• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

6 2.1. Konsep Dasar Sistem

2.1.1. Sistem

Menurut Rusdiana dan irfan (2014:28) menerangkan bahwa “ kata system berasal dari bahasa Yunani yaitu sytema, yang artinya himpuanan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.

Selain itu, bisa diartikan sekelompok elemen yang independent, namun saling berkaitan sebagai kesatuan.

Adapun penjelasan menurut Rusdiana dan Irfan (2014:28) Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi. Sistem produksi , dan sebagainya.

2. Sistem diklasifikasikaan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia.

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia yang melibatkan interakasi antara manusia dan mesin disebut dan human-machine

(2)

system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh man-machine system karena menyangkut pengunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tidak tentu. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi. Interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah laukunya dpat dipastikan berdasakan program-program yang dijalankan.

Sistem tidak tentu adalah sistem yang kondisi masa depanya tidak dapat diprediksi karena mengandumg unsur probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka. Sistem tertutup yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.

Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoretis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataanya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem lainya. karena sistem bersifat terbuka dan terpangaruh oleh lingkungan luarnya, suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik.

Dengan demikian sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu.

(3)

Menurut (Supriyanta & Suparlan, 2017) “Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

2.1.2. Informasi

Menurut McFaden dalam Kadir (2014:45) “mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut”

Menurut Jeperson Hutahaean (2014:9) menjelaskan:

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data pada kenyatan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.

Kejadian-kejadian ( event) adalah kejadan terjadi pada saat tertentu.

Menurut Gelinas et al dalam (Ekonomi, Stie, Negara, & Lipi, 2016):

Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang umumnya terdiri dari serangkaian komponen terpadu berbasis komputer dan komponen pengguna didirikan untuk mengumpalkan, menyimpan dan mengelola data dan menghasilkan output informasi pengguna.

2.1.3. Sistem Informasi

Menurut (Informatika, 2018) “Sistem informasi merupakan sebuah informasi yang dirancang untuk dapat membantu penggunanya dalam menengolah data, baik data kecil atau data yang besar”.

Sedangkan menurut (Penerapan, Informasi, Berbasis, & Tam, 2009) “Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang mengarah pada penggunaan teknologi computer dalam organisasi yang menyajikan informasi kepada pemakai’.

(4)

2.1.4. Pelaku Sistem

Menurut Rusdiana dan Irfan (2014:43) menyatakan bahwa pelaku sistem terdiri atas tujuh kelompok yaitu:

1. Pemakai

pada umumnya ada tiga jenis pemakai yaitu operasional, pengawas, dan eksekutif.

2. Manajemen

Ada 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian ketika sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang diterapkan dalam pengembangan sistem, dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung keputusan.

3. Pemeriksa

Pemeriksa menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang digunakan perubahaan sejenis.

4. Menganalisis sistem

Fungsi dari penganalisis sistem antara lain sebagai sistem:

a. Arkeolog b. Inovator c. Mediator d. Pimpinan 5. Pendesain sistem

Pendasain sistem menerima hasil penganalisis sitem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada tekologi tertentu, kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.

(5)

6. Programmer

Setelah penganalisis sistem memberikan hasil kerjanya dan di olah oleh pendasain sistem, programmer dapat muali bekerja.

7. Personel pengoprasian

Pelaku ini bertugas dan bertanggung jawab dipusat komputer, misalnya jaringan, kemanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, percetakan, dan Backup.

Sebuah sistem secara umum terdiri atas masukan, pengolahan, dan keluaran yang meliputi bagian-bagian yang selalu berkaitan serta beroprasi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan.

2.1.5. Karakteristik Sistem

Karakteristik sistem menurut Sutanta dalam A. Rusdiana dan Moch. Irfan (2014:35), yaitu:

1. Komponen (Components) 2. Batasan (Boundary)

3. Lingkungan luar sistem (Environments) 4. Penghubung / Anatarmuka (Interface) 5. Masukan (Input)

6. Pengolahan (Processing) 7. Keluaran (Output)

8. Sasaran (Objectives) dan Tujuan (Goals) 9. Kendali (Control)

10. Umpan Balik (Feed Back) 11. Klasifikasi system

(6)

2.1.6. Bank

Bank bukanlah suatu hal yang asing bagi masyarakat. Masyarakat di negara maju sangat memebutuhkan keberadaan bank. Bank dianggap sebagai lembaga keuangan yang aman dalam melakukan berbagai macam aktivitas keuangan.

Aktifitas keuangan yang sering dilakukan masyarakat antara lain aktivitas penyimpanan dana, investasi, pengiriman uang dengan cepat dan aman, serta aktivitas keuangan lannya. Bank juga merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peran sangat penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian suatu negara, bahkan pertumbuhan bank di suatu negara dipakai sebagai ukuran pertumbuhan perekonomian negara tersebut.

Bank mempunyai peran dalam menghimpun dana masyarakat, karena merupakan lembaga yang di percaya oleh masyarakat dari berbagai macam kalangan dalam menempatkan dananya secara aman. Disisi lain bank berperan dalam menyalurkan dana kepada masyarakat. Bank merupakan lembaga yang dapat memberikan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan dana.

Gambar II.1. Bank sebagai Lembaga Perantara Keuangan

Menurut Undang–undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan , yang di maksud dengan bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk - bentuk lainnya dalam

Penghimpunan Dana

Masyarakat yang kelebihan dana

Penyaluran Dana

Masyarakat yang kekurangan dana BANK

(7)

rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Bank menghimpun dana masyarakat, kemudian menyalurkan dananya kepada masyarakat dengan tujuan bahwa dengan adanya intermediasi ini, maka bank dapat mendorong peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

2.1.7. Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika di bandingkan dengan kegiatan bank umum karena BPR dilarang menerima simpan giro, kegiatan valas, dan peransuransian. Berikut usaha dapat dilaksanakan oleh BPR:

a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

b. Memberikan kredit.

c. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan oleh Bank Indonsia.

d. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan padan bank lain.

Fungsi BPR pada umumnya terbatas hanya memberikan pelayanan jasa dalam menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat. BPR menyalurkan dananya dalam bentuk kredit dan penempatan pada bank lain. Dari aktivitas penyaluran dana ini BPR memperoleh pendapatan bunga kredit.

Sumber:Https://www.ojk.go.id

(8)

2.1.8. Kredit

Pada umumnya, penyaluran dana bank diberikan dalam bentuk pemberian kredit atau pinjaman kepada nasabah yang membutuhkan dana. Kegiatan penyaluran dana kredit dikenal dengan aktivitas Lending atau Financing. Kredit merupakan kegiatan penyaluran dana dari bank kepada nasabah, nasabahnya wajib untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut sesuai jangka yang telah diperjanjikan. Menurut Undang–

undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan

“Kredit adalah penyedian uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu dengan pemberian bunga”.

2.2. Peralatan pendukung

Adapun peralatan pendukung yang digunakan penulis antara lain Unified Modelling Language (UML) yaitu Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, Component Diagram, dan Deployment Diagram.

2.2.1. Use Case Diagram

Menurut Rossa dan Shalahuddin (2013:155) mengatakan bahwa “Usecase atau diagram usecase merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) system informasi yang akan dibuat”

Menurut Munawar (2018:89) “Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah system dari perspektif pengguna. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antara user (pengguna) sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai”.

(9)

2.2.2. Activity Diagram

Dalam buku “Sistem Informasi Akuntansi: Esensi dan Aplikasi Edisi.1” yang ditulis oleh TM Books (2017:51) menyatakan bahwa “Diagram aktivitas menggambarkan aliran kejadian dari suatu proses tunggal. Kejadian-kejadian tersebut terbagi dalam kolom yang menunjukkan pihak/bagian/departement yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak diluar organisasi seperti pelanggan atau pemasok juga ditampilkan dalam diagram karena suatu kejadian dapat pula dipicu oleh pihak luar. Sebagai contoh, penjualan dipicu oleh adanya order dari pelanggan atau penerimaan barang dipicu oleh adanya pegiriman barang oleh pemasok”.

Menurut Munawar (2018:127) tujuan dari activity diagram adalah “untuk menangkap tingkah laku dinamis dari sistem dengan cara menunjukan aktifitas ke aktifitas lain”.

2.2.3. Sequence Diagram

Menurut Rossa dan Shalahuddin (2013:165) mengatakan bahwa “Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada usecase dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”.

Menurut Munawar (2018:137) mengatakan “Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan prilaku pada sebuah scenario. Diagram ini menunjukan sejumlah obyek dan message (pesan) yang diletakan diantara obyek-obyek ini di dalam use case”.

2.2.4. Component Diagram

Menurut Munawar (2018:161) “component software adalah bagian fisik dari sebuah sistem, karena menetap di komputer, bukan di benak para analis”.

Menurut Munawar (2018:164) menjelaskan component diagram berbeda dengan diagram UML yang lainnya dalam hal sifat dan prilaku. Component diagram

(10)

digunakan untuk memodelkan aspek fisik suatu sistem seperti file yang dapat dieksekusi, pustaka, file, dokumen, dan lain-lain yang beradadi sebuah node.

2.2.5. Deployment Diagram

Menurut Rossa dan Shalahuddin (2013:154) mengatakan bahwa “Diagram deployment ataud eployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi”.

2.2.6. Class Diagram

Sedangkan menurut Rossa dan Shalahuddin (2013:141) mengatakan bahwa

“Diagram kelas atau Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun system. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

Gambar

Gambar II.1. Bank sebagai Lembaga Perantara Keuangan

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penerapan model ini yakni sebagai upaya mencegah kerusakan hutan CAPC, menumbuhkan kawasan hutan CAPC yang lestari, merumuskan alternatif kebijakan pengelolaan CAPC

Kesenjangan antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan Kesenjangan terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja perusahaan dengan cara yang berbeda dan pelanggan

Dalam kasus ini kota Maumere merupakan obyek penelitian sebagai bahan penelitian agar kota Maumere mampu menjadi sebuah kota yang mempunyai citra atau image yang lebih baik lagi

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “Analisa

Dari hasil pengujian suhu yang digunakan pemanas pada proses pengelasan dan pemotongan didapatkan bahwa suhu yang tepat digunakan adalah 160 °C, dikarenakan pada suhu

Hasil pengujian menunjukkan variabel jenis usaha memiliki koefisien regresi positif sebesar 18,847 dengan nilai probabilitasnya berada pada tingkat signifikansi 0,999 yang artinya

Dengan adanya pengaruh suhu lingkungan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara kolektor surya, maka dari hasil analisis data pengkuran (Tabel

Gizi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel otak, terutama pada saat hamil dan juga pada waktu bayi, di mana sel-sel otak sedang tumbuh dengan pesatnya. Kekurangan