• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PERMASALAHAN DAN ISU ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dalam proses penyusunan rencana strategis Perangkat Daerah untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan.

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang

Permasalahan kota saat ini yang menjadi tantangan terkait tugas dan fungsi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang antara lain :

1. Dengan jumlah SDM yang ada dituntut untuk dapat selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

2. Semakin meningkatnya minat investasi di kota Surabaya, perlunya pengendalian pemanfaatan ruang dan bangunan.

3. Kebutuhan akan gedung pemerintah yang harus selalu dalam kondisi baik untuk mendukung pelayanan publik yang prima, membuat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang harus selalu melakukan inovasi dan perbaikan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan efektif dan efisien.

4. Masih terdapat kawasan prioritas di Kota Surabaya yang penanganannya perlu melibatkan Perangkat Daerah lain serta peran aktif masyarakat.

(2)

Tabel T-B 35

Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah

No. Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Kebutuhan akan gedung pemerintah yang harus selalu dalam kondisi baik

Masih adanya bangunan gedung pemerintah dalam kondisi kurang baik

Jumlah gedung pemerintah yang harus dilakukan pemeliharaan semakin bertambah dan terbatasnya jumlah anggaran pemeliharaan gedung pemerintah

2 Belum optimalnya penanganan kawasan prioritas

Masih adanya kawasan permukiman yang prioritas dan permasalahan sanitasi di Kota Surabaya

- Masih terbatasnya jumlah rumah susun untuk MBR yang disediakan oleh

Pemerintah

- Terdapat resistensi masyarakat terhadap program pemerintah 3 Belum optimalnya pengendalian

pemanfaatan ruang dan pengawasan bangunan

- Masih terdapat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan perencanaan

- Pertumbuhan jumlah bangunan di lapangan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pelaksanaan pengawasan

- Masih adanya masyarakat yang belum tertib administrasi perijinan

- Keterbatasan SDM di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang dalam melakukan pengendalian pemanfaatan Ruang dan pengawasan bangunan - Kurangnya keterlibatan dari organisasi

perangkat daerah dan kecamatan/kelurahan dalam

melaksanakan pengawasan sesuai kewenangan dalam pengawasan bangunan

(3)

Terdapat beberapa faktor pendorong dan penghambat dalam pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya antara lain :

1. Faktor pendorong :

 Pemrosesan berkas telah dilakukan secara online, sehingga diharapkan dapat dengan mudah diakses kapan saja dan dapat menyingkat waktu pelayanan.

 Pendataan bangunan di wilayah kota Surabaya dengan menggunakan teknologi informasi didukung dengan peta Lidar sehingga diharapkan akan memberikan sajian data yang lebih akurat.

 Pelaksanaan kegiatan untuk menangani kawasan prioritas di Kota Surabaya.

 Pembangunan dan rehabilitasi bangunan rumah susun guna mendukung pemenuhan kebutuhan rumah layak huni khususnya bagi MBR.

 Pembangunan/rehabilitasi jalan dan saluran skala lingkungan sehingga memberikan kemudahan aksesibiltas bagi masyarakat.

 Pembangunan/rehabilitasi gedung-gedung sekolah secara optimal sehingga membantu penyelenggaraan pendidikan khususnya di tingkat dasar (SD dan SMP) menjadi lebih baik.

 Pembangunan/rehabilitasi gedung-gedung pemerintahan dan fisik praja sehingga meningkatkan kinerja pelayanan pemerintah bagi masyarakat.

 Pembangunan/rehabilitasi fasilitas kesehatan, fasilitas perekonomian, fasilitas pemadam kebakaran dan lain-lain sehingga mendukung pelayanan secara maksimal bagi masyarakat kota Surabaya.

2. Faktor Penghambat :

 Pertumbuhan jumlah bangunan di lapangan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pelaksanaan pengawasan.

 Kurangnya keterlibatan dari Organisasi Perangkat Daerah lain termasuk kecamatan/kelurahan dalam melaksanakan pengawasan sesuai kewenangan dalam pengawasan bangunan.

(4)

 Dalam pembangunan infrastruktur kawasan permukiman, terdapat faktor penghambat terkait status lahan dan perlu sinkronisasi dengan rencana tata ruang yang ada.

 Adanya resistensi dari masyarakat terhadap rencana-rencana pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota.

 Kurangnya penyedia jasa yang kompeten sehingga seringkali menghambat jalannya pelaksanaan pekerjaan.

3.2. Telaahan Visi, Misi,dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Sebagaimana yang tercantum di dalam dokumen perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Surabaya Tahun 2016 – 2021, Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah :

“SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING GLOBAL BERBASIS EKOLOGI”

Seiring dengan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Surabaya tahun 2016-2021yang terus berjalan, terdapat perubahan kebijakan nasional sehingga Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi terhadap dokumen RPJMD tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas, untuk percepatan pencapaian target Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target kinerja pembangunan daerah, dilakukan regrouping misi pembangunan kota yang dijabarkan menjadi 7 (tujuh) misi pembangunan kota sebagai berikut :

1. Mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas serta memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya kesempatan berusaha;

2. Memelihara keamanan dan ketertiban umum;

3. Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan daya dukung kota serta infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien;

(5)

4. Memantapkan dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat;

5. Mewujudkan Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antar pulau dan internasional serta memantapkan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan jasa, serta pengembangan industri kreatif;

6. Memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan permukiman yang ramah lingkungan;

7. Memantapkan tata kelolapemerintahan yang baik.

Terhadap Misi Kota Surabaya tersebut diatas, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang mendukung pada 4 (empat) misi yaitu :

1. Misi Pertama :

“Mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas serta memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya kesempatan berusaha”

Dari penjabaran misi pertama ini, urusan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang adalah :

(1) Urusan Pendidikan, meliputi Program Peningkatan dan Perbaikan Prasarana Pendidikan. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pembangunan / Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pendidikan

 Penyusunan Dokumen Perencanaan Fasilitas Gedung Pendidikan

 Pemeliharaan Fasilitas Gedung Pendidikan

(2) Urusan Kesehatan, meliputi Program Peningkatan dan Perbaikan Prasarana Layanan Kesehatan. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pembangunan/Rehabilitasi dan Pengawasan Prasarana Bangunan Layanan Kesehatan

 Penyusunan Dokumen Perencanaan Prasarana Bangunan Layanan Kesehatan

 Pembangunan/ Rehabilitasi Gedung RSUD beserta peralatannya (Tahun Jamak / Multiyears)

(6)

2. Misi Ketiga :

“Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan daya dukung kota serta infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien”

Dari penjabaran misi ketiga, urusan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang adalah :

(1) Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, meliputi:

a. Program Penataan Ruang. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pendukung perencanaan tata ruang wilayah kota

 Pelayanan terhadap pemanfaatan rencana ruang kota

 Penyusunan dokumen penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas kawasan industri, perdagangan, perumahan dan permukiman

 Pendataan dan pemetaan pemanfaatan ruang serta infrastruktur kota b. Program Pengendalian Bidang Bangunan. Program ini memiliki kegiatan

sebagai berikut :

 Pendataan Penyelenggaraan Bangunan

 Pengawasan Bangunan

 Penyusunan Dokumen Penataan Bangunan

3. Misi Keenam :

“Memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan permukiman yang ramah lingkungan”

Dari penjabaran misi keenam ini, urusan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang adalah :

(1) Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral, meliputi:

Program Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Alternatif di Gedung Milik Pemerintah Kota. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Penyediaan Sarana dalam rangka Konservasi Energi Pada Sektor Bangunan Gedung dan Permukiman

 Penyusunan Dokumen Perencanaan Konservasi Energi Pada Sektor Bangunan Gedung dan Permukiman

(7)

(2) Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman

Program Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pembangunan Prasarana Sanitasi (DAK Bidang Sanitasi)

 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah

 Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Kawasan Permukiman

 Penyusunan Dokumen Perencanaan Infrastruktur Perumahan dan Kawasan Permukiman

 Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan / Rehabilitasi Rumah

 Pemeliharaan Prasarana Perumahan dan Kawasan Permukiman

4. Misi Ketujuh :

“Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik”

Dari penjabaran misi ketujuh ini, urusan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang adalah :

(1) Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman

a. Program Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Lingkup Bangunan.

Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pelayanan Perijinan Bidang Tata Bangunan

 Pelayanan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

b. Program Pelayanan Perizinan Konstruksi. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pelayanan Perizinan Jasa Konstruksi (IUJK)

c. Program Pembangunan dan Rehabilitasi Bangunan Gedung. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pembangunan/Rehabilitasi dan Pengawasan Prasarana Bangunan Pemerintah di Daerah

 Pembangunan/Rehabilitasi Dan Pengawasan Fasilitas Gedung Pemerintah Dan Pemerintah Daerah (Tahun Jamak / Multiyears

(8)

 Pemeliharaan Fasilitas Gedung Pemerintah Daerah

 Penyusunan Dokumen Perencanaan Prasarana Bangunan Pemerintah di Daerah

(2) Urusan Sarana dan Prasarana Perkantoran

a. Program Pembangunan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kedinasan. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Pemeliharaan dan Pengadaan Sarana Perkantoran

b. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran Perangkat Daerah (3) Urusan Perencanaan serta Penelitian dan Pengembangan

Program Perencanaan dan Evaluasi Perangkat Daerah. Program ini memiliki kegiatan sebagai berikut :

 Penyusunan Dokumen Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Perangkat Daerah

(9)

Tabel 3.1

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Perubahan RPJMD 2016 - 2021

Visi: SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING GLOBAL BERBASIS EKOLOGI

No

Misi dan Program

Permasalahan Pelayanan PD

Faktor

Perubahan RPJMD 2016 - 2021 Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

1

Misi 1 :

Mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas serta memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya kesempatan berusaha Program :

1. Peningkatan dan Perbaikan Prasarana Pendidikan 2. Peningkatan dan Perbaikan

Prasarana Layanan Kesehatan

Kebutuhan akan gedung pemerintah yang harus selalu dalam kondisi baik untuk mendukung pelayanan publik yang prima, membuat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang harus selalu melakukan inovasi dan perbaikan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan efektif dan efisien

-Terdapatnya resistensi masyarakat terhadap program pemerintah

Komitmen Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan / rehabilitasi gedung – gedung sekolah secara optimal sehingga membantu penyelenggaraan pendidikan khususnya di tingkat dasar menjadi lebih baik serta pembangunan/rehabilitasi fasilitas kesehatan sehingga mendukung pelayanan secara maksimal bagi masyarakat kota Surabaya -Terdapatnya mitra kerja pemerintah /

penyedia barang / jasa yang tidak kompeten

2 Misi 3 :

Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan daya dukung kota serta infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien

Program :

1. Penataan Ruang

Semakin meningkatnya minat investasi di Surabaya, perlunya pengendalian pemanfaatan ruang dan bangunan

- Masih terdapat pemanfaatan runag dan bangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan atau tidak ada izinnya

- Pendataan bangunan di wilayah kota Surabaya dengan menggunakan teknologi informasi didukung dengan peta lidar sehingga diharapkan dapat memberikan data yang akurat sebagai bahan menindaklanjuti permasalahan yang ada

- Pertumbuhan jumlah bangunan di lapangan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pelaksanaan

(10)

Visi: SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING GLOBAL BERBASIS EKOLOGI

No

Misi dan Program

Permasalahan Pelayanan PD

Faktor

Perubahan RPJMD 2016 - 2021 Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

2. Pengendalian Bidang Bangunan pengawasan

3

Misi 6 :

Memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan

permukiman yang ramah lingkungan Program :

Masih terdapat kawasan prioritas di Kota Surabaya yang penanganannya perlu melibatkan Perangkat Daerah lain serta peran aktif masyarakat

- Adanya resistensi masyarakat terhadap rencana pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kota - Terdapat permasalahan terkait

status lahan dan perlunya sinkronisasi dengan rencana tata ruang yang ada

- Pelaksanaan kegiatan untuk menangani kaasan prioritas di Kota Surabaya

- Pembangunan dan rehabilitasi bangunan rusun guna mendukung pemenuhan

kebutuhan rumah layak huni khususnya MBR - Pembangunan / rehabilitasi jalan dan

saluran skala lingkungan sehingga

memberikan kemudahan aksessibilitas bagi masyarakat

1. Pengembangan dan

Pemanfaatan Energi Alternatif di Gedung milik Pemerintah Kota 2. Pengembangan Perumahan dan

Kawasan Permukiman 4

Misi 7 :

Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik Program :

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Perencanaan dan Evaluasi Perangkat Daerah

3. Pembangunan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana

Kedinasan

4. Pembangunan dan Rehabilitasi Bangunan Gedung

5. Pelayanan Perizinan Konstruksi

Dengan jumlah SDM yang ada dituntut untuk dapat selalu memberikan

pelayanan yang terbaik bagi masyarakat

Belum optimalnya pelaksanaan pelayanan administrasi perkantoran dan peningkatan sarana prasarana

-Ketersediaan aplikasi berbasis TIK sistem administrasi pemerintahan

(11)

Visi: SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING GLOBAL BERBASIS EKOLOGI

No

Misi dan Program

Permasalahan Pelayanan PD

Faktor

Perubahan RPJMD 2016 - 2021 Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

6. Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Lingkup Bangunan

(12)

3.3. Telaahan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur

Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan, dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan.

Perencanaan pembangunan antara lain dimaksudkan agar layanan Perangkat Daerah senantiasa mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan dan aspirasi pengguna layanan. Oleh karena itu, kondisi masyarakat dan lingkungan eksternal Perangkat Daerah merupakan faktor dari luar ke dalam yang tidak boleh diabaikan. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.

Sebagai Perangkat Daerah yang menangani pembangunan pekerjaan fisik sekaligus layanan perizinan dan non perizinan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang dituntut untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik mungkin. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, tidak terlepas dari koordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun dengan pemerintah provinsi. Hal ini untuk menjaga agar semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang tetap selaras dengan kebijakan baik pusat maupun provinsi.

Dalam perubahan renstra Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang ini, dilakukan telaah terhadap kebijakan pusat dalam hal ini adalah melalui Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan pemerintah provinsi melalui Renstra Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur. Telaah

(13)

dilakukan untuk melihat sejauh mana keselarasan sasaran antara Renstra Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang ini dengan Renstra pusat maupun provinsi, untuk melihat apakah hal tersebut menjadi faktor pendorong atau faktor penghambat bagi pencapaian sasaran Renstra Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang ini.

Dalam melakukan telaah terhadap Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, kesulitan yang dihadapi adalah mengetahui sampai sejauh mana capaian sasaran saat ini, sehingga telaah ini hanya bersifat umum.

Hasil telaah dapat dilihat pada tabel 3.2, dimana terdapat beberapa faktor pendorong dan penghambat dalam pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang terkait sasaran Renstra pemerintah pusat maupun provinsi antara lain :

1. Faktor pendorong :

 Adanya komitmen pemerintah dan kebutuhan yang harus dipenuhi terkait infrastruktur perumahan

 Adanya komitmen pemerintah kota dalam penyediaan perumahan dan sanitasi

 Semakin banyaknya inovasi di bidang jasa konstruksi akan menjaga mutu bangunan

 Amanat Perda 12 tahun 2014 tentang RTRW kota Surabaya 2014-2034

 Adanya kebijakan kemudahan proses perijinan 2. Faktor Penghambat :

 Masih perlunya peningkatan koordinasi antar tingkat pemerintahan

 Masih banyak lahan yang statusnya belum jelas

 Terbatasnya ketersediaan lahan

 Adanya resistensi dari masyarakat

 Terdapatnya mitra kerja pemerintah / penyedia barang / jasa yang kurang kompeten

 Kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi perijinan bangunan

(14)

Tabel 3.2

Permasalahan Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang berdasarkan Sasaran Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta Faktor Penghambat dan Pendorong

Keberhasilan Penanganannya

No Sasaran Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Permasalahan Pelayanan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,

Cipta Karya dan Tata Ruang

Sebagai Faktor

Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

1 Meningkatnya keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan

perumahan rakyat antardaerah, antar sektor dan antar tingkat pemerintahan

Koordinasi antar tingkat pemerintahan yang perlu lebih dioptimalkan

Koordinasi antar tingkat pemerintahan yang perlu lebih dioptimalkan

Adanya komitmen pemerintah dan kebutuhan yang harus dipenuhi

2 Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan

Masih adanya kebutuhan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan seiring dengan pertambahan penduduk di Surabaya

- Masih perlunya

peningkatan koordinasi antar tingkat

pemerintahan - Status lahan

Adanya komitmen pemerintah dan kebutuhan yang harus dipenuhi terkait infrastruktur perumahan

3 Meningkatnya kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur permukiman

Masih belum meratanya infrastruktur

dasar permukiman di Kota Surabaya - Ketersediaan lahan - Resistensi masyarakat

Adanya komitmen pemerintah kota dalam penyediaan perumahan dan sanitasi 4 Meningkatnya keterpaduan perencanaan,

pemrograman dan penganggaran

Koordinasi antar tingkat pemerintahan

yang perlu lebih dioptimalkan Koordinasi antar tingkat pemerintahan yang perlu lebih dioptimalkan

Adanya komitmen pemerintah dan kebutuhan yang harus dipenuhi

(15)

Tabel 3.3

Permasalahan Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Berdasarkan Sasaran Renstra Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

No Sasaran Renstra PD Provinsi

Permasalahan Sebagai Faktor

Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya

dan Tata Ruang

Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

1 Meningkatnya kualitas gedung negara. Masih adanya kebutuhan gedung pemerintah yang harus selalu dalam kondisi baik

Terdapatnya mitra kerja pemerintah / penyedia barang / jasa yang kurang kompeten

Semakin banyaknya inovasi di bidang jasa konstruksi akan menjaga mutu bangunan

2 Meningkatnya pembangunan Rusunawa Masih adanya kebutuhan rusunawa seiring dengan pertambahan penduduk di Surabaya

Ketersediaan lahan Adanya komitmen pemerintah dalam penyediaan

perumahan bagi MBR 3 Terwujudnya perumusan kebijakan dan

pelaksanaan bidang penataan ruang

Begitu kompleksnya masalah pemanfaatan dan pengendalian tata ruang

Amanat Perda 12 tahun 2014 tentang RTRW kota Surabaya 2014-2034

4 Meningkatnya ketaatan pemanfaatan ruang sesuai dengan Rencana

Tata Ruang

Masih banyaknya pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan perencanaan

Kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi perijinan bangunan

Adanya kebijakan kemudahan proses perijinan

5 Meningkatnya presentase masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki akses rumah layak huni

Masih banyaknya MBR yang belum mendapat akses rumah layak huni

Ketersediaan lahan Adanya komitmen pemerintah dalam penyediaan

perumahan bagi MBR

(16)
(17)

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional. Sedangkan kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya. Telaahan rencana tata ruang wilayah ditujukan untuk mengidentifikasi implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan Perangkat Daerah. Dibandingkan dengan struktur dan pola ruang eksisting maka Perangkat Daerah dapat mengidentifikasi arah (geografis) pengembangan pelayanan, perkiraan kebutuhan pelayanan, dan prioritas wilayah pelayanan Perangkat Daerah dalam lima tahun mendatang.

Dikaitkan dengan indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah dalam RTRW, Perangkat Daerah dapat menyusun rancangan program beserta targetnya yang sesuai dengan RTRW tersebut. Untuk itu, dalam penelaahan RTRW, aspek yang perlu ditelaah adalah:

1. Rencana struktur tata ruang;

2. Struktur tata ruang saat ini;

3. Rencana pola ruang;

4. Pola ruang saat ini; dan

5. Indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang sangat terkait erat dengan adanya RTRW, tidak saja karena fungsi pelayanan perijinan penataan ruang, namun juga dalam hal pelaksanaan pembangunan yang harus selalu selaras dengan fungsi dan pemanfaatan lahan.

Adapun Kajian Lingkungan Hidup Strategis, yang selanjutnya disingkat KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. KLHS memuat kajian antara lain;

1. kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan;

2. perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup;

(18)

3. kinerja layanan/jasa ekosistem;

4. efisiensi pemanfaatan sumber daya alam;

5. tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim;

dan

6. tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.

Hasil KLHS menjadi dasar bagi kebijakan, rencana, dan/atau program pembangunan dalam suatu wilayah. Apabila hasil KLHS menyatakan bahwa daya dukung dan daya tampung sudah terlampaui, maka:

1. kebijakan, rencana, dan/atau program pembangunan tersebut wajib diperbaiki sesuai dengan rekomendasi KLHS; dan

2. segala usaha dan/atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tidak diperbolehkan lagi

Dengan mempertimbangkan fungsi KLHS tersebut maka analisis terhadap dokumen hasil KLHS ditujukan untuk mengidentifikasi apakah ada program dan kegiatan pelayanan Perangkat D provinsi dan kabupaten/kota yang berimplikasi negatif terhadap lingkungan hidup. Jika ada program dan kegiatan pelayanan PD provinsi dan kabupaten/kota yang berimplikasi negatif terhadap lingkungan hidup, maka program dan kegiatan tersebut perlu direvisi agar sesuai dengan rekomendasi KLHS.

Pada penyusunan Renstra ini, tidak dilakukan KLHS dalam skala Perangkat Daerah, namun tetap melakukan telaah terhadap KLHS RPJMD Kota Surabaya tahun 2016-2021 yang berkaitan erat dengan tugas dan fungsi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang. Berdasarkan hasil telaah, analisis terhadap dokumen KLHS dilakukan pada aspek kajian yang terkait dengan pelayanan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang sebagaimana yaitu aspek kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan.

Rangkuman telaah terhadap RTRW dan KLHS disajikan dalam Tabel 3.4 dan 3.5.

(19)

Tabel 3.4

Permasalahan Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

No

Rencana Tata Ruang Wilayah terkait Tugas dan

Fungsi PD

Permasalahan Sebagai Faktor

Pelayanan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

1 Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang menyusun sinkronisasi terkait

Rencana Tata Ruang Kota Surabaya

 Semakin meningkatnya minat investasi di

Surabaya, perlu pengendalian pemanfaatan ruang untuk melindungi kawasan lindung dan mengontrol pertumbuhan kawasan budidaya. Perlu instrumen pengendalian pemanfaatan tata ruang yang lebih aplikatif.

 Realisasi rencana pembangunan infrastruktur sesuai RTR masih belum bisa mengimbangi minat investasi di Kota Surabaya, sehingga dibutuhkan kontribusi dari pengembang untuk dapat

mengimbangi laju perkembangan kota.

Kebijakan instansi eksternal yang berbeda dengan kebijakan

pemerintah Kota Surabaya dan permasalahan

eksternal yang belum terselesaikan

Kota Surabaya telah memiliki dokumen rencana rinci tata ruang kota yaitu RDTR dan Peraturan Zonasi Kota Surabaya

(20)

Tabel 3.5

Permasalahan Pelayanan berdasarkan Analisis KLHS beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

No Hasil KLHS terkait Tugas dan Fungsi PD

Permasalahan Sebagai Faktor

Pelayanan Perumahan Rakyat dan Kawasan

Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Penghambat Pendorong

-1 -2 -3 -4 -5

1 Kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan

1. Dalam merencanakan pembangunan gedung pemerintah diperlukan kesesuaian dengan rencana tata ruang kota

2. Diperlukan dokumen rencana tata ruang yang lebih rinci sebagai operasional pelayanan

1. Ketersediaan lahan 2. Belum ada perhitungan dan ketentuan mengenai rewards dan punishment terhadap pemanfaatan tata ruang

1. Adanya komitmen pemerintah dan kebutuhan yang harus dipenuhi terkait infrastruktur 2. Amanat Perda 12 tahun 2014 tentang RTRW kota Surabaya 2014-2034 2 Perkiraan mengenai dampak

dan risiko lingkungan hidup

- - -

3 Kinerja layanan/ jasa ekosistem

- - -

4 Efisiensi pemanfaatan sumber daya alam

- - -

5 Tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim

- - -

6 Tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati

- - -

(21)
(22)

3.5. Penentuan Isu – isu Strategis

Berdasarkan identifikasi permasalahan, telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, dan telaah terhadap Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, serta melakukan penilaian terhadap masing-masing permasalahan yang teridentifikasi, maka dirumuskan 3 (tiga) isu strategis Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya yaitu :

a. Masih adanya kebutuhan akan pembangunan fasilitas pelayanan perkotaan

Semakin berkembangnya kota Surabaya menjadikan kebutuhan akan fasilitas pelayanan perkotaan meningkat, baik fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, olahraga dan sebagainya, sehingga masih sangat dibutuhkan kegiatan yang mendukung upaya pemenuhan akan fasilitas tersebut.

b. Perlu adanya rencana tata ruang yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan

Rencana Tata Ruang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan kota karena merupakan pedoman agar terjadi kesesuaian antara rencana pembangunan dengan pola dan struktur ruang yang telah direncanakan.

Rencana tata ruang kota Surabaya diharapkan akan memiliki daya saing dan tetap selalu berwawasan lingkungan untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

c. Adanya prioritas dan dukungan penanganan kawasan permukiman secara terpadu

Penanganan masalah permukiman menjadi topik yang penting di tengah globalisasi mengingat Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan yang menjadi daya tarik bagi kaum urban untuk bekerja dan tinggal.

Penanganan kawasan permukiman secara terpadu diharapkan, tidak saja menjadikan kota semakin layak huni, namun juga terbebas dari kumuh dan rawan sanitasi.

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa faktor yang telah dikemukakan sebelumnya, dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yakni untuk

Dengan demikian penguatan akses permodalan, peningkatan keterampilan (teknis dan manajerial), kualitas produksi hinggapemasaran perlu dilakukan. Untuk efektivitas program,

Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan dan

Setelah dilakukan kajian dan sesuai dengan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2016- 2021 , maka terdapat 7 (tujuh ) misi

Permasalahan Badan Kepegawaian dan Diklat terkait peningkatan kompetensi SDM dan penataan SDM sesuai dengan kompetensi serta penyediaan dan pemanfaatan data dan

Telaah Renstra Kementerian Keuangan serta Renstra Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur juga dimaksudkan untuk melihat kesesuaian strategis tersebut dengan Renstra

09 Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar Perhubungan Organisasi : 2.. 01 Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sub Unit Organisasi

1 Jumlah bulan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan dan Perlengkapan Gedung Kantor. 12 bulan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan