BAB II
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PORSEA
A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Porsea
Rumah Sakit Umum Daerah Porsea terletak di daerah Ibu Kota kecamatan Porsea dan hanya berjarak ± 26 km dari Ibu Kota Kabupaten Toba Samosir yang jarak tempuhnya kurang ± 30 menit memiliki berbagai kelebihan :
1. tempat nyaman dan asri ( Apik Sersi Rapi dan Indah), 2. aman dari berbagai gangguan kamtibmas,
3.pelayanan UGD 24 jam,
4. peralatan Apotik RSUD 24 jam, 5. dekat dengan sarana ibadah,
6. mudah dalam transportasi keluar dan masuk angkutan umum dan becak, 7. udara yang sejuk dan nyaman.
Rumah Sakit Umum Daerah Porsea dulunya bertempat di jantung Ibu Kota Porsea tetapi karena perkembangan pembangunan membuat tidak layak lagi keberadaannya di pusat kota Porsea, maka dipindahkan ke Parparean yang pembangunannya dimulai tahun 1979 dan diresmikan tahun 1982 oleh Kepala daerah tingkat I Sumatera Utara Bapak EWP. Tambunan yang berstatus tipe “D” sesuai dengan SK Menkes RI NO 526/ MENKES/ SK/ VI/ 1996. Diangkat menjadi tipe “C” dengan status milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.
Tahun 1998 menjadi milik Pemerintah Kabupaten Toba Samosir sesuai Undang-undang Nomor 12 tahun 1998 tentang pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Mandailing Natal. Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Porsea yang satu-satunya Rumah Sakit milik Kabupaten Toba Samosir sebagai pusat rujukan dari puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Toba Samosir dan melayani pasien ASKESKIN dan Askes TOBAMAS. Dalam melakukan tugas dan fungsi, RSUD Porsea dipimpin oleh seorang Direktur dibantu oleh Staf dan Kepala-kepala Unit didukung oleh Spesialis penyakit dalam, Kebidanan, Spesialis Penyakit THT, Spesialis Mata, Patologi, kemudian Ahli madya Fisiotherapi, Dokter Umum, Dokter Gigi, SKM, Apoteker, beserta tenaga Non Medis lainnya dengan latar belakang pegawai Negeri sebanyak 108 orang ditambah tenaga honor 107 orang.
Rumah Sakit Umum Porsea mempunyai wilayah kerja yang efektif di semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Toba Samosir yaitu :
1) kecamatan Porsea,
2) kecamatan Uluan,
3) kecamatan Siantar Narumonda,
4) kecamatan Lumban Julu,
5) kecamatan Meranti,
6) kecamatan Silaen,
7) kecamatan Sigumpar,
8) kecamatan Laguboti,
10)kecamatan Borbor, 11)kecamatan Nassau, 12)kecamatan Habinsaran,
13)kecamatan Tampahan,
14)kecamatan Ajibata.
Menghadapi perkembangan keadaan yang cepat berubah dalam era globalisasi dan aturan Otonomi daerah maupun kebijakan Desentralisasi khususnya persaingan Bidang pelayanan kesehatan, serta menghadapi tuntutan masyarakat akan peningkatan mutu pelayanan, maka Rumah Sakit sebagai pelaksana pelayanan kesehatan rujukan harus mampu melakukan perkembangan baik perubahan manajemen dan kebijakan, pola piker maupun peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dan teknologi kedokteran serta pengelolaan dengan Sistem Pelayanan Terpadu.
Visi Rumah Sakit Umum Daerah Porsea adalah terwujudnya Rumah Sakit Daerah menjadi Rumah Sakit Umum tipe “C” terbaik di Sumatera Utara. Sedangkan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Porsea adalah meningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit dan kualitas sumber daya manusia rumah sakit, meningkatkan mutu pelayanan dan manajemen rumah sakit, meningkatkan peran Rumah Sakit Umum Daerah Porsea dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengembangkan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan dalam bentuk pola tariff yang terjangkau untuk masing-masing jenis pelayanan.
Rumah Sakit Umum Daerah Porsea bergerak di bidang Pelayanan Kesehatan. Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah Porsea juga memiliki kegiatan yaitu program pelayanan administrasi perkantoran, program pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan pengadaan alat kesehatan dan kedokteran, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, program peningkatan disiplin aparatur, program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, program standarisasi pelayanan kesehatan, program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata.
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Adapun kegiatan program pelayanan administrasi perkantoran meliputi : 1. penyediaan jasa surat menyurat,
2. penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, 3. penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor,
4. penyediaan jasa jaminan pemeliharaan kesehatan PNS,
5. penyediaan jasa jaminan barang milik daerah,
6. penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kenderaan dinas/operasional.
b. Program Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana
Kesehatan
Pengadaan Alat Kesehatan dan Kedokteran kegiatannya meliputi : 1. peralatan mata,
3. peralatan laboratorium, 4. peralatan VIP,
5. peralatan ruangan/poliklinik, 6. peralatan poliklinik gigi.
c. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Adapun kegiatan program peningkatan sarana dan prasarana aparatur meliputi :
1. pembagunan rumah jabatan,
2. pembangunan rumah dinas,
3. pembangunan gedung kantor,
4. pengadaan mobil jabatan,
5. pengadaan kenderaan dinas/operasional, 6. pengadaan perlengkapan rumah jabatan/dinas.
d. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Adapun kegiatan program peningkatan disiplin aparatur meliputi : 1. pengadaan mesin/kartu absensi,
2. pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya, 3. pengadaan pakaian kerja lapangan,
4. pengadaan pakaian KORPRI,
5. pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu.
Adapun kegiatan program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur meliputi : 1. pendidikan dan pelatihan formal,
2. sosialisasi peralatan perundang-undangan, 3. bimbingan teknis implementasi peraturan.
f. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
Adapun kegiatan program standarisasi pelayanan kesehatan meliputi : 1. penyusunan standar pelayanan kesehatan,
2. evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan,
3. penyusunan naskah akademis standar pelayanan kesehatan,
4. peyusunan standar analisis belanja pelayanan kesehatan.
g. Program Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah
Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata
Adapun kegiatan program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata meliputi :
1. pembangunan rumah sakit,
2. pembangunan ruang poliklinik rumah sakit,
3. pembangunan gudang obat/apotik,
4. penambahan ruang rawat inap rumah sakit (VIP, Kelas I, II dan III),
5. pembangunan ruang gawat darurat,
C. Struktur Organisasi
Struktur organisasi secara umum merupakan suatu susunan tentang jajaran
pekerjaan dan wewenang masing-masing yang terdapat dalam Rumah Sakit Umum Daerah Porsea mulai dari tingkat yang paling tinggi sampai tingkat yang paling rendah.
Untuk menunjang kegiatan rumah sakit perlu adanya penyempurnaan struktur organisasi yang sesuai menurut kebutuhan dan kemauan yang dicapai oleh rumah sakit dengan berdasarkan prinsip-prinsip organisasi yang sehat untuk menghasilkan mekanisme kerja yang tepat waktu dan berhasil guna dan dapat menghindari adanya hirarki yang tidak sepadan dan birokrasi yang berbelit-belit yang dapat menghambat kelancaran kegiatan rumah sakit.
Dalam hal keorganisasian Rumah Sakit Umum Daerah Porsea memakai jenis struktur organisasi garis yaitu pemisahan tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara jelas. Rumah sakit ini juga menganut sistem sentralisasi dimana setiap kegiatan di rumah sakit harus diketahui oleh pimpinan atau kepala bagian.
Struktur organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Porsea dimulai dari tingkatan tertinggi hingga terendah yaitu direktur, kelompok jabatan fungsional, bidang tata usaha yang dibagi atas subbag keuangan dan kepegawaian, subbag umum dan perlengkapan, subbag program dan akuntanbilitas, setelah bidang tata usaha kemudian bidang pelayanan medik, seksi bina pelayanan umum dan spesialis, seksi bina pelayanan dan asuhan keperawatan, bidang pelayananan penunjang medik, seksi pengendalian, dan seksi bina sarana. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti dibawah ini.
1. Direktur,
2. Kelompok jabatan fungsional, 3. Bidang tata usaha
a. Subbag keuangan dan kepegawaian,
b. Subbag umum dan perlengkapan,
c. Subbag program dan akuntabilitas.
4. Bidang pelayanan medik,
5. Seksi bina pelayanan umum dan spesialis, 6. Seksi bina pelayanan dan asuhan keperawatan,
7. Bidang pelayanan penunjang medik,
8. Seksi pengendalian,
9. Seksi bina sarana.
D. Job Descriptions
Rumah Sakit Umum Daerah Porsea memiliki pembagian tugas mulai dari direktur, kelompok jabatan fungsional, bidang tata usaha yang dibagi atas subbag keuangan dan kepegawaian, subbag umum dan perlengkapan, subbag program dan akuntanbilitas, setelah bidang tata usaha kemudian bidang pelayanan medik, seksi bina pelayanan umum dan spesialis, seksi bina pelayanan dan asuhan keperawatan, bidang pelayananan penunjang medik, seksi pengendalian, dan seksi bina sarana.
Direktur merupakan kepala rumah sakit yang menjadi pimpinan rumah sakit yang memiliki tugas-tugas seperti :
a. membantu Bupati dalam melaksanakan tugasnya di RSU meliputi pembinaan
umum, operasional, kesehatan,
b. memimpin dan mengendalikan tugas-tugas seluruh unit kerja di
lingkungannya,
c. mampu member pelayanan prima di bidang pelayanan kesehatan,
d. mengelola RSUD dengan prinsip manajemen usama jasa pelayanan dengan
tidak melupakan fungsi sosial pelayanan kesehatan,
e. dalam hal pelaksanaan pengelolaan sebagaimana tersebut pada point c.
f. dapat menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atas persetujuan Bupati,
g. dalam hal sebagaimana dimaksud dalam point d. Direktur dapat menerima
bimbingan teknis dari instansi terkait di lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
h. menyusun laporan pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten.
2. Kelompok jabatan fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional adalah tenaga fungsional yang melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah sesuai keahlian dan kebutuhan.
3. Bidang tata usaha
Adapun tugas bidang tata usaha adalah :
a) membantu kepala kantor dalam melaksanakan tugasnya di Bidang Tata Usaha,
b) mengumpulkan bahan pedoman petunjuk teknis kebijakan dan pembinaan
ketatausahaan,
c) melaksanakan urusan ketatausahaan yang meliputi penanganan kepegawaian,
keuangan, rumah tangga kantor Rumah Sakit Umum Daerah Porsea,
d) menyusun rencana kerja jangka panjang, jangka menengah, dan jangka
pendek bagian tata usaha,
e) membina penyusunan rancangan, pedoman petunjuk pelaksanaan tata kerja
f) melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sektoral dalam bidang ketatausahaan.
4. Sub bagian keuangan dan akuntansi
Uraian tugas kepala sub bagian keuangan dan akuntansi adalah :
1. membantu kepala bagian tata usaha dalam melaksanakan tugasnya di bidang
urusan keuangan dan akuntansi,
2. mengumpulkan bahan pedoman petunjuk teknis kebijaksanaan dan pembinaan
urusan keuangan dan akuntansi,
3. melakukan urusan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan dan
akuntansi, dan mengendalikan administrasi keuangan dan akuntansi,
4. penyiapan urusan keuangan dan akuntansi yang meliputi pembayaran gaji dan
administrasi pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan akuntansi,
5. membina, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas,
6. memberi petunjuk kepada bawahan baik lisan maupun tulisan,
7. melaporkan seluruh pelaksanaan tugas kepada kepala bagian tata usaha.
5. Sub bagian umum dan perlengkapan
Uraian tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan adalah :
a) membantu sekretaris dalam melaksanakan tugasnya di bidang umum dan
b) mengumpulkan bahan pedoman petunjuk teknis kebijaksanaan dan pembinaan urusan umum dan perlengkapan,
c) melaksanakan urusan tata usaha yang meliputi administrasi perjalanan dinas, surat-menyurat, kearsipan, dokumentasi, penomoran surat, pengagendaan, dan distribusi surat,
d) melaksanakan urusan rumah tangga yang meliputi kebersihan, keamanan,
ketertiban, dan tata laksana,
e) melaksanakan urusan peralatan dan perlengkapan yang meliputi usul
pengadaan, pemeliharaan, perbaikan, dan penghapusan inventaris dinas,
f) membina, mengawasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas.
6. Bidang pelayanan penunjang medik
Uraian tugas kepala bidang pelayanan penunjang medik adalah :
a. mengkoordinasikan rencana pengendalian dan pengelolaan penyelenggaraan
pelayanan penunjang medik pada intalasi farmasi, laboratorium, radiologi, gizi, dan pemeliharaan sarana rumah sakit,
b. memfasilitasi kebutuhan instalasi di dalam mengelola dan menyelenggarakan
pelayanan penunjang medik sesuai standar pelayanan yang ditetapkan.
7. Bidang pelayanan medik
1. mengkoordinasikan rencana pembinaan dan pengelolaan penyelenggaraan pelayanan medik dan keperawatan pada instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap dan bedah sentral,
2. memfasilitasi seluruh kebutuhan instalasi di dalam mengelola dan
menyelenggarakan pelayanan medik sesuai standar pelayanan yang ditetapkan.
8. Seksi bina pelayanan umum dan spesialis
Uraian tugas kepala seksi bina pelayanan umum dan spesialis adalah melaksanakan kelangsungan pelayanan medis klinis oleh tenaga dokter.
9. Seksi pengendalian
Uraian tugas kepala seksi pengendalian adalah mengendalikan pelayanan penunjang medik oleh tenaga para medik non keperawatan dan teknis pelayanan penunjang medik.
10.Seksi bina pelayanan dan asuhan keperawatan
Uraian tugas kepala seksi bina pelayanan dan asuhan keperawatan adalah melaksanakan kelangsungan pelayanan keperawatan klinis oleh tenaga para medis dan bidan.
11.Seksi bina sarana
Uraian tugas kepala seksi bina sarana adalah melaksanakan pelayanan penunjang medik sesuai dengan standar mutu serta merencanakan pembinaan kelangsungan fungsi sarana pelayanan non penunjang medik.
E. Kinerja Usaha TA 2007-2008
a. Indikator Penilaian Keberhasilan Rumah Sakit
TAHUN INDIKATOR 2005 2006 2007 BOR 32,01 40,4 44,6 LOS 4,8 4,7 4,5 TOI 8,65 6,9 5,5 BTO 30,7 31,2 36,15 Catatan :
BOR (Bed Occopancy Rate) : Rata-rata tempat tidur yang terisi
LOS (Length of Stay) : Rata-rata lama perawatan penderita di rumah sakit
TOI (Turn Over Interval) : Jumlah hari selang waktu sebuah tempat tidur mulai kosong. Standar normal tidak kurang dari satu hari dan tidak lebih dari tiga hari.
BTO (Bed Turn Over) : Frekuensi pengguna tempat tidur rata-rata per tahun. Standar rata-rata 40-45 kali.
b. Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap TAHUN PASIEN 2005 2006 2007 RAWAT INAP 1.992 2.105 2.307 RAWAT JALAN 12.451 26.648 28.789
F. Rencana Kerja Tahunan
Program dan kegiatan tahun 2008 merupakan program dan kegiatan yang telah
dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya sekaligus merupakan program yang diharapkan akan berkesinambungan pelaksanaanya di tahun-tahun mendatang dalam rangka mencapai Visi menjadi Rumah Sakit Rujukan pada tahun 2010. Program dan kegiatan tahun 2007 disusun sesuai dengan strategi dan skala prioritas berjalan dengan penekanan pada penataan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang meliputi kegiatan.
A) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program pelayanan administrasi perkantoran adalah :
1. penyediaan jasa surat menyurat yaitu dengan membeli alat tulis kantor,
2. penyediaan jasa komunikasi, seumber daya air dan listrik yaitu biaya
langganan listrik,
3. penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor yaitu biaya pemeliharaan meja dan kursi dan biaya pemeliharaan komputer,
4. penyediaan jasan pemeliharaan dan perizinan kenderaan dinas/operasional
5. penyediaan jasa administrasi keuangan yaitu biaya perjalanan dinas dalam daerah dan biaya perjalanan dinas luar daerah,
6. penyediaan jasa kebersihan kantor yaitu penyediaan jasa kebersihan kantor, pemeliharaan mesin potong rumput, dan biaya pengurusan pasien terlantar/tidak mampu,
7. penyediaan alat tulis kantor yaitu pengadaan barang cetakan kantor,
8. penyediaan barang cetakan dan penggandaan yaitu penyediaan barang cetakan
dan penggandaan catatan medik,
9. penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor yaitu alat listrik dan elektronik,
10.penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor yaitu pembelian meubilair
kantor,
11.penyediaan peralatan rumah tangga yaitu pemeliharaan mesin generator
listrik, pemeliharaan mesin potong rumput, perlengkapan dapur, pemeliharaan mesin pompa air, pemeliharaan alat-alat kedokteran dan kalibrasi, pengadaan telepon/PABX,
12.penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan yaitu biaya
langganan surat kabar atau majalah,
13.penyediaan bahan logistic kantor yaitu membeli gas medik (O2), bahan bakar
dapur, bahan kimia laboratorium, bahan pencuci pakaian pasi,
14.penyediaan makanan dan minuman yaitu membeli bahan makanan/snack
15.rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah yaitu belanja perjalanan dinas luar daerah,
16.penyediaan jasa pendukung teknis/administrasi perkantoran yaitu insentif
dokter spesialis, insentif dokter umum, dokter gigi, honor pegawai negeri sipil lainnya (eselon III, IV dan honor staf), biaya kesejahteraan pegawai negeri sipil dan honor, honorarium pegawai tidak tetap.
B) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur adalah :
a. Pengadaan meubilair,
b. Pemeliharaan rutin/berkala kenderaan dinas operasional yaitu belanja jasa
service, belanja penggantian suku cadang, belanja bahan bakar minyak dan pelumas.
C) Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit, rumah
sakit jiwa, rumah sakit paru-paru, rumah sakit mata
Program pengadaaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit, rumah sakit jiwa, rumah sakit paru-paru, rumah sakit mata adalah :
1. pembangunan rumah sakit yaitu pengerasan jalan keliling rumah sakit,
pembangunan selasar jalan ke gedung VIP,
2. pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit yaitu pengadaan alat kesehatan
habis pakai,
4. pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit (dapur, ruangan pasien, laundri, ruang tunggu dan lain-lain) yaitu pengadaan sumur BOR untuk ruangan VIP, pengembangan SIRS, pengadaan perlengkapan ruangan pasien, dan pembuatan sumur BOR.
D) Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit
jiwa/rumah sakit paru-paru, rumah sakit mata
Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru, rumah sakit mata adalah pemeliharaan rutin berkala rumah sakit yaitu rehabilitasi gedung genset.