Perusahaan yg memiliki budaya yg secara strategis tepat
Perusahaan yg Berkinerja Baik
Perubahan lingkungan bisnis, akibat meningkatnya persaingan dan faktor-faktor lain
Strategi baru tidak berhasil dikembangkan dan
diimplementasikan. Budaya menjadi secara strategis tidak tepat
Kinerja Memburuk
Sumber : Kotter and Heskett, 1998
PENCIPTAAN DAN DAMPAK DARI SUATU BUDAYA YANG SECARA
STRATEGIS TIDAK TEPAT
Agar dapat Meningkatkan Kinerja Ekonomi Jangka Panjang, maka
Perusahaan Harus Memelihara Budaya yang Adaptif
Budaya dapat Membantu Organisasi (perusahaan) mengantisipasi
dan beradaptasi dnegan perubahan lingkungan, yg kemudian
diasosiasikan dengan kinerja superior dlm periode waktu yg panjang
Dibuktikan oleh Kotter and Heskett
Budaya yang Kuat, Menghasilkan Kinerja yang
Tinggi dalam Jangka Waktu Lama
Meneliti 207 Perusahaan di Amerika, dengan cara sbb.
Survey
Eksekutif Senior pada masing-masing perusahaan diminta untuk memberi
penilaian terhadap perusahaan lain, berupa asosiasi budaya kuat, dengan
merujuk pada tanggapan afirmatif berikut :
1. Sejauh mana manager dlm perusahaan berbicara tentang “gaya” perusahaan atau cara melakukan sesuatu
2. Sejauh mana perusahaan membuat nilainya diketahui melalui suatu kredo dan melakukan suatu usaha yg serius untuk mendorong para manager mengikuti mereka
3. Sejauh mana perusahaan telah dikelola menurut kebijakan dan praktik jangka panjang yg berbeda dengan praktik dan kebijakan CEO yg sedang memangku jabatan
Nama Perusahaan
Lingkari 1 utk menunjuk adanya budaya korporat yg
kuat selama dasawarsa yg lalu
Lingkari 5 utk menunjuk lemah atah bahkan tidak adanya
budaya korporat selama dasawarsa yg lalu Tidak Pasti PT. ABC 1 2 3 4 5 TP PT. DEF 1 2 3 4 5 TP PT. GHI 1 2 3 4 5 TP PT. JKL 1 2 3 4 5 TP PT. MNO 1 2 3 4 5 TP PT. PQR 1 2 3 4 5 TP PT. STU 1 2 3 4 5 TP PT. VWX 1 2 3 4 5 TP PT. YZA 1 2 3 4 5 TP PT. BCD 1 2 3 4 5 TP PT. EFG 1 2 3 4 5 TP
Contoh Pengukuran Skor Kultur
Sumber : Kotter and Heskett, 1998
Semakin mendekati Angka 1, semakin Kuat Budaya Perusahaan tersebut
Nama Perusahaan Skor Kultur Indeks Kinerja Rata-rata ROI (%) Rata-rata Peningkatan Harga Saham (%) Avon 2,82 7,0 18,94 -8,51 Xerox 2,55 13,1 8,86 4,30 Ford 1,50 12,0 11,40 14,82 Kroger 2,21 22,0 8,10 6,09 Goodyear 1,75 17,0 6,72 8,21 Bank America 4,14 -420,8 -10,90 3,96 General Motors 1,80 9,2 10,59 3,27 Eastern Airlines 4,30 -86,1 -0,44 4,20 Northwest Airlines 2,48 10,3 5,24 10,65
Sumber : Kotter and Heskett, 1998
Budaya Korporat Terhadap Kinerja
Indeks Kinerja = (Jumlah Pendapatan Bersih tahun X1 s/d tahun X10) / pendapatan tahun X1
ROI = Rata-rata Pengembalian Modal yang Diinvestasikan dalam 10 tahun terakhir
High Performing Culture Index
HPC Index
merupakan koefisien korelasi budaya perusahaan dengan
kinerja perusahaan. Keterkaitan antara faktor atau variabel budaya
dengan faktor atau variabel kinerja.
Budaya yang sehat dan kuat diwakili oleh skor-skor KVI (Key Values Indicator)
dari semua individu (karyawan perusahaan).
KVI ini disebut sebagai variabel bebas (independent variable)
Corporate Strategic Planning, terwakili oleh skor-skorKPI (Key Performance Indicator). KPI merupakan dependent variable yang ditentukan oleh variabel KVI
KVI :
Adi = 1 Budi = 2 Santi = 3KPI :
Adi = 50 Budi = 60 Santi = 90 Koefisien KorelasiPT. PERMATA AIRLANGGA merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang berkembang. Pimpinan perusahaan ingin menggulirkan program pengembangan yang jelas dan benar-benar bisa dilakukan oleh seluruh karyawannya.
Adapun sekilas data perusahaan dapat diketahui sebagai berikut :
• PT. PERMATA AIRLANGGA memiliki 20 orang karyawan.
• Bagian SDM dari PT. PERMATA AIRLANGGA telah menetapkan bahwa KVI (Key
Values Indicator) minimal bagi karyawannya adalah 4 dari skala 1-5
• Untuk KPI (Key Performance Indicator) telah ditetapkan dalam bentuk persen
Langkah Menghitung KVI
1.
Menyusun Kompetensi Nilai
2. Menentukan standar penilaian
.
Sesuai kebijakan Bagian
SDM PT. PERMATA AIRLANGGA, telah ditentukan 4 sebagai
perolehan minimal dari skala 1-5, sebagai standar yang wajib
dicapai oleh seluruh karyawan
3. Penerapan Kompetensi Nilai.
Perlu Sosialisasi
4. Melakukan Penilaian 360 º
Selain penilaian dari atasan, seorang karyawan bisa dinilai oleh
rekan yang setingkat, atau bahkan ia bisa menilai dirinya sendiri
(self assessment)
Nilai kompetensi =
Gabungan dari beberapa perlakuan penilaian
yang ada, atau rata-rata nilai karyawan yg
diterapkan oleh perusahaan tsb
Langkah Menghitung KVI
5.
Menghasilkan TLM-V
(Traffic Light Mapping
Values)
bagi setiap karyawan, melaluiassessment dgn melakukan penilaian terhadap
perilaku sbg refleksi pelbagai nilai organisasi
6.
Memperoleh
gradasi kompetensi karyawan yang
kemudian disebut sebagai
KVI (Key Values
Indicator)
Match: Jika seorang karyawan mencapai gradasi 4 (seperti ketetapan standar minimal)
Klasifikasi
Over : Jika seorang karyawan mencapai gradasi 5 dalam penilaian
Under : Jika seorang karyawan mencapai gradasi di bawah 4 dalam penilaian
PT. PERMATA AIRLANGGA
Key Values Indicator
No Karyawan TLM-V / KVI 1 Adi 1 2 Budi 2 3 Santi 3 4 Ria 5 5 Eko 4 6 Dedy 4 7 Rochma 5 8 Rio 5 9 Junaidi 4 10 Eva 5 No Karyawan TLM-V / KVI 11 Antonio 3 12 Rusman 4 13 Taufik 4 14 Endro 3 15 Andika 4 16 Wati 4 17 Nia 5 18 Amir 5 19 Ismail 5 20 Robert 4
Menghitung KPI
Tergantung pada model appraisal atau manajemen kinerja yang diterapkan.
Dalam hal ini misalnya, PT. Permata Airlangga menetapkan akan menggunakan skor KPI (key performance indicator) karyawan dengan menggunakan persentase
CONTOH DASAR PENILAIAN :
Skala Skor Penilaian Poin = 0 (Capaian Kurang dari 60%) Gagal Poin = 1 (Capaian 60% atau lebih) Kurang Berhasil Poin = 2 (Capaian 70% atau lebih) Cukup Berhasil Poin = 3 (Capaian 80% atau lebih) Berhasil Poin = 4 (Capaian 90% atau lebih) Berhasil Sekali Poin = 5 (Capaian 100% atau lebih) Sangat Berhasil Sekali
TOTAL NILAI 41.750
NILAI IDEAL 50,000
% PENILAIAN 83.50
PT. PERMATA AIRLANGGA
Key Performance Indicator
No Karyawan TLM-P / KPI 1 Adi 40 2 Budi 30 3 Santi 70 4 Ria 90 5 Eko 70 6 Dedy 80 7 Rochma 70 8 Rio 90 9 Junaidi 80 10 Eva 90 No Karyawan TLM-P / KPI 11 Antonio 30 12 Rusman 60 13 Taufik 50 14 Endro 40 15 Andika 70 16 Wati 40 17 Nia 90 18 Amir 50 19 Ismail 50 20 Robert 70
PT. PERMATA AIRLANGGA
HPC Index
Dengan menggunakan korelasi bivariat pada SPSS,
akan terhitung koefisien korelasi (HPC Index)
PT. PERMATA AIRLANGGA
HPC Index
Jadi, HPC Index dari
PT. PERMATA AIRLANGGA = 0,6
Semakin HPC Index Mendekati Angka 1, maka Budaya Perusahaan Tersebut akan dinilai Kuat
Output SPSS :
N menunjukkan jumlah sampel atau karyawan PT. Permata Airlangga. Hubungan korelasi ditunjukkan oleh
angka.636(**) yang artinya korelasi
sangat signifikan , karena kian mendekati 1.
Besar korelasi yang terjadi antara
kedua variabel= 0,636.
Angka sig.(2-tailed) = 0,003 masih lebih
kecil daripada batas kritis
α = 0,05, dan ini berarti terdapat
hubungan yang signifikan antara kedua variabel (0,009 < 0,05).