1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah
Salah satu tujuan dari investasi sejak dini yaitu untuk mencapai kebebasan finansial. Kebebasan finansial merupakan kondisi dimana tidak perlu lagi bekerja keras untuk mendapatkan uang. Bagi setiap orang yang melakukan investasi, dapat dipastikan bahwa ini akan meningkatkan nilai aset dan juga nilai kekayaan. Aset dimaksud tidak selalu dalam bentuk properti, karena uang yang simpan sebagai dana investasi juga terhitung sebagai aset. Aset yang telah disisihkan sebagai investasi tentunya akan terus berkembang dan menjadi semakin banyak. Investasi merupakan kegiatan yang cocok untuk dilakukan sedini mungkin. Kaum milenial perlu memulai melakukan investasi sedikit demi sedikit untuk meningkatkan kekayaan.
Salah satu tujuan dari investasi sejak dini yaitu untuk mencapai kebebasan finansial. Kebebasan finansial merupakan kondisi dimana tidak perlu lagi bekerja untuk mendapatkan uang karena telah memiliki harta yang cukup untuk menghidupi. Investor bahkan dapat menerima pendapatan pasif secara berkala tanpa harus bekerja lagi. Semua orang tentu memiliki impian masa depan yang cemerlang. Untuk itu, orang yang menginginkan masa depan cemerlang bisa mencapainya dengan melakukan investasi sejak dini. Investasi yang disiapkan dari sekarang akan mampu membantu untuk hidup nyaman di kemudian hari. Calon investor dalam usia
produktif dapat dengan rajin mengumpulkan uang dan kemudian menginvestasikannya. Investasi ini dapat menjadi salah satu diversifikasi penghasilan atau sumber pendapatan lain selain pendapatan utama.
Penghasilan tambahan ini bisa dialokasikan khusus untuk dana masa depan.
Investor yang serius dalam melakukan investasi dari sekarang, dapat dipastikan akan hidup tenang dan nyaman secara finansial di masa mendatang.
Calon investor perlu membiasakan diri untuk memulai melakukan investasi sedini mungkin tentunya akan membantu, dalam mengelola kondisi keuangan akan membatasi pengeluaran setiap bulannya, dan mengalokasikan sebagian penghasilan untuk investasi. Orang dengan tanggung jawab investasi, akan merasa dituntut untuk selalu konsisten dan lebih cermat dalam mengatur uang, demi mencapai manfaat yang menguntungkan. Inflasi merupakan kondisi meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Inflasi adalah hal yang lazim terjadi di setiap negara. Indonesia sendiri dianggap sebagai salah satu Negara yang tingkat inflasinya cukup tinggi. Inflasi ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kondisi perekonomian negara, terutama dalam hal jual beli. Inflasi ini akan melemahkan daya beli masyarakat negara tersebut. Kaum milenial merupakan generasi penerus bangsa yang akan membangun Indonesia pada waktunya. Investasi yang dilakukan sejak dini, akan membantu Negara menekan persentase inflasi.
Investasi ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melindungi aset kekayaan agar nilainya tidak tergerus oleh inflasi.
Setiap orang merasa tidak asing lagi dengan kata investasi yang sering didengar atau dibaca di berbagai media massa. Jenis investasi yang pada umumnya sering ditawarkan seperti investasi properti, emas, valas dan saham. Investasi memiliki banyak ragam, salah satu jenis investasi yang cukup populer di Indonesia adalah investasi saham. Banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi saham. Selain karena harganya yang cukup terjangkau, berinvestasi saham juga sangat mudah dilakukan dan bersifat fleksibel. Investor akan mendapatkan profit yang maksimal jika mampu menganalisa pasar dengan baik dan memilih saham yang tepat jika dalam berinvestasi saham, tentu akan mendapatkan imbal hasil yang relatif tinggi dibandingkan investasi lainnya. Jika kondisi tren pasar sedang bagus, maka penanam modal mampu mendapatkan keuntungan sekitar dua puluh sampai tiga puluh persen bahkan lebih selama satu tahun. Kisaran keuntungan ini tentu lebih tinggi dibandingkan investasi properti atau emas yang mungkin hanya bisa mengalami kenaikan sepuluh hingga lima belas persen dalam setahun. Namun, hal ini tetap tergantung dari bagaimana kondisi pasar pada saat seseorang ingin menjual saham tersebut.
Pasar modal Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Di zaman sekarang investasi menjadi suatu kebutuhan, dimana dinamika ekonomi dan pola pikir masyarakat yang sekarang semakin maju.
Ahli invetasi menyatakan bahwa era modern merupakan era investasi tanpa
adanya waktu dan ruang, yang merupakan masa kapan dan dimanapun dapat atau sanggup untuk melakukan koneksi interaksi. Menurut Mastura et al.
(2020) Teknologi adalah salah satu faktor pendukung sekuritas dengan memberikan kemudahan dalam proses investasi. Meningkatnya antusias investor dalam negeri untuk berinvetasi di pasar modal menandakan semakin membaiknya kondisi pasar modal.
Saham merupakan tanda atau pembelian seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas menurut Hendi M.
Fakhrudin dalam (Martia et al., 2018). Investasi saham ibarat membeli perusahaan sehingga jika investor atau badan berinvestasi atau memiliki saham diperusahaan maka, investor atau badan memiliki bagian dari perusahaan tersebut.
Saham-saham yang listing di Bursa Efek Indonesia dikelompokkan menjadi beberapa sektor. Subsektor perbankan merupakan salah satu subsektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perbankan memiliki peranan sangat penting bagi negara untuk memajukan perekenomian.
Sehingga, bank menjadi salah satu lembaga utama dalam suatu negara.
Selain itu, bank merupakan salah satu lembaga yang memiliki peranan penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Bank juga merupakan salah satu industri yang memiliki banyak peminat saham di pasar modal, baik penanam modal dalam negeri (PMDN) maupun penanam modal asing (PMA). Pada tahun 2015, subsektor perbankan menjadi penghancur terbesar yang memengaruhi beberapa sektor dan perusahaan yang mengakibatkan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan, salah satunya adalah bank-bank milik negara antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan juga Bank Mandiri. IHSG menunjukkan angka dan kinerja yang positif pada tahun 2019. Saham dari industri perbankan di Indonesia menjadi salah satu saham yang paling diminati oleh investor di pasar modal karena memberikan return yag cukup tinggi. Tabel berikut memuat data saham pada Bursa Efek Indonesia dengan market cap tertinggi dalam periode tahun 2016 hingga tahun 2020:
Tabel 1.1
10 Saham dengan Market Capitalization Tertinggi pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020
Nomor Tahun
2016 2017 2018 2019 2020
1 BBCA ASII BBRI BBCA ANTM
2 TLKM TLKM BMRI BMRI TLKM
3 ASII BBNI BBCA BBRI WSKT
4 BBRI BBRI POOL TLKM PTPP
5 BMRI BBCA ASII ASII PGAS
6 MYRX BMRI TLKM BBNI BBRI
7 BBNI TRAM MABA TBIG BBCA
8 WSKT UNTR TRAM UNVR BBKP
9 BJBR UNVR BBNI TCPI BMRI
10 BUMI HMSP UNTR SSMS BRIS
Sumber: (BEI, 2022)
Berdasarkan tabel 1.1, saham Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri berada pada posisi pertama dan kedua Bank BUMN dengan market cap tertinggi di Bursa Efek Indonesia, kecuali pada tahun 2017 saham BBRI dan saham BMRI pada posisi kedua dan ketiga, dan pada tahun 2019 Bank Mandiri posisi pertama dan Bank Rakyat Indonesia pada posisi kedua Bank BUMN dengan market cap tertinggi. Sehingga, saham Bank Mandiri Tbk
dengan kode (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) adalah saham Bank BUMN yang paling diminati investor di Indonesia.
Perekonomian Indonesia bahkan dunia yang tak menentu (berfluktuasi) utamanya dalam harga saham perbankan di pasar, Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai perusahaan sektor perbankan terbesar di Indonesia merupakan perusahaan yang patut diperhitungkan, karakteristik saham yaitu high risk high return begitu pula sebaliknya.
Investor diharuskan berhati-hati dalam berinvestasi saham. Investor perlu memperhatikan strategi investasi tertentu yang dapat digunakan untuk mencapai investasi yang optimal atau investasi terbaik yang memberikan return yang diharapakan dengan risiko minimal menurut Hasanah &
Rusliati dalam (Diniyah, 2021).
Oleh karena itu, analisis sebelum mengambil keputusan untuk membeli saham perlu dilakukan oleh investor. Salah satunya dapat dilakukan dengan valuasi saham agar investor dapat mengetahui harga saham yang ditawarkan terlalu rendah (undervalue) atau bahkan terlalu tinggi (overvalue).
Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui apakah harga saham pada Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia Tbk berada dalam keadaaan overvalue, undervalue atau fairvalue dengan cara mengestimasi nilai intrinsik saham Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia, dan membandingkannya dengan harga saham perusahaan di pasar saham.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana analisis Discounted Cash Flow pada saham Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia Tbk.
2. Bagaimana Fundamental saham Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai dasar keputusan investasi.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menghitung analisis Discounted Cash Flow saham Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia Tbk.
2. Memberikan bukti fundamental saham Bank Mandiri Tbk dan Bank Rakyat Indonesia sebagai dasar keputusan investasi.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi investor, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam berinvestasi.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam penelitian valuasi saham.