• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA UNTUK ISPA DI APOTEK KEPUH FARMA KOTA MALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA UNTUK ISPA DI APOTEK KEPUH FARMA KOTA MALANG"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

DITA FEBRINASARI

PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA UNTUK ISPA

DI APOTEK KEPUH FARMA KOTA MALANG

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(2)

i

SKRIPSI

DITA FEBRINASARI

PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA

UNTUK ISPA DI APOTEK KEPUH FARMA

KOTA MALANG

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(3)

ii

Lembar Pengesahan

PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA

UNTUK ISPA DI APOTEK KEPUH FARMA

KOTA MALANG

SKRIPSI

Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada

Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang

2010

Oleh:

DITA FEBRINASARI

NIM : 06040005

Disetujui Oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

Hidajah R. S.Si.,Apt.,Sp.FRS Dra.Liza Pristianty, M.Si.,M.M.,Apt.

(4)

iii

LEMBAR PENGUJIAN

PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA UNTUK ISPA

DI APOTEK KEPUH FARMA KOTA MALANG

SKRIPSI

Telah Diuji dan Dipertahankan di Depan Tim Penguji pada Tanggal 27 Juli 2010

Oleh :

DITA FEBRINASARI NIM : 06040005

Tim Penguji :

Penguji I Penguji II

Hidajah Rachmawati, S.Si.,Apt.,Sp.FRS. Dra. Liza Pristianty,M.Si.,M.M.,Apt.

NIP. UMM. 114.0609.0449 NIP. 196211151988102 002

Penguji III Penguji IV

Dra. Lilik Yusetyani, Apt.,Sp.FRS. Siti Rofida, S.Si.,Apt.

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Wr.Wb

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat, dan

hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Profil Peresepan

Antibiotika Untuk ISPA Di Apotek Kepuh Farma Kota Malang. Shalawat

serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Dengan terwujudnya skripsi ini, penulis ingin menyampaikan ucapan

terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Tri Lestari Handayani, SKp.,M.Kep.,Sp.Mat, selaku Dekan Fakultas Ilmu

Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Drs. H. Achmad Inoni, Apt, selaku Ketua Program Studi Farmasi

Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Hidajah Rachmawati. S.Si.,Apt.,Sp.FRS, selaku dosen pembimbing I

yang telah memberi bimbingan serta kesabaran dalam memberikan

motivasi kepada penulis.

4. Dra.Liza Pristianty, Msi.,MM.,Apt, selaku dosen pembimbing II yang

telah memberi bimbingan, kesabaran serta semangat kepada penulis.

5. Siti Rofida, S.Si.,Apt, selaku dosen penguji I yang telah memberikan

kritik membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

6. Dra. Lilik Yusetyani, Apt.,Sp.FRS, selaku dosen penguji II dan telah

bersedia menerima penulis untuk melakukan penelitian di apotek Kepuh

Farma, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

7. Sovia Aprina Basuki, S.Farm.,Apt, selaku dosen penguji II pada seminar

proposal yang telah memberikan kritik membangun demi kesempurnaan

skripsi ini.

8. Dra. Sri Winarsih, M.Si.,Apt, selaku penanggung jawab apotek Kepuh

Farma Kota Malang, terima kasih telah mengijinkan penulis mengambil

data di apotek Kepuh Farma.

9. Kedua orang tua, bapak Murni Harijanto dan bunda Uut Harijati atas

(6)

v

perhatian, kasih sayang yang tulus, semoga bapak dan bunda selalu diberi

kesehatan dan dilindungi oleh Allah SWT.

10.Mas Dedi dan mas Adi, semoga sukses menjalani kehidupan, amin, terus

berjuang.

11.Bude H. Nuri’ah, terima kasih buat semua bantuannya, segala perhatian

dan kasih sayangnya, semoga selalu dalam lindungan-Nya.

12.Teman spesial, Guruh Ardhianto Kurniawan, semoga cepat jadi dokter,

jadi kebanggaan orang tua, amin.

13.Staff Tata Usaha Farmasi : Pak Lukman, Mbak Susi, Mbak Nila dan Mbak

Sri, terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan selama 4 tahun

kuliah di Farmasi.

14.Seluruh dosen pengajar di Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah

Malang, terima kasih atas ilmu, waktu, tenaga, kesabaran dan kasih

sayangnya dalam mengajar.

15.Saudara seperjuangan Farmasi 2006, akan selalu dijaga rasa persaudaraan,

kehangatan, kebersamaan dan kekompakan kita, terima kasih semua.

16.Teman kepompong tercinta, Sendy, Wina, Sandra, Irvan, terima kasih

sudah menjadi tim yang kompak selama mengerjakan skripsi, canda

tawanya akan selalu diingat.

17.Keempat sahabat, Ika, Indah, Lisa dan Sari, terima kasih buat dukungan

yang diberikan kapanpun, dimanapun kalian akan selalu ada dihati.

18.Kelima pramuniaga di apotek Kepuh Farma kota Malang, mas-mas dan

mbak-mbak yang baik-baik, terima kasih atas segala bantuan yang

diberikan.

19.Keluarga besar tercinta, kalian jadi inspirasi dan semangat untuk

mengerjakan skripsi ini.

20.Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat penulis sebutkan satu

persatu.

Penulis sadar bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu

penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik yang bersifat membangun

(7)

vi

Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis,

pembaca, dan menjadi sumbangan yang berarti bagi perkembangan ilmu

pengetahuan. Amin.

Wassalamu’alaikum, Wr. Wb

Malang, 19 Juli 2010

(8)

vii

RINGKASAN

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernafasan, baik saluran pernafasan atas, maupun saluran pernafasan bawah beserta organ-organ disekitarnya seperti: sinus, bagian telinga tengah dan pleurb. Tingginya prevalensi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta dampak yang ditimbulkannya membawa akibat pada tingginya peresepan obat bebas (seperti antiinfluenza, obat batuk, multivitamin) dan antibiotika oleh dokter untuk menangani kasus ISPA tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan antibiotika untuk ISPA di apotek Kepuh Farma Kota Malang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan adalah resep-resep yang mengandung obat ISPA yang masuk di apotek Kepuh Farma Kota Malang periode Januari-Desember 2009. Setelah itu, jumlah resep dihitung dalam bentuk prosentase, dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram batang.

Berdasarkan resep yang masuk di apotek Kepuh Farma Kota Malang didapatkan jumlah populasi resep sebanyak 1640 lembar resep dengan sampel resep yang mengandung obat ISPA sebanyak 206 lembar resep. Kemudian prosentase penggunaan antibiotika sebesar 68 % dan prosentase tanpa menggunakan antibiotika sebesar 32 %. Hal ini menunjukkan antibiotika banyak digunakan pada terapi ISPA dikarenakan penyebab penyakit ISPA kebanyakan adalah mikroorganisme, bakteri maupun virus. Sedangkan golongan antibiotika yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin sebesar 39 %, golongan kuinolon sebesar 38 %, golongan penisilin sebesar 19 %, golongan makrolida sebesar 3 % dan golongan tetrasiklin sebesar 1 %. Bentuk sediaan antibiotika yang paling banyak digunakan adalah tablet sebesar 75 %, sirup 18 %, kapsul 4 % dan puyer 3 %. Kemudian prevalensi ISPA pada tahun 2009 paling banyak menyerang pasien kategori dewasa sebesar 71 % dan angka kejadian ISPA paling tinggi terjadi pada bulan Juli dengan prosentase sebesar 27 %.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Prosentase penggunaan antibiotika pada terapi ISPA di apotek Kepuh Farma Kota Malang periode bulan Januari-Desember 2009 adalah sebesar 68 %. Golongan antibiotika yang paling banyak digunakan pada terapi ISPA adalah golongan sefalosporin dengan prosentase sebesar 39 %. Bentuk sediaan antibiotika yang paling banyak digunakan pada terapi ISPA adalah bentuk sediaan tablet dengan prosentase sebesar 75 %. Prevalensi ISPA di apotek Kepuh Farma kota Malang yaitu umur pasien yang paling banyak terkena penyakit ISPA adalah pasien dewasa dengan presentase sebesar 71 % dan angka kejadian ISPA tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan prosentase sebesar 27 %.

(9)

viii

ABSTRACT

Profile of Antibiotics Prescribing for Acute Respiratory Infection in Kepuh Farma Pharmacy at Malang City

Dita Febrinasari

Acute respiratory infections (ARI) is an infection that attacks the respiratory system. The high prevalence of ARI resulted in increased prescribing of antibiotics by doctors to treat the respiratory infection cases.

Objective of this experiment is to found out the profile of prescribing antibiotics for ARI in Kepuh Farma pharmacy at Malang City . The method used in this experiment is descriptive method, using the recipes that contain the drug of ARI therapy entering in Kepuh Farma pharmacy at Malang city period January to December 2009. After that, the number of prescriptions in the form of percentages calculated, and presented in tables and bar charts.

The results obtained showed that during the period January-December 2009, the percentage use of antibiotics is 68 %, while the group's most widely used antibiotic is a cephalosporin class of 39 % and 38 % for class quinolon. Antibiotic dosage forms of the most widely used is the tablet for 75 %. Then in the year 2009 the prevalence of ARI at most attacked adult patients by 71 % and the highest incidence of respiratory infection occurred in July with percentage of 27 %.

The conclusion of this research is a cephalosporin class of antibiotics commonly used to treat cases of acute respiratory infection that is equal to 39%, antibiotic dosage forms of the most widely used is the tablet 75%, ARI mostly adult patients 71% and the highest prevalence of ARI was found in July 27 %.

(10)

ix

ABSTRAK

Profil Peresepan Antibiotika Untuk ISPA Di Apotek Kepuh Farma Kota Malang

Dita Febrinasari

Infeksi pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Tingginya prevalensi ISPA mengakibatkan peningkatan resep antibiotika oleh dokter untuk mengobati kasus ISPA tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan antibiotika untuk ISPA di apotek Kepuh Farma Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan resep yang mengandung obat-obat ISPA yang masuk di apotek Kepuh Farma Kota Malang periode Januari-Desember 2009. Setelah itu, jumlah resep dihitung dalam bentuk persentase dan disajikan dalam tabel dan grafik.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa selama periode Januari-Desember 2009, prosentase penggunaan antibiotika adalah 68 % dengan golongan antibiotika yang paling banyak digunakan adalah antibiotika sefalosporin 39 % dan golongan kuinolon 38 %. Bentuk sediaan antibiotika yang paling banyak digunakan adalah tablet 75 %. Kemudian prevalensi ISPA pada tahun 2009 paling banyak menyerang pasien dewasa sebesar 71 % dan kejadian ISPA tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan persentase 27 %.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah golongan sefalosporin merupakan antibiotika yang paling banyak digunakan untuk menangani kasus ISPA yaitu sebesar 39 %, Bentuk sediaan antibiotika yang paling banyak digunakan adalah tablet 75 %, ISPA banyak menyerang pasien dewasa 71 % dan prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada bulan Juli 27 %.

(11)

x DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...iv

RINGKASAN...vii

ABSTRACT...viii

ABSTRAK...ix

DAFTAR ISI………...x

DAFTAR TABEL.………...xii

DAFTAR GAMBAR....………...xiii

DAFTAR LAMPIRAN...xiv

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian………...…………...……….1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.2.1 Identifikasi Masalah...2

1.2.2 Permasalahan...2

1.3 Tujuan Penelitian………...…...…...2

1.3.1 Tujuan umum penelitian………...……...…...2

1.3.2 Tujuan khusus penelitian………...…...……2

1.4 Manfaat Penelitian………...………...…..3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Profil...4

2.2 ISPA...4

2.2.1 Definisi ISPA...4

2.2.2 Klasifikasi ISPA...4

2.3 Tinjauan Obat...6

2.2.3 Pengertian Obat...6

2.3.2 Nama Obat...6

2.4. Antibiotika...7

2.4.1 Definisi Antibiotika...7

2.4.2 Penggolongan Antibiotika...7

2.4.3 Kegunaan Antibiotika...9

(12)

xi

2.5.1 Definisi Resep...10

2.5.2 Kelengkapan Resep...11

2.6 Tinjauan Apotek...11

2.6.1 Definisi Apotek...11

2.6.2 Profil Apotek...12

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL...13

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Rancangan penelitian...15

4.2 Populasi dan Sampel...15

4.3 Tempat dan Waktu Penelitian...15

4.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi...16

4.5 Instrumental Penelitian...17

4.6 Tahapan Penelitian...17

4.6.1 Tahap Pengumpulan Sampel...17

4.6.2 Pengolahan data...23

BAB 5 HASIL PENELITIAN 5.1 Jumlah Resep yang Dikumpulkan...31

5.2 Pengelompokkan sampel ke dalam tabel pengumpulan data...31

5.2.1 Penggunaan Antibiotika...34

5.2.2 Golongan Antibiotika………..…....………36

5.2.3 Bentuk Sediaan Antibiotika………...………...…37

5.2.4 Prevalensi ISPA...38

BAB 6 PEMBAHASAN...41

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN...46

DAFTAR PUSTAKA...48

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

II.1 Kegunaan Masing-masing Antibiotika...……...…………...9

IV.1 Pengumpulan Data Harian...19

IV.2 Pengumpulan Data Bulanan...26

IV.3 Prosentase Penggunaan Antibiotika Bulan Januari-Desember 2009...28

IV.4 Jumlah Resep Tiap Golongan Antibiotika Bulan Januari-Desember 2009………...………...……...28

IV.5 Bentuk Sediaan Antibiotika Berdasarkan Resep Bulan Januari Desember 2009...29

IV.6 Jumlah Umur pasien Berdasarkan Resep Bulan Januari-Desember 2009……….29

IV.7 Jumlah Resep ISPA Berdasarkan Resep Bulan Januari-Desember 2009...30

V.1 Jumlah Populasi Resep selama bulan Januari-Desember 2009...32

V.2 Pengumpulan Data Bulanan...33

V.3 Prosentase Penggunaan Antibiotika Bulan Januari-Desember 2009...34

V.4 Prosentase Tiap Golongan Antibiotika Bulan Januari-Desember 2009………....…………...…….36

V.5 Bentuk Sediaan Antibiotika Berdasarkan Resep Bulan Januari-Desember 2009...37

V.6 Jumlah Umur pasien Berdasarkan Resep Bulan Januari-Desember 2009………...……...…….38

(14)

xiii

[image:14.595.111.476.153.457.2]

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

3.1 Tahap Penelitian...13

4.1 Tahap Pamilihan Resep...18

5.1 Prosentase Penggunaan Antibiotika Periode Januari-Desember

2009……….……34

5.2 Prosentase Penggunaan Antibiotika selama 1 tahun

Januari-Desember 2009...35

5.3 Prosentase Golongan Antibiotika Berdasarkan Resep Bulan

Januari-Desember 2009...37

5.4 Prosentase Bentuk Sediaan Antibiotika Berdasarkan Resep

Bulan Januari-Desember 2009...38

5.5 Prosentase Umur Pasien Berdasarkan Resep Bulan Januari Desember

2009...39

5.6 Prosentase Jumlah Resep ISPA Berdasarkan Resep Bulan

(15)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Surat Pernyataan Bebas Plagiasi...50

2. Daftar Riwayat Hidup...51

3. Hasil Perhitungan Data...52

4. Contoh Cara Memasukkan Data Resep Ke Dalam Tabel

(16)

xv

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000, Dirjend POM, Departemen Kesehatan, Jakarta.

Anonim, 2010. Musim Pancaroba, Masyarakat Malang Diminta Waspadai ISPA. TEMPO. Selasa, 19 Januari 2010. http://epaper.tempo.com/. Diakses tanggal 19 Januari 2010.

Anonim, 2010. Waspadai Ancaman ISPA. KOMPAS. Selasa, 19 Januari 2010. http://epaper.kompas.com/. Diakses tanggal 19 Januari 2010.

Ansel, H. C., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi ke-4, Jakarta: Universitas Indonesia Press, hal 1.

Cunha, Burke., 2010. Antibiotic Essentials. Ed. 9, Amerika: Physicians’s Press,

hal 2.

Danusantoso, Halim., 2000. Buku Saku Ilmu Penyakit Paru. Jakarta: Hipokrates, hal 62-92

Davey, Patrick, 2005. At a Glance Medicine. Jakarta: Erlangga, hal 174-185.

DepKes RI, 1995. Farmakope IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, hal. 14

Departemen Kesehatan Indonesia, 2006. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Jakarta:DepKes RI, hal 1-2, 35-49.

Departemen Kesehatan Indonesia. 2010. Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun

2007 Provinsi Jawa Timur

.

Diakses dari

http://www.litbang.depkes.go.id/LaporanRKD/ Jatim/laporanJatim.pdf, pada tanggal 7 April 2010.

Departemen Kesehatan Indonesia. 2010. Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan. Diakses dari http://www.menlh.go.id/serasi/serasi 2006/serasi % 20OKTOBER % 20 2006 .pdf, pada tanggal 7 April 2010.

Departemen Kesehatan Indoesia. Direktorat Jenderal PPM & PLP, 1992.

Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Jakarta: DepKes RI.

Dorland, 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta: EGC, hal 12.

(17)

xvi

Hauser, Alan, 2007. Antibiotics Basic for Clinicals. Amerika: Lippincotts Williams & Wilkins, pp. 23-40, 62-70, 86-90

ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia), 2008. ISO FARMAKOTERAPI. Jakarta: ISFI, hal. 765-767

ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia), 2006. ISO: Informasi Spesialite Obat Indonesia.Edisi Farmakoterapi, Vol. 41, Jakarta, ISFI.

Mansjoer, Arif, dkk., 2001, Kapita Selekta Kedokteran, edisi ketiga jilid pertama. Jakarta: Media Aesculapius FKUI, hal 22, 118-125.

Nelson, 2000. Ilmu Kesehatan Anak Volume 2. Jakarta, EGC. hal 1429-1467.

Santosa, G, 1980. Masalah Batuk pada Anak, Continuing Education Anak. Surabaya, FK-UNAIR Press.

Scott, S.A., 2000, Gennaro, A.R(Ed). The Prescriptions in: Remington’s The Science and Practice of Pharmacy. Ed. 20 th , Philadelphia: College of Pharmacy and Science, hal 1687-1688.

Setiabudy, 2007. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hal 585.

Soekardjo dan Siswandono, 2000. Kimia Medisinal Jilid II. Surabaya: Airlangga University Press, hal 1, 51-148.

Syamsuhidajat, S.S., Budiharto, M., dan Suharmiati, 1989. Tinjauan Peraturan Perundang-undangan tentang Apotek. Jakarta: DepKes RI.

Tan T. H., dan Rahardja, K., 2002, Obat-obat Penting, Edisi Kelima. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, hal 131-132.

Witoelar, Rachmat, 2006. Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan, Serasi Cinta Harmoni, Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup, hal 4-7.

Zainuddin, M., 2000. Metodologi Penelitian. Surabaya: Airlangga University Press, hal 35-36, 88-90.

(18)

0ÿ

232ÿ5ÿÿ

6789338ÿÿ

ÿ

ÿÿÿÿ

ÿ

ÿ!"ÿ#"$ÿ#%&'ÿ'ÿ& #ÿ(ÿ)(*"+ÿ%& #ÿ

'ÿ!"ÿ",&%ÿ'%!"ÿ& ÿ-)./01ÿ)./ÿ#%&'ÿ'ÿ

!"ÿ2ÿ##' ÿ&%& ÿ &3&$ÿ'44ÿ# ÿ(ÿ)(*"ÿ'(ÿ

$&ÿ5660ÿ(2ÿ'%7,"ÿ"4"%ÿ8+9:ÿ-&"( +ÿ;'"+ÿ566501ÿ

<%("%ÿ$",ÿ.=>?ÿ5660+ÿ2ÿ'%7,"ÿ)./ÿ"4"%ÿ(&ÿ'%"ÿ(%ÿ ,#ÿ'ÿ2ÿ("&%7ÿ-)./+ÿ!"ÿ",&%ÿ!"ÿ%*"+ÿ$'%"+ÿ&,ÿ

(ÿ"(0+ÿ(2ÿ'%7,"ÿ22ÿ'(ÿ2*,*2ÿ4ÿ-@9:0ÿ(ÿ4,ÿ-85:01ÿ

(ÿ $&ÿ566@ÿ4%("%ÿ( ÿ'%" "ÿ06ÿ'ÿ& #ÿ'(ÿ'"ÿ

%A ÿ3,ÿ(ÿ%&#$ÿ"ÿ(ÿ)(*"+ÿ2ÿ'%7,"ÿ"4"%ÿB+C:ÿ-;% *%ÿ

D(%,ÿ,ÿE(+ÿ;'"ÿ>)+ÿ566C01ÿÿ

; ÿ#&3&ÿ'%7,"ÿ)./ÿ (ÿ4%4(ÿ %ÿ,F,ÿ-5@:0ÿ

(ÿ'%#'&ÿ-58:01ÿ/2ÿ'%7,"ÿ)./ÿ#&%&ÿ(2ÿ#2 ÿ

&"ÿ-;% *%ÿD(%,ÿ,ÿE(+ÿ;'"+ÿ566C01ÿ?22ÿ2ÿ

'%7,"ÿ)./ÿ'(ÿ4ÿ(ÿ4,ÿ##'%,$ ÿ)./ÿ"42ÿ",$ÿ" &ÿ

'44ÿ& #ÿ# ÿ4ÿ-5G+H:0ÿ(ÿ4,ÿ-55+B:01ÿÿ

<%("%ÿ,'*%ÿ%" ÿ"$ ÿ("%ÿ$&ÿ566Gÿ'%*7"ÿDAÿ?#&%ÿ

('%*,$ÿ(%ÿ@Bÿ4&' ÿ(ÿDAÿ?#&%ÿ %(' ÿ0Gÿ4&' ÿ(2ÿ

'%7,"ÿ'ÿ)./ÿ 221ÿ<%("%ÿ(2*"ÿ' &2"ÿ"$ +ÿ

'%7,"ÿ)./ÿ(ÿ%*7"ÿDAÿ?#&%ÿ(,$ÿ("ÿH+8:1ÿ%7,"ÿ'ÿ

)./ÿ4%("%ÿ(2*"ÿ(ÿ(2*"ÿ23,ÿ%22ÿ'(ÿ,*#'*ÿ&#&%ÿ0ÿ

$&ÿ(ÿ0ÿIÿ8ÿ $&1ÿ.(2ÿ4%("%ÿ( ÿ(%ÿ;"ÿ="$ ÿ=* ÿ

E,2+ÿ3&#,$ÿ'(%ÿ)./ÿ'(ÿ $&ÿ566Bÿ(,$ÿ5G815B@ÿ*%2+ÿ(#ÿ

3&#,$ÿ'(&(&ÿB6G109Hÿ3Aÿ-@@+9B:01ÿ%7,"ÿ%22ÿ(3&#'ÿ'(ÿ4ÿ &"ÿHF00ÿ4&,1ÿ

?22ÿ'%7,"ÿ!"ÿ",&%ÿ'%'"ÿ& ÿ-)./0ÿ"%ÿ(#'ÿ

2ÿ(#4&,ÿ##4Aÿ4 ÿ'(ÿ 22ÿ'%"'ÿ*4 ÿ44"ÿ

(19)

0ÿ ÿ

ÿ

2345678ÿ9676ÿ6923ÿ39ÿ646ÿ26ÿ66ÿ9668ÿ323437866ÿ34668ÿ

538ÿ6288286ÿ766ÿ88ÿ234626ÿ56ÿ366ÿ7696ÿ3826ÿ68ÿ9646ÿ

888ÿ234266ÿ766ÿ366ÿ93886ÿ6288286ÿ3646ÿ23962ÿ66ÿ6ÿ

968ÿ66ÿ76ÿ3328ÿ9676ÿ346ÿ9683ÿ666ÿ32876ÿ239626ÿ936686ÿ

6288286ÿ766ÿ88ÿ34966ÿ6ÿ6ÿ348ÿ3ÿ6436ÿ7696ÿ3628ÿ

6ÿ2345678ÿ866ÿ2876ÿ23469686ÿ256ÿ234698ÿ76ÿ38626ÿ538538ÿ

6ÿ6ÿ43823ÿ66ÿ62ÿ2ÿ2ÿ838ÿ646ÿ934666ÿ62ÿÿ

486ÿÿ6ÿ3ÿ232ÿ6436ÿ6ÿ3686ÿ364ÿ6ÿ23432ÿ36ÿ

3769626ÿ6288286ÿ!6ÿ0"#"$ÿÿ

%3466669346666ÿ78626ÿ326ÿ32349676ÿ36ÿ

9438ÿ33626ÿ2ÿ362686ÿ92334ÿ736ÿ93666ÿ364686ÿ

76962ÿ349346ÿ3426ÿ36268ÿ9346666ÿ23432ÿ&3ÿ6436ÿ82ÿ934ÿ

7866ÿ9338286ÿ2326ÿ'%48ÿ%343396ÿ288286ÿ2ÿ(%ÿ78ÿ6923ÿ

39ÿ646ÿ26ÿ66)ÿ386ÿ76962ÿ783268ÿ948ÿ9343396ÿ

6288286ÿ2ÿ(%ÿ78ÿ6923ÿ39ÿ646ÿ26ÿ66ÿ

ÿ

*+,ÿ./0/123ÿ4212526ÿ

*+,+*ÿ7893:;<;=21;ÿ4212526ÿ

ÿ >666ÿ9343396ÿ6288286ÿ2ÿ(%ÿ3ÿ7234ÿ356786ÿ

26266ÿ68ÿ346ÿ692334ÿ2ÿ33268ÿ948ÿ9343396ÿ76ÿ

936ÿ6288286ÿ(%ÿ

ÿ

*+,+,ÿ?9@021252623ÿ

ÿ >668666ÿ948ÿ9343396ÿ6288286ÿ2ÿ(%ÿ78ÿ6923ÿ39ÿ

646ÿ78ÿ26ÿ66ÿ934873ÿA6648B3334ÿ0""Cÿ

ÿ

*+DÿE/F/23ÿ?9395;:;23ÿ

*+D+*ÿE/F/23ÿG0/0ÿ?9395;:;23ÿ

ÿ %338286ÿ88ÿ786ÿ2ÿ33268ÿ76ÿ33486ÿ6646ÿ

2326ÿ948ÿ9343396ÿ6288286ÿ2ÿ(%ÿ78ÿ6923ÿ39ÿ646ÿ78ÿ26ÿ

66ÿ

(20)

0ÿ ÿ

ÿ

23435ÿ7898ÿ88ÿÿ

ÿ ÿÿÿ !!"ÿÿ#$ ÿ%&'ÿ%!%ÿ

&ÿÿ()*ÿ+ÿ%&ÿ,% ÿ-#.ÿ,&ÿ/$ÿ"$ÿ#%ÿ

!%0ÿ

12ÿ&!!ÿ%$$ÿ&ÿ%+ÿ%$ÿ!!ÿ()*ÿ

42ÿ5&&$ÿ&ÿ"$ÿ%$ÿ"ÿ+$ÿ%+ÿ!!ÿ()*ÿ

02ÿ6ÿ!+ÿ&ÿ"$ÿ%$ÿ"ÿ+%ÿ

72ÿ8!ÿ()*ÿ%+ÿ ÿ499:ÿ+ÿ%&ÿ,% ÿ-#ÿ

ÿ

23<ÿ=>ÿÿ

ÿÿ+ %ÿ$ÿ+%ÿ##ÿ#'ÿ0ÿ

12ÿ/$ ÿ%&!!ÿ%$$ÿ&ÿÿ()*ÿ+ÿ%&ÿ

,% ÿ-#.ÿ,&ÿ/$2ÿ

42ÿ/$ ÿ$&&$ÿ&ÿ%ÿ!ÿ"$ÿ%$ÿ"ÿ

+$ÿÿ()*ÿ+ÿ%&ÿ,% ÿ-#.ÿ,&ÿ/$2ÿ

02ÿ/$ ÿÿ!+ÿ&ÿ"$ÿ%$ÿ"ÿ+$ÿ

%+ÿ!!ÿ()*ÿ+ÿ%&ÿ,% ÿ-#.ÿ,&ÿ/$2ÿ

72ÿ/$$#ÿ%8!ÿ()*ÿ+ÿ%&ÿ,% ÿ-#.ÿ! $$ÿ

+%ÿ+ÿ%$+ÿ&ÿ()*ÿ!?ÿ''2ÿ

ÿ

ÿ ÿ ÿ ÿ ÿ ÿ ÿ ÿ

Gambar

Tabel
Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku minum obat antibiotika golongan sefalosporin pada pasien rawat jalan penyakit

Golongan antibiotika dengan biaya paling tinggi adalah golongan penisilin (57,70%)dimana amoksisilin-klavulanat merupakan jenis antibiotika yang memiliki persentase

Pola peresepan antibiotika akan dijelaskan mengenai golongan, jenis, rute pemberian dan durasi pemakaian antibiotika yang diresepkan untuk pneumonia pada pasien stroke di Rumah

Data yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis antibiotika profilaksis yang paling banyak digunakan ialah golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu ceftriaxone yang

Pada tabel V.7 jenis antibiotika yang paling banyak digunakan pada pneumonia adalah seftriakson (golongan sefalosporin generasi 3) dan levofloksasin (golongan

Dari penelitian pada pasien berumur kurang dari 14 tahun dengan diagnosis pneumonia dapat disimpulkan bahwa golongan sefalosporin paling banyak digunakan sebagai

Profil resep dianalisa meliputi profil demografi pasien, profil dokter penulis resep, golongan obat yang paling banyak diresepkan, pengelompokkan obat berdasarkan kombinasi

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa peresepan obat batuk paling banyak ditujukan kepada kelompok umur balita 1- 5 tahun dengan