• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

8

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Menurut Maniah dan Dini Hamidin (2017:1), ”Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan/sasaran tertentu yang sama”.

Menurut Hutahean (2014:9), “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu”.

Menurut Daryanto (2013:100), “Distribusi adalah saluran yang dipakai oleh produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen, baik berpindahnya hak (penguasaan) hingga pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya”.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi distribusi adalah suatu sistem manajemen yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui proses distribusi produk atau jasa dari produsen ke dalam upaya mencapai tujuan perusahaan dengan menghasilkan informasi yang tepat dan akurat serta mempertahankan kuantitas dan jenis persediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.

(2)

A. Studi Literatur

Makawimbang (2016:303-310) dalam jurnal yang berjudul “ Analisis Distribusi Beras Miskin (Raskin) di Perum Bulog Drive Sulut dan Gorontalo”

mengemukakan bahwa peusahaan membutuhkan distribuusi agar dapat menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, apabila tidak ada pendistribusian maka barang produsen tidak akan sampai ke tangan konsumen ini akan berdampak buruk bagi produsen dan konsumen, produsen akan mengalami kerugian karena barang semakin menumpuk tanpa pembelian dan konsumen kebutuhannya tidak tercukupi itulah sebabnya saluran distribusi sangat penting.

Wardhana, Antok Supriyanto dan Sulistyowati (2013 :46-51) dalam jurnal yang berjudul “Sistem Informasi Distribusi Air Minum dalam Kemasan dengan Model Arus Jaringan pada CV. Sumber Nadi Jaya” menyimpulkan bahwa distribusi adalah salah satu aspek yang sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk memperoleh barang-barang yang dihasilkan oleh produsen, terlebih lagi bila jarak antara lokasi produksi dan pelanggan relatif jauh.

Selamat (2014:57-68) dalam jurnal yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Distribusi Barang dengan Pendekatan Zachman Framework pada Toko Obat Megah Sakti” berpendapat bahwa distribusi merupakan hal penting dalam perusahaan, yang mana hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan merupakan kegiatan utama dalam perusahaan. Distribusi barang yang tidak lancar akan berakibatkan pelanggan enggan mengambil barang, jika pelanggan tidak mengambil barang, maka tidak terjadi penjualan, sehingga distribusi barang tidak terlaksana. Apabila distribusi lancar sehingga memberikan

(3)

kepuasan terhadap pelanggan, maka pelanggan akan selalu mengambil barang sehingga terjadi penjualan yang dilanjutkan dengan distribusi barang.

B. Model Pembelajaran Berbasis Desktop

Menurut Febri (2014) Desktop based adalah aplikasi berbasis desktop yang berjalan di satu atau beberapa komputer (terhubung dalam satu jaringan) secara independen dan tidak memerlukan browser atau koneksi internet di suatu komputer otonom, dengan operating system atau flatform tertentu. Berikut di paparkan beberapa kelebihan dan kekurangan pada desktop based:

1. Kelebihan desktop based a. Tingkat keamanan

Mengamankan proses pengiriman data pada desktop lebih mudah daripada web. Karena, web langsung terhubung pada “dunia luar” selalu ada resiko keamanan menyangkut proses online.

b. Kecepatan dan stabilitas koneksi

Desktop yang dibangun pada server mandiri tentu hanya melibatkan koneksi online saat kebutuhan sinkronisasi data.

c. Kemudahan pengguna

Aplikasi desktop lebih memanjakan user dari segi penggunaan. Dengan jumlah komponen yang jauh lebih banyak dan bervariasi dibandingkan web.

Serta user mudah memodifikasi settingannya.

2. Kekurangan desktop based

a. Jika ingin menggunakan aplikasi berbasis desktop harus di install terlebih dahulu.

(4)

b. Bermasalah dengan lisensi.

c. Tidak bisa dibuka pada komputer lain, jika komputer belum di install aplikasi berbasis desktop.

d. Memerlukan hardware dengan spesifikasi tinggi.

C. Sistem

1. Pengertian Sistem

Menurut Maniah dan Dini Hamidin (2017:1), ”Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan/sasaran tertentu yang sama”.

Urutan kegiatan dalam prosedur digunakan untuk menjelaskan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan, mengapa dikerjakan, dan bagaimana mengerjakannya. Sebuah sistem harus memenuhi syarat minimumnya yaitu memiliki 3 unsur pembentuk sistem terdiri dari input, proses dan output. Input adalah data atau informasi yang dibutuhkan oleh sebuah sistem untuk selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan proses yang telah ditentukan.

Pada akhirnya sistem akan menghasilkan keluaran (output) yang bila diperlukan lagi maka hasil output tersebut akan kembali menjadi sebuah input, begitu seterusnya, ini yang kita sebut dengan system life cycle (siklus hidup sistem).

2. Karakteristik Sistem

Menurut Hutahean (2014:3), suatu sistem mempunyai karateristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu sebagai berikut:

(5)

a. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen- komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

b. Batasan Sistem (boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem (environment)

Lingkungan luar sistem adalah di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan sumber- sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung.

e. Masukkan Sistem

Masukkan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.

Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal

(6)

maintenance input. Sinyal maintenance adalah energi yang dimasukkan

supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.

f. Keluaran Sistem

Keluaran sistem adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.

3. Pengertian Informasi

Menurut Hutahean (2014:9), “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu”.

4. Pengertian Sistem Berorientasi Objek (OOP)

Menurut Sukamto dan M. Shalahudin (2016:104), “Sistem berorientasi objek merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek”. Metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (enkapsulisasi) menjadi kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem dapat mewarisi sifat atribut dan sifat dari komponen lainnya dan dapat berinteraksi satu sama lain.

(7)

D. Program

1. Pengertian Program

Menurut Abror (2017) Secara umum pengertian program ialah himpunan atau kumpulan instruksi tertulis yang dibuat oleh programmer/suatu bagian executable dari suatu software. Orang yang membuat program sering disebut juga

sebagai pemrograman atau programmer.

2. Bahasa Pemrograman Java

Menurut Rusli dkk (2016:2), “ Java adalah bahasa pemrograman yang tergolong pada high level language (mudah bagi manusia untuk memahami), mengingat kata-kata/statemennya menyerupai bahasa manusia. Namun demikian, dalam penulisannya memerlukan aturan (syntax) yang ketat”.

E. Basis Data

1. Pengertian Basis Data (Database)

Basis data terdiri dari 2 kata, yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai markas, gudang atau tempat berkumpul. Sedangkan data adalah fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan peristiwa, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf simbol, teks gambar, bunyi atau kombinasinya. Basis data sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti:

a. Himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang di organisasi sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

(8)

b. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi), untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

c. Kumpulan file yang saling berhubungan disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Menurut Yanto (2016:10) 2. MySql

Menurut Hendry (2015:7), “MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basis data relasional yang disistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License)”. Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. mySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basis data yang ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language).

F. Model pengembangan perangkat lunak

Dalam perancangan sistem pada tugas akhir ini penulis menggunakan metode waterfall. Menurut Sukamto dan M. Shalahudin (2016:28) menjelaskan bahwa“.Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasis (classic file cycle)”. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desai, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support).

Berikut adalah gambar model air terjun:

(9)

Sumber : Sukamto dan M. Shalahudin (2013:28)

Gambar II.1. Model air terjun (waterfall)

1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan Kode Program

Desain harus ditranlasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer yang sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

(10)

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi lojik dan fungsional serta memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari tahap analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak baru.

2.2. Teori Pendukung

A. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:50), “Entitiy Relationship Diagram (ERD) adalah pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan.

ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional”.

B. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Wulandari (2013:17) “ Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang baik”.

(11)

Beda LRS dengan Entity Relationship Diagram nama tipe record berada diluar kotak field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan

pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan dengan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Metode yang lain dimulai dengan Entity Relationship Diagram dan langsung dikonversikan ke LRS.

C. Unified Modelling Language (UML)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:137), “UML (Unified Modeling Language) merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi

mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.

UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan”. Berikut ini adalah jenis-jenis dari UML:

1. Activity Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:161), “Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari

sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

2. Use Case Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:155), “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat”. Syarat penamaan pada use

(12)

case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua

hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.

a. Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.

b. Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

3. Class Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:141), “Diagram kelas menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

a. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.

b. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.

4. Sequence Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:165), “Sequence diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirim dan diterima antar objek”.

Banyaknya diagram sekuensial yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada

(13)

diagram sekuensial sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuensial yang harus dibuat juga semakin banyak.

Referensi

Dokumen terkait

Keberhasilan suatu Visi dan Misi dapat dilihat dari hasil pencapaian pelaksanaan program yang telah ditetapkan/dirumuskan dalam bentuk sasaran kegiatan yang telah

(patuh) dan heterodoxy (menolak), yang menghasilkan doxa (kebenaran komunal yang tidak perlu dipertanyakan lagi) 8. Sepak bola sebagai olah raga terpopuler di Indonesia

Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh nilai rhitung 0,541 menunjuk- kan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara kemampuan berpikir kreatif dengan hasil belajar

“Metode harga pokok pesanan adalah cara penentuan harga pokok produksi dimana biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi per satuan produk

Setiap celah menghasilkan difraksi, dan sinar difraksi interferensi dengan yang lainya menghasilkan pola Kondisi untuk interferensi maksima • Franhoufer dan Fresnel • Franhoufer

Tgl SHUBUH SYURUQ DLUCHA DHUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ Nisf... Tgl SHUBUH SYURUQ DLUCHA DHUHUR ASHAR MAGHRIB

Berdasarkan tinjauan terhadap beberapa aspek di atas, baik dari aspek Hak Asai Manusia (HAM) dan kewajiban warga negara yang baik, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah dan studi pustaka di atas dapat dirumuskan hipotesis pada penelitian ini yaitu ada pengaruh pemberian ekstrak daun serai wangi (Cymbopogon nardus L.)