• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH NILAI KURS TERHADAP NERACA PERDAGANGAN MINYAK BUMI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH NILAI KURS TERHADAP NERACA PERDAGANGAN MINYAK BUMI INDONESIA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 32 PENGARUH NILAI KURS TERHADAP NERACA PERDAGANGAN MINYAK

BUMI INDONESIA

Safriyati

1

, Sofyan Syahnur

2

, Muhammad Nasir

3

1)

Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

2,3)

Dosen Fakultas Ekonomi dan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Abstract: This study aims to determine the effect of the exchange rate on the trade

balance of petroleum Indonesia. The data used in this research is secondary data obtained from the World Bank Publications, 2013, in the form of time series data (time series) of the year 1990-2012. This study uses a simple linear regression method with the approach of ordinary least square (OLS). Results of the analysis that the exchange rate and significant positive effect on trade in petroleum Indonesia during the period 1990- 2012. This research can be a material consideration in the planning reference and petroleum Indonesia increased trade in general.

Keywords : Value Exchange Rate to Balance of Trade..

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdangan minyak bumi Indonesia. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Publikasi World Bank 2013, berupa data runtun waktu (time series) dari tahun 1990-2012. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier sederhana dengan pendekatan ordinary least square (OLS). Hasil analisis bahwa nilai kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap perdagangan minyak bumi Indonesia selama periode 1990-2012. Penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dan pertimbangan dalam perencanaan peningkatan perdagangan minyak bumi Indonesia secara umum.

Kata kunci : Nilai Kurs Terhadap Neraca Perdagangan

PENDAHULUAN

Perkembangan perekonomian dalam perdagangan internasional tidak lepas dari negara yang menganut sistem perekonomian terbuka. Apalagi adanya keterbukaan dan liberalisasi perdagangan barang dan jasa semakin tinggi intensitasnya sehingga hampir tidak ada negara yang menganut sistem perekonomian tertutup, Bagi Indonesia yang menganut sistem perekonomian terbuka juga turut aktif dalam kegiatan perdagangan dengan negara lainnya.

Perdagangan internasional ini akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan nasional bagi negara yang besangkutan terutama dari permintaan barang ekspor. Kegiatan ekspor membuat perekonomian negara semakin menarik karena akan menarik investasi, penyerapan tenaga kerja dan pemanfaantan sumber daya alam lokal.

Perdagangan antar negara

(perdagangan internasional), tidak terlepas

dan berpengaruh terhadap perubahan nilai

kurs/nilai tukar (floating exchange rate)

(2)

33 - Volume 3, No. 2, Mei 2015

baik depresiasi maupun apresiasi mempunyai pengaruh terhadap neraca perdagangan (trade balance) ekspor maupun impor. Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang bebas ditetapkan dalam undang-undang nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan Undang- undang nomor 24 tahun 1999 tentang lalu lintas devisa dan sistem nilai tukar.

Depresiasi nilai tukar menyebabkan nilai ekspor ke negara lain akan meningkat disebabkan barang di negara tersebut (domestik goods) dipandang lebih murah atau lebih kompetitif dibanding barang yang ada di negara asing (fereign goods) atau pengimpor, akan tetapi nilai impor menjadi menurun karena barang menjadi lebih mahal.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdagangan minyak bumi Indonesia selama periode 1990-2012.

Data yang di gunakan adalah data Publikasi World Bank 2013, mengenai pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdagangan minyak bumi Indonesia, dalam kurun waktu 1990-2012.

Model Analisis Analisis Kualitatif

Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Permasalahan yang akan dibahas adalah seberapa besar pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdagangan minyak bumi Indonesia, dalam kurun waktu 1990-2012. Dalam penelitian ini nilai kurs (x

1)

sebagai variabel independen dan neraca perdagangan minyak bumi Indonesia 1990- 2012 (Y) sebagai variabel dependen dan dapat diformulasikan sebagai berikut:

Y = f(x

1

)...(1)

Persamaan di atas diubah ke dalam bentuk linier sederhana menjadi:

NP = β

0

+ β

1

Kr + μ ……...

(2)

Ln Y = Ln β

0

+ β

1

Ln Kr + μ...(3)

Di mana:

NP =Neraca Perdagangan Minyak Bumi Indonesia dalam 1990-2012

β

0

= Konstanta

β

1

= Koefisien Regresi Kr= Nilai Kurs (Rp/$) μ = term of error Uji Statistik

Uji Koefisien Determinan R

2

Nilai koefisien determinan (R

2

)

digunakan untuk melihat seberapa besar

(3)

Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 34 keragaman yang dapat diterangkan oleh

variabel independen yang terpilih terhadap variabel dependen. Sifat R

2

adalah besarannya yang selalu bernilai positif namun lebih kecil dari satu (0 < R

2

< 1).

Jika R

2

bernilai satu maka terjadi kecocokan sempurna dimana variabel dependen dapat dijelaskan oleh garis regresi, sedangkan jika nilainya nol maka tidak ada varians variabel dependen dapat diterangkan dengan variabel independen. Oleh karena itu, semakin dekat nilai R

2

dengan satu, maka model yang digunakan semakin dekat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, demikian jika terjadi sebaliknya.

Uji F

Uji F atau uji simultan digunakan untuk mengetahui tingkat signifikan dari pergerakan seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap pergerakan dari variabel dependennya didalam suatu persamaan. Hipotesis yang diuji dari pendugaan persamaan adalah variabel independen tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Semakin besar nilai F

hit

maka akan semakin kuat bukti bahwa terdapat minimal salah satu variabel bebas yang berpengaruh nyata terhadap keragaman dari variabel tak bebas.

Uji t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (Ho) yang akan diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, atau Ho:bi = 0, artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (HA) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau HA: bi # 0, artinya variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

KAJIAN PUSTAKA

Teori Perdagangan Internasional

Dewasa ini dapat dikatakan bahwa tidak ada negara didunia ini yang mampu memisahkan dirinya dengan negara lain terutama dalam memenuhi kebutuhannya.

Suatu negara dapat saja memenuhi salah satu kebutuhannya, namun dilain pihak ada kebutuhan lain yang tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri karena alasan-alasan tertentu seperti keterbatasan dalam sumber daya alam, kekurangan modal, kemampuan yang belum memadai dan lain-lain.

Kebutuhan demikian ini biasanya diperoleh

dari negara lain melalui kegiatan

(4)

35 - Volume 3, No. 2, Mei 2015

perdagangan. Jadi telah terbentuk saling ketergantungan antara negara-negara yang ada didunia ini.

Perdagangan internasional yang bebas memegang peranan penting dalam proses perkembangan suatu bangsa seperti yang dikemukakan Todaro (1995):

Perdagangan bebas internasional sering dinyatakan sebagai mesin pertumbuhan yang menggerakan pertumbuhan ekonomi negara-negara didunia selama abad 19 sampai pada awal abad 20. Pasar eksport yang berkembang pesat memberikan stimulus untuk mengembangkan demand lokal yang nantinya akan mengarah pada industri manufaktur dengan skala besar.

Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) Adam Smith

Teori Keunggulan atau keuntungan absolute dari Adam Smith sering disebut dengan teori murni perdagangan internasional. Dasar pemikiran dari teori ini adalah bahwa suatu negara akan melakukan spesialisasi terhadap produksi dan ekspor suatu (atau beberapa) jenis barang tertentu.

Dimana negara tersebut memiliki keunggulan absolute dan tidak memproduksi atau impor suatu (atau beberapa) jenis barang tertentu dimana negara tersebut tidak mempunyai keunggulan absolute atas negara lain yang

memproduksi jenis barang yang sama, atau suatu negara akan mengekspor (mengimpor) barang X jika negara itu dapat (tidak dapat) memproduksinya lebih efisien atau murah bila dibandingkan dengan negara lain. Jadi, teori ini menekankan bahwa efisiensi dalam penggunaan faktor produksi sangat menentukan keunggulan atau tingkat daya saing dari negara yang bersangkutan.

Tingkat keunggulan diukur berdasarkan nilai tenaga kerja yang sifatnya homogen.

Teori Keunggulan Komparatif Mill dan Ricardo

Persoalan dari teori keunggulan mutlak dari Adam Smith adalah bahwa perdagangan internasional akan terjadi jika negara-negara yang terlibat saling memperoleh manfaatnya, dan menurut Adam Smith hal ini hanya dapat terjadi jika apabila masing-masing negara memiliki keunggulan absolute yang berbeda.

Implikasinya, jika suatu negara A memiliki keunggulan mutlak atas negara B untuk barang C dan D, berarti negara A mengekspor kedua jenis barang tersebut ke negara B.

Perdagangan antara kedua negara

tersebut tidak akan terjadi jika hanya negara

A yang akan mendapatkan manfaatnya. Hal

ini tidak terpikirkan oleh Adam Smith, dan

(5)

Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 36 ini merupakan kelemahan umum dari teori

yang dimilikinya, maka muncul pemikiran dari Jhon S. Mill dan David Ricardo, yang disebut dengan Teori Keunggulan Komparatif.

HASIL PEMBAHASAN Uji Statistik

Pengujian statistik dari model regresi linier sederhana meliputi Uji koefisien determinan (R

2

), uji signifikansi simultan (Uji F) dan uji t.

Uji Koefisien Determinan R

2

Uji koefisien determinan (R

2

) digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel- variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat . Analisis, melalui program Eviews dapat diestimasi nilai Adjusted R

2

= 0.409550 menandakan bahwa variasi dari perubahan nilai kurs terhadap neraca perdangangan minyak bumi indonesia.

Maka ini dapat diartikan bahwa variabel idependen mampu menerangkan variasi variabel dependen dengan nilai sebesar 409550. Jadi uji koefisien determinan (R

2

) berpegaruh nilai yang positif, dengan tingkat signifikan alfa =0,05 sebesar 0.409550.

Uji F

Uji F statistik ialah untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel

secara keseluruhan. Dari hasil uji F statistik didapatkan bahwa nilai F statistik signifikan pada = 0.000601 hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, semua variabel independen mampu menjelaskan variabel dependennya. Kemudian dapat disimpulkan bahwa variabel nilai kurs secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perdagangan minyak bumi Indonesia.

Uji t

Uji t-statistic digunakan untuk menguji secara statistik apakah koefisien regresi dari variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh nayat atau tidak terhadap variabel dependen

Dari hasil uji t statistik didapatkan bahwa nilai t statistik signifikan pada = 0.0006 hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, semua variabel independen mampu menjelaskan variabel dependennya.

Kemudian dapat disimpulkan bahwa variabel nilai kurs secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perdagangan minyak bumi Indonesia.

Hasil Model Regresi Linier Sederhana, Pengaruh Nilai Kurs Terhadap Neraca Perdagangan Minyak Bumi Indonesia Selama Periode Tahun 1990-2012

Model regresi sederhana dilakukan jika

bermaksud meramalkan bagaimana keadaan

(6)

37 - Volume 3, No. 2, Mei 2015

(naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila ada satu variabel independen sebagai prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Oleh sebab itu penulis menggunakan program Eviews untuk mencari data persamaan yang diperoleh dari regresi sederhana adalah:

Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date: 10/09/15 Time: 21:01 Sample: 1990 2012

Included observations: 23

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 6836066. 1173922. 5.823270 0.0000 KR 0.125184 0.031045 4.032338 0.0006

R-squared 0.436389 Mean dependent var 9353758.

Adjusted R-

squared 0.409550 S.D. dependent var 6204485.

S.E. of

regression 4767570. Akaike info criterion 33.67551 Sum

squared

resid 4.77E+14 Schwarz criterion 33.77425 Log

likelihood -385.2684 Hannan-Quinn criter. 33.70035 F-statistic 16.25975 Durbin-Watson stat 1.137716 Prob(F-

statistic) 0.000601

Berdasarkan hasil dari regresi linier sederhana dapat dijelaskan bahwa pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdangangan minyak bumi Indonesia berpengaruh positif, di mana nilai kurs adalah 0.125184 sedangkan nilai probabilitas adalah 0.0006, dengan α 5% (00,5) sehingga dapat dikatakan model ini adalah signifikan.

Persamaan Regresinya

Tampilan persamaan regresi dalam bentuk tabel setelah diekspor Ms. Word

Estimation Command:

=========================

LS Y C KR

Estimation Equation:

=========================

Y = C(1) + C(2)*KR Substituted Coefficients:

=========================

Y = 6836066.38271 + 0.125183631458*KR Persamaan yang diperoleh adalah

LnY = Ln β

0

+ Ln β1 Kr + μ = 6836066+0.125184*Kr

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan dalam bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan dan merekomendasikan saran-saran sebagai berikut :

1. Neraca perdagangan minyak bumi Indonesia pada rentang selama periode tahun 1990-2012, secara keseluruhan mengalami kecendrungan yang meningkat, kecuali di tahun 2005 yang menyebabkan terjadinya neraca perdagangan minyak bumi menurun hingga mencapai 712,780 dikarenakan menurun harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia minyak bumi.

Kemudian pada tahun 2011 kembali

terjadinya kenaikan neraca perdagangan

minyak bumi Indonesia hingga

(7)

Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 38 mencapai 27,823,249 sedangkan pada

tahun 2012 terjadi lagi sedikit penurun neraca perdagangan minyak bumi hingga mencapai 20,643,010.

2. Pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdagangan minyak bumi Indonesia selama periode tahun 1990-2012, yakni mengalami pengaruh yang positif terhadap perdagangan di mana pada tahun 2011, melambungnya harga minyak dunia yang sempat menembus level 13,911,624,5 memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap meningkatnya permintaan valuta asing sebagai konsekuensi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bumi.

Kondisi ini menyebabkan rupiah melemah terhadap US$ dan berada pada kisaran Rp.9.200,- sampai Rp.10.200,- per US$. Hal serupa juga terjadi pada tahun 2012 kenaikan harga minyak bumi dan buruk kondisi perekonomian dunia membuat rupiah melemah dan berada pada level 10,321,505,

Saran

Berdasarkan penelitian di atas bahwa semakin minimnya sumber minyak bumi yang dimiliki oleh Indonesia maka seyogyanyalah kita menggerakan gerakan hemat energi yang selama ini di canangkan oleh Pemerintah Indonesia. Perlu disadari bahwa negara Indonesia hanya kaya akan

minyak bumi tetapi juga kaya akan sumber

energi lain. Seperti air, angin, matahari, gas

bumi sampai bioenergi. Semua sumber daya

alam ini siap digunakan untuk

kemaslahatan masyarakat di Negara

Indonesia.

(8)

39 - Volume 3, No. 2, Mei 2015 DAFTAR PUSTAKA

Bank Indonesia. 2005. Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).

Berbagai, Jakarta: Bank Indonesia.

Chintia, S. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Ekpor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia di Uni Eropa. IPB, Bogor: Bank Indonesia.

Efendi. (2012). Pengadaan dan Pola Pemanfaatan Bahan Bakar Minyak di Indonesia. Lembaga Publikasi Lemigas, No 1/2012.

Goeltom, M.S. 1998. Manajemen Nilai Tukar di Indonesia dan

Permasalahannya.

Jakarta: Bank Indonesia.

Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2005. Bank Indonesia, Jakarta:

Bank Indonesia.

Mankiw, G.N. 2003. Teori Makroekonomi.

Jakarta: Erlangga.

Modul. Departemen Perdagangan RI dan Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta: Erlangga.

Nancy, N. 2009, Pengaruh Nilai Tukar Rill terhadap Neraca Perdagangan bilateral Indonesia (Marshall- Lerner condition dan Fenomena J- curve), Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Pohan, A. 2008. Potret Kebijakan Moneter Indonesia. Cetakan Pertama, Jakarta: Raja Grafindo.

Salomo. 2007. Peranan Perdagangan Internasional Sebagai Salah Satu Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo.

Salvatore, D. 2004. Managerial Economics in a Global Economy.Fifth Edition, South-Western, Ohio.

Simorangkir, I. dan Suseno. 2004. Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar, Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan. Bank Indonesia.

Sitinjak, E.L.M., dan Kurniasari, W. 2003.

Indikatorindikator Pasar Saham

dan Pasar Uang yang Saling

Berkaitan Ditinjau dari

Pasar Saham Sedang Bullish dan

Bearish. Jurnal Riset Ekonomi.

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga walaupun peraturan yang berlaku memungkinkan pengusaha dapat bertindak lebih mementingkan kepentingan pribadi, tapi jika menganggap pekerja sebagai keluarga,

Nilai Kebahagiaan dalam kehidupan berkeluarga dan bersosial pada penelitian ini menunjukan bahwa kebahagiaan tidak secara langsung dipengaruhi oleh status sosial ekonomi hal

Konversi Diagram Path ke dalam Persamaan Struktural Memilih Jenis Input dan Estimasi Model

Dari Gambar 26 pengujian kinerja mesin diesel dengan menggunakan bahan bakar minyak nyamplung dapat dilihat daya maksimum yang dihasilkan adalah 4,56 kW dan

Fungsi dari adanya metode ini adalah agar kita dapat mengetahui indicator pencapaian hasil yang telah dilakukan melalui serangkaian metode dan kegiatan dari awal hingga

Tentu saja para orang tua sulit dalam menerapkan perilaku keagamaa pada anak karena di lingkungan Desa Karang Asih ini merupakan salah satu desa yang dihuni

[r]

hakim menjatuhkan putusan melebihi pidana maksimum dari ketentuan. perundang-undangan