pandan dan
aroma daun pisang serta dengan tambahan keju sebagai pelengkap. Harga
Gambar 2.2 : Beef Greenburger Cheese
Sumber : www.google.com (2011)
b. Beef Greenburger
Menu andalan lainnya yang dihasilkan dari Green Burger Lezzato adalah
“Beef Greenburger”. Menu ini tidak jauh berbeda dengan menu andalan
yang sebelumnya yang membedakannya yaitu menu ini tidak
menambahkan keju sebagai pelengkapnya .Harga untuk menu ini adalah
Rp 7.000,-
Gambar 2.3 : Beef Greenburger
Sumber : www.google.com (2011)
Selain menu-menu andalan di atas, ada beberapa menu lain yang tersedia di
Green Burger Lezzato antara lain :
1. Burger Original
Usaha burger ini juga menyediakan burger original bagi konsumen yang
kurang menyukai burger berwarna hijau sebagai produk andalan dari
Gambar 2.4 : Burger Original
Sumber : www.google.com (2011)
2. Hotdog
Hotdog atau yang kita kenal sebagai sosis juga tersedia di dalam daftar
usaha burger ini dengan harga Rp 6.000,-
Gambar 2.5 : Hotdog
Sumber : www.google.com (2011)
3. French Fries
Green Burger Lezzato juga menyediakan kentang goreng atau French
Gambar 2.6 : French Fries
Sumber : www.google.com (2011)
4. Aneka Minuman Segar
Sebagai pelengkap dari makanan yang disediakan, Green Burger Lezzato
juga menyediakan berbagai jenis minuman yang segar. Harga yang
ditawarkan untuk setiap porsi minuman ini adalah Rp5.000,-
Gambar 2.7 : Aneka Minuman Segar
Sumber : www.google.com (2011)
D2. Keunggulan Kompetitif Produk Green Burger Lezzato :
1. Roti burger produk ini lain dari roti burger yang lain karena
warnanya yang hijau.
2. Menggunakan bahan-bahan yang alami.
4. Penyajiannya yang menarik dan hadir dengan konsep global
warming dan rasanya yang enak.
5. Harga relative murah.
6. Daging yang digunakan adalah daging yang dibuat sendiri dari
daging cincang.
Selain keunggulan-keunggulan yang di atas ada beberapa pelayanan yang
diberikan sebagai ciri khas dari burger “Green Burger Lezzato” antara lain :
1. Menerapkan pelayanan 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan
Santun ).
2. Memberikan potongan harga untuk even-even tertentu atau untuk
pembelian dalam jumlah yang banyak.
3. Dapat menerima pesanan dalam jumlah besar.
Semua pelayanan tersebut ditujukan dengan maksud menarik simpati
pelanggan sehingga mereka akan tetap nyaman berlangganan.
D3. Gambaran Pasar
Diperkirakan minat pasar akan kebutuhan pangan akan terus meningkat
seiring dengan perkembangan zaman, karena manusia tidak bisa bertahan hidup
tanpa ketersediaan pangan. Permintaan pasar yang “demam” akan makanan asing
dan cepat saji membuat Green Burger Lezzato optimis produk yang dijual dapat
diterima di masyarakat dengan menu-menu andalan dan beda dari yang lain.
Tampil dengan konsep global warming dan beda dari produk burger yang lain,
dengan jenis-jenis makanan yang lain, baik makanan tradisional maupun makanan
asing.
Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk
yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis Green Burger Lezzato melakukan
kegiatan promosi untuk mendukung penjualan usaha ini yaitu sebagai berikut:
1. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan
2. Pemberian diskon pembelian produk Green Burger Lezzato untuk awal
pembukaan.
3. Brosur/ daftar harga, selebaran.
4. Facebook, Twitter
5. Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba
memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa burger
hijau tersebut dan diharapkan menjadi media promosi ke orang lain.
D4. Target Pasar
Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri
kegiatan pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena
tingkat kepentingannya yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu
sistem keseluruhan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang
dapat memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial.
Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha mikro inipun harus
sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan, mempunyai
kemauan, dan kewenangan untuk melakukan pembelian, maka segmentasi pasar
Green Burger Lezzato ini terdiri beberapa faktor:
a. Faktor Geografis : Jl. SM Raja No 46, Harjosari
b. Faktor Demografis :1. Usia ; Segala Usia
2. Jenis Kelamin ; pria dan wanita
3. Agama ; Semua agama
Bidikan pasar di area kampus tersebut telah direncanakan secara cermat dan
matang karena menurut analisa pasar yang ada, area kampus merupakan ladang
yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang makanan.
Area kampus tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi juga
terdapat kaum pendatang yang biasanya kos ataupun mengontrak di daerah sekitar
kampus. Kaum pendatang tersebut kebanyakan adalah kaum muda. Peluang ini
dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kos biasanya lebih menyukai hal-hal
yang berbau cepat dalam penyajian (cepat saji) serta dapat pula sebagai alternatif
makanan lain jika bosan terhadap menu sehari-hari.
Usaha burger ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena peminatnya yang
hampir merata di setiap kalangan masyarakat atau siapa saja bisa menikmatinya.
D5. Trend Perkembangan Pasar
Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini.
Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang
Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk
yang unik.
Dari analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan
ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan
pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat
pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena
dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk
mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu
produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk
dari usaha penulis.
Diperkirakan untuk kawasan Harjosari terdapat minimal 950.000 orang yang
tinggal disana. Dan untuk di area kampus jumlah terbanyak adalah mahasiswa.
Jika rata-rata didominasi oleh kaum muda sedangkan dikalangan kaum muda
tersebut sedang demam makanan asing maka permintaan barang akan selalu ada,
bahkan dapat cenderung meningkat untuk hari-hari tertentu misalnya untuk
malam minggu, hari minggu, ataupun hari libur.
Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha
penulis. Dikarenakan ketika inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan baku
dan akan mempengaruhi biaya operasional usaha ini. Dengan tingginya inflasi
maka tinggi pula harga bahan baku serta gaji para karyawan yang akan berimbas
baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha
burger hijau ini.
Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan
perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga
mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga
yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha
dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya
tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri ini kami sangat yakin akan dapat
mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan yang besar.
D6. Proyeksi Penjualan
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan
faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan
dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang
rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas
produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per
periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk perencanaan
strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka 1 tahun ke depan,
sesuai dengan rencana produksinya.
Dengan mengambil asumsi bahwa proyek burger hijau ini berjalan dimana
pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 20 bungkus maka omset
yang diharapkan adalah Rp.130.000,-/hari. Omset tersebut dihitung atas dasar
Tabel 2.1 Proyeksi Penjualan “Green Burger Lezzato” Per Hari
No Nama Menu Banyak (Unit) @ Jumlah Harga
(Rp)
1 Beef Greenburger Cheese 5 8.000 40.000
2 Beef Greenburger 4 7.000 28.000
3 Burger Original 2 7.000 14.000
4 Hotdog 3 6.000 18.000
5 French Fries 2 5.000 10.000
6 Aneka Minunan 4 5.000 20.000
Total 20 130.000
Dengan tabel proyeksi penjualan per hari seperti di atas maka dapat
disimpulkan Green Burger Lezzato menjual kurang lebih 600 burger pada bulan
pertama penjualan usaha ini. Berikut adalah proyeksi penjualan Green Burger
Tabel 2.2 Proyeksi Penjualan “Green Burger Lezzato”
No Bulan Penjualan (dalam unit)
1 I 600
2 II 610
3 III 615
4 IV 590
5 V 618
6 VI 623
7 VII 630
8 VIII 645
9 IX 650
10 X 635
11 XI 642
12 XII 657
Dari gambar tabel 2.2 di atas memperlihatkan proyeksi penjualan burger hijau
setiap bulannya .Pada bulan pertama permintaan burger hijau sebanyak 600 unit
(bungkus) yang tiap harinya diharapkan terjual sebanyak 20 bungkus. Dan pada
bulan berikutnya terjadi kenaikan dan penurunan permintaan ini dapat disebabkan
adanya kenaikan inflasi ataupun pertumbuhan ekonomi pada bulan-bulan tertentu
Grafik 2.1 Proyeksi Penjualan Green Burger Lezzato Strategi Pemasaran Green Burger Lezzato
Banyaknya persaingan di kawasan kampus yang menjadi lokasi usaha burger
hijau ini mengharuskan melakukan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan
penjualan burger hijau tersebut. Strategi pemasaran yang akan dibuat haruslah
mencakup perkiraan akan hasil yang diharapkan dan mempertimbangkan
alternative ke depan.
Untuk memperkenalkan jenis usaha baru yang akan dibuka, maka usaha
burger ini juga menerapkan strategi pemasaran yang telah terorganisir dengan
seksama demi meningkatkan penjualan produk ke depannya. Berbagai usaha
1.Promosi penjualan
a. Mengikuti pameran dengan mendirikan stand makanan
b. Pemberian diskon pembelian produk Green Burger Lezzato untuk
awal pembukaan.
c. Promosi langsung ke konsumen.
2.Iklan
a. Brosur / daftar harga
b. Iklan di media cetak lokal
c. Selebaran
3.Jejaring Sosial
Untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan dari produk terbaru
maka Green Burger Lezzato akan menyampaikan informasi tersebut lewat jejaring
sosial seperti Facebook dan Twitter. Konsumen dapat melihat produk-produk
yang tersedia diakun Facebook yaitu “Green Burger Lezzato” dan di Twitter
yaitu “BurLezz”. Usaha ini dilakukan untuk mempermudah penjualan dari usaha
burger ini..
Dalam akun jejaring sosial ini akan ditampilkan segala macam koleksi menu
yang ada di Green Burger Lezzato. Tidak hanya sekedar informasi berupa
data-data atau karekteristik tentang spesifikasi produk tertentu, akan tetapi juga
menampilkan gambar secara jelas yang terdapat di album Facebook Green Burger
Lezzato maupun “twitpic”. Dengan begitu pelanggan ataupun calon pelanggan
untuk menyampaikan kritik dan saran dari konsumen atau pelanggan dari Green
Burger Lezzato.
D7. Analisis Pesaing
Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan
pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima )
kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para
pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama
menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan
kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang
sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.
a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru
Pendatang baru dalam industri dapat mengancam pesaing yang ada. Untuk
usaha burger hijau ini ancaman akan masuknya pendatang baru dapat merebut
pangsa pasar dari produk usaha ini. Misalnya masuknya produk yang sejenis
maupun yang berbeda seperti roti bakar, pizza, kebab dan sebagainya. Masuknya
menu-menu seperti ini dapat mengancam penjualan produk burger hijau ini.
b. Tingkat Rivalitas Diantara Para Pesaing yang Ada
Persaingan ada yang berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi
dengan menggunakan strategi-strategi seperti persaingan harga, promosi dan
sebagainya. Untuk usaha burger hijau ini tingkat rivalitas yang ada di sekitar area
kampus sangat tinggi, adanya pesaing yang berbeda-beda dapat menyebabkan
c. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli
Dalam usaha burger hijau ini yang menentukan harga berada di tangan
usaha Green Burger Lezzato, ini disebabkan usaha ini hadir untuk pertama kalinya
di Medan dan belum ada pesaing yang memiliki ciri-ciri dan konsep yang sama
dengan yang ditawarkan oleh Green Burger Lezzato ini.
d. Saluran Distribusi
Penggunaan saluran distribusi yang tepat akan memberikan manfaat
seperti tersedianya produk (burger hijau) pada moment yang tepat bagi konsumen,
dan juga akan tersedianya produk (burger hijau) di lokasi yang menyenangkan
bagi pelanggan potensial.
Makanan seperti burger hijau ini adalah salah satu makanan ringan,
alangkah baiknya jika lebih dekat dengan masyarakat, agar terpenuhi permintaan
dan memaksimalkan keuntungan, maka dalam pemasaran dan penjualan Green
Burger Lezzatohanya menggunakan 1 ( satu )saluran distribusi.
1) Zero Level Channel: dari produsen langsung ke konsumen
Gambar 2.8 : Saluran Pemasaran Green Burger Lezzato
Gambar 2.8 menjelaskan bahwa saluran yang digunakan oleh Green Burger
Lezzato adalah saluran No Channel atau Zero level channel yaitu saluran yang
pemasarannya langsung dari produsen ke konsumen. Saluran ini tidak memiliki
cara mendirikan warung atau café sehingga konsumen datang langsung untuk
membeli produk Green Burger Hijau ini.
Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha
burger ini terdapat pesaing dari produk yang sejenis dan yang tidak sejenis.
Adapun keunggulan dan kelemahan dari produk yang kami tawarkan dari
kompetitor di sekitar Jalan SM Raja sebagai berikut :
Tabel 2.3 Analisis Pesaing
PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN
Usaha Gorengan
Usaha Ayam Penyet
Usaha Bakso
1.Harga lebih ekonomis
2.Lebih ringan untuk di
jual.
1.Lebih mengenyangkan.
1. Sudah dikenal oleh
masyarakat.
1. Harganya lebih mahal
E. Aspek Produksi E1. Proses produksi
Proses produksi dari usaha kami ini dilakukan dengan cara yang sangat
sederhana, yaitu dengan cara pemanggangan dagingnya yang mengikuti selera
dari pelanggan misalnya : setengah matang, matang ataupun sampai garing.
Kemudian roti yang sudah matang disajikan dengan dibungkus menggunakan
daun pisang agar mendukung konsep global warming yang menjadi konsep usaha
kami ini. Berikut adalah skema proses produksi dari usaha Green Burger Lezzato
SKEMA PROSES PRODUKSI
Gambar 2.9 : Skema Proses Produksi Green Burger Lezzato Roti dibelah 2 lalu
dioleskan dengan mentega dan dipanggang bersamaan dengan daging dan telur.
Daging dan telur yang sudah matang diangkat lalu diletakkan di atas salah satu
belahan roti
Lalu tambahkan sayuran dan saus di atasnya
matang
Tambahkan belahan roti lainnya sebagai pelengkap dan dibungkus dengan daun
pisang.
Masukan ke dalam mikrowave selama 5 menit
1. Skema di atas merupakan tahapan produksi Green Burger Lezzato secara
umum, setelah burger dibelah 2 lalu dioleskan mentega lalu dipanggang
sampai berwarna kecokelatan. Penjelasan Skema
2. Selanjutnya panggang juga daging dan telur sampai matang atau sesuai
selera yang diminta oleh konsumen.
3. Setelah daging dan telur matang dan roti sudah berwarna kecokelatan
letakkan 1 belahan roti lalu taruh daging di atas belahan roti tersebut
beserta dengan sayuran selada, mentimun, tomat, keju dan saus tomat dan
mayonaisenya.
4. Pada tahap keempat ini, letakkan belahan roti yang lain di atas semua
bahan yang sudah disediakan, kemudian bungkus dengan daun pisang dan
masukkan ke dalam mikrowave selama 5 ( lima ) menit.
5. Tahap terakhir ialah sajikan ke pelanggan dan jika take away ( dibawa
pulang ) dibungkus dengan kantongan.
E2. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk
perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.
Tabel 2.4 Bahan Baku Per Minggu
No Uraian Banyak @ Jumlah Harga (Rp)
1 Daging giling 35 kg 11.000 385.000
2 Roti 30 bungkus 2.000 60.000
3 Saus tomat 6 botol 5.000 30.000
4 Mayonaise 5 bungkus 6.000 30.000
5 Mentimun 4 kg 3.000 12.000
6 Selada 0,3 kg 5.000 1.500
7 Tomat 1 kg 4.000 4.000
8 Sosis 4 pack 5.000 20.000
9 Margarine 2 bungkus 7.000 14.000
10 Telur 100 biji 850 85.000
Total 641.500
E3. Peralatan yang dibutuhkan
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga
harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan
dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan. Adapun peralatan yang
Tabel 2.5 Peralatan
No Peralatan/ Mesin Jumlah
Unit
Harga Jumlah Harga
1 Mikrowave 1 1.000.000 1.000.000
2 Alat pemanggang daging 1 750.000 750.000
3 Pisau 1 5.000 5.000
4 Tabung gas 1 100.000 100.000
5 Gas 3 kg 1 15.000 15.000
Total 1.870.000
Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk
dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air,
telepon, internet.
Tabel 2.6 Biaya Sarana Penunjang
Jenis Biaya Jumlah Biaya
1. Listrik Rp 50.000,-
2. Air Rp 30.000,-
3. Telefon Rp 40.000
F. Analisis Sumber Daya Manusia ( SDM )
Untuk usaha Green Burger Lezzato ini pada dasarnya membutuhkan tenaga
kerja yang ulet, rajin serta jujur. Akan tetapi tidak hanya itu saja, usaha burger
hijau kami ini membutuhkan tenaga yang telah berpengalaman. Sebagai pimpinan
dan pemilik usaha burger ini saya harus bertanggung jawab atas perencanaan,
pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan, serta peningkatan mutu dari
produk Green Burger Lezzato. Untuk kualifikasi tenaga kerja yang lain seperti
staf administrasi dan keuangan, staf produksi, serta staf pemasaran kami
membutuhkan tenaga kerja yang memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi
pada pelanggan serta loyal.
G. Rencana Pengembangan Usaha
Kami juga telah menyiapkan rencana pengembangan usaha ini kelak jika telah
beberapa waktu didirikan. Persiapan rencana ini dimaksudkan agar usaha ini dapat
berjalan terus-menerus dan berhasil bertahan dalam menghadapi persaingan pasar
yang ada. Dengan pemikiran yang matang dan terencana ini diharapkan usaha ini
mampu berkembang menjadi lebih baik. Adapun rencana pengembangan usaha
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Strategi Pemasaran
a. Pengembangan produk
b. Pengembangan Wilayah Pemasaran
Kami berencana akan mengembangkan cabang usaha ini di area kampus
lainnya di Kota Medan seperti UMSU, UNIMED dan lain-lain. Tidak terbatas
perbelanjaan di Medan seperti di mall Sun dan Paladium sehingga omset yang
didapatkan akan meningkat.
2. Strategi SDM
Dalam penerapan strategi organisasi dan SDM juga sangat diperhatikan
karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi
yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada
karyawan yang berprestasi.
3. Strategi Penetapan Harga
Harga disesuaikan dengan lingkungan masyarakat ekonomi ke bawah
sehingga semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya.
4. Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan
kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari
produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan
mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.
H. Pemanfaatan IT
Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang
peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah
bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis
mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu
terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.
dari produk-produk yang tersedia di Green Burger Lezzato. Akun Facebook dan
Twitter ini juga sebagai sarana bagi konsumen atau pelanggan untuk
menyampaikan kritik dan saran dari produk-produk maupun pelayanan dari Green
Burger Lezzato.
I. Analisis Keuangan
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah
tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3
kategori yakni :
a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang
Koperasi
c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Namun untuk bisnis burger hijau ini, kami menggunakan dana dari kami
sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah,
adapun bila membutuhkan pengembangan usaha.
a. Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang
dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di
dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara
ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara
A. Sumber Pendanaan
Tabel 2.7 Sumber Pendanaan “Green Burger Lezzato”
Uraian Persentase (%) Jumlah
(a) (b) (c) (d) (c = a + b +
c + d)
1. Modal
Sendiri
1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 6.000.000
2.
Pinjaman
0 0 0 0 0
Jumlah (1+2) 6.000.000
B. Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi
Tabel 2.8 Kebutuhan Pembiayaan/ Modal Investasi
Uraian Jumlah
a. Tanah 0
b. Mesin/Peralatan 1.870.000
c. Peralatan Kantor 100.000
d. Infrastruktur 500.000
e. Biaya pra operasi 500.000
Rencana Arus Kas
RENCANA ARUS KAS (dalam jutaan rupiah) GREEN BURGER LEZZATO
UNTUK TAHUN 2012
500 500 500 500 500 500 500 500 500 500
C. 10,527.60
D. SALDO KAS AWAL
- 3,474 4,014 4,564 4,924 5,474 6,074 6,714 7,484 8,264 8,944 9,654 0
-
E. SALDO KAS AKHIR 3,474 4,014 4,564 4,924 5,474 6,074 6,714 7,484 8,264 8,944 9,654 10,527.6 10,527,6
10,527.60
b. Laporan Keuangan
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN
GREEN BURGER LEZZATO
(dalam jutaan rupiah)
Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek
penjualan sebesar 20% per tahun)
Tabel 2.9 Proyeksi Laporan Arus Kas 5 Tahun
Uraian
b. Penggunaan dana (Cash out flow) 55,592,40 58.874,88 66.377,86 75.381,43 86.184,71,
c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 10.527,60 13.269,12 20,194,94 28.505,93 38.479,12
d. Keadaan kas awal 0 10.527,60 23.796,72 43.991,66 72.497,60
c. BEP ( Break Even Point )
Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama
modal yang dikeluarkan akan kembali.
Untuk mengetahui berapa lama modal usaha burger ini akan kembali maka
perhitungan BEP nya adalah :
Rumusnya:
Total Pendapatan = Total Pengeluaran
(Harga Jual x Qty) = (Biaya tetap + biaya variabel)
Estimasi dalam 1 bulan:
Qty 1 bulan = 623 porsi
Harga = 623 x Rp 7000 = Rp 3.738.000
Biaya Variabel = Rp 2.566.000
Biaya Tetap = Rp 7.326.000
Estimasi BEP =
= Rp 7.326.000
Rp 3.738.000-Rp 2.566.000
J. Analisis Resiko
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian
diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau
kelemahan seseorang/ perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan
perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :
1. Ketidakpastian ekonomi yaitu ketidakpastian yang deisebabkan oleh
kejadian-kejadisn yang timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara,
misalnya krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti kenaikan harga
BBM, dan perubahan perilaku konsumen.
2. Ketidakpastian politik yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan,
perang atau kudeta militer.
3. Ketidakpastian alam yaitu ketidakpastian yang disebabkan oleh
kejadian-kejadian alam seperti bencana alam.
a. Analisis Resiko Usaha
1. Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan
terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.
2. Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak
tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.
3. Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana
alam seperti gempa dan banjir.
4. Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.
b. Antisipasi Resiko Usaha
1. Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi
ketika perekonomian tidak stabil.
2. Dengan antipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat
dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
3. Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari
inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan
yang inovatif.
4. Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati
BAB III PENUTUP
Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari
pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Adapun beberapa
kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan,
ialah bisnis burger ini layak untuk dipasarkan ke masyarakat dan sangat bagus
untuk dikembangkan. Pasar dari usaha ini juga sangat menjanjikan karena
lokasinya yang strategis dan yang menjadi target utama pasarnya adalah para
mahasiswa yang menyukai hal-hal yang baru dan bersifat instan seperti makanan
sejenis burger ini. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek sebagai berikut :
a. Resiko yang mungkin akan dialami oleh usaha ini sangat kecil,
dikarenakan usaha ini bukanlah makanan musiman dan juga makanan
ini sudah dikenal di berbagai belahan dunia.
b. Untuk Sumber Daya Manusia usaha burger ini mempunyai kualifikasi
yaitu memiliki motivasi yang tinggi, dapat berorientasi pada pelanggan
serta loyal.
c. Rencana pengembangan usaha burger ini akan direncakan dengan
membuka cabang-cabang lain di sekitar kampus yang lain dan juga
membuka cabang di pusat perbelanjaan di kota Medan.
d. Dan usaha ini dimulai dengan menggunakan modal awal sebesar Rp
6.000.000 dan perkiraan titik modal impas yaitu pada bulan ke 6
DAFTAR PUSTAKA
Afifah, Emma Nur, 2010. Burger Hijau Berselimut Daun Pisang (http://bandung.detik.com/read/2010/01/05/094209/1271738/671/burger-hijau-berselimut-daun-pisang)
Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini, 2010.
Kewirausahaan, USU Press, Medan
Nafarin, M. 2004, Penganggaran Perusahaan, Edisi I, Jakarta : Salemba Empat