• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perilaku disolusi ketoprofen tersalut gel kitosan-karboksimetilselulosa (CMC)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perilaku disolusi ketoprofen tersalut gel kitosan-karboksimetilselulosa (CMC)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2 Kondisi optimum  nisbah  konsentrasi CMC dan glutaraldehida
Gambar 3  Pengaruh waktu terhadap % ketoprofen rerata yang terlepas dari matriks pada medium lambung (–––) dan usus  (–––)
Gambar 4  SEM permukaan mikrokapsul (a) tanpa ketoprofen, (b) berisi ketoprofen,   (c) hasil disolusi dalam medium lambung, (d) hasil disolusi dalam medium usus

Referensi

Dokumen terkait

Uji laju disolusi dilakukan terhadap dispersi padat tersebut dengan menggunakan metode dayung, dalam 900 ml medium lambung buatan pH 1,2, kecepatan putar 50 rpm pada

Gambar 3 Profil disolusi ketropofen dalam medium asam ( ▲ ) dan basa ( ■ ) dari mikrokapsul dengan formula Tween 80 3% serta waktu kontak antara larutan kitosan-alginat dan

Hasil disolusi tablet parasetamol formula kontrol yang dimodifikasi dari penelitian Kulkarni, Patil dan Korwar (2010), menghasilkan persen (%) rata-rata kadar zat terlarut pada

Hasil uji disolusi dapat dilihat bahwa pada perbandingan (6:4) menunjukkan pelepasan maksimum pada menit ke 15, hal ini berarti penyalut tidak cukup efektif

Meskipun persentase kadar ketoprofen yang masih tersalut dalam kesepuluh formula mikrokapsul kitosan-gom guar setelah 3 bulan menunjukkan nilai yang cukup besar, nilainya

Ketoprofen tersalut gel kitosan- alginat dengan agen pengikat silang glutaraldehid, jumlah pelepasan ketoprofen pada menit ke-15 dari medium lambung dan usus

Gambar 4 memperlihatkan radiograf laju pergerakan BaSO 4 arah pandang VD mulai mengisi lambung pada menit ke-5 hingga usus besar pada menit ke-180 tanpa perlakuan

Konsentrasi kitosan 3% dipilih karena membran yang dihasilkan lebih mudah dilepas dari cetakan dan lebih cepat kering dibandingkan dengan yang lain..