• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MEDIA BELAJAR TRAINER PLC OMRON PORTABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMROGRAMAN PLC.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MEDIA BELAJAR TRAINER PLC OMRON PORTABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMROGRAMAN PLC."

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MEDIA BELAJAR TRAINER PLC OMRON PORTABEL

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG

PEMROGRAMAN PLC

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Program Studi Pendidikan Teknik Elektro

Oleh :

IQBAL NURASYIED PRAYOGO

NIM. 0809168

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

ABSTRAK

Penerapan Media Belajar Trainer PLC OMRON Portabel Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Pemrograman PLC

Penelitian mengenai penerapan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel yang diterapkan pada pembelajaran pemrograman PLC dilakukan di SMK Negeri 2 Cimahi program keahlian Mekatronika. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak efektifnya penggunaan trainer PLC yang ada untuk pembelajaran pemrograman PLC sehingga minat siswa berkurang dalam mempelajari pengoprasian PLC. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pemrograman PLC dengan menggunakan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental dan desain penelitian one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajar (kognitif) dan lembar observasi (psikomotor dan afektif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan trainer PLC OMRON portabel meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif, psikomotor dan afektif, hal ini dibuktikan dengan hasil tes akhir siswa pada ranah kognitif menunjukkan lebih dari 75% dari keseluruhan siswa mencapai nilai KKM (75). Pada ranah psikomotorik dan afektif keseluruhan siswa mencapai kriteria minimal baik.

Kata Kunci: KKM, Hasil Belajar, Media Pembelajaran, Trainer PLC OMRON

(3)

Abstract

The research of implementation educational media OMRON’s portable PLC trainer which applied in programming PLC lesson’s in SMK Negeri 2 Cimahi, Mechatronic major. This research based

of PLC’s trainer former wasnt effective for used in PLC programming lesson with the result that

student interest in this lesson is decreased and impact to the result of student exam. The purpose of

this research is for increasing student’s exam result in PLC programming lesson with using OMRON’s portable PLC trainer. The method in this resarch is pre-experimental with one grup pretest-posttest research design. The instrument for collecting research data is student exam result (cognitive) and observation sheet (psycomotor and afective). Result of this research showed that

using OMRON’s portable PLC trainer increased student’s exam result in cognitif, psycomotor and

(4)

DAFTAR ISI

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Definisi Belajar dan Pembelajaran ... 7

2.2 Tinjauan Hasil Belajar ... 10

2.3.2 Klasifikasi Media Pembelajaran ... 20

(5)

2.4 Media Pembelajaran trainer PLC ... 25

2.4.1 Pengertian Media Trainer ... 25

2.4.2 Kelebihan Penggunaan Media Trainer ... 26

2.4.3 Kelemahan Penggunaan Media Trainer ... 27

2.4.4 Pembelajaran Menggunakan Media Trainer ... 27

2.4.5 PLC ... 28

2.5 Hipotesis Penelitian ... 29

(6)

3.10 Waktu Penelitian ... 54

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian ... 56

4.2 Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian ... 58

4.2.1 Hasil Uji Validitas ... 58

4.2.2 Hasil Uji Realibilitas ... 59

4.2.3 Hasil Uji Tingkat Kesukaran ... 59

4.2.4 Hasil Uji Daya Pembeda ... 60

4.3 Desain Media Pembelajaran ... 61

4.4 Analisis Dan Pembehasan Data Penelitian ... 61

4.4.1 Hasil Analisis Hipotesis ... 61

4.4.2 Hasil Temuan Pada Penelitian ... 67

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan ... 68

5.2 Rekomendasi ... 69

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Kriteria Pengukuran Ranah Psikomotor ... 15

Tabel 2.2 Kriteria Pengukuran Ranah Afektif... 17

Tabel 3.1 Desain Penelitian One Group Pretest-Posttest Design ... 33

Tabel 3.2 Kriteria Reliabilitas Soal ... 40

Tabel 3.3 Klasifikasi Indeks Kesukaran ... 41

Tabel 3.4 Klasifikasi Indeks Daya Pembeda ... 42

Tabel 3.5 Kriteria Pengukuran Aspek Psikomotor ... 43

Tabel 3.6 Instrumen Pengukuran Aspek Psikomotor ... 44

Tabel 3.7 Kriteria Pengukuran Aspek Afektif ... 45

Tabel 3.8 Instrumen Pengukuran Aspek Afektif ... 45

Tabel 3.9 Teknik Pengumpulan Data ... 47

Tabel 3.10 Waktu Penelitian ... 54

Tabel 4.1 Waktu Pelaksanaan Penelitian ... 57

Tabel 4.2 Validitas Butir Soal ... 58

Tabel 4.3 Tingkat Kesukaran Butir Soal ... 59

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Edgar Dale ... 19

Gambar 2.2 Trainer PLC OMRON CP1L ... 29

Gambar 3.1 Paradigma Penelitian ... 37

Gambar 4.1 Kurva Hasil Uji Pihak Kiri Hasil Belajar Ranah Kognitif .. 63

Gambar 4.2 Kurva Hasil Uji Pihak Kiri Hasil Belajar Ranah Psikomotor 65

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

LAMPIRAN A

Lampiran A-1 Kisi-Kisi Instrumen Uji Coba ... 72

Lampiran A-2 Instrumen Uji Coba ... 74

Lampiran A-3 Kunci Jawaban Instrumen Uji Coba ... 78

Lampiran A-4 Hasil Uji Validitas ... 79

Lampiran A-5 Hasil Uji Reliabilitas ... 81

Lampiran A-6 Hasil Uji Tingkat Kesukaran ... 82

Lampiran A-7 Hasil Uji Daya Pembeda ... 83

LAMPIRAN B Lampiran B-1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian ... 84

Lampiran B-2 Instrumen Pretest Posttest 1 ... 86

Lampiran B-3 Instrumen Pretest Posttest 2 ... 88

Lampiran B-4 Instrumen Pretest Posttest 3 ... 90

Lampiran B-5 Kunci Jawaban Instrumen Penelitian ... 91

Lampiran B-6 RPP Pertemuan 1 ... 92

Lampiran B-7 RPP Pertemuan 2 ... 95

Lampiran B-8 RPP Pertemuan 3 ... 98

Lampiran B-9 Job Sheet 1 ... 100

Lampiran B-10 Job Sheet 2 ... 102

Lampiran B-11 Job Sheet 3 ... 104

Lampiran B-12 Job Sheet 4 ... 106

Lampiran B-13 Observasi Tes Kerja Ranah Psikomotor ... 108

Lampiran B-14 Observasi Tes Kerja Afektif ... 110

(10)

Lampiran C-1 Hasil Belajar Keseluruhan ... 112

Lampiran C-2 Hasil Pengukuran Ranah Kognitif ... 114

Lampiran C-3 Hasil Pengukuran Ranah Psikomotor... 117

Lampiran C-4 Hasil Pengukuran Ranah Afektif ... 120

LAMPIRAN D Lampiran D-1 SKKD Teknik Mekatronika ... 123

Lampiran D-2 Silabus Teknik Mekatronika PLC ... 129

Lampiran D-3 Materi Pemrograman PLC OMRON ... 134

Lampiran D-4 Foto Dokumentasi Penelitian ... 149

LAMPIRAN E Lampiran E-1 Tabel Z ... 150

Lampiran E-2 Lembar Bimbingan Skripsi ... 151

Lampiran E-3 Administrasi Penelitian ... 160

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman

seperti yang diungkapkan oleh Wina Sanjaya (2010: 164). Pengalaman yang

dimaksud yaitu pengalaman langsung ataupun tidak langsung. Pada saat ini siswa

dituntut aktif dalam membangun pengetahuan mereka. Dalam hal ini pada

kegiatan belajar guru berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai sumber belajar.

Dengan metode seperti ini siswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman

belajar dengan lebih baik.

Efektivitas proses belajar mengajar (pembelajaran) sangat dipengaruhi oleh

faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. Keduanya saling

berkaitan, di mana pemilihan metode tertentu akan berpengaruh terhadap jenis

media yang akan digunakan. Oleh karena itu harus ada kesesuaian di antara

keduanya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Pemanfaatan media dalam

pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan

motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara

psikologis kepada siswa (Arsyad, 2007: 15).

Oleh karena itu diperlukan adanya suatu media pembelajaran yang dapat

digunakan sebagai alternatif dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas

sebagai media untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa. Media

(12)

belajar siswa pada mata pelajaran pengoprasian PLC, karena media ini merupakan

suatu bentuk pengalaman belajar langsung yang harus dialami oleh siswa.

Pada Standar Kompetensi Mengoperasikan PLC yang diajarkan kepada

siswa SMK Negeri 2 Kota Cimahi Program Keahlian Teknik Mekatronika,

pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran yaitu berupa

trainer PLC HOLLIAS.

Kendala yang dihadapi pada saat pembelajaran mengoperasikan PLC adalah

PLC pada trainer yang dipakai adalah PLC yang dipakai adalah produk lama.

Selain itu bentuk trainer PLC tidak memungkinkan untuk digunakan pada proses

pembelajaran di dalam kelas, karena trainer menggunakan peralatan tambahan

seperti pneumatic, dan motor sebagai actuator dari trainer PLC ini. Sedangkan

pada penggunaannya trainer PLC HOLLIAS relatif lebih rumit dalam

perancangan ladder diagram dan komunikasi trainer PLC HOLLIAS tidak

memakai komunikasi via USB untuk komunikasi dengan CPU, sehingga setiap

dihubungkan dengan trainer PLC HOLLIAS CPU harus menseting ulang port

COM agar CPU dapat berkomunikasi dengan PLC.

Beberapa temuan kendala yang dialami oleh siswa saat mengikuti

pembelajaran pengoprasian PLC terutama pada penggunaan media belajar trainer

PLC mempengaruhi minat siswa mengikuti pembelajaran dan keberlangsungan

proses belajar siswa. Siswa menjadi kurang memahami dan menguasai materi

pada mata pelajaran pengoprasian PLC, hal ini berdampak pada hasil belajar

siswa yang kurang maksimal. Maka diperlukan sebuah trainer PLC yang dapat

(13)

3

mengerti dan memahami pelajaran pengoprasian PLC, sehingga hasil belajar

siswa dapat lebih maksimal dan siswa dapat lulus mengikuti tes akhir mata

pelajaran pengoprasian PLC.

Trainer PLC yang akan diujicobakan di desain portabel dan compact agar

memudahkan proses pengajaran yang dilakukan oleh guru dan tidak perlu

menggunakan hardware tambahan untuk demonstrasi pemrograman PLC.

Bagian-bagian yang ada dalam trainer PLC ini seperti: koper sebagai case trainer ini,

PLC OMRON CP1L 20 I/O sebagai CPU dari trainer ini, lampu 24v sebagai

aktuator, dan manual switch sebagai modul input, serta trainer ini menggunakan

port komunikasi via USB yang memudahkan trainer untuk berkomunikasi dengan

komputer. Trainer ini mempunyai kelebihan daripada trainer yang ada yaitu

murah, praktis, compact dan efisien sebagai media belajar yang baik untuk

mempelajari pemrograman PLC. Hal ini dimaksudkan oleh penulis untuk menarik

minat siswa mempelajari pemrograman PLC dan untuk meningkatkan hasil

belajar siswa tentang dasar pemrograman PLC agar siswa mengerti benar dasar

pengoprasian PLC tanpa mengurangi materi pembelajaran dengan menggunakan

trainer PLC yang sudah ada dan dipakai di sekolah.

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka penulis tertarik

untuk mengadakan penelitian dengan judul “Penerapan Media Belajar Trainer

PLC OMRON Portabel Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang

(14)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan

dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah penerapan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel

dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar ranah

kognitif pada pembelajaran pemrograman PLC?

2. Apakah penerapan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel

dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar ranah

psikomotor pada pembelajaran pemrograman PLC?

3. Apakah penerapan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel

dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar ranah

afektif pada pembelajaran pemrograman PLC?

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, agar penelitian ini lebih terfokus dan

tidak menimbulkan perbedaan penafsiran mengenai judul penelitian, maka penulis

membatasi objek-objek penelitian ini sebagai berikut :

1. Penelitian hanya dilakukan terhadap siswa kelas XII jurusan Mekatronika

di SMK Negeri 2 Kota Cimahi.

2. Penelitian hanya dilakukan terhadap materi pembelajaran Pengetahuan

Umum PLC, perancangan Ladder Diagram yang merupakan sebagian

(15)

5

3. Aspek yang diteliti hanya pada pengukuran ranah kognitif, ranah

psikomotorik dan ranah afektif.

4. Penggunaan trainer PLC Portabel menggunakan software CX-

Programmer untuk pembuatan ladder diagram dan monitor proses.

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang ada, maka tujuan yang hendak dicapai

dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar

ranah kognitif siswa pada pembelajaran pemrograman PLC dengan

menggunakan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel.

2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar

ranah psikomotorik siswa pada pembelajaran pemrograman PLC dengan

menggunakan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel.

3. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar

ranah afektif siswa pada pembelajaran pemrograman PLC dengan

menggunakan media pembelajaran trainer PLC OMRON portabel.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang dilakukan

(16)

1. Bagi siswa, penggunaan media pembelajaran ini diharapkan dapat

meningkatkan kemampuan untuk memahami materi pada Standar

Kompetensi Mengoperasikan PLC.

2. Bagi guru, sebagai bahan masukan guna penyempurnaan dan perbaikan

dalam proses pembelajaran dengan mengoptimalkan penggunaan media

pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif penggunaan

media pembelajaran pada sekolah tersebut.

4. Bagi lembaga yang mempersiapkan guru, khususnya guru SMK, sebagai

bahan masukan guna membekali para lulusannya dengan kemampuan

mengajar dengan menggunakan media pembelajaran.

5. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk

memperluas wacana dalam bidang pengembangan media pembelajaran.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi berperan sebagai pedoman penulisan agar

dalam penulisan skripsi ini lebih terarah, maka skripsi ini dibagi menjadi beberapa

bab.

Pada Bab I pendahuluan mengemukakan latar belakang masalah, perumusan

masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan

(17)

7

Pada Bab II Landasan teori mengemukakan landasan teori yang meliputi

teori-teori yang mendukung penelitian, beberapa penelitian terdahulu terkait

dengan penelitian ini dan hipotesis penelitian.

Pada Bab III metode penelitian menjelaskan metode dan desain penelitian

yang digunakan, definisi operasional, variabel penelitian, paradigma penelitian,

instrumen penelitian, uji instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik

pengolahan dan analisis data, prosedur dan alur penelitian serta waktu penelitian.

Pada Bab IV Hasil dan pembahasan berisi mengenai gambaran umum

penelitian yang dilakukan, hasil coba instrumen penelitian, desain media

pembelajaran, analisis dan pembahasan hasil penelitian.

Pada Bab V Kesimpulan dan rekomendasi mengemukakan kesimpulan dari

hasil penelitian yang diperoleh dan rekomendasi dan saran setelah dilakukannya

(18)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode dan Desain Penelitian

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk

mendapatkan data dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu. Lebih jelas

lagi Sugiyono (2011: 6) mengatakan bahwa:

Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif , dan metode yang

digunakan pada penelitian ini adalah metode pre-experimental. Desain penelitian

ini disebut sederhana, karena subjekpenelitian yaitu kelompok tunggal atau

kelompok jamak dan tidak memiliki kelompok kontrol, sehingga sering disebut

sebagai single group experiment.

Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

one-group pretest-posttest, yang merupakan pengembangan dari one-shot case study.

Pengembangannya yaitu dengan cara melakukan satu kali pengukuran sebelum

adanya perlakuan dan setelah diberikan perlakuan. Alur dari penelitian ini adalah

kelas yang digunakan kelas penelitian (kelas eksperimen) diberi pretestkemudian

dilanjutkan dengan pemberian perlakuan (treatment) yaitu

penggunaantrainerPLCOMRON portabelsebagai media pembelajaran, setelah itu

(19)

33

Secara sederhana desain penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut :

Tabel 3.1 Desain Penelitian One Group Pretest-Posttest Design

Pretest Treatment Posttest

O1 X O2

(Sugiyono, 2011: 111)

Keterangan :

O1 : Tes awal (pretest) dilakukan sebelum digunakannya trainerPLC OMRON

portabelsebagai media pembelajaran.

X : Perlakuan (treatment) pembelajaran dengan menggunakan trainerPLC

OMRON portabelsebagai media pembelajaran.

O2 : Tes akhir (posttest) dilakukan setelah digunakannya trainerPLC OMRON

portabelsebagai media pembelajaran.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 117). Populasi

yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII jurusan Mekatronika

di SMK Negeri 2 Kota Cimahi.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

(20)

penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sampling purposive yaitu teknik

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011: 124).

Pertimbangan pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan

kemampuan dan pengetahuan dasar siswa mengoprasikan PLC, jumlah sampel

yang ditentukan untuk penelitian, serta rekomendasi dari pihak sekolah.

Melalui pertimbangan tersebut kemudian ditentukan sampel yang diambil

yaitu hanya pada siswa kelas XII jurusan Mekatronika di SMK Negeri 2 Kota

Cimahiyang berjumlah 30 orang.

3.3 Definisi Operasional

Definisi operasional dari judulskripsi dimaksudkan untuk

memperjelasistilah-istilah dan memberi batasan ruang lingkup penelitian sehingga

tidak menimbulkan penafsiran lain. Adapun penegasan istilah yang perlu

dijelaskanadalah sebagai berikut:

1. Penerapan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2005), pengertian

penerapan adalah perbuatan menerapkan. Sedangkan menurut beberapa

ahli berpendapat bahwa, penerapan adalah suatu perbuatan

mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan

tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu

(21)

35

2. Media Pembelajaran

Menurut (Arsyad, 2007: 3), kata „media‟ berasal dari bahasa Latin medius

yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Oleh karena

itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari

pengirim ke penerima pesan.Media dapat berupa software dan

hardware.Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media

pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan

hardware yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi ajar dari

sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok), yang dapat

merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pebelajar sedemikian

rupa sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.

3. Trainer

Menurut Hasan, S. (2006: 3), trainer merupakan suatu set peralatan di

laboratorium yang digunakan sebagai media pendidikan yang merupakan

gabungan antara model kerja dan mock-up. Trainer ditunjukkan untuk

menunjang pembelajaran peserta didik dalam menerapkan

pengetahuan/konsep yang diperolehnya pada benda nyata. Model mock-up

adalah suatu penyederhanaan susunan bagian pokok dari suatu proses atau

sistem yang lebih ruwet

4. PLC

Berdasarkan pada standar yang dikeluarkan oleh National Electrical

Manufacture Association (NEMA) ICS3-1978 Part ICS3-304, PLC

(22)

yang bekerja secara digital, memiliki memori yang dapat diprogram

menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khusus

seperti logic, sequening, timing, counting, dan aritmatika untuk

mengontrol berbagai jenis mesin atau proses melalui analog atau digital

input/output modules”.

5. Hasil Belajar

Menurut Sudjana (2010: 3), hasil belajar ialah perubahan tingkah laku

yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor yang dimiliki

peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya. Dari pengertian

tersebut hasil belajar terdiri dari tiga aspek, yaitu kognitif, afektif dan

psikomotor. Dapat juga dikatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan

yang dimiliki seseorang setelah menerima pengalaman belajar. Hasil

belajar juga merupakan penilaian yang dicapai untuk mengetahui sejauh

mana materi yang sudah diterima oleh siswa baik dari aspek kognitif,

afektif maupun psikomotor siswa.

3.4 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal

tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 60). Variabel-variabel

(23)

37

1. Variabel Bebas (X)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini

variabel bebasnya adalah penggunaan trainerPLC OMRON portabel

sebagai media pembelajaran.

2. Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi

akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel

terikatnya adalah hasil belajar siswa pada Standar Kompetensi

Mengoprasikan PLC.

3.5 Paradigma Penelitian

Menurut Sugiyono (2011: 66), paradigma penelitian diartikan sebagai:

Pola pikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan.

Adapun gambaran paradigma penelitian yang digunakan adalah sebagai

(24)

Gambar 3.1 Paradigma Penelitian

3.6 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari instrumen tes hasil belajar

berupa soal-soal (pretest-posttest) dan instrumen lembar observasi. Instrumen tes

hasil belajar digunakan untuk pengambilan data hasil belajar ranah kognitif

sedangkan instrumen lembar observasi digunakan untuk pengambilan data hasil

belajar ranah psikomotor dan afektif.

3.6.1 Instrumen Tes

Sebelum instrumen tes digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji coba

terhadap instrumen tes. Uji coba instrumen tes dilakukan untuk mengetahui

validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal.Adapun tahapan

yang dilakukan untuk uji coba instrumen adalahsebagai berikut:

1. Validitas

Sebuah tes disebut valid apabila tes itudapat tepat mengukur apa yang

hendak diukur(Arikunto, 2010: 59). Dengan kata lain, suatu instrumen dikatakan

valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkannya dan dapat mengungkap

data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Untuk mengetahui tingkat validitas dari butir soal, digunakan rumus

korelasi point biserialkarena soal yang diberikan merupakan pilihan ganda:

(Sudjana, 2005: 390)

(25)

39

: Rata-rata variabel Y pada kategori pertama

: Rata-rata variabel Y pada kategori kedua

: Simpangan Baku Total

: Proposi pengamatan pada kategori pertama

: Proporsi pengamatan pada kategori kedua

: Tinggi ordinat dari kurva normal baku pada titik z

2. Reliabilitas

Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat ajeg memberikan data

yang sesuai dengan kenyataan. Reliabilitas suatu tes adalah ketetapan suatu tes

apabila diteskan kepada subjek yang sama (Arikunto, 2010: 90).

Reliabilitas tes dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan rumus

Kuder-Richardson 21 (K-R.20) sebagai berikut:

(

)

(Sugiyono, 2012: 359)

Keterangan :

ri : reliabilitas tes secara keseluruhan

p : proporsi subjek yang menjawab benar

q : proporsi subjek yang menjawab salah (q = 1 – p)

Σpq : jumlah hasil perkalian antara p dan q

k : banyaknya item

st2 : varians total

(26)

(Sugiyono, 2012: 361)

dimana :

(Sugiyono, 2012: 361)

Keterangan :

xt2 : varians

∑Xt : jumlah skor seluruh siswa

n : jumlah siswa

Selanjutnya harga ri dibandingkan dengan rtabel. Apabila ri> rtabel, maka

instrumen dinyatakan reliabel. Dan sebaliknya apabila ri< rtabel, instrumen

dinyatakan tidak reliabel.

Adapun interpretasi derajat reliabilitas instrumen ditunjukkan oleh Tabel 3.3

sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kriteria Reliabilitas Soal

Koefisien Korelasi Kriteria Reliabilitas

0,81 – 1,00 0,61 – 0,80 0,41 – 0,60 0,21 – 0,40 0,00 – 0,20

Sangat Tinggi Tinggi

Cikup Rendah Sangat Rendah

(27)

41

3. Tingkat Kesukaran

Analisis tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal

tersebut mudah atau sukar. Indeks kesukaran (difficulty index) adalah bilangan

yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal (Arikunto, 2010: 207).

Untuk menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal digunakan persamaan:

(Arikunto, 2010: 208)

Keterangan :

P : indeks kesukaran

B : banyaknya siswa yang menjawab benar

JS : jumlah seluruh siswa peserta tes

Indeks kesukaran dapat diklasifikasikan sesuai dengan Tabel 3.4 berikut ini:

Tabel 3.3 Klasifikasi Indeks Kesukaran

Indeks Kesukaran Klasifikasi

0,00 – 0,30 0,31 – 0,70 0,71 – 1,00

Soal Sukar Soal Sedang Soal Mudah

(Arikunto, 2010: 210)

4. Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan siswa

yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa kurang pandai (berkemampuan

(28)

disebut dengan indeks diskriminasi. Untuk mengetahui daya pembeda soal perlu

dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai

yang terendah.

b. Membagi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.

c. Menghitung soal yang dijawab benar dari masing-masing kelompok pada

tiap butir soal.

d. Mencari daya pembeda (D) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

D : daya pembeda

BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar

BB :banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar

JA : banyaknya peserta tes kelompok atas

JB : banyaknya peserta tes kelompok bawah

Adapun kriteria indeks daya pembeda dapat dilihat pada Tabel 3.5 berikut ini:

Tabel 3.4Klasifikasi Indeks Daya Pembeda

Indeks Daya Pembeda Klasifikasi

(29)

43

3.6.2 Instrumen Observasi

Instrumen observasi pada penelitian ini digunakan untuk pengambilan data

sekunder penelitian yaitu hasil belajar ranah psikomotor dan afektif. Untuk

instrumen observasi tidak dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu. Instrumen

observasi yang digunakan adalah sebegai berikut:

1. Pengukuran Ranah Psikomotor

Menurut Arikunto (2010: 180), pengukuran ranah psikomotor dilakukan

terhadap hasil-hasil belajar yang berupa penampilan. Aspek yang dinilai yaitu

keterampilan dan ketelitian dalam merancang ladder diagram. Standar penilaian

dalam pengukuran ranah psikomotor berdasarkan kurikulum dari mata pelajaran

pengoprasian PLC di SMK Negeri 2 Cimahi. Berikut kriteria penilaian hasil

belajar siswa ranah psikomotor pada mata pelajaran pengoprasian PLC dapat

dilihat pada Tabel 3.5 berikut ini:

(30)

Rancangan ladder diagram dan trainer bekerja sesuai dengan jobsheet

80 – 100 Baik Sekali

(SMKN 2 Cimahi,2012)

Sedangkan instrumen observasi yang digunakan untuk mengukur hasil

belajarranah psikomotor siswa dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut ini:

Tabel 3.6 InstrumenPengukuranAspek Psikomotor

No. Nama Siswa Aspek yang diukur Jumlah

Skor Nilai Keterampilan Ketelitian

Hasil yang diperoleh oleh setiap siswa setelah pengukuran memiliki skala

0-100. Untuk menghitung hasil dari pengukuran setiap siswa digunakan rumus:

(Arikunto, 2010: 183)

Setelah pengukuran dilakukan terhadap seluruh siswa, selanjutnya dicari

nilai rata-rata untuk setiap aspek yang dinilai. Untuk menghitung nilai rata-rata

setiap aspek dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

̅

2. Pengukuran Ranah Afektif

Tujuan dari pengukuran ranah afektif menurut Arikunto (2010: 178) adalah:

1. Untuk mendapatkan umpan balik baik (feedback) bagi guru maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan (remedial program) bagi anak didiknya. 2. Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai

(31)

45

anak didik, pemberian laporan kepada orang tua, dan penentuan lulus atau tidaknya anak didik.

3. Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar-mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat pencapaian dan kemampuan serta karakteristik anak didik.

4. Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku anak didik (Depdikbud, 1983: 2).

Berdasarkan tujuan diatas, maka sasaran penilaian ranah afektif adalah

perilaku anak didik, bukan pengetahuannya. Aspek yang dinilai pada penelitian

ini meliputi aspek kerjasama dan keterbukaan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Standar penilaian dalam pengukuran ranah afektif berdasarkan kurikulum dari

mata pelajaran pengoprasian PLC di SMK Negeri 2 Cimahi. Berikut kriteria

penilaian hasil belajar siswa ranah afektif pada mata pelajaran pengoprasian PLC

dapat dilihat pada Tabel 3.7 berikut ini:

Tabel 3.7 Kriteria PengukuranAspek Afektif

No. Aspek Nilai Yang Diukur Skor Kriteria

Terbuka tapi tidak baik dalam

mengkomunikasikan 66 – 79 Baik

Terbuka dan mengkomunikasikan

dengan baik 80 – 100 Baik Sekali

(SMKN 2 Cimahi, 2012)

Sedangkan instrumen observasi yang digunakan untuk mengukur hasil

(32)

Tabel 3.8 InstrumenPengukuranAspek Afektif

No. Nama Siswa Aspek yang dukur Jumlah

Skor Nilai Kerjasama Keterbukaan

Hasil yang diperoleh oleh setiap siswa setelah pengukuran memiliki skala

0-100. Untuk menghitung hasil dari pengukuran setiap siswa digunakan rumus:

(Arikunto, 2010: 183)

Setelah pengukuran dilakukan terhadap seluruh siswa, selanjutnya dicari

nilai rata-rata untuk setiap aspek yang dinilai. Untuk menghitung nilai rata-rata

setiap aspek dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

̅

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk

mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Dalam melaksanakan penelitian ini

ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan, antara lain:

1. Studi pendahuluan, dilakukan sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan.

Maksud dan tujuan dari studi pendahuluan ini adalah untuk mengetahui

(33)

47

serta penggunaan media dalam pembelajaran pada Standar Kompetensi

Mengoprasikan PLC.

2. Studi literatur, dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan

memanfaatkan literatur yang relevan dengan penelitian ini yaitu dengan

cara membaca, mempelajari, menela‟ah, mengutip pendapat dari berbagai

sumber berupa buku, diktat, skripsi, internet dan sumber lainnya.

3. Tes, merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau

mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang

sudah ditentukan (Arikunto, 2010: 53).Penelitian ini menggunakan tes

hasil belajar berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda dengan lima

alternatif jawaban untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah kognitif. Tes

dilaksanakan pada saat pretest dan posttest. Pretest atau tes awal diberikan

dengan tujuan mengetahui kemampuan awal subjek penelitian. Sementara

posttest atau tes akhir diberikan dengan tujuan untuk melihat perubahan

hasil belajar siswa ranah kognitif setelah digunakannya trainerPLC

OMRON portabelsebagai media pembelajaran pada Standar Kompetensi

Mengoprasikan PLC.

4. Observasi, Sutrisno Hadi (1986) dalam Sugiyono (2011: 203)

mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks,

suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.

Melalui observasi peneliti dapat memperoleh pandangan-pandangan dalam

(34)

pembelajaran dengan menggunakan trainerPLC OMRON portabelsebagai

media pembelajaran.

Untuk lebih ringkasnya mengenai teknik pengumpulan data yang akan

dilakukan, dapat dilihat pada Tabel 3.9 dibawah ini:

Tabel 3.9 Teknik Pengumpulan Data

No Teknik Instrumen Jenis data Sumber

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, maka langkah

berikutnya adalah mengolah data atau menganalisis data. Karena data yang

diperoleh dari hasil penelitian merupakan data mentah yang belum memiliki

makna yang berarti, maka data tersebut harus diolah terlebih dahulu, sehingga

(35)

49

berupa data kuantitatif, maka cara pengolahannya dilakukan dengan teknik

statistik.

3.8.1 Analisis DataPretest, Posttest

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah kognitif

sebelum pembelajaran (pretest) dan hasil belajar siswa ramah kognitif setelah

diberikan perlakuandigunakannya trainerPLC OMRON portabelsebagai media

pembelajaran (posttest). Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis

data pretest, posttestyaitu memberikan skor dan merubahnya kedalam bentuk

nilai. Skor untuk soal pilihan ganda ditentukan berdasarkan metode rights only,

yaitu jawaban benar diberi skor satu dan jawaban salah atau butir soal yang tidak

dijawab diberi skor nol. Skor setiap siswa ditentukan dengan menghitung jumlah

jawaban yang benar.Skor yang diperoleh tersebut kemudian dirubah menjadi nilai

dengen ketentuan sebagai berikut:

Nilai siswa = 

x 100

3.8.2 Tes Binomial (Uji Non Parametrik)

Uji binomial menguji hipotesis suatu proporsi yang terdiri atas dua

kelompok kelas. Distribusi binomial adalah distribusi sampling dari

proporsi-proporsi yang mungkin diamati dalam sampel-sampel random yang ditarik dari

populasi yang terdiri dari dua kelas. Tes nya bertipe goodness-of-fit. Dari tes ini

kita tahu apakah cukup alasan untuk percaya bahwa proporsi-proporsi yang kita

amati dalam sampel kita berasal dari suatu populasi yang memiliki nilai

(36)

proporsi kasus (Q) mendekati ½ maka uji hipostesis menggunakan rumus dibawah

ini.

(Sudjana, 2005:233)

Keterangan :

Z : nilai Z hitung

: nilai yang dihipotesiskan

: jumlah anggota sampel yang mencapai kriteria

: jumlah sampel

Kriteria pengujian adalah zhitung ≥ dimana didapat dari daftar

normal baku, makaH0 diterima dan Ha ditolak. Tetapi sebaliknya jika zhitung

≤ makaH0 ditolak dan Ha diterima.

Tes binomial cocok dipakai pada tes statistik pengolahan data penelitian ini,

karena data dalam penelitian ini ada dalam dua kategori diskrit, dan bertipe satu

sampel.

3.8.3 Analisis Hipotesis

Analisis hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini diterima atau ditolak. Adapun hipotesis yang

(37)

51

1. H0 : Penggunaan trainer PLCportabel sebagai media pembelajaran

dianggap tidak efektif meningkatkan hasil belajar siswa tentang

pemrograman PLC jika kurang dari 75% dari keseluruhan siswa didalam

tes akhir ranah kognitif mencapai kriteria KKM (75).

Ha : Penggunaan trainer PLCportabel sebagai media pembelajaran

dianggap efektif meningkatkan hasil belajar siswa tentang pemrograman

PLC jika lebih dari atau sama dengan 75% dari keseluruhan siswa didalam

tes akhir ranah kognitif mencapai kriteria KKM (75).

H0: π < 75%

Ha: π ≥ 75%

2. Hipotesis ranah psikomotor

H0 : Penggunaan trainer PLCportabel sebagai media pembelajaran

dianggap tidak efektif meningkatkan hasil belajar siswa tentang

pemrograman PLC jika kurang dari 75% dari keseluruhan siswa termasuk

ke dalam kategori minimal baik pada tes akhir ranah psikomotor yang

berkenaan dengan keterampilan dan ketelitian siswa dalam merancang

ladder diagram.

Ha : Penggunaan trainer PLCportabel sebagai media pembelajaran

dianggap efektif meningkatkan hasil belajar siswa tentang pemrograman

PLC jika lebih dari atau sama dengan 75% dari keseluruhan siswa

termasuk ke dalam kategori minimal baik pada tes akhir ranah psikomotor

yang berkenaan dengan keterampilan dan ketelitian siswa dalam

(38)

H0: π < 75%

Ha: π ≥ 75%

3. Hipotesis Ranah Afektif

H0 : Penggunaan trainer PLCportabel sebagai media pembelajaran

dianggap tidak efektif meningkatkan hasil belajar siswa tentang

pemrograman PLC jika kurang dari 75% dari keseluruhan siswa termasuk

ke dalam kategori minimal baik pada tes akhir ranah afektif yang

berkenaan dengan kerjasama dan keterbukaan siswa dalam kegiatan

pembelajaran pengoprasian PLC.

Ha : Penggunaan trainer PLCportabel sebagai media pembelajaran

dianggap efektif meningkatkan hasil belajar siswa tentang pemrograman

PLC jika lebih dari atau sama dengan 75% dari keseluruhan siswa

termasuk ke dalam kategori minimal baik pada tes akhir ranah afektif yang

berkenaan dengan kerjasama dan keterbukaan siswa dalam kegiatan

pembelajaran pengoprasian PLC.

H0: π < 75%

Ha: π ≥ 75%

3.9 Prosedur dan Alur Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan tiga tahap, yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap

pelaksanaan dan (3) tahap pengolahan dan analisis data. Secara garis besar

(39)

53

3.9.1 Tahap Persiapan

Tahap persiapan yang dilakukan sebelum penelitian dilakukan meliputi

beberapa hal, diantaranya :

a. Observasi awaldilakukan untuk melaksanakan studi pendahuluan melalui

pengamatan terhadap proses pembelajarandilihat dari keadaan

pembelajaran, metode, serta penggunaan media pembelajaran pada Standar

Kompetensi Mengoprasikan PLC yang ada di sekolah tempat penelitian

akan dilaksanakan.

b. Studi literatur, hal ini dilakukan untuk memperoleh teori-teori yang

menjadi landasan mengenai permasalahan yang akan diteliti.

c. Mempelajari kurikulum untuk menentukan materi pembelajaran dalam

penelitian serta untuk mengetahui tujuan dan kompetensi dasar yang

hendak dicapai.

d. Menentukan sampel penelitian.

e. Membuat dan menyusun kisi-kisi instrumen tes, instrumen tes dan

instrumen observasi.

f. Melakukan uji coba instrumen tes.

g. Menganalisis hasil uji coba instrumen tes dan kemudian menentukan soal

yang layak digunakan untuk memperoleh hasil belajar ranah kognitif

siswa.

3.9.2 Tahap Pelaksanaan

Setelah kegiatan pada tahap persiapan dilakukan, selanjutnya dilakukan

(40)

a. Memberikan tes awal (pretest) untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah

kognitif sebelum diberikan perlakuan.

b. Memberikan perlakuan (treatment) yaitu dengan cara menggunakan

trainerPLC OMRON portabel sebagai media pembelajaran.

c. Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti melakukan observasi

terhadap siswa pada saat digunakannyatrainerPLC OMRON portabel

sebagai media pembelajaran dilihat dari aspek afektif dan psikomotor siswa.

d. Memberikan tes akhir (posttest) untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah

kognitif setelah digunakannya trainerPLC OMRON portabel sebagai media

pembelajaran.

3.9.3 Tahap Pengolahan dan Analisis Data

Setelah kegiatan pada tahap pelaksanaan dilakukan, tahapan selanjutnya

adalah melakukan pengolahan dan analisis data. Pada tahapan ini kegiatan yang

dilakukan antara lain:

a. Mengolah data hasil pretest dan posttest.

b. Membandingkan hasil analisis tes antara sebelum diberikan perlakuan dan

setelah diberi perlakuan untuk melihat apakah terdapat peningkatan hasil

belajar siswa pada ranah kognitif.

c. Mengolah data hasil pengukuran ranah afektif dan psikomotor siswa.

d. Memberikan kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh dari

pengolahan data.

(41)

55

3.10 Waktu Penelitian

Adapun waktu kegiatan selama melakukan penelitian adalah sebagai

berikut:

Tabel 3.10 Waktu Penelitian

Tahap Penelitian

Waktu Penelitian September,

minggu ke-

Oktober, minggu ke-

November, minggu ke-

1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Persiapan Pelaksanaan

Akhir

Penelitian berlangsung selama 11 minggu dari mulai tahap persiapan, tahap

pelaksanaan sampai tahap akhir penelitian. Pada tahap persiapan dilakukan

kegiatan studi pendahuluan dan pengamatan selama empat minggu. Kemudian

tahap pelaksanaan dilakukan selama lima minggu, dan tahap akhir dilakukan

(42)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai “Penerapan Media Belajar Trainer

PLC OMRON Portable Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang

Pemrograman PLC di SMK Negeri 2 Cimahi”, menunjukkan bahwa pada akhir

pembelajaran lebih dari sama dengan 75% dari keseluruhan siswa mencapai

kriteria KKM pada tes akhir ranah kognitif yang telah ditentukan. Pada ranah

psikomotor yang berkenaan dengan keterampilan dan ketelitian siswa dalam

merancang ladder diagram, keseluruhan siswa mencapai kriteria minimal baik

dalam mengikuti pembelajaran pemrograman PLC. Pada ranah afektif yang

berkenaan dengan kerjasama dan keterbukaan siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran pengoprasian PLC, keseluruhan siswa mencapai kriteria minimal

baik dalam mengikuti pembelajaran pemrograman PLC.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dengan

menggunakan trainer PLC OMRON portabel efektif meningkatkan hasil belajar

siswa pada pembelajaran pemrograman PLC dilihat dari hasil belajar ranah

kognitif, ranah psikomotor dan afektif . Hal ini dibuktikan dengan keputusan

pengujian hipotesis yaitu hipotesis (Ha) diterima (H0) ditolak, keputusan hipotesis

ini menunjukkan lebih dari 75% keseluruhan siswa mengalami peningkatan hasil

(43)

69

5.2 Rekomendasi

Selama melakukan penelitian, ditemukan beberapa kekurangan yang dapat

dijadikan sebagai rekomendasi baik untuk pembelajaran maupun penelitian

selanjutnya, diantaranya :

1. Penyediaan PC/laptop yang digunakan untuk pembelajaran agar lebih

diperbanyak. Karena idealnya satu orang siswa menggunakan satu

PC/laptop pada saat pembelajaran berlangsung, begitu pula dengan jumlah

trainer PLC perlu untuk diperbanyak sehingga proses pembelajaran akan

lebih baik.

2. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang PLC, siswa sebaiknya tidak

bergantung pada penjelasan guru dalam mempelajari PLC, selain

penjelasan dari guru siswa diharapkan mencari sumber-sumber referensi

lain tentang pemrograman PLC yang mendukung.

3. Untuk meningkatkan keterampilan dan ketelitian dalam merancang ladder

diagram, siswa dapat berlatih pemrograman PLC sendiri dirumah tanpa

harus menggunakan trainer PLC. Karena software CX-Programmer yang

dipakai pada penelitian ini dapat pula mensimulasikan hasil rancangan

ladder diagram melalui program simulasi yang terdapat didalamnya.

4. Untuk penelitian selanjutnya, Trainer PLC OMRON Portable dapat lebih

ditingkatkan baik dalam desain trainer itu dan juga penggunaanya untuk

mensimulasikan hasil rancangan program ladder diagram. Sehingga

penggunaan trainer PLC ini lebih luas dan bervariatif yang mampu

(44)

DAFTAR PUSTAKA

Al-Tahtawi, Adnan Rafi. (2012). Efektivitas Penggunaan Software Proteus Sebagai

Media Pembelajaran Ditinjau Dari Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Elektronika di SMK Negeri 1 Kota Cimahi. Skripsi S1 Prodi Pendidikan Teknik Elektro UPI Bandung: tidak

diterbitkan

Arikunto, Suharsimi. (2010). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Arsyad, Azhar. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Djati Sandiko (2010) .tes binomial (uji non parametrik) [online]

Tersedia : http://sandikodjati.blogspot.com/2010/11/tes-binomial-uji-statistik-non.html [20 november 2012]

Kurikulum SMK Negeri 2 Kota Cimahi. (2012). Silabus Mata Pelajaran Mengoprasikan PLC. Cimahi: Tidak diterbitkan

Kurikulum SMK Negeri 2 Kota Cimahi. (2012). Modul Mengoprasikan PLC. Cimahi: Tidak diterbitkan

Sagala, Syaiful. (2007). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. ALFABETA

Sanjaya, Wina. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana

Saondi, Ondi. (2012). Uji Nonparametrik Aplikasi pada Penelitian Pendidikan [online]

Tersedia : http://ondisaondi.files.wordpress.com/2011/11/uji-non-parametrik3.pdf [18 November 2012]

Setiawan, Iwan. (2006). Programmable Logic Controller (PLC) dan Teknik

(45)

71

Siegel, Sidney. (1992). Statistik Non Parametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta : Gramedia

Sudarna, Nindin. (2011). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia

Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Komponen Aktif di SMK Negeri 2 Cimahi. Skripsi S1 Prodi Pendidikan Teknik Elektro UPI

Bandung: tidak diterbitkan

Sudjana, Nana. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya

Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

Sunandar, Febi Arif. (2010). Media Pembelajaran Programmable Logic Controller (PLC) Dengan Menggunakan Macromedia Flash 8 Untuk SMK. Skripsi S1

Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Yogyakarta: tidak diterbitkan

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. ALFABETA

Sugiyono. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. ALFABETA

Universitas Pendidikan Indonesia. (2008). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Bandung

Wahyudi, Arif. (2010). Modul Pembelajaran PLC, Trainer PLC OMRON CPM2A

40 I/O Dan Prototype Lampu Lalu Lintas 4 Jalur Sebagai Media Pembelajaran Kompetensi Keahlian Elektronika Industri Smk Negeri 5 Surakarta. Skripsi S1 Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Universitas

Gambar

Gambar 2.1  Kerucut Pengalaman Edgar Dale  ........................................  19
Tabel 3.1 Desain Penelitian One Group Pretest-Posttest Design
Gambar 3.1 Paradigma Penelitian
Tabel 3.2 Kriteria Reliabilitas Soal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor pada kelas dengan penerapan media pembelajaran konvensional trainer digital

Hasil belajar diklasifikasikan dalam tiga ranah yaitu: ranah kognitif (cognitive domain), ranah afektif (affective domain), dan ranah psikomotor (psychomotor domain

Penelitian membahas “ Penerapan Media Pembelajaran PLC Berbasis Konveyor Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMKN 12 Bandung” pada pembelajaran penggunaan

Berdasarkan pembahasan di atas, terlihat bahwa, penerapan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif, afektif, dan psikomotor

Setelah dilaksanakan evaluasi siklus I pada tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75. Pada hasil belajar kognitif

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor pada mata

Sehingga setelah diterapkan model pembelajaran levels of inquiry mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.. Kata kunci: Levels

bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai media video dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada pada ranah kognitif, afektif serta psikomotor