• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

24

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Informasi Umum Material Penelitian

Bab analisa data ini berisikan tentang hasil dari penelitian tiap benda uji yang telah diuji. Analisa dilakukan dengan membandingkan efektifitas peredaman bunyi dan harga per 0.6* 0.6 m2 kombinasi material tersebut yang diuji pada laboratorium akustik Universitas Kristen Petra. Daftar susunan kombinasi material dan harganya sebagai berikut :

1. Gypsum Board 9mm

2. Campuran 1 semen dan 2 pasir yang dikombinasikan dengan Damen sebanyak 3% berat (3% Damen)

3. Campuran 1 semen dan 2 pasir yang dikombinasikan dengan Damen sebanyak 5% berat (5% Damen)

4. Campuran 1 semen dan 2 pasir yang dikombinasikan dengan serabut kelapa sebanyak 3% berat (3% Serabut kelapa)

5. Campuran 1 semen dan 2 pasir yang dikombinasikan dengan serabut kelapa sebanyak 5% berat (5% serabut kelapa)

6. Campuran 1 semen dan 2 pasir yang dikombinasikan dengan pelepah pisang sebanyak 3% berat (3% Pelepah pisang)

7. Campuran 1 semen dan 2 pasir yang dikombinasikan dengan pelepah pisang sebanyak 5% berat (5% Pelepah pisang)

Tabel 4.1. Daftar Harga Jenis Material / 0.6 * 0.6 m2

Material Harga/ 0.6 x 0.6 m2 Tebal

Gypsum-Board Rp7,250.00 9 mm

3% Damen Rp6,700.00 3 cm

5% Damen Rp6,500.00 3 cm

3% Serabut Kelapa Rp6,700.00 3 cm 5% Serabut Kelapa Rp6,500.00 3 cm 3% Pelepah Pisang Rp6,700.00 3 cm 5% Pelepah Pisang Rp6,500.00 3 cm

*Harga hanya mencakup harga bahan saja

(2)

4.2. Hasil Data Penelitian

Pada tabel 4.2 menunjukkan intensitas bunyi diluar material benda uji yang mempunyai intensitas suara ± 90 dB pada frekuensi 125-4000 Hz yang dikeluarkan oleh sumber bunyi dari speaker. Intensitas didalam model benda uji diukur juga menggunakan omni directional microphone yang digantung menggunakan karet yang berfungsi sebagai insulator mengurangi pengaruh structure-borne sound.

Kemudian background noise intensity diukur juga yang dicatat waktu pengukurannya, yang dimana nilai background noise intensity harus mempunyai selisih lebih besar dari 9 dB dari sumber bunyi yang peneliti keluarkan ( 90 dB ). Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan besarnya sumber bunyi yang di ujikan pada material benda uji peneliti tidak terpengaruh oleh background noise . Pembacaan dan pengambilan data pada SPL meter dilakukan 5 kali setiap kombinasi material benda uji. Berikut data intesitas bunyi (dB) pada frekuensi 125-4000 Hz yang didapatkan dapat dilihat pada table 4.2.

(3)

26

(4)

4.3. Analisa Transmission Loss ( TL )

Data intensitas bunyi yang didapatkan pada tabel 4.2 kemudian dianalisa dengan mengitung nilai transmission loss ( TL ) yang bisa dicapai setiap kombinasi material benda uji. Efek dari material model benda uji yang terbuat dari beton di

(5)

28 NR = SPL1-SPL2

A = α . L TL = NR + 10

Dimana :

NR = Noise Reduction ( dB ) SPL1 = SPL sumber bunyi ( dB ) SPL2 = SPL penerima bunyi ( dB ) TL = Transmission Loss ( dB ) S = Luas bidang partisi ( m2 )

A = Tingkat absorpsi ruang penerima (m2.Sabins ) α = Koefisien absorpsi material pada ruang penerima L = Luasan bidang pada ruang penerima ( m2 ) (Egan, 1972)

Dengan nilai α sebagai berikut :

Tabel 4.3.2 Nilai α Beton Dan Keramik

Frekuensi 125 Hz 250 Hz 500 Hz 1000 Hz 2000 Hz 4000 Hz α concrete

coarse

0.02 0.02 0.03 0.04 0.05 0.07 α keramik 0.01 0.01 0.01 0.01 0.02 0.02

4.4. Analisa Mean Pada Data

Pada tabel 4.4 data-data tersebut dilakukan analisa statistik mean dan dihitung coefficient variance-nya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(Devore, 2000)

n

i

x

i

x n

1

1

1 ) (

1

2

2

n x x f s

k

i

i i

s

2

S

Cv xs100%

(6)
(7)

30

Dari tabel 4.4 terlihat bahwa variasi dari data secara statistik paling besar hanya 4,07 % dan untuk nilai TL dari suatu jenis kombinasi material benda uji didapatkan dari nilai TL rata-rata 5 kali pengujian.

4.5. Analisa Efektifitas Transmission Loss

Pada grafik & histogram Transmission Loss secara umum terlihat bahwa semua kombinasi material lebih efektif pada frekuensi-frekuensi rendah. Pada material dengan campuran 3% didapat material dengan campuran pelepah pisang memiliki Transmission Loss lebih baik dari pada material dengan campuran 3%

lainnya. Sedang pada material 5% didapat material dengan campuran damen memiliki Transmission Loss lebih baik dari pada material dengan campuran 5%

lainnya. Akan tetapi secara keseluruhan material, didapat material damen dengan campuran 5% memiliki Transmission Loss lebih baik dari pada material dengan lainnya.

(8)
(9)

32

(10)

(11)

34

(12)
(13)

36

(14)

(15)

38

(16)
(17)

40

(18)
(19)

42

(20)

Efektifitas peredaman bunyi material ini apabila di ilustrasikan dengan sumber bunyi dan kriteria perencanaan ruangan ( gambar 2.6.1 noise criterion curve) , maka kombinasi material ini bisa digunakan dalam mendesain ruangan yang mempunyai NC 60 seperti tempat-tempat industri. ( Tabel 2.6.2 Type of Recommended NC Level Room ) dari sumber bunyi kendaraan lalu lintas truk pada jarak 20 feet. Kedua material tersebut tidak dapat masuk pada NC 55 karena SPL kedua material pada frekuensi 1000 Hz tidak sesignifikan TL pada frekuensi lainnya. Analisa ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.5. Analisa Aplikasi TL Material Terhadap Noise Criterion

Sound Pressure Level(Db)

125Hz 250Hz 500Hz 1000Hz 2000Hz 4000Hz Campuran 3% pelepah

pisang 24.50 39.34 24.88 17.18 17.32 17.01

Campuran 5% damen 23.62 40.22 25.68 15.92 15.14 14.29 Truck at 20 feet 86.00 81.00 77.00 75.00 70.00 67.00 Hasil analisa campuran 3%

pelepah pisang 62.38 40.78 51.32 59.08 54.86 52.71 Hasil analisa campuran 5%

damen 61.50 41.66 52.12 57.82 52.68 49.99

NC 60 71.00 67.00 64.00 61.00 59.00 58.00

NC 55 68.00 62.00 58.00 56.00 55.00 53.00

(21)

44

(22)

4.6. Analisa Nilai Efektifitas Terhadap Nilai Ekonomis

Pada tabel 4.6 dilakukan analisa nilai efektifitas peredaman bunyi dari suatu kombinasi material benda uji terhadap nilai ekonomisnya. Dan pada analisa tersebut menunjukkan bahwa material yang menggunakan campuran sebesar 5% adalah material yang paling ekonomis. Pemilihan jenis material yang mempunyai persentase campuran yang lebih besar dengan harapan dapat memperbesar nilai efektifitas peredaman material ternyata tidaklah efektif. Karena hal tersebut hanya terjadi pada frekuensi tertentu dan nilai penambahannya pun tidaklah terlalu signifikan, akan tetapi harganya lebih murah dibanding campuran yang lebih sedikit.

Sehingga penggunaan persentase campuran yang lebih besar masih bisa dipertimbangkan.

Tabel 4.6 Analisa Efektifitas Terhadap Nilai Ekonomisnya

Kombinasi Material Harga / 0.6 * 0.6m2 Efektifitas

125 Hz 250 Hz 500 Hz 1000 Hz 2000 Hz 4000 Hz Gypsum-Board 9 mm Rp7,250.00 21.96% 32.72% 21.65% 19.10% 19.64% 19.48%

3% Pelepah Pisang Rp6,700.00 25.93% 36.17% 26.09% 18.93% 18.97% 18.51%

5% Pelepah Pisang Rp6,500.00 25.76% 36.59% 24.52% 18.67% 19.33% 17.85%

3% Damen Rp6,700.00 23.51% 35.02% 26.12% 17.94% 17.34% 16.37%

5% Damen Rp6,500.00 25.32% 37.30% 26.51% 17.66% 17.02% 16.07%

3% Serabut Kelapa Rp6,700.00 23.63% 28.88% 25.46% 21.29% 19.93% 19.58%

5% Serabut Kelapa Rp6,500.00 25.01% 29.00% 21.92% 18.96% 20.76% 21.71%

*Harga hanya mencakup harga bahan saja

4.7. Analisa sound level

Pada grafik maupun histogram, tidak dapat dilihat secara jelas material yang mana yang lebih baik. Hal ini dikarenakan setiap material memiliki keunggulan di beberapa frekuensi tertentu, oleh karena itu untuk dapat mengetahui material yang terbaik dari kombinasi seluruh frekuensi maka di gunakan konversi dan rumus

(23)

46 Cara menghitung:

Weighted : Mean TL + A Weighting = 20.06 + (-15) = 5.06 Decible addition Process :

weighted 1- weighted 2 = 26.02 - 5.06= 20.96

(karena selisih lebih dari 9 maka nilai tertinggi ditambah 0) Maka sound level yang dihasilkan adalah 26.02

Keterangan:

Jika selisih 0-1 maka nilai terbesar ditambah 3 2-3 maka nilai terbesar ditambah 2 4-8 maka nilai terbesar ditambah 1 ≥9 maka nilai terbesar ditambah 0

(24)

Gambar

Tabel 4.1. Daftar Harga Jenis Material /  0.6 * 0.6 m 2
Tabel 4.3.2 Nilai α Beton Dan Keramik
Tabel 4.5. Analisa Aplikasi TL Material Terhadap Noise Criterion
Tabel 4.6 Analisa Efektifitas Terhadap Nilai Ekonomisnya

Referensi

Dokumen terkait

Informan 1 belum pernah menggunakan jasa layanan Event Organizer sebelumnya dan tidak terlibat secara langsung pada saat pencarian jasa layanan Event Organizer dalam pelaksanaan

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi pada Program Studi

Dalam data produk baik (output) yang dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja (input) maka hasil yang didapat adalah total produktivitas pada tahun 2008 mengalami penurunan pada

Sehingga, H1 yang menyatakan bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Korean street snack diterima.. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang dalam

Namun akuntan dalam industri perbankan di Surabaya yang menjadi responden penelitian tidak begitu setuju bahwa perusahaan yang memiliki jumlah karyawan yang banyak

Dalam melakukan seleksi, penilaian seleksi yang dilakukan perusahaan adalah dengan melihat kinerja karyawan selama 3 bulan, seleksi selama 3 bulan tersebut diperlukan untuk

Pemda - Bojong Depok Baru III Karadenan - Cibinong SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI DEWANTARA.. Terakreditasi B -BAN PT Depdiknas RI

No. Penelusuran lebih lanjut atas 93 Kekayaan Intelektual tersebut pada SIMAK BMN dan website https://ki.bppt.go.id menunjukkan bahwa hanya 4 Kekayaan Intelektual yang