• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

35

3.1. Garis Besar Langkah Kerja

Garis besar langkah kerja penelitian ini meliputi: A. Identifikasi masalah.

B. Observasi lapangan.

C. Penetapan tujuan penelitian

D. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan tujuan diatas. E. Mengumpulkan data yang terdiri dari:

• Data laporan kecelakaan lalu lintas meliputi catatan kejadian kecelakaan dan laporan bulanan kecelakaan lalu lintas selama 8 (delapan) tahun dari tahun 1998 sampai tahun 2005.

• Data kondisi jalan tol meliputi data lalu lintas harian rata-rata dan geometrik jalan.

F. Pengolahan data, yang meliputi:

• Ekstraksi data menurut kebutuhan yang diperlukan.

• Kompilasi dan penelusuran untuk memperoleh data yang memadai. G. Identifikasi kecelakaan dan penentuan blackspot.

H. Pengamatan langsung dilapangan. I. Analisa dan pembahasan.

J. Kesimpulan dan saran.

Garis besar penelitian secara singkat ditunjukan dalam bagan alur pada Bagan 3.1. dibawah ini.

(2)

Bagan 3.1. Garis Besar Alur Penelitian

Studi Pustaka Pengumpulan Data

Pengolahan Data Data Sekunder :

• Data Kecelakaan • Volume Lalu Lintas • Geometri Jalan • LHR Ekstrasi Data Menurut Kebutuhan Data Primer : • Kelengkapan Prasarana

Kompilasi Data dan Penelusuran

Identifikasi Kecelakaan dan Penentuan Blackspot

Pengamatan Lapangan Analisa dan Pembahasan

Alternatif Pemecahan Masalah

Kesimpulan dan Saran

Laporan Akhir Identifikasi Masalah

Observasi Tujuan Penelitian

(3)

3.2. Pengumpulan Data

Ruang lingkup penelitian ini adalah Jalan Tol Semarang Seksi A (ruas jalan Krapyak-Jatingaleh), Seksi B (ruas jalan Jatingaleh-Srondol), dan Seksi C (ruas jalan tol Jangli-Kaligawe). Pada ruas Jalan Tol Semarang ini pengoperasiannya menggunakan “Sistem Operasi Terbuka” yaitu, biaya tol dibayarkan pada pintu tol masuk dan “Sitem Operasi Tertutup” yaitu, biaya tol dibayarkan pada saat pintu keluar tol.

Data yang akan dikumpulkan meliputi data sekunder dan data primer. A. Data Sekunder

• Data kecelakaan.

• Karakteristik dan kondisi jalan (Geometrik jalan). • Data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR).

• Data volume lalu lintas pada jam puncak.

• Untuk mengetahui jenis kendaraan apa saja yang lewat pada saat jam puncak.

B. Data Primer

• Kelengkapan prasarana.

Kelengkapan prasarana akan didata terutama pada titik rawan kecelakaan, seperti marka jalan, rambu lalu lintas, warning light, dan lain sebagainya.

3.2.1. Data Kecelakaan Lalu Lintas

Data kecelakaan lalu lintas yang digunakan sebagai basis data untuk penelitian ini diperoleh dari laporan kecelakaan lalu lintas yang terdapat dari PT. Jasa Marga selama 8 (delapan) tahun dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2005.

Agar dapat memperoleh hasil yang lebih akurat, maka data yang dikumpulkan adalah data laporan kecelakaan lapangan, data tersebut terdiri dari:

a. Penyebab kecelakaan.

b. Perilaku pengemudi yang menyebabkan kecelakaan. c. Jenis kendaraan yang terlibat.

d. Lokasi kecelakaan. e. Jenis kecelakaan.

(4)

3.2.2. Data Volume Lalu Lintas

Data volume lalu lintas diperlukan untuk menghitung volume lalu lintas pada setiap ruas Jalan Tol Semarang, data volume untuk keperluan penelitian diperoleh dari PT. Jasa Marga Cabang Semarang. Data yang dipergunakan dari kurun waktu delapan tahun, data yang diperoleh sebagai berikut:

a. Data volume lalu lintas total bulanan pada ruas Jalan Tol Semarang. b. Peta jalan atau gambar (asbuilt drawing) jalan tol Semarang.

Untuk menghitung jumlah kendaraan yang keluar dan masuk disetiap pintu tol menggunakan:

A. Rekaman Transaksi

Rekaman transaksi ini mencatat kendaraan yang keluar disetiap pintu tol berdasarkan karcis masuk dan karcis keluar yang memuat data asal pintu tol masuk tiap kendaraan, dan golongan kendaraan yang bersangkutan.

B. Loop Detector

Sistem ini menggunakan medan magnetik dan dipasang pada setiap pintu tol keluar dan alat ini dipakai untuk memeriksa hasil perhitungan dari perekam traksaksi.

Penggolongan kendaraan dibagi dalam dua golongan sebagai berikut: a. Golongan I untuk kendaraan sedan, jeep, pick up, bis, dan truk kecil. b. Golongan II A untuk kendaraan bis besar dan truk dengan gandar ganda. c. Golongan II B untuk kendaraan bus besar dan truk dengan tiga gandar

(trindem) atau lebih.

3.3. Pengolahan Data

Dalam pengolahan data tidak semua data yang diperoleh dipakai dalam penelitian ini, data yang telah diperoleh memerlukan pengolahan lebih lanjut guna mendapatkan informasi yang lebih memadai. Data laporan kecelakaan lalu lintas dilakukan ekstraksi menurut kebutuhan. Data kondisi lalu lintas, geometrik jalan, dan pengaturan lalu lintas diadakan kompilasi dan penelusuran untuk memperoleh data yang sebenarnya.

(5)

3.4. Identifikasi Kecelakaan dan Penentuan Blackspot

Dari data yang telah dikompilasi, kemudian langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi jenis, penyebab, kerugian, dan tingkat kecelakaan, sekaligus menentukan titik rawan kecelakaan (blackspot).

3.5. Survei Lapangan

Survei ini dilakukan dengan cara pengamatan dilapangan guna mendapatkan gambaran situasi secara langsung mengenai kondisi jalan tol. Informasi ini dipakai untuk mendukung analisa data, terutama untuk memberikan gambaran lokasi-lokasi rawan kecelakaan dan untuk mencari perkiraan penyebabnya.

Dari hasil survei ini diperoleh data-data sebagai berikut : a. Kondisi geometrik jalan tol.

b. Perlengkapan rambu petunjuk dan rambu peringatan jalan.

c. Perlengkapan keamanan yang terpasang pada sepanjang ruas jalan tol (pagar pengaman, rambu-rambu, dsb).

d. Kondisi perkerasan jalan secara visual.

Informasi ini juga dipakai sebagai pendukung dalam membuat usulan-usulan dan saran pada akhir penelitian.

3.6. Analisa dan Pembahasan

Analisa dan pembahasan dalam menganalisis kecelakaan ini menggunakan metode pendekatan Monokausal dan metode Multikausal (Priyanto, 1992).

Pendekatan Monokausal adalah pendekatan yang menganalisis kecelakaan lalu lintas yang hanya disebabkan oleh satu faktor penyebab dimana mendasarkan pada anggapan setiap kecelakaan adalah unik, berbeda antara satu dengan yang lainnya dan adanya accident prone driver (Monokausal terjadi karena perilaku pengemudi).

Pendekatan Multikausal adalah mengungkap sebab terjadinya kecelakaan dari beberapa faktor/variabel yang saling berinteraksi. Metode ini yang akan dipakai dalam penelitian ini karena dipandang lebih realistik dibandingkan dengan pendekatan Monokausal.

Referensi

Dokumen terkait

Data hasil survey sekunder (PT. Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek) berupa data volume lalu lintas kendaraan yang menuju pintu tol menuju pintu tol Pondok Gede Timur

Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik trianggulasi, yaitu pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk

Pengumpulan data volume lalu lintas dilakukan dengan metode manual count yaitu perhitungan volume lalu lintas dengan cara sederhana, menghitung setiap kendaraan yang

Derajat Kejenuhan Dari hasil pengamatan di lapangan setelah beroperasinya jalan tol Batang - Semarang dapat diperoleh data volume lalu lintas pada ruas jalan

Dalam pembuatan suatu aplikasi pada internshipproject, diperlukan beberapa tahapan, mulai dari analisa bisnis perusahaan untuk keperluan aplikasi, analisa sistem yang dipakai,

Jasa Marga mengoperasikan ruas-ruas jalan tol terpadat di Indonesia. Volume Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata *) (Desember

Dari data tersebut didapat nilai lalu lintas harian rata-rata pada ruas kanan jalan Blora - Cepu adalah 9.545 kend/jam atau 5.362 smp/jam yang ditunjukkan pada gambar 3.5.. Falling

Tahap pengolahan data Lalu Lintas bertujuan untuk menentukan kebutuhan jumlah lajur, menentukan kebutuhan tebal perkerasan dan menentukan pengaturan Lalu Lintas mengacu pada Manual