EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED
LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN ECOLITERACY SISWA PADA MATA
PELAJARAN IPS
(Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 29 Bandung)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
oleh :
Ahmad Wahyudi
1103263
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED
LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN ECOLITERACY SISWA PADA MATA
PELAJARAN IPS
(Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 29 Bandung)
Oleh :
AHMAD WAHYUDI
1103263
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
© AHMAD WAHYUDI 2015
Universitas Pendidikan Indonesia
Juni 2015
Hak cipta dilindungi undang-undang
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN ECOLITERACY SISWA PADA MATA
PELAJARAN IPS
(Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas VII-E SMPN 29 Bandung)
Skripsi diajukan oleh:
Ahmad Wahyudi
1103263
Disetujui dan disahkan oleh pembimbing Pembimbing I
Dr. Dadang Sundawa, M.Pd NIP. 196005151988051002
Pembimbing II
Dr. Hj. Siti Nurbayani, M.Si NIP. 197007111994032
Mengetahui,
Mengetahui Ketua Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ahmad Wahyudi
(1103263)
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS (Penelitian
Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 29 Bandung)
ABSTRAK
Ahmad Wahyudi (1103263)
Effectiviness of the Implementation of Problem Based Learning Model on the Social Science Course Learning Process in Improving Students’ Undertanding Of Ecoliteracy (Quasi-Experimental Observation Towards Students of Class of
VII-E SMP Negeri 29 Bandung)
ABSTRACT
The main background of the study is the fact that there are still a lot of trashes remain sctattered all around the school area. The reason to this is that because many of the students are careless about throwing away the rubbish they have made that the majority of the mess are wastes that students make from buying foods inside and outside of the school area. The tendendy of being careless about cleanliness is also well reflected during classes. During the social science course, for instance, many students apparently found some paper and plastic wastes under tables yet they seem not to care about the trash. Considering this sort of tendency that grows among the students, it is extremely important to create a new concept—in the social sience learning process—that can improve students’ skills as well comprehension about the importance of the environmental concoiousness. One of the conventional concepts being the understanding of ecoliteracy. Considering the whole framework of the problem, the quasi-experimental design was used by the observer during the entire process of the study. Observer believes that Problem Based Learning method is very appropriate to be implemented in the process of developing the understanding of ecoliteracy. The study was conducted towards some of the 7th graders of SMP Negeri 29 Bandung with two classes as the objects of the observation—one is experimental sample and the other is control sample. It was found out that social science learning process using the Problem Based Learning
model has signicantly improved the students’ understanding of ecoliteracy. The
result of the study shows that: (1) There is a very signicant difference in the
students’ undertsanding of ecoliteracy between experimental sample and control
sample which is very well reflected by the results of the pre-test and post-test of each sample; and (2) the result of the final quizioner has also showed that the students of the experimental sample class are more aware of their environment. The
results confirms that observer’s hypothesis is valid, which is Problem Based
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Daftar Isi
A. BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah 1
2. Rumusan Masalah 4
3. Batasan Masalah 4
4. Tujuan Penelitian 4
5. Manfaat Penelitian 5
6. Struktur Organisasi 6
B. BAB II KAJIAN PUSTAKA
1. Tinjauan tentang Pembelajaran IPS
a. Pengertian Pembelajaran IPS 8
b. Tujuan Pembelajaran IPS 9
c. Hakikat Pembelajaran IPS 11
d. Karakteristik Pembelajaran IPS 12
e. Konsep Pembelajaran IPS 14
2. Tinjauan tentang Model Pembelajaran PBL
a. Pengertian Model Pembelajaran PBL 15
b. Karakteristik Model Pembelajaran PBL 16
c. Langkah-langkah Model Pembelajaran PBL 19
d. Manfaat Model Pembelajaran PBL 21
e. Kelebihan Model Pembelajaran PBL 22
f. Kelemahan Model Pembelajaran PBL 23
g. Model Pembelajaran PBL dalam Pembelajaran IPS 24
3. Tinjauan tentang Ecoliteracy
a. Pengertian Ecoliteracy 25
b. Karakteristik Pemahaman Ecoliteracy 27
c. Indikator Pemahaman Ecoliteracy 28
d. Manfaat Memahami Ecoliteracy Bagi Siswa 30
e. Strategi Melatih Pemahan Ecoliteracy Bagi siswa 32
4. Hubungan Antara PBL dengan Ecoliteracy 34
5. Peran Ecoliteracy dalam Pembelajaran IPS 37
6. Penelitian Terdahulu 40
8. Hipotesis Penelitian 43
C. BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1. Lokasi dan Waktu Penelitian 44
2. Populasi dan Sampel Penelitian 44
3. Metode Penelitian 45
4. Rancangan Desain Penelitian 46
5. Instrumen Penelian 47
6. Teknik Pengumpulan Data 48
7. Teknik Pengolahan Data 49
D. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Proses Pelaksanaan Penelitian 53
a. Deskripsi Data Kelas Eksperimen 54
b. Deskripsi Data Kelas Kontrol 55
c. Deskripsi Pengolahan Data 57
2. Analisis Data 57
a. Analisis Data Jawaban Essay Pre-Test 58
b. Analisis Data Jawaban Essay Post-Test 82
3. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Pre-Test dan Post-Test
a. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Pre-Test Kelas Eksperimen 104
b. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Post-Test Kelas Eksperimen 107
c. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Pre-Test Kelas Kontrol 110
d. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Post-Test Kelas Kontrol 113
4. Uji Normalitas Data Pre-Test dan Post-Test
a. Uji Normalitas Data Pre-Test Kelas Eksperimen 116
b. Uji Normalitas Data Post-Test Kelas Eksperimen 120
c. Uji Normalitas Data Pre-Test Kelas Kontrol 124
d. Uji Normalitas Data Post-Test Kelas Kontrol 128
5. Uji Homogenitas Antarpenimbang Data
a. Uji Homogenitas Antarpenimbang Data Kelas Eksperimen 132
b. Uji Homogenitas Antarpenimbang Data Kelas Kontrol 133
6. Uji Hipotesis 134
7. Analisis Hasil Angket 137
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
9. Pembahasan Hasil Penelitian 151
E. BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan 154
2. Implikasi dan Rekomendasi 155
Daftar Tabel dan Diagram
Tabel
Tabel 3.1 Pre-Test dan Post-TestGroup Design 47
Tabel 3.2 Tabel Guilford 51
Tabel 4.1 Skor Nilai Pretest Dan Posttest Kelas Eksperimen 54
Tabel 4.2 Skor Nilai Pretest Dan Posttest Kelas Kontrol 56
Tabel 4.3 Penilaian Jawaban Kategori Rendah Pre-Test Kelas Eksperimen 61
Tabel 4.4 Penilaian Jawaban Kategori Sedang Pre-Test Kelas Eksperimen 65
Tabel 4.5 Penliaian Jawaban Kategori Tinggi Pre-Test Kelas Eksperimen 70
Tabel 4.6 Penilaian Jawaban Kategori Rendah Pre-Test Kelas Kontrol 73
Tabel 4.7 Penilaian Jawaban Kategori Sedang Pre-Test Kelas Eksperimen 77
Tabel 4.8 Penilaian Jawaban Kategori Tinggi Pre-Test Kelas Kontrol 81
Tabel 4.9 Penilaian Jawaban Kategori Rendah Post-Test Kelas Eksperimen 85
Tabel 4.10 Penilaian Jawaban Kategori Sedang Post-Test Kelas Eksperimen 88
Tabel 4.11 Penilaian Jawaban Kategori Tinggi Post-Test Kelas Eksperimen 92
Tabel 4.12 Penilaian Jawaban Kategori Rendah Post-Test Kelas Kontrol 96
Tabel 4.13 Penilaian Jawaban Kategori Sedang Post-Test Kelas Kontrol 99
Tabel 4.14 Penilaian Jawaban Kategori Tinggi Post-Test Kelas Kontrol 103
Tabel 4.15 Data Uji Penimbang Pre-Test Kelas Eksperimen 104
Tabel 4.16 Format ANAVA Data Pre-Test Kelas Eksperimen 106
Tabel 4.17 Data Uji Penimbang Post-Test Kelas Eksperimen 107
Tabel 4.18 Format ANAVA Data Post-Test Kelas Eksperimen 109
Tabel 4.19 Data Uji Penimbang Pre-Test Kelas Kontrol 110
Tabel 4.20 Format ANAVA Data Pre-Test Kelas Kontrol 112
Tabel 4.21 Data Uji Penimbang Post-Test Kelas Kontrol 113
Tabel 4.22 Format ANAVA Data Post-Test Kelas Kontrol 115
Tabel 4.23 Distribusi Data Pre-Test Kelas Eksperimen 116
Tabel 4.24 Distribusi Mean Pre-Test Kelas Eksperimen 118
Tabel 4.25 Uji Normalitas Pre-Test Kelas Eksperimen 119
Tabel 4.26 Distribusi Data Post-Test Kelas Eksperimen 120
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.28 Uji Normalitas Post-Test Kelas Eksperimen 123
Tabel 4.29 Distribusi Data Pre-Test Kelas Kontrol 124
Tabel 4.30 Distribusi Mean Pre-Test Kelas Kontrol 126
Tabel 4.31 Uji Normalitas Pre-Test Kelas Kontrol 127
Tabel 4.32 Distribusi Data Post-Test Kelas Kontrol 128
Tabel 4.33 Distribusi Mean Post-Test Kelas Kontrol 130
Tabel 4.34 Uji Normalitas Post-Test Kelas Kontrol 131
Tabel 4.35 Perbedaan Nilai Test Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol 134
Tabel 4.36 Keabsahan Angket 138
Tabel 4.37-4.51 Crosstabulation 139
Diagram
Daftar Lampiran-Lampiran
1. Lampiran Surat Izin dan Kegiatan Bimbingan
Surat Keputusan
Surat keterangan sekolah
Permohonan izin ke sekolah
Buku bimbingan
2. Lampiran Nama, Silabus dan RPP
Daftar nama kelas VII-B dan VII-E
Silabus pembelajaran
RPP
3. Lampiran Instrumen Penelitian
Format pedoman wawancara untuk guru IPS
Hasil angket
Hasil pre-test dan post-test kelas kontrol
Hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen
4. Lampiran Foto dan Riwayat Hidup
Lampiran foto
1
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu modal dasar bagi manusia untuk
dapat memenuhi kebutuhannya. Merujuk pada sistem pendidikan nasional
No 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara. Pendidikan menurut Mulyasana (2011, hlm. 2) adalah
proses menjadi, yakni menjadikan seseorang menjadi dirinya sendiri yang
tumbuh sejalan dengan bakat, watak, kemampuan, dan hati nuraninya
secara utuh. Pendidikan tidak boleh menjadikan manusia asing terhadap
dirinya dan asing terhadap hati nuraninya, pendidikan tidak boleh
menjadikan manusia berada diluar dirinya. Pendidikan harus mampu
menyatukan sikap, pemikiran, perilaku, hati nurani dan keimanann
menjadi satu kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, pendidikan menjadi
sesuatu yang bisa dibilang wajib bagi semua orang agar dapat
mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan menjadi dirinya
seutuhnya sehingga menjadi pribadi yang berguna bagi orang sekitar.
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivas siswa
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, serta kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat
serta perkembangan fisik psikologis siswa. Untuk itu, setiap satuan
pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Salah satu
kompetensi lulusan SMP adalah memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
2
jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang merupakan salah satu mata
pelajaran di jenjang SMP adalah ilmu yang mempelajari segala aspek
kehidupan sosial yang dituangkan dalan konsep-konsep ilmu sosial untuk
kegiatan pembelajaran. Sapriya (2008, hlm. 9) mengemukakan bahwa
pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin
ilmu-ilmu sosial dan humonaria, serta kegiatan dasar manusia yang di
organisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/psikologis untuk
tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pengajaran IPS perlu adanya
pendekatan pemecahan masalah. Pendekatan pemecahan masalah
merupakan fokus dalam pembelajaran IPS yang mencakup masalah
tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak
tunggal dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. untuk
meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan
keterampilan memahami masalah, membuat model IPS, menyelesaikan
masalah, dan menafsirkan solusinya (Depdiknas, 2006 hlm. 93).
Salah satu kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa dalam
pembelajaran IPS adalah siswa mampu memahami usaha manusia untuk
mengenali perkembangan lingkungannya. Memahami usaha manusia yang
dimaksud adalah usaha untuk menjaga, memelihara, menyadari,
memahami, bersikap dan melestarikan lingkungannya. Usaha-usaha
tersebut dapat dilakukan oleh siswa jika siswa mempunyai pemahaman
tentang ecoliteracy, karena sejatinya ecoliteracy menggabungkan
pemahaman-pemahaman tentang kelingkungan dan mengaplikasikannya
dengan suatu tindakan berupa sikap, contoh, dan gagasan dalam menjaga
keseimbangan lingkungan. Pemahaman tentang konsep ecoliteracy inilah
yang ingin peneliti fokuskan kepada siswa ketika mempelajari IPS.
Berdasarkan pengamatan awal di lingkungan sekolah SMPN 29
Bandung, ditemukan masih banyaknya sampah yang berserakan.
Kebanyakan sampah-sampah tersebut berasal dari aktivitas siswa yang
3
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Banyaknya sampah yang berserakan tersebut menjadi salah satu contoh
dari masih kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan dan
itu artinya pemahaman ecoliteracy siswa masih rendah. Masalah sampah
merupakan satu contoh dari beberapa masalah lingkungan yang ada disekolah.
Pemahaman yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang mendalam bagi siswa sehingga dapat menghasilkan warga
negara yang mempunyai perilaku yang rasional dan bertanggung jawab terhadap
lingkungannya.
Menurut Uno (dalam Nurlaela, 2013, hlm. 11) pemanfaatan lingkungan
tidak hanya untuk mempelajari konsep tentang lingkungan tetapi lingkungan
juga dapat menjadi salah satu sumber belajar. Lingkungan sekolah atau
lingkungan tempat tinggal siswa merupakan tempat yang paling penting untuk
dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS.
Dalam upaya memberikan pemahaman akan konsep ecoliteracy kepada
peserta didik, maka dalam pembelajaran IPS nantinya akan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah.
Model pembelajaran Problem Based Learning yaitu model pembelajaran yang
menggunakan masalah sebagai topik utamanya. Pembelajaran dimulai dengan
memberikan suatu masalah sehari-hari yang dialami oleh siswa dan diharapkan
merangsang siswa untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi.
Terkait masih kurangnya pemahaman siswa akan konsep ecoliteracy
maka peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa efektifkah penggunaan model
pembelajaran Problem Based Learning terhadap pemahaman ecoliteracy yang
dimiliki siswa sehingga peneliti melakukan penelitian kuasi eksperimen dengan
judul “Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS (Penelitian
Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 29 Bandung)”. B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dirumuskan diatas,
maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan sebagai berikut: “Seberapa Efektifkah penerapan model
4
ecoliteracy siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VII-E SMPN 29
Bandung?”
Untuk lebih mengarahkan penelitian, maka rumusan masalah diatas
dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana pemahaman konsep ecoliteracy siswa kelas VII- B dan
VII – E SMP Negeri 29 Bandung?
2. Bagaimana melaksanakan pembelajaran melalui model pembelajaran
Problem Based Learning terhadap pemahaman ecoliteracy siswa di
kelas eksperimen SMP Negeri 29 Bandung?
3. Apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning
efektif terhadap pemahaman ecoliteracy siswa di kelas eksperimen
SMP Negeri 29 Bandung?
4. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan
memahami konsep ecoliteracy di kelas eksperimen sebelum dan
sesudah digunakan model pembelajaran Problem Based Learning ?
C. Batasan Masalah
1. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah ecoliteracy yang
didasarkan pada pemahaman dalam materi IPS.
2. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) untuk
memberikan pemahaman akan ecoliteracy.
3. Peningkatan ecoliteracy siswa dapat dilihat dari muculnya kesadaran
ekologis siswa dan mengurangi penggunaan barang-barang yang dapat
merusak lingkungan sekitar.
D. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan umum dalam penelitian adalah untuk
meningkatkan ecoliteracy siswa dengan cara melalui model pembelajaran
berbasis masalah dalam pembelajaran IPS. Untuk lebih memperjelas
tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu dengan baik mengetahui pemahaman konsep ecoliteracy
sisiwa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model
5
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Mampu memperbaiki kendala saat dilaksanakan pembelajaran IPS
dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
dalam upaya memahami konsep ecoliteracy siswa.
3. Mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Problem
Based Learning terhadap pemahaman konsep ecoliteracy siswa di
kelas eksperimen SMP Negeri 29 Bandung.
4. Memperoleh hasil kemampuan siswa memahami konsep ecoliteracy
sebelum dan sesudah digunakan model pembelajaran Problem Based
Learning.
E. Manfaat Penelitian
Dari informasi yang ada, diharapkan penelitian ini dapat
memberikan manfaat secara:
1. Teoritis
a. Untuk memperkaya keilmuan serta sebagai referensi bagi peneliti
selanjutnya.
b. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar
guru dalam pembelajaran IPS.
2. Praktis
Dengan diadakannya penelitian ini, diharapkan mampu memberikan
manfaat sebagai dalam upaya mengatasi banyaknya masalah yang ada
dilingkungan sekitar dengan mengaplikasikan pemahaman ecoliteracy
menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembelajaran IPS, selain itu
manfaat lainnya diperuntuk sebagai berikut:
a. Untuk Sekolah
Untuk bahan masukan terhadap kualitas pembelajaran IPS
disekolah agar mampu berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan
lingkungan dan turut berperan aktif mengatasi masalah lingkungan
hidup.
b. Untuk Guru
Untuk bahan masukan bagi guru dalam pengembangan
kreativitasannya dalam pemanfaatan pembelajaran IPS di SMP
6
c. Untuk Siswa
Siswa dapat lebih mudah dalam memahami pembelajaran IPS serta
aktif dan kreatif selama mengikuti proses pembelajaran. serta
memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bagi
masa depan.
d. Untuk Peneliti
Dengan diadakannya penelitian ini, diharapkan menjadi
pembelajaran tersendiri, sebagai bekal dalam menghadapi siswa
dalam meningkatkan keterampilan pembuatan media pembelajaran
IPS.
F. Struktur Organisasi
Penelitian ini terdiri dari lima bab yang berisi segala hal yang
berkaitan dengan penulisan skripsi. Lebih rincinya kelima bab tersebut
adalah sebagai berikut.
1. BAB 1 Pendahuluan
Bab ini berisi tentang hal-hal yang mendasari penelitian ini. Pada
dasarnya bab ini mengandung informasi yang merupakan sekilas
mengenai seluruh bab pada penelitian ini.
2. BAB 2 Landasan Teori
Bab ini berisi landasan teoretis dan kajian pustaka mengenai konsep
ecoliteracy dan model pembelajaran Problem Based Learning yang
mendukung penelitian ini. Di bab ini juga dijelaskan mengenai
variabel-variabel yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Teori-teori
pada bab ini merupakan landasan dasar untuk melakukan analisis data
yang akan disampaikan di bab selanjutnya.
3. BAB 3 Metodologi Penelitian
Pada bab ini akan dijelaskan bagaimana proses pengumpulan data,
penentuan sampel dari populasi, penentuan sampel sebagai subjek
pengumpulan data, serta instrumen-instrumen yang digunakan dalam
mengumpulkan data.
7
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Bab ini mengandung informasi mengenai penganalisisan data yang
dilakukan peneliti terhadap subjek penelitiannya. Informasi mengenai
hasil temuan peneliti yang diambil dari hasil analisis data yang
dilakukan.
5. BAB 5 Penutup
Bab ini mengandung simpulan secara menyeluruh mengenai
penelitian ini. Simpulan ini juga termasuk hasil yang didapat dari
penelitian ini. Impliaksi dan rekomendasi yang ada pada bab ini
ditujukan untuk para pembaca hasil penelitian dan para calon peneliti
44
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bandung yang beralamat
di Jl. Geger Arum No. 11 A Kota Bandung. Alasan peneliti melakukan
penelitian di sekolah tersebut dikarenakan peneliti berperan sebagai guru
praktikan di SMP Negeri 29 Bandung. Adapun waktu penelitian ini
dilaksanakan pada semester genap dari bulan April sampai bulan Mei 2015.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Heriati (2005, hlm. 2) mendefinisikan populasi sebagai suatu kesatuan
manusia, objek, gejala, nilai-nilai, ukuran-ukuran atau kesatuan lainnya yanga
ada dalam ruang lingkup yang lebih luas dan memiliki karakteristik umum
yang dapat diobservasi. Sejalan dengan pengertian Heriati, Sugiyono (2013,
hlm. 117) menjelaskan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang dapat diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini di ambil dari salah satu
SMP Negeri di Kota Bandung. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah
siswa kelas VII SMP N 39 Bandung berjumlah 351 siswa yang terdiri dari
Kelas A, B, C, D, E, F, G, H, dan I.
2. Sampel Penelitian
Menurut Heriati (2005, hlm. 2) menjelaskan bahwa sampel adalah suatu
kesatuan sebagai bagian dari populasi yang mewakili karakteristik populasi
dan dijadikan sumber data untuk analisis statistik. Kemudian Sugiyono (2013,
hlm. 118) menjelaskan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik dari jumlah yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Proses pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
a. Menemui pihak sekolah untuk meminta data kelas VII dan nilai
45
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Menentukan dua kelas yang memiliki selisih nilai rata-rata yang
lebih kecil. Dari hasil seleksi dipilih kelas VII-B dan VII-E untuk
dijadikan sampel penelitian dan sekaligus peneliti bertindak
sebagai guru praktikan di dua kelas tersebut. Kelas VII-B
berjumlah 37 orang dan kelas VII-E berjumlah 39 orang.
Dikarenakan ada siswa yang sakit saat dilakukan pretest dan juga
ada satu siswa yang pindah sekolah maka peneliti mengambil
sampel di kelas VII-B sebanyak 35 siswa dan VII-E sebanyak 35
siswa sehingga total sampel ada 70 siswa.
c. Sampel yang diambil dari populasi yang ditentukan peneliti adalah
siswa-siswa kelas VII-E dan VII-B. Siswa kelas VII-E berjumlah
35 siswa yang terdiri dari siswa perempuan berjumlah 19 orang
dan siswa laki-laki berjumlah 16 orang. Untuk siswa kelas VII-B
berjumlah 35 siswa yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 20
orang dan siswa perempuan berjumlah 15 orang. Sampel ini dipilih
penulis karena variabel terikat pada penelitian ini merupakan
materi pembelajaran kelas VII. Sampel yang berperan sebagai
subjek perlakuan adalah kelas VII E, sedangkan kelas VII B
digunakan sebagai kelompok kontrol dari subjek. Selain itu sampel
ini dipilih dengan memperhitungkan faktor nilai semester
sebelumnya, kelompok kelas di sekolah tersebut (kelas reguler)
dan pemaparan langsung dari guru mata pelajaran. Sehingga
peneliti berkesimpulan kedua kelompok sampel ini yang berjumlah
70 orang bisa merepresentasikan populasi.
C. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Penelitian
jenis eksperimen dirancang untuk menjawab sebuah hipotesis yang mengacu
dari sebuah percobaan yang dilakukan. Seperti dijelaskan oleh Syamsuddin
dan Damaianti (2011, hlm 10) menjelaskan bahwa penelitian eksperimental
merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk menjawab
46
(2013, hlm. 107) bahwa metode penelitian eksperimen merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu
terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang sistemis dan
logis untuk menjawab permasalahan yang diajukan. Metode eksperimental ini
dibagi menjadi menjadi dua jenis, yaitu (a) metode eksperimental murni; (b)
metode pra-eksperimental. Dalam penelitian ini objek penelitian merupakan
manusia atau makhluk dinamis, sehingga banyak variabel-variabel ekstra
yang sulit untuk dikontrol. Maka metode penelitian yang cocok untuk
digunakan adalah metode penelitian eksperimen semu atau biasa disebut
quasi experiment. Karena metode penelitian ini hanya mengamati dan
meneliti variabel dependent dan independent, di luar variabel tersebut tidak
menjadi hal yang diperhatikan dalam penelitian ini.
D. Rancangan Desain Penelitian
Peneliti menggunakan rancangan eksperimen semu dengan subjek
random. Rancangan eksperimen semu dilaksanakan pada siswa kelas VII
SMPN 29 Bandung. Dalam subjek random desain pre-test dan post-test grup
terdapat dua kelas, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pembeda antara
dua kelas tersebut terletak pada adanya perlakuan atau treatment (X). Pada
kelas eksperimen terdapat perlakuan pada variabel terikat dengan
menggunakan varibel bebas yang telah ditentukan oleh peneliti. Sedangkan,
pada kelas kontrol variabel terikat tidak diberikan perlakuan. Selain itu, akan
terdapat dua nilai dari masing-masing kelas ekperimen dan kelas kontrol,
yaitu nilai tes awal atau pretes (Y1) dan nilai tes akhir atau postes (Y2).
Sukardi (2013, hlm. 185) merincikan dalam sebuah tabel rancangan
Subjek Random Desain Pretes-Postes Grup (Randomized Subjects,
Pretest-Posttest Control Group Design) seperti berikut ini.
Grup Pretes Variabel
Terikat
Postes
47
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(R) Kontrol Y1 - Y2
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen
berupa instrumen wawancara yaitu berisi pertanyaan yang akan diajukan
kepada guru dan angket tertutup untuk mengetahui karakteristik dari siswa.
Kemudian peneliti menggunakan instrumen perlakuan perkembangan
(treatment) dimana peneliti akan menggunakan Model Pembelajaran Problem
Based Learning yang akan diterapkan di kelas eksperimen dan model
pembelajaran konvensional di kelas kontrol pada mata pelajaran IPS di Kelas
VII SMP Negeri 29 Bandung.
Pada proses perlakuan perkembangan tersebut, peneliti menggunakan
tes untuk mengetahui perbedaan antara model pembelajaran PBL dengan
model pembelajaran konvensional. Di dalam tes ini terdapat tes awal (
pre-test) dan juga tes akhir (post-test). Pre-test dimaksudkan untuk mengetahui
perbedaan hasil belajar sebelum digunakan model pembelajaran Problem
Based Learning di kelas eksperimen. Sedangkan post-test dimaksudkan untuk
mengetahui perbedaan hasil belajar setelah digunakan model pembelajaran
Problem Based Learning di kelas eksperimen dan model pembelajaran
konvensional di kelas kontrol. Penelitian ini juga menggunakan dokumentasi
yang berisi data yang dikumpulkan langsung dalam penelitian, meliputi
buku-buku yang relevan, laporan kegiatan, dan foto-foto kegiatan selama penelitian
berlangsung.
F. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian perlu adanya gambaran tentang bagaimana peneliti
memperoleh dan mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian.
Secara garis besar, teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti terdiri
atas beberapa teknik, yaitu wawancara, angket, perlakuan perkembangan
(treatment), dan tes. Adapun rincian dari masing-masing teknik tersebut
sebagai berikut.
48
Pedoman wawancara terhadap guru dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana aktivitas siswa dalam memahami konsep ecoliteracy.
Adapun pedoman wawancara guru seperti berikut ini.
b. Angket
Angket menurut Suherman (dalam Amelia, 2003, hlm. 77) adalah
sebuah daftar pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh
orang yang dievaluasi (responden), angket berfungsi sebagai
pengambilan data. Data tersebut dapat berupa keadaan atau data diri,
pengalaman, pengetahuan, sikap, dan pendapat mengenau suatu hal.
Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terkait pemahaman
ecoliteracy.
Arikunto (2006, hlm. 152) menjelaskan bahwa angket memiliki
keuntungan yaitu dapat dibagikan secara serempak kepada banyak
responden, dan juga dapat dibuat terstandar sehingga bagi semua
responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama sehingga
diharapkan mendapatakan data yang akurat.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket tertutup yaitu
angket dengan pilihan jawaban yang sudah tersedia, sehingga
responden tinggal memilih jawaban yang sesuai dengan
kemamuannya. Jika dilihat dari jenisnya, penelitian ini menggunakan Narasumber:
Hari, tanggal:
1) Bagaimana kemampuan belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
2) Bagaimana keterampilan siswa dalam memahami lingkungan sekitarnya?
3) Hambatan apa saja yang sering muncul ketika siswa ditugaskan untuk memahami masalah lingkungan sekitarnya?
4) Metode pembelajaran apa yang Bapak/Ibu gunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial?
49
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
angket dengan skala Likert, yaitu “sangat setuju”, “setuju”, “ragu -ragu”, “tidak setuju”, dan“sangat tidak setuju”.
c. Teknik Tes
Tes digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa
dalam memahami konsep ecoliteracy. Tes yang digunakan merupakan
tes tertulis. Tes tersebut berdasarkan proses yang penelitian dan
penyelidikan siswa yang dihasilkan dari penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning dalam upaya memberikan
pemahaman akan konsep ecolietracy. Tes tertulis yang nantinya akan
dibuat berupa pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda dan essay yang
mencakup parameter-parameter tingkat keterpahaman siswa terhadap
ecoliteracy. Selain instrumen tes, peneliti pun akan membuat
instrumen penilaian dengan beberapa indikator yang akan digunakan
pada tes awal dan tes akhir dalam penelitian.
G. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan setelah semua data terkumpul.
Pengolahan data bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari
hasil penelitian yang peneliti lakukan. Data didapat akan diolah melalui
rumus-rumus statistik. Adapun langkah-langkah pengolahan data penelitian
adalah sebagai berikut.
a. Penilaian Hasil Tes
Dalam penilaian hasil tes, pengolahan data yang dilakukan
peneliti melalui beberapa teknik sebagai berikut.
1) Membaca hasil tes awal dan akhir yang telah dikerjakan oleh
siswa.
2) Memeriksa dan menganalisis hasil tes awal dan tes akhir kelas
eksperimen dan kelas kontrol, kemudian memberi penilaian
sesuai dengan kriteria yang telah dipaparkan di atas.
b. Uji Reabilitas Tes
Uji reabilitas tes dilakukan oleh beberapa penimbang. Uji
50
penguji. Uji reabilitas dilakukan dengan mencari nilai reabilitas
melalui rumus
1) Jumlah jumlah kuadrat siswa
�� ∑�� = ∑��� − ∑� ,�
2) Jumlah kuadrat penguji
�� ∑�� � = ∑�� − ∑��
3) Jumlah Kuadrat total
�� ∑�� � = ∑� − ∑��
4) Jumlah kuadrat kekeliruan
�� ∑� �� = ∑� � − ∑�� − ∑��
Selanjutnya, hasil penghitungan di atas, dimasukan ke dalam
format ANAVA (Analisys Of Varian). Reliabilitas antar penimbang
dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
� = �� − �����
Keterangan:
rn : Reliabilitas yang dicari
Vt : Variansi dari testi
Vkk : Variansi dari kekeliruan
Kemudian, hasil dari penghitungan reabilitas yang diperoleh,
disesuaikan dengan tabel Guilford seperti berikut ini.
Tabel Guilford
Rentang Kriteria
0,80-1,00 Korelasi reliabilitas sangat tinggi
0,60-0,80 Korelasi reliabilitas tinggi
51
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
0,20-0,40 Korelasi reliabilitas rendah
0,00-0,20 Korelasi reliabilitas sangat rendah
c. Uji Normalitas Nilai Hasil Prates dan Postes
Dalam melakukan uji normalitas nilai hasil pre-test dan
post-test, yakni dengan rumus berikut ini.
X2= ∑ − ℎ2
ℎ
Keterangan :
fo = frekuensi yang diobservasi
fh = frekuensi yang diharapkan
d. Uji Homogenitas
Dalam melakukan uji homogenitas varian rata-rata pre-test dan
post-test pada kemampuan siswa menggunakan rumus berikut ini.
� = ����
Keterangan:
�ℎ� = nilai yang dicari
Vb = varian terbesar
Vk = varian terkecil
Data yang dinyatakan homogen jika �ℎ� < �
e. Uji Hipotesis
Dalam penghitungan uji hipotesis menggunakan signifikansi
perbedaan dua variabel dengan kritertia jika thitung < ttabel maka H1
ditolak atau H0 diterima. Hal itu artinya tidak ada perbedaan
siginifikan antar skor pre-test dan skor post-test. Sebaliknya, jika thitung
> ttabel maka H0 ditolak atau H1 diterima. Hal itu artinya terdapat
perbedaan signifikan antara skor pre-test dan skor post-test.
1) Mencari mean dari perbedaan pre-test dan post-test dengan
52
Md = ∑
Keterangan :
∑ � =jumlah selisih tes awal dan tes akhir � = Jumlah data
2) Mencari thitung dengan rumus berikut.
� = −
√∑ � − ∑ �� � − 1
Keterangan:
t = Uji t
M2 = Perbedaan mean data tes awal dan tes akhir kelas kontrol
M1 = Perbedaan mean data tes awal dan tes akhir kelas
eksperimen
∑ � = Jumlah kuadrat deviasi kelas ekperimen
∑ � = Jumlah kuadrat deviasi kelas kontrol = Jumlah data
154
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis, ditemukan beberapa hal
yang menjadi dasar pemikiran kesimpulan tentang efektifitas penggunaan
model pembelajaran Problem Based Learning terhadap pemahaman
ecoliteracy siswa pada mata pelajaran IPS. Kesimpulan-kesimpulan ini
akan dijelaskan dalam beberapa poin sebagai berikut.
1. Terdapat peningkatan yang signifikan antara pemahaman ecoliteracy
siswa dilihat dari hasil pre-test dan hasil post-test pada kelas
eksperimen atau kelas yang menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning. Peningkatan ini terlihat pada nilai rata-rata
kelas eksperimen sebelum dan sesudah diterapkannya model
pembelajaran Problem Based Learning dengan nilai gain sebesar 19
poin. Pada kelas kontrol juga terdapat peningkatan terkait pemahaman
ecoliteracy siswa dilihat dari rata-rata hasil pre-test dan post-test yang menggunakan model pembelajaran konvensional meskipun tidak
diberikan treatment dengan nilai gain sebesar 7 poin. Peningkatan
yang diperoleh juga lebih kecil dibandingkan dengan kelas
eksperimen atau kelas yang menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning.
2. Pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning, pembelajaran IPS menggunakan
masalah-masalah lingkungan seperti banjir, rusaknya lapisan ozon, pencemaran
sungai, tanah dan lain-lain. Untuk menumbuhkan ecoliteracy siswa di
kelas eksperimen, maka digunakan bahan-bahan bekas yang dapat
dikreasikan menjadi sesuatu yang lebih berguna di dalam
pembelajaran IPS.
3. Model pembelajaran Problem Based Learning efektif terhadap
pemahaman ecoliteracy siswa pada mata pelajaran IPS pada taraf
155
Ahmad Wahyudi, 2015
4. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam
pemahaman ecoliteracy sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran
IPS menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal
ini terbukti dari uji hipotesis di dapatkan thitung = 14,04 dan ttabel =
1,998 maka thitung > ttabel Hal ini menunjukan bahwa Ha penelitian
diterima. Perbedaan terlihat dari jawaban essay siswa dibandingkan
ketika pembelajaran sebelum menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning dan dibuktikan dengan angket sikap yang
dibagikan.
B. Implikasi dan Rekomendasi
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa
implikasi dan rekomendasi dalam penggunaan model pembelajaran
Problem Based Learning sebagai berikut.
1. Model pembelajaran Problem Based Learning dapat diterapkan dalam
pembelajaran IPS untuk mengenalkan para siswa terkait pemahaman
ecoliteracy. Disarankan bagi para guru untuk mengaikan
permasalahan-permasalahan lingkungan sekitar didalam pembelajaran
IPS.
2. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning yang
berbasis masalah-masalah lingkungan dalam pembelajaran IPS dapat
menjadikan siswa peka terhadap lingkungan hidupnya sehingga siswa
menjadi lebih peduli dan sadar lingkungan (ecoliteracy).
3. Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam
pembelajaran IPS menjadikan siswa menjadi lebih peka terhadap
lingkungan hidupnya. Kesadaran ecoliteracy siswa terlibah perubahan
yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning.
4. Peneliti juga merekomendasikan di dalam pembelajaran IPS, guru
agar lebih banyak memberikan masalah-masalah lingkungan disekitar
tempat tinggal siswa atau lingkungan sekolah agar agar siswa
156
Ahmad Wahyudi, 2015
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Ecoliteracy Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sangat penting sehingga diharapkan pembelajaran IPS menjadi lebih
bermakna.
5. Bagi penelitian selanjutnya tentang penggunaan model pembelajaran
Problem Based Learning, peneliti merekomendasikan untuk
melakukan penelitian terhadap variabel terikat yang berbeda atau
terhadap jenis sampel yang berbeda. Jika peneliti memfokuskan
penelitian antara model pembelajaran Problem Based Learning
dengan Pemahaman Ecoliteracy siswa, maka peneliti
merekomendasikan penelitian selanjutnya antara model pembelajaran
Problem Based Learning dengan sikap siswa atau perilaku siswa
terkait ecoliteracy. Sehingga diharapkan terdapat temuan-temuan baru
dalam penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning