ii
Teknologi Bahan 1
Edisi kedua
Penulis:
Edy Purwanto
Anggit Murdani
Nurchajat
Penerbit:
Polinema Press
iii
Teknologi Bahan 1Edisi Kedua Hak Cipta ©Edy Purwanto
Hak Cipta ©Anggit Murdani Hak Cipta ©Nurchajat
Hak Terbit pada POLINEMA PRESS
Penerbit POLINEMA PRESS, Politeknik Negeri Malang Jl. Soekarno-Hatta no.09 PO BOX 04 Malang 65141 Telp. (0341) 404424, 404425
Fax. (0341) 404420
UPT. Percetakan dan Penerbitan Gedung AU ground floor
[email protected] www.polinemapress.org press.polinema.ac.id
Anggota APPTI (Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia) no. 207/KTA/2016
Anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) no. 177/JTI/2017
Cetakan Pertama, November 2018 ISBN : 978-602-5952-52-4 xx;301 hlm.; 15,5 x 23 cm
Setting & Layout : Fanda Nuriansyah
Cover Design : Mohammad Avin Rizaldy, A.Md.
Penyunting : Dr. Ir. Bambang Sugiyono Agus Purwono, M Sc
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun, termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari penerbit. Pengutipan harap menyebutkan sumber.
iv
Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014
Tentang Hak Cipta
1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
v
PrakataAlhamdullilah penulis panjatkan rasa syukur kepada Allah SWT dengan terbitnya buku ini. Sebab tanpa izinNYA penulis tidak dapat menyelesaikan buku ini
Buku ini adalah buku ajar yang di berikan kepada mahasiswa Politeknik Negeri Malang. Sebagai bahan ajar, buku ini telah di sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Politeknik Negeri Malang.
Penulis mengharpkan masukan dan kritikan dari para pembaca buku ini. Penulis berharap semoga dengan adanya masukan dan kritikan tersebut akan menambah baik pada buku ini baik dari segi kualitas maupun bentuknya.
Penulis menyatakan rasa terima kasih yang banyak kepada Politeknik Negeri Malang yang telah memberi kesempatan untuk menulis buku ini. Penulis mengucapkan Terima Kasih banyak kepada Polinema Press yang telah membantu menerbitkan buku ini.
Terima kasih
Malang,20 September 2018
vii
Pengantar
Buku Ajar dengan judul “Teknologi Bahan Jilid I” yang disusun oleh R Edy Purwanto, Anggit Murdani, dan Nurchajat sangat bermanfaat sebagai buku ajar mata kuliah yang berkaitan. Bahasa yang digunakan sangatlah lugas, singkat, cukup terinci dan mudah dicerna, serta sederhana.
Buku ini dilengkapi dengan teori, dan soal-soal latihan untuk dikerjakan sebagai bagian dari tugas yang terprogram oleh dosen pengampu. Diharapkan setiap pengguna buku ini tidak hanya dapat menjelaskan tentang teori tetapi juga dapat menjelaskan tentang aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kemudahan selain teori yang sangat mudah dicerna, dilengkapi beberapa gambar yang sangat membantu di dalam mempelajari buku ini.
Penekanan pada buku ini adalah pada ranah kognitif. Buku ini perlu dilengkapi dengan alat peraga dalam bentuk power points atau pun video untuk presentasi.
Walaupun demikian masih perlu ditambahkan contoh soal dan beberapa pemberian nomor pada tabel dan gambar yang tersedia serta pencetakan dan masih banyaknya bahasa asing yang perlu di-indonesiakan, sebaiknya dicetak miring dan benar. Berbagai singkatan yang perlu dijelaskan serta masih ada kata dll (sebaiknya dihindarkan). Sumber referensi pada tabel dan gambar serta sitasi, sebaiknya disertakan pula. Artinya perlu perbaikan berkaitan dengan tata tulis karya ilmiah.
viii
Sebaiknya para pengguna membaca secara seksama sehingga akhir dari seluruh bab ini dan buku ini sangat dianjurkan sebagai buku acuan MK Teknologi Bahan di jurusan Teknik Mesin ataupun jurusan lain.
Malang, 17 November 2018
Dr. Ir. Bambang Sugiyono Agus Purwono, M Sc
ix
DAFTAR ISI Halaman Judul ... i Prakata ... v Pengantar ... vii Daftar Isi ... ixBab I Bahan Teknik ... 1
1.1 Pendahuluan ... 2
1.2 Pengertian Ilmu Logam ... 3
1.3 Penggunaan Logam dan Paduan ... 4
1.4 Macam-macam Logam dan Paduan ... 4
1.5 Biji Besi ... 6
1.6 Sumber Logam (Source of Metal) ... 7
1.7 Pengerjaan Biji (Work Ores) ... 7
Bab II Bahan Logam Ringan Dan Non Logam ... 13
2.1 Pendahuluan ... 14
2.2 Polimer ... 14
2.2.1 Penggolongan Polimer ... 15
2.2.2 Melamin ... 31
2.2.3 Acrylonitrile Butadiene Styrene ... 33
2.2.4 Polyacetal atau Polyoxymethylene (POM) ... 34
2.2.5 Poly Carbonate ... 35
2.2.6 Poliamida (Nylon) ... 36
2.3 Kaca (gelas) ... 38
2.3.1 Jenis Gelas ... 38
2.3.2 Proses Pembuatan Gelas ... 40
2.3.3 Keistimewaan Gelas ... 42
2.3.4 Penggolongan Gelas ... 43
2.3.5 Bahan Baku Gelas ... 46
2.3.6 Keunggulan Gelas ... 47
2.4 Porselen ... 48
2.4.1 Serbuk Keramik Silikat ... 49
2.4.2 Mineralogi Keramik ... 49
x
2.4.4 Silikon Nitrida dengan Nitridisasi Silikon ... 50
2.4.5 Pembentukan Keramik ... 51
2.4.6 Proses Densifikasi ... 52
2.4.7 Proses Produksi Keramik berdasar Jenis ... 52
2.4.8 Keramik Menurut Kepadatan ... 53
2.4.9 Aplikasi Keramik ... 54
2.4.10 Kelebihan & kekeurangan Keramik ... 55
2.5 Fiber Glass ... 55 2.6 Asbes ... 73 2.7 Logam Ringan ... 78 2.7.1 Aluminium ... 79 2.7.2 Foil ... 91 2.8 Pelumas ... 92
Bab III Pembuatan Besi Kasar dan Baja ... 99
3.1 Pendahuluan ... 100
3.2 Dapur Tinggi ... 100
3.3 Bahan Bakar ... 101
3.4 Proses Dalam Dapur Tinggi ... 104
3.5 Hasil Dapur Tinggi ... 105
3.5.1 Besi Kasar Cair ... 105
3.5.2 Terak ... 107
3.5.3 Gas Dapur Tinggi ... 108
3.5.4 Debu Dapur Tinggi ... 108
3.6 Dapur Tinggi Listrik ... 109
3.7 Pembuatan Baja dengan Conventer ... 109
3.7.1 Pembuatan Baja dengan Conventer ... 111
3.7.2 Pembuatan Baja dengan Dapur Siemen-Martin (open hearth furnace) ... 116
3.7.3 Pembuatan Baja dengan Dapur Listrik ... 124
3.7.4 Dapur Kupola ... 134
3.7.5 Dapur Cawan ... 137
Bab IV Ikatan dan Kristal Logam ... 141
4.1 Pendahuluan ... 142
4.2 Struktur Kristal ... 144
4.3 Kisi Kubik (cubic Lattice) ... 147
4.4 Arah Kristal ... 152
Bab V Proses Laku Panas dan Pengerasan Permukaan ... 157
xi
5.2 Homogenity Austenite ... 159
5.2.1 Kecepatan Pendinginan ... 160
5.2.2 Kondisi Permukaan ... 162
5.2.3 Transformasi Pada Pemanasan ... 163
5.2.4 Ukuran dan Berat Benda Kerja ... 165
5.3 Pengerasan (Hardening) ... 167
5.3.1 Tempering ... 167
5.3.2 Pengerasan Permukaan (Case Hardening) ... 169
5.4 Tempering ... 177
5.5 Austempering ... 180
5.6 Annealing ... 182
5.6.1 Full Annealing... 182
5.6.2 Spheroidizing ... 183
5.6.3 Stress Relief Annealing ... 185
5.6.4 Recrystallisation Annealing ... 185
5.7 Normalizing ... 185
Bab VI Sifat Mekanis dan Pengujian Logam ... 187
6.1 Pendahuluan ... 188
6.2 Sifat Mekanis Logam ... 188
6.3 Pengujian Mekanis Logam ... 190
6.3.1 Pengujian Tarik ... 190 6.3.2 Uji Kekerasan ... 194 6.3.3 Pengujian Puntir ... 206 6.3.4 Pengujian Bengkok/Lentur ... 210 6.3.5 Uji Tekan ... 212 6.3.6 Uji Geser ... 216 6.4 Pengujian Dinamis ... 221
6.4.1 Pengujian Pukul Takik (Impact test) ... 221
6.4.2 Kelelahan (Fatigue) ... 227
Bab VII Korosi ... 233
7.1 Penyebab Korosi ... 234
7.1.1 Stabilitas Lingkungan Terhadap Korosi Bahan ... 234
7.1.2 Proses Terjadinya Korosi ... 235
7.2 Bentuk Korosi ... 241
7.2.1 Faktor Kimia ... 241
7.2.2 Mekanisme Korosi ... 242
7.3 Penanggulangan Korosi ... 254
xii
Daftar Pustaka ... 269 Glosarium ... 279 Indeks ... 291
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Bahan Teknik ... 2
Gambar 1.2 Gyratory Crusher ... 8
Gambar 1.3 Beater Mill ... 9
Gambar 1.4 Ball Mill Sebagai Grinding ... 9
Gambar 2.1 Polimer ... 15
Gambar 2.2 Rantai Polimer ... 19
Gambar 2.3 Nylon 66 ... 22
Gambar 2.4 Klasifikasi Polimer... 23
Gambar 2.5 Kode Plastik... 27
Gambar 2.6 Produk Plastik ... 31
Gambar 2.7 Contoh Produk Melamin ... 32
Gambar 2.8 Contoh Produk Kaca/Gelas ... 43
Gambar 2.9 Porselen ... 48
Gambar 2.10 Fiberglass... 56
Gambar 2.11 Pelindung Kepala ... 56
Gambar 2.12 Model Anyaman Serat ... 59
Gambar 2.13 Chopped Strand & Woven Roving ... 60
Gambar 2.14 Electrical Glass... 61
Gambar 2.15 Chemical Glass ... 62
Gambar 2.16 Strengthened Glass ... 62
Gambar 2.17 Hand Lay Up Process ... 64
Gambar 2.18 Spray Up Process ... 65
Gambar 2.19 Vacuum Bag Lay Up Process ... 65
Gambar 2.20 Filament Winding & Sheet Winding Compound ... 66
Gambar 2.21 Kegagalan pada Fiber Glass ... 66
Gambar 2.22 Tahap-tahap pada kurva tegangan-regangan serat, matrix dan bahan komposit penguatan serat ... 69
Gambar 2.23 Bahan Baku Fiberglass ... 71
Gambar 2.24 Fiber Laminate ... 72
Gambar 2.25 Discontinuous Fiber Laminate ... 73
Gambar 2.26 Serat Asbestos ... 74
Gambar 2.27 Bagan umum persiapan anodisasi ... 84
Gambar 2.28 Penampang lapisan anodis dan anodisasi ... 88
Gambar 2.29 Macam warna lapisan ... 88
xiv
Gambar 2.31 Fungsi dan Efek Pelumas ... 92
Gambar 2.32 Pengelompokan pelumas berdasarkan temperatur ... 97
Gambar 3.1 Dapur Tinggi ... 100
Gambar 3.2 Pesawat Pemanas Udara ... 103
Gambar 3.3 Dapur Tinggi Listrik ... 109
Gambar 3.4 Diagram Alir Pembuatan Baja ... 110
Gambar 3.5 Pembuatan Baja Menggunakan Konventer ... 111
Gambar 3.6 Pengisian Besi Kasar Cair ke dalam Konvertor Bassemer ... 112
Gambar 3.7 Model L-D Corverter: Top blown (BOF), Bottom Blown (Q-BOP/OBM), Kombinasi (KOMB) ... 115
Gambar 3.8 Kaldo Top Blown Converter ... 115
Gambar 3.9 Oxygen Lime Powder converter (OLP) ... 116
Gambar 3.10 Pemanasan Dapur S.M ... 119
Gambar 3.11 Proses Peleburan Baja ... 124
Gambar 3.12 Dapur busur listrik ... 125
Gambar 3.13 Electric Furnace: (a) Direct Arc, (b) Indirect Arc, (c) Induction ... 127
Gambar 3.14 Dapur busur listrik Heroult ... 127
Gambar 3.15 Dapur busur listrik Gerod ... 128
Gambar 3.16 Dapur Kijellin ... 130
Gambar 3.17 Dapur Rohling Rodenhauser... 132
Gambar 3.18 Dapur induksi frekwensi tinggi ... 133
Gambar 3.19 Dapur Kupola ... 135
Gambar 3.20 Dapur Cawan (Kroes)... 138
Gambar 4.1 Transfer Elektron pada NaCl ... 142
Gambar 4.2 Ikatan Kovalen pada Amoniak ... 143
Gambar 4.3 Kristal Logam ... 145
Gambar 4.4 Macam space lattice... 146
Gambar 4.5 Struktur BCC. Bagian (a) merupakan gambaran skematik dan letak atom pada titik pusat. (b) model bola, (c) dua atom per sel satuan dan faktor tumpukan sebesar 0,68 ... 147
Gambar 4.6 Struktur logam BCC mempunyai dua atom per sel satuan ... 147
Gambar 4.7 Struktur FCC. Bagian (a) pandangan skematis dimana letak pusat atom (b) model bola, (c) empat atom per sel satuan ... 148
Gambar 4.8 Struktur logam FCC mempunyai empat atom per sel satuan dan faktor tumpukan sebesar 0,74 ... 149
xv
Gambar 4.9 Heksagonal (a) kisi heksagonal (b) kisi rombik. Keduanyasetara dengan a tidak sama dengan c, sudut alas 120° dan sudut
vertikal 90° ... 150
Gambar 4.10 Struktur heksagonal tumpukan padat (a) Model bola, (b) Gambaran skematik yang menampilkan pusat atom (c) atom per sel satuan ... 151
Gambar 4.11 Tata letak dalam sel artorombik (a) dan (b) arah kristal. Letak titik asal biasanya berimpit dengan titik sudut di sebelah bawah, kiri belakang ... 153
Gambar 4.12 Arah kristal (a) [120], (b) [101] ... 154
Gambar 4.13 Konsentrasi atom [111] (kps). Bidang [111] memiliki setengah atom per 𝑅#√3 ... 156
Gambar 5.1 Temperatur pemanasan heat treatment, pada diagram besi karbida ... 159
Gambar 5.2 Diagram Kecepatan Pendinginan Kritis (CCR) ... 160
Gambar 5.3 Kecepatan Pendinginan ... 161
Gambar 5.4 Perubahan struktur pendinginan lambat 0.20% carbon .. 163
Gambar 5.5 Perubahan struktur pada pendinginan lambat 1.0% carbon ... 164
Gambar 5.6 Perubahan Fasa pada Proses Pemanasan dan Pendinginan ... 165
Gambar 5.7 Perbedaan Temperatur Benda Kerja dan Temperatur Furnace ... 166
Gambar 5.8 Beberapa contoh Ukuran Benda Kerja untuk Penentuan Waktu Penahanan ... 166
Gambar 5.9 Diagram temperature-waktu untuk proses Hardening ... 168
Gambar 5.10 Hubungan Antara Waktu (hr) dengan Ketebalan (mm) 170 Gambar 5.11 Penyusunan benda pada pelaksanaan Carburizing ... 171
Gambar 5.12 Park Carburizing ... 171
Gambar 5.13 Proses Nitriding ... 175
Gambar 5.14 Prinsip Flame Hardening ... 176
Gambar 5.15 Induction Hardening... 177
Gambar 5.16 Tempering ... 180
Gambar 5.17 Diagram Transformasi Aus Tempering ... 181
Gambar 5.18 Spheroidization, Stress Relief Annealing, Recrystallisation Annealing, Normalizing ... 184
Gambar 6.1 Spesimen uji tarik flat dan bulat ... 191
Gambar 6.2 Diagram stress-strain ... 193
Gambar 6.3 Pengujian bengkok ... 193
Gambar 6.4 Sistem shore schleroscope ... 196
xvi
Gambar 6.6 Sistem Poldi ... 197
Gambar 6.7 Sistem Brinell ... 197
Gambar 6.8 Brinell & Rockwell Hardness Tester ... 198
Gambar 6.9 Sistem Rockwell ... 199
Gambar 6.10 Sistem Vikers ... 202
Gambar 6.11 Sistem Meyer ... 203
Gambar 6.12 The Knoop diamond-pyramid indenter ... 204
Gambar 6.13 Tukon Microhardness Tester ... 204
Gambar 6.14 Durometer hardness tester. ... 205
Gambar 6.15 Pengujian test ... 207
Gambar 6.16 Perbedaan Bentuk Profil Berpengaruh pada Torsi ... 208
Gambar 6.17 Shear Stress dari Toeque Twist Diagram ... 209
Gambar 6.18 Pengujian Bengkok ASTM D790 ... 211
Gambar 6.19 Uji Tekan Spesimen: (a) Bahan PVC yang Ulet, dan (b) Bahan PE yang Getas ... 213
Gambar 6.20 Spesimen Uji Tekan: (a) Sebelum Ditekan, (b) Besi Cor Kelabu, (c) Paduan Aluminium 7075-T651, dan (d) Baja Rol Panas AISI 1020 ... 213
Gambar 6.21 Spesimen Beton f150 mm yang Bersifat Getas ... 214
Gambar 6.22 Bagian awal kurva tegangan-regangan uji tarik dan uji tekan paduan Aluminium 7075-T651 ... 214
Gambar 6.23 Kurva Tegangan-Regangan Uji Tarik dan Uji Tekan Pleksiglas ... 215
Gambar 6.24 Universal Testing Machine ... 216
Gambar 6.25 Sambungan uji geser antara pelat-pelat baja 120x30x8 dan baut M9x50 ... 218
Gambar 6.26 Suatu rekayasa uji geser dengan sambungan antara pelat-pelat dan baut-mur dengan prinsip uji tarik ... 219
Gambar 6.27 Contoh sebuah baut M8 yang tergeser/putus pada 2 penampang sekaligus setelah diuji geser menggunakan suatu sambungan pelat-pelat dan baut-mur ... 220
Gambar 6.28 Pelat baja (ST37) tebal 9 mm dalam sambuangan pelat-pelat dan baut-mur yang tergeser/sobek dan membuka, dan baut M10 hitam yang hanya rusak ulirnya ... 220
Gambar 6.29 Pengujian Pukul (a) Charphy, (b) izod ... 221
Gambar 6.30 Uji Pukul ... 222
Gambar 6.31 Spesimen Uji Pukul ... 223
Gambar 6.32 Perhitungan Energi Pukul dalam Uji Pukul ... 224
Gambar 6.33 Variasi Temperatur pada Uji Charpy ... 226
Gambar 6.34 Penampang Melintang Patahan Hasil Uji Lentur dan Lelah ... 228
xvii
Gambar 6.35 Penampang Melintang Patahan Hasil Uji Lentur dan Lelah... 229
Gambar 6.36 Siklus Tegangan Lelah (a) Tegangan Bolak-balik, (b) Tegangan Berfluktuasi, dan (c) Siklus Tegangan yang Rumit ... 230
Gambar 7.1 Arah aliran arus listrik (I) dan aliran elektron (e) pada proses korosi ... 236
Gambar 7.2 Korosi terjadi pada terminal Anoda (Zn) dan pelapisan terjadi pada terminal Katoda (Fe) ... 236
Gambar 7.3 Besi yang masing-masing dilapisi dengan seng (a) dan timah (b) ... 239
Gambar 7.4 Dua plat baja yang dikeling dengan sebuah paku keling aluminium dan sebuah paku keling tembaga ... 243
Gambar 7.5 Sel galvanik antara butiran-butiran besar (katoda) dan batas butir (anoda) ... 244
Gambar 7.6 Sebuah sel sederhana ... 246
Gambar 7.7 Sel tembaga-seng untukhubungan pipa tembaga dengan tangki air baja yang digalvanis ... 248
Gambar 7.8 (a dan b) Korosi yang disebabkan oleh konsentrasi sel ion dan yang disebabkan oleh konsentrasi sel ion oksigen ... 249
Gambar 7.9 Korosi karena tetesan air ... 250
Gambar 7.10 Korosi Lubang ... 250
Gambar 7.11 Sebuah paku mempunyai daerah yang bertegangan tinggi ... 251
Gambar 7.12 Season Cracking (lingkungan) dan Caustic embrittlement (kelelahan) ... 252
Gambar 7.13 Korosi erosi pada sebuah pipa ... 252
Gambar 7.14 Kavitasi Korosi ... 253
Gambar 7.15 Fretting Korosi ... 253
Gambar 7.16 Pencegahan korosi dengan menggunakan suatu penerapan gaya gerak listrik pada baja yang ditanam ... 255
Gambar 7.17 Cara mengurangi korosi dengan (a) Mencegah air tersimpan, membalik struktur (b) Penggunaan suatu filet untuk meniadakan cekungan ... 257
Gambar 7.18 Baja yang digalvanis ... 259
Gambar 7.19 Pemberian lapisan pelindung ... 262
Gambar 7.20 Penambahan pasokan Klorida ... 263
Gambar 7.21 Lumpur yang terjebak pada daerah-daerah yang tidak dapat dikuras harus dihindari ... 263
xviii
Gambar 7.22 Rancangan dengan sedikit permukaan yang berbulu dan penyertaan suatu pasokan partikel-partikel pengikis untuk menanggulangi korosi ... 264 Gambar 7.23 Stress corrosion cracking ... 264 Gambar 7.24 Hydrogen penyebab cracking ... 265 Gambar 7.25 Pemberian arus listrik yang dapat mempercepat korosi 266 Gambar 7.26 Pengecatan memperlambat proses korosi ... 267
xix
DAFTAR GAMBAR
Tabel 2.1 Polimer Alam ... 16
Tabel 2.2 Polimer sintesis ... 17
Tabel 2.3 Polimer Adisi ... 18
Tabel 2.4 Mekanisme Polimerisasi ... 19
Tabel 2.5 Massa Jenis Relatif (Specific Gravity) Termoset ... 24
Tabel 2.6 Perbandingan Massa Jenis Relatif Plastik ... 26
Tabel 2.7 Temperatur Leleh Proses Termoplas ... 26
Tabel 2.8 Sifat Mekanik Bahan Komposit ... 70
Tabel 2.9 Komposisi dan elektrolit anodisasi ... 81
Tabel 2.10 Komposisi dan kondisi opreasi larutan Brightener ... 86
Tabel 2.11 Komposisi dan kondisi opreasi larutan elektrokimia ... 87
Tabel 4.1 Kristal Logam ... 145
Tabel 5.1 Ukuran benda kerja sesuai dengan jenis bahan ... 167
Tabel 6.1 Spesimen Penampang Pelat... 192
Tabel 6.2 Spesimen Penampang Bulat ... 192
Tabel 6.3 Skala Galner ... 195
Tabel 6.4 Sistem Pengujian dan Indentor ... 200
Tabel 6.5 Rockwell Hardness Scales ... 201
Tabel 7.1 Deret Galvanik Standar Hidrogen Anoda (kemungkinan korosi terbesar) ... 238
Tabel 7.2 Deret Galvanic dengan air garam yang diaduk ... 240
Tabel 7.3 Perbedaan potensial logam terhadap hydrogen ... 247
Tabel 7.4 Suatu deret galvanik untuk logam-logam dan paduan yang digabungkan. ... 266