• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis dan Rencana Operasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Strategis dan Rencana Operasional"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

i

Rencana Strategis

dan Rencana Operasional

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) SILIWANGI BANDUNG

Alamat: Jl. Terusan Jenderal Sudirman – Cimahi Email: [email protected]

Website: stkipsiliwangi.ac.id Telp. 022 6658680, Fax. 022 6629913

(2)

iii

PENGANTAR

Bagi dunia pendidikan, perubahan politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan teknologi dan seni merupakan tantangan yang amat kompleks dan saling berkaitan. Dalam menghadapi tantangan global tugas STKIP Siliwangi semaskin berat rtuntutan lokal dan nasional. Oleh karena itu STKIP Siliwangi harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing ditinvbkat regional dan global, serlain harus mampu membarikan layanan keilmuan yang profesional.

Untuk menghadapi tantangan tersebut STKIP Siliwangi mengembangkan Rencamna Stratyegisnya untuk jangka waktu 2014 - 2019. Rencana ini disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis sebelumnya dan hasil analisis SWOT. Selanjutnya dalam RENSTRA ini dikembnagkan kebijakan, sasasran, strategi, program kerja, dan indikator kinerja dengan standar mutu nasional tanpa mengabaikan kemungkinan penerapan standar internasional.

Keseluruhan upaya mengembangkan STKIP Siliwangi itu bertumpu pada wawasan kebangsaan dan penghayatan terhadap kemajemukan budaya pluralisme, dan landasan falsafah kehidupan kampus yang iolmiah dan profesional.

Renstra STKIP Siliwangi Bandung 2014 - 2019 selanjutnya dijabarkan kedalam RENOP sebagai rujukan dalam penyusunan kegiatan setiap unit kerja dengan indikator kinerja sebagai dasar untuk mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan program.

Berhasilnya implementasi RENSTRA ini sangat tergantung pada pemahaman, kesadaran, keyerlibatan dan upaya segenap unsur di lingkungan STKIP Siliwangi Bandung serta dukungan Pemerintah dan masyarakat.

Semoga RENSTRA ini dapast diimplementasikan dan memberikan kontribusi positif untuk membangun STKIP Siliwangi lima tahun kedepan.

Bandung, 20 Februari 2014 Ketua STKIP Siliwangi Bandung

Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd NIP. 196909111994031001

(3)

iv

RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA OPERASIONAL STKIP Siliwangi TAHUN 2014 - 2019

DAFTAR ISI Kata Pengantar

Daftar isi

Bab I Pendahuluan 1

Bab II Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran IKIP Siliwangi ... 2

1. Visi IKIP Siliwangi ... 2

2. Misi IKIP Siliwangi ... 3

3. Tujuan IKIP Siliwangi ... 4

4. Sasaran IKIP Siliwangi ... 5

Bab III Strategi dan Arah Kebijakan IKIP Siliwangi ... 6

Bab IV Program Pengembangan IKIP Siliwangi ... 7

1 Bidang Akademik ... 8

a. Kurikulum ... 9

b. Dosen dan Tenaga Kependidikan ... 10

c. Proses Pembelajaran ... 11

d. Penilaian Pendidikan ... 12

e. Kemahasiswaan ... 13

f. Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ... 14

2 Bidang Non Akademik ... 15

a. Sarana dan Prasarana ... 16

b. Sumber Pendanaan ... 17

Bab V Penutup ... 18 Lampiran

(4)

Smart and Innovative Campus 1

BAB I

EVALUASI PELAKSANAAN RENSTRA 2009 - 2014 DAN ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIK

Perubahan status STKIP Siliwangi dari terdaftar menjadi terakreditasi dengan peringkat B untuk setiap program studinya, membangkitkan tantangan baru berupa kesiapan mental untuk lebih mampu mengelola lembaga secara mandiri, independent dan akuntabel. Pada saat yang sama STKIP Siliwangi harus siap mengembangkan visi, misi Kodam III/Siliwangi Bandungbahwa masyarakat Jawa Barat adalah Siliwangi dan Siliwangi adalah masyarakat Jawa Barat. Visi-misi ini memberikan pesan khusus berupa pengabdian unsur siliwangi kepada masyarakat Jawa Barat dan Banten khususnya dalam bidang pendidikan. STKIP Siliwangi dituntut untuk meningkatkan pemerataan pendidikan kepada masyarakat Jawa Barat dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya dalam bidang pendidikan untuk menempuh jenjang pendidikan Sarjana dengan biaya terjangkau.

Fungsi pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penciptaan perubahan pada tingkat individual (mikro) tetapi juga pada perubahan sosial global (makro) yang terukur dan terarah. Ini menuntut penjaminan mutu yang akuntabel pada pelaksanaan proses pembelajaran di STKIP Siliwangi. STKIP Siliwangi dituntut secara ketat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau.

A. Tingkat Pencapaian Tujuan

Hasil yang dicapai melalui pelaksanaan program yang dipayungi Renstra 2009-2014 merupakan modal bagi pengembangan STKIP Siliwangi selanjutnya. Kebijakan umum yang merupakan payung seluruh program pengembangan yaitu:

(5)

Smart and Innovative Campus 2

Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan ditetapkan tahapan penetapan sasaran dan pengembangan STKIP Siliwangi Bandung sebagai berikut:

Tahap-1: 2009-2014 : Green and Clean Campus, Penataan kelembagaan dan sistem manajemen.

Pada tahap ini difokuskan pada pembaharuan sistem tatanan kelembagaan dan pengelolaan STKIP Siliwangi Bandung yang efisien dan efektif.

Tahap-2: 2014-2019:Smart and Innovative Campus (menuju perubahan status STKIP Siliwangi Bandung menjadi IKIP Siliwangi Bandung)

Tahap ini difokuskan pada modernisasi kampus dan fasilitas berstandar nasional dengan menempatkan realisasi bantuan lembaga nasional dalam prioritas tinggi serta pada pengembangan infrastruktur serta sistem informasi akademik dan manajemen berbasis ICT. Tahap ini juga difokuskan pada upaya pembaharuan terhadap berbagai komponen yang diperlukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat serta berbagai upaya untuk meningkatkan kesiapan dan kelayakan menjadi IKIP Siliwangi. Tahap-3: 2019-2024:Reliable and Friendly Campus (IKIP Siliwangi Bandung)

Tahap ini difokuskan pada upaya pengembangan berbagai komponen yang didukung oleh kecanggihan IPTEK terkini serta relevan dengan kebutuhan dan tuntutan di masyarakat agar memiliki akuntabilitas yang mantap untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat

Tahap-4: 2024-2029:Excelent Campus (Menuju ke Universitas Islam Siliwangi)

Tahap ini difokuskan pada pengembangan kampus untuk menjadi pusat berbagai kegiatan Tridharma perguruan tinggi.

(6)

Smart and Innovative Campus 3

Kebijakan umum di atas dikembangkan menjadi beberapa bidang garapan meliputi bidang akademik, ketenagaan, fasilitas pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, organisasi dan manajemen, kemahasiswaan, kerjasama lokal maupun nasional, pascasarjana dan pembiayaan.

Seluruh bidang garapan di atas 90,3% dapat tercapai, termasuk telah keluarnya izin operasional dua Program Studi Magister Pendidikan Luar Sekolah dan Magister Pendidikan MatematikaSTKIP Siliwangi. Sisanya masih dalam proses pencapaian dan menjadi garapan pada Renstra 2014 - 2019. Di lain pihak, ada beberapa persoalan yang perlu ditanggulangi secara sistematis, sebagai berikut :

1. Pengembangan SDM yang memiliki daya dukung terhadap peningkatan kinerja institusi maupun program studi.

2. Peningkatan mutu pendidikan sesuai ketentuan perundangan baru untuk memperkuat daya saing lulusan.

3. Peningkatan sarana prasarana pendidikan untuk mendukung pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi sesuai dengan standar nasional pendidikan.

4. Perluasan kerjasama dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi lain, dan sekolah-sekolah mitra untuk mendukung visi lembaga yang unggul dalam pembelajaran sekolah.

5. Peningkatan ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan untuk mewujudkan kehidupan kampus yang edukatif, ilmiah dan religius.

6. Pengembangan sistem informasi manajemen berbasis ICT sebagai langkah pengembangan kampus unggul dalam pembelajaran di sekolah.

7. Penggalian dana dari sumber lain sehingga dana yang digali tidak selalu konvensional.

8. Peningkatan partisipasi mahasiswa dan dosen dalam berbagai program pengembangan bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kemahasiswaan baik internal maupun eksternal.

(7)

Smart and Innovative Campus 4

9. Pengetatan pelaksanaan berbagai regulasi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga (STKIP Siliwangi) oleh seluruh civitas akademika STKIP Siliwangi.

10. Pengembangan tatapamong yang terarah dan terukur baik dalam jenis tugas, pembagian tugas dan peningkatan kesejahteraannya.

B. Kondisi yang Dihadapi dan Dampak Lingkungan Strategik STKIP Siliwangi dihadapkan pada beberapa kondisi yang sangat kompleks baik lingkungan lokal maupun nasional, peluang ataupun ancaman, diantaranya :

1. Kondisi dan karakteristik mahasiswa STKIP Siliwangi sebagian besar berasal dari keluarga dengan tingkatan ekonomi menengah ke bawah.

2. Kebijakan untuk menambah jumlah mahasiswa untuk mendukung pembiayaan lembaga berdampak pada kurangnya ketersediaan ruangan dan dosen.

3. Program studi maupun institusi (Lembaga Pendidikan) yang dikembangkan bukan merupakan lembaga pendidikan yang memiliki nilai jual yang tinggi dilihat dari market pasar, sehingga jumlah peminat ke STKIP Siliwangi semakin menurun.

4. Letak STKIP Siliwangi di lingkungan perkotaan. Bukan kondisi ideal untuk dicapai oleh masyarakat pengguna yang sebagian besar berada di daerah pedesaan. Sementara perguruan tinggi sejenis di lingkungan mereka tersedia. 5. Pengesahan Undang-undang guru dan dosen dan berbagai

peraturan pendukungnya diyakini akan menambah minat masyarakat untuk memilih STKIP Siliwangi sebagai alternatif pilihan akan meningkat.

6. Prasyarat untuk menjadikan guru profesional sesuai dengan perundangan menentukan input mahasiswa S-1 harus disesuaikan dengan jumlah alumni pada 5 tahun yang akan datang.

(8)

Smart and Innovative Campus 5

STKIP Siliwangi memiliki potensi untuk menjawab berbagai tantangan maupun peluang tersebut di atas. Hal ini dapat dilakukan misalnya melalui pemantapan penjaminan mutu program studi yang ada menyongsong guru profesional. Rencana Induk Pengembangan dan intensifikasi pelaksanaannya diharapkan menjadikan STKIP Siliwangi dapat bersaing global dalam pembelajaran di sekolah.

Dengan demikian seluruh civitas akademika STKIP Siliwangi harus berpedoman pada penjaminan mutu yang dikembangkan oleh lembaga untuk menjadikan STKIP Siliwangi unggul dalam pembelajaran sekolah.

(9)

Smart and Innovative Campus 6

BAB II

ANALISIS KONDISI DAN ASUMSI-ASUMSI A. Kekuatan

1. STKIP Siliwangi saat ini memiliki dosen tetap sebanyak 316orang dengan perincian sebagai berikut:

Row Labels NIDN NUP Grand Total

86105 Magister Pendidikan Luar Sekolah 6 1 7

84102 Pendidikan Matematika 9 9

84202 Pendidikan Matematika 44 40 84

86205 Pendidikan Luar Sekolah 29 22 51

88201 Pendidikan Bahasa Dan Sastra

Indonesia 50 66 116

88203 Pendidikan Bahasa Inggris 41 9 50

86207 PG-PAUD 9

Grand Total 188 138 326

2. STKIP Siliwangi memiliki fasilitas tanah yang disediakan oleh KODAM III/Siliwangi yang cukup luas. Sehingga memungkinkan untuk penataan kampus lebih terintegrasi. 3. Peningkatan jumlah MoU dengan lembaga pemerintah,

lembaga perguruan tinggi lain, dan sekolah-sekolah mitra akan mendukung eksistensi STKIP Siliwangi.

4. Aktivitas STKIP Siliwangi baik kelembagaan maupun personal dalam organisasi profesi ataupun kelembagaan meningkatkan hubungan vertikal yang lebih baik.

5. Dikembangkannya insfrastruktur ICT kampus yang secara terukur dapat meningkatkan pengelolaan kelembagaan maupun pembelajaran.

6. Lahirnya UU guru dan Dosen meningkatkan animo masyarakat untuk mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan tenaga kependidikan seperti STKIP Siliwangi. 7. STKIP Siliwangi merupakan salah satu perguruan tinggi

(10)

Smart and Innovative Campus 7

8. Penambahan dan pengembangan SDM di lingkungan STKIP Siliwangi menjadi kunci untuk melaksanakan Re – Akreditasi dengan target semua program studi terakreditasi A.

9. Terdapat potensi kapasitas membangun yang besar di kalangan staf akademik untuk menghasilkan karya besar, termasuk kemampuan dalam penyelenggaraan Tridharma secara utuh, apalagi kalau potensi itu dapat dihimpun menjadi kekuatan yang kolektif melalui manajemen yang baik.

B. Kelemahan

1. Dana yang diperoleh semuanya dari mahasiswa tidak ada konstribusi dari penyelenggara (Yayasan) ataupun pihak lain. Ada dana yang diperoleh dari pemerintah baik melalui hibah ataupun beasiswa tetapi peruntukkannya sudah jelas dan tidak untuk menunjang eksistensi lembaga dalam jangka waktu yang lama.

2. Program studi maupun institusi (Lembaga Pendidikan) yang dikembangkan bukan merupakan lembaga pendidikan yang memiliki nilai jual yang tinggi dilihat dari market pasar, sehingga jumlah peminat ke STKIP Siliwangi semakin menurun.

3. Sistem manajemen Tridharma PT dan kemahasiswaan belum optimal, sehingga ada sejumlah unit manajemen yang tidak efisien.

4. Ketersediaan SDM yang sesuai dengan prasyarat minimal ketentuan perundangan untuk eksistensi perguruan tinggi tidak memadai.

5. Belum lengkapnya parameter dan pedoman-pedoman quality assurance

6. Belum terbangunnya kultur kerja yang sesuai dengan tuntutan sebuah lembaga pendidikan tinggi modern yang memiliki visi unggul dalam pembelajaran sekolah.

(11)

Smart and Innovative Campus 8

7. Mobilisasi SDM untuk menjalankan visi dan misi STKIP Siliwangi sebagaimana yang diharapkan, menuntut peningkatan kesejahteraan yang memadai.

C. Peluang

1. STKIP Siliwangi menjadi anggota maupun pengurus inti sejumlah organisasi yang memiliki kekuatan vertikal secara akademis maupun politis.

2. UU Guru dan dosen maupun Standar Nasional Pendidikan memberikan peluang kepada STKIP Siliwangi untuk memaksimalkan perannya sebagai LPTK.

3. STKIP Siliwangi menjadi salah satu PT penyelenggara sertifikasi guru. Sehingga meningkatkan minat lulusan SLTA maupun tenaga pendidik/kependidikan untuk menempuh gelar kesarjanaan di STKIP Siliwangi.

4. STKIP Siliwangi menjadi pendukung pemenuhan kebutuhan dosen pada setiap Perguruan Tinggi yang membutuhkan tenaga pendidik berkualifikasi S2

5. Komitmen pimpinan STKIP Siliwangi untuk meningkatkan mutu lembaga sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sangat tinggi

D. Ancaman

1. Tidak adanya dukungan anggaran dari sektor lain selain SPP Mahasiswa

2. Stigma yang diciptakan oleh pejabat Direktur beberapa tahun yang lalu bahwa STKIP Siliwangi merupakan perguruan tinggi yang selalu melanggar berbagai aturan perundangan.

3. Grand disain pendidikan nasional pada tahun 2014 yang mewajibkan calon guru memasuki pendidikan profesional selama 1 tahun dengan formasi yang terbatas. Hal ini mengakibatkan harus dibatasinya dengan ketat jumlah mahasiswa baru di STKIP Siliwangi khususnya.

(12)

Smart and Innovative Campus 9

4. Persaingan global, perkembangan IPTEKS dan tuntutan stakeholders menuntut ketersediaan fasilitas pendidikan berorientasi pasar, kesiapan SDM, dan sistem manajemen yang handal

5. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap STKIP Siliwangi mengharuskan STKIP Siliwangi meningkatkan kualitas komunikasi secara lebih intensif.

6. Munculnya perguruan tinggi kependidikan di berbagai daerah, menjadikan pasar STKIP Siliwangi semakin sempit. Sehingga inovasi dalam PMB setiap tahun harus dilakukan. E. Asumsi-asumsi

Pengembangan Rencana Strategis STKIP Siliwangi2014 - 2019 dilandasi oleh asumsi-asumsi sebagai berikut :

1. Tuntutan untuk meningkatan kualifikasi pendidikan semakin tinggi sejalan dengan perkembangan IPTEKS dan tuntutan masyarakat.

2. Pemberlakuan berbagai aturan dalam sistem pendidikan nasional berpengaruh terhadap STKIP Siliwangi baik positif maupun negatif.

3. Dikembangkannya fasilitas pembelajaran memungkinkan peningkatan sistem manajemen proses pembelajaran semakin akuntabel.

4. Kerjasama dan kemitraan dengan berbagai lembaga baik lokal maupun nasional semakin diperlukan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan.

5. Optimalisasi potensi kemahasiswaan memerlukan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

6. Unggulan-unggulan yang dimiliki oleh STKIP Siliwangi berupa kerjasama, kemitraan, kepengurusan dalam berbagai organisasi dan hubungan vertikal lainnya diberdayakan untuk menggali sumber dana pendukung. 7. Kompleksitas problematika pendidikan semakin

meningkat sehingga menuntut kajian yang mendalam dan komprehensif.

(13)

Smart and Innovative Campus 10

8. Modernisasi, liberalisasi, dan kapitalisasi dunia bisnis yang bersifat global menuntut STKIP Siliwangi untuk dapat mengembangkan bisnis yang bersifat nirlaba untuk mendukung kapasitas dan kapabilitas sekolah tinggi. 9. Rendahnya tingkat kesejahteraan yang disebabkan oleh

sistem penggajian PNS dan kondisi ekonomi negara mengharuskan STKIP Siliwangi melakukan revitalisasi kebijakan peningkatan kesejahteraan dalam rangka meningkatkan mutu kinerja SekolahTinggi.

10. Perkembangan budaya, peradaban dunia, dan menurunnya moralitas bangsa mengharuskan STKIP Siliwangi memperkuat komitmen untuk memperkokoh kehidupan beragama sebagai dasar untuk mewujudkan kampus yang edukatif, ilmiah dan religius.

11. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dan LPTK mengharuskan STKIP Siliwangi melakukan revitalisasi sistem komunikasi dan informasi. 12. Munculnya perguruan tinggi yang dikelola dan didukung

oleh manajemen yang kuat dari pihak asing dengan program-program kompetitif dalam merespons tuntutan pasar kerja dan penciptaan lapangan kerja secara langsung dapat memperlemah daya saing STKIP Siliwangi, baik dalam hal penerimaan jumlah mahasiswa pendaftar program kependidikan maupun dalam pengembangan program non-kependidikan.

(14)

Smart and Innovative Campus 11

BAB III

RENCANA STRATEGIS 2014 - 2019 A. Visi, Misi, Tujuan

Visi :

STKIP Siliwangi menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang berkiprah dalam bidang pendidikan sebagai lembaga penghasil tenaga pendidik yang mengutamakan mutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan tanggap serta peka terhadap arus globalisasi dan perkembangan IPTEK. Dengan karakter seperti itu STKIP Siliwangi menetapkan visi untuk menjadi:

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang unggul dan berdaya saing nasional dalam mutu serta pengembangan pembelajaran sekolah dan luar sekolah pada tahun 2021. Misi :

Dalam merealisasikan visinya, STKIP Siliwangi memiliki misi sebagaiberikut:

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan tenaga pendidik yang professional dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan matematika dan Pendidikan Luar Sekolah serta memiliki kompetensi berdaya saing global yang unggul di bidang pendidikan sesuai kebutuhan jalur, jenjang dan jenis pendidikan.

2. Melakukan penelitian-penelitian di bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Luar Sekolah yang berorientasi kepada pengembangan ilmu dan teknologi untuk mengembangkan pembelajaran di sekolah dan luar sekolah, sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang bermutu dan relevan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat di era globalisasi.

(15)

Smart and Innovative Campus 12

3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara professional yang merupakan penjabaran dan wujud bakti Kodam III/Siliwangi terhadap masyarakat Jawa Barat dan Banten melalui penyebarluasan dan penerapan ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Luar Sekolah.

4. Mengembangkan dan mengokohkan jejaring kemitraan dengan stakeholder, user, perguruan tinggi lain dan lembaga-lembaga pada tingkat lokal dan nasional untuk memantapkan optimalisasi fungsi dan peran STKIP Siliwangi Bandung

Tujuan :

1. Menghasilkan tenaga pendidik Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Luar Sekolah yang cakap serta trampil (akademik dan profesional) dalam berbagai kebutuhan tenaga pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan IPTEK dan mampu bersaing di tingkat lokal, regional dan nasional.

2. Menghasilkan tenaga pendidik professional dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Luar Sekolah yang bermutu dan relevan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat di era globalisasi.

3. Menghasilkan tenaga pendidik yang mampu memecahkan masalah-masalah dalam bidang pendidikan, sosial, budaya dan lain-lain dengan menggunakan ilmu pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,

B. Prioritas Pengembangan Lima Tahun Ke Depan

Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan di atas, ditetapkan prioritas pengembangan STKIP Siliwangi lima tahun ke depan sebagai berikut:

Seluruh Program Studi di STKIP Siliwangi harus (1) memperoleh Akreditasi (Minimal B) dari BAN-PT, (2) meningkatkan mutu input mahasiswa, (3) meningkatkan proses pembelajaran, (4)

(16)

Smart and Innovative Campus 13

meningkatkan mutu lulusan, (5) meningkatkan mutu dosen, (6) meningkatkan mutu riset dan publikasi dosen, (7) meningkatkan mutu kegiatan kerjasama.

Implementasi prioritas pengembangan di atas didukung oleh strategi dasar berikut:

1. Seluruh program studi Program studi melalui tim borang dikirimkan untuk melaksanakan worshop pengisian borang untuk mendapatkan hasil terbaik (Minimal B pada tahun 2014), 2. Memperluas promosi dan meningkatkan seleksi mahasiswa

pada tahun 2014

3. Memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana layanan terhadap mahasiswa serta perangkat pembelajaran yang lebih inovatif pada tahun 2015

4. Melaksanakan Peninjauan Kurikulum pada tahun 2013, 2017, 2021

5. Meningkatkan jumlah dosen untuk melanjutkan studi pada tahun 2014 sehingga pada tahun 2016 semua dosen 100 % S2, dan pada tahun 2017 S3 20%

6. Meningkatkan jumlah dana penelitian pada tahun 2014

7. Menjalin kerjasama dalam lingkup nasional maupun internasional pada tahun 2014

C. Kebijakan dan Program

1. Pengembangan Program Studi (Pascasarjana).

Seiring dengan perkembangan animo masyarakat terhadap pendidikan tinggi khususnya STKIP Siliwangi Bandung. Program studi pun harus dikembangkan sesuai dengan analisis akademis yang didukung oleh data-data di lapangan tentang kebutuhan alumni program studi untuk 5 tahun ke depan. Hasil studi kelayakan maka ditentukan dua program studi Magister yang harus dikembangkan : (1) Magister Pendidikan Luar Sekolah; dan (2) Magister Pendidikan Matematika. (3) Serta program Studi S-1 Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini PG – PAUD.

(17)

Smart and Innovative Campus 14

Untuk Magister Pendidikan Luar Sekolah dan Magister Pendidikan Matematika, saat ini telah mengajukan proses re-akreditasi sedangkan PG – PAUD telah keluar ijin operasionalnya pada tanggal 16 Oktober 2014. Sesuai dengan visi STKIP Siliwangi Bandung (Innovative Campus) dalam mengembangkan dan memelihara eksistensi Program Magister beberapa rencana Strategis yang dilakukan 4 tahun ke depan STKIP Siliwangi Bandung berkomitmen penuh pada :

a. Pengembangan SDM

Secara administratif rasio dosen Pascasarjana STKIP Siliwangi Bandung telah memenuhi rasio lebih dari cukup, tetapi kami terus melakukan pengembangan khususnya 5 tahun ke depan :

1) Memberikan kesempatan kepada dosen-dosen yang belum S-3 untuk melanjutkan studi S-3 sehingga pada tahun 2015 setiap program studi memiliki doktor minimal 7 orang

2) Meningkatkan kapabilitas dosen, sehingga pengetahuan yang diperolehnya selalu dinamis dan terbarukan. Langkah ini dilakukan dengan mengirimkan dosen secara terukur ke berbagai kegiatan ilmiah dan memberikan stimulus penelitian baik dibiayai lembaga atau dari DIKTI.

3) Membuka Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia sesuai dengan kebutuhan stake holders dan kesiapan tenaga penunjang di STKIP Siliwangi Bandung

b. Pengembangan Sarana Prasarana

1) Membangun unit gedung baru khusus untuk Program Pascasarjana

2) Membangun saran penunjang baik IT maupun perpustakaan dan laboratorium

(18)

Smart and Innovative Campus 15

3) Pemenuhan sarana prasarana kelas sehingga memenuhi standar minimal sarana prasarana.

c. Pengembangan Akademik dan penunjangnya 1) Melakukan SIM akademik berbasis IT

2) Melakukan revisi kurikulum secara berkala sesuai dengan pengembangan kurikulum terintegrasi antara kekhasan lembaga, kurikulum nasional dan kebutuhan pengembangan bidang pendidikan 3 tahun di depan. 3) Melakukan pembimbingan mahasiswa secara

terintegrasi dengan langkah-langkah terukur sehingga meminimalisasi mahasiswa DO

d. Pengembangan IT Kampus

1) Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai kebijakan STKIP Siliwangi Bandung.

2) Mengelola akses teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan seluruh sivitas akademika STKIP Siliwangi Bandung.

3) Mengatur sistem pangkalan data dan sistem informasi manajemen yang terintegrasi sesuai kebutuhan Perguruan Tinggi dan unit kerja.

4) Menjamin kelancaran akses jaringan internet, hotspot dan intranet.

5) Melaksanakan pendidikan, pelatihan dan praktikum teknologi informasi dan komunikasi bagi stakeholder internal dan eksternal.

6) Menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi dan seluruh unit kerja.

7) Mengembangkan dan mengelola website STKIP Siliwangi Bandung sebagai sarana penyebar informasi bagi khalayak umum.

8) Membantu perguruan tinggi dalam hal pengadaan dan perawatan hardware, software, dan

(19)

produk-Smart and Innovative Campus 16

produk TIK yang dikembangkan STKIP Siliwangi Bandung.

9) Menangani penyalahgunaan fasilitas teknologi informasi dan komunkasi di lingkungan perguruan tinggi dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Ketua STKIP Siliwangi Bandung melalui Pembantu Ketua I Bidang Akademik.

10) Mengembangkan unit profit center bidang TIK untuk membantu finansial perguruan tinggi.

11) Mengembangkan kerjasama teknologi informasi dan komunikasi dengan pihak lain untuk kemajuan perguruan tinggi.

2. Pendidikan

Kebijakan dalam bidang pendidikan diorientasikan untuk meningkatkan kualitas akademik, profesionalisme, kepribadian dan kemampuan sosial, guna mencapai keunggulan kompetitif, perluasan kesempatan dan akses untuk memperoleh pendidikan tinggi, menyempurnakan dan memantapkan program studi dan kurikulum, meningkatkan mutu Proses dan hasil Belajar Mengajar (PBM), mengembangkan dan meningkatkan program sertifikasi profesi pendidikan serta memperkuat jejaring dan kemitraan dengan lembaga-lembaga lokal, nasional, dan internasional.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Meningkatkan daya tampung beberapa program studi dengan mempertimbangkan ketersediaan ketenagaan dan fasilitas;

b. Memberdayakan program studi yang ada dan mengembangkan yang baru yang berdaya saing kuat dan sesuai dengan platform STKIP Siliwangi;

c. Mengembangkan program peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan dan tenaga profesional lainnya dalam rangka sertifikasi;

(20)

Smart and Innovative Campus 17

d. Mengevaluasi dan memperbaharui kurikulum, silabus, dan kalender akademik, sesuai tuntutan perundangan dan laju perkembangan di lapangan secara berkelanjutan serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap implementasinya;

e. Menetapkan standar mutu akademik dan memantau ketercapaian standar;

f. Meningkatkan mutu program, proses, dan hasil pembelajaran;

g. Meningkatkan kegiatan seminar dan lokakarya akademik, penulisan buku ajar dan modul bahan ajar;

h. Mengembangkan kerjasama kelembagaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada tingkat lokal, nasional dan internasional;

i. Menyempurnakan sistem informasi manajemen akademik termasuk peningkatan pelayanan prima dalam bidang akademik;

Profil lulusan dari 4 Program Studi Starata Satu (PLS, Pendidikan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Matematik) sebagai berikut :

TABEL 1

PROFIL LULUSAN SETIAP PRODI

No Program studi Profil Lulusan

1 Pendidiikan Luar Sekolah (S1)

- Sebagai Sarjana pendidik pada PNF/I yang profesional

- Kompeten dalam pendidika, pelatihan dan pengembangan

- Kompeten dalam pemberdayaan

(21)

Smart and Innovative Campus 18

No Program studi Profil Lulusan

2 PBS Inggris - Sarjana Pendidikan yang Profesional - Kompeten dalam bidang perhotelan

dan Tourisme

- Kompeten dalam bidang social

enterpreneur dan translator - English Services Provaider

(Penyelenggara Kursus dan Latihan) 3 PBS Indonesia - Sebagai sarjana pendidik profesional

- Kompeten sebagai penyunting karya tulis/editor

- Kompeten dalam bidang social

entrepreneurship

4 Pendidikan Matematik (S1)

- Sebagai sarjana pendidik profesional - Kiompeten dalam pengolahan data

hasil penelitian

- Kompeten dalam bidang pendidikan matematik realistic

- Kompeten dalam Social Enterpreneur pendidikan matematik

5 Pendidikan Guru

Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)

- Menjadi Tutor pada Lembaga PAUD (TK, RA, Kober, TPA, Pos PAUD)

- Pendiri dan Pengelola Lembaga PAUD - Pengembang Media / Alat Permainan

Edukatif Anak Usia Dini

- Konsultan / Peneliti Permasalahan PAUD

6 Magister Pendidikan Luar Sekolah

- Memahami nilai agama, sosial budaya dan pendidikan

- Menjadikan magister PLS yang berkepribadian tinggi

- Menjadi magister PLS yang dapat bersosialisasi baik di lingkungan

(22)

Smart and Innovative Campus 19

No Program studi Profil Lulusan

- Memahami konsep dan teori yang melandasi ilmu pendidikan terutama PLS

- Mampu merencakan dan mengelola kegiatan pembelajaran di kelas

- Mampu mengembangkan model-model pembelajaran PLS

7 Magister Pendidikan Matematika

- Mengembangakan Pembelajaran Matematika yang innovatif dengan menghasilkan kreasi pembelajaran - Menghasilkan perangkat pembelajaran,

produk pembelajaran, buku ajar yang didasarkan kepada perkembangan terkini dalam bidang IPTEK

- Menghasilkan lulusan yang memiliki kemahiran dalam menulis karya ilmiah - Menghasilkan lulusan yang profesional dalam penelitian di bidang pendidikan matematika, sehingga memberi

kontribusi bagi masyarakat bangsa dan negara

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Meningkatnya jumlah mahasiswa sebanyak 25%

b. Terbentuknya empat program studi S1 dan ditambah dua program studi S2 serta program studi S1 PGPAUD sedang dalam proses pengajuan program studi baru, hal ini diupayakan dapat berdaya saing kuat di tingkat nasional;

c. Terselenggaranya program sertifikasi untuk semua program studi;

(23)

Smart and Innovative Campus 20

e. Meningkatnya prosentase lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

f. Tersusunnya kurikulum baru untuk setiap program studi yang adaptif terhadap tuntutan perundangan, perkembangan ipteks dan tuntutan masyarakat

g. Tersusunnya deskripsi dan silabus untuk semua mata kuliah yang diperbaharui secara berkelanjutan

h. Terlaksananya evaluasi 3 tahunan kurikulum; i. Tersusunnya standar mutu akademik;

j. Terlaksananya pemantauan tahunan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat berdasarkan standar mutu yang berlaku;

k. Rata-rata IPK lulusan minimal sebesar 3,10

l. Rata-rata lama penyelesaian studi S1: 6 s.d 8 semester (berdasarkan pendidikan terakhirnya/Konversi D2, D3 dan S1 Pindahan atau tidak relevan dengan program studi yang ditempuh di STKIP Siliwangi

m.Rata-rata lama penyelesaian studi S2: 4 semester

n. Terakreditasinya seluruh program studi S1 dan S2 dengan predikat:

NO Program Studi Program Jenjang

L E G A L I T A S

(Sesuai dengan Surat Keputusan) SK BAN-PT PERPANJANGAN IJIN NO./TGL. SK

1 Pendidikan Luar Sekolah S1

023/BAN- PT/Ak-XIII/S1/X/2010, tanggal 29 Oktober 2010 8945/D/T/K-IV/2011, tanggal 30 September 2011

2 Pendidikan Bahasa Inggris S1

020/BAN- PT/Ak-XIII/S1/X/2010, tanggal 8 Oktober 2010 8946/D/T/K-IV/2011, tanggal 30 September 2011

(24)

Smart and Innovative Campus 21

NO Program Studi Program Jenjang

L E G A L I T A S

(Sesuai dengan Surat Keputusan) SK BAN-PT PERPANJANGAN IJIN NO./TGL. SK

3 PBS. Indonesia S1 019/BAN- PT/Ak-XIII/S1/IX/2010, tanggal 24 September 2010 8947/D/T/K-IV/2011, tanggal 30 September 2011 4 Pendidikan Matematika S1 023/BAN- PT/Ak-XIII/S1/X/2010, tanggal 29 Oktober 2010 8944/D/T/K-IV/2011, tanggal 30 September 2011

5 Pendidikan Luar Sekolah S2

033/BAN- PT/Ak-IX/S2/I/2012, tanggal 13 Januari 2012 8673/D/T/K-IV-2011 Tanggal 14 Desember 2011 6 Pendidikan Matematika S2 243/SK/BAN- PT/Ak-XI/M/XII/2013, tanggal 7 Desember 2013 131/E/O/2012, tanggal 20 April 2012

7 PG-PAUD S1 - 518/E/O/2014, tanggal 16 Oktober

2014

o. Terbitnya 100 judul buku ajar dan modul bahan ajar. p. Terlaksananya sistem student link secara akurat.

q. Terbangunnya sistem layanan akademik untuk mahasiswa yang berprestasi dalam bidang-bidang khusus.

3. Penelitian dan Pengembangan

Kebijakan penelitian dan pengembangan difokuskan untuk mendorong tumbuhnya penelitian yang bermutu dan dikelola secara baik, sehingga melahirkan karya penelitian dan inovasi

(25)

Smart and Innovative Campus 22

yang unggul, mutakhir, terdiseminasi secara luas, serta memperoleh pengakuan secara nasional atau internasional.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan pelatihan metodologi penelitian.

b. Memfasilitasi pengembangan payung penelitian dan kelompok-kelompok penelitian yang ditentukan oleh pihak lembaga. c. Mengembangkan sistem informasi penelitian.

d. Memfasilitasi pengembangan proposal penelitian yang bermutu dan berdayasaing tinggi.

e. Mengembangkan jejaring penelitian dengan berbagai lembaga mitra.

f. Menerapkan hasil penelitian untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

g. Melakukan wawancara berkenaan dengan persoalan-persoalan profesionalisme guru/pendidik, kepribadian guru/pendidik, yang sesuai dengan moralitas bangsa.

h. Menerbitkan tambahan jurnal penelitian ilmiah (ISSN)UPT P2M i. Menjadikan STKIP Siliwangi menjadi mitra penyelenggara

seminar internasional (teleconference)

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. 10 Dosen terlatih dalam metodologi penelitian yang sedang menerapkannya dalam tesis dan disertasi yang sedang menempuh studi lanjutan S2 dan S3.

b. Payung penelitian pada tingkat sekolah tinggi dan program studi.

c. Layanan internet sebagai wadah informasi yang masuk dan keluar sebagai salah satu penunjang informasi penelitian.

d. Karya penelitian yang di publikasikan dan diseminarkan pada tingkat nasional maupun internasional oleh yang bersangkutan.

(26)

Smart and Innovative Campus 23

e. Inovasi pembelajaran dari hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai pedoman atau ukuran dalam proses perkuliahan.

f. Dapat dikembangkan inovasi pendidikan khususnya bagi guru/pendidik, kepribadian guru/pendidik.

g. Pengembangan proses pembelajaran dalam meningkatkan lulusan

h. Enam nomor jurnal nasional (ISSN) terbitan STKIP Siliwangi (DIDAKTIK, Empowerment, Infinity, Eltin, Semantik, P2M)

i. STKIP Siliwangi menjadi mitra penyelenggara seminar internasional (teleconference) dengan PPPPTK Yogyakarta. 4. Pengabdian Kepada Masyarakat

Kebijakan pengabdian kepada masyarakat difokuskan untuk mendorong terwujudnya pengabdian yang bermutu dan sinergis pada masyarakat pendidikan khususnya dan masyarakat luas umumnya, sehingga melahirkan kegiatan dan hasil pengabdian yang terkait pada pendidikan dan penelitian, memberdayakan masyarakat, memperkuat kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta, menyediakan layanan pendidikan di sekolah dan luar sekolah kepada masyarakat luas.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Mengembangkan payung program pengabdian kepada masyarakat dan melaksanakannya, termasuk yang berbasis hasil penelitian.

b. Mengadakan pelatihan perencanaan program pengabdian kepada masyarakat.

c. Mengembangkan jejaring kemitraan pengabdian kepada masyarakat.

d. Mempublikasikan program dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

(27)

Smart and Innovative Campus 24

f. Mengajukan Kemitraan STKIP Siliwangi dengan Kopertis IV, provinsi dan yayasan damandiri untuk bekerjasama dalam pengabdian pada masyarakat.

g. Mendirikan PKBM di Wilayah Kampus STKIP Siliwangi

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Terwujudnya payung program prioritas pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kemitraan dengan pemerintah pusat (PNFI) dan daerah serta sektor swasta.

b. Terlaksananya jenis pelatihan program pengabdian kepada masyarakat pendidikan maupun umum (Keaksaraan Fungsional)

c. Terlaksananya program pengabdian kepada masyarakat berbasis kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta.

d. Layan informasi dan Internet sebagai pusat publikasi Lembaga. e. Terlaksananya layanan pendidikan di sekolah dan luar sekolah. f. STKIP Siliwangi mendapatkan bantuan pelaksanaan

pengabdian pada masyarakatm melalui kemitraan dengan Kopertis IV, provinsi dan yayasan damandiri untuk pelaksanaan KKN Tematik dan Posdaya.

g. Dilaksanakannya Proses Pengajuan Izin Operasional PKBM Siliwangi

5. Kemahasiswaan

Kebijakan dalam bidang kemahasiswaan dan hubungan alumni berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan kemahasiswaan untuk mendukung pelaksanaan Tridharma PT guna memperoleh dan memperkaya kompetensi profesional, kepribadian dan sosial yang mantap, menuju keunggulan kompetitif. Kebijakan itu terfokus pada penguatan kelembagaan, pengembangan minat bakat, pengembangan kepribadian dan seni budaya, olah raga, peningkatan pendidikan keimanan dan ketakwaan, etika dan estetika, dan peningkatan

(28)

Smart and Innovative Campus 25

kesejahteraan yang sejalan dengan peningkatan ketahanan terhadap ancaman erosi nilai moral norma luhur dan bahaya obat terlarang dan psikotropika, serta dukungan kuat dari alumni untuk pengembangan STKIP Siliwangi.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Mengembangkan dan menata manajemen kelembagaan dan lingkungan HIMA serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

b. Mengembangkan model-model untuk memfasilitasi pembinaan kepemimpinan HIMA.

c. Mengembangkan sistem penelusuran minat, bakat dan kreativitas mahasiswa serta model-model pembinaan dan pengembangannya.

d. Meningkatkan prestasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan tingkat wilayah dan nasional.

e. Mengembangkan sistem pembinaan kepribadian, seni budaya dan olah raga.

f. Menyelenggarakan pertunjukan dan perlombaan seni budaya dan berbagai cabang olah raga yang berskala regional, nasional maupun internasional.

g. Mengembangkan model-model pembinaan untuk memperkuat ketahanan fisik maupun mental, guna menangkal erosi norma luhur, obat terlarang dan psikotropika.

h. Mengembangkan sistem pengelolaan asrama dan pemondokan mahasiswa.

i. Meningkatkan pelayanan kesehatan dan santunan kecelakaan/kematian.

j. Memantapkan jaringan kerjasama untuk memperbanyak peluang beasiswa bagi peningkatan kesejahteraan mahasiswa. k. Meningkatkan partisipasi alumni dalam pengembangan STKIP

Siliwangi.

l. Memantapkan program bimbingan dan konseling karier mahasiswa.

(29)

Smart and Innovative Campus 26

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

NO KEGIATAN

a. - Tertatanya kelembagaan dan lingkungan HIMA serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

- Terbentuknya kepengurusan HIMA yang sesuai dengan PP No. 6 Tahun 2004 dan ART STKIP Siliwangi.

b. Tersusunnya model-model pembinaan kepemimpinan HIMA pada program studi, jurusan, fakultas dan sekolah tinggi

c. Tersusunnya sistem penelusuran minat, bakat dan kreativitas mahasiswa serta model-model pembinaan kegiatan HIMA

d. Meningkatnya prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional dalam berbagai bentuk seni budaya dan berbagai cabang olah raga hingga 2 %.

e. - Menguatnya kepribadian pendidik/pakar yang berbudaya Indonesia.

- Menurunnya peluang kasus mahasiswa yang terkena HIV dan Narkoba hingga seminimal mungkin

f. Meningkatnya daya tampung dan kualitas layanan pada mahasiswa pengguna jasa asrama dan pemondokan yang bersih, sehat, aman dan nyaman.

g. - Pemberian santunan kesehatan, kecelakaan/ kematian minimal 3%.

- Menurunnya angka sakit, kecelakaan/kematian, hingga di bawah 1 %.

h. - Terbentuknya jaringan kerjasama dengan pemberi beasiswa (Lembaga Pemerintah Pusat/KOPERTIS dan Yayasan) dalam negeri.

- Bertambahnya jumlah mahasiswa penerima beasiswa hingga mencapai 15%

(30)

Smart and Innovative Campus 27

NO KEGIATAN

i. - Revitalisasi IKA dalam mendukung pengembangan STKIP Siliwangi BHMN.

- Meningkatnya partisipasi jumlah alumni dalam kegiatan-kegiatan pengembangan STKIP Siliwangi mencapai 10% j. Terselenggaranya bimbingan dan konseling karier

mahasiswa minimal satu kali setahun.

k. - Revitalisasi persatuan orangtua mahasiswa tingkat Sekolah Tinggi dan jurusan/program studi.

- Meningkatnya peran POMA untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan.

- Optimalisasi peran POMA dalam membantu pengembangan STKIP Siliwangi.

6. Modernisasi Kampus dan Fasilitas

Kebijakan ini difokuskan pada modernisasi kampus dan fasilitas berstandar nasional dengan menempatkan realisasi kemampuan mandiri dalam prioritas tinggi.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Melaksanakan pembangunan fisik dan fasilitas kampus berstandar nasional yang dibiayai mandiri.

b. Memantapkan sistem manajemen fasilitas berdasarkan penjaminan mutu yang meliputi pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pengamanan secara sistemik dan komprehensif.

c. Mengupayakan dan memberdayakan swadana untuk pengembangan fasilitas.

d. Meningkatkan sistem sekuriti dan manajemen kampus.

e. Memperluas, mengembangkan dan memberdayakan sistem pengelolaan tata ruang kampus.

(31)

Smart and Innovative Campus 28

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

NO KEGIATAN

a. Terselesaikannya 20 ruang kelas dan sedang dibangunnya ruang kuliah baru serta kelengkapannya sesuai dengan rencana pembangunan

b. Sempurnanya pedoman sistem manajemen fasilitas, pemeliharaan, pemanfaatan dan pengamanan.

c. - Diperoleh dan diberdayakannya dana hibah dan bantuan dari Provinsi, Yayasan Damandiri dan Kopertis Wilayah IV.

d. - Terlatihnya 10 orang tenaga keamanan kampus. - Rendahnya gangguan keamanan kampus.

- Tertibnya manajemen perparkiran kendaraan dalam kampus.

e. - Tersusunnya sistem pengelolaan tata ruang kampus. - Tersedianya tanah seluas kurang lebih 1.000 m2. 7. Peningkatan Jaringan ICT

Kebijakan ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur serta sistem informasi akademik dan manajemen berbasis ICT. Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Memperluas pembangunan infrastruktur ICT.

b. Menyempurnakan sistem informasi manajemen sekolah tinggi yang lengkap, akurat dan mutahir.

c. Meningkatkan kapasitas dan fungsi STKIP Siliwangi Net. d. Mengembangkan e-learning.

e. Mengembangkan e-management baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

(32)

Smart and Innovative Campus 29

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Terpasangnya infrastruktur ICT yang menghubungkan seluruh unit di kampus induk dan kampus daerah dengan tingkat keamanan yang tinggi;

b. Meningkatnya bandwidth menjadi 5 Mbps;

c. Sebanyak 25% sivitas akademika dan tenaga administrasi sekolah tinggi dapat memanfaatkan layanan internet;

d. Sebanyak 10 program studi memanfaatkan jaringan ICT untuk menyelenggarakan perkuliahan dengan sistem e-learning.

e. Sistem informasi manajemen sekolah tinggi yang dapat memberikan 75% layanan data dan informasi secara lengkap, akurat dan mutahir;

f. Layanan virtual library untuk 25% mahasiswa dan dosen. 8. Penataan Kelembagaan dan Sistem Manajemen

Kebijakan ini difokuskan pada pembaharuan sistem tatanan kelembagaan dan pengelolaan sekolah tinggi yang efisien dan efektif, serta memiliki akuntabilitas yang mantap untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Melaksanakan restrukturisasi organisasi dan penataan sistem manajemen sesuai dengan AD/ART.

b. Menyusun prosedur dan tatakerja baru sesuai dengan pembaharuan yang telah ditetapkan.

c. Menyiapkan perangkat aturan untuk memfungsikan keseluruhan komponen manajemen kelembagaan sesuai dengan sistem yang baru.

d. Mengembangkan sistem manajemen keuangan.

e. Mengembangkan sistem akuntabilitas kinerja dan penjaminan mutu.

f. Mengembangkan sistem manajemen perguruan tinggi modern berstandar internasional.

(33)

Smart and Innovative Campus 30

h. Meningkatkan kinerja manajemen sekolah laboratorium– percontohan.

i. Menata dan memberdayakan unit-unit pendukung, dan unit bisnis pendukung sesuai dengan ketentuan AD/ART.

j. Mengembangkan sistem manajemen penghematan energi. Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Terwujudnya sistem organisasi dan manajemen sesuai dengan kebutuhan sekolah tinggi berdasarkan PP No. 6/2004 dan ART STKIP Siliwangi.

b. Terlaksananya prosedur dan tata kerja sesuai dengan mekanisme untuk meningkatkan kinerja manajemen.

c. Berfungsinya seluruh komponen manajemen kelembagaan sesuai dengan tuntutan PP No. 6/2004 dan ART STKIP Siliwangi.

d. Terwujudnya sistem manajemen keuangan yang memenuhi standar akuntansi instansi.

e. (1) Tersusunnya standar mutu manajemen dan akademik, (2) Tersusunnya laporan akuntabilitas kinerja dan keuangan setiap tahun, (3) Terselesaikannya lima kali Audit Internal terhadap seluruh unit yang ada di STKIP Siliwangi. (4) Terselesaikannya laporan audit oleh Dewan Audit.

f. Terwujudnya sistem manajemen perguruan tinggi modern sesuai ketentuan yang berlaku.

g. Meningkatnya kinerja manajemen kampus daerah sesuai dengan tuntutan kebutuhan.

h. Terselenggaranya sekolah laboratorium--percontohan sebanyak empat buah SD dan satu SLTP di Kampus STKIP Siliwangi yang mampu memberikan layanan pendidikan bermutu berbasis hasil penelitian.

i. Meningkatnya peran dan fungsi unit-unit bisnis pendukung untuk menjalankan sistem manajemen kampus.

(34)

Smart and Innovative Campus 31

9. Penataan SDM

Kebijakan dalam bidang penataan sumberdaya manusia (SDM) difokuskan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan SDM, rekrutmen pegawai sekolah tinggi terutama tenaga akademik secara selektif sesuai dengan kebutuhan nyata sekolah tinggi, tersusunnya pedoman pengalihan dan pengembangan pegawai sekolah tinggi dan penataan SDM sesuai dengan struktur organisasi STKIP Siliwangimenurut PP Nomor 6 Tahun 2004 dan ART Tahun 2006.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Mengembangkan kode etik tenaga edukatif dan peneliti serta pedoman dan pelaksanaan penataan pegawai STKIP Siliwangisesuai dengan kebutuhan organisasi STKIP Siliwangi berdasarkan PP Nomor 6 Tahun 2004 dan ART STKIP Siliwangi. b. Mengembangkan pedoman dan pelaksanaan rekrutmen pegawai sekolah tinggi terutama tenaga akademik sesuai dengan kebutuhan sekolah tinggi.

c. Mengembangkan pedoman dan pelaksanaan pembinaan SDM sekolah tinggi sesuai dengan tuntutan STKIP Siliwangi

d. Meningkatkan kompetensi kepribadian, sosial profesionalisme, budaya kerja, dan disiplin kerja yang tinggi dalam kaitannya dengan kapasitas membangun sekolah tinggi.

e. Meningkatkan kualifikasi, mutu, dan jumlah SDM.

Ketercapaian program di atas selama lima tahun dapat dilihat dari indikator-indikator berikut:

a. Tersusunnya pedoman dan pelaksanaan penataan pegawai STKIP Siliwangi (administrasi dan akademik) sesuai dengan kebutuhan organisasi STKIP Siliwangi berdasarkan PP Nomor 6/2004 dan ART STKIP Siliwangi;

b. (1) Sempurnanya pedoman rekrutmen pegawai sekolah tinggi yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan sekolah tinggi.(2). Pengangkatan tenaga dosen diutamakan terhadap

(35)

Smart and Innovative Campus 32

mereka yang berkualifikasi pendidikan minimal S-2 dantenaga teknisi/administrasi berdasarkan prioritas kebutuhan.

c. (1) Sempurnanya pedoman pembinaan dan kode etik SDM sekolah tinggi. (2) Terlaksananya pembinaan kepada seluruh dosen dan tenaga administratif.

d. (1) Meningkatnya kemampuan ilmiah, kepribadian, profesi dan sosial tenaga akademik dan tenaga administrasi. (2) Terwujudnya budaya kerja korporat di kalangan tenaga akademik dan tenaga administrasi sesuai dengan tuntutan STKIP Siliwangi.

e. Meningkatnya kehadiran seluruh tenaga akademik dan tenaga administrasi sesuai dengan jam kerja sampai 100%.

f. Meningkatnya kualifikasi pendidikan tenaga akademik menjadi 70% untuk S2 dan 20% untuk S3, serta jumlah Guru Besar menjadi 100 orang.

10. Pengembangan Usaha

Kebijakan ini difokuskan pada pemanfaatan dan pengembangan aset sekolah tinggi untuk menghasilkan pendapatan sebagai dana pendamping.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Menyempurnakan Business Plan sekolah tinggi.

b. Mengembangkan dan melaksanakan usaha sekolah tinggi berbasis akademik (academic venture).

c. Mengembangkan model inkubator usaha sekolah tinggi.

d. Membangun pusat layanan jasa konsultansi, kepakaran dan kelembagaan.

e. Membangun pusat pendidikan dan pelatihan SDM.

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Sempurnanya Business Plan sekolah tinggi;

(36)

Smart and Innovative Campus 33

c. Berdirinya lima unit Inkubator usaha bisnis sekolah tinggi; d. Beroperasinya lima Pusat Layanan Jasa Konsultansi, kepakaran

dan kelembagaan;

e. Terselenggaranya Pusat Layanan Jasa Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan SDM.

11. Peningkatan Kesejahteraan

Kebijakan ini difokuskan pada pengembangan sistem kesejahteraan yang dapat memotivasi peningkatan kinerja tenaga akademik maupun non-akademik.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Mengembangkan sistem insentif untuk meningkatkan kinerja SDM;

b. Menerapkan sistem evaluasi berbasis kinerja bagi tenaga dosen dan administrasi, sehingga berdampak terhadap perbaikan kesejahteraannya;

c. Menata sistem pengembangan karir;

d. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga akademik dan administrasi yang akan memasuki masa purna bakti.

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Terlaksananya sistem insentif pegawai berbasis prestasi kerja, yang secara bertahap terus meningkat;

b. (1) Terselenggaranya evaluasi kinerja secara periodik bagi dosen dan tenaga administrasi; (2) Terselenggaranya penilaian secara terpadu oleh pimpinan unit dan mahasiswa pada setiap semester; (3) Diberlakukannya rotasi dan mutasi sesuai dengan hasil penilaian kinerja.

c. Terlaksananya sistem pengembangan karir berbasis kinerja; d. Terselenggaranya pelatihan keterampilan wira usaha untuk

sekurang-kurangnya 60% pegawai yang memasuki masa purna bakti.

(37)

Smart and Innovative Campus 34

12. Pengokohan Kehidupan beragama

Kebijakan ini difokuskan pada penyelenggaraan program pengembangan dan pengokohan kehidupan beragama, yakni sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan pendidikan agama; b. Mengembangkan pusat studi Islam;

c. Meningkatkan mutu kehidupan beragama;

d. Mengoptimalkan fungsi masjid Baiturrohmah untuk penyelenggaraan tutorial pendidikan agama Islam;

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Terselenggaranya pendidikan agama sesuai dengan ketentuan perundangan;

b. Terbentuknya pusat studi Islam bertaraf internasional;

c. Meningkatnya mutu kehidupan beragama di kalangan sivitas sekolah tinggi.

d. Meningkatnya kualitas kegiatan tutorial Pendidikan Agama Islam di masjid Baiturrohmah.

13. Peningkatan Citra STKIP Siliwangi

Kebijakan ini difokuskan pada pengembangan citra lembaga yang bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang visi, misi, program, dan keunggulan STKIP Siliwangi, menjalin komunikasi sosial dengan masyarakat profesi serta masyarakat umum, agar mampu mengangkat citra kelembagaan di masyarakat nasional dan internasional.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

a. Menguatkan fungsi unit kerjasama dan pengembangan kampus; b. Merintis pengembangan STKIP SiliwangiBerkualitas

c. Mengembangkan kerjasama dengan media massa untuk mempromosikan STKIP Siliwangi;

d. Menyelenggarakan seminar/konferensi nasional dan internasional.

(38)

Smart and Innovative Campus 35

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

a. Meningkatnya peran Unit Kerjasama dan pengembangan KampusSTKIP Siliwangi.

b. Operasionalisasi STKIP SiliwangiBerkualitas

c. Publikasi profil STKIP Siliwangi dalam sejumlah media massa cetak dan elektronik setiap enam bulan.

d. Terselenggaranya seminar/konferensi nasional dan internasional tahunan;

(39)

Smart and Innovative Campus 36

BAB IV

RENCANA OPERASIONAL STKIP SILIWANGI BANDUNG

TAHUN 2014 – 2019

Dokumen Rencana Operasional (RENOP) ini adalah penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis (RENSTRA) STKIP Siliwangi Bandung Tahun 2014 – 2019

Dokumen RENOP memuat rumusan rencana dan target pencapaian yang bersifat kuantitatif dan operasional dari masing-masing indikator kinerja pencapaian tujuan dan sasaran yang hendak dicapai baik untuk jangka menengah (tahun 2015) maupun jangka pendek (target tahunan) dari masing-masing sasaran yang ditetapkan dalam RENSTRA STKIP Siliwangi Bandung.

Dokumen RENOP STKIP Siliwangi Bandung disusun secara berjenjang dan merupakan hasil penyusunan yang bersifat partisipatif dan kontributif. Target-target yang ditetapkan dalam dokumen RENOP adalah hasil kesepakatan bersama seluruh pengelola sekolah tinggi.

Dokumen RENOP ini berisi misi, tujuan, sasaran, indikator kinerja untuk mengetahui pencapaian tujuan, sasaran termasuk target-target kuantitatifnya dan program-program payung untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi 2014 – 2019. Termasuk di dalamnya penetapan indikator kinerja kunci (key performance indicator) yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran dalam mewujudkan STKIP Siliwangi Bandung sebagai Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang unggul dan berdaya saing nasional dalam mutu serta pengembangan pembelajaran sekolah dan luar sekolah pada tahun 2021.

(40)

Smart and Innovative Campus 37

Indikator Kinerja Utama merupakan indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan dan sasaran strategis. Indikator Kinerja merupakan indikator kinerja secara keseluruhan yang melengkapi Indikator Kinerja Utama. Dengan penetapan indikator kinerja dan target kinerja diharapkan perencanaan program dan kegiatan di unit-unit pelaksana kegiatan lebih terarah dan terkendali secara optimal untuk mencapai tujuan dan sasaran Sekolah Tinggi.

A. Pendididikan dan Pengajaran Misi -1

Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dan memiliki kompetensi berdaya saing global yang unggul di bidang pendidikan sesuai kebutuhan jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Tujuan Strategis Menghasilkan tenaga pendidik yang cakap serta trampil (akademik dan profesional) dalam berbagai kebutuhan tenaga pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan

Sasaran Strategis Untuk mewujudkan tujuan strategis menjadi Sekolah Tinggi unggul dalam penguasaan materi dan pengembangan pembelajaran sekolah dan luar sekolah ditetapkan sasaran strategis:

1. Melakukan pembenahan internal yang intensif, dengan membentuk Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) STKIP Siliwangi Bandung untuk mengukur dan menilai pencapaian standar nasional pendidikan oleh peserta didik, program dan/atau satuan pendidikan serta melalui program Panca tertib STKIP Siliwangi Bandung dalam kegiatan akademik, kemahasiswaan, keuangan, personalia dan pembinaan sarana dan prasarana.

(41)

Smart and Innovative Campus 38

2. Meningkatkan kinerja sejumlah civitas akademika STKIP Siliwangi Bandung agar pelayanan akademik dapat senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu.

3. Mengembangkan pembangunan sarana dan prasarana untuk menunjang proses kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Target dan Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indikator).

Indikator Kinerja Utama dalam rangka mewujudkan Misi STKIP Siliwangi Bandung adalah sebagai berikut:

NO KOMPONEN STANDAR MUTU STKIP SILIWANGI CAPAIAN TARGET 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Peningkatan Mutu Input Mahasiswa

1 Rasio calon mahasiswa yang ikut seleksi terhadap daya tampung 1:04 1:4,04 1: 4,1 1: 4,2 1: 4,3 1: 4,4 1: 4,5 1: 4,6 1: 4,7 1: 4,8 2 Persentase mahasiswa baru yang melakukan registrasi ≥ 95% 99% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3 Persentase perbandingan mahasiswa bukan transfer terhadap transfer ≤ 25% 23% 22% 21% 20% 19% 18% 17% 16% 15%

Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran

1 Rata-rata beban Dosen mengajar per-semester ≤ 13 12,82 12,75 12,7 12,5 12,4 12,3 12,25 12,2 12,1 2 Persentase rata-rata kehadiran dosen tetap dalam mengajar 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3 Persentase kelengkapan perangkat pembelajaran ≥ 75% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% 100% 100%

(42)

Smart and Innovative Campus 39 NO KOMPONEN STANDAR MUTU STKIP SILIWANGI CAPAIAN TARGET 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 4 Persentase kesesuaian keahlian dosen dengan mata kuliah yang diampu ≥ 90% 90% 92,5% 95% 97,5% 100% 100% 100% 100% 100% 5 Persentase dosen yang menggunakan aplikasi TIK dalam proses pembelajaran ≥ 60% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 6 Rata-rata banyak mahasiswa yang dibimbing per-dosen dalam tugas akhir ≤ 8 8 7 6 5 4 4 4 4 4 7 Rata-rata dana operasional mahasiswa per-tahun ≥ 15 16 16,25 16,5 16,75 17 17,25 17,5 17,75 18 8 Persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu 60% 70% 72% 74% 76% 78% 80% 82% 84% 86% 9 Rata-rata penyelesaian tugas akhir mahasiswa ≤ 6 bulan 6 6 6 6 6 6 6 6 6 10 Rata-rata penyelesaian studi mahasiswa 4 tahun 4 4 4 4 4 4 4 4 4 11 Jumlah text book yang sesuai dengan bidang ilmu 350 400 420 440 460 480 500 520 540 560

Peningkatan Mutu Lulusan

1 Persentase lulusan dengan masa tunggu kerja pertama < 6 bulan ≥ 60% 62% 64% 66% 68% 70% 72% 74% 76% 78% 2 Persentase

(43)

Smart and Innovative Campus 40 NO KOMPONEN STANDAR MUTU STKIP SILIWANGI CAPAIAN TARGET 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Peningkatan Mutu Dosen

1 Persentase Dosen tetap bergelar S2 dan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi program Studi ≥ 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 2 Persentase dosen tetap yang menjadi anggota masyarakat bidang ilmu (akademik dan profesi) tingkat nasional ≥ 25% 30% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70% 3 Jumlah pakar yang menjadi pembicara seminar/ pelatihan dari luar STKIP ≥ 10 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 Jumlah dosen yang menjadi pemakalah dalam seminar ≥ 25% 30% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70%

Peningkatan Mutu Penelitian dosen dan Pengabdian Pada Masyarakat

1

Rata-rata Dana Peneltian Dosen tetap per tahun (juta-an rupiah)

≥ 3 3 3.5 4 4.5 5 5.5 6 6.5 7

2

Rata-rata dana P2M dosen tetap per tahun (juta-an rupiah) ≥ 1.5 1.7 1.9 2.1 2.3 2.5 2.7 2.9 3.1 3.3 3 Jumlah penelitian dosen yang sesuai bidang ilmu ≥ 20% 25% 27% 29% 31% 33% 35% 37% 39% 41% 4 Jumlah tulisan dosen dalam jurnal ilmiah nasional ≥ 20% 20% 22% 24% 26% 28% 30% 32% 34% 36%

(44)

Smart and Innovative Campus 41 NO KOMPONEN STANDAR MUTU STKIP SILIWANGI CAPAIAN TARGET 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 5 Jumlah tulisan dosen dalam prosiding nasional ≥ 20% 25% 27% 29% 31% 33% 35% 37% 39% 41% 6 Jumlah tulisan dosen dalam jurnal ilmiah internasional ≥ 2% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 10% 7 Jumlah tulisan dosen dalam prosiding internasional ≥ 5% 6% 7% 8% 9% 10% 11% 12% 13% 14% 8 Jumlah tulisan dosen dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi ≥ 2% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 10% 9 Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dosen ≥ 20% 25% 27% 29% 31% 33% 35% 37% 39% 41% 10 Jumlah pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen sesuai bidang ilmu ≥ 20% 25% 27% 29% 31% 33% 35% 37% 39% 41%

Peningkatan Mutu Kerjasama

1 Banyaknya kerjasama dengan instansi terkait di tingkat Nasional ≥ 60% 70% 71% 72% 73% 74% 75% 76% 77% 78% 2 Banyaknya kerjasama dengan instansi terkait di tingkat Internasional ≥ 2% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 10%

(45)

Smart and Innovative Campus 42 NO KOMPONEN STANDAR MUTU STKIP SILIWANGI CAPAIAN TARGET 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Peningkatan Sistem Administrasi

1 Jumlah tenaga kependidikan dengan pendidikan terakhir sesuai dengan bidang administrasinya ≥ 60% 60% 62% 60% 60% 60% 60% 60% 60% 60% 2 Jumlah pelatihan yang diikuti oleh tenaga kependidikan per-tahun ≥ 50% 50% 52% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 3 Persentase data yang dikelola dengan sistem jaringan lokal (LAN) ≥ 80% 85% 86% 87% 88% 89% 90% 91% 92% 93% 4 Persentase data yang dikelola dengan sistem jaringan luas (WAN) ≥ 30% 30% 34% 38% 42% 46% 50% 54% 58% 60%

Strategi (Program dan Kebijakan)

Program dan kebijakan yang mendukung terwujudnya misi STKIP Siliwangi tujuan dan sasaran strategis dilaksanakan melalui:

Program peningkatan persentase jumlah mahasiswa tiap program studi dengan kebijakan penataan prioritas(mencakup peningkatan jumlah dan kualitas mahasiswa melalui perekrutan mahasiswa bermutu secara proaktif dan peningkatan mutu serta relevansi program studi)

Melanjutkan program peningkatan mutu dan relevansi pembelajaran berbasis sekolah pada seluruh program studi pada semua jenjang pendidikan dengan kebijakan Sekolah Tinggi bersinergi dalam sosialisasi, pengembangan, dukungan fasilitas, monitoring pelaksanaan dan kemajuan sistem pembelajaran berbasis riset. Sekolah Tinggi fokus pada sosialisasi konsep dan

(46)

Smart and Innovative Campus 43

pedoman serta menjadi katalisator berkembangnya pembelajaran berbasis sekolah yang paling sesuai pada tiap program studi.

Program peningkatan dan penjaminan mutu kurikulum dan silabi secara berkelanjutan untuk memenuhi atau melampaui standar nasional dengan kebijakan pentahapan (semua program studi harus memulai melakukan benchmarking sesuai kemampuan, melakukan evaluasi diri dan merencanakannya secara sistematis serta memilih fokus pembidangan yang mempunyai daya tarik nasional dengan upaya mengangkat keunggulan lokal ke tingkat nasional)

Program peningkatan mutu bidang SDM, sarana prasarana dan manajemen dengan kebijakan perencanaan seksama, menyeluruh dan terpadu dengan perhatian pada relevansi terhadap fokus bidang pengembangan dan juga mempertimbangkan perimbangan antara kegiatan dan ketersediaan sumberdaya (optimalisasi dilakukan dengan mengutamakan perolehan nilai tambah pada aspek yang prospektif secara nasional)

Program pengembangan Joint Programs dengan PT lain yang bermutu melalui kebijakan penjajagan pada semua kemungkinan pendekatan dan direncanakan oleh semua program studi, sedangkan Sekolah Tinggi memfasilitasi, memonitor, mengevaluasi dan mengarahkan.

Program penelaahan dan penyusunan road-map pengajuan akreditasi nasional dan peningkatan akreditasi nasional dengan kebijakan sesuai keadaan tiap program studi (pentahapannya dapat mulai dari identifikasi kemampuan untuk akreditasi pada bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; obyek akreditasi dapat dimulai dari yang paling siap misalnya manajemen, laboratorium atau jurnal)

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen RENOP memuat rumusan rencana dan target pencapaian yang bersifat kuantitatif dan operasional dari masing-masing indikator kinerja pencapaian tujuan dan sasaran

No Unit Strategis Sasaran Keberhasilan Indikator Inisiatif Strategis Keterangan Peningkatan Kapasitas KPK dalam Penanganan Grand Corruption Conviction Rate Perkara yang

Tinggi Agama Jambi yang telah direviu adalah sebagaiberikut:.. 1) Peningkatan proses penyelesaian perkara. Indikator kinerja untuk mengukur capaian sasaran ini adalah:. a)

Progam Kegiatan, Indikator dan Target Capaian Kegiatan Sasaran ke-1:Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Pencapaian Sasaran Peningkatan Capaian Kualitas

Indikator sasaran yang digunakan untuk mengukur keberhasilan/ kegagalan pencapaian sasaran ini dapat dilihat pada tabel pengukuran kinerja kegiatan sebagai berikut :.. Kegiatan

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan pencapaian Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Keuangan Setda terdiri dari dua indi-

Dokumen Renop ini memuat rumusan rencana dan target pencapaian yang bersifat kuantitatif dan operasional dari masing-masing indikator kinerja pencapaian tujuan dan

Sasaran 1 : Peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan/ kegagalan pencapaian sasaran ini adalah beberapa