• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PELAKSANAAN PRAPERADILAN UNTUK MENENTUKAN SAH ATAU TIDAK SAHNYA PENANGKAPAN OLEH KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA BARAT (Studi Kasus Perkara Penangkapan Manatap Ambarita, SH oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROSES PELAKSANAAN PRAPERADILAN UNTUK MENENTUKAN SAH ATAU TIDAK SAHNYA PENANGKAPAN OLEH KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA BARAT (Studi Kasus Perkara Penangkapan Manatap Ambarita, SH oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat)."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

terenrka alau lerdakwa dalam pcnc.ikeM sutu perkda pidda. llal tc6.bur nmtaknlx dil.lukan olch p.nlidit dcnli eleslensi

[r]

[r]

Sebagai Negara hukum Indonesia mempunyai kewajiban untuk melindungi Hak Asasi Manusia setiap warga negaranya, yang diwujudkan dengan adanya pengaturan tentang hukum

Tujuan utama dari lahirnya praperadilan dalam KUHAP ialah agar terjadi pengawasan horizontal atas tindakan upaya paksa terhadap tersangka atau terdakwa, upaya yang dimaksud

Dilihat dari pelaksanaan test pile yang tidak dapat daya dukung yang direncanakan, penulis mencoba melakukan perencanaan pondasi dengan menggunakan Bored Pile

Penghentian perkara secara diam-diam dalam tahap penyidikan tidak dapat dijadikan alasan permohonan praperadilan terhadap tidak sahnya penghentian penyidikan, karena permohonan

Jika didasarkan pada tidak cukupnya alat bukti untuk meneruskan perkara, suatu penyidikan juga dapat dihentikan dengan alasan demi hukum dengan alasan- alasan hapusnya hak menuntut dan