• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efisiensi Proses Pengeringan Tapioka di PT. Umas Jaya Agrotama, Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efisiensi Proses Pengeringan Tapioka di PT. Umas Jaya Agrotama, Terbanggi Besar, Lampung Tengah."

Copied!
214
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Teknologi Pertanian
  • Topik: Efisiensi Proses Pengeringan Tapioka di PT. Umas Jaya Agrotama, Terbanggi Besar, Lampung Tengah.
  • Tipe: Tesis
  • Tahun: 2009
  • Kota: Lampung Tengah

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang pentingnya singkong sebagai sumber pangan dan industri, serta potensi pasar untuk tapioka. Singkong merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama di daerah tropis. Produksi singkong di Indonesia menunjukkan angka yang signifikan, dengan Lampung sebagai salah satu provinsi penghasil utama. Permintaan untuk tapioka terus meningkat baik di pasar domestik maupun internasional, menunjukkan adanya peluang besar untuk pengembangan industri ini.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menguraikan pentingnya singkong sebagai sumber pangan dan energi di dunia. Singkong, yang dikenal sebagai Manihot esculenta, merupakan bahan baku untuk berbagai produk industri, termasuk tapioka. Dengan produksi singkong yang tinggi di Indonesia, terutama di Lampung, ada peluang besar untuk memanfaatkan potensi ini dalam industri makanan dan ekspor.

1.2. Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkaji sifat psikrometri udara pengering dan efisiensi energi dalam proses pengeringan tapioka di PT. Umas Jaya Agrotama. Analisis ini bertujuan untuk merancang optimasi proses pengeringan berdasarkan hasil kajian yang diperoleh, sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.

1.3. Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan data yang dapat digunakan oleh perusahaan sebagai dasar untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan tapioka. Dengan data yang akurat, perusahaan dapat melakukan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.

1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Magang

Kegiatan magang dilaksanakan selama empat bulan, dari tanggal 1 April 2009 hingga 1 Agustus 2009, di PT. Umas Jaya Agrotama yang berlokasi di Jl. Lintas Timur Km 77 Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Lokasi ini dipilih karena merupakan pusat produksi tapioka yang signifikan di Indonesia.

II. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

Bagian ini memberikan gambaran umum mengenai PT. Umas Jaya Agrotama, termasuk sejarah, lokasi, struktur organisasi, ketenagakerjaan, produk, pemasaran, dan pengolahan limbah. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang dalam industri tapioka dan beroperasi dengan kapasitas produksi yang besar, serta menerapkan sistem manajemen yang baik untuk menjaga kualitas dan efisiensi.

2.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

PT. Umas Jaya Agrotama didirikan pada tahun 1973 dan telah mengalami berbagai perkembangan sejak saat itu. Perusahaan ini berawal dari perkebunan singkong dan telah berkembang menjadi pabrik pengolahan tapioka dengan kapasitas produksi yang meningkat seiring waktu. Integrasi dengan PT. Great Giant Pineapples pada tahun 1996 juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam industri ini.

2.2. Lokasi Perusahaan

Pabrik UJA 1 terletak di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, dengan akses yang baik ke pelabuhan udara dan laut. Lokasi strategis ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan distribusi produk dan meminimalkan biaya transportasi, serta mendukung proses produksi yang efisien.

2.3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi di PT. Umas Jaya Agrotama terdiri dari seorang Manager Factory yang membawahi beberapa kepala bagian, termasuk Quality Control, Raw Material, Proses, dan Maintenance. Pembagian tugas yang jelas ini membantu dalam pengawasan dan pelaksanaan proses produksi secara efektif.

2.4. Ketenagakerjaan

Jumlah tenaga kerja di PT. Umas Jaya Agrotama mencapai 352 orang, terdiri dari berbagai spesifikasi pekerjaan. Pembagian waktu kerja dilakukan dalam sistem shift, yang memungkinkan proses produksi berjalan terus-menerus selama 24 jam, dengan pengaturan waktu istirahat yang teratur.

2.5. Produk

Produk utama dari PT. Umas Jaya Agrotama adalah tapioka yang dikemas dalam berbagai ukuran. Produk standar adalah kemasan 50 kg dengan merek dagang 'Cap Kodok'. Perusahaan juga memenuhi permintaan khusus untuk ukuran kemasan yang lebih besar, menunjukkan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pasar.

2.6. Pemasaran

Unit pemasaran PT. Umas Jaya Agrotama beroperasi dari Jakarta dan bertanggung jawab atas penjualan tapioka. Proses pemasaran melibatkan penerimaan Purchase Order dan pengeluaran Delivery Order untuk pengiriman produk, memastikan bahwa produk sampai ke pelanggan dengan tepat waktu dan sesuai spesifikasi.

2.7. Pengolahan Limbah

Limbah dari pabrik terdiri dari limbah cair dan padat. Limbah cair diolah melalui beberapa tahapan sebelum dialirkan ke sungai, sementara limbah padat digunakan sebagai pakan ternak. Pengelolaan limbah yang baik menunjukkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

III. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka menguraikan berbagai aspek terkait singkong, pati, dan proses pengolahan tapioka. Pengetahuan ini penting untuk memahami karakteristik bahan baku serta teknik pengolahan yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

3.1. Singkong

Singkong adalah tanaman pangan yang penting di daerah tropis, dikenal sebagai sumber energi. Umbi singkong mengandung pati dan memiliki karakteristik yang mempengaruhi proses pengolahan. Singkong tumbuh baik pada kondisi tanah yang kurang subur dan curah hujan rendah, menjadikannya tanaman yang adaptif.

3.2. Pati

Pati adalah komponen utama yang diekstraksi dari singkong. Pati terdiri dari amilosa dan amilopektin, yang memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda. Proses gelatinisasi pati sangat penting dalam pengolahan tapioka, mempengaruhi kualitas dan karakteristik produk akhir.

3.3. Tapioka

Tapioka adalah pati yang diperoleh dari umbi singkong, dengan dua jenis varietas yang umum dibudidayakan. Proses pengolahan tapioka melibatkan penghilangan asam sianida dan ekstraksi pati, yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.

3.4. Proses Pengeringan

Pengeringan adalah metode penting dalam pengolahan makanan untuk mengawetkan produk. Proses ini melibatkan penghilangan air dari bahan pangan, yang mempengaruhi kualitas dan daya simpan produk. Metode pengeringan yang efisien sangat penting untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas produk.

3.5. Efisiensi Energi Pengeringan

Efisiensi energi dalam proses pengeringan sangat penting karena mempengaruhi biaya operasional. Pengukuran efisiensi dapat dilakukan dengan membandingkan energi minimum yang dibutuhkan dengan energi yang digunakan. Pemahaman mengenai psikrometri juga membantu dalam meningkatkan efisiensi proses pengeringan.

IV. METODOLOGI

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kerangka pemikiran, kegiatan magang, dan metode analisis. Pendekatan sistematis ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan tapioka.

4.1. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran menekankan pentingnya efisiensi proses pengeringan dalam meningkatkan produktivitas tapioka. Dengan memahami hubungan antara suhu, kelembaban, dan kapasitas udara, proses pengeringan dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

4.2. Kegiatan Magang

Kegiatan magang meliputi wawancara, pengamatan, dan analisis data. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari pegawai, sedangkan pengamatan dilakukan untuk mengevaluasi kondisi proses dan kualitas produk. Data yang diperoleh digunakan untuk merancang langkah-langkah perbaikan.

4.3. Metode Analisis

Metode analisis meliputi pengukuran suhu, kelembaban, dan efisiensi energi. Alat yang digunakan termasuk psikrometer dan Kett FD-600 untuk mengukur kadar air. Data yang dihasilkan akan dianalisis untuk menentukan efisiensi dan kualitas proses pengeringan.

Gambar

Gambar 14. (a) ekstraktor vertikal, (b) ekstraktor horizontal (Kotat,
Gambar 15. Continous centrifugal starch separator
Gambar 16. Dewatering Centrifuge Unit (Korat, 2009)
Gambar 17. (a) Cyclone, (b) skema  cyclone (PT. UJA 1)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Analisa ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsumsi energi spesifik pengeringan mesin pengering yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan panas buang dari sistem

Dari hasil penelitian mesin pengering gabah tipe flat bed dryer dengan blower axial fan dapat diambil kesimpulan bahwa mekanisme laju perpindahan panas dalam proses pengeringan

Dengan cara analisa yang sama, dapat diketahui hubungan laju aliran udara terhadap efisiensi pengeringan, yaitu semakin tinggi laju aliran udara yang digunakan,

Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan suatu alat pengeringan dengan sistem pengering semprot dengan menggunakan udara panas yang ditiupkan ke dalam ruang

Kondisi proses pengeringan paling efektif pada alat pengering yang dibuat yaitu pada temperatur 128℃ dan kecepatan udara 2.8 m/s dengan laju pengeringan sebesar 25 gr/jam pada

Karakteristik pengeringan gabah menggunakan tray dryer dengan media pengering udara yang dipanaskan dengan panas hasil pembakaran sekam padi dapat dilihat pada Gambar 2..

Proses pengeringan TKKS merupakan proses penguapan, dimana kandungan air yang terkandung didalam TKKS akan dhilangkan dengan bantuan panas yang berasal dari udara pengering..

Proses pengeringan sangat dipengaruhi kondisi suhu, kelembaban dan kecepatan aliran udara panas yang masuk ke ruang pengering, sumber energi panas, kapasitas produk yang dikeringkan,