Peranan Metode Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Menghitung Likuiditas di Halim Shoes Manufaktur.

24  Download (0)

Full text

(1)

INTISARI

Metode pengendalian persediaan bahan baku merupakan salah satu hal penting yang menunjang tercapainya efisiensi suatu perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan metode pengendalian persediaan bahan baku dan metode praktis perusahaan terhadap likuiditas perusahaan. Metode pengendalian persediaan dapat dilakukan dengan menghitung EOQ,

safety stock dan reorder point. Selanjutnya, peneliti membandingkan

likuiditas perusahaan jika menggunakan metode pengendalian persediaan bahan baku dengan metode praktis perusahaan. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa penggunaan metode pengendalian persediaan bahan baku berperan pada likuiditas perusahaan.

(2)

ABSTRACT

Raw material inventory management is one important thing for gaining firm’s efficiency. The aim of this research is to compare between raw material inventory management with practical method to firm’s liquidity. Inventory control method can be calculated with economic order quantity, safety stock, and reorder point. In addition, researcher compares firm’s liquidity if using raw material inventory control method with practical method. This research proved that raw material inventory management control takes part of firm’s liquidity. Keywords: raw materials, inventory management methods, practical method, liquidity.

(3)

DAFTAR ISI

...Hal

INTISARI ...i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

Bab I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang Masalah ...1

1.2 Identifikasi Masalah...3

1.3 Tujuan Penelitian ...4

1.4 Manfaat Penelitian ...5

1.5 Rerangka Pemikiran...6

1.6 Metodologi Penelitian...9

1.6.1 Jenis Penelitian...9

1.6.2 Jenis dan Sumber Data ...9

(4)

Bab II LANDASAN TEORI ...11

2.1 Persediaan ...11

2.1.1 Pengertian Persediaan dan Klasifikasi Persediaan ...11

2.1.2 Fungsi Persediaan...13

2.1.3 Kegunaan Persediaan ...15

2.2 Pengendalian Persediaan ...16

2.2.1 Pengertian Pengendalian Persediaan ...16

2.2.2 Tujuan Pengendalian Persediaan ...18

2.2.3 Manfaat Pengendalian Persediaan ...19

2.2.4 Alat Pengendalian Persediaan ...19

2.2.4.1 EOQ (Economic Order Quantity)...19

2.2.4.2 Safety Stock ...22

2.2.4.3 Reorder Point ...23

2.3 Likuiditas Perusahaan...24

Bab III OBJEK PENELITIAN...27

3.1 Objek Penelitian...27

3.1.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan ...27

3.1.2 Aktivitas Perusahaan ...28

3.2 Struktur Organisasi ...30

Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN...33

4.1 Perhitungan Kebutuhan Rata-rata dan Biaya Penyimpanan...33

(5)

4.2 Perhitungan EOQ dan Frekuensi Pemesanan Per Tahun ...34

4.3 Perhitungan Biaya Penyimpanan dengan Metode EOQ ...35

4.4 Perbandingan Inventory Cost menurut Metode EOQ dan Metode Praktis Perusahaan dari Masing-masing Bahan Baku ...36

4.4.1 Kulit ...37

4.4.2 Tatak ...38

4.4.3 Lapis ...39

4.4.4 Sol...40

4.4.5 Tali ...41

4.4.6 Benang ...42

4.4.7 Lateks ...43

4.4.8 Lem ...44

4.5 Perhitungan Safety Stock dan Reorder Point untuk Masing-masing Bahan Baku ...45

4.6 Aktiva dan Perhitungan Likuiditas Perusahaan...46

Bab V SIMPULAN DAN SARAN...54

5.1 Simpulan ...54

5.2 Saran ...56

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Perhitungan Kebutuhan Rata-rata dan Biaya Penyimpanan... 34 Tabel 4.2 Perhitungan EOQ dan Frekuensi Pemesanan Per Tahun ... 35 Tabel 4.3 Perhitungan Biaya Penyimpanan dengan Metode EOQ ... 36 Tabel 4.4 Perbandingan Inventory Cost Kulit Menurut Metode EOQ dan

Metode Praktis Perusahaan... 37 Tabel 4.5 Perbandingan Inventory Cost Tatak Menurut Metode EOQ dan Metode Praktis Perusahaan... 38 Tabel 4.6 Perbandingan Inventory Cost Lapis Menurut Metode EOQ dan

Metode Praktis Perusahaan... 39 Tabel 4.7 Perbandingan Inventory Cost Sol Menurut Metode EOQ dan

Metode Praktis Perusahaan... 40 Tabel 4.8 Perbandingan Inventory Cost Tali Menurut Metode EOQ dan

Metode Praktis Perusahaan... 41 Tabel 4.9 Perbandingan Inventory Cost Benang Menurut Metode EOQ dan Metode Praktis Perusahaan... 42 Tabel 4.10 Perbandingan Inventory Cost Lateks Menurut Metode EOQ dan Metode Praktis Perusahaan... 43 Tabel 4.11 Perbandingan Inventory Cost Lem Menurut Metode EOQ dan

Metode Praktis Perusahaan... 44 Tabel 4.12 Perhitungan Safety Stock dan Reorder Point Masing-masing

Bahan Baku... 46

(7)

Tabel 4.13 Aktiva Lancar Halim Shoes Manufaktur ... 47

Tabel 4.14 Perhitungan Nilai Persediaan Optimal ... 48

Tabel 4.15 Perhitungan Nilai Persediaan Bahan Baku ... 49

Tabel 4.16 Nilai Total Persediaan Akhir Tahun 2005... 49

Tabel 4.17 Perbandingan Jumlah Aktiva Lancar Sebelum dan Setelah Pengendalian Persediaan ... 50

Tabel 4.18 Perbandingan Current Ratio Sebelum dan Setelah Pengendalian Persediaan ... 51

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Rerangka Pemikiran...8

Gambar 3.1 Bagan Struktur Organisasi ...32

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Tabel L1 Data Pembelian Bahan Baku Sepatu Pria Tabel L2.1 Data Pemakaian Bahan Baku Kulit Tahun 2005 Tabel L2.2 Data Pemakaian Bahan Baku Tatak Tahun 2005 Tabel L2.3 Data Pemakaian Bahan Baku Lapis Tahun 2005 Tabel L2.4 Data Pemakaian Bahan Baku Sol Tahun 2005 Tabel L2.5 Data Pemakaian Bahan Baku Tali Tahun 2005 Tabel L2.6 Data Pemakaian Bahan Baku Benang Tahun 2005 Tabel L2.7 Data Pemakaian Bahan Baku Lateks Tahun 2005 Tabel L2.8 Data Pemakaian Bahan Baku Lem Tahun 2005 Tabel L3 Frekuensi Pemesanan Masing-masing Bahan Baku Tabel L4 Harga Masing-masing Bahan Baku

Lampiran L5 Biaya Penyimpan Lampiran L6 Biaya Pemesanan

Lampiran L7 Laporan Neraca Halim Shoes Manufaktur 2005

Tambahan:

• Riwayat Hidup

(10)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur pada umumnya memiliki persediaan, baik dalam bentuk barang mentah, barang setengah jadi, ataupun barang jadi. Persediaan tersebut harus dikelola dengan baik agar tujuan perusahaan untuk memperoleh laba dan mencapai efisiensi biaya dapat optimal. Pengelolaan persediaan merupakan proses pengendalian terhadap persediaan sehingga pelaksanaan kegiatan produksi dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan kekurangan atau kelebihan persediaan.

Tujuan pengendalian persediaan secara umum adalah untuk meminimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan atas semua aspek yang ada hubungannya dengan persediaan. Pengendalian persediaan dilakukan untuk menjamin terdapatnya persediaan pada tingkat yang optimal agar produksi dapat berjalan dengan lancar dan dengan biaya persediaan seminimal mungkin.

Kegiatan operasional perusahaan sangat erat kaitannya dengan keluar masuknya persediaan dalam perusahaan serta bagaimana mengelola dana yang tersedia. Pembelanjaan persediaan yang terencana dengan baik, dapat mengoptimalkan biaya perusahaan dan modal perusahaan dapat dikelola secara tepat.

(11)

Pada dasarnya, masalah utama yang terdapat dalam pembelanjaan adalah ketidakpastian ada tidaknya persediaan untuk proses produksi. Masalah lainnya adalah keseimbangan finansial perusahaan berupa perputaran modal yang tertanam dalam persediaan. Perputaran modal membahas bagaimana pengelolaan modal yang digunakan oleh perusahaan yang dialokasikan untuk persediaan agar penggunaannya tepat waktu dan tepat guna. Tanpa strategi yang baik, perusahaan sulit mencapai penggunaan persediaan yang optimal. Hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat likuiditas dari perusahaan tersebut.

Persediaan merupakan jenis aktiva yang bersifat selalu berada dalam keadaan berputar. Namun, persediaan merupakan aktiva lancar yang sifatnya paling tidak likuid, sehingga perusahaan harus memperhatikan masalah persediaannya, karena tanpa perencanaan persediaan yang baik, perusahaan dapat mengalami pemborosan dalam bentuk opportunity cost ataupun dalam bentuk biaya-biaya lainnya.

Selain itu tanpa adanya persediaan yang terencana dengan baik, maka perputaran modal dalam perusahaan kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh penggunaan modal yang tidak efisien. Modal yang ada seharusnya dapat dialokasikan untuk keperluan lain sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

(12)

Persediaan harus terencana dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat. Persediaan yang dikelola dengan baik juga berperan dalam kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan dana dan likuiditas perusahaan tersebut. Dengan adanya pengelolaan yang baik, perusahaan dapat melakukan kegiatan operasionalnya dengan lancar tanpa adanya hambatan kekurangan dana.

Pada Halim Shoes Manufaktur, pengelolaan persediaan khususnya persediaan bahan baku masih dilakukan secara manual, yaitu dengan cara memperkirakan kebutuhan berdasarkan kebutuhan tahun-tahun sebelumnya, tanpa perhitungan dan pengendalian dengan metode yang benar dan tepat.

Dalam hal ini, peneliti membahas lebih lanjut tentang masalah persediaan bahan baku yang dituangkan ke dalam skripsi yang berjudul Peranan Metode Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dalam Menghitung Likuiditas di Halim Shoes Manufaktur.

1.2 Identifikasi Masalah

Penelitian ini membahas tentang metode pengendalian persediaan bahan baku pada Halim Shoes Manufaktur, yaitu sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri pembuatan sepatu khusus pria yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Masalah umum perusahaan adalah karena persediaan bahan baku merupakan aktiva lancar yang nilainya cukup besar, selalu dalam keadaan

(13)

berputar, dan sifatnya menjadi tidak likuid jika terjadi penumpukan persediaan, maka perlu pengendalian yang tepat untuk persediaan. Secara khusus, yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Besarnya nilai persediaan bahan baku yang optimal pada perusahaan. 2. Besarnya persediaan yang diperlukan perusahaan pada tingkat paling

ekonomis yang dihitung dengan menggunakan metode pengendalian persediaan.

3. Peranan metode pengendalian persediaan terhadap likuiditas perusahaan, dibandingkan dengan metode praktis perusahaan.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui nilai persediaan bahan baku yang optimal pada perusahaan.

2. Mengetahui kuantitas persediaan yang paling ekonomis dengan metode pengendalian persediaan.

(14)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini secara umum adalah untuk menerapkan ilmu dan materi yang telah didapatkan dari pendidikan formal yang diperoleh di Universitas Kristen Maranatha terutama dalam bidang manajemen keuangan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa kalangan.

1. Peneliti

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti dalam menerapkan konsep dan teori yang telah didapatkan ke dalam hasil penelitian yang berupa skripsi.

2. Perusahaan

Dengan perhitungan pengelolaan persediaan, maka dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana cara perusahaan mengelola persediaan menjadi lebih baik, sehingga dapat menjadi bahan koreksi bila diperlukan. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi perusahaan, dalam pengambilan keputusan.

3. Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan penelitian mengenai persediaan terutama persediaan bahan baku.

(15)

1.5 Rerangka Pemikiran

Pengendalian persediaan merupakan unsur penting dalam kegiatan perusahaan. Persediaan pada umumnya terbagi tiga, yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. Persediaan yang dibahas pada skripsi ini hanya persediaan bahan baku.

Persediaan bahan baku merupakan aktiva lancar yang nilainya cukup besar dan selalu mengalami perputaran, sehingga perlu pengelolaan yang baik. Persediaan bahan baku memegang peranan penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Maka dari itu, diperlukan pengendalian yang tepat diantaranya dengan menghitung kebutuhan rata-rata dan biaya penyimpanan, perputaran persediaan, jumlah pesanan yang paling ekonomis dengan metode EOQ, serta perhitungan safety

stock dan reorder point.

(16)

Terhambatnya proses produksi akan mengakibatkan target penjualan tidak tercapai dan hal ini juga akan menurunkan tingkat keuntungan perusahaan. Oleh karena itu besar dan lamanya modal yang akan ditanamkan pada persediaan bahan baku harus menjadi pertimbangan matang agar tidak merugikan perusahaan, akan tetapi justru dapat memberikan keuntungan semaksimal mungkin bagi perusahaan.

Dengan adanya model perhitungan persediaan tersebut maka diharapkan dapat berpengaruh pada persediaan sehingga terhindar dari beberapa hal sebagai berikut.

1. Jumlah persediaan yang tidak tepat (kelebihan atau kekurangan) yang akan berdampak pada biaya simpan dan biaya pesan.

2. Pemesanan yang tidak tepat waktu yang akan berdampak pada kesinambungan proses produksi.

3. Modal yang dialokasikan ke dalam persediaan bahan baku yang tidak optimal.

Rerangka pemikiran ini dapat digambarkan pada Gambar 1.1 berikut.

(17)

Gambar 1.1 Rerangka Pemikiran

Persediaan Bahan Baku pada Halim Shoes Manufaktur

Persediaan

Menghitung nilai persediaan optimal

Menghitung nilai persediaan bahan baku

Rasio likuiditas

Current ratio

(18)

1.6 Metodologi Penelitian 1.6.1 Jenis Penelitian

Peneliti menggunakan jenis metode penelitian studi kasus yaitu penelitian yang diarahkan pada penggunaan secara praktis dalam kegiatan perusahaan sehari-hari, kemudian dicari pemecahan masalahnya dengan menggunakan metode ilmiah.

1.6.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan dengan cara memperoleh data historis dari perusahaan berupa data yang berkaitan dengan persediaan serta data neraca keuangan perusahaan tersebut. Data yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Pengelompokan persediaan pada Halim Shoes Manufaktur.

2. Jumlah kebutuhan dan jumlah pemakaian dari Januari 2005 hingga Desember 2005.

3. Frekuensi perusahaan memesan masing-masing bahan baku dalam satu tahun serta biaya penyimpanan untuk masing-masing bahan baku.

4. Harga beli untuk tiap jenis produk.

5. Biaya yang timbul dalam melakukan pemesanan produk. 6. Biaya yang timbul dalam melakukan penyimpanan produk. 7. Data mengenai aktiva lancar dan hutang lancar perusahaan.

(19)

Data tersebut tersedia dalam lampiran.

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian bertempat di pabrik Halim Shoes Manufaktur, Bogor, Jawa Barat.

(20)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan penelitian mengenai pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode-metode pengendalian persediaan, peneliti memperoleh besarnya nilai optimum persediaan bahan baku pada perusahaan adalah sebesar Rp199.514.500. Sedangkan nilai persediaan bahan baku perusahaan dengan menggunakan metode praktis perusahaan adalah sebesar Rp283.936.000. Hal ini berarti terdapat penghematan nilai bahan baku sebesar Rp84.421.500.

Setelah dilakukan pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode EOQ, peneliti memperoleh jumlah pesanan paling ekonomis untuk tiap masing-masing bahan baku yaitu untuk bahan baku kulit sebesar 1.490 feet; bahan baku tatak sebesar 2.309 unit; lapis sebesar 393 unit; bahan baku sol sebesar 1.273 unit; bahan baku tali sebesar 2.503 unit; bahan baku benang sebesar 48 rol; bahan baku lateks sebesar 119 liter; dan bahan baku lem sebesar 72 liter.

Berdasarkan perhitungan pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode-metode persediaan, peneliti menemukan perbedaan jumlah aktiva lancar perusahaan dan dampaknya pada rasio likuiditas. Jumlah aktiva lancar perusahaan jika perusahaan menggunakan metode praktis perusahaan yaitu sebesar Rp713.828.000. Sedangkan jika perusahaan menggunakan metode pengendalian persediaan maka jumlah aktiva lancar

(21)

sebesar Rp629.406.500. Adanya pengurangan jumlah aktiva lancar tersebut disebabkan oleh adanya efisiensi nilai persediaan bahan baku. Hal tersebut berdampak pada rasio likuiditas perusahaan. Jika perusahaan menggunakan metode praktis perusahaan dalam mengendalikan jumlah persediaannya, maka nilai current ratio adalah sebesar 2,04 dan nilai quick ratio sebesar 0,96. Sedangkan jika perusahaan menggunakan metode praktis dalam mengendalikan persediaannya, maka nilai current ratio adalah sebesar 2,38 dan nilai quick ratio sebesar 1,28.

Perhitungan current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa current ratio perusahaan tahun 2005 sebesar 204%. Hal itu berarti setiap Rp1 hutang lancar dijamin oleh Rp2,04 aktiva lancar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam operasionalnya, perusahaan tidak kekurangan dana. Setelah dilakukan pengendalian terhadap persediaan, current ratio menjadi 238%. Hal itu berarti setiap Rp1 hutang lancar, dijamin oleh Rp2,38 aktiva lancar. Dari perhitungan, dapat dibuktikan bahwa penggunaan metode pengendalian persediaan bahan baku berperan dalam menghitung rasio likuiditas karena terdapat peningkatan persentase current ratio.

Perhitungan quick ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar dikurangi dengan persediaan. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa quick

(22)

perusahaan tidak kekurangan dana dalam kegiatan operasionalnya. Setelah dilakukan pengendalian persediaan, quick ratio menjadi 128%. Hal itu berarti setiap Rp1 hutang lancar, dijamin oleh Rp1,28 aktiva lancar. Dengan adanya pengendalian persediaan bahan baku, maka quick ratio menunjukkan angka 128% dari sebelum pengendalian sebesar 96%. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam hal memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang lebih likuid dibandingkan dengan persediaan. Dari perhitungan, dapat dibuktikan bahwa penggunaan metode pengendalian persediaan bahan baku berperan dalam menghitung rasio likuiditas karena terdapat peningkatan persentase quick ratio.

5.2 Saran

Halim Shoes Manufaktur sebagai perusahaan manufaktur harus memperhatikan persediaan bahan bakunya dengan baik. Tanpa pengendalian yang baik, maka dapat terjadi pengeluaran biaya-biaya yang tidak efisien. Halim Shoes Manufaktur sebaiknya menggunakan metode-metode pengendalian persediaan bahan baku yang tepat agar jumlah bahan baku yang diperlukan untuk kesinambungan proses produksi selalu tersedia dalam jumlah yang ekonomis dan tersedia pada waktu yang tepat, sehingga tidak terjadi pemborosan dari segi biaya penyimpanan bahan baku, ataupun dari segi biaya pengadaan bahan baku.

Metode praktis yang digunakan oleh Halim Shoes Manufaktur sebaiknya tidak digunakan kembali pada periode berikutnya. Hal tersebut disebabkan oleh

(23)
(24)

DAFTAR PUSTAKA

Brealey, R.A. dan S.C. Myers. 2003. Principles of Corporate Finance. 7th edition. New York: McGraw Hill.

Bringham dan Houston. 2004. Fundamentals of Financial Management. 10th edition. Danvers: Wiley.

Nahmias, Steven. 2001. Production&Operation Analysis. 4th edition. New York: McGraw Hill.

Rangkuti, Freddy. 2004. Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis. Edisi keenam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Render, Barry. dan R.M. Stairs. 2003. Quantitative Analysis for Management. 8th edition. Kota: Prentice Hall.

Riyanto, Bambang. 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi keempat. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.

Supriyanto, Agus. dan I. Masruchah. 2000. Manajemen Purchasing. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Weston, J.F. dan T. E. Copeland. 1995. Manajemen Keuangan. Terjemahan edisi kesembilan. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in