vi DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH ... ix
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
ABSTRAK ... xiii ABTRACT ... xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 4 1.3 Tujuan Penelitian ... 4 1.4 Manfaat Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Penghantaran Obat Secara Bukal ... 6
2.2 Mukoadhesif ... 9
2.3 Patch ... 12
2.4 Sistem Patch Transdermal ... 14
2.5 Plasticizer Dan Permeation Enhancer ... 16
2.6 Pengujian Pelepasan Obat ... 16
2.7 Penetapan Kadar Total Fenol ... 17
2.8 Ekstraksi ... 19
2.9 Purifikasi ... 20
vii
2.10.1 Daun Sirih (Piper betle L.) ... 21
2.10.2 Pharmacoat® 615 ... 23
2.10.3 Mentol ... 24
2.10.4 Polietilenglikol 400 (PEG 400)... 25
2.10.5 Etil Asetat ... 26
2.10.6 Asam Galat ... 27
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian ... 28
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28
3.3 Bahan Penelitian ... 29 3.4 Alat Penelitian ... 29 3.5 Variabel Penelitian ... 29 3.5.1 Variabel Bebas ... 29 3.5.2 Variabel Terikat... 29 3.6 Prosedur Penelitian ... 30 3.6.1 Determinasi Tanaman ... 30 3.6.2 Pembuatan Simplisia ... 30 3.6.3 Pembuatan Serbuk ... 30 3.6.4 Pembuatan Ekstrak ... 30
3.6.5 Purifikasi Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) .... 31
3.6.6 Uji Kandungan Polifenol Ekstrak ... 32
3.6.6.1 Uji Pendahuluan Polifenol ... 32
3.6.6.2 Penetapan Kadar Total Polifenol ... 32
3.6.7 Pembuatan Matriks Patch Mukoadhesif ... 34
3.6.8 Uji Pelepasan Senyawa Polifenol Secara In-Vitro ... 36
3.6.9 Analisis Data ... 37
viii BAB IV HASIL DANPEMBAHASAN
4.1 Determinasi Tanaman ... 39
4.2 Ekstraksi Serbuk Daun Sirih (Piper betle L.) ... 39
4.3 Uji Pendahuluan Kandungan Polifenol Pada Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) ... 41
4.4 Penetapan Kadar Total Polifenol Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) ... 42
4.4.1 Penentuan panjang gelombang maksimum ... 43
4.4.2 Penentuan Operating time ... 45
4.4.3 Pembuatan kurva baku asam galat ... 46
4.4.4 Penetapan kadar total fenolik dalam ekstrak daun sirih (Piper betle L.) ... 47
4.5 Uji Pelepasan Senyawa Polifenol Pada Matriks Patch Mukoadhesif Secara In-vitro ... 49
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 52
5.2 Saran ... 52
xiii ABSTRAK
Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) digunakan pada pengobatan penyakit gingivitis secara empiris yang diformulasikan dalam bentuk sediaan patch. Tujuan penelitian ini mengetahui pelepasan senyawa polifenol dari matriks patch mukoadhesif yang mengandung ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan esktrak terpurifikasi daun sirih hijau (Piper betle L.) secara in-vitro.
Ekstraksi daun sirih menggunakan metode maserasi. Patch dibuat dengan sistem matriks. Uji pelepasan senyawa polifenol dari patch menggunakan sel difusi Franz yang dimodifikasi tanpa menggunakan membran. Kadar polifenol yang terlepas dari matriks patch diukur menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis menggunakan prinsip Folin-Ciocalteu.
Hasil rendemen ekstrak etanol 96% diperoleh 9,72% dengan kadar total polifenol 70,66 mg EAG/gram ekstrak. Hasil rendemen ekstrak etil asetat diperoleh 7% dengan kadar total polifenol 99,2 mg EAG/gram ekstrak. Hasil rendemen ekstrak terpurifikasi diperoleh 7,6% dengan kadar total polifenol 386,66 mg EAG/gram ekstrak. Pelepasan senyawa polifenol dari patch dihitung berdasarkan persamaan regresi linier dari kurva baku asam galat y = 0,015x + 0,099 (r2) sebesar 0,992. Ekstrak etanol 96% melepaskan jumlah senyawa polifenol paling sedikit yaitu sebesar 2,07 mg EAG/gram ekstrak pada menit ke-360. Kemudian ekstrak etil asetat melepaskan jumlah senyawa polifenol sebesar 2,54 mg EAG/gram ekstrak pada menit ke-360 dan yang paling tinggi adalah ekstrak terpurifikasi yang melepaskan jumlah senyawa polifenol sebesar 4,13 mg EAG/gram ekstrak pada menit ke-360.
Kata Kunci : Patch mukoadhesif, ekstrak etanol, etil asetat, purifikasi, daun sirih (Piper betle L.)
xiv ABSTARCT
Green Betel plant (Piper betle L.) is used in the treatment of gingivitis disease empirically formulated in patch dosage form. The objective of this study was to know the release of polyphenol compounds from mucoadhesive patch matrix containing ethanol extracts, ethyl acetate extracts and purified extracts of Green Betel leaf (Piper betle L.) in vitro.
The extraction of betel leaves using maceration method. Patches Were made with matrix systems. The release test of polyphenol compounds from the patch using Franz diffusion cells with modified without using membrane. Polyphenol levels detached from the patch matrix were measured using UV-Vis Spectrophotometry method using the Folin-Ciocalteu principle.
The yield of 96% ethanol extract was obtained 9,72% with total polyphenol 70,66 mg GAE/gram extract. The yield of ethyl acetate extract was obtained 7% with total polyphenol content of 99.2 mg GAE/gram extract. The results of rendement purified extract were obtained 7.6% with total polyphenol content of 386.66 mg GAE/gram extract. The release of polyphenol compounds from the patches were calculated based on the linear regression equation of the standard gallic acid curve y = 0.015x + 0.099 (r2=0,992). The 96% ethanol extract released the least amount of polyphenol compounds at 2.07 mg GAE/gram extract at 360 minutes. Then the ethyl acetate extract released the amount of the polyphenol compound by 2.54 mg GAE/gram extract at 360 minutes and the highest was a purified extract which released the amount of polyphenol compound by 4.13 mg GAE/gram extract at 360 minutes.
Keywords : Mukoadhesive patch, ethanol extract, ethyl acetate, furification, Betel Leaf (Piper betle L.)
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan sistem pengantaran obat di bidang farmasi saat ini telah berkembang pesat selama lebih dari 10 tahun. Salah satunya adalah penghantaran obat dengan rute transdermal. Keberhasilan pada penghantaran obat rute transdermal sebagai agen terapi dalam bentuk sediaan yang sederhana telah memberikan sistem lepas lambat yang baik dengan mempermudah pemakaian dan keuntungan terapi bagi pasien. Sediaan obat yang digunakan untuk sistem transdermal ini harus memiliki sifat fisikokimia yang tepat agar dapat menembus permukaan kulit dan molekul obat harus cukup poten untuk bekerja dengan dosis yang relatif rendah dan mempunyai rentang terapi yang lebar (Williams, 2003). Salah satu sistem penghantaran rute transdermal yang telah banyak dikembangkan adalah rute transmukosa bukal (Patel et al., 2009).
Sistem penghantaran transmukosa bukal merupakan suatu sistem penghantaran obat yang mana obat diletakan diantara gusi dan membran pipi bagian dalam. Penghantaran obat melalui rute transmukosa bukal dapat menggunakan sediaan patch mukoadhesif. Patch mukoadhesif biasanya ditunjukkan sebagai antibakteri (Patel et al., 2009). Salah satu penyakit yang dapat diterapi menggunakan sediaan patch mukoadhesif adalah gingivitis Clarkson et al., 2013). Gingivitis merupakan kondisi reversible ditandai dengan
2
peradangan gingival disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans yang merupakan bakteri gram positif (Manjusha et al., 2011).
Banyak tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Beberapa diantaranya adalah sambiloto, ketapang, kunyit, jahe dan daun sirih hijau (Amalia dan Zumaidar, 2007). Daun sirih hijau (Piper betle L.) secara empiris banyak digunakan sebagai antibakteri dan mencegah inflamasi. Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung minyak atsiri dan polifenol seperti flavonoid, tanin, katekin, dan hidroksikavikol (Chakraborty and Shah, 2011). Senyawa polifenol pada ekstrak daun sirih bertanggung jawab memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan anti - inflamasi (Inayanti, 2010 ; Subashkumar et al., 2013 ;).
Menurut penelitian Agarwal et al., (2012) ekstrak etanol daun sirih pada konsentrasi 500 mg/ml memiliki aktivitas anti bakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang tergolong dalam bakteri gram positif dengan diameter hambat sebesar 31,0 mm dengan metode difusi cakram. Ekstrak etil asetat daun sirih dengan konsentrasi yang sama memiliki aktivitas anti bakteri Staphylococcus aureus yang lebih tinggi dengan diameter hambat sebesar 31,5 mm. Adanya proses purifikasi pada ekstrak etanol daun sirih dapat memberikan aktivitas yang berbeda dengan ekstrak etanol yang tidak dipurifikasi. Pada uji menggunakan Propionibacterium acnes yang merupakan bakteri gram positif, ekstrak terpurifikasi sudah menunjukan aktivitas penghambatan pada kadar 2,5 mg/ml (Widyaningtyas dkk., 2014), sedangkan ekstrak etanol baru menunjukan aktivitasnya pada kadar 5 mg/ml (Putra dkk., 2014).
3
Pelarut etanol, etil asetat merupakan pelarut organik yang banyak digunakan dalam proses ekstraksi dengan senyawa yang bersifat polar, yang dapat melarutkan senyawa flavonoid, saponin, steroid, fenolik dan lain - lain (Sheikh et al., 2012). Hal yang penting dalam ekstraksi adalah sifat polaritas dan gugus polar suatu senyawa yang diekstraksi. Pada prinsipnya suatu bahan akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya sehingga akan mempengaruhi sifat fisikokimia ekstrak yang dihasilkan (Sudarmadji, 1997).
Menurut Chakraborty dan Shah (2011), konsentrasi tanin dalam ekstrak etil asetat daun sirih lebih tinggi daripada dalam ekstrak metanol dan esktrak air dari daun sirih. Kusumaningtyas et al. (2008), menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari daun sirih mengandung alkaloid, minyak atsiri, triterpenoid dan tanin yang lebih tinggi daripada ekstrak etanol daun sirih. Kemudian purifikasi ekstrak merupakan suatu proses menghilangkan senyawa yang tidak diinginkan dari suatu ekstrak. Dengan metode purifikasi, senyawa aktif polifenol yang diperoleh dari daun sirih hijau (Piper betle L.) lebih terkonsentrasi atau lebih murni. Sehingga akan meningkatkan khasiat ekstrak dan memperkecil jumlah dosis pemberian kepada pengguna (Widyaningtyas, 2014).
Banyak dilakukan penelitian tentang pengaruh eksipien terhadap pelepasan senyawa polifenol dalam matriks patch dari ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan telah memberikan formula terbaiknya. Salah satunya adalah patch dengan ekstrak daun sirih hijau dengan komposisi Pharmacoat 615 10 mL, PEG 400 0,637 mL dan Mentol 1,363 mL (Padmanaba, 2016). Namun, belum ada laporan yang menyebutkan mengenai profil pelepasan senyawa aktif polifenol
4
dalam suatu matriks patch yang mengandung ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol, etil asetat dan ekstrak terpurifikasi.
Untuk mengetahui pelepasan senyawa polifenol dari matriks patch mukoadhesif dilakukan secara in-vitro dengan reagen Folin-Ciocalteu dan kadarnya diukur dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis karena senyawa polifenol menunjukkan geseran batokrom pada spektrumnya bila ditambahkan basa. Sehingga dengan metode Spektrofotometri dapat dilakukan diidentifikasi dan analisis kuantitatif dari senyawa polifenol (Harbone, 1987).
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi pelepasan senyawa polifenol matriks patch mukoadhesif yang mengandung ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dari beberapa pelarut ini.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pelepasan senyawa polifenol dari matriks patch mukoadhesif yang mengandung ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan esketrak terpurifikasi daun sirih hijau (Piper betle L.) secara in-vitro?
1.3 Tujuan Penelitian
Mengetahui pelepasan senyawa polifenol dari matriks patch mukoadhesif yang mengandung ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan esketrak terpurifikasi daun sirih hijau (Piper betle L.) secara in-vitro.
5
1.4 Manfaat Penelitian
Dengan dilaksanakannya penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pengetahuan dan informasi mengenai pelepasan senyawa polifenol dari matriks patch mukoadhesif yang mengandung ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan esketrak terpurifikasi daun sirih hijau (Piper betle L.) secara in-vitro.