EKOSISTEM MANGROVE
MULYANTO FPIK - UB
BATASAN
Hutan yg terdapat di rawa payau (Went, 1892).
Disebut hutan bakau (Wojowasito, 1971;
Poerwodarminto, 1976).
Komunitas pantai tropis yg didominasi o/ bbrp spesies pohon atau semak khas yg mempunyai kemampuan untuk tumbuh di perairan asin
(Nybakken, 1988).
Komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis, didominasi oleh pohon mangrove yang tumbuh dan berkembang di daerah pasut.
• mangrove < mangue bhs Perancis dan grove bhs Inggris (Macnae, 1968).
• mangrove < mangi-mangi bhs Melayu
(Mastaller,1997)
KARAKTERISTIK
Steenis (1958) : faktor penyebab adanya ecological preference
1) Tipe tanah : keras atau lembek, kandungan pasir dan liat dalam berbagai perbandingan.
2) Salinitas : variasi harian dan nilai rata-rata per tahun scr kasar sebanding dengan frekuensi, kedalaman dan jangka waktu genangan.
3) Ketahanan jenis terhadap arus dan ombak.
4) Kondisi perkecambahan dan pertumbuhan
semai dalam hubungannya dengan tiga faktor di atas.
KARAKTERISTIK
Watson (1928) : korelasi antara jenis dengan tinggi pasang dan lama penggenangan.
1) Kelas 1. digenangi setiap air pasang (all high tide) 56 – 62 kali/bulan, jarang ada jenis yg dpt hidup, kecuali R. mucronata tumbuh di tepi
sungai.
2) Kelas 2. digenangi air pasang agak besar (medium high tide), tumbuh Avicennia dan Sonneratia, berbatasan dengan sungai R.
mucronata dominan.
KARAKTERISTIK
3) Kelas 3. digenangi air pasang rata-rata (normal high tide), ini mencakup sebagian besar hutan bakau yang ditumbuhi oleh R. mucronata.
R. apiculata, Ceriops tagal dan Bruguiera parviflora.
4) Kelas 4. digenangi pasang perbani (spring tide), Rhizophora diganti oleh Bruguiera. Pada lumpur yg keras Bruguiera cylindrica membentuk
tegakan murni dan di tempat dengan drainase lebih baik tumbuh B. parviflora kadang-kadang dengan B. sexangula.
KARAKTERISTIK
5) Kelas 5. kadang-kadang digenangi pasang tertinggi (exceptional or equinoctial tides), B.
gymnorhiza berkembang dengan baik, sering bersama pakis dan kadang-kadang R apiculata.
Ke arah darat ditumbuhi tegakan Oncosperma filamentosa.
HABITAT
Kawasan intertidal berlumpur, berlempung atau berpasir.
Tergenang air laut secara berkala.
Ada pasokan air tawar yang cukup.
Terlindung dr gelombang besar & arus yg kuat.
Salinitas 2 - 22 o/oo hingga 38 o/oo.
• Gerakan air minimal, maka partikel endapan
halus cenderung mengendap, terbentuk lumpur dan banyak bakteri, menyebabkan kondisi
anaerobik
• Tanah dengan oksigen rendah, kadar garam dan kandungan organic tinggi.
PRODUSEN
Di Indonesia total area > 4,5 juta ha (Spalding dkk,
1997)
terluas di dunia ( > 23 % ) diikuti oleh Brazil
hutan mangrove di Indonesia terdiri dari
• 89 jenis pohon
• 5 jenis palem
• 19 jenis liana
• 44 jenis epifit
• 1 jenis sikas
yang spesifik hutan mangrove 47 jenis
12 genus 1. Aegiatilis 2. Aegiceras 3. Avicennia 4. Bruguiera 5. Ceriops
6. Conocarpus 7. Laguncularia 8. Lutmnitzera 9. Rhizophora 10. Snaeda
11. Sonneratia 12. Xylocarpus
Zonasi tidak bersifat universal
• Sonneratia menghadap laut, selalu basah
• Avicennia substrat agak berpasir, benih tdk tumbuh di lumpur tebal / tempat teduh
• Rhizophora di zona intertidal, substrat lumpur, juga dijumpai Bruguiera dan Xylocarpus
• Bruguiera, pasang tertinggi, endapan liat
• Ceriops semak-semak kecil, jika ada bergabung dengan Bruguiera.
• Nypa fruticans zona transisi mangrove dg hutan dataran rendah
ADAPTASI
1. Adaptasi thd
kekuatan pasang surut dan tanah yang kurang stabil struktur akar
ekstensif dengan jaringan horizontal yang lebar
Memperkokoh
Menahan sedimen
Mengambil nutrien
DEKOMPOSISI AEROB
• C
6H
12O
6+ O
2 6CO
2+ 6H
2O + energy
• C
xH
yO
zN
2S + O
2 6CO
2+ 6H
2O + NH
4++ SO
42–+ energi
• NH
4++ OH
–+ 1,5 O
2 H
++ NO
2–+ 2H
2O
• NO
2–+ 0,5 O
2 NO
3–DEKOMPOSISI ANAEROB
• C
6H
12O
6 2CO
2+ 2C
2H
5OH + energi
• C
xH
yO
zN
2S + H
2O 6CO
2+ NH
4++
CH
4+ H
2S + energi
ADAPTASI
2. Adaptasi thd kadar oksigen rendah dari
substrat berlumpur
akar tongkat dilengkapi
lentisel
RHIZOPHORA
Karakteristik Morfologi Akar
ADAPTASI
3. Adaptasi thd
kandungan kadar garam yang tinggi maka DAUNnya
1) tebal dan kuat, mengandung
banyak air, untuk mengatur
keseimbangan garam
2) memiliki struktur
stomata khusus
untuk mengurai
penguapan
ADAPTASI
3)
mempunyai sel khusus untuk menyimpan garam, untuk menjaga
keseimbangan
osmosis antara
jaringan dengan
lingkungan
Daur Hidup
Contoh Rhizophora sp dan Bruguiera sp.
• benih ketika masih di tumbuhan induk
berkecambah
• semaian memanjang &
berat berubah
• lepas, jatuh &
mengapung di air
• terbawa aliran air ke pantai yg dangkal
• ujung akar menancap &
scr bertahap tumbuh menjadi pohon
Fauna
Fauna terestrial
menempati bagian atas pohon mangrove
insekta, ular, primata &
burung
• Fauna akuatik
• di kolom air
ikan dan udang
• di substrat keras (akar dan batang pohon)
maupun lunak (lumpur), kepiting, kerang &
avertebrata lain
kepiting bakau (Scylla serrata) KONSUMEN
• mangrove sebagai spawning dan
feeding ground
• makanannya
adalah detritus, bangkai, moluska dan kepiting lain
• ekonomis penting
Kepiting lumpur grapsid (Sesarma)
• membuat lubang di sekitar akar
• memakan batang bagian bawah atau akar semai
Kepiting biola (Uca sp)
• hidup di permukaan atau dalam lubang
• mangrove sebagai
spawning dan feeding ground
• makanan detritus
• pendaur ulang materi &
penyedia oksigen
Mytilus viridis L
• menempel di substrat padat
• ekonomis penting
Cardium edule
• terbenam di
substrat sisi yg menghadap laut
• ekonomis penting
Anadara. Sp
• terbenam di substrat sisi yg menghadap laut
• ekonomis penting Crassostrea gigas
• menempel di substrat
• melimpah
• dpt menghambat semai
• ekonomis penting
Balanus (teritip)
menempel pada batang bawah semaian
tdk dapat tumbuh berkembang
Terebralia palustris
• Hidup di permukaan substrat lumpur
• Mendaur ulang seresah daun mangrove
Littoraria pallescens
• menempel di daun mangrove
Littoraria scabara
• Menempel di daun mangrove
ikan blodok (Periophthalmus)
• Ikan asli ekosistem mangrove
• Hidup merayap di akar dan permukaan substrat
• Memanfaatkan bahan organik
rantai makanan
• komponen dasar dari rantai makanan adalah serasah (daun, ranting, buah, batang, dsb.),• sebagian serasah didekomposisi oleh
bakteri dan fungi menjadi nutrien terlarut, dpt
dimanfaatkan oleh
fitoplankton, algae atau mangrove
• sebagian partikel serasah (detritus) dimanfaatkan oleh ikan, udang dan kepiting
RANTAI MAKANAN DETRITUS DI EKOSISTEM MANGROVE
MANGROVE
PROTOZOA TERJERAP
ENDAPAN
ALGA
SERASAH HERBIVOR
BAKTERI JAMUR
HERBIVOR, KARNIVOR OMNIVOR
KEPITING BIOLA
KARNIVOR TENGAH
KARNIVOR TINGGI
KARNIVOR KELUAR dari
EKOSISTEM
Fungsi
Fisik
• 1. manjaga garis pantai & tebing sungai agar tetap stabil
• 2. memepercepat perluasan lahan
• 3. mengolah bahan limbah Biologi
• 1. tempat bersarang burung, kera dan satwa lain
• 2. habitat alami berbagai jenis biota
• 3. spawning, nursery, feeding dan sheltering ground Ekonomi
• 1. tambak ikan dan udang – 2. rekreasi
• 3. tempat pembuatan garam - 4. balok-balok kayu