17 PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah untuk melengkapi tahapan tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan, dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan.
Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi PD adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan karena dampaknya yang signifikan bagi PD dimasa datang. Suatu kondisi / kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam mengidentifikasi permasalahan, juga dilakukan analisis faktor yang mempengaruhi untuk mencapai target kinerja. Faktor ini dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Permasalahan yang muncul pada Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya adalah masih terdapat piutang pajak daerah yang belum terbayar dan belum optimalnya pendapatan dari Dana-Dana Perimbangan
Untuk menjawab permasalahan tersebut kewenangan yang dapat dikendalikan oleh PD atau faktor internal adalah :
a. PD rutin melakukan penagihan dan pengawasan kepada wajib pajak b. Menyusun strategi pengelolaan pendapatan dari Dana-Dana Perimbangan
Sedangkan kewenangan yang tidak dapat dikendalikan oleh PD atau faktor eksternal adalah :
a. Banyaknya potensi pajak daerah di Kota Surabaya b. Dampak Covid-19 terhadap realisasi pendapatan daerah.
c. Adanya keterlambatan dan petunjuk teknis terkait Dana Perimbangan yang senantiasa berubah.
Maka identifikasi permasalahan yang Badan Pendapatan Daerah Surabaya dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanannya adalah pada tabel 3.1 sebagai berikut.:
18 Tabel 3.1
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya
Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
Masih terdapat piutang pajak daerah yang belum terbayar
Banyaknya potensi pajak daerah di Kota Surabaya
Wajib pajak cenderung menunda pembayaran Tidak ada kemauan dan kemampuan dari wajib pajak untuk membayar pajak daerah
Ada piutang pajak yang tidak bisa ditagih karena subyek pajak tidak ditemukan
Dampak Covid-19 terhadap realisasi pendapatan
daerah Belum optimalnya
pendapatan dari Dana- Dana Perimbangan
Belum optimalnya pendapatan dari Dana- Dana Perimbangan
Keterlambatan dan petunjuk teknis yang senantiasa berubah
3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan. Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah Visi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah. Visi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih menggambarkan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai dalam masa jabatan selama 5 tahun sesuai dengan misi yang diemban.
Visi pembangunan daerah Kota Surabaya untuk periode RPJMD 2021- 2026 sesuai dengan Visi kepala daerah terpilih adalah sebagai berikut :
“Gotong Royong Menuju Kota Dunia Yang Maju, Humanis Dan Berkelanjutan”
Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Kota Surabaya yang telah ditetapkan, maka ditetapkan misi pembangunan Kota Surabaya tahun 2021-2026 yakni sebagai berikut :
19 pembukaan lapangan kerja baru melalui penguatan kemandirian ekonomi lokal, kondusifitas iklim investasi, penguatan daya saing Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antar pulau serta internasional;
2. Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehat jasmani dan rohani, produktif serta berkarakter melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya;
3. Memantapkan penataan ruang kota yang terintegrasi melalui ketersediaan infrastruktur dan utilitas kota yang modern berkelas dunia serta berkelanjutan;
4. Memantapkan transformasi birokrasi yang bersih, dinamis dan tangkas berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik;
5. Menciptakan ketertiban, keamanan, kerukunan sosial dan kepastian hukum yang berkeadilan.
Sesuai dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Badan Pendapatan Daerah berkontribusi dalam pencapaian Misi 4 Walikota dan Wakil Walikota yaitu “Memantapkan transformasi birokrasi yang bersih, dinamis dan tangkas berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik”.
3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi
Pada telaahan Renstra Kementerian Keuangan dan Renstra Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur akan dijelaskan mengenai tujuan dan sasaran pada masing- masing renstra tersebut. Telaahan ini dilakukan untuk mengetahui faktor penghambat maupun pendorong dari pelayanan PD yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran Renstra Kemeterian Keuangan dan Renstra Badan Pendapatan Daerah Jatim. Telaah Renstra Kementerian Keuangan serta Renstra Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur juga dimaksudkan untuk melihat kesesuaian strategis tersebut dengan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya.
3.3.1. Tujuan dan Sasaran Renstra Kementerian Keuangan
Sasaran renstra Kementerian Keuangan yang sinergis dengan renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya adalah “Terjaganya rasio utang pemerintah dan Penerimaan Pajak yang Optimal”. Permasalahan yang muncul pada Badan Pendapatan Daerah untuk mencapai sasaran tersebut antara lain besarnya jumlah Piutang pajak yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Faktor yang dapat menghambat pelayanan PD dan mengakibatkan timbulnya permasalahan tersebut adalah WP tidak mampu/mau membayar pajak dan ada piutang yang tidak bisa ditagih, subyek pajak tidak ditemukan. Sehingga untuk mendorong pencapaian sasaran tersebut Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya perlu menyusun Perwali tentang mekanisme punishment, mengintensifkan kegiatan penagihan kepada WP dengan sistem door to door, perlu dilakukan pembatalan dan penghapusan atas piutang.
20 Permasalahan yang kedua adalah masih ada masyarakat yang belum memahami dan mematuhi peraturan perpajakan daerah. Faktor yang dapat menghambat pelayanan PD dan mengakibatkan timbulnya permasalahan tersebut adalah kurang tegasnya mekanisme punishment dan kurang kesadaran
3.3.2. Telaahan Renstra Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur
Sasaran Renstra Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur yang sinergis dengan Renstra Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya adalah “Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah dan Pelayanan Publik”. Permasalahan yang muncul untuk mencapai sasaran tersebut adalah Besarnya jumlah Piutang pajak yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
Penghambat yang menyebabkan munculnya permasalahan tersebut antara lain WP tidak mampu/mau membayar pajak dan ada piutang yang tidak bisa ditagih karena subyek pajak tidak ditemukan. Sehingga pendorong untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan menyusun Perwali tentang mekanisme punishment, mengintensifkan kegiatan penagihan kepada WP dengan sistem door to door, perlu dilakukan pembatalan dan penghapusan atas piutang.
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Pendapatan Daerah yaitu kaitannya dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat tentunya tidak bisa dilepaskan adanya faktor-faktor Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Senantiasa memperhatikan RTRW dan KLHS perlu dilakukan, agar pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat optimal.
Apabila dilihat dari tugas pokok dan fungsi Badan Pendapatan Daerah hubungannya dengan RTRW dan KLHS secara langsung tidak terdapat hubungan cukup signifikan. Namun dalam kaitan penyusunan perumusan kebijakan pemerintahan daerah, maka perlu diperhatikan analisis RTRW dan KLHS agar hasil - hasil rumusan kebijakan pemerintah daerah tidak bertentangan dengan hasil RTRW dan KLHS.
3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis
Berdasarkan hasil analisis terhadap Visi Misi Walikota Surabaya, Renstra Kementerian Keuangan dan Renstra Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, diketahui faktor pendorong dan penghambat Badan Pendapatan Daerah.
Faktor Penghambat untuk mencapai tujuan dan sasaran Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya antara lain :
1. Dinamika/tuntutan masyarakat semakin beragam 2. Sarana dan prasarana pelayanan masih belum optimal
3. Penyedia jasa layanan pembayaran pajak dari pihak ketiga belum maksimal 4. Kurang kesadaran masyarakat terhadap peraturan perpajakan
5. WP tidak mampu/mau membayar pajak
6. Ada piutang yang tidak bisa ditagih, subyek pajak tidak ditemukan
21 8. Adanya keterlambatan dan petunjuk teknis terkait Dana Perimbangan yang
senantiasa berubah
Sedangkan faktor pendorong Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya untuk mencapai tujuan, sasaran dan target untuk 5 tahun mendatang antara lain :
1. Mengembangkan IT untuk menunjang pelayanan pajak daerah 2. Pembaruan SOP pelayanan pajak secara periodik
3. Pengadaan sarana dan prasarana
4. Mereview kerjasama dengan pihak ketiga
5. Sosialisasi pentingnya ketaatan terhadap pajak daerah
6. Mengintensifkan kegiatan penagihan kepada WP dengan sistem door to door 7. Menyusun strategi pengelolaan pendapatan dari dana perimbangan
Isu strategis adalah permasalaan PD yang harus ditangani untuk mencapai tujuan dan sasaran PD yang ingin diraih selama 5 tahun. Berdasarkan hasil telaah, maka isu-isu strategis atau permasalahan yang ada di Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya adalah:
1. Masih ada masyarakat yang belum memahami dan mematuhi peraturan perpajakan daerah
2. Besarnya jumlah piutang pajak yang menjadi tanggung jawab pemerintah 3. Terjadinya perubahan dan perkembangan data OP dan WP
4. Keterlambatan dan petunjuk teknis terkait Dana Perimbangan yang senantiasa berubah