• Tidak ada hasil yang ditemukan

BSunda KIKD SD MI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BSunda KIKD SD MI"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ida Widaningsih
    • Nita Rosyana
    • Sri Asdianwati
  • Pengajar:
    • Ahmad Hadadi, Dr. Ir.
    • M.Si.
    • Husen R. Hasan, Drs. H.
    • M.Pd.
    • Yayat Sudaryat, Prof. Dr. H.
    • M.Hum.
    • Dingding Haerudin, Dr. H.
    • M.Pd.
    • Usep Kuswari, Dr. H.
    • M.Pd.
    • Dedi Koswara, Dr.
    • M.Hum.
  • Sekolah: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
  • Mata Pelajaran: Bahasa dan Sastra Sunda
  • Topik: Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Berbasis Kurikulum 2013 Revisi 2017
  • Tipe: Kurikulum
  • Tahun: 2017
  • Kota: Bandung

I. Struktur Kurikulum Tingkat Daerah

Bahagian ini membincangkan rasional di sebalik pembangunan Kurikulum Tingkat Daerah (KTD) Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Sunda, yang berasaskan Kurikulum 2013 (revisi 2017). Ia menekankan keperluan untuk menyesuaikan kurikulum kebangsaan dengan konteks tempatan Jawa Barat, mengambil kira kepelbagaian dialek dan budaya serantau. Bahagian ini juga meneliti perubahan dan penambahbaikan yang dilakukan terhadap KTD sedia ada berdasarkan Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016, yang memberi tumpuan pada penyelarasan antara Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Ia juga menerangkan kepentingan mempertimbangkan keragaman bahasa dan budaya di Jawa Barat, seperti bahasa Cirebon dan Melayu Betawi, dalam pembangunan kurikulum.

1.1 Rasional

Bahagian ini menjelaskan rasional di sebalik pembangunan KTD Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Sunda. Ia membincangkan tiga jenis kurikulum (Kurikulum Tingkat Nasional, Kurikulum Tingkat Daerah, dan Kurikulum Tingkat Sekolah) dan menjelaskan bagaimana KTD Muatan Lokal berasaskan Kurikulum 2013 (revisi 2017) berfungsi sebagai panduan untuk guru dalam membangun kurikulum tahap sekolah. Ia juga membincangkan tentang empat Permendikbud (No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016) yang dijadikan panduan untuk penambahbaikan KTD, selain itu, menjelaskan tentang Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah, yang menjadikan bahasa daerah seperti Sunda sebagai mata pelajaran wajib. Tujuan utama adalah untuk melestarikan dan mempromosikan bahasa dan budaya Sunda.

1.2 Struktur Kurikulum Muatan Lokal

Bahagian ini menganalisis struktur Kurikulum Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Sunda dalam konteks Kurikulum 2013. Ia menerangkan bagaimana mata pelajaran ini boleh diajar secara bersepadu dengan mata pelajaran lain atau secara berasingan. Ia juga menekankan prinsip-prinsip pembangunan muatan lokal, iaitu kesesuaian dengan perkembangan peserta didik, keutuhan kompetensi, fleksibiliti dalam pelaksanaan, dan kebermanfaatannya kepada kepentingan kebangsaan dan global. Jadual-jadual yang menunjukkan jumlah jam pelajaran bagi setiap peringkat (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK) dipaparkan untuk menunjukkan integrasi muatan lokal dalam keseluruhan struktur kurikulum.

1.3 Perbaikan Kurikulum Tingkat Daerah Berbasis Kurikulum 2013

Bahagian ini memberi tumpuan kepada perubahan yang dibuat terhadap KTD Bahasa dan Sastra Sunda berasaskan revisi Kurikulum 2013. Ia menggariskan lima aspek utama revisi, termasuk penambahbaikan hubungan antara KI dan KD, kebebasan proses pemikiran pelajar, penggunaan kaedah pembelajaran aktif, penyederhanaan penilaian, dan perancangan pengajaran yang merangkumi silibus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ia juga mencadangkan Pendekatan Saintifik 5M sebagai salah satu kaedah pengajaran yang sesuai.

1.4 Kekhasan Kurikulum Tingkat Daerah

Bahagian ini membincangkan ciri-ciri unik KTD Bahasa dan Sastra Sunda. Ia menjelaskan bagaimana kurikulum disesuaikan dengan perkembangan pelajar dari segi pengetahuan, emosi, dan sosial. Ia juga menekankan peranan sekolah dalam melaksanakan kurikulum ini bagi memastikan pelajar mendapat pengalaman berbahasa, bersastra, dan berbudaya Sunda. Peranan guru dalam membina minat dan kesedaran pelajar terhadap budaya mereka juga diserlahkan.

1.5 Keragaman Lokalitas dan Bahasa Pengantar Pembelajaran

Bahagian ini mengkaji kepelbagaian dialek dan bahasa di Jawa Barat, termasuk bahasa Sunda Lulugu, Sunda Wewegkon, Cirebon, dan Melayu Betawi. Ia menerangkan bagaimana kurikulum menyesuaikan diri dengan keragaman ini melalui kategorisasi lokal (kategori A, B, dan C), yang menentukan pilihan bahan pembelajaran dan bahasa pengantar yang sesuai dengan konteks tempatan. Ia juga membincangkan tentang penggunaan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar, dengan fleksibiliti menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa setempat sekiranya perlu.

1.6 Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar

Bahagian ini menjelaskan cara penggunaan media dan sumber belajar dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Sunda. Ia menekankan kepentingan penggunaan teknologi maklumat dan komunikasi (ICT), serta sumber belajar daripada persekitaran alam, sosial, dan budaya. Ia juga menggariskan kepentingan penggunaan bahan bacaan wajib seperti buku-buku dan karya sastra Sunda untuk meningkatkan minat baca dan apresiasi sastra.

II. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD) Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda

Bahagian ini membentangkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda di peringkat SD/MI. Ia bermula dengan menjelaskan rasional di sebalik pembangunan KI dan KD ini, yang merujuk kepada pelbagai peraturan dan undang-undang. Definisi KI dan KD diberikan, diikuti dengan penerangan tentang fungsi dan tujuan pembelajaran Bahasa dan Sastra Sunda. Tema pembelajaran untuk setiap kelas di peringkat SD/MI disenaraikan, bersama-sama dengan contoh KI dan KD untuk Kelas 1 sebagai ilustrasi. Teks tersebut juga menunjukkan cara perancangan dan pembangunan kurikulum berdasarkan KI dan KD yang telah ditetapkan.

2.1 Rasional

Bahagian ini menjelaskan rasional di sebalik pembangunan KIKD mata pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda sebagai muatan lokal. Ia menerangkan tentang pelbagai peraturan dan undang-undang yang membentuk dasar pembangunan KIKD, termasuk Permendikbud No. 79 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah. Ia menekankan pentingnya KIKD untuk mencapai standard kompetensi lulusan dan melestarikan bahasa dan budaya Sunda.

2.2 Pengertian

Bahagian ini mentakrifkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) berdasarkan Permendikbud No. 24 Tahun 2014. Ia menjelaskan peranan KI dan KD sebagai panduan bagi guru dalam merancang dan membangun kurikulum Bahasa dan Sastra Sunda yang merangkumi aspek pengetahuan, kemahiran, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Sunda.

2.3 Fungsi

Bahagian ini menerangkan fungsi KIKD dalam pembangunan kurikulum Bahasa dan Sastra Sunda. Ia menekankan peranannya sebagai panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menyeluruh dan bersepadu. Ia juga menjelaskan fungsi mata pelajaran Bahasa Sunda dalam pembangunan sosial budaya, pelestarian budaya, pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi, pembakuan bahasa Sunda, pengembangan penalaran, dan pemahaman budaya daerah.

2.4 Tujuan

Bahagian ini menjelaskan tujuan pembelajaran Bahasa dan Sastra Sunda. Tujuan utamanya adalah untuk membina minat pelajar terhadap bahasa Sunda, meningkatkan kemahiran berkomunikasi dalam bahasa Sunda, memupuk penghargaan terhadap bahasa dan sastra Sunda sebagai warisan kebudayaan, dan meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra Sunda.

2.5 Tema untuk Sekolah Dasar

Bahagian ini menyenaraikan tema-tema pembelajaran untuk sekolah rendah (Kelas I-VI), yang mencakupi pelbagai aspek kehidupan, seperti diri sendiri, keluarga, masyarakat, alam sekitar, dan budaya. Jadual-jadual yang memberikan senarai tema dan alokasi masa bagi setiap kelas disertakan untuk menunjukkan perancangan kurikulum yang sistematik.

2.6 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Sunda Jenjang SD/MI

Bahagian ini memberi contoh KI dan KD untuk Kelas 1 SD/MI sebagai ilustrasi. Ia menunjukkan bagaimana KI dan KD dihubungkaitkan dengan tema pembelajaran. Contoh-contoh yang diberikan menunjukkan bagaimana pelajar dapat mencapai kompetensi dalam pengetahuan dan kemahiran melalui aktiviti pembelajaran yang berkaitan dengan tema tertentu.

Gambar

Tabel 1: Struktur Kurikulum Tingkat Daerah Jenjang SD/MI
Tabel 2: Struktur Kurikulum Tingkat Daerah Jenjang SMP/MTs.
Tabel 4: Struktur Kurikulum SMA/MA
Tabel 5: Struktur Kurikulum SMK/MAK
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk kelas X, struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI), serta Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai untuk semua.. mata

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar

Mengacu pada Permendikbud Nomor 22 tahun 201 6 yang minimal memuat Identitas mata pelajaran, Identitas madrasah (Nama madrasah dan Kelas), Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar,

KURIKULUM 2013 KOMPETENSI INTI & KOMPETENSI DASAR  MATA PELAJARAN : SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Satuan Pendidikan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan

2) menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampunya. Sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik kurikulum 2013 menekankan pada

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013... Peraturan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada