• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan - STUDI REGENERASI BEBERAPA GENOTIPE CABAI (Capsicum annuum L.) UNTUK REKAYASA GENETIKA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ringkasan - STUDI REGENERASI BEBERAPA GENOTIPE CABAI (Capsicum annuum L.) UNTUK REKAYASA GENETIKA."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN LAPORAN PENELITIAN

DOSEN MUDA

STUDI REGENERASI BEBERAPA GENOTIPE CABAI

(Capsicum annuum L.) UNTUK REKAYASA GENETIKA

Oleh:

Yusniwati, SP,MP

DIBIAYAI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

SESUAI DENGAN SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PENELITIAN Nomor :005/SP2H/PP/DP2M/III/2008, Tanggal, 6 Maret 2008

FAKULTAS PERTANIAN

(2)

RINGKASAN

STUDI REGENERASI CABAI

(Capsicum annuum L.) UNTUK REKAYASA GENETIKA

(Yusniwati)

Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) adalah tanaman sayuran

penting dan teknik rekayasa genetika pada cabai sulit dilakukan. Hal ini terbukti

dari sedikitnya publikasi tentang rekayasa genetika cabai merah di jurnal ilmiah.

Rekayasa genetika pada cabai merah sulit dilakukan karena sulitnya

meregenerasikan tunas cabai secara in vitro serta sulitnya meregenerasikan

eksplan hasil inokulasi Agrobacterium.

Rekayasa genetika akan memberikan perbaikan dari karakter-karakter

penting pada tanaman. Sifat ketahanan tanaman terhadap beberapa cekaman

biotik seperti gulma, virus, serangga dan mikroorganisme telah dapat diperbaiki

dengan pendekatan ini. Demikian pula terhadap cekaman abiotik dan modifikasi

kualitas dan kuantitas produk tanaman.

Teknik penyisipan gen (transformasi gen) akan menghasilkan tanaman

transgenik yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah atau

langsung diseleksi menjadi galur harapan. Transformasi gen secara in vitro

dengan menggunakan vektor Agrobacterium akan berhasil dan bermanfaat apabila

sudah diperoleh protokol regenerasi tanaman yang efisien dan stabil. Kompetensi

untuk beregenerasi yaitu kemampuan membentuk tanaman lengkap (mempunyai

tunas dan akar) dan kompetensi untuk ditransformasi merupakan dua kunci

penting penentu keberhasilan program transformasi genetik.

Di dalam aplikasi bioteknologi atau transformasi genetika untuk program

perbaikan tanaman, kultur sel atau jaringan dan sistem regenerasinya memegang

peranan yang sangat penting.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan beberapa genotipe

cabai untuk beregenerasi secara in vitro. Guna mendapatkan genotipe cabai yang

(3)

Hasil penelitian menunjukkan kemampuan eksplan membentuk primordia

tunas yang tinggi adalah genotype Tit Super,. dibandingkan genotipe-genotipe

lain. Perbedaan respon eksplan untuk membentuk kalus dan tunas terutama

disebabkan karena perbedaan genotipe. Eksplan yang berasal dari daun muda dari

semua genotipe cabai yang digunakan mempunyai kemampuan untuk membentuk

kalus 100% setelah ditumbuhkan pada media induksi kalus.

Kultur in vitro pada cabai dapat digunakan untuk aplikasi bioteknologi

yang berbeda seperti misalnya propagasi klonal, produksi tanaman bebas virus.

Seperti telah dilaporkan sebelumnya, bahwa paling tidak ada tiga faktor penting

yang sangat berpengaruh di dalam sistem regenerasi tanaman secara in vitro.

Genotipe cabai Tit Super yang digunakan sebagai kontrol pada penelitian

ini menunjukkan respon yang paling tinggi. Dengan demikian, untuk tujuan

rekayasa genetika atau transformasi genetika cabai, maka Tit Super dapat

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heritabilitas, variabilitas dan kemajuan genetik beberapa karakter agronomi genotipe-genotipe cabai merah F4 hasil silangan AVRDC yang

[r]

JudulTesis KuRur Anter dan AnaUsis Tanaman Cabai (Capsicum.. annuum L.) Haploid

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia karena memiliki nilai konsumsi yang tinggi. Infeksi cendawan patogen

Skripsi dengan judul “ Skrining Endofit Dari Daun Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Sebagai Penghasil L-Asparaginase ” i ni disusun untuk memenuhi persyaratan

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi Potensi Cendawan Endofit untuk mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Cabai ( Capsicum annuum L.) adalah karya saya dengan arahan

Tema yang dipilih pada penelitian ini adalah Studi Pewarisan Karakter Ketahanan Cabai (Capsicum annuum L.) terhadap Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum).. Sriani Sujiprihati, MS.,

Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heritabilitas, variabilitas dan kemajuan genetik beberapa karakter agronomi genotipe-genotipe cabai merah F4 hasil silangan AVRDC yang