BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bahwa berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor: 43 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Desa wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) untuk kurun waktu perencanaan 6 (enam) Tahun.
Dalam upaya standarisasi maka diterbitkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor: 66 Tahun 2007, Tentang Perencanaan Pembangunan Desa, yang ditujukan untuk memberikan pedoman bagi Pemerintah Desa dalam menyusun RPJM Desa dan RKP Desa. Dan disempurnakan dengan Permendagri Nomor : 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa.
RPJM Desa ini merupakan penjabaran Visi, Misi, dan Program Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) secara langsung ke dalam strategi Pembangunan Desa, kebijakan umum, program prioritas Kepala Desa, dan arah kebijakan keuangan desa.
Dalam upaya mewujudkan Visi, Misi, dan Program Kepala Desa tersebut, maka diperlukan langkah-langkah strategis dan sistematis guna tercapainya sasaran dan tujuan yang telah menjadi komitmen dan kesepakatan dari semua komponen masyarakat (Stakeholders) untuk mengantisipasi kebutuhan pembangunan desa, khususnya dalam jangka waktu 6 (enam) tahun sesuai dengan periode dan masa jabatan Kepala Desa terpilih, sehingga penyusunannya harus dilakukan secara partisipatif dengan
melibatkan seluruh unsur masyarakat desa secara partisipatif.
Dengan tersusunnya RPJM Desa ini, diharapkan kinerja dari aparatur pemerintah desa dapat terukur sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, dimana RPJM Desa akan digunakan sebagi rujukan dalam penyusunan LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Kepala Desa dan tolak ukur kinerja Kepala Desa. Oleh karena itu RPJM Desa ini akan memuat arah kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Ancaran, dimana program- program yang diusulkan diharapkan akan dibiayai oleh APB Desa Ancaran dan Sumber-sumber dana lain yang dapat diperoleh.
Secara umum, kondisi Desa Ancaran memiliki posisi sangat strategis dalam jalur mobilisasi, sumber daya alam yang cukup potensial, sehingga diperlukan upaya yang cukup signifikan (Political Will) dari Pemerintah maupun Stakeholders untuk membangun Desa Ancaran menjadi lebih baik.
Dengan Kepemimpinan Kepala Desa dan Komitmen yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat, hal ini perlu terus didorong dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat (public) dan kesejahteraan masyarakat, sehingga simpul-simpul pembangunan yang dilaksanakan di Desa Ancaran tidak terlepas dari arah kebijakan dan strategi Pembangunan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Pusat.
Dokumen RJPM Desa ini selain sebagai pedoman dalam menyusun RKP Desa dan Penyusunan RAPB Desa, juga merupakan dasar penilaian kinerja Kepala Desa terpilih dalam melaksakan Pemerintahan desa, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selama masa jabatannya, dan menjadi tolak ukur keberhasilan Kepala Desa yang diserahkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ancaran Kecamatan Kuningan.
Rencana Pembangunan Desa disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
1.2. Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan RPJM Desa Ancaran Tahun 2016 - 20121, antara lain sebagi berikut:
1) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
2) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
3) Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
4) Peraturan pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom;
5) Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 Tentang Dana Perimbangan;
6) Perturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
7) Peruran Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 4587);
8) Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
9) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);
10) Permendagri Nomor 30 Tahun 2006 Tentang Penyerahan Urusan Pemerintah Daerah ke-Desa;
11) Permendagri Nomor 32 Tahun 2006 Tentang Pedoman Administrasi Desa;
12) Permendagri Nomor 04 Tahun 2007 Tentang Kekayaan Desa;
13) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007, Tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2007, tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat;
14) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007, tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan;
15) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2007, tentang Pendataan Program Pembangunan Desa/Kelurahan;
16) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014, tentang Pedoman Teknis Peraturan Desa;
17) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014, tentang Pengelolaan Keuangan Desa;
18) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014, tentang Pedoman Pembangunan Desa;
19) Peraturam Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kuningan Tahun 2013 - 2018
1.3. Maksud dan Tujuan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Desa Ancaran Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan Tahun 2016 - 2021 adalah dokumen perencanaan desa untuk periode 6 (enam) Tahun, ditetapkan dengan maksud memberikan arah kebijakan keuangan desa, strategi pembangunan desa, kebijakan umum, program
pembangunan desa serta sasaran-sasaran kegiatan strategis yang ingin dicapai selama 6 (enam) tahun kedepan.
Dengan demikian, RPJM Desa Ancaran menjadi Landasan bagi semua dokumen perencanaan, baik rencana pembangunan tahunan Pemerintah Desa, maupun Dokumen perencanaan lainnya.
Dalam kaitan dengan sistem Perencanaan Pembangunan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 serta disempurnakan dengan Permendagri Nomor 114 Tahun 2014, maka keberadaan RPJM Desa Ancaran Tahun 2016 - 2021 merupakan satu Bagian yang utuh dan merupakan kerangka acuan dalam kinerja pemerintah Desa Ancaran.
RPJMDes Desa Ancaran Tahun 2016 - 2021 ini merupakan RPJM Desa Generasi pertama yang akan direalisasikan dalam kurun waktu 6 (Enam) Tahunan ke depan, selain itu RPJMDes Desa Ancaran juga harus memperhatikan RPJM Nasional dan RPMJ Provinsi Jawa Barat, serta RPJM Kabupaten Kuningan dalam Rangka sinkronisasi perencanaan pembangunan pusat daerah dan desa.
Langkah selanjutnya, RPJM Desa Ancaran yang ditetapkan dalam Periode 6 (enam) Tahunan akan dijabarkan kembali kedalam bentuk Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), yang selanjutmya RKP Desa tersebut akan dijadikan pedoman bagi setiap pemangku kepentingan (Steakholders) dilingkungan Pemerintah Desa Ancaran Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Dalam kaitannya dengan sistem Keuangan Negara sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang- undang Nomor 17 Tahun 2003, maka penjabaran RPJM Desa ke dalam RKP Desa Ancaran untuk setiap Tahunnya akan dijadikan pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPB Desa) Desa Ancaran.
1.3.1 Maksud
Maksud Penyusunan RPJM Desa ini adalah tersedianya dokumen RPJM Desa Ancaran sebagai berikut :
1. Penjabaran Visi, Misi, dan Program Kepala Desa terpilih;
2. Pedoman dalam penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Desa yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa);
3. Pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan (Stakholders) pembangunan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa;
1.3.2 Tujuan
Tujuan penyusunan RPJM Desa ini adalah :
1. Mewujudkan perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan setempat;
2. Menciptakan rasa memiliki dan Tanggung jawab masyarakat terhadap program pembanguna desa;
3. Memelihara dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan di desa; dan
4. Menumbuhkembangkan dan mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan desa;
1.4 Manfaat
Dokumen RPJM Desa merupakan suatu kerangka kerja pembangunan yang komprehensif dan sistematis dalam mencapai harapan yang dicita-citakan. RPJM Desa merupakan hasil dari pemikiran strategis dalam menggali gagasan dan isu-isu penting yang berpengaruh terhadap pencapaian visi dan misi pemerintahan desa dan masyarakat. Kebijakan strategis yang dituangkan dalam RPJM Desa menentukan arah perubahan dan orientasi pembangunan yang perlu dilakukan untuk mencapai harapan dan kesejahteraan masyarakat.
RPJM Desa merupakan dokumen milik bersama sebagai acuan kebijakan desa yang disusun secara partisipatif melibatkan pemangku kepentingan. Prinsip musyawarah dan partisipasi menjadi landasan dalam proses penyusunan RPJM Desa yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan perencanaan di semua tahapan perencanaan.
RPJM Desa sebagai dokumen penting sangat dibutuhkan sebagai kerangka acuan kebijakan pelaksanaan pembangunan desa dalam kurun waktu 6 (enam) tahun.
Melalui dokumen ini, pemerintah desa dapat memantau, mengukur target kinerja, hasil, dan dampak program pembangunan secara jelas dan terarah berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan. RPJM Desa juga sebagai alat kontrol bagi publik terhadap pemerintah desa dalam menjalankan fungsi dan kedudukannya secara transparan dan akuntabel.
BAB II
PROFIL DESA
2.1 Sejarah Desa
Nama Ancaran diambil dari nama seorang wanita putri Ki Gede Luragung yang mempunyai 2 orang anak yaitu SANGKUKU ( Pangeran Kuningan ) dan adiknya Nyi Ancaran.
Dan konon menurut cerita Nyi Ancaran ini bermukim dan meninggal serta dikebumikan di desa Ancaran sehingga namanya diabadikan menjadi nama desa, tidak ada nama desa yang sama di Indonesia tidak seperti nama desa lain banyak yang sama, yang sampai sekarang di sebut Desa Ancaran dengan luas wilayah 177,028 Ha. Penduduknya sebagian besar bermata pencaharian dagang dan tani.
Desa ancaran terbentuk tahun 1727 dengan Kepala Desa Pertama diberi mandat langsung oleh Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang dengan bukti Surat Keputusan (SK) Kuno yang diungkus kain putih dan ditempatkan dalam bumbung bambu, sampai sekarang masih terpelihara baik sebagai estafet bukti sejarah SK dari Kuwu ke Kuwu selanjutnya dimulai dari Kuwu Mare yang menduduki jabatan Kepala Desa selama 60 tahun sejak tahun 1927 sampai tahun 1787.
Habis masa jabatan Kuwu Mare digantikan oleh Putranya yang pertama yaitu Kuwu Suradijaya dan menjabat selama 25 tahun sejak 1787 sampai 1812 kemudian digantikan oleh adiknya yaitu Kuwu Sastradijaya dengan masa jabatan selama 40 tahun sejak tahun 1812 sampai tahun 1852 Dan selanjutnya dijabat oleh orang lain yaitu Kuwu Jaenal Asro selama 35 tahun sejak tahun 1852 sampai 1887 sejak saat itu pejabat kepala desa tidak digantikan lagi oleh keturunan namun oleh orang lain yaitu Sastrawijaya yang menjabat selama 25 tahun sejak 1887 sampai tahun 1912 dan kemudian Kuwu H. Dulmajid yang menjabat selama 4 tahun sejak tahun 1912 sampai 1916 digantikan lagi oleh Kuwu H.
Durajak yang menjabat selama 12 tahun sejak tahun 1916 sampai 1928 kemudian Kuwu Sastra Atmaja selama 8 tahun sejak tahun 1928 sampai tahun 1936 selanjutnya dijabat lagi oleh seorang Haji yaitu Kuwu H. Mochtar selama 12 tahun sejak 1936 sampai tahun 1948 digantikan lagi oleh
Kuwu Wirya Sasmita selama 7 tahun sejak tahun 1948 sampai tahun 1955 yang kemudian digantikan oleh Kakeknya sekdes sekarang yaitu Kuwu Atmaja selama 11 tahun baru sejak tahun 1955 sampai tahun 1966 pada jabatan Kuwu ini banyak sekali kelompok – kelompok MAKAR ( yang ingin merebut kekuasaan Negara ) diantaranya DI ( Darrul Islam ) umum disebutnya kelompok gorombolan yang seringkali mengacak-acak / merampok dan mengintimidasi Desa – desa dan rakyatnya yang pada zaman ini sambil mencari bekal & dana perjuangan untuk dibawa ke markasnya di gunung Ciremai serta sering kali terjadi penculikan terhadap warga desa yang dianggap mempunyai potensi untuk menjadi anggota kelompok DI tersebut dan alhamdulillah pada tahun 1960 an DI dapat ditumpas oleh tentara Brawijaya yang konon didatangkan dari Jawa Timur ditugaskan oleh Pemerintah Pusat untuk menumpas DI dimaksud.
Era baru setelah tertumpasnya DI mulai muncul seorang Kuwu yang berlatar belakang dari Pensiunan Polisi yaitu Kuwu Effendi ( H. Ibrohim ) yang menjabat selama 7 tahun sejak tahun 1966 sampai tahun 1973 kemudian digantikan oleh seorang Guru SD yaitu Kuwu Supartoni ( H. Sukron ) dengan masa jabatan paling pendek yaitu selama 3 tahun sejak tahun 1973 sampai tahun 1976 dan digantikan lagi oleh seorang Pensiunan Polisi yaitu Kuwu Satari yang menjabat selama 9 tahun sejak tahun 1976 sampai tahun 1985 penggantinyapun seorang pensiunan Polisi lagi yaitu Kuwu Bachri ( H. Bachri ) yang menjabat selama 15 tahun dari tahun 1985 – 1999 dan meninggal bulan Oktober 1999 masih pada masa jabatan.
Di Era Reformasi, awal tahun 2001 bulan Mei sampai bulan Maret 2009 Kuwu Suharja Dan pada bulan Juni tahun 2009 dilantik kembali oleh Bupati Kuningan yaitu Kuwu IING THOHIRADE yang menjabat sampai tahun 2015, lalu terpilih kembali untuk menjabat di periode ke-2 setelah mengungguli dua calon kepala desa lainnya pada Pemilihan Kepala Desa Ancaran pada tanggal 8 Nopember 2015.
2.2 Peta dan Kondisi Desa
Peta Desa Ancaran A. Keadaan Wilayah
1. Luas dan Batas Wilayah
a. Luas Desa : 177,028 Ha b. Batas Wilayah
No Batas Desa/Kelurahan Kecamatan
1 Utara Padarek Kuningan
2 Selatan Sindangsari Sindangagung 3 Timur Kertawangunan Sindangagung
4 Barat Ciporang Kuningan
2. Luas Wilayah Menurut Penggunaan
No Peruntukan Tanah Ha / m2
1 Luas Pemukiman 43,30
2 Luas Persawahan 70,00
3 Luas Perkebunan 6,00
4 Luas Kuburan 4,50
5 Luas Pekarangan 39,00
6 Perkantoran 4,20
7 Luas Prasarana Umum
Lainnya 10,248
Total Luas 177,028
TANAH SAWAH Ha / m2
1 Sawah Irigasi ½ Teknis 0,00
2 Sawah Tadah Hujan 0,00
Total Luas 0,00
TANAH KERING Ha / m2
1 Tegal / Ladang 0,00
2 Pemukiman 43,30
Total Luas 43,30
TANAH PERKEBUNAN Ha / m2
1 Tanah Perkebunan Rakyat 0,00 2 Tanah Perkebunan Perseorangan 6,00
Total Luas 6,00
TANAH FASILITAS UMUM Ha / m2 1 Kas Desa / Kelurahan
a. Tanah Bengkok 15,96
b. Tanah Titi Sara 1,30
c. Kebun Desa 0,00
d. Sawah Desa 12,60
2 Lapangan Olahraga 1,00
3 Tempat Pemakaman Desa 4,50
4 Bangunan Sekolah 1,30
5 Pertokoan 0,20
6 Fasilitas Pasar 0,70
7 Jalan 0,38
8 Daerah Tangkapan Air 0,00
Total Luas 37,94
TANAH HUTAN Ha / m2
1 Hutan Lindung 0,00
2 Hutan Rakyat 0,00
Total Luas 0,00
3. Iklim
No Jenis Iklim Ket
1 Curah Hujan 2.000 Mm
2 Jumlah Bulan Hujan 4 bulan 3 Suhu Rata-rata Harian 23 – 32 oC
4. Jenis dan Kesuburan Tanah
No Jenis Tanah Ket
1 Warna Tanah Merah
2 Tekstur Tanah Lempungan
3 Lahan Terlantar -
3 Tingkat Erosi Tanah
a. Luas Tanah Erosi Ringan 2,00 ha/m2 b. Luas Tanah Erosi Sedang 2,00 ha/m2 c. Luas Tanah Erosi Berat 2,00 ha/m2 d. Luas Tanah Tidak Erosi 171,028 ha/m2
5. Topografi
No Keadaan Wilayah Ket
1 Dataran Rendah 167,028 ha/m2
2 Berbukit-bukit -
3 Dataran Tinggi /
Pegunungan -
3 Daerah Aliran Sungai 10,00 ha/m2 Letak Wilayah
1 Kawasan Perkantoran 4,20 ha/m2 2 DAS / Bantaran Sungai 10,00 ha/m2 3 Kawasan Bebas Banjir 162,828 ha/m2 Orbitrasi
1 Jarak Ke Ibukota
Kecamatan 5 KM
2 Jarak Ke Ibukota
Kabupaten 5 KM
3 Jarak Ke Ibukota Propinsi 164 KM
2.1.3. Keadaan Sosial Penduduk a. Jumlah Penduduk
Berdasarkan pemutakhiran data pada tahun 2015, Desa Ancaran mempunyai jumlah penduduk 8.419 jiwa, terdiri dari 4.408 jiwa laki-laki dan 4.011 perempuan yang tersebar di tiap RW dengan perincian sebagai berikut :
1. Menurut Kepala Keluarga (KK)
RW KK Laki-laki Perempuan Jumlah
01 337 691 643 1.334
02 280 597 550 1.147
03 533 1.102 982 2.084
04 313 638 593 1.231
05 397 829 735 1.564
06 269 551 508 1.059
2. Menurut Kelompok Umur
No Usia L P Jumlah
1 0 - 4 Tahun 390 355 745
2 5 – 9 Tahun 435 407 842
3 10 – 14 Tahun 416 417 833
4 15 – 19 Tahun 392 379 771
5 20 – 24 Tahun 416 400 816
6 25 – 29 Tahun 450 338 788
7 30 – 34 Tahun 399 338 737
8 35 – 39 Tahun 376 276 652
9 40 – 44 Tahun 289 246 535
10 45 – 49 Tahun 212 232 444
11 50 – 54 Tahun 186 204 390
12 55 – 59 Tahun 156 160 316
13 60 – 64 Tahun 111 99 210
14 65 – 69 Tahun 85 66 151
15 70 Tahun keatas 95 94 189
3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian No Jenis Mata Pencaharian Jumlah
1 Pegawai Negeri Sipil 86 Orang
2 Pensiunan 34 Orang
3 Tani 88 Orang
4 Buruh Tani 726 Orang
5 Tukang 114 Orang
6 Pedagang 1.781 Orang
4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mobilitasi / Mutasi Penduduk
No Keadaan Penduduk Jumlah
1 Lahir 142 Orang
2 Mati 59 Orang
3 Pindah 144 Orang
4 Datang 157 Orang
5. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan L P
1 Tamat SD / MI 1.768 1.429
2 Tamat SMP / MTs 632 662
3 Tamat SMA 526 559
4 Tamat S1 102 75
5 Tamat S 2 15 3
6 Masih di Bangku SD / MI 299 283 7 Masih di Bangku SMP / MTs 128 118
b. Keadaan Sosial
1. Kesejahteraan Sosial
No Kriteria Keluarga Jumlah
1 Pra Keluarga Sejahtera 489 KK
2 Keluarga Sejahtera I 535 KK
3 Keluarga Sejahtera II 785 KK
4 Keluarga Sejahtera III 259 KK
5 Keluarga Sejahtera III Plus 61 KK
6 Pasangan Usia Subur di bawah 20 tahun 74 KK 7 Pasangan Usia Subur 20-29 tahun 810 KK 8 Pasangan Usia Subur 30-40 tahun 670 KK
9 Peserta KB Aktif 1.051 KK
2. Sarana Pendidikan
No Sarana Pendidikan Jumlah
1 PAUD 6 unit
2 TK 5 unit
3 Sekolah Dasar 3 unit
4 Madrasah Ibtidaiyah 2 unit
5 SLTP 1 unit
6 MTs -
7 SMA -
8 Pondok Pesantren 2 unit
3. Ketenagakerjaan
No Jenis Pekerjaan Jumlah
1 Pensiunan 34 orang
2 PNS 86 orang
3 TNI – Polri 18 orang
4 Petani 88 orang
5 Buruh 726 orang
6 Pegawai Swasta 192 orang
7 Wiraswasta 1.733 orang
4. Kesenian dan Kebudayaan
No Jenis Kesenian Jumlah
1 Pencak Silat 1 perguruan
2 Marawis 3 grup
3 Gembyung 3 grup
4 Drum Band 2 sekolah
5 Simtuduror 1 majelis
5. Sarana Ibadah
No Sarana Keagamaan Jumlah
1 Masjid 1 unit
2 Mushola 37 unit
6. Sarana Kesehatan
No Sarana Kesehatan Jumlah
1 Puskesmas -
2 Polindes 1 unit
3 Pustu -
4 Posyandu 8 unit
7. Sarana Olahraga
No Sarana Olahraga Jumlah
1 Lapangan Sepak Bola 1 lapangan
2 Lapangan Volly Ball -
3 Lapangan Bulu Tangkis 1 lapangan 4 Lapangan Tenis Meja 3 lapangan
5 Papan Catur 55 papan catur
2.3 Kelembagaan Desa a. Data Perangkat Desa
No Nama Jabatan Tgl Lahir L/P Pendidikan
1 Iing Thohirade Kepala Desa 02-04-1961 L SLTA 2 Ade Wahyudin Sekretaris Desa 03-06-1980 L SLTA
3 Endi Sukandi Kaur. Umum 01-12-1968 L SLTA 4 A. Sudirman Kasi. Ekbang 25-01-1960 L SLTA 5 Ahmad Daenuri Kasi. Kesra 20-04-1970 L SLTA 6 Aan Komariah Kaur.
Keuangan 27-12-1982 P SLTA
7 Agus Triana Kasi.
Pemerintahan 05-08-1972 L SLTA
8 Eman Staf Kaur.
Keuangan 16-04-1973 L SLTA
9 M. Sholeh Kadus. Puhun 08-04-1966 L SLTA
10 Ade Nurochman Kadus. Pahing 12-05-1972 L SLTA 11 Moch. Efendi Kadus. Manis 06-12-1960 L SLTA 12 Enjo Juhari Kadus. Bojong 11-09-1961 L SLTA 13 Hendi Kurniawan Kadus. Wage 29-05-1975 L SLTA
b. Data Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
No Nama Jabatan Tgl Lahir L/P Pendidikan
1 Mugni Hermanto,
S.Pd Ketua 27-11-1962 L S1
2 Abd. Rakhim S.Pd Sekretaris 14-08-1958 L S1 3 Omah Nurohmah,
S.Pd.I Bendahara 08-08-1979 P S1
4 Cece Hasan. A,
S.Pd Anggota 12-03-1968 L S1
5 Lili Suheli Anggota 12-12-1972 P SLTA
6 Surwandi Anggota L SLTP
7 Agung Sudrajat,
S.Pd Anggota 28-10-1981 L S1
8 Abdul Holik Anggota 05-06-1966 L SLTP
9 Nono Choliawan Anggota 04-10-1964 L SLTA
c. Data Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
No Nama Jabatan Tgl Lahir L/P Pendidikan
1 H. Nurjamil Ketua 27-11-1962 L SLTA
2 Oong Turmudi Wakil Ketua L
3 Jejen Zaenal
Abidin Sekretaris L
4 H. Yunus Bendahara L
5 Abidin Anggota 21-03-1954 L
6 Samsudin Anggota L
7 Suanda Anggota L
8 Nana Supena Anggota L
9 H. Ahmad Sayuti Anggota 04-10-1950 L
10 Titin Sumiati Anggota P
11 Atun Supriatun Anggota P
12 Nana Suherna Anggota L
13 Suherman Anggota L
14 Yayat Anggota L SLTA
d. Data Ketua Rukun Warga (RW)
No Nama Jabatan TTL L/P Pendidikan
01 Suanda, BA Ketua L Sarmud
02 Abd. Rakhim Ketua 14-08-1958 L S1
03 H. Nurjamil Ketua 31-12-1956 L SLTA
04 H.A. Toha Saputra Ketua 01-10-1952 L SLTP
05 Surwandi Ketua L SLTP
06 Drs. Nano R.
Supratman, M.Pd
Ketua
12-02-1957 L S2
e. Data Rukun Tetangga (RT)
No Nama Jabatan Tgl Lahir L/P Pendidikan
1 H. Ahmad Sayuti Ketua RT 01 04-10-1950 L SD
2 Berlian Ketua RT 02 09-09-1965 L SD
3 Nono Choliawan Ketua RT 03 04-10-1964 L SLTA
4 Kusaeri Ketua RT 04 24-09-1963 L SD
5 Ali Murtado Ketua RT 05 L SLTA
6 Suherman Ketua RT 06 03-05-1954 L SD
7 Diding Sudirman Ketua RT 07 19-11-1967 L SD
8 Samsu Ketua RT 08 20-06-1955 L SD
9 Jahidi Ketua RT 09 03-05-1951 L SD
10 Yudi Ketua RT 10 L SD
11 Hapid Ketua RT 11 08-07-1965 L SD
12 Jumhana Ketua RT 12 L SD
13 Salam Ketua RT 13 20-04-1952 L SD
14 Totong Marten Ketua RT 14 15-02-1960 L SLTA 15 Mugni Hermanto, Ketua RT 15 27-11-1962 L S1
S.Pd 16 H. Abdullah
Asy’ari, S.Ag
Ketua RT 16
20-06-1958 L S1
17 Hamid Nawawi Ketua RT 17 01-01-1946 L SD
18 Yadi Ketua RT 18 09-04-1970 L SD
19 Wasol Ketua RT 19 17-03-1962 L SD
20 Suparman Ketua RT 20 15-07-1962 L SD
21 Sodikin Ketua RT 21 L SD
22 Abdul Holik Ketua RT 22 05-06-1966 L SLTP
23 Mustari Ketua RT 23 L SD
24 Omik Ketua RT 24 L SLTA
25 Abidin Ketua RT 25 21-03-1954 L SD
26 Anang Ketua RT 26 05-10-1964 L SD
27 Kusnadi Ketua RT 27 06-02-1958 L SD
28 Paiman Ketua RT 28 20-12-1928 L SLTA
29 Jefri Ketua RT 29 02-12-1959 L SLTA
30 Ibnu Hajar, S.Sos Ketua RT 30 16-12-1966 L S1
31 Rouf Ketua RT 31 L SD
32 Jejen Z A, S.Ap Ketua RT 32 11-09-1974 L S1
33 Dudung Ketua RT 33 L SLTA
f. Data Personil LINMAS
No Nama Jabatan Tgl Lahir L/P Pendidikan
1 A. Sudirman Kasat. Gas 25-01-1960 L SLTA
2 Jahuri Komandan 01-01-1960 L SD
3 Kusaeri Anggota 24-09-1963 L SD
4 Samsu Anggota 20-06-1955 L SD
5 Iwan Pernando Anggota 05-11-1965 L SD
6 Supena Anggota 13-07-1954 L SD
7 Maman Anggota 01-07-1960 L SD
8 Uci Sanusi Anggota 13-01-1964 L SD
9 Madna Anggota 10-04-1958 L SD
10 Suharyo Anggota 14-04-1964 L SD
11 Hurip Anggota 01-07-1972 L SD
2.4 Dinamika Konflik
Dinamika konflik merupakan gambaran menyeluruh tentang keadaan, pola intensitas dan karakter desa meliputi kekuatan hubungan antar pemangku kepentingan di desa yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembangunan dan upaya bina damai. Kajian dinamika konflik adalah serangkaian kegitan pengumpulan, pengolahan dan formulasi data keadaan desa yang meliputi pemahaman konteks, interaksi, intervensi, pelaku, masalah dalam rangka perencanaan pembangunan bina damai.
Kajian terhadap dinamika konflik dalam penyusunan RPJM Desa dimaksudkan untuk menggambarkan secara keseluruhan tentang pola kekuatan hubungan antar kelompok, kerentanan sosial, kohesivitas kelompok, serta factor-faktor pendorong dan penghambat perdamaian di desa sebagai masukan dalam merumuskan kebijakan dan startegi pembangunan.
Secara khusus kajian dinamika konflik ini bertujuan :
a. Mengidentifikasi kekuatan hubungan antar pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan di desa.
b. Mengidentifikasi kondisi sosial yang menyebabkan kesenjangan diantara kelompok anatar pemangku kepentingandi desa.
c. Mengidentifikasi factor-faktor pendorong dan pemecah perdamaian dalam masyarakat; dan
d. Merumuskan strategi penanganan dan pencegahan konflik serta bina damai ke depan secara terpadu.
Kajian dinamika konflik dalam proses perencanaan dapat digunakan untuk lebih mengenal kondisi sosiogeografis,
budaya, sejarah perkembangan desa yang berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan agar dihasilkan dokumen RPJM Desa yang komprehensif dan peka terhadap konflik. RPJM Desa harus mampu mendorong upaya bina damai dan mencegah terjadinya konflik pada saat pelaksanaan program. Dengan demikian, RPJM Desa memiliki kemampuan untuk memformulasikan kebijakan dan arah pembangunan desa secara berkelanjutan, diterima oleh masyarakat dan meminimalisasi konflik di masa depan akibat keterbatasan sumber daya, sejarah konflik, perbedaan kepenntingan, diskriminasi dan kesenjangan dalam masyarakat
2.5 Potensi dan Masalah 2.5.1. Potensi
A. Potensi Sumber Daya Manusia
Potensi adalah kemampuan yg mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan berupa kekuatan, kesanggupan dan daya baik berupa Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam. Adapun potensi yang berada di Desa Ancaran antara lain:
1. Jumlah Penduduk Berdasarkan : a. Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jiwa Ket
1 Laki-laki 4.408 jiwa
2 Perempuan 40.11 Jiwa
b. Kepala Keluarga
No Status Kepala Keluarga KK Ket
1 KK Laki-laki 1.734 KK
2 KK Perempuan 395 KK
2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mobilitasi / Mutasi Penduduk
No Keadaan Penduduk Jumlah
1 Lahir 142
2 Mati 59
3 Pindah 144
4 Datang 157
3. Jumlah Penduduk Menurut Agama
No Agama Laki-laki Perempuan
1 Islam 4.388 3.991
2 Kristen Katolik 20 20
4. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan L P
1 Tamat SD / MI 1.768 1.429
2 Tamat SMP / MTs 632 662
3 Tamat SMA 526 559
4 Tamat D – 1 10 19
5 Tamat D – 2 - -
6 Tamat D – 3 28 34
7 Tamat S – 1 102 75
8 Tamat S – 2 15 3
9 Masih di Bangku TK 115 120 10 Masih di Bangku SD 299 283 11 Masih di Bangku SMP 128 118 12 Masih di Bangku SMA 105 108
5. Jumlah Penduduk Menurut Usia
No Usia L P Jumlah
1 0 - 4 Tahun 390 355 745
2 5 – 9 Tahun 435 407 842
3 10 – 14 Tahun 416 417 833
4 15 – 19 Tahun 392 379 771
5 20 – 24 Tahun 416 400 816
6 25 – 29 Tahun 450 338 788
7 30 – 34 Tahun 399 338 737
8 35 – 39 Tahun 376 276 652
9 40 – 44 Tahun 289 246 535
10 45 – 49 Tahun 212 232 444
11 50 – 54 Tahun 186 204 390
12 55 – 59 Tahun 156 160 316
13 60 – 64 Tahun 111 99 210
14 65 – 69 Tahun 85 66 151
15 70 Tahun keatas 95 94 189
6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian No Jenis Mata Pencaharian Laki-laki Perempuan
1 Petani 70 18
2 Buruh Tani 651 75
3 PNS 53 33
4 Pengrajin
5 Pedagang Keliling 6 Peternak
7 Montir 11 -
8 Pembantu Rumah Tangga
9 TNI 2 -
10 POLRI 13 3
11 Pensiunan 22 12
12 Pengusaha Kecil 13 Jasa Pengobatan
B. Potensi Sumber Daya Alam 1. Tanaman Pangan
a. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan
No Jenis Kepemilikan Ket
1 Keluarga Memiliki Lahan 88 keluarga 2 Keluarga Tidak Memiliki Lahan 458 keluarga 3 Memiliki Lahan 10 Ha - keluarga 3 Jumlah Total Keluarga Petani 546 keluarga
b. Luas Tanaman Pangan Menurut Komoditas
No Jenis Komoditas Luas Ket
1 Jagung ... Ha ... Ton/Ha 2 Kacang Kedelai ... Ha ... Ton/Ha 3 Kacang Tanah ... Ha ... Ton/Ha 4 Kacang Panjang ... Ha ... Ton/Ha 5 Padi Sawah 70,00 Ha 4,20 Ton/Ha 6 Padi Ladang ... Ha ... Ton/Ha 7 Ubi Kayu 1,00 Ha 8,00 Ton/Ha 8 Ubi Jalar 2,00 Ha ... Ton/Ha 9 Tomat ... Ha ... Ton/Ha 10 Sawi ... Ha ... Ton/Ha 11 Mentimun ... Ha ... Ton/Ha 11 Buncis ... Ha ... Ton/Ha 12 Terong ... Ha ... Ton/Ha
13 Kangkung ... Ha ... Ton/Ha 14 Umbi-umbian Lain ... Ha ... Ton/Ha
c. Perkebunan
No Jenis Komoditas Luas Ket
1 Kelapa 4,00 Ha 40,00 kw/ha 2 Kopi ... Ha ... kw/ha 3 Cengkeh 0,20 Ha 20,00 kw/ha 4 Lada ... Ha ... kw/ha 5 Vanili ... Ha ... kw/ha
d. Kehutanan
- Luas Lahan Menurut Pemilikan
No Jenis Kepemilikan Ket
1 Lahan Milik Negara ... Ha 2 Lahan Milik Perhutani ... Ha 3 Lahan Milik Masyarakat 6,00 Ha
Jumlah Total 6,00 Ha
- Hasil Hutan
No Jenis Ket
1 Kayu ... M³/Tahun
2 Bambu 100 M³/Tahun
3 Jati ... M³/Tahun
4 Mahoni ... M³/Tahun
5 Gula Enau ... M³/Tahun
- Kondisi Hutan
No Kondisi Hutan Baik Rusak Total 1 Hutan Produksi ... Ha ... Ha ... Ha 2 Hutan Lindung ... Ha ... Ha ... Ha
e. Peternakan
- Jenis Populasi Ternak
No Jenis Ternak Jumlah Pemilik Jumlah Populasi 1 Sapi 1 orang 2 ekor 2 Kerbau ... orang ... ekor 3 Ayam Kampung 50 orang 1.712 ekor 4 Ayam Broiler ... orang ... ekor 5 Bebek 2 orang 300 ekor 6 Kambing 4 orang 80 ekor 7 Domba ... orang ... ekor 8 Angsa 5 orang 14 ekor 9 Kelinci ... orang ... ekor 10 Burung Walet 2 orang 1.200 ekor 11 Anjing ... orang ... ekor
- Produksi Peternakan
No Jenis Ket
1 Susu ... ltr/th
2 Kulit ... m/th
3 Telur 23 kg/th
4 Daging ... kg/th
5 Air liur burung walet 6 kg/th
f. Sumber Daya Air
No Jenis Jumlah
(unit)
Pemanfaat (KK)
Kondisi (Baik/Rusak)
1 Mata Air 2 80 Rusak
2 Sumur Gali 800 800 Baik
3 Sumur Pompa 300 300 Baik
4 PAM 104 104 Baik
5 Sungai 2 30 Rusak
6 Embung - - -
7 Depot Isi Ulang 4 70 Baik
2.5.2. MASALAH
Analisis internal dan eksternal atau yang biasa disebut dengan analisis SWOT (Strength, Weakneses, Oportunities, Threats) digunakan untuk menentukan posisi desa saat ini dalam perencanaan strategis sebagai pihak penyelenggara pemerintah, pengelola pembangunan, dan pelayan masyarakat di tingkat desa. Analisis ini merupakan hasil identifikasi pada faktor- faktor internal (kekuatan dan kelemahan), meliputi bidang penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sedang faktor eksternal (peluang dan ancaman) meliputi kondisi makro sosial, ekonomi, budaya, politik, ketertiban dan keamanan baik yang berskala nasional, regional maupun daerah secara umum maupun secara khusus wilayah desa, yang akan berpengaruh pada kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan guna mendorong keberhasilah otonomi daerah.
Adapaun hasil analisis SWOT Desa Ancaran Kecamatan Kuningan adalah sebagai berikut :
Penjaringan Masalah dan Potensi dengan menggunakan alat kajian sebagai berikut :
Sketsa Desa / Peta Sosial Desa
Diagram Kelembagaan / Diagram Ven
Kalender Musim
Pengelompokan Masalah
Membuat Matrik Program dan Kegiatan RPJMDesa
Proses Penganggaran dan Celah Keterlibatan Publik
BAB III
PROSES PENYUSUNAN RPJM Desa
3.1. Kajian Desa
Kajian Desa dimaksudkan untuk menggali data keadaan desa yang dapat menggambarkan secara keseluruhan kondisi atau keadaan desa (kelurahan, dusun/lingkungan, RT/RW) sebagai masukan dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan yang akan dituangkan dalam RPJM Desa.
Secara khusus kegiatan ini bertujuan :
a. mengidentifikasi potensi dan sumber daya yang dapat mendukung pelaksanaan pembangunan di tingkat desa;
b. mengidentifikasi, para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan di desa;
c. mengidentifikasi kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, dan kelembagaan desa;
d. mengidentifikasi program pembangunan desa yang telah ada atau yang telah dibiayai pada tahap sebelumnya;
e. inventarisasi data kependudukan, program atau kegiatan;
f. mengenal aspek-aspek pembangunan desa yang dianggap menonjol dan kritis untuk segera ditangani melalui program tertentu; dan
g. memperkirakan prediksi ke depan atas berbagai aspek dan fungsi pembangunan desa.
Data yang dapat diperoleh dalam kegiatan kajian desa ini adalah :
1. Data sumber daya alam meliputi:
a. potensi umum yang meliputi batas dan luas wilayah, iklim, jenis dan kesuburan tanah, orbitasi, bentangan wilayah dan letak;
b. pertanian;
c. perkebunan;
d. kehutanan;
e. peternakan;
f. perikanan;
g. bahan galian;
h. sumber daya air;
i. kualitas lingkungan;
j. ruang publik/taman; dan k. wisata.
2. Data sumber daya manusia meliputi:
a. jumlah;
b. usia;
c. pendidikan;
d. mata pencaharian pokok;
e. agama dan aliran kepercayaan;
f. kewarganegaraan;
g. etnis/suku bangsa;
h. cacat fisik dan mental; dan i. tenaga kerja.
3. Data sumber daya kelembagaan meliputi:
a. lembaga pemerintahan desa dan kelurahan;
b. lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan;
c. lembaga social kemasyarakatan;
d. organisasi profesi;
e. partai politik;
f. lembaga perekonomian;
g. lembaga pendidikan;
h. lembaga adat; dan
i. lembaga keamanan dan ketertiban.
4. Data prasarana dan sarana meliputi : a. transportasi;
b. informasi dan komunikasi;
c. prasarana air bersih dan sanitasi;
d. prasarana dan kondisi irigasi;
e. prasarana dan sarana pemerintahan;
f. prasarana dan sarana lembaga kemasyarakatan;
g. prasarana peribadatan;
h. prasarana olah raga;
i. prasarana dan sarana kesehatan;
j. prasarana dan sarana pendidikan;
k. prasarana dan sarana energi dan penerangan;
l. prasarana dan sarana hiburan dan wisata; dan m. Prasarana dan sarana kebersihan.
Metode yang digunakan dalam pengkajian keadaan Desa ini adalah :
1. Penilaian desa secara cepat (Rapid Rural Appraisal/RRA) 2. Survey Profil Desa.
3. Penyajian Data dan Analisis Temuan
Langkah-langkah pengkajian keadaan desa : 1. Potret (gambaran umum desa) Desa
a. mengkaji kembali data hasil pemutakhiran informasi/data yang telah dilaksanakan pada tahap persiapan sebagai masukan dalam membuat gambaran umum desa;
b. menggali informasi langsung dari lapangan bersama masyarakat dengan membuat peta wilayah secara grafis untuk menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sejarah desa, dan infrastruktur;
c. buatlah gambar viusal berupa peta sosial desa dengan topik tertentu, dimana Tim Penyusun bersama masyarakat dapat secara langsung membahas dan mengkoreksinya;
d. berdasarkan pembahasan tersebut, identifikasi masalah dan potensi yang dihadapi terkait dengan gambaran umum kondisi sosial masyarakat
2. Peta Potensi Desa
a. Berdasarkan hasil pembuatan potret desa sebelumnya, buatlah gambaran potensi desa dengan menggunakan beberapa teknik kalender musim, gambar kebun (masalah teknologi pertanian, pengendalian hama, komoditas unggulan), dan bagan perubahan/ kecenderungan;
b. menggali informasi langsung dari lapangan bersama masyarakat dengan membuat peta potensi desa secara grafis untuk mengidentifikasi potensi unggulan yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat;
c. selanjutnya, buatlah gambar visual berupa peta potensi desa dengan menggunakan kalander musim, peta sumber daya alam, peta kebun, peta perubahan dan kecenderungan, Tim bersama masyarakat dapat secara langsung membahas dalam forum.
d. berdasarkan pembahasan tersebut, identifikasi masalah dan potensi yang dihadapi terkait dengan gambaran potensi desa
3. Bagan Kelembagaan
a. Menggali informasi terkait fungsi dan kedudukan para pemangku kepentingan di desa yang berpengaruh dan terlibat dalam proses pembangunan.
b. Buatlah ‘diagram venn‘ kelembagaan yang menggambarkan interaksi antarkelompok, organisasi/
lembaga di desa secara partisipatif dan lakukan pembahasan bersama masyarakat; dan
c. Kajilah masalah, kapasitas dan peran kelembagaan desa
3.2. Musyawarah Desa RPJM Desa
Musyawarah Desa RPJM Desa merupakan salah satu forum pembahasan hasil perencanaan pembangunan yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa untuk membahas berbagai aspek perencanaan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan yang disepakati oleh berbagai pihak.
Musyawarah Desa RPJM Desa mendorong dihasilkannya kebijakan ‘pro-poor’ dan bagian internal dari proses pembangunan. Muyawarah Desa RPJM Desa menjadi wadah komunikasi antar pemangku kepentingan dan pembahasan untuk membangun kesepahaman tentang arah kebijakan
dan prioritas pembangunan desa 6 (enam) tahun kedepan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kemajuan desa, potensi dan sumber pembangunan yang tersedia baik dari dalam maupun luar desa. Disamping itu, masyarakat, perempuan dan kelompok rentan dapat terlibat dalam memberikan masukan dan menegaskan aspirasinya dalam menentukan kebijakan dan strategi pembangunan desa.
Musrenbang menjadi forum penting untuk memastikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan, mendorong dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, membangun dialog positif dalam mendorong perdamaian, optimalisasi sumber daya secara berkeadilan, serta meletakkan konsensus dan komitmen dalam pelaksanaan pembangunan. Demikian pentingnya kedudukan musrenbang dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah, maka penyelenggaraannya perlu dikelola secara efektif dengan agenda yang jelas agar dalam proses kajian dihasilkan kesepahaman, kesepakatan dan komitmen para pemangku kepentingan serta dokumen perencanaan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan perdamaian.
Musyawarah Desa RPJM Desa Musrenbang RPJM Desa dimaksudkan untuk membangun kesepahaman dan dukungan berbagai pihak tentang kebijakan dan prioritas pembangunan desa (bidang/sektor) untuk 6 (enam) tahun ke depan.
Secara khusus kegiatan ini bertujuan :
a. Membangun kesepahaman tentang arah kebijakan dan prioritas pembangunan desa 6 (enam) tahun ke depan.
b. Menyepakati prioritas pembangunan desa untuk 6 (enam) tahun yang akan menjadi bahan penyusunan RPJM Desa.
c. Menyepakati sumber dana dan alokasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan prioritas pembangunan desa.
d. Prioritas masalah daerah yang ada di desa yang akan diusulkan melalui musrenbang kecamatan untuk menjadi program pemerintah daerah (kabupaten/kota dan provinsi).
e. Menyepakati tim delegasi desa yang akan memaparkan persoalan daerah yang ada di desanya pada forum musrenbang kecamatan untuk penyusunan program pemerintah daerah/SKPD
Hasil yang diharapkan dari Musyawarah Desa RPJM Desa ini adalah :
a. Rumusan Rancangan Awal RPJM Desa yang disepakati bersama antara pemerintah desa, BPD dan wakil masyarakat mencakup tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan pembangunan jangka menengah desa.
b. Kesepakatan tolok ukur dan target kinerja prioritas pembangunan desa dalam jangka menengah.
c. Konsensus atau kesepakatan para pemangku kepentingan untuk mendukung prioritas pembangunan desa 6 (enam) tahun ke depan.
d. Kesepakatan prioritas masalah daerah yang ada di desa yang akan diusulkan melalui musrenbang kecamatan untuk menjadi program pemerintah daerah (kabupaten/kota dan provinsi).
e. Berita acara musrenbang RPJM Desa.
f. Rekomendasi dari peserta musrenbang sebagai masukan/perbaikan Rancangan Akhir RPJM Desa.
Prinsip-prinsip Pelaksanaan Musyawarah Desa RPJM Desa : a. Musyawarah. Peserta musyawarah melakukan curah
gagasan dan membangun pemahaman dari setiap individu atau kelompok mencerminkan keberagaman yang diharapkan menghasilkan keputusan terbaik bagi kepentingan masyarakat desa.
b. Kesetaraan. Peserta musyawarah terdiri dari laki-laki, perempuan, kaya, miskin, tua maupun muda, yang memiliki hak setara untuk menyampaikan pendapat, berbicara, dan pengambilan keputusan. Peserta juga memiliki kewajiban yang setara untuk mendengarkan pandangan orang lain, menghargai perbedaan pendapat, dan menjunjung tinggi (menghormati) hasil keputusan forum.
c. Non-dominasi. Musyawarah diarahkan untuk membangun kebersamaan, tidak ada individu atau kelompok yang menggunakan kewenangan atau otoritasnya untuk mendominasi, sehingga keputusan yang dihasilkan melibatkan seluruh komponen masyarakat secara seimbang.
d. Keberpihakan. Dalam proses musyawarah, dilakukan upaya untuk mendorong individu dan kelompok untuk aktif menyampaikan aspirasi dan pendapatnya, terutama kelompok miskin, perempuan, dan generasi muda.
e. Non-diskriminasi. Semua warga desa memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjadi peserta musrenbang. Kelompok rentan dan perempuan, juga
punya hak untuk menyatakan pendapat dan pikirannya dan tidak boleh dibedakan.
f. Pembangunan desa secara holistik. Musrenbang desa sebagai upaya mendorong kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan desa secara menyeluruh (lintas pelaku, lintas sektor dan lintas wilayah) dalam menentukan prioritas kegiatan pembangunan desa. Musrenbang desa dimaksudkan untuk menyusun rencana pembangunan desa, bukan rencana kegiatan kelompok atau sektor tertentu saja
BAB IV
VISI, MISI DAN PROGRAM INDIKATIF
4.1. Visi Desa
Visi adalah pernyataan tentang tujuan desa yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan masyarakat, pengembangan produk unggulan, fungsi-fungsi pemerintahan desa, kebutuhan yang ditangani, kelompok yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Dalam visi desa terdapat nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan desa di masa depan.
Visi desa berfungsi sebagai :
a) penyatuan tujuan, arah dan sasaran program pembangunan;
b) dasar pemanfaatan dan alokasi sumber daya;
c) pengendalian penyelenggaraan pemerintahan desa;
d) pembentuk budaya organisasi (village culture)
Visi adalah gambaran tentang kondisi ideal yang diinginkan atau yang di cita-citakan oleh Pemerintah Desa masa yang akan datang, visi juga merupakan alat bagi Pemerintah Desa dan pelaku pembangunan lainnya melihat, menilai atau memberi predikat terhadap kondisi Desa yang diinginkan.
Adapun visi Desa Ancaran adalah sebagai berikut :
“Terwujudnya Desa Ancaran PAS (Pintar, Agamis, dan Sejahtera) Tahun 2021”
4.2. Misi Desa
Misi (mission) adalah apa sebabnya kita ada (why we exist/what we believe we can do). Misi desa merupakan
pernyataan yang menentukan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh desa sebagai kesatuan organisasi, siapa sasaran yang dilayani, dimana mereka berada dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut. Misi sebagai penjabaran visi desa merupakan realisasi yang akan menjadikan desa mampu menghasilkan produk dan pelayanan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakatnya. Misi merupakan rumusan kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi desa atau masyarakat yang memuat apa yang harus dilakukan oleh pemerintah desa kepada masyarakat.
Tujuan dari pernyataan misi desa adalah mengkomunikasikan kepada pemangku kepentingan di dalam maupun luar organisasi/masyarakat tentang alasan mengapa pembangunan perlu dilakukan dan ke arah mana pembangunan desa akan dituju. Oleh karena itu pernyataan misi desa dirumuskan dengan bahasa dan komitmen yang dapat dimengerti dan dirasakan relevansinya oleh semua pihak
Misi adalah merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan dan sasaran desa yang hendak dicapai, pernyataan misi membawa desa kepada suatu fokus. Misi inilah yang harus diemban oleh pemerintah desa. Untuk mewujudkan visi desa tersebut diatas, maka Pemerintah Desa Ancaran menetapkan Misi sebagai berikut :
1. Pintar
a. Dengan ilmu yang mumpuni, kehidupan masyarakat ancaran akan lebih maju lagi dan bisa mencapai kehidupan yang maslahat.
b. Dengan ilmu pula masyarakat ancaran akan lebih mengena (mana yang benar, mana yang salah didalam menghadapi kehidupan di zaman yang modern ini).
c. Dengan ilmu pula roda pemerintahan ancaran akan berjalan sesuai harapan kita semua.
2. Agamis
a. Agama merupakan pondasi dan gerbang menuju kehidupan yang lebih maslahat, baik secara pribadi maupun masyarakat pada umumnya.
b. Dengan kehidupan yang agamis akan tercapai kehidupan dan roda pemerintahan yang barokah, jauh dari fitnah, salah sangka yang sering terjadi di zaman ini.
3. Sejahtera
a. Kesejahteraan akan tercapai apabila pertanian, perekonomian dan sarana transportasi mencukupi / memenuhi kebutuhan masyarakat luas yang selama ini sering kami perjuangkan.
b. Hadir untuk melayani, melaksanakan, memenuhi kebutuhan rakyat banyak, sesuai dengan amanah yang kami emban.
4.3. Arah Kebijakan dan Prioritas Pembangunan Desa
Dalam penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Ancaran Kecamatan Kuningan Tahun 2016 - 2021 ada beberapa tujuan utama antara lain : 1. Tujuan Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
a. Mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien dan partisipatif serta merata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
b. Mewujudkan perangkat Desa Ancaran yang profesional, responsif, transparan dan akuntabel
2. Tujuan Bidang Pembangunan Desa
a. Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pengadaan sarana prasarana/fasilitas umum.
b. Mengembangkan kekuatan ekonomi masyarakat yang produktif dan berdaya saing dengan bertumpu pada produk unggulan
c. Mengembangkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang berbasis pada komoditas unggulan yang berwawasan lingkungan
d. Mengembangkan pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan
e. Mengembangkan dan meningkatkan pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan
3. Tujuan Bidang Pembinaan Masyarakat
a. Mengembangkan dan meningkatkan lembaga kemasyarakatan.
b. Mengembangkan dan meningkatkan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat
c. Mengembangkan dan meningkatkan pembinaan kerukunan umat beragama
d. Mengembangkan dan meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana olah raga
e. Mengembangkan dan meningkatkan pembinaan lembaga adat, kesenian dan sosial budaya masyarakat
4. Tujuan Bidang Pemberdayaan Masyarakat
a. Menumbuhkan dan mengembangkan organisasi sosial kemasyarakatan maupun lembaga-lembaga ekonomi, sosial, kepemudaan, agama, serta politik yang mandiri
b. Mewujudkan suasana kehidupan sosial, budaya maupun keagamaan yang tertib, tentram, dan berkualitas dalam menghadapi perubahan zaman khusunya arus globalisasi
c. Meningkatkan kemampuan ekonomi produktif kelompok masyarakat miskin
d. Memberdayakan kelompok usaha kecil dengan meningkatkan kemampuan kewirausahaan
BAB V PENUTUP
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas terselesainya Laporan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Ancaran untuk Tahun 2016 - 2021 yang mana RPJM Desa ini merupakan akumulasi serta sumbangsih dari seluruh elemen masyarakat Desa Ancaran Kecamatan Kuningan secara umum. Dengan satu harapan Desa Ancaran selama waktu 6 (enam) tahun mempunyai acuan serta rambu- rambu yang jelas dalam bidang pembangunan. Dengan terselesainya RPJM Desa ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak Pemerintah Desa, BPD, LPM Desa, Kader Desa, Tokoh Masyarakat, serta semua pihak yang turut serta membantu dan mendukung kegiatan ini. Untuk itu Tim Penyusun hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tiada terkira kepada semua pihak.
Tentunya RPJM Desa ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya sehingga masih perlu sumbang saran, pemikiran serta masukan dari semua pihak agar lebih sempurnanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Ancaran ini.
Ancaran, Januari 2016 Kepala Desa Ancaran,
IING THOHIRADE
LAMPIRAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
(RPJM-Desa)
DESA ANCARAN
TAHUN 2016 - 2021
DESA : ANCARAN KECAMATAN : KUNINGAN KABUPATEN : KUNINGAN PROVINSI : JAWA BARAT
No Volume Satuan
1 Lahan Persawahan 70,00 Ha/m2
2 10,00 Ha/m2
3 Lahan Perkebunan 6,00 Ha/m2
4 1,00 buah
5 2.000,00 mm
6 4,00 bulan
7 15,96 Ha/m2
8 1,30 Ha/m2
9 12,60 Ha/m2
Ancaran, Januari 2016 Mengetahui
Kepala Desa Ketua Tim Penyusun RPJM Desa
( IING THOHIRADE ) ( ADE WAHYUDIN )
DAFTAR SUMBER DAYA ALAM
Uraian Sumber Daya Alam
Tanah Bengkok Sawah Desa Mata Air
Tanah Titi Sara Sungai
Curah Hujan
Jumlah Bulan hujan
: ANCARAN KECAMATAN : KUNINGAN KABUPATEN : KUNINGAN PROVINSI : JAWA BARAT
No Jumlah Satuan
1
8 km
7 buah
2
3 buah
5 buah
5 buah
1 buah
16 buah
3
8 buah
1 buah
- buah
4 buah
4 buah
e. Rumah Sakit 1 buah
4
1 buah
37 buah
5
1 buah
1 buah
6
1 buah
2 buah
Ancaran, Januari 2016 Mengetahui
Kepala Desa Ketua Tim Penyusun RPJM Desa
( IING THOHIRADE ) ( ADE WAHYUDIN )
c. Gedung SD
DAFTAR SUMBER DAYA PEMBANGUNAN DESA
Uraian Sumber Daya Pembangunan Aset prasarana umum
a. Jalan b. Jembatan
Aset Prasarana pendidikan a. Gedung Paud
b. Gedung TK
a. Masjid Jami d. Gedung SLTP
e. Tempat Pendidikan Alqur'an Aset prasarana kesehatan a. Posyandu
b. Polindes c. Poskesdes c. MCK
d. Sarana Air Bersih
Aset Prasarana peribadatan b. Langgar/Musholla Aset Prasarana Ekonomi a. Pasar Desa
b. Rumah Pemotongan Hewan Aset Prasarana Olah Raga a. Lapangan Sepak Bola b. Lapangan Badminton