• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Produksi kue Cubit Ubi Jalar Ungu.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Proses Produksi kue Cubit Ubi Jalar Ungu."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kue cubit merupakan jajanan popular yang berasal dari Jakarta. Kue

ini berukuran kecil (diameter sekitar 4cm). Kue cubit menggunakan

campuran susu dan tepung terigu sebagai komponen utamanya. Kue ini

mendapatkan namanya karena cara penyajianya diambil dengan alat

penjepit, sehingga seperti dicubit. Dahulu penganan mengenyangkan yang

miliki tekstur lembut dan kenyal ini cukup sulit untuk ditemui. Namun, tak

perlu mencari hingga ke pelosok karena kini kue cubit telah mudah

ditemui dan kue cubit telah mengalami sebuah transformasi. Kue cubit

juga telah menjadi salah satu bagian dari tren kuliner. Varian rasanya tidak

hanya berkisar pada rasa original maupun yang ditaburi cokelat meses

saja, tapi sekarang kue cubit hadir dengan tampilan warna-warni yang

mencuri perhatian. Kini varian rasa kue cubit mulai dari original, coco

crunch, hingga rasa kitkat green tea telah hadir untuk semakin memuaskan

lidah dan perut para pecintanya (Octavianus,2011).

Alasan pengangkatan judul Kue Cubit Ubi Jalar Ungu dikarenakan

kue cubit merupakan makanan yang menjadi popular pada saat ini dan

melihat karakteristik yang menguntungkan dari ubi jalar ungu dan

kebutuhan masyarakat pada cemilan kue cubit yang terus meningkat, maka

perlu dipelajari penggantian sebagian tepung terigu dengan ubi jalar ungu

sehingga diperoleh produk kue cubit yang mengandung antioksidan yang

menyehatkan dan sekaligus mengurangi kebutuhan akan tepung terigu

(Hardoko, 2010).

Ubi jalar ungu memiliki banyak keunggulan karena memiliki

kandungan gizi yang beragam. Salah satu senyawa mikronutrien yang ada

dalam ubi jalar memiliki manfaat yang penting bagi tubuh. Ubi jalar ungu

memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi

(2)

peredaran darah (Kumalaningsih, 2006).Ubi jalar ungu juga mengandung

senyawa kimia seperti vitamin C, beta karoten, thiamin, niacin, riboflavin,

dan mineral (Mano et al., 2007).

Berdasarkan percobaan terdahulu yang sudah dilakukan mengenai

subtitusi tepung terigu dan ubi jalar oleh Hartoyo dkk.,(2006)

perbandingan tepung terigu dan ubi jalar yang digunakan dalam penentuan

formula awal terdiri dari beberapa tingkat yaitu A1 dengan formula 100;0,

A2 dengan formula 80:20, A3dengan formula 60;40, A4dengan formula

40;60, A5dengan formula 30;70, A6dengan formula 20;80,dan A7 dengan

formula 10;90 (dalam bentuk %). Penentuan formulasi terpilih

menggunakan uji hedonik dengan bobot yang diperoleh polling setiap

parameter biskuit. Berdasarkan kriteria yang ditentukandalam formulasi

terpilih, didapatkan formula yang menggunakan tepung ubi jalarsebanyak

80% terhadap terigu. Formula yang terpilih digunakan sebagai acuan

pembuatan kue cubit dengan subtitusi ubi jalar ungu.

A. Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskanmasalah diantaranya

sebagai berikut:

1. Bagaimana proses produksi dan formulasi kue cubit dengan subtitusi

ubi jalar ungu?

2. Bagaimana penerimaan konsumen terhadap kue cubit dengan subtitusi

ubi jalar ungu pada berbagai formulasi?

3. Bagaimana aktifitas antioksidan kue cubit dengan subtitusi ubi jalar

ungu pada formulasi terpilih?

4. Bagaimana kelayakan ekonomi usaha kue cubit dari ubi jalar ungu?

B. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan praktek produksi kue cubit ubi jalar adalah :

(3)

2. Mengetahui penerimaan konsumen terhadap kue cubit dengan subtitusi

ubi jalar ungu pada berbagai formulasi.

3. Mengetahui aktifitas antioksidan kue cubit dengan subtitusi ubi jalar

ungu pada formulasi terpilih.

4. Melakukan analisis kelayakan ekonomi produk kue cubit ubi jalar

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan yoghurt ubi jalar ungu ini diawali dengan mengukus 100 gram ubi. jalar ungu sampai masak Selanjutnya mengupas kulit ubi jalar ungu

Tekstur ubi jalar ungu akan semakin lembut dikarenakan subtitusi ubi jalar ungu yang semakin tinggi dengan penambahan telur pada proses pembuatan bolu kukus ubi

WENNI FRISNAWATI SIREGAR: Pengaruh Perbandingan Ubi Jalar Ungu dengan Air dan Konsentrasi Starter terhadap Mutu Minuman Probiotik Sari Ubi jalar Ungu, dibimbing oleh SENTOSA

“Pengaruh Perbandingan Ubi Jalar Ungu dengan Air dan Konsentrasi Starter terhadap Mutu Minuman Probiotik Sari Ubi Jalar Ungu”.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Perlakuan Kue bangkit perlakuan K 3 (pati sagu 50%, tepung tempe 25%, tepung ubi jalar ungu 25%) merupakan kue bangkit perlakuan

Dari hasil uji pengamatan narasumber terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl 3 ,

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan ubi jalar kuning dengan ubi jalar ungu dan pengaruh konsentrasi penstabil terhadap karakteristik

Hasil Anova menunjukkan bahwa perbedaan komposisi bahan dasar (pati sagu, tepung tempe dan tepung ubi jalar ungu) dalam pembuatan kue bangkit memberikan