• Tidak ada hasil yang ditemukan

Slide ARS 312 W14 PRANATA PEMBANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Slide ARS 312 W14 PRANATA PEMBANGUNAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pranata Pembangunan

Pertemuan 14

(2)

Tujuan Instruksional Khusus

Mahasiswa

 

dapat

 

mengkritisi

 

issue

issue

 

yang

 

terkait

 

dengan

 

kakilima

 

berdasarkan

 

peraturan

 

yang

 

terkait

Fenomena

 

kaki

 

lima

 

Upaya

 

mengakomodir

 

kaki

 

lima

Keterkaitan

 

dengan

 

ketertiban

 

kota

Elaborasi

 

peraturan

(3)

D

EFINISI

Dalam UU No. 9 tahun 1995, Pedagang Kaki Lima termasuk ke

dalam bagian usaha kecil ifnformal.

Pedagang Kaki Lima (Sektor Informal) adalah mereka yang

melakukan kegiatan usaha dagang perorangan atau kelompok yang

dalam menjalankanusahanya menggunakan tempat-tempat fasilitas

umum, seperti trotoar, pinggir-pinggir jalan umum, dan lain

(4)

PERATURAN PENATAAN DAN PEMBINAAN KEGIATAN PEDAGANG KAKI LIMA

PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 5 TAHUN 2005

BAB  PASAL ISI

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Pedagang Kaki Lima adalah orang yang melakukan kegiatan berjualan yang

mempunyai ciri-ciri potensi modal relatif kecil dan lokasinya tidak menetap

BAB I I

KETENTUAN KEG. USAHA PKL

Pasal 2 (1) Untuk menjaga ketertiban dan keindahan, keamanan,ketentraman,

Kebersihan di Wilayah Kota Mojokerto, dilarang menggunakan tempat-tempat umum, jalan umum, trotoar dan diatas saluran umum sebagai tempat

kegiatan usaha pedagang kaki lima, kecuali kawasan yang ditetapkan dan diijinkan oleh Walikota atau Pejabat yang ditunjuk ;

(2) Kawasan tertib lalu lintas dilarang untuk kegiatan pedagang kaki lima atau yang sejenis ;

(3) Walikota dalam menetapkan tempat-tempat umum, jalanjalan umum, trotoar dan saluran umum, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mempertimbangkan kepentingan sosial, ekonomi, ketertiban Kebersihan dan keindahan lingkungan sekitarnya serta memperhatikan keadaan pasar maupun jenis barang yang diperdagangkan.

Pasal 3 (1) Setiap pedagang kaki lima yang dapat menggu-nakan tempat

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus bertanggung jawab terhadap ketertiban, keamanan, Kebersihan dan keindahan serta menjaga kesehatan lingkungan disekitar tempat kegiatan usahanya ;

(2) Ketentuan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) lebih lanjut akan ditetapkan oleh Walikota.

BAB III

PEMBINAAN PKL

Pasal 4 (1) Untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan usaha pedagang kaki

lima, Walikota memberikan pembinaan melalui unit teknis yang membidanginya berupa bimbingan, pengaturan dan penyuluhan ;

(5)

BAB  PASAL ISI

BAB IV

PENGGUNAAN TEMPAT

Pasal 5 (1) Setiap pedagang kaki lima yang akan mengguna-kan tempat

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), harus mengajukan permohonan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan ;

(2) Persyaratan dan tata cara penggunaan tempat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Walikota ;

(3) Penggunaan tempat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak boleh dipindahtangankan kepada siapapun tanpa persetujuan Walikota atau Pejabat yang ditunjuk ;

(4) Penggunaan tempat yang telah diberikan dapat dicabut, jika :

a. Pemegang izin melanggar ketentuan per-syaratan yang telah ditetapkan ; b. Tempat atau fasilitas umum tersebut tidak lagi dinyatakan sebagai tempat bagi kegiatan pedagang kaki lima ; atau

c. melanggar ketentuan-ketentuan peraturan perundangundangan; (5) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Pemerintah Kota tidak memberikan ganti rugi.

BAB V

KETENTUAN PIDANA

Pasal 7 (1) Barang siapa melanggar ketentuan dalam Peraturan Daerah ini diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) ;

(6)

K

ETERKAITAN DENGAN KETERTIBAN KOTA

Pedagang kaki lima yang

tidak hanya berjualan di

trotoar tetapi di bagian

jalan yang membuat

kemacetan karena

banyaknya pembeli yang

parkir di depan PKL itu

sendiri juga karena lahan

untuk pejalan kaki yang

dipakai untuk berdagang.

Sumber : http://tempat-ngomel.blogspot.com

(7)

Referensi

Perda

 

Mojokerto

 

N0.5

 

tahun

 

2005

 

tentang

 

Penataan

 

dan

 

Pembinaan

 

Kaki

 

Lima

 

Perda

 

DKI no.11

 

th

 

1988

 

tentang

 

ketertiban

 

umum

Referensi

Dokumen terkait

[r]

[r]

[r]

Dengan adanya kesetaraan antara kapasitas perkerjaan,   beban perkerjaan dan lingkup kerja agar   setiap pekerja dapat berkerja dengan sehat tanpa membahayakan dirinya maupun orang

[r]

[r]

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Lokasi/Tempat Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Lapangan

(3) Setelah penetapan lokasi pembangunan untuk Kepentingan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1), Pihak yang Berhak hanya dapat mengalihkan hak