• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Perbankan Terhadap Kepuasan Nasbah pada Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Perbankan Terhadap Kepuasan Nasbah pada Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KUALITAS LAYANAN JASA PERBANKAN

TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK SUMUT

CABANG PEM BANTU SERIBU DOLOK

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Sarjana (S1)

Pada Program Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Disusun Oleh: LIA WINNI PURBA

110907043

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

ABSTRACT

A bank is a financial institution in Indonesia has a Major Role For Indonesian Economy continuity. As prayers one attempt for retain customers / consumer, can should bank determines policies and technology the right fence used to achieve the goals set. Where will affect the accuracy, accuracy, ability and speed hearts bank client service providing customers so that can given the extent to which customers feel services consisting of physical evidence dimensions (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), security ( assurance) and empathy (empathy) the bank party posted given.

Purpose of research husband is to investigate and analyze the influence of the quality of services consists differences physical evidence (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), assurance (assurance) and empathy (empathy) operates simultaneously and partial customer satisfaction hearts use bank services Sumut branch Seribudolok for more know which variable the predominant. Variables That used hearts research physical evidence is husband, reliability, responsiveness, assurance, and attention (x) as a free variable variable or tbk. and satisfaction consumer (y) as the dependent variable variable or bound. population the use namely entire customer of bank Sumut branch Seribudolok. the study sample was taken using husband engineering accidental sampling, sample the lead with slovin formula of 100 respondents. Using analysis technique multiple linear regression techniques.

Results Of Research Husband Is a Physical Evidence (tangibles), reliability (reliability), Responsiveness (responsiveness), Insurance (assurance), empathy (empathy), significant positive effect on customer satisfaction Operate Against the simultaneous and partially in Bank Sumut Branch Seribudolok and variable namely more dominant variable reliability (reability)

(3)

ABSTRAK

Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang ada di Indonesia yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu usaha untuk mempertahankan nasabah/konsumen, Bank harus dapat menentukan kebijakan maupun teknologi yang paling tepat digunakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dimana hal tersebut akan mempengaruhi ketepatan, keakuratan, kemampuan dan kecepatan bank dalam memberi pelayanan terhadap nasabah sehingga dapat diketahui sejauh mana para nasabah merasakan pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness),jaminan (assurance) dan empati (empathy) yang diberikan oleh pihak bank.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas bukti fisik (tangibles),keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy) secara simultan dan parsial terhadap kepuasan nasabah dalam menggunakan jasa Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok dan untuk mengetahui variabel mana yang lebih dominan. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan perhatian (X) sebagai variabel bebas atau variabel independen. Dan kepuasan konsumen (Y) sebagai variabel terikat atau variabel dependen. populasi yang digunakan yaitu seluruh nasabah Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling, sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin sebesar 100 responden. Teknik analisis menggunakan teknik regresi linier berganda.

Hasil dari penelitian ini adalah Bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan nasabah secara simultan dan parsial di Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok dan variabel yang lebih dominan yaitu variabel keandalan (reability)

(4)

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat

dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini. Dalam penyusunan

Skripsi ini penulis mengambil judul : “Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa

Perbankan Terhadap Kepuasan Nasbah pada Bank Sumut Cabang Pembantu

Seribudolok”.

Pada penyusunan Skripsi ini penulis mendapatkan bantuan serta bimbingan

dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan

ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof.Dr. Marlon Sihombing, M.A selaku ketua Jurusan Ilmu

Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Muhammad Arifin Nasution S.Sos, M.SP selaku Dosen

Pembimbing dan Sekretaris Jurusan Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis,

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Siswaty Saragi S.Sos, M.Sp selaku staff pada jurusan Ilmu

Administrasi Niaga/Bisnis

4. Kedua orang tua, Bapak dan Mama tercinta yang selalu memberikan

semangat dan dukungan

5. Seluruh dosen pengajar Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis yang telah

(5)

6. Bapak Pimpinan dan Wakil Pimpinan serta Karyawan Bank Sumut

Cabang Pembantu Seribudolok yang banyak membimbing dan

mengarahkan selama pelaksanaan penelitian

7. Teman-teman yang mendukung, memberikan semangat dalam penyusunan

Skripsi terkhusus bagi Elta, Asih, Octa, Uly, Herman ,Rosa, Rani,Donita

dan Vina.

8. Semua pihak yang telah membantu selesainya Skripsi ini yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapat

balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih banyak kekurangan baik

teknik penyajian materi maupun pembahasan. Demi kesempurnaan Skripsi ini,

saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga

Skripsi ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi

pihak yang membutuhkan.

Medan, 02 Juli 2015

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI………..……..... iii

DAFTAR TABEL………...….... vi

DAFTAR GAMBAR………... viii

BAB I PENDAHULUAN……….……… 1

1.1.Latar Belakang ………...……... 1

1.2.Rumusan Masalah... 9

1.3.Tujuan Penelitian………...……… 9

1.4.Manfaat Penelitian………...……… 10

BAB II KERANGKA TEORI ………...……….. 11

2.1. Kualitas Pelayanan………... 11

2.1.1. Defenisi Kualitas... 11

2.1.2. Defenisi Pelayanan... 13

2.1.3. Kualitas Layanan... 14

2.1.4. Tingkatan Harapan Konsumen terhadap Kualitas Layanan... 16

2.2. Jasa………... 17

2.2.1. Defenisi Jasa ………... 17

2.2.2. Klasifikasi Jasa... 19

2.2.3. Karakteristik Jasa……….. 22

2.3. Kepuasan Pelanggan ……... 23

2.3.1. Defenisi Kepuasan Pelanggan... 23

(7)

2.3.3. Harapan dan Kepuasan Pelanggan... 27

2.3.4. Strategi Kepuasan Pelanggan... 27

2.4. Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pelanggan... 30

2.5. Kerangka Konseptual... 31

BAB III METODE PENELITIAN………. 32

3.1. Bentuk Penelitian……… 32

3.2. Lokasi Penelitian ……… 33

3.3. Populasi dan Sampel ... 33

3.3.1. Populasi... 33

3.3.2. Sampel ... 33

3.4. Hipotesis ... 34

3.5. Defenisi Konsep ... 35

3.6. Defenisi Operasional ... 36

3.7. Teknik Pengumpulan Data ... 39

3.8. Skala Instrumen Penelitian... 41

3.9. Teknik Analisis Data ... 42

3.9.1. Uji Instrumen ... 42

3.9.2. Analisis Regresi Berganda ... 43

3.9.4. Uji Asumsi Klasik Regresi Berganda ... 44

3.9.5. Uji Hipotesis ... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN………... 48

4.1.Deskripsi Lokasi Penelitian….……… 48

4.1.1. Gambaran Umum Perusahaan... 48

(8)

4.1.3. Struktur Organisasi... 50

4.1.4. Pembagian Tugas... 51

4.2. Penyajian Data... ……….. 55

4.2.1. Deskripsi Responden... 55

4.2.2. Deskripsi Data Variabel Penelitian... 58

4.2.2.1. Deskripsi Data Variabel Kualitas Pelayanan (X)... 58

4.2.2.2. Deskripsi Data Variabel Kepuasan Nasabah (Y)... 68

4.3.Analisis Data... ... 69

4.3.1. Uji Validitas dan Uji Reabilitas... 69

4.3.2. Uji Asumsi Klasik Regresi Berganda... 74

4.3.3. Analisis Regresi Linear Berganda... 77

4.3.4. Koefisien Determinasi... 79

4.3.5. Uji Hipotesis... 79

4.3.6. Pembahasan Hasil Penelitian... 83

BAB V PENUTUP... 88

5.1. Kesimpulan... 88

5.2.Saran... ... 89

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Bank di Seribudolok... ... 4

Tabel 1.2. Penelitian Terdahulu ... 6

Tabel 3.1. Defenisi Operasional Variabel... 38

Tabel 3.2. Penentuan Skor Item... 41

Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia... 55

Tabel 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 56

Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan... 57

Tabel 4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan... 58

Tabel 4.5. Distribusi Tangapan Responden Mengenai Bukti Fisik (X1)……. 59

Tabel 4.6. Distribusi Tangapan Responden Mengenai Kehandalan (X2)…… 60

Tabel 4.7. Distribusi Tangapan Responden Mengenai Daya Tanggap (X3).... 62

Tabel 4.8. Distribusi Tangapan Responden Mengenai Jaminan (X4)... 64

Tabel 4.9. Distribusi Tangapan Responden Mengenai Empati (X5)... 66

Tabel 4.10. Distribusi Tangapan Responden Mengenai Kepuasan Nasabah... 68

Tabel 4.11.Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Bukti Fisik... 70

Tabel 4.12.Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Kehandalan... 70

(10)

Tabel 4.14.Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Jaminan... 72

Tabel 4.15.Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Bukti Empati... 72

Tabel 4.16.Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Kepuasan Nasabah... 73

Tabel 4.17.Hasil Uji Multikolinearitas... 75

Tabel 4.18.Hasil Analisis Regresi... 77

Tabel 4.19.Koefisien Determinasi... 79

Tabel 4.20.Hasil Uji F... 80

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Konsep Kepuasan Pelanggan... 24

Gambar 2.2. Kerangka Konseptual... 31

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Bank Sumut Cabang Pembantu Saribudolok.. 50

Gambar 4.2. Hasil Uji Normalitas... 74

(12)

ABSTRACT

A bank is a financial institution in Indonesia has a Major Role For Indonesian Economy continuity. As prayers one attempt for retain customers / consumer, can should bank determines policies and technology the right fence used to achieve the goals set. Where will affect the accuracy, accuracy, ability and speed hearts bank client service providing customers so that can given the extent to which customers feel services consisting of physical evidence dimensions (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), security ( assurance) and empathy (empathy) the bank party posted given.

Purpose of research husband is to investigate and analyze the influence of the quality of services consists differences physical evidence (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), assurance (assurance) and empathy (empathy) operates simultaneously and partial customer satisfaction hearts use bank services Sumut branch Seribudolok for more know which variable the predominant. Variables That used hearts research physical evidence is husband, reliability, responsiveness, assurance, and attention (x) as a free variable variable or tbk. and satisfaction consumer (y) as the dependent variable variable or bound. population the use namely entire customer of bank Sumut branch Seribudolok. the study sample was taken using husband engineering accidental sampling, sample the lead with slovin formula of 100 respondents. Using analysis technique multiple linear regression techniques.

Results Of Research Husband Is a Physical Evidence (tangibles), reliability (reliability), Responsiveness (responsiveness), Insurance (assurance), empathy (empathy), significant positive effect on customer satisfaction Operate Against the simultaneous and partially in Bank Sumut Branch Seribudolok and variable namely more dominant variable reliability (reability)

(13)

ABSTRAK

Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang ada di Indonesia yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu usaha untuk mempertahankan nasabah/konsumen, Bank harus dapat menentukan kebijakan maupun teknologi yang paling tepat digunakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dimana hal tersebut akan mempengaruhi ketepatan, keakuratan, kemampuan dan kecepatan bank dalam memberi pelayanan terhadap nasabah sehingga dapat diketahui sejauh mana para nasabah merasakan pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness),jaminan (assurance) dan empati (empathy) yang diberikan oleh pihak bank.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas bukti fisik (tangibles),keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy) secara simultan dan parsial terhadap kepuasan nasabah dalam menggunakan jasa Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok dan untuk mengetahui variabel mana yang lebih dominan. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan perhatian (X) sebagai variabel bebas atau variabel independen. Dan kepuasan konsumen (Y) sebagai variabel terikat atau variabel dependen. populasi yang digunakan yaitu seluruh nasabah Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling, sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin sebesar 100 responden. Teknik analisis menggunakan teknik regresi linier berganda.

Hasil dari penelitian ini adalah Bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan nasabah secara simultan dan parsial di Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok dan variabel yang lebih dominan yaitu variabel keandalan (reability)

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Setiap orang yang mendirikan suatu usaha tentu menginginkan usahanya

dapat hidup terus-menerus tanpa dibatasi oleh waktu. Hal ini merupakan salah

satu tujuan didirikannya suatu perusahaan. Dapat hidup terus-menerus artinya

dapat terus beroperasi, berkembang mengikuti laba dan panjang umur. Semakin

panjang umur suatu perusahaan, semakin baik. Agar suatu perusahaan panjang

umur, perlu dicarikan resep untuk mengatasinya. Resepnya adalah terus dilakukan

dan ditingkatkan omzet penjualannya atau jumlah pelanggannya (nasabah) karena

hanya dengan meningkatkan omzet penjualan, atau jumlah pelanggan, tujuan

dapat tercapai.

Memperoleh keuntungan merupakan tujuan utama berdirinya suatu badan

usaha, baik badan usaha yang berbentuk Perseroaan Terbatas (PT), Yayasan

maupun bentuk-bentuk badan usaha lainnya. Keuntungan yang diperoleh tidak

saja digunakan untuk membiayai operasi perusahaan , seperti membayar gaji serta

biaya-biaya lainnya, tetapi juga digunakan untuk ekspansi perusahaan melalui

berbagai kegiatan dimasa yang akan datang.

Setiap perusahaan memiliki ciri-ciri dan karakteristik tersendiri sehingga

dalam pengelolaannya pun harus disesuaikan dengan ciri dan karakteristik

perusahaan tersebut. Salah satu ciri atau karakteristik yang sangat berbeda adalah

antara perusahaan yang menjual produk yang berbentuk barang dan perusahaan

(15)

memerlukan pengelolaan yang berbeda, walau dalam banyak hal terdapat

kesamaan pengelolaan. Kemudian diantara perusahaan yang menjual produk jasa

pun terdapat perbedaan, hal ini disebabkan jasa yang ditawarkan juga beragam

bentuk dan karakteristiknya.

Salah satu perusahaan yang menjual jasa adalah perusahaan yang bergerak

dalam bidang perbankan atau lebih dikenal dengan nama bank. Bank merupakan

perusahaan yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Fungsi bank merupakan perantara diantara masyarakat yang membutuhkan dana

dengan masyarakat yang kelebihan dana, disamping menyediakan jasa-jasa

keuangan lainnya. Oleh karena itu, bank berfungsi sebagai perantara keuangan,

dalam hal ini faktor “kepercayaan” dari masyarakat merupakan faktor utama

dalam menjalankan perbankan. Bank dihadapkan berbagai upaya untuk menjaga

kepercayaan tersebut, sehingga dapat memperoleh simpati dari para calon

nasabahnya (Kasmir,2014:5).

Bisnis perbankan di Indonesia di era tahun 1960-an dan 70-an merupakan

bisnis yang belum begitu terkenal. Kesan bank masih angker, bank tidak perlu

mencari nasabah, tetapi sebaliknya nasabahlah yang datang mencari bank.

Kemudian era tahun 80-an dan era 90-an kesan dunia perbankan menjadi terbalik

karena di era ini justru perbankan mulai aktif mengejar nasabah. Bahkan dengan

keluarnya pakto 88 tahun 1998 dan keluarnya UU no. 7 tahun 1992, perbankan di

Indonesia tumbuh subur, puluhan bank baru berdiri. Maka secara tidak langsung

telah mengakibatkan liberalisasi sektor perbankan yang mendorong munculnya

bank-bank baru dan masuknya cabang-cabang bank asing di Indonesia, sehingga

(16)

menghadapi hal tersebut maka tiap perusahaan di bidang perbankan perlu

memperbaiki kinerjanya dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta

kualitas pelayanan kepada nasabah.

Pelayanan yang baik akan mampu memberikan kepuasaan pada pelanggan,

disamping akan mampu mempertahankan pelanggan yang ada untuk terus

mengonsumsi atau membeli produk yang ditawarkan, dan untuk menarik calon

pelanggan baru untuk mencobanya. Pelayanan yang optimal pada akhirnya juga

akan mampu meningkan image perusahaan sehingga citra perusahaan di mata

pelanggannya terus meningkat pula.

Perusahaan yang gagal memuaskan konsumen/nasabah melalui

pelayanannya akan menghadapi masalah yang kompleks, salah satu diantaranya

jika konsumen/nasabah merasa tidak puas akan menyampaikan pengalaman

buruknya kepada orang lain. Oleh karena itu setiap perusahaan wajib

merencanakan, mengorganisasikan, mengimplementasikan, dan mengendalikan

sistem kualitas sedemikian rupa, sehingga pelayanan dapat memuaskan para

pelanggannya.

Menurut Lovelock dalam Tjiptono (2004:3) di dalam pemasaran bank

kualitas pelayanan bank yang sangat baik dan efektif akan meningkatkan

kepuasan pada nasabah dan loyalitas konsumen. Dengan demikian kualitas

pelayanan harus benar-benar dikelola secara profesional, karena bank adalah

perusahaan yang bergerak dibidang jasa yaitu memberikan pelayanan pada

nasabahnya. Penilaian akan kualitas layanan dikembangkan oleh Leonard L.Barry,

A Parasuraman dan Zeithaml (1996) dalam Laksana (2008:85)yang dikenal

(17)

kualitas yaitu tangibles (bukti langsung), realibility (kehandalan), responsiveness

(daya tanggap), assurance (jaminan) dan emphaty (empati).

Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok merupakan Bank

Pembangunan Daerah Sumatera Utara dan merupakan salah satu kantor cabang

pembantu dari Bank Sumut. Sesuai dengan Motto yang dimiliki oleh Bank Sumut

“Memberikan Pelayanan Terbaik” upaya peningkatan kualitas pelayanan oleh

Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok selalu berusaha untuk menemukan

cara-cara yang berorientasi pada nasabah. Namun, apakah hal tersebut telah

benar-benar dapat memberikan kepuasan bagi nasabah Bank Sumut Cabang

Pembantu Seribudolok bila dilihat dari lima dimensi pelayanan yaitu tangibles

(bukti langsung), realibility (kehandalan), responsiveness (daya tanggap),

assurance (jaminan) dan emphaty (empati).

Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok perlu mengidentifikasi apakah

pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan nasabah. Apabila harapan

nasabah lebih besar dari tingkat layanan yang diterima maka nasabah tidak puas.

Sebaliknya apabila harapan nasabah sama atau lebih kecil dari tingkat layanan

yang diterima, maka nasabah akan puas.

Pada tabel 1.1 dapat dilihat jumlah bank yang ada di seribudolok.

Tabel 1.1. Bank di Seribudolok

Bank BPR Buana

Agribisnis

Bank BRI

(18)

Bank Sumut

Bank BPR NBP 7

Sumber : Hasil Observasi Penelitian 2015

Persaingan dalam dunia bank ini semakin hari semakin ketat, sehingga

setiap usaha dijalankan oleh suatu bank banyak mengalami hambatan-hambatan.

Untuk mengatasi hal ini, bank harus dapat membentuk suatu strategi bisnis yang

baik. Persaingan di bidang perbankan ini bukan hal yang baru, dimana jumlah

bank sudah sangat banyak. Demikian juga dengan banyaknya masyarakat

Indonesia yang merasa membutuhkan bank.

Berdasarkan keberadaan bank-bank yang ada di seribudolok, maka bank

Sumut Cabang Pembantu Seribudolok meningkatkan kualitas jasa layanan

perbankannya dalam meningkatkan kepuasan nasabah sehingga dapat bersaing

secara sehat antara bank terkhusus dengan bank nasional milik negara.

Sebagai salah satu usaha untuk mempertahankan nasabah/konsumen, Bank

Sumut Cabang Pembantu Seribudolok harus dapat menentukan kebijakan maupun

teknologi yang paling tepat digunakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Dimana hal tersebut akan mempengaruhi ketepatan, keakuratan, kemampuan dan

kecepatan bank dalam memberi pelayanan terhadap nasabah.

Berdasarkan uraian diatas, maka penyusun tertarik untuk mengadakan

penelitian dengan judul “PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP

KEPUASAN NASABAH PADA BANK SUMUT CABANG PEMBANTU

(19)
[image:19.595.108.519.138.761.2]

Tabel 1.2

Penelitian Terdahulu

Nama/Tahun Judul

Penelitian Tujuan Penelitian Metode Penelitian Kesimpulan Juzan Tri Hartono (2010) / Universitaa Gunadarma Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Perbankan Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi

Kasus pada PD

BPR Bank Jogja) Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan jasa

yang terdiri dari

(20)

Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Terhadap Kepuasan Nasabah Pada PT.Bank Negara Indonesia (Persero) TBK Kantor Cabang Utama (KCU) Pelembang kualitas pelayanan jasa

yang terdiri dari

tangible, reability, responsiveness, assurance, emphaty terhadap kepuasan nasabah.

berganda responsiveness

memiliki pengaruh terhadap kepuasan nasabah. Variabel

Assurance dan

emphaty tidak

ada pengaruh terhadap kepuasan nasabah. Gusti Ayu Putu Ratih Kusuma Dewi (2014), Universitas Udayana Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Nasabah PT

BPR HOKI di

Kabupaten Tabanan Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah, untuk mengetahui pengaruh kepuasan terhadap loyalitas nasabah, untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah PT BPR Hoki Penelitian dengan melaksanakan proyek riset. Termasuk penelitian kausal dengan menggunakan metode analisis data SEM (Structural Equation Modellling) dengan Program AMOS (Analysis of Momen Structure). Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan

nasabah PT BPR

(21)

Kabupaten

Tabanan.

loyalitas

nasabah pada PT

BPR Hoki. Christiana Okky Augusta Lovenia (2012) / Universitas Diponegoro Semarang Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Untuk menguji dan menganalisis pengaruh wujud fisik, empati, keandalan, daya tanggap, dan jaminan pelayanan terhadap kepuasan nasabah.dan mengan Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda Wujud fisik, empati, keandalan, daya tanggap dan jaminan pelayanan memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan nasabah.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, permasalahan yang dapat

dirumuskan dalam penelitian ini adalah

1. Apakah kualitas pelayanan yang terdiri dari lima dimensi pelayanan

yaitu tangibles (bukti langsung), realibility (kehandalan),

responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan emphaty

(empati) berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap

kepuasan nasabah pada Bank Sumut Seribudolok ?

2. Apakah kualitas pelayanan yang terdiri dari lima dimensi pelayanan

yaitu tangibles (bukti langsung), realibility (kehandalan),

(22)

(empati) berpengaruh secara parsial (individu) terhadap kepuasan

nasabah pada Bank Sumut Seribudolok ?

3. Variabel apakah yang paling dominan berpengaruh terhadap Kepuasan

Nasabah Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian pokok masalah yang telah dipaparkan adapun tujuan

penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayananan dari lima dimensi

kualitas pelayanan yaitu tangibles (bukti langsung), realibility

(kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan

emphaty (empati) apakah berpengaruh secara simultan (bersama-sama)

terhadap kepuasan nasabah pada Bank Sumut Cabang Pembantu

Seribudolok.

2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayananan dari lima dimensi

kualitas pelayanan yaitu tangibles (bukti langsung), realibility

(kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan

emphaty (empati) apakah berpengaruh secara parsial (individu)

terhadap kepuasan nasabah pada Bank Sumut Cabang Pembantu

Seribudolok

3. Untuk mengetahui variabel mana yang lebih dominan diantara lima

(23)

3.1. Manfaat Penelitian

a. Bagi Peneliti, yaitu mendapat dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta

lebih mengerti dan memahami teori-teori dari proses perkuliahan yang

dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

b. Bagi Akademis, Menambah wawasan keilmuan bagi pembaca tentang

manajemen kualitas pelayanan jasa dan hubungannya dengan kepuasan

nasabah yang diaplikasikan dalam bidang perbankan.

c. Bagi Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok

Dapat dijadikan sebagai tambahan formasi bagi pihak bank dalam usaha

meningkatkan kualitas pelayanan supaya lebih memuaskan nasabah serta

untuk mempertahankan tingkat pelayanan dengan menekankan pada

(24)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1. Kualitas Pelayanan

2.1.1. Defenisi Kualitas

Menurut Tjiptono (1997:3), kualitas merupakan kondisi dinamis yang

berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang

memenuhi atau melebihi harapan. Sehingga defenisi kualitas pelayanan dapat

diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta

ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen.

Konsep kualitas sering diangap sebagai ukuran relative kebaikan suatu

produk atau jasa yang terdiri atas kualitas desain dan kualitas kesesuaian. Kualitas

desain merupakan fungsi spesifikasi produk, sedangkan kualitas kesesuaian adalah

suatu ukuran seberapa jauh suatu produk mampu memenuhi persyaratan atau

spesifikasi kualtas yang talah ditetapkan. Dalam perspektif Total Quality

Management, kualitas dipandang secara lebih luas, dimana tidak hanya aspek

hasil saja yang ditekankan, melainkan juga meliputi proses, lingkungan dan

manusia.

Banyak kriteria atau ukuran kualitas yang bervariasi dan cenderung terus

dapat berubah sepanjang waktu, maka tidaklah mudah untuk mendefenisikan

kualitas secara tepat. Namun demikian para ahli berpendapat bahwa kualitas

secara konvensional menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk

(25)

Menurut Garvin, ada lima macam perspektif kualitas yang berkembang (Tjiptono,

2004) yaitu :

1. Transcendentalapproach

Dalam pendekatan ini kualitas dipandang sebagai innate excellence,

dimana kualitas dapat dirasakan atau diketahui, tetapi sulit didefenisika

dan dioperasionalisasikan.

2. Product-basedapproach

Pendekatan ini menganggap bahwa kualitas merupakan karakteristik atau

atribut yang dapat dikuantitatifkan dan dapat diukur perbedaan. Perbedaan

dalam kualitas mencerminkan perbedaan dalam jumlah beberapa unsure

atau atribut yang dimiliki produk.

3. User-basedapproach

Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada

orang yang memandangnya, sehingga produk yang paling memuaskan

preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas paling tinggi.

4. Manufactaring-basedapproach

Perspektif ini bersifat supply-based dan terutama memperhatikan

praktik-praktik perekayasaan dan pemanufakturan, serta mendefenisikan kualitas

sebagai kesesuaian/sama dengan persyaratan. Dalam sector jasa, dapat

dikatakan bahwa kualitasnya bersifat operations-driven.

5. Value-basedapproach

Pendekatan ini memandang kualitas dari segi nilai dan harga. Dengan

(26)

perspektif ini bersifat relatif, sehingga produk yang memiliki kualitas

paling tinggi belum tentu produk yang paling bernilai.

2.1.2. Defenisi Pelayanan

Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat

tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi

antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh

perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan

permasalahan konsumen/pelanggan (Ratminto & Winarsih,2005:2).

Pelayanan menurut Kasmir (2005:15) merupakan tindakan atau perbuatan

seseorang atau organisasi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan atau

nasabah. Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir semua jenis produk yang

ditawarkan memerlukan pelayanan dari karyawan perusahaan. Hanya saja

pelayanan yang diberikan terkadang berbentuk langsung dan tidak langsung.

Untuk produk bank, dan lembaga keuangan lainnya (seperti asuransi, leasing,

pegadaian, dan lain-lain) ada yang memerlukan pelayanan langsung seperti

penyetoran uang tunai, pengajuan kredit atau pembelian produk lainnya. Dalam

pelayanan tersebut ada yang memerlukan penjelasan, baik sekadarnya atau secara

rinci. Namun ada juga produk bank yang tidak memerlukan pelayanan karyawan

misalnya pelayanan yang diberikan oleh mesin ATM.

2.1.3. Kualitas Layanan

Lovelock dalam Purnama (2005:19) memberikan pengertian kualitas

pelayanan sebagai tingkat kesempurnaan yang diharapkan dan pengendalian atas

(27)

Parasuraman et al. (1998) dalam Purnama (2005:19) merupakan perbandingan

antara layanan yang dirasakan (persepsi) konsumen dengan kualitas layanan yang

diharapkan konsumen. Jika kualitas layanan yang dirasakan sama atau merlebihi

kualitas layanan yang diharapkan, maka dikatakan berkualitas dan memuaskan.

Gronross (1990) dalam Purnama (2005:20) menyatakan bahwa kualitas

layanan meliputi :

1. Kualitas fungsi, yang menekankan bagaimana layanan dilaksanakan,

terdiri dari: dimensi kontak dengan konsumen, sikap dan perilaku,

hubungan internal, penampilan, kemudahan akses, dan service

mindedness.

2. Kualitas teknis dengan kualitas output yang dirasakan konsumen,

meliputi harga, ketepatan waktu, kecepatan layanan, dan estetika

output.

3. Reputasi perusahaan, yang dicerminkan oleh citra perusahaan dan

reputasi di mata konsumen.

Menurut Parasuraman, et al (1998) dalam Purnama (2005:22 menyajikan

kualitas pelayanan dalam dimensi yang dikenal sebagai SERVQUAL , sebagai

berikut :

1. Bukti Fisik (Tangible)

Dimensi pelayanan yang menitikberatkan pada elemen-elemen yang

mewakili pelayanan secara fisik, berupa penampilan fasilitas fisik,

peralatan dan berbagai materi komunikasi. Penampilan, sarana, dan

prasarana fisik perusahaan serta keadaan lingkungan sekitarnya adalah

(28)

2. Kehandalan (Realibility)

Kemampuan untuk memberikan jasa sebagaimana yang dijanjikan dengan

segera,akurat, dan memuaskan. Sesuai dengan harapan pelanggan berarti

kinerja yang tepat waktu, pelayanan tanpa kesalahan, sikap simpatik, dan

akurasi tinggi.

3. Daya Tanggap (Responsiveness)

Keinginan dari para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan

pelayanan dengan cepat serta mendengar dan mengatasi keluhan yang

diajukan pelanggan.

4. Jaminan (Asurance)

Mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat

dipercaya yang dimiliki para staf; bebas dari bahaya, risiko atau keraguan.

Dimensi ini menitikberatkan pada perilaku personel jasa untuk perhatian

terhadap pelanggan.

5. Empati (Emphaty)

Kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian

pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan.

2.1.4. Tingkatan Harapan Konsumen (Nasabah) terhadap Kualitas Layanan

Menurut Parasuraman, et al.(1993) dalam Purnama (2005:29) terdapat tiga

(29)

1. Desired Service Ecpectation

Tingakatan layanan yang diharapkan akan diterima konsumen (nasabah).

Tingkatan ini merupakan tingkatan tertinggi/maksimal layanan yang

diharapkan akan diterima konsumen.

2. Predicated Service Ecpectation

Tingkatan layanan yang diprakirakan akan diterima konsumen. Tingkatan

ini dibawah Desired Service Ecpectation.

3. Adequate Service Ecpectation

Tingkatan layanan yang akan diterima konsumen. Tingkatan ini

merupakan tingkatan terendah dibawah Desired Service Ecpectation dan

Predicated Service Ecpectation dan bersifat kompronis, setelah melihat

proses layanan maupun situasi yang terjadi.

Desired Service Ecpectation dan Predicated Service Ecpectation

didasarkan pada pengalaman masa lalu, informasi dari mulut ke mulut, dan janji

yang disampaikan perusahaan, baik eksplisit maupun implisit. Predicated Service

Ecpectation juga didasarkan pada persyaratan yang bersifat permanen/abadi

(enduring service requirements) dan kebutuhan personal. Adequate Service

Ecpectation didasarkan pada alternatif layanan personal, faktor situasi, dan

(30)

2.2. Jasa

2.2.1. Defenisi Jasa

Jasa adalah suatu aktivitas ekonomi yang ditawarkan oleh satu pihak

kepada pihak lain. Sering kali kegiatan yang dilakukan dalam jangka waktu

tertentu (time-based), dalam bentuk suatu kegiatan (performances) yang akan

membawa hasil yang diinginkan kepada penerima, obyek, maupun asset-aset

lainnya yang menjadi tanggung jawab dari pembeli. Sebagai pertukaran dari

uang, waktu dan upaya, pelanggan jasa berharap akan mendapatkan nilai (value)

dari suatu akses ke barang-barang, tenaga kerja, tenaga ahli, fasilitas, jejaring dan

sistem tertentu, tetapi para pelanggan biasanya tidak akan mendapatkan hak milik

dari unsur-unsur fisik yang terlibat dalam penyediaan jasa tersebut

(Loverlock,Wirtz & Mussry, 2010:3).

Jasa meliputi berbagai macam aktivitas yang berbeda dan kompleks

sehingga sulit untuk didefenisikan. Kata jasa (service), awalnya diasiosiasikan

dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pembantu (servant) untuk majikannya.

Seiring dengan waktu, pengertiannya semakin luas, didalam kamus defenisinya

adalan “suatu kegiatan yang bersifat melayani, membantu, dan melakukan hal

yang bermanfaat bagi orang lain; perilaku yang ditujukan menjaga kesejahteraan

dan keunggulan orang lain.

Jasa menurut Kotler (dalam Tjiptono, 2004:6) merupakan setiap tindakan

atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang

(31)

kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bias berhubungan dengan produk fisik maupun

tidak.

Penawaran suatu perusahaan kepada pasar biasanya mencakup beberapa

jenis jasa. Komponen jasa ini dapat merupakan bagian kecil ataupun bagian

utama/pokok dari keseluruhan penawaran tersebut. Pada kenyatannya, suatu

penawaran dapat bervariasi dari dua kutub ekstrim, yaitu murni berupa barang

pada satu sisi dan jasa murni pada sisi lainnya. Berdasarkan kriterian ini,

penawaran suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi lima kategori, yaitu :

1. Produk fisik murni

Penawaran semata-mata hanya terdiri atas produk fisik, misalnya sabun

mandi, pasta gigi, atau sabun cuci, tanpa ada jasa atau pelayanan yang

menyertai produk tersebut.

2. Produk fisik dengan jasa pendukung

Pada kategori ini penawaran terdiri atas suatu produk fisik yang disertai

dengan satu atau beberapa jasa untuk meningkatkan daya tarik pada

konsumennya. Misalnya produsen mobil harus memberikan penawaran

yang jauh lebih banyak daripada hanya mobil saja, yaitu bisa meliputi jasa

pengantaran, reparasi, pemasangan suku cadang, dan sebagainya. Dalam

kategori ini jasa dapat pula didefenisikan sebagai kegiatan yang dilakukan

perusahaan kepada pelanggan yang telah membeli produknya.

3. Hybrid

(32)

4. Jasa utama yang didukung dengan barang dan jasa minor

Penawaran terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa

tambahan (pelengkap) dan/atau barang-barang pendukung. Contohnya

penumpang pesawat yang membeli jasa transportasi. Selama menempuh

perjalanan menuju tempat tujuannya, ada beberapa unsur produk fisik

yang terlibat, seperti makanan dan minuman, majalah atau surat kabar

yang disediakan, dan lain-lain. Jasa seperti ini memerlukan barang yang

bersifat kapital intensif untuk realisasinya, tetapi penawaran utamanya

adalah jasa.

5. Jasa murni

Penawaran hampir seluruhnya berupa jasa. Misalnya fisioterapi, konsultasi

psikologi, pemijatan dan lain-lain.

2.2.2. Klasifikasi Jasa

Banyak pakar yang melakukan klasifikasi jasa, dimana masing-masing ahli

menggunakan dasar pembedaan yang disesuaikan dengan sudut pandangnya

masing-masing. Klasifikasi jasa dapat dilakukan berdasarkan tujuh kriteria

(Lovelock 1987, dalam Tjiptono 2004:8), yaitu:

1. Segmen Pasar

Berdasarkan segmen pasar, jasa dapat dibedakan menjadi jasa kepada

konsumen akhir (misalnya taksi, asuransi jiwa, dan pendidikan) dan jasa

kepada konsumen organisasional (misalnya jasa akuntasi dan perpajakan,

jasa konsultasi manajemen, dan jasa konsultasi hukum).

(33)

Kriteria ini berhubunan dengan tingkat keterlibatan produk fisik dengan

konsumen. Berdasarkan kritera ini, jasa dapat dibedakan menjadi tiga

macam, yaitu:

a. Rented goods service, dalam jenis ini konsumen menyewa dan

menggunakan produk-produk tertentu berdasarkan tarif tertentu selama

jangka waktu tertentu. Contohnya penyewaan mobil, villa, apartemen

dan lain-lain.

b. Owned goods service, produk-produk yang dimiliki konsumen

direparasi, dikembangkan atau ditingkatkan unjuk kerjanya, atau

dipelihara/dirawat oleh perusahaan jasa. Jenis jasa ini juga mencakup

perubahan bentuk pada produk yang dimiliki konsumen. Contohnya

jasa reparasi.

c. Non-good service, karakteristik khusus pada jenis ini adalah jasa

personal bersifat intangible (tidak berbentuk produk fisik) ditawarkan

kepada para pelanggan. Contohnya supir, dosen, tutor, pemandu wisata

dan lain-lain.

3. Keterampilan penyedia jasa

Berdasarkan tingkat keterampilan penyedia jasa, jasa terdiri atas

professional service dan nonprofessional service. Pada jasa yang

memerlukan keterampilan tinggi dalam proses operasinya, pelanggan

cenderung sangat selektif dalam memilih penyedia jasa.

4. Tujuan organisasi jasa

Berdasarkan tujuann organisasi, jasa dapat dibagi menjadi commercial

(34)

dan nonprofit service (misalnya sekolah, yayasan sana bantuan, panti

asuhan, panti wreda, perpustakaan, dan museum).

5. Regulasi

Dari aspek regulasi, jasa dapat dibagi menjadi regulated service (misalnya

pialang, angkutan umum, dan perbankan) dan nonregulated service

(seperti makelar, katering,dan pengecatan umum).

6. Tingkat intensitas karyawan

Berdasarkan tingkat intensitas karyawan (keterlibatan tenaga kerja), jasa

dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu equipment based service

(seperti cuci mobil otomatis, jasa sambungan telopon jarak jauh, ATM,

dan binatu) dan people based service (seperti pelatih sepak bola, satpam,

jasa akuntansi, konsultasi manajemen, dan konsultasi hukum).

7. Tingkat kontak penyedia jasa dan pelanggan

Berdasarkan tingkat kontak , secara umum jasa dapat dibagi menjadi high

contact service (seperti universitas, bank, dokter dan pegadaian) dan low

contactservice (misalnya bioskop).

2.2.3. Karakteristik Jasa

Ada empat karakteristik pokok pada jasa yang membedakannya dengan

barang. Keempat karakteristik tersebut meliputi:

1. Intangibility

Jasa bersifat intangible, artinya tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, dicium,

atau didengar sebelum dibeli. Konsep intingable ini sendiri memiliki dua

(35)

a. Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa

b. Sesuatu yang tidak mudah didefenisikan, diformulasikan, atau

dipahami secara rohaniah.

Seseorang tidak dapat menilai hasil dari jasa sebelum ia menikmatinya

sendiri. Bila pelanggan membeli jasa, maka ia hanya menggunakan,

memanfaatkan, atau menyewa jasa tersebut. Pelanggan tersebut tidak

memiliki jasa yang dibelinya. Oleh karena itu untuk mengurangi

ketidakpastian, para pelanggan memperhatikan tanda-tanda atau bukti

kualitas jasa tersebut.

2. Insperability

Suatu jasa tidak dapat dipisahkan dari sumber pemberinya. Pemberian jasa

kehadiran pemberi jasa, baik berupa alat atau manusia. Jadi produksi dan

konsumsi terjadi bersama-sama dengan pemberian jasa.

3. Variability

Jasa bersifat sangant variabel karena merupakan nonstandardized output,

artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pada siapa,

kapan dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

4. Perishability

Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan.

Kondisi tersebut tidak akan menjadi masalah jika permintaannya konstan.

Tetapi kenyataannya permintaan pelanggan akan jasa umumnya sangat

bervariasi dan dipengaruhi faktor musiman, misalnya permintaan akan jasa

(36)

baru; permintaan akan jasa-jasa rekreasi dan hiburan meningkat selama

musim liburan, dan sebagainya.

2.3. Kepuasan Pelanggan (Nasabah)

2.3.1. Defenisi Kepuasan Pelanggan (Nasabah)

Banyak pakar yang memberikan defenisi mengenai kepuasan pelanggan.

Day (dalam Tse dan Wilton, 1998) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah

respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian/diskonfirmasi yang dirasakan

antara harapan sebelumnya (atau norma kerja lainnya) dan kinerja aktual produk

yang dirasakan setelah pemakainnya. Engel, et al (1990) mengungkapkan bahwa

kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purnabeli dimana alternatif yang dipilih

sekurang-kurangnya memberikan hasil sama atau melampaui harapan pelanggan,

sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi

harapan pelanggan. Sedangkan Kotler (1994) mendefenisikan kepuasan pelanggan

adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang

(37)
[image:37.595.163.526.133.477.2]

Gambar 2.1

Konsep kepuasan Pelangaan

Sumber : Tjiptono, Fandy (1995), Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Penerbit Andi

Offset,p.28.

2.3.2. Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan setiap perusahaan untuk

mengukur dan memantau kepuasan pelanggannya (juga pelanggan perusahaan

pesaing). Kotler (1994) mengemukakan 4 metode untuk mengukur kepuasan

pelanggan, yaitu: Tujuan Perusahaan

PRODUK

Nilai Produk bagi Pelanggan

Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan

Harapan Pelanggan terhadap Produk

(38)

1. Sistem Keluhan dan Saran

Setiap perusahaan yang berorientasi pada pelanggan (costumer oriented)

perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pelanggannya

untuk menyampaikan saran, pendapat, dan keluhan mereka. Media yang

biasa digunakan meliputi kotak saran yang diletakkan ditempat-tempat

strategis, menyediakan kartu komentar, menyediakan saluran telepon

khusus dan lain-lain. Informasi yang diperoleh melalui metode ini dapat

memberika ide-ide baru dan masukan yang berharga kepada perusahaan,

sehingga memungkinnya untuk memberikan respon secara cepat dan

tanggap terhadap setiap masalah yang timbul.

2. Survai Kepuasan Pelanggan

Melalui survai, perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan balik

secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan tanda

positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya.

Pengukuran kepuasan melalui metode ini dapat dilakukan dengan berbagai

cara, diantaranya:

a. Directly reported satisfaction

Pengukuran dilakukan secara langsung melalui pertanyaan seperti

“ungkapkan seberapa puas saudara terhadap pelayanan PT.XXX pada

skala berikut : sangat puas, tidak puas, netral, sangat tidak puas.

b. Direved dissatisfaction

Pertanyaan diajukan menyangkut dua hal utama, yakni besarnya

harapan pelanggan terhadap atribut tertentu dan besarnya kinerja yang

(39)

c. Problem analysis

Pelanggan yang dijadikan responden diminta untuk mengunkapkan

dua hal pokok utama. Pertama, masalah-masalah mereka hadapi

berkaitan dengan penawaran dari perusahaan. Kedua, saran-saran

untuk perbaikan.

d. Importance-performance analysis

Dalam teknik ini, responden diminta untuk meranking berbagai elemen

dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen tersebut.

Selain itu responden diminta meranking seberapa baik kinerja

perusahaan dalam masing-masing elemen/atribut tersebut.

3. Ghost Shopping

Metode ini dilakukan dengan cara mempekerjakan beberapa orang untuk

berperan atau bersikap sebagai pelanggan/pembeli potensial produk

perusahaan dan pesaing. Para Ghost Shopper juga dapat mengamati atau

menilai cara perusahaan dan pesaingnya menjawab pertanyaan pelanggan

dan menangani setiap keluhan.

4. Lost Costumer analysis

Perusahaan berusaha menghubungi para pelanggannya yang telah berhenti

membeli atau yang telah beralih pemasok, sehingga memperoleh

2.3.3. Harapan dan Kepuasan Pelanggan (Nasabah)

Harapan pelanggan dibentuk dan didasarkan oleh beberapa faktor,

diantaranya pengalaman berbelanja di masa lampau, opini teman dan kerabat,

serta informasi dan janji-janji perusahaan dan para pesaingd (Kotler dan

(40)

biasa-biasa saja atau sangat kompleks. Ada beberapa penyebab utama tidak

terpenuhinya harapan pelanggan yaitu : pelanggan keliru mengkomunikasikan

jasa yang diinginkan, pelanggan keliru menafsirkan signal (harga, positioning,

dll), miskomunikasi rekomendasi mulut ke mulut, kinerja karyawan perusahaan

jasa yang buruk, miskomunikasi penyediaan jasa oleh pesaing.

2.3.4. Strategi Kepuasan Pelanggan (Nasabah)

Upaya mewujudkan kepuasan pelanggan total bukanlah hal yang mudah.

Mudie dan Cottam (1993) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan total tidak

mungkin tercapai, sekalipun hanya untuk sementara waktu. Namun upaya

perbaikan atau penyempurnaaan kepuasan dapat dilakukan dengan berbagai

strategi. Pada prinsipnya strategi kepuasan pelanggan akan menyebabkan para

pesaing harus bekerja keras dan memerlukan biaya tinggi dalam usahanya

merebut pelanggan suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan merupakan strategi

panjang yang membutuhkan komitmen, baik menyangkut dana maupun

sumberdaya manusia. Ada beberapa strategi yang dapat dipadukan untuk meraih

dan meningkatkan kepuasan pelanggan, diantaranya (Tjiptono,1996:160):

1. Relationship Marketing

Dalam strategi ini, hubungan transaksi antara penyedia jasa dan pelanggan

berkelanjutan, tidak berakhir setelah penjualan selesai. Dengan kata lain,

dijalin suatu kemitraan jangka panjang dengan pelanggan secara

terus-menerus sehingga diharapkan dapat terjadi bisnis ulangan (repeat

(41)

2. Strategi Superior Costumer Service

Perusahaan menerapkan strategi ini berusaha menawarkan pelayanan yang

lebih unggul daripada para pesaingnya. Untuk mewujudkan dibutuhkan

dana yang besar, kemampuan sumber daya manusia dan usaha gigih.

Melalui pelayanan yang lebih unggul, perusahaan yang bersangkutan dapat

membebankan harga yang lebih tinggi pada jasanya.

3. Strategi Unconditional Guarantess / Extraordinary Guarantess

Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, perusahaan jasa dapat

mengembangkan augmented service terhadap core servicenya, dengan

merancang garansi tertentu atau dengan memberikan pelayanan punajual

baik. Pelayanan purnajual ini harus menyediakan media yang efisien dan

efektif untuk menangani keluhan. Strategi unconditional guarantees

berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan yang

pada gilirannya akan menjadi sumber dinamisme penyempurnaan kualitas

jasa dan kinerja perusahaan. Selain itu juga akan meningkatkan motivasi

para karyawan untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih baik daripada

sebelumnya.

4. Strategi Penanganan Keluhan Yang Efektif

Penanganan keluhan yang baik memberikan peluang untuk mengubah

seorang pelanggan yang tidak puas menjadi pelanggan yang puas (atau

bahkan pelanggan abadi). Manfaat lainnya adalah (Muddie dan Cottam,

1993):

a. Penyedia jasa memperoleh kesempatan lagi untuk memperbaiki

(42)

b. Penyedia jasa bisa terhindar dari publisitas negatif.

c. Penyedia jasa akan mengetahui sumber masalah operasinya.

d. Penyedia jasa akan mengetahui aspek-aspek yang perlu dibenahi dalam

pelayanan saat ini.

e. Karyawan dapat termotivasi untuk memberikan pelayanan yang

berkualitas baik.

5. Strategi Peningkatan Kinerja Perusahaan

Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja

perusahaan antara lain:

a. Menyempurnakan proses dan produk (jasa) melalui upaya perbaikan

berkesinambungan dan patok duga.

b. Apabila perusahaan membutuhkan perubahaan dan pembenahan yang

bersifat fundamental, dramatis, dan radikal, maka perusahaan peru

menerapkan business process Reengineering.

c. Melakukan pemantauan dan pengukuran kepuasan pelanggan secara

berkesinambungan.

d. Memberikan pendidikan dan pelatihan menyangkut komunikasi,

salesminship, dan publicrelation kepada setiap jajaran manajemen dan

karyawan.

e. Sistem penilaian kinerja, penghargaan, dan promosi karyawan

didasarkan atas kontribusi mereka dalam usaha peningkatan kualitas,

penciptaan costumer value dan costumer satisfaction secara

(43)

f. Membentuk tim-tim kerja lintas fungsional, sehingga diharapkan

wawasan dan pengalaman karyawan semakin besar, yang pada

gilirannya dapat meningkatkan kemampuannya dalam melayani

pelanggan.

g. Memberdayakan karyawan sehingga mereka dapat mengambil

keputusan tertentu yang berkaitan dengan tugasnya.

2.4. Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pelanggan

Kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan.

Kualitas pelayanan memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk

menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang

ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama

harapan pelanggan serta kebutuhan mereka. Dengan demikian perusahaan dapat

meningkatkan kepuasan pelanggan dimana perusahaan memaksimumkan

pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan meminimumkan atau

meniadakan pengalaman pelanggan yang kurang menyenangkan. Pada gilirannya

kepuasan pelanggan dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas pelanggan kepada

perusahaan yang memberikan kualitas pelayanan memuaskan.

2.5. Kerangka Konseptual

Menurut Juliandi dan Irfan (2013:114) kerangka konseptual merupakan

penjelasan ilmiah mengenai preposisi antarkonsep / antar konstruk atau pertautan /

hubungan antarvariabel penelitian. Kerangka konseptual dari penelitian ini adalah

pengaruh dari Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah .Dengan variabel

(44)

Kehandalan Wujud fisik

Daya Tanggap Kepuasan Nasabah

Jaminan

Empati

pelayanan berupa kehandalan (X2), kualitas pelayanan berupa daya tanggap (X3),

kualitas pelayanan berupa jaminan (X4), kualitas pelayanan berupa empati (X5),

sebagai variabel bebas (X) ,Kepuasan Nasabah (Y) sebagai variabel terikat.

[image:44.595.150.478.242.432.2]

Berdasarkan kerangka konseptual diatas, maka dapat digambarkan lebih lanjut sebagai berikut:

Gambar 2.2 Kerangka Konseptual

(45)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Bentuk Penelitian

Penelitian menurut Woody dalam Siregar (2013:2) merupakan suatu

metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan pemikiran kritis.

Penelitian meliputi pemberian defenisi dan redefenisi terhadap masalah,

memformulasikan hopotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan

sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati untuk menentukan

apakah ia cocok dengan hipotesis.

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif yaitu untuk mengetahui

keterkaitan atau hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan nasabah .

Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis kegiatan penelitian yang

spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal

hingga pembuatan desain penelitian, baik tentang tujuan penelitian, subjek

penelitian, objek penelitian, sampel data, maupun metodologinya (mulai

pengumpulan data hingga analisis data). Variabel penelitian terukur dengan

berbagai bentuk skala pengukuran, yaitu skala nominal, ordinal, interval, maupun

(46)

3.2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok

yang berlokasi di Jl .Sutomo no.34 Seribudolok, Kecamatan

Silimahuta,Kabupaten Simalungun.

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

Menurut Sugiyono (2013:80) yang dimaksud dengan populasi

adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan subjek yang

mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi

dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah pada Bank Sumut Cabang

Pembantu Seribudolok. Dengan jumlah nasabah tahun 2015 yaitu 11.401

orang nasabah.

3.3.2. Sampel

Sampel merupakan wakil-wakil dari populasi ( Juliandi & Irfan,

2013:51). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidential

Sampling Method yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak.

Perwakilan populasi yang dijadikan sempel adalah nasabah dari Bank

Sumut Cabang Pembantu Seribudolok yang kebetulan ditemui pada saat

(47)

Salah satu teknik yang digunakan dalam menentukan ukuran sampel

dari suatu populasi yaitu dengan menggunakan teknik Solvin

(Siregar,2013:34).

Adapun rumus yang digunakan yaitu

N n =

1 +Ne2

dimana : n = sampel, N = Populasi,

e = perkiraan tingkat kesalahan yang masih dapat ditolerir yaitu 0,1 atau

10%

11.401 n =

1 +11.401(0,1)2

n = 99,13 dibulatkan menjadi 100

jadi sampel yang digunakan yaitu sebanyak 100 orang nasabah Bank Sumut

Cabang Pembantu Seribudolok.

3.4. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari masalah yang diteliti dan

memberikan alur untuk dapat membuktikan masalah yang diteliti. Berdasarkan

masalah yang diteliti maka hipotesis yang dikembangkan pada penelitian ini

(48)

H1 : Dimensi kualitas pelayanan yaitu tangibles (bukti langsung),

realibility (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance

(jaminan) dan emphaty (empati) apakah berpengaruh secara simultan

(bersama-sama) terhadap kepuasan nasabah pada Bank Sumut Cabang

Pembantu Seribudolok.

H2 : Dimensi kualitas pelayanan yaitu tangibles (bukti langsung),

realibility (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance

(jaminan) dan emphaty (empati) apakah berpengaruh secara parsial

(individu) terhadap kepuasan nasabah pada Bank Sumut Cabang

Pembantu Seribudolok

H3: Diduga variabel Kehandalan (Reability (X2) berpengaruh paling

dominan terhadap Kepuasan Nasabah (Y).

3.5. Defenisi Konsep

1. Kualitas Pelayanan

Kualitas pelayanan adalah suatu penilaian global atau sikap yang

berkaitan dengan layanan tertentu, kesan pelanggan keseluruahan atau

keunggulan organisasi dan layanannya. Dimensi kualitas pelayanan

digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di Bank Sumut Cabang

(49)

1) Bukti fisik yaitu dimensi yang dapat dilihat dan diamati secara langsung

oleh nasabah seperti fasilitas fisik, peralatan, dan berbagai materi

komunikasi.

2) Keandalan yaitu kemampuan staf dan manajemen Bank Sumut Cabang

Pembantu Seribudolok untuk memberikan pelayanan yang akurat, andal,

dapat dipercaya, dan memuaskan.

3) Daya tanggap yaitu kemampuan staf perusahaan untuk membantu nasabah

dan memberikan pelayanan jasa dengan cepat serta mendengar dan

mengatasi keluhan yang diajukan oleh pelanggan.

4) Jaminan adalah tingkat keyakinan, pengetahuan dan keahlian yang

dimiliki oleh staf sehingga dapat menimbulkan suatu kepercayaan pada

diri pelanggan.

5) Empati adalah kemampuan dan kemauan staf untuk melayani pelanggan

serta memahami kebutuhan nasabah. Khususnya yang bersifat individual,

seperti memberikan perhatian secara pribadi dan penciptaan hubungan

yang baik.

2. Kepuasan

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal

dari perbandingan antara perasaannya terhadap kinerja atau hasil suatu

(50)

3.6. Defenisi Operasional

Defenisi operasional adalah defenisi yang dibuat spesifik sesuai dengan

kriteria pengujian atau pengukuran. Tujuan dari defenisi operasional tidak lain

agar pembaca lain juga memiliki pengertian yang sama. Adapun defenisi variabel

yang diteliti sebagai berikut :

1. Bukti Fisik (Tangible), (X1) adalah fasilitas fisik yang dapat dilihat

meliputi penampilan fisik gedung, peralatan dan perlengkapan sarana

pendukung, kebersihan, kenyamanan ruangan dan penampilan karyawan

Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok.

2. Kehandalan (Reability), (X2) adalah kemampuan bank untuk memberikan

pelayanan sesuai dengan yang diinformasikan dan dijanjikan serta

penyediaan pelayanan tepat waktu.

3. Daya Tanggap (Responsiveness), (X3) adalah daya tanggap karyawan

Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok dalam memberikan pelayanan

segera kepada nasabah. Ketanggapan karyawan dalam memberikan

pelayanan meliputi : kesigapan karyawan dalam melayani nasabah,

memberikan solusi yang tepat dalam memecahkan masalah nasabah dan

memberikan informasi yang dibutuhkan oleh nasabah.

4. Jaminan (Assurance), (X4) adalah kemampuan bank dalam memberikan

rasa aman dan nyaman terhadap nasabah, meliputi kemampuan karyawan

atas sistem perbankan dan produk-produk bank, kemampuan memberikan

keamanan kepada nasabah dalam bertransaksi dan kemampuan dalam

(51)

5. Empati (Emphaty), (X5) adalah kemampuan bank dalam memberikan

perhatian secara pribadi kepada pelanggan. Perhatian secara individual

yang diberikan bank kepada nasabah meliputi kemampuan karyawan

dalam berrkomunikasi dan kemampuan memberikan pelayanan dengan

ramah dan sopan.

6. Kepuasan Nasabah (Y) adalah persepsi nasabah atas pelayanan yang

diberikan Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok sesuai dengan

[image:51.595.106.547.391.753.2]

harapan nasabah.

Tabel 3.1

Defenisi Operasional Variabel

Konsep Variabel Indikator Item

Kualitas Pelayanan (X) Bukti Fisik (Tangible) (X1)

Fasilitas fisik yang dapat dilihat

X1.1 = Kenyamanan Ruang Tunggu

X1.2 = Peralatan dan fasilitas X1.3 = Kantor yan Bersih X1.4 = Penampilan Karyawan

Kehandalan (Reability) (X3)

Kemampuan bank dalam memberikan pelayanan sesuai dengan yang diinformasikan dan dijanjikan dengan cepat dan tepat

X2.1 = Penyediaan pelayanan sesuai informasi

X2.2 = Kemauan

menyelesaikan transaksi dengan cepat dan tepat

X2.3 = Penyediaan Pelayanan sesuai janji Daya Tanggap (Responsiveness) (X3) Respon atau kesigapan karyawan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap

X3.1= Respon dalam melayani

X3.2= Kemampuan memberikan solusi bagi masalah nasabah

(52)

dibutuhkan nasabah Jaminan (Assurance) (X4) Kemampuan bank dalam memberikan rasa aman dan nyaman terhadap nasabah

X4.1= Pengetahuan tentang produk

X4.2= Kemampuan memberikan rasa aman

X4.3= kemampuan dalam menanamkan kepercayaan Empati (Emphaty) (X5) Kemampuan bank dalam memberikan perhatian secara pribadi kepada pelanggan X5.1= Kemampuan Berkomunikasi

X5.2= Kemauan melayani dengan ramah dan sopan

Kepuasan Nasabah

(Y)

Kepuasan Nasabah Bank

Hasil evaluasi atas kesesuaian antara harapan yang diinginkan dengan kualitas layanan penyedia jasa

Y1= adanya rasa puas terhadap pelayanan

Y2= adanya anggapan memberikan layanan terbaik

Y3= merekomendasikan Bank Sumut Cabang Pembantu Seribudolok kepada orang lain

Y4= adanya rasa tidak ingin pindah ke bank lain

3.7. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah suatu proses pengumpulan data primer dan

sekunder, dalam suatu penelitian pengumpulan data merupakan langkah yang

amat penting, karena data yang dikumpulkan akan digunakan untuk pemecahan

masalah yang sedang diteliti atau untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan

(Siregar, 2013:17). Untuk memperoleh data dan informasi yang dapat mendukung

penelitian ini maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai

(53)

1. Data Primer

Data primer adalah data mentah yang diambil oleh peneliti sendiri (bukan oleh

orang lain) dari sumber utama guna kepentingan penelitiannya, dan data

tersebut sebelumnya tidak ada (Juliandi dan Irfan 2013:66). Penelitian

dilakukan dengan cara:

1) Kuesioner (angket), yaitu daftar pertanyaan tertulis yang telah

dirumuskan sebelumnya untuk dijawab oleh responden terpilih,

dan merupakan suatu mekanisme pengumpulan data yang efisien

jika peneliti mengetahui dengan tepat apa yang diperlukan dan

bagaimana mengukur variabel penelitian (Suharso 2009:89).

Pertanyaan dalam angket bersifat tertutup dan sumber data yang

diberi angket adalah nasabah Bank Sumut Cabang Pembantu

Seribudolok yang berjumlah 100 Orang.

2. Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang sudah tersedia yang dikutip oleh peneliti

guna kepentingan penelitiannya (Juliandi dan Irfan 2013:66). Penelitian ini

dilakukan dengan cara:

1) Studi Kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari

buku-buku, karya tulis, serta pendapat para ahli yang relevan

dengan permasalahan kepemimpinan, budaya organisasi, dan

kinerja karyawan.

2) Dokumentasi, menurut Juliandi dan Irfan (2013:71) Dokumentasi

merupakan penyelidikan rekaman-rekaman data yang berlalu

Gambar

Tabel 1.2
Gambar 2.1
Gambar  2.2
Tabel 3.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan yang terdiri dari variabel bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang berupa keandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik terhadap kepuasan nasabah pada

Penelituan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi Reliability (keandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance

terdiri dari keandalan (reliability XI) , daya tanggap (responsiveness X2), jaminan (assurance X3), empati (empathy X4), dan bukti langsung (tangibles X5)

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui besarnya pengaruh kualitas dimensi bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan

Untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh variabel kualitas pelayanan jasa yang terdiri bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), tanggapan (responsiveness),

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), aspek